cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Natural Science: Journal of Science and Technology
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 25411969     EISSN : 23380950     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Natural Science online diterbitkan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universtas Tadulako. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
KAJIAN AUTEKOLOGI PIGAFETTA ELATA (MART.) H. WENDL. (ARECACEAE) PADA HUTAN PEGUNUNGAN DONGI-DONGI DI KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU SULAWESI TENGAH Aras, Mohammad Rezha; Pitopang, Ramadhanil; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Number 1 (March 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.222 KB)

Abstract

Penelitian tentang ?Kajian Autekologi Pigafetta elata (Mart.) H. Wendl. (Arecaceae) pada Hutan Pegunungan  Dongi-dongi di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah? telah dilakukan dari bulan Mei sampai Juli 2016 dengan tujuan untuk mengetahui autekologi berupa kondisi faktor lingkungan abiotik dan biotik dari P. elata pada hutan pegunungan Dongi-dongi di kawasan TNLL Sulawesi Tengah. Faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban relatif diukur dengan Termohygrometer, intensitas cahaya diukur dengan Lux meter, pH dan kelembaban tanah diukur dengan Soil Taster.  Sementara, data curah hujan diperoleh dari stasiun pengamatan cuaca Badan Meteorologi Dan Geofisika Bandar Udara Mutiara Sis Al-Djufrie Palu. Konsentrasi nitrogen, posfor dan kalium di dalam tanah di mana P. elata  tumbuh diukur dengan metode khedjhal dan  metode ekstraksi dengan HCL 25%. Vegetasi tumbuhan penyusun hutan pegunungan di sekitar P. elata ditentukan dengan metode petak ganda secara sistematis dan dianalisis dengan rumus analisis vegetasi menurut Dumbois-Muller dan Ellenberg. Hasil penelitian di Dongi?dongi TNLL menunjukkan  suhu udara harian  rata-rata 21,200C, kelembaban relatif 84,84 %, curah hujan bulanan Mei sampai Juli 2016 yaitu 205 mm, 134 mm dan 35 mm dan intensitas cahaya berkisar 297 ? 6125 lux dengan rata-rata 1985 lux. P. elata  dapat tumbuh di N, P, K tanah dengan konsentrasi yaitu N-Tot 0,08 %, P-Tot 39,16 mg/100g dan K-Tot 34,22 mg/100g. Analisis vegetasi pada tingkat pohon, vegetasi didominasi oleh Castanopsis acuminatissima (Blume) A. DC. dengan INP 34,23 %, tingkat tiang Eurya acuminata DC. INP 64,02% , tingkat pancang Trema orientalis (L.) Blume INP 64.97% dan Ageratum conyzoides L. INP 17.88% mendominasi vegetasi pada tingkat semai.
PRODUKSI DAN UJI AKTIVITAS ENZIM JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEA(BULL.) SINGER) PADA MEDIA OPTIMASI JERAMI-SAGU DENGAN PENAMBAHAN BEBERAPA DOSIS DOLOMIT Ratnasari, Nilah; Nurmiati, Nurmiati; Periadnadi, Periadnadi
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Number 3 (December 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.325 KB)

