cover
Contact Name
Sofyan Mahfudy
Contact Email
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Phone
+6281329446085
Journal Mail Official
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Editorial Address
LPPM, UIN Mataram, Jl. Pendidikan 35 Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 18583571     EISSN : 25809628     DOI : 10.20414/transformasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 243 Documents
Pelatihan pemanfaatan sampah dapur sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair (POC) bagi anggota relawan lembaga lingkungan hidup dan penanggulangan bencana Kabupaten Banyumas Dini Nur Afifah; Pujiati Utami; Suwarti Suwarti; Endar Puspawiningtiyas; Itsna Nurrahma Mildaeni; Yeti Rusmiati Hasanah; Adam Mufarij
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 2 (2021): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i2.3924

Abstract

[Bahasa]: Pengelolaan sampah dapur merupakan salah satu upaya untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Namun, hal tersebut masih jarang dilakukan oleh masyarakat. Rendahnya minat masyarakat dalam mengolah sampah disebabkan oleh: keterbatasan lahan, kerumitan proses, pengetahuan yang terbatas, dan kesibukan. Merujuk pada masalah tersebut, maka dalam pengabdian masyarakat ini ditawarkan pemanfaatan sampah rumah tangga sebagai bahan pupuk organik cair (POC). Inovasi yang dihadirkan adalah pemanfaatan kotoran sapi dan urin kambing untuk meningkatkan nutrisi POC. Sasaran kegiatan ini adalah anggota relawan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Banyumas. Tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi mitra sasaran agar dapat menerapkan sistem pengolahan sampah secara benar dan ramah lingkungan melalui konversi sampah dapur menjadi POC dengan decomposer EM-4. Pengetahuan dan teknologi ditransfer melalui simulasi ipteks dengan sosialisasi daring, video tutorial, dan poster yang berkaitan dengan tema yang dipilih. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan IbM ini mampu meningkatkan kesadaran anggota mitra untuk mengolah sampah sebesar 91,7%. Pupuk Organik Cair yang dibuat dengan teknik yang diusulkan memiliki kadar nitrogen, fosfor, dan kalium masing-masing sebesar 3,3%; 6,2% dan 7,8%. Nilai tersebut telah sesuai dengan syarat mutu kadar N,P,K yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011. Kata Kunci: sampah organik, pengomposan, pupuk organik cair [English]: Kitchen waste management is one of the efforts to reduce the volume of waste that enters final disposal sites. Unfortunately, this is still rarely done by people. A low interest of the people in processing waste is caused by: limited land, the complexity of the process, limited knowledge, and business. Referring to this problem, in this community service program,, the use of household waste as liquid organic fertilizer (LOF) is offered. The innovation presented in this program is the uses of cow dung and goat urine to increase POC nutrition. The partner of this program was a volunteer member of the Banyumas Institute for the Environment and Disaster Management. The objective is to educate partners to implement a proper and environmentally friendly waste management system through the conversion of kitchen waste into POC with the EM-4 decomposer. Methods used in this program were science and technology simulation, through: online outreach, video tutorials, and posters related to the chosen theme, and the transfer of knowledge and technology. The evaluation results show that this program is able to increase the awareness of partner members to process waste by 91.7%. Liquid Organic Fertilizer made by the proposed technique comprises nitrogen 3.3%, phosphorus 6.2%, and potassium 7.8%. This value is in accordance with the quality requirements for the levels of N, P, K regulated in the Regulation of the Minister of Agriculture Number 70/Permentan/ SR.140/10/2011 Keywords: organic waste, composting, liquid-organic fertilizer
Sosialisasi pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya dan soft power indonesia Junita Budi Rachman; Savitri Adityani; Dadan Suryadipura; Bima Prawira Utama; Sintia Catur Sutantri; Mohamad Rizky Novalini
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 2 (2021): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i2.3999

Abstract

[Bahasa]: Pencak silat merupakan warisan nasional negara Indonesia yang perlu dikenal dan dilestarikan oleh generasi muda. Oleh karenanya, diperlukan upaya masif untuk mengenalkan pencak silat kepada generasi muda yang salah satunya melalui kegiatan sosialisasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk sosialiasasi yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap siswa sekolah menengah pertama tentang pentingnya pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus sumber soft power Indonesia. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerimaan dan kesediaan untuk bertindak setelah sosialisasi kepada pelajar sekolah menengah pertama (SMP 2) Bandung. Dengan menggunakan model sosialisasi partisipatif dari Mead (1972), kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam empat tahap yaitu tahap persiapan (preparatory stage), tahap meniru atau bermain peran (play stage), tahap siap bertindak (game stage) dan tahap penerimaan target atas norma kolektif (generalized stage). Hasil penelitian dianalisis menggunakan metode kualitatif dengan deskripsi data statistik sederhana. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa siswa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai pentingnya pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia dan sebagai sumber soft power bagi negara Indonesia. Mayoritas siswa setuju untuk ikut berpartisipasi dalam mempromosikan pencak silat sebagai bentuk kesadaran dan tanggung jawab sosial mereka. Dengan demikian, kelestarian pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia dan pencak silat sebagai sumber soft power Indonesia potensial untuk diwujudkan melalui para siswa sekolah menengah pertama sebagai generasi penerus. Kata Kunci: Indonesia, pelestarian, pencak silat, soft power, warisan budaya [English]: Pencak silat is the national heritage of the Indonesian that needs to be known and preserved by the younger generation. Thus, massive efforts are needed to introduce pencak silat to the younger generation, one of which is through socialization activities. Socialization in the context of this community service program was carried out to junior high school students (SMP 2) Bandung aiming to provide knowledge and understanding of the importance of pencak silat as a cultural heritage and source of Indonesian soft power, as well as to find out how their reception and the willingness to act after socialization. By using the participatory socialization model from Mead (1972), the socialization consisted of four stages; preparatory stage, play stage, game stage, and generalized stage. The results of the program were analyzed using qualitative methods with the description of simple statistical data. The results of the socialization shows that students gained good knowledge and understanding about the importance of pencak silat as Indonesian cultural heritage and as a source of soft power for the Indonesian state. The majority of students agreed to participate in promoting pencak silat as a form of their awareness and social responsibility. Thus, the preservation of pencak silat as an Indonesian cultural heritage and pencak silat as a source of Indonesian soft power has the potential to be realized through junior high school students as the next generation. Keywords: Indonesia, preservation, pencak silat, soft power, cultural heritage
Sosialisasi dampak pernikahan dini terhadap persepsi dan pemahaman siswa pada program kuliah kerja partisipatif dari rumah (KKP DR) Soni Ariawan; Baiq Imroatul Hasanah; Desi Rusmana
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 2 (2021): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i2.4001

