cover
Contact Name
Sandri Erfani, S.Si, M.Eng.
Contact Email
sandri.erfani@eng.unila.ac.id
Phone
+6282350155362
Journal Mail Official
jge.tgu@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Geophysical Engineering Department Engineering Faculty Universitas Lampung, Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro Street No 1, Rajabasa District, Bandar Lampung, Indonesia 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23561599     EISSN : 26856182     DOI : https://doi.org/10.23960/jge
Core Subject : Science,
Jurnal Geofisika Eksplorasi adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Geofisika Fakultas Teknik Universitas Lampung. Jurnal ini diperuntukkan sebagai sarana untuk publikasi hasil penelitian, artikel review dari peneliti-peneliti di bidang Geofisika secara luas mulai dari topik-topik teoritik dan fundamental sampai dengan topik-topik terapandi berbagai bidang. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun (Maret, Juli dan November), Volume pertama terbit pada tahun 2013 dengan nama Jurnal Geofisika Eksplorasi (JGE).
Articles 216 Documents
Foreword March 2024 JGE, Editor
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i1.423

Abstract

Foreword March 2024
PENDUGAAN ZONA SESAR BERDASARKAN GEOLISTRIK 2D PADA ULUJADI, KOTA PALU, SULAWESI TENGAH Pesma, Rhahmi Adni; Sitanggang, Adrian Freenaldo
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i1.333

Abstract

Daerah Ulujadi, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah sering mengalami gempabumi karena dilalui sesar aktif yaitu sesar Palu Koro. Hal tersebut mengakibatkan kerugian yang besar bagi penduduk setempat, sehingga diperlukan upaya mitigasi bencana gempabumi untuk masa yang akan datang. Sebagai bentuk dukungan untuk keberhasilan mitigasi tersebut dilakukanlah penelitian dengan tujuan untuk mengidentifikasi jenis lapisan batuan bawah permukaan dan menduga keberadaan zona sesar. Metode geofisika yang digunakan adalah metode Geolistrik 2D Konfigurasi Wenner sebanyak 3 lintasan. Berdasarkan hasil analisis pemodelan 2D terdapat 3 lapisan batuan bawah permukaan yang terdiri dari batupasir pada rentang 0,86 – 163 Ωm, batugamping pada rentang 164 -1.013 Ωm, dan batu konglomerat pada rentang 1.014 – 10.527 Ωm. Terdapat 3 terduga zona sesar pada lintasan 2 dan lintasan 3 yang tergolong pada sesar minor (patahan dangkal) yang termasuk jenis sesar normal dengan arah kemenerusan dominan timur laut-barat daya daerah penelitian. Hasil penelitian ini, diharapkan menambah informasi terkait zona sesar, agar upaya mitigasi bencana dapat diupayakan lebih baik.
ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DI KABUPATEN SLEMAN BERDASARKAN ANOMALI DATA GRAVITASI Zulkifli, Reynaldi; Muhardi, Muhardi; Perdhana, Radhitya
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i2.326

Abstract

Pada kejadian gempa Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006, Kabupaten Sleman merupakan daerah yang mengalami kerusakan terparah. Hal ini diduga disebabkan karena adanya patahan aktif Opak berarah timur laut-barat daya yang berada di selatan Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan di Kabupaten Sleman berdasarkan data topex. Data yang diperoleh sebanyak 235 data anomali gravitasi yang terdapat pada area dengan luas 653,157 km2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai anomali Bouguer di lokasi penelitian adalah 78 mGal - 114 mGal. Berdasarkan analisis Second Vertical Derivative (SVD) terhadap empat slice pada sebaran anomali regional terdapat lima struktur patahan, yang berupa patahan normal. Selain itu, berdasarkan pemodelan 2D, diperoleh formasi batuan bawah permukaan yang tersusun atas batuan hasil dari aktivitas Gunung Merapi, yang didominasi oleh batuan vulkanik, batu lempung, batu tuff lapili, batu pasir, batu sekis, dan diorit. Investigasi lebih mendalam terhadap lima struktur patahan yang telah teridentifikasi dapat memberikan gambaran lebih detail tentang mekanisme pergerakan patahan, potensi seismisitas, dan hubungannya dengan aktivitas patahan Opak.
MIKROZONASI TINGKAT KERENTANAN LAPISAN TANAH KECAMATAN NAMBO, KENDARI MENGGUNAKAN METODE HORIZONTAL-TO-VERTICAL SPECTRAL RATIO Rubaiyn, Al; Hamimu, La; Mukarramah, Mukarