cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
KEMAMPUAN TPACK MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA PADA MATA KULIAH PRAKTIKUM PEMBUATAN ALAT PERAGA MATEMATIKA Budi Murtiyasa; Mega Dwi Atikah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.426 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4351

Abstract

AbstrakPesatnya perkembangan teknologi menuntut guru untuk dapat mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Selain itu, dibutuhkan ilmu bagi guru untuk mengelola pembelajaran. Guru tidak dapat mengelola pembelajaran dengan baik apabila tidak menguasai materi yang akan disampaikan. Kemampuan Technological, Pedagogical, Content Knowledge (TPACK) yang menyatukan ketiga pengetahuan tersebut penting untuk dikuasai oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan TPACK mahasiswa calon guru matematika pada mata kuliah Praktikum pembuatan Alat Peraga Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian dalam penelitian ini yaitu mahasiswa yang mengambil mata kuliah Praktikum Pembuatan Alat Peraga Matematika. Instrumen utama pada penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan instrumen pendukung yang digunakan berupa kuesioner dan wawancara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Setiap pernyataan dan pertanyaan pada instrumen didasarkan pada setiap aspek TPACK. Subjek wawancara dipilih masing-masing satu mahasiswa yang memiliki skor tinggi, sedang dan rendah pada kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan TPACK mahasiswa calon guru matematika berada pada kategori baik dengan rata-rata 3.81. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru matematika telah memahami aspek-aspek pada kemampuan TPACK. Kata kunci: Alat Peraga; Calon Guru; TPACK. AbstractThe rapid development of technology requires teachers to be able to integrate technology into the learning process. In addition, knowledge is needed for teachers to manage learning. Teachers cannot manage learning well if they do not master the material to be delivered. Technological, Pedagogical, Content Knowledge (TPACK) capabilities that unite these three knowledges are important for teachers to master. This study aims to analyze and describe the TPACK ability of prospective mathematics teacher students in the practical course of making Mathematics Teaching Aids. This research is a qualitative research with a descriptive approach. The research subjects in this study were students who took the Mathematics Teaching Aids Making Practicum course. The main instrument in this study is the researcher himself and the supporting instruments used are questionnaires and interviews which have been tested for validity and reliability. Every statement and question on the instrument is based on every aspect of TPACK. The interview subject was selected by one student each who had high, medium and low scores on the questionnaire. The results of this study indicate that the TPACK ability of prospective mathematics teacher students is in the good category with an average of 3.81. This shows that the prospective mathematics teacher students have understood aspects of the TPACK ability. Keywords: Pre-service Teacher; Props; TPACK.
DESAIN VIDEO PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI TURUNAN FUNGSI Fitriyani Hali; Farman Farman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.294 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4092

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendesain video pembelajaran matematika materi turunan fungsi yang layak digunakan bagi siswa SMA Kelas IX. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan merupakan penelitian yang berorientasi untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji kelayakan produk tersebut. Desain video pembelajaran materi turunan dilakukan dengan langkah 4-D yaitu langkah define (pendefinisian), design (perancangan) develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Subjek uji coba terbatas penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 10 Kendari yang berjumlah 21 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket lembar validasi dan angket respon siswa yang disusun dalam google form. Hasil validasi ahli materi dan ahli media menunjukkan bahwa desain video pembelajaran materi turunan berada dalam kriteria sangat valid. Hasil dari rerata indikator respon siswa yang terdiri atas fungsi dan manfaat, penyajian video serta bahasa dan tipografi menunjukkan persentase 87,3% yang berarti respon siswa menunjukkan sangat positif terhadap desain video pembelajaran yang dikembangkan. Dengan demikian video pembelajaran matematika materi turunan fungsi layak digunakan sebagai media belajar interaktif secara mandiri di sekolah atau di rumah dalam rangka menarik minat siswa dan memudahkan siswa dalam memahami turunan fungsi.  Kata kunci: matematika; turunan fungsi; video pembelajaran; AbstractThis study aims to design a mathematics learning video for derivative material that is suitable for use for class IX high school students. The research method used in this research is development research. Development research is research that is oriented to produce certain products and test the feasibility of these products. The design of the derived material learning video is carried out in a 4-D step, namely the define, design develop and disseminate. The subjects of the limited trial of this study were students of class XI SMA Negeri 10 Kendari, totaling 21 students. The instrument used in this study was a questionnaire validation sheet and student response questionnaire compiled in google form. The results of the validation of material experts and media experts show that the design of the derived material learning video is within the valid criteria. The results of the average student response indicators consisting of functions and benefits, video presentation as well as language and typography showed a percentage of 87.3% which means that responses showed a very positive attitude towards the learning video design developed. Thus the mathematics learning video for derivative is appropriate to be used as media for independent interactive learning at school or at home in order to attract students' interest and make it easier for students to understand derivatives.Keywords: derivative; learning video; mathematics
EKSPLORASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA Ervin Azhar; Yana Saputra; Ishaq Nuriadin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.3767