Abstract

[Bahasa]: Pernikahan usia anak atau pernikahan dini masih menjadi masalah serius di Indonesia. Siswa sekolah sebagai generasi pada kelompok umur tersebut perlu memiliki pengetahuan yang komprehensif terkait penyebab dan akibat pernikahan usia anak sebagai upaya preventif. Kegiatan pengabdian ini penting dilakukan dengan tujuan mengubah persepsi siswa terhadap penyebab dan dampak dari pernikahan usia anak atau pernikahan dini tersebut. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi dan bertempat di MA Nurul Haq Karang Bejelo Kabupaten Lombok Tengah. Sebanyak 50 peserta dari kelas XII mengikuti kegiatan tersebut. Namun karena keterbatasan waktu, hanya 30 orang yang mengisi pretest dan posttest melalui google form yang telah disediakan. Hasil analisis dari pretest dan posttest menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi dilakukan, masih terdapat siswa yang memiliki persepsi positif dan persepsi relatif terhadap dampak pernikahan usia anak. Selain itu, mereka juga tidak mampu menyebutkan beberapa faktor penyebab dan dampak dari pernikahan usia anak ini. Setelah dilakukan sosialisasi, persepsi dan pemahaman mereka terhadap pernikahan dini berubah. Mereka meyakini pernikahan dini akan membawa kerugian dalam hal psikologis, biologis dan aspek kehidupan sosial. Mereka juga mampu menyebutkan berbagai faktor penyebab dan dampak dari pernikahan usia anak ini seperti dampak psikologis, biologis, budaya, sosial, ekonomi dan pendidikan. Hal ini menjukkan bahwa setelah diadakan sosialisasi, persepsi dan pemahaman siswa berubah. Kata Kunci: pernikahan usia anak, persepsi positif, persepsi negatif, persepsi relatif [English]: Early marriage is still considered as one of the serious problems in Indonesia. School students need to have a comprehensive knowledge dealing with the causes and effects of early marriage as one of the preventive actions. This community service program is significantly crucial to change the students’ perception on the causes and effects of early marriage. Socializations were held as the methodology of this program that took place at MA Nurul Haq Karang Bejelo Central Lombok District. It involved 50 students, however, due to the limitation of time, just 30 students participated in pretest and posttest developed in google form and distributed online. The tests found that there were some students who had positive and relative perception on the impacts of early marriage. In addition, they were also unable to mention various factors that cause early marriage and its impact. The perception and understanding have been changed after the socialization. They believe that early marriage would bring more harms than goods in terms of psychological, biological, and social aspect of life. Furthermore, the students were able to mention various factors that cause early marriage, such as lack of education, lack of family education as well as the misuse of technology and social media. This indicates that the students have already understood the material delivered in the socialization. Keywords: early marriage, positive perception, negative perception, relative perception
Peningkatan peran rumah belajar garasi dalam menjaga semangat belajar anak-anak di masa pandemi Agus Riyanto; Junaidi Junaidi; Iqbal Firdaus; Simon Sembiring
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 2 (2021): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i2.4007

Abstract

[Bahasa]: Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia mempengaruhi proses pembelajaran anak sekolah, khususnya di Indonesia. Mereka diharuskan belajar dari rumah secara daring sehingga memerlukan pendampingan dari orang tua. Orang tua dari anak-anak dengan berbagai latar belakang pendidikannya belum optimal dalam melakukan pendampingan belajar ini. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran Rumah Belajar Garasi dalam menjaga semangat belajar anak-anak di lingkungan RT 04 Jalan Kramat Jaya, Desa Hajimena, Natar, Lampung Selatan. Untuk mencapai tujuan tersebut, tim pengabdian bersama pengelola rumah belajar membuat perangkat media pembelajaran berupa modul dan video yang disebut dengan Garasi kids serta pemberian edukasi kepada warga selaku orang tua. Tim pengabdian juga membuat program pendukung lainnya seperti kegiatan mewarnai dan membuat mozaik untuk anak serta menghadirkan mobil pintar di Rumah Belajar Garasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui dua pendekatan yaitu edukasi terhadap orang tua dan pendampingan anak mereka dalam proses belajar. Edukasi kepada orang tua ditujukan agar mereka memiliki kemampuan untuk membimbing anak-anaknya saat belajar di rumah. Sementara pendampingan kepada anak ditujukan agar mereka lebih mudah untuk memahami materi pelajaran khususnya bernalar matematika. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan Garasi kids pada Rumah Belajar Garasi yang disertai keaktifan, semangat belajar, anak dan juga dukungan orang tua mampu meningkatkan kemampuan bernalar matematika anak-anak secara signifikan. Meskipun terdapat sebagian kecil anak-anak berada pada predikat cukup baik dalam menyerap matematika, namun mereka memiliki keunggulan di bidang seni dan kemampuan bekerja sama dengan teman-temannya. Minat baca anak-anak juga tumbuh dengan kehadiran mobil pintar di Rumah Belajar Garasi. Dengan demikian, optimalisasi Rumah Belajar Garasi melalui Garasi kids dapat memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran anak di rumah pada masa pendemi. Kata Kunci: anak-anak, Rumah Belajar Garasi, Garasi kids, pandemi Covid-19 [English]: The Covid-19 pandemic has hit the world affecting the learning process of school children, especially in Indonesia. They are required to study from home so they need assistance from their parents. Parents with various educational backgrounds are not optimal in providing this learning assistance.This community service program aims to increase the role of the Rumah Belajar Garasi in maintaining the enthusiasm of children's learning in RT 04 Kramat Jaya Street, Hajimena, Natar, South Lampung. To achieve this goal, we created Garasi kids and educated the society. In addition, other supporting programs were also made, such as coloring, making mosaics, and presenting Mobil Pintar. The implementation of this program was carried out through two approaches, namely educating parents and assisting children in learning. Education for parents is intended to guide their children while studying at home, while mentoring children is targeted to make it easier for them to understand the subject matter. The results of this program show that the use of Garasi kids in Rumah Belajar Garasi accompanied by activeness, enthusiasm for children's learning and also parental support can significantly improve children's mathematical reasoning abilities. Although a small number of children are in a pretty good predicate in understanding mathematics, they have the ability in the arts and work together with their friends. Children's interest in reading also grows with the coming of mobil pintar to the Rumah Belajar Garasi. Thus, the optimization of the Rumah Belajar Garasi through the Garasi Kids makes a positive contribution to the children's learning process at home during the pandemic. Keywords: children, Rumah Belajar Garasi, Garasi kids, pandemic Covid-19
Pembuatan maket geologi struktur sebagai bahan ajar di Jurusan Teknik Kebumian Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi Bagus Adhitya; Hari Wiki Utama; Anggi Deliana Siregar; Magdalena Ritonga; Yulia Morsa Said
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 2 (2021): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i2.4020

