cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Natural Science: Journal of Science and Technology
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 25411969     EISSN : 23380950     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Natural Science online diterbitkan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universtas Tadulako. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
DISTRIBUSI LOGAM MERKURI PADA SEDIMEN LAUT DI SEKITAR MUARA SUNGAI POBOYA Purnawan, Sandi; Sikanna, Rismawati; Prismawiryanti, Prismawiryanti
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1 (March 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.252 KB)

Abstract

An investigation about Mercury metal content in marine sediment around Poboya stream has been done. The sediment samples were collected at 5 points of Poboya stream with 0; 15 and 30 days of time variations. The physical conditions of the water was analyzed i.e pH, temperature and salinity. The result showed that the lowest and the highest Mercury metal content (0,0103 and 0,185 mg/Kg) were found at point E and C respectively. It was found at the second and the first sampling accordingly. There was no significant increase of Mercury accumulation by time. In general, the Mercury metal content in the sediment around Poboya stream was still under government rule.
ORGANOGENESIS DUA TIPE MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) PADA BERBAGAI KOMBINASI KONSENTRASI IAA (INDOLE ACETID ACID) DAN BAP (BENZIL AMINO PURIN) SECARA IN VITRO Ningsi, Putri Suria; Muslimin, Muslimin; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.681 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan organogenesis mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan tipe buah besar dan tipe buah kecil yang ditumbuhkan secara in vitro, dan mengetahui kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh yang baik untuk mendorong pertumbuhan dua tipe mengkudu. Eksplan yang digunakan adalah kecambah steril dari kedua tipe mengkudu. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Media perlakuan yang digunakan adalah media MS (Murashige dan Skoog) dengan penambahan 0,3 ppm BAP (Benzil Amino Purin) dan penambahan konsentrasi IAA (Indole Acetid Acid) yang berbeda (0 ppm ; 0,05 ppm ; 0,5 ppm ; 0,7 ppm ; dan 0,9 ppm). Parameter pengamatan meliputi saat muncul daun dan akar, jumlah daun dan akar, dan kadar klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media perlakuan terbaik untuk mendorong pertumbuhan daun kedua tipe mengkudu yaitu media P2 (MS0 + 0,05 ppm IAA + 0,3 ppm BAP), sedangkan media yang paling baik dalam mendorong pembentukan akar yaitu media P5 (MS0 + 0,9 ppm IAA + 0,3 ppm BAP).
INDUKSI KALUS TANAMAN KENTANG DOMBU (SOLANUM TUBEROSUM L.) SECARA IN VITRO DENGAN PEMBERIAN ZPT 2,4-D (DICHLOROPHENOXY ACETID ACID) Idris, Siti RLR; Paserang, Asri Pirade
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Number 2 (August 2019)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.954 KB)

Abstract

This research was aimed to determine the effect of the PGR 2.4-D (Dichlorophenoxy Acetid Acid) in various concentrations on induceing callus of Dombu potato (Solanum tuberosum L.). This research was performed based on Completely Randomized Design (RAL) with 6 treatments and 3 times repetation, so there were 18 experiment units. Each experiment used 3 explants so as there were 54 explants. The combination of concentration of the tested PGR in the culture media were T1 = MS0+ 2.4-D 0 ppm (control), T2 = MS0+ 2.4-D 0.5 ppm, T3 = MS0+ 2.4-D 1 ppm, T4= MS0+ 2.4-D 1.5 ppm, T5 = MS0+ 2.4-D 2 ppm and T6 = MS0+ 2.4-D 2.5 ppm. The results showed that callus induction was appeared in the concentration of 1.0, 1.5, 2.0, and 2.5 ppm. Callus was generally formed on the Day-8 after plantation. Callus color was mostly greenish transparent, callus texture was mostly crumb type, and callus formation percentage was almost 100%. The best media for inducing the callus was in treatment T4 (1.5 ppm 2.4-D), it referred to the formed callus biomass
INTERKALASI LEMPUNG DENGAN SURFAKTAN GARAM AMMONIUM KUARTERNER DAN APLIKASINYA PADA PENYERAPAN LOGAM HG Wati, Rahma; Sumarni, Ni Ketut; Ridhay, Ahmad
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Number 1 (March 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.325 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik lempung dari desa Beka yang meliputi gugus fungsi dan struktur mineral serta pengaruh variasi berat lempung terinterkalasi surfaktan garam ammonium kuarterner terhadap penyerapan logam merkuri. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan  rasio berat surfaktan terhadap lempungyaitu 0:10, 1:10, 2:10, 3:10, 4:10, dan5:10 (b/b). Setiap perlakuan dilakukan sebanyak dua kali. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lempung asal desa Beka mengandung mineral: pyrophyllite, kuarsa, albit, dan clinochlore. Untuk persentase penyerapan lempung tanpa terinterkalasi sebesar 96,33 % dan kapasitas penyerapannya sebesar 9,63 mg/g, sedangkan untuk lempung terinterkalasi surfaktan mengalami peningkatan seiring dengan tingkat rasio berat surfaktan yang ditambahkan yaitu dari 1 g ke 5 g persentase penyerapan 97,26 % dan kapasitas adsorpsi 9,73 mg/g  menjadi persen penyerapan 98,98 % dan kapasitas adsorpsi 9,90 mg/g.
PENGGUNAAN JAMUR MIKORIZA ARBUSCULA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA TANAH TERCEMAR MERKURI Gobel, Sri Amaliah; Yusran, Yusran; Harso, Wahyu
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1 (March 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.777 KB)