Abstract

Pemecahan masalah matematis menuntut seseorang berpikir sistematis, logis, kritis dan pantang menyerah sampai menemukan solusi dari sebuah permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan pemecahan masalah matematis siswa materi perbandingan. Hasil penenlitian ini dapat dijadikan masukan untuk mengoptimalkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sehingga guru dapat mengkontruksi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis.  Penelitian dilakukan dengan desain penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII-B SMP Kebangsaan Pondok Aren Tahun Pelajaran 2020/2021. Data yang diperoleh dari hasil tes dan wawancara kemudian dianalisis untuk menggambarkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari kemampuan matematis. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan kemampuan matematis tinggi telah memenuhi tahapan Polya menyelesaikan permasalahan mampu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian dan melaksanakan rencana, dan memeriksa jawaban kembali. Sedangkan siswa kemampuan matematis sedang, dalam menyelesaikan permasalahan soal perbandingan siswa mampu memahami masalah namun kurang dalam merencanakan masalah meskipun dalam melakukan prosedur sudah tepat. Sementara siswa dengan kemapuan matematis rendah, hanya mampu pada tahap memahami masalah tetapi kesulitan dalam merencanakan, melaksanakan rencana. Sehingga perlu menjadi perhatian pendidik khusunya dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa sedang dan rendah.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID 19 PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS FLORES Kristianus Jago Tute; Lely Suryani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.253 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4354

Abstract

Pada masa covid-19, sistem pembelajaran yang dahulunya tatap muka berubah menjadi pembelajaran berbasis online atau yang kita kenal dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Banyak platform digital yang yang dimanfaatkan dalam PJJ ini, salah satunya adalah e-learning yang digunakan oleh Universitas Flores. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 pada mahasiswa pendidikan matematika universitas flores. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah  mahasiswa pendidikan matematika Universitas Flores semester 2, 4, 6 dan 8 sebanyak 185 yang diambil secara random. Dari hasil analisis data dan pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Variabel Fasilitas tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap Variabel sosial, 2) Variabel Fasilitas sangat berpengaruh secara signifikan terhadap variabel ekonomi, 3) Variabel Fasilitas sangat berpengaruh terhadap variabel sumber daya manusia, 4) Variabel ekonomi sangat berpengaruh terhadap variabel sumber daya manusia, 5) Variabel Sosial sangat berpengaruh terhadap variabel Ekonomi dan 6) Variabel Sosial tidak  berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Sumber daya manusia. 
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KONSTEKSTUAL BERBASIS ETNOMATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DAN SIKAP DISIPLIN Maria Fatima Mei; Stefania Baptis Seto; Stefanus Notan Tupen
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.102 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4227