Abstract

[Bahasa]: Geologi Struktur adalah salah satu mata kuliah yang ada pada kurikulum Program Studi Teknik Geologi, Teknik Pertambangan dan Teknik Geofisika yang dikelola oleh Jurusan Teknik Kebumian. Mata kuliah ini mempelajari bentukan atau struktur batuan penyusun kerak bumi, arsitektur batuan penyusun kerak bumi, dan bagaimana proses pembentukan struktur geologi. Identifikasi masalah yang ditemui adalah belum optimalnya hasil pembelajaran pada mata kuliah geologi struktur pada masa pandemi karena tidak adanya alat praktikum yang dapat digunakan untuk menggantikan kegiatan observasi lapangan. Di sisi lain observasi lapangan terhadap struktur geologi secara langsung sulit untuk dilaksanakan dan memiliki resiko yang cukup besar. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dilakukan pembuatan maket geologi struktur taman bumi (Geopark) Merangin, Jambi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuat maket geologi struktur sebagai bahan ajar yang dapat menjadi alternatif pembelajaran dan praktikum pengukuran struktur dasar di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan mitra adalah metode problem solving. Dari hasil pengukuran strike & dip diperoleh kedudukan pada sayap kiri lipatan maket geologi struktur berarah N 218oE/38o (Barat Daya) sedangkan pada sayap kanan lipatan maket geologi struktur berarah N 25oE/24o (Timur Laut). Maket geologi yang dibuat memiliki struktur berupa antiklin dengan bagian tengah mengalami pergeseran karena struktur sesar. Hasil analisis data struktur sesar merupakan sesar mendatar naik kanan, dengan kedudukan bidang sesar N 42°E/66°, Plunge/Bearing 80°N 87°E, dan Rake 45°. Pembuatan maket geologi struktur sangat bemanfaat dalam menambah pemahaman mahasiswa pada mata kuliah geologi struktur. Mahasiswa dapat mengetahui pengukuran struktur dasar sebelum terjun ke lapangan secara langsung sehingga mereka akan lebih siap saat melakukan kuliah lapangan. Kata Kunci: maket geologi struktur, bahan ajar, geopark Merangin [English]: Structural Geology is one of the courses in the curriculum of Geological Engineering, Mining Engineering, and Geophysical Engineering managed by the Department of Earth Engineering. This course studies the formation or structure of the rocks that make up the earth's crust, the architecture of the rocks that make up the earth's crust, and how the geological structure is formed. The problems identified were the non-optimal learning outcomes in the structural geology course during the pandemic and the absence of practical tools that can be used for field observation activities. On the other hand, field observations of geological structures directly are very difficult to carry out and have great risks. The solution to this problem is to make a geological structure scale model of the Earth Park (Geopark) Merangin, Jambi. This community service program aims to create structural geology mockups as teaching materials that can be alternative learning and practicum for measuring basic structures during the Covid-19 pandemic. The method used in this program was problem-solving. From the result of the strike and dip measurement, the position was obtained on the left-wing of the geological model fold of the structure withN N 218oE/38o direction (Southwest). While on the right-wing of the geological model fold of the structure, the direction was N 218oE/38o (Northeast). The developed geological scale model has a structure in the form of an anticline with the center shifting due to the fault. Data analysis resulted in the position of the fault plane N 42°E/66°, Plunge/Bearing 80°N 87°E, and Rake 45°. Making a structural geology scale model is very useful in increasing students' understanding of the structural geology course. They can know the measurement of basic structures before going to the field directly so that the students will be better prepared when doing the field trip. Keywords: structural geology mockup, teaching materials, merangin geopark
Program kemitraan masyarakat “hijab fashion” melalui strategi minim kontak (less contact economy) menuju era new normal di kota Serang-Banten Restu Wigati; Abdurohim Abdurohim; Dwi Esti Intari; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Resma Kusumaningrum
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 18 No. 1 (2022): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v18i1.4035