Abstract

Penelitian mengenai Produksi dan uji aktivitas enzim jamur merang (Volvariella volvacea (bull.) singer) pada media optimasi jerami-sagu denganpenambahan beberapa dosis dolomit telah dilaksanakanpada bulan Juni sampai Oktober 2014 di Laboratorium Mikrobiologi/Mikologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas dan Pembudidayaan Jamur NUBEJA, Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis dolomit yang terbaik terhadap produksi jamur merang, aktivitas enzim selulase pada media tumbuh, tubuh buah jamur merang dan aktivitas enzim protease pada tubuh buah jamur merang. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam 5 perlakuan dan 5 kali ulangan dengan perlakuan tanpa dolomit, dolomit 1%, 2%, 3%, dan 4%. Dosis dolomit yang terbaik untuk produksi jamur merang didapatkan pada perlakuan dosis 1% yaitu 552.15 g. Aktivitas enzim selulase tertinggi pada media tumbuh dan tubuh buah jamur merang yaitu pada Produksi dan Uji Aktivitas Enzim Jamur Merang (Volvariella volvacea(Bull.) Singer) Pada Media Optimasi Jerami-Sagu dengan Penambahan Beberapa Dosis Dolomit (Nilah Ratnasari dkk) 269 penambahan dosis dolomit 1% yaitu 0.0325 µmol/g dan 0.0150 µmol/gserta aktivitas enzim protease tertinggi pada tubuh buah yaitu pada penambahan dosis dolomit 3% yaitu 258 NU/g.
STUDI PENDAHULUAN GENUS LYMANTRIA HüBNER (1819) DI KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU SULAWESI TENGAH Hafriani, Rika; Annawaty, Annawaty; Fahri, Fahri
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2 (August 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.29 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ngengat genus Lymantria pada empat tipe habitat (pemukiman masyarakat, agroforest, hutan sekunder dan hutan primer) di kawasan Taman Nasional Lore Lindu yang dilakukan mulai bulan Oktober sampai November 2016. Koleksi spesimen dilakukan dengan menggunakan perangkap cahaya (Light trap) dan identifikasi dilakukan dengan melihat karakter sayap. Hasil pengamatan menunjukkan terdapat empat spesies Lymantria yang ditemukan yaitu L. buruensis, Lymantria cf demotes, L. lunata dan L. chroma. Keempat spesies ini dapat dibedakan berdasarkan ukuran tubuh dan warna dasar sayap.
PELABELAN TOTAL SISI AJAIB SUPER (TSAS) PADA GABUNGAN GRAF ULAT BULU DAN BIPARTITE LENGKAP Sudarsana, I Wayan; Fitria, Fitria; Musdalifah, Selvy
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Number 1 (March 2014)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.749 KB)

Abstract

An  edge anti-magic total labelling, -EAMT, on graph  with  vertices and  edges is bijektion , which has a set of edge weights  with  and . A  super edge anti-magic total labelling , -SEAMT, if the vertex set of  obtain the smallest labels . An -EAMT (SEAMT) labelling  is called EMT (SEMT) labelling if  and . Furthermore,  is called the magic constant. A graph  is said EMT, SEMT, -EAMT and -SEAMT if there is EMT, SEMT, -EAMT and -SEAMT labelling on graph , respectively. In this paper, we showed that the union of caterpillars and complete bipartite graph are SEAMT and SEMT, especialy for  has (-SEAMT and -SEAMT with ; graph  has -SEAMT and -SEAMT for ; and graph  has -SEAMT and -SEAMT with       where  and  for . Thus, graph  is SEMT with  for ; graph  also SEMT with  for ; as well graph  is SEMT with  for .
SIFAT FISIKO-KIMIA EDIBLE FILM AGAR – AGAR RUMPUT LAUT (GRACILARIA SP.) TERSUBTITUSI GLYSEROL Setyaningrum, Annisa; Sumarni, Ni Ketut; Hardi, Jaya
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Number 2 (August 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.323 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan gliserol pada pembuatanedible film dari agar ? agar rumput laut (gracilaria sp.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisiko-kimia terbaikedible film berbasis agar dengan plasticizer gliserol. Penelitian ini menerapkan variasi konsentrasi gliserol antara lain 30, 35, 40, 45, dan 50%terhadap massa agar-agar atas dasar (b/b). Sifat fisiko-kimia Edible filmyang diuji antara lain ketebalan menggunakan micrometer, laju transmisi uap air, kuat tarik dan elongasi masing-masing diuji dengan Universal Testing Machine. Konsentrasi gliserol terbaik diperoleh pada penambahan gliserol 45% yang memiliki ketebalan 0,0167 mm, laju transmisi uap air sebesar 57,18 g/24jam.m2, kuat tarik sebesar 14,23 MPa, dan elongasi sebesar 12,75%
ANALISIS RETENSI ANTOSIANIN DALAM PROSES PEMBUATAN DAN PENYIMPANAN BUBUR INSTAN UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS) Djamil, Lindayati; Bahri, Syaiful; Nurhaeni, Nurhaeni
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Number 3 (December 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.355 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis retensi antosianin dalam proses pembuatan dan penyimpanan bubur instan dari ubi jalar ungu (Ipomoea batatas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui retensi antosianin dalam bubur instan ubi jalar ungu selama proses pembuatan dan penyimpanan serta untuk mengetahui umur simpan bubur instan pada suhu ruang. Umur simpan ditentukan menggunakan model kinetika reaksi. Analisis tingkat kerusakan antosianin pada bubur instan dilakukan setiap 7 hari selama 70 hari yang diterapkan pada pH yang berbeda yaitu pH 1,0 dan pH 4,5. Panjang gelombang yang digunakan untuk mengukur serapan yaitu 510 nm dan 700 nm. Hasil yang diperoleh menunjukkan tingkat kerusakan antosianin selama pembuatan bubur instan adalah 13,14%, retensi antosianin tanpa penyimpanan adalah 86,86% dan pada hari ke-70 adalah 29,47% serta umur simpan bubur instan ubi jalar ungu adalah 78,20 hari
KAJIAN WAKTU SIMPAN KAROTEN KAPANG ONCOM MERAH (NEUROSPORA SP) YANG DIPRODUKSI PADA MEDIA TONGKOL JAGUNG Kenyamu, Mardalena; Mappiratu, Mappiratu; Nurakhirawati, Nurakhirawati
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2 (August 2014)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.098 KB)