Abstract

Jamur mikoriza arbuskula berperan penting dalam membantu rehabilitasi tanah terdegradasi akibat pertambangan. Jamur ini dapat mengurangi toksisitas logam berat terhadap tanaman pada tanah yang tercemar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan jamur mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan tanaman jagung pada tanah yang dicemari dengan merkuri. Penelitian dilakukan di rumah kaca dan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktorial. Faktor pertama adalah pemberian inokulum mikoriza (dengan dan tanpa pemberian inokulum) dan faktor kedua adalah konsentrasi merkuri pada media tumbuh (0 mg/kg, 1,46 mg/kg, dan 2,92 mg/kg tanah). Tanaman jagung diinoluasi dengan 15 gram inokulum.  Jamur mikoriza arbuskula yang digunakan adalah jenis Gigaspora margarita. Setiap gram inokulum mengandung 10 spora. Tanah dikontaminasi dengan 2 mg dan 4 mg HgCl2 per kg tanah kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi merkuri akan semakin menghambat pertumbuhan tanaman jagung yang tidak diinokulasi dengan jamur mikoriza arbuskula. Disisi lain, tanaman yang diinokulasi dengan jamur mikoriza arbsukula dapat meningkatkan pertumbuhannya pada tanah yang terkontaminasi merkuri. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah jamur mikoriza arbuskula dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung pada lahan tercemar merkuri.
MENGKAJI PENYEBARAN PENYAKIT FILARIASIS MELALUI IDENTIFIKASI DAERAH KESTABILAN DARI REVISI MODEL SAK Susilawati, Endang; Ratianingsih, Rina; Jaya, Agus Indra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Number 2 (August 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.415 KB)

Abstract

Model SARK merupakan model matematika yang dapat digunakan untuk menggambarkan penyebaran penyakit Filariasis. Kajian penyebaran penyakit tersebut dilakukan melalui pengamatan terhadap dinamika model SARK. Penyebaran penyakit ini dapat dicegah melalui program pengobatan. Pengkajian dilakukan dengan merevisi model SAK menjadi model SARK untuk selanjutnya dianalisa dengan menentukan titik kesetimbangan dan analisis kestabilan dengan metode linearisasi, mengkaji kestabilan sis­tem berdasarkan kriteria nilai eigen dari matriks Jacobian. Hasil penelitian ini adalah model SARK sebagai berikut :           yang memiliki satu titik kritis . Model SARK memberikan nilai eigen  dan  bernilai negatif dan  dan  bernilai positif. Kondisi awal rasio jumlah penduduk pada kelas infectives, recovered dan kronis masing-masing diambil secara berturt-turut 1, 0 dan 0. Hasil identifikasi terhadap peran parameter  dan  adalah semakin besar nilai laju kesembuhan , maka akan mengakibatkan waktu yang dibutuhkan oleh populasi infectives untuk memasuki populasi recovered semakin singkat. Hal ini disebabkan peran pengobatan pada populasi infektives sehingga populasi tersebut sembuh dari penyakit.
ANALISA “IN SILICO” GEN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) YANG TERLIBAT DALAM SISTEM KETAHANAN TERHADAP HAMA DAN PENYAKIT Agung, Muhammad Budi; Budiarsa, I Made; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.821 KB)