Abstract

 Rendahnya pemahaman konsep dan sikap disiplin disebabkan oleh kurangnya kreatifitas guru dalam mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan dari model pembelajaran kontekstual berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika dan sikap disiplin. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan sampel penelitian 22 orang mahasiswa program studi Pendidikan matematika semester II Universitas Flores. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah tes pemahaman konsep dan angket sikap disiplin mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Pemahaman Konsep memperoleh nilai signifikan 0.000 hal tersebut berarti nilai p < 0.005 dan untuk sikap disiplin 0.003 hal tersebut berarti nilai p < 0.005, sehingga dapat diambil suatu keputusan bahwa Ho ditolak yang artinya terdapat perbedaan pre-test dan post-test Pemahaman konsep dan sikap disiplin mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran kontekstual berbasis etnomatematika. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa semester II sesudah menerapkan model pembelajaran kontekstual berbasis etnomatematika hasil pemahaman konsep dan sikap disiplin lebih baik dari pada sebelum menggunakan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis etnomatematika Kata kunci: Etnomatematika; Kontekstual; Pemahaman Konsep; Sikap Disiplin Abstract The low understanding of concepts and discipline is caused by the lack of creativity of teachers in learning with everyday life. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the ethnomathematics-based contextual learning model. This study is a quasi-experimental research sample of 22 students of the second semester Mathematics Education study program at the University of Flores. The instruments used in this study were a concept understanding test and a student discipline attitude questionnaire. Data collection techniques were carried out using tests and questionnaires. Data analysis was done descriptively and inferentially. The results of the study concluded that Concept Understanding obtained a significant value of 0.000 which means the p-value < 0.005 and for disciplined attitude 0.003 it means the p-value < 0.005, so a decision can be taken that Ho is rejected, which means that there are differences in the pre-test and post-test understanding. concepts and student discipline attitudes before and after the application of ethnomathematical-based contextual learning. Therefore, it can be concluded that second-semester students after applying the ethnomathematics-based contextual learning model the results of understanding concepts and discipline attitudes are better than before using the ethnomathematics-based contextual learning model.Keywords: Contextual; Concept Understanding; Discipline; Ethnomathematics 
NEWMAN ERROR ANALYSIS (NEA): DETECTION OF STUDENT LEARNING BARRIERS IN PPKM IN MATHEMATICS SUBJECTS Sutama Sutama; Yuni Putri Indriyani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.359 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4221

Abstract

The research aims to analyze students' mistakes in solving straight-line equations and then find the learning barriers experienced during distance learning conducted in the 8th grade of a superior private junior high school in Surakarta City. The research uses qualitative descriptive design with assistive instruments in the form of three straight-line equations material test questions and interview guidelines. Triangulation used is a triangulation method and analysis data is done with the stages of data collection, data reduction, data categorization, presentation and withdrawal of conclusions. Referring to the Newman Error Analysis theory, it is identified that all five types of errors are made by students in solving straight-line equations. The five types of errors are reading errors, comprehension errors, transformation errors, process skill errors, and encoding errors. Student errors that appear to indicate obstacles in learning. The rights that arise are the ownership of mobile phones and unstable internet networks, minimal learning supervision, and the availability of fewer learning resources. The results of this study can be used as a basis for developing a learning medium that can be used and supporting online teaching.
EFEKTIVITAS PROBLEM-BASED LEARNING SETTING STAD DITINJAU DARI HASIL BELAJAR DAN DISPOSISI MATEMATIS MAHASISWA Maria Trisna Sero Wondo; Konstantinus Denny Pareira Meke; Sofia Sao
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.124 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4271

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of the STAD problem-based learning setting in terms of learning outcomes and mathematical dispositions. This research is an experimental research type of pre-experimental. This pre-experimental study used a one-group pretest-posttest design with a population of students in the second semester of the Mathematics Education Study Program at the University of Flores for the 2020/2021 academic year. The sample in this study was a class of second-semester students. The research instrument used was a test of learning outcomes in the form of a description of 6 questions and a non-test in the form of a mathematical disposition questionnaire in the form of a Likert scale with five answer choices. The data analysis technique used was the paired-sample t-test with the help of SPSS Windows Version 16. Based on the test results, obtained the value of sig. of 0.00 for learning outcomes and mathematical dispositions. This result shows that the problem-based learning setting of STAD is effective and good to be applied in the design of the learning process in a number theory course, in terms of learning outcomes and mathematical disposition abilities.
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA SMA PADA KONTEKS PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL Zaidah Nurul Hasanah; Budi Usodo; Dewi Retno Sari Saputro
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.117 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4178

Abstract

Mathematical literacy is an individual's ability to formulate, use, and interpret mathematics in a variety of contexts. Mathematical literacy ability in context dimension is divided into four, namely personal context, educational and work context, social context, and scientific context. This study aims to describe the mathematical literacy ability of high school students in the context of education and work. The method used in this research is descriptive qualitative. The subjects of the study were three grade X students of SMA Negeri 1 Sragen with low, medium, and high initial mathematical ability categories. The research instruments used were tests, interviews, and researchers. The data collection methods used in the study were the test method and the interview method. Validation of the data used is the triangulation method. The results of the tests and interviews were then analyzed using indicators of mathematical literacy ability to obtain data on mathematical literacy skills in solving problems. The results showed that the students' mathematical literacy skills were low, medium, high in the context of education and work were low. In the case of mathematical literacy in the context of education and work, students with low, medium, and high early mathematical abilities have the ability to interpret problems, apply simple procedural problem solving strategies but have not been able to fulfill the ability to represent different and different answers and communicate solutions.
PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM GEOMETRI DASAR BERBASIS WINDOWS GEOMETRY (WINGEOM) Reni Astuti; Yadi Ardiawan; Nurmaningsih Nurmaningsih
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.558 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.3435