Abstract

The investigation about study of the shelf lifeof red oncom mold carotene (Neurosporasp) from corn cob media has been done. This study aimed to determine the shelf life of red oncom mold carotene in capsules packaging at various storage temperatures. It was done by applying two phases of research i.e the production red oncommold and the determination of shelf life at the temperature of 50?C and 60?C. Carotene levels were determined using spectrophotometric method. The resultshowedthat carotene shelf life at a temperature of 50?C and 60?C were 44.31 and 34.05 daysrespectively. The Changed of carotene quality in capsule packaging followedthe zero-order kinetics. The calculation result shoewd Q10 value was 1.3 and the shelf life at variouse temperatures was determined based on the value of Q10. Storage at room temperature caused the shelf life for74.80 days.
SISTEM ANTRIAN SINGLE CHANNEL - MULTIPLE PHASE DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KANTOR SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP (SAMSAT) KOTA PALU Mukarrama, F.A.; Nur?Eni, Nur?Eni; Fadjryani, Fadjryani
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Number 2 (August 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.836 KB)

Abstract

Sistem antrian adalah suatu himpunan pelanggan, pelayan, dan suatu aturan yang mengatur pelayanan kepada pelanggan. Antrian terbentuk jika banyaknya yang akan dilayani melebihi kapasitas layanan yang tersedia. Hal ini terjadi di Kantor SAMSAT kota Palu yang sering mengalami kasus antrian panjang karena merupakan pusat pembayaran pajak kendaraan bermotor di wilayah kota Palu. Sehingga peneliti tertarik untuk menganalisis sistem antrian di Kantor SAMSAT Kota Palu yang berjenis Single Channe - Multiple Phase. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah uji kecocokan model antrian jalur tunggal dengan beberapa tahap pelayanan di mana data waktu kedatangan dan data waktu pelayanan di uji menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian ini adalah model sistem antrian SAMSAT kota Palu yaitu M/M/3 : FCFS/?/? dan ukuran kinerja yang diperoleh dalam sistem antrian pembayaran pajak kendaraan di Kantor SAMSAT kota Palu baik melalui perhitungan secara manual maupun menggunakan paket WINQSB menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda di mana rata-rata waktu pelayanan yang dihabiskan wajib pajak melebihi dari pada batas waktu pelayanan yang telah ditetapkan yaitu 30 menit sehingga untuk mengurangi tingkat kepadatan wajib pajak serta mengefesienkan waktu pelayanan maka pihak SAMSAT perlu melakukan perbaikan sistem antrian dengan melakukan penambahan jumlah server
SINTESIS DAN FUNGSI POLIMER HELIKS AKTIF OPTIS POLIASETILEN BERBAHAN DASAR L-ALANIN YANG TERSUBSTITUSI KUMARIN DAN SITRONELAL Rahim, Erwin Abdul
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Number 3 (December 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.035 KB)