Abstract

[Bahasa]: Awal tahun 2020 dunia dilanda pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua aspek kehidupan terutama sektor ekonomi. Kondisi perekonomian semakin memprihatinkan dan berdampak terhadap pelaku usaha termasuk usaha yang bergerak dibidang hijab fashion “momokutu.hijab” yang ada di Kota Serang. Sektor bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari mengalami penurunan omzet penjualan yang signifikan, karena aktivitas penjualan yang mengandalkan kehadiran pembeli secara fisik di toko atau outlet penjual. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemajuan usaha masyarakat pelaku usaha hijab fashion secara mandiri agar menjadi pelaku usaha yang tangguh dan inovatif di era new normal melalui strategi ekonomi minim kontak (less contact economy). Metode yang digunakan dalam program ini adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan antara lain persiapan, pelaksanaan program kerja, perumusan deskripsi produk teknologi, serta evaluasi dan rencana keberlanjutan program. Pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan luaran berupa: 1) pelatihan pembuatan produk ecoprint ramah lingkungan, 2) penerapan teknologi informasi penggunaan aplikasi online Padipos.id dan pendampingan manajemen pengelolaan keuangan 3) tersusunnya e-modul pemberdayaan kemitraan masyarakat, 4) diperolehnya hak cipta produk dan 5) kanal video youtube sebagai bentuk pengenalan dan strategi pemasaran untuk menjangkau khalayak luas. Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, UKM “momokutu.hijab” memiliki strategi dalam melakukan usaha yang berkelanjutan dan mampu menghasilkan produk inovatif di era new normal. Kata Kunci: Covid-19, ecoprint, momokutu.hijab, new normal, strategi ekonomi minim kontak [English]: At the beginning of 2020, the world was hit by the Covid-19 pandemic which had an impact on all aspects of life, especially the economic sector. Economic conditions are getting worse and have an impact on business actors, including businesses engaged in the hijab fashion “momokutu.hijab” in Serang City. Sales turnover of food and daily necessities decreased significantly due to sales activities that rely on the physical presence of buyers at the shop or seller’s outlet. This community service program aims to improve the business progress of the community of hijab fashion business actors independently so that they become tough and innovative business actors in the new normal era through a less contact economy strategy. The method used in this program was Participatory Action Research (PAR) with stages including preparation, implementation of work programs, formulation of technological product descriptions, and evaluation and program sustainability plans. This program’s outcomes were in the form of: 1) training in the manufacture of environmentally friendly ecoprint products, 2) application of information technology using the Padipos.id online application and financial management assistance, 3) compilation of e-modules for community partnership empowerment, 4) obtaining product copyright and 5) YouTube video channel as a form of introduction and marketing strategy to reach a wide audience. Through this community service program, “momokutu.hijab” UKM has a strategy in conducting sustainable business and can produce innovative products in the new normal era. Keywords: Covid-19, ecoprint, momokutu.hijab, new normal, less contact economy strategy
Simulasi sistem informasi konseling sebagai alat bantu konseling siber di pondok pesantren Annida Kota Cirebon Agus Pamuji; Rina Rindanah
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 18 No. 1 (2022): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v18i1.4146

Abstract

[Bahasa]: Konsep konseling siber menjadi topik yang hangat saat ini mengingat kondisi masyarakat di tanah air yang menghadapi pandemi Covid-19 di samping angka pengguna teknologi yang terus meningkat. Kehadiran konseling siber melibatkan konselor dan konseli yang secara kemitraan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh konseli. Kegiatan pengabdian di Pondok Pesantren Annida Kota Cirebon ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengedukasi deskripsi layanan konseling siber terhadap para santri pada pondok pesantren tersebut. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR) dengan teknik sosialisasi, pendampingan, dan pelatihan penggunaan aplikasi konselinglab.id kepada para peserta. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa peserta sangat antusias mengikuti kegiatan, mampu menguasai materi dengan baik, dan memahami penggunaan aplikasi konseling siber. Dengan demikian, aplikasi sistem informasi konseling dapat menjadi rekomendasi untuk diterapkan sebagai alat bantu konselor dan konseli ketika proses konseling dilakukan. Kata Kunci: konseling siber, layanan konseling, sistem informasi konseling, Participatory Action Research [English]: The concept of cyber counseling is an emerging topic due to the pandemic and the increasing numbers of technology users. It involves both the counselor and the counselee in solving problems. The purpose of this community service program held at Annida Islamic Boarding School in Cirebon was to introduce cyber counseling services to the students. The method used in the program was Participatory Action Research (PAR) by providing socialization, counseling, and training on the use of an application called konselinglab.id. The results of this program show that the participants are very enthusiastic and able to understand the material and use the application. Thus, the application is highly recommended to be utilized as an essential tool in the counseling. Keywords: cyber counseling, counseling services, counseling information systems, Participatory Action Research
Optimalisasi pembelajaran daring melalui pengembangan program resitasi interaktif bagi guru fisika SMA di Kabupaten Sijunjung Putri Dwi Sundari; Wahyuni Satria Dewi; Defrizal Saputra; Fadhila Ulfa Jhora; Fanny Rahmatina Rahim
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 18 No. 1 (2022): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v18i1.4216

Abstract

[Bahasa]: Di masa pandemi Covid-19, pelaksanaan pembelajaran memberikan tantangan bagi guru untuk lebih terampil dalam mengembangkan metode pembelajaran yang interaktif, tidak terkecuali bagi guru-guru di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Pada pelaksanaan pembelajaran daring masih ditemukan beberapa kendala terutama dalam menanamkan pemahaman konsep yang benar kepada siswa pada mata pelajaran fisika. Program kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi guru dalam mengembangkan media interaktif dalam bentuk program resitasi yang berguna untuk meremediasi miskonsepsi siswa selama learning from home. Kegiatan ini diikuti oleh 14 orang guru yang tergabung dalam MGMP fisika SMA di Kabupaten Sijunjung. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan Juli-Oktober 2021 dengan metode service learning. Ada tiga tahapan yang dilakukan selama kegiatan PKM yakni tahap eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Angket disebar kepada para peserta untuk mengumpulkan data terkait tingkat pemahaman terhadap materi pendampingan dan sekaligus sebagai evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan PKM menunjukkan adanya respon positif dari peserta dan dapat menjadi alternatif solusi serta meningkatkan motivasi guru dalam mengembangkan program untuk pembelajaran fisika terutama di masa pembelajaran daring. Guru telah memiliki tingkat pemahaman yang baik terhadap materi pendampingan dan merasakan manfaat dari kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan ini juga menghasilkan empat buah produk resitasi interaktif dengan kategori valid. Kata Kunci: MGMP fisika SMA, pembelajaran daring, pendampingan, program resitasi interaktif [English]: During the Covid-19 pandemic, instructional practices challenged teachers to be more skilled in implementing interactive learning methods, including teachers in Sijunjung Regency, West Sumatra. One of the obstacles in online teaching and learning is developing students’ understanding of physics concepts. This community partnership program (PKM) aims to facilitate teachers’ knowledge and skills in developing interactive media, called recitation programs, that is useful for remediating students' misconceptions during learning from home. A total of 14 senior high school teachers who are members of physics teachers working group in the Sijunjung Regency were involved. The program was carried out from July-October 2021 with the service-learning method. There were three stages carried out, namely exploration, elaboration, and confirmation. Questionnaires were distributed to participants to collect data regarding the level of understanding of the mentoring material and activities. The results of this program show a positive response from the participants. It could be an alternative solution of teacher-related development programs. Also, it increases the teacher’s motivation in developing programs for physics learning, especially during the online learning period. The teachers have a good level of understanding of the mentoring material and feel the benefits of this activity. Moreover, the program also produces four recitation programs with a valid category. Keywords: high school physics teacher’s forum, online learning, mentoring, interactive recitation program
Penerapan OpenDK untuk pengelolaan data desa di Kecamatan Petang Kabupaten Badung Ni Ketut Dewi Ari Jayanti; Gde Sastrawangsa; Ni Made Dewi Kansa Putri; Ni Putu Apriliya Dewi; Gde Ramanda Arya Sanjaya; Lasedayu Putra Cikaton
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 18 No. 1 (2022): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v18i1.4838