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengembangkan modul praktikum geometri berbasis Wingeom (Window Geomtry) pada mahasiswa pendidikan matematika. Modul praktikum yang dikembangkan adalah untuk materi pada praktikum mata kuliah Geometri Dasar. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah tersedianya modul praktikum pada mata kuliah geometri dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan atau penelitian research and development approach (R & D).  Pengembangan bahan ajar mengacu pada model 4-D yang diadopsi dari model pengembangan Thiagarajan, yaitu: (1) Define (pendefinisian); (2) Design (perancangan); (3) Develop (pengembangan); dan (4) Disseminate (pendiseminasian). Subjek penelitian dilakukan terhadap 48 mahasiswa pendidikan matematika IKIP PGRI Pontianak. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik komunikasi tak langsung dan pengukuran dengan alat pengumpul datanya berupa angket dan tes hasil belajar. Modul dikatakan valid berdasarkan penilaian validator; dikatakan praktis berdasarkan hasil angket respon mahasiswa; dan dikatakan efektif berdasarkan hasil uji coba modul. Adapun hasil penelitian ini diperoleh bahwa modul memenuhi kevalidan dengan rata-rata 93,3% dan tergolong sangat valid. Hasil angket respon memenuhi kriteria kepraktisan dengan rata-rata 4,47 dari rata-rata maksimal 5,00. Hasil tes kemampuan mahasiswa juga memenuhi kriteria keefektifan, hal ini ditunjukkan bahwa 50% mahasiswa atau 24 mahasiswa telah mencapai KKM yang ditentukan dengan mendapatkan nilai ≥ 77,50 dan dari 24 mahasiswa tersebut, separohnya mendapatkan nilai ≥ 88,00. Berdasarkan ketiga hasil tersebut menunjukkan bahwa modul praktikum geometri berbasis wingeom memenuhi ketiga kriteria tersebut, yaitu: valid, praktis, dan efektif.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN STEM BERBASIS LESSON STUDY FOR LEARNING COMMUNITY Andini Dwi Rachmawati; Yaya Sukjaya Kusumah; Dadang Juandi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.02 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4416

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah dan kemandriain belajar dengan pendekatan STEM berbasis LSLC (Lesson Study for Learning Community). Subyek penelitian adalah enam  peserta didik kelas VII SMPN 1 Ngunut. Pemilihan subyek peserta didik berdasarkan angket kemandirain belajar. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif . Teknik pengumpulan data pada penelitian terdiri dari beberapa tahapan yaitu lembar observasi, angket kemandirian belajar, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis data yang diigunakan pada penelitian ini yaitu dengan pengumpulan data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar peserta didik mengalami peningkatan. setiap pertemuan. Perkembangan tersebut dapat ditunjukkan dengan kemampuan pemecahan masalah dengan kemandirian belajar tinggi, mampu menyelesaikan masalah menggunakan empat tahap. Hanya tiga indikator yang dapat dicapai oleh peserta didik yang memiliki kemapuan pemecahan masalah matematika dengan kemandirian belajar sedang Sedangkan peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan kemandirian belajar rendah hanya memenuhi satu indikator saja.Kata kunci: Kemampuan pemecahan masalah; kemandiran belajaran; LSLC pendekatan STEM;  Abstract This study aims to describe problem solving skills and independent learning with a STEM approach based on LSLC (Lesson Study for Learning Community). The research subjects were six seventh grade students of SMPN 1 Ngunut. The selection of students' subjects was based on a self-learning questionnaire. This research is classified as qualitative research . The data collection technique in the study consisted of several stages, namely observation sheets, learning independence questionnaires, and mathematical problem solving ability tests. Data analysis used in this study is data collection, data presentation, and data verification. The results of this study indicate that the learning activities of students have increased. every meeting. This development can be shown by problem solving skills with high learning independence, able to solve problems using four stages. Only three indicators can be achieved by students who have mathematical problem solving abilities with moderate learning independence. Meanwhile, students with mathematical problem solving abilities with low learning independence only meet one indicator.Keywords: Problem solving ability, LSLC, learning independence, STEM approach 

Page 60 of 153 | Total Record : 1528