Abstract

Telah disintesis polimer heliks aktif optis poliasetilen berbahan dasar L-Alanin yang tersubstitusi kumarin dan sitronelal (1). Kedua polimer ini menunjukan serapan UV-Vis pada dan circular discroism pada 400 nm yang menunjukan bahwa kedua polimer adalah polimerheliks berputar kekiri. Analisis 1H NMR menunjukan adanya -CH3, -CH2, -CH dan?NH pada pergeseran kimia 1,944, 4,160, 5,721 dan 8,611 ppm untuk polimer yang tersubstitusi kumarin serta 1,720, 4,100, 2,036, 7,744 ppm untuk monomer 1. Kedua polimer dapat difungsikan sebagai katalis pada sintesis asimetrik.
PENGKAJIAN PAKET TEKNOLOGI MENDUKUNG PELAKSANAAN IP 200 JAGUNG DI LAHAN KERING SULAWESI SELATAN Amir, Amir
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Number 3 (December 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.01 KB)

Abstract

Pengkajian Paket Teknologi Mendukung Pelaksanaan IP200 Jagung di Lahan Kering Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan memiliki lahan kering beriklim kering seluas 1.238.520 ha dan lahan kering beriklim basah seluas 3.191.227 Ha. Masalah pengembangan jagung di lahan kering adalah air pengairan. Kombinasi penggunaan teknologi produksi dapat meningkatkan luas tanam melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP) pada lahan kering beriklim kering. Pengkajian disusun menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK), empat ulangan dan empat perlakuan waktu tanam. Jagung tanam pertama secara bersamaan memiliki Indek Luas Daun (ILD) lebih lebar (4,4) dibanding jagung tanam kedua secara relay planting. Jagung tanam kedua secara relay planting waktu tanam 7 hari sebelum panen jagung tanam pertama, memiliki indeks luas daun paling sempit (3,1) namun tidak berbeda nyata dengan waktu tanam lainnya, meskipun cara tanam petani memiliki indeks luas daun lebih lebar (3,7) dibanding cara tanam relay planting. Jagung tanam pertama secara bersamaan memiliki berat 250 biji lebih berat (83,8 g) dibanding jagung tanam kedua secara relay  planting waktu tanam 5 HSP dan waktu tanam 3 HSP serta cara tanam petani (79,8 g). Jagung tanam kedua secara relay planting waktu tanam 7 hari sebelum panen jagung pertama, memiliki berat 250 biji lebih berat (84,3 g) dibanding cara tanam lain, namun tidak berbeda nyata. Jagung tanam pertama secara bersamaan memiliki produksi lebih rendah (6,8 t/ha) dibanding jagung tanam kedua secara relay planting dan cara tanam petani. Jagung tanam kedua secara relay planting waktu tanam 7 HSP, memiliki produksi lebih tinggi (8,3 t/ha) dan berbeda nyata dengan cara tanam relay planting waktu tanam 3 HSP (7,3 t/ha) dan cara petani (6,3 t/ha).  Jagung tanam pertama yang ditanam bersamaan mengalami persaingan hara, air dan cahaya matahari antar tanaman. Sedangkan jagung tanam kedua yang ditanam secara relay planting tidak mengalami persaingan  hara, air dan cahaya matahari karena waktu tanam berbeda