Abstract

[Bahasa]: Pemerintah Kecamatan Petang telah menerapkan teknologi informasi dalam pengelolaan data desa yang dapat diakses melalui website https://petang.badungkab.go.id. Meskipun penerapan teknologi informasi telah dilakukan, pengelolaan data desa masih belum optimal. Kendala yang dihadapi adalah terbatasnya pengetahuan perangkat kecamatan dalam pengelolaan website yang dimiliki. Permasalahan lain yang dihadapi oleh pemerintah Kecamatan Petang adalah kesulitan dalam mendapatkan data valid dan up to date yang bersumber dari desa di Kecamatan Petang. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu pemerintah Kecamatan Petang dalam mengotomatisasi pengelolaan data yang bersumber dari desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR) dengan dua pendekatan yaitu penyelesaian masalah dan peran serta. Dengan metode ini, Tim Pengabdian memberikan penyelesaian masalah yang dihadapi pemerintah Kecamatan Petang melalui (1) instalasi dan konfigurasi website kecamatan dengan OpenDK, (2) pelatihan pengelolaan website kecamatan dengan OpenDK, dan (3) integrasi data desa ke OpenDK. Pemerintah kecamatan Petang sebagai mitra dalam kegiatan ini ikut berperan serta aktif dalam seluruh program. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini adalah (1) pemerintah Kecamatan Petang memiliki OpenDK sebagai sistem pengelolaan data desa, (2) rata-rata sebanyak 78.57% peserta memahami pengelolaan website kecamatan dengan OpenDK, dan (3) pemerintah Kecamatan Petang telah memahami bagaimana mengoperasikan OpenDK untuk menampilkan dashboard hasil integrasi data desa dan OpenDK. Kata Kunci: data desa, Kecamatan Petang, OpenDK, website [English]: Petang sub-district has been implementing information technology in managing village data which can be accessed through the website https://petang.badungkab.go.id. Despite the fact, the data management is yet optimal. The obstacle faced is limited knowledge of the sub-district apparatus to manage the website. Another problem is the difficulty in obtaining valid and up-to-date data sourced from villages. The purpose of this community service program is to assist the Petang sub-district officers in automating the management of data. The method used in this program was Participatory Action Research (PAR) through two approaches, namely problem-solving and participation. In this method, the program team provides solutions to problems faced by Petang sub-district, including (1) installation and configuration of the website using OpenDK, (2) a website management training using OpenDK, and (3) integration of village data into OpenDK. Petang sub-district as a partner participated actively in all programs. The results obtained in this program are (1) the sub-district has OpenDK as a village data management system, (2)  78.57% of the participants understand the management of the sub-district website using OpenDK, and (3) the apparatus of Petang sub-district has understood how to operate OpenDK to display a dashboard of the integration of village data and OpenDK. Keywords: village data, Petang District, OpenDK, website
Pendampingan pembuatan alat permainan edukatif (APE) matematika bagi guru PAUD di Kelurahan Balandai Kota Palopo Nur Rahmah; Nursyamsi; Subhan
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 18 No. 1 (2022): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v18i1.4345

Abstract

[Bahasa]: Ketidakmampuan guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kelurahan Balandai Kota Palopo dalam menciptakan alat peraga secara mandiri menyebabkan praktik pembelajaran di sekolah tersebut masih mengandalkan alat peraga buatan pabrik. Oleh karenanya, kreativitas guru PAUD dalam merancang dan menciptakan alat peraga edukatif (APE) perlu didorong melalui partisipasi guru dalam pelatihan atau workshop pembuatan APE. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan keterampilan kepada guru PAUD dalam merancang APE matematika melalui program pelatihan dan pendampingan serta meningkatkan hasil belajar matematika siswa PAUD melalui pemanfaatan APE yang telah dibuat. Mitra kegiatan ini adalah 16 orang guru PAUD pada Kelurahan Balandai Kota Palopo dengan pelaksanaan pelatihan bertempat di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palopo serta pelaksanaan program pendampingan yang bertempat di lembaga satuan masing-masing. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah Participation Action Research (PAR) yang berbentuk program pelatihan dan pendampingan secara kemitraan. Tahapan kegiatan meliputi yaitu pemetaan, persiapan, pelaksanaan, tindak lanjut serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan beberapa hal antara lain: (1) Persentase terpenuhinya semua indikator pada uji kompetensi konseptual pembuatan APE matematika mencapai 78,13%, (2) Persentase peserta dengan kategori mampu pada uji kompetensi teknis pembuatan APE adalah sebesar 84,38%, (3) Hasil observasi aktifitas anak selama pemanfaatan APE secara keseluruhan masuk pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 37,89% dan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 49,47%, dan (4) Rata-rata persentase ketuntasan hasil observasi aktifitas anak selama pemanfaatan APE pada setiap lembaga adalah sebesar 82%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pelatihan dan pendampingan pembuatan APE matematika bagi guru PAUD di Kelurahan Balandai Kota Palopo efektif terhadap perkembangan hasil belajar anak. Kata Kunci: Alat Permainan Edukatif (APE), guru PAUD, pelatihan, pendampingan [English]: The inability of Early Childhood Education (PAUD) teachers in Balandai Village, Palopo City in developing teaching aids independently causes learning practices at the school to still rely on factory-made teaching aids. Therefore, the creativity of PAUD teachers in designing and creating educational teaching aids (APE) needs to be encouraged through teacher participation in training or workshops. The purpose of this community service program is to equip PAUD teachers with skills in designing mathematics APE through training and mentoring programs as well as improving PAUD students' mathematics learning outcomes through the use of the aids. The partners of this program were 16 PAUD teachers in Balandai Village, Palopo City. The training took place at the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training IAIN Palopo and the mentoring programs were held in the teachers’ respective institutions. The method used in this community service was Participation Action Research (PAR) in the form of partnership training and mentoring programs. The stages of the programs included mapping, preparation, implementation, follow-up and monitoring and evaluation. The results of this activity show that: (1) The percentage of fulfillment of all indicators in the conceptual competency test for making mathematical aids reaches 78.13%, (2) The percentage of participants in the capable category on the technical competency test for making APE is 84.38%, (3) The results of observing children's activities during the use of APE as a whole are in the category of Expected Development (BSH) at 37.89% and Very Good Development (BSB) at 49.47%, and (4) The average percentage of completeness results on the observation of children's activities during the use of APE at each institution was 82%. Thus, the program to support PAUD teachers in developing mathematics APE in Balandai Village, Palopo City is effective for the development of children's learning outcomes. Keywords: educational teaching aids (APE), early childhood teachers, training, mentoring