Abstract

Biji kakao adalah salah satu komoditas utama di dunia yang hingga saat ini masih memiliki masalah penurunan produksi yang mayoritas disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Mengembangkan kultivar kakao yang secara genetik tahan terhadap serangan hama dan penyakit adalah salah satu solusi yang ideal dalam mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gen-gen Theobroma cacao pada database genom kakao yang homolog dengan gen yang terlibat dalam sistem ketahanan terhadap hama dan penyakit pada tumbuhan lain melalui analisis in silico. Survei informasi dasar dan identifikasi gen yang terlibat dalam sistem ketahanan tumbuhan model Arabidopsis thaliana dan Oryza sativa dilakukan pada GenBank dan The Arabidopsis Information Resource. Analisa in silico yang dilakukan berupa BLAST urutan protein, uji homologi protein kandidat masing-masing gen, dan identifikasi gen homolog pada Cacao Genome Database menggunakan sumber data genom ?Theobroma cacao cv. Matina 1-6 v1.1?. Berdasarkan hasil identifikasi, gen Thecc1EG006332t1 (PR-1), Thecc1EG024509t1 (PR-2), Thecc1EG024514t1 (PR-2), Thecc1EG026942t1 (CTL1), Thecc1EG021326t1 (CTL1), dan Thecc1EG033984t1 (PR-5) pada Cacao Genome Database (CGD) adalah gen Theobroma cacao yang homolog dengan gen yang terlibat dalam sistem ketahanan tumbuhan terhadap hama dan penyakit, serta kemungkinan besar memiliki fungsi yang sama dengan gen homolognya masing-masing.
PENERAPAN ANALISIS MULTIDIMENSIONAL SCALING (MDS) PADA PEMETAAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI SULAWESI TENGAH BERDASARKAN INDIKATOR TENAGA KESEHATAN Islami, Mira Bela; Rais, Rais; Handayani, Lilies
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Number 2 (August 2019)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.43 KB)

Abstract

Health workers is any person who dedicates theirself in the health sector and have knowledge, skills and authority to make health efforts. The lack number of health workers or the univen distribution of health workers is a problem that often occurs in each region. This research will use the method  of multidimensional scaling in mapping districts / cities in Central Sulawesi Province based on indicators of health workers. The results obtained are formed in to 4 groups of districts/cities that have similarities among its members but different from other groups. In the group 1 is Palu, Group 2 contained Parigi Moutong districts. In the group 3 consists of Banggai, Poso, Sigi and Toli-Toli Districts. In the group 4 consist of Tojo Una-una, Morowali, Donggala, Morowali Utara, Banggai Laut, Buol, and Banggai Islands. Stress value obtained is 4.354% and the value of R^2 is 99.568%, which indicates that the data used can be mapped properly.
GRAF PEMBAGI NOL DARI SEMIRING MATRIKS ATAS SEMIRING BOOLEAN Kurniawan, Vika Yugi
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1 (March 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.4 KB)

Abstract

Untuk setiap semiring S  yang memiliki pembagi nol sejati dapat dibentuk suatu graf graf pembagi nol ?(S). Himpunan semua pembagi nol sejati dari  S yang dinotasikan  Z(S)* sebagai himpunan verteks dari graf ?(S). Dua verteks  berbeda  x dan y  di Z(S)* saling terhubung oleh sebuah edge jika dan hanya jika berlaku xy=0 atau yx=0. Pada makalah ini dipelajari sifat-sifat pembagi nol kiri dan pembagi nol kanan dari semiring matriks atas semiring Boolean, dinotasikan Mn(?). Selanjutnya sifat-sifat tersebut digunakan untuk menentukan diameter dari graf  ?(Mn(?)) .
PENENTUAN LOKASI BERPOTENSI LONGSOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTYCAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI KECAMATAN KULAWI KABUPATEN SIGI Lasera, Maliki; Mudin, Yutdam; H, M. Rusydi
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Number 3 (December 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.37 KB)

Abstract

Penelitian tentang lokasi berpotensi terjadi bahaya longsor dengan menggunakan Metode Analytycal Hierarchy Process (AHP) telah dilakukan di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor penyebab bahaya longsor di Kecamatan Kulawi melalui AHP dan memetakan lokasi yang berpotensi bahaya longsor berdasarkan analisis spasial. Pada penelitian ini digunakan 5 data faktor penyebab longsor yaitu data kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan, dan kondisi geologi. Kemudian dilakukan  perhitungan bobot setiap parameter penyebab longsor menggunakan Metode AHP dan besar pengaruh dari setiap parameter terhadap kejadian longsor. Hasil perhitungan diperoleh bobot dari setiap parameter penyebab bencana longsor yaitu bobot kemiringan lereng 52%, bobot curah hujan 25%, bobot kondisi geologi (batuan) 12%, bobot jenis tanah 6% dan bobot penggunaan lahan 5%. Data-data penyebab longsor tersebut kemudian ditumpang susun (overlay) dengan peta yang ada dan menghitung nilai hazard (bahaya longsor). Berdasarkan hasil analisis spasial diperoleh, lokasi yang berpotensi longsor di Kecamatan Kulawi diklasifikasikan menjadi tidak bahaya, kurang bahaya, sedang, bahaya, dan sangat bahaya dengan luas daerah berturut-turut  25,13  (2,23%), 418,71  (37.17%), 560,78  (49,8 %), 103,78  (9,2%), dan 17,93  (1,96%). Kejadian longsor di Kecamatan Kulawi dipengaruhi oleh keadaan lahan yang dibuka masyarakat untuk areal perkebunan dan ladang pada kawasan yang derajat kemiringannya cukup tinggi.

Page 11 of 26 | Total Record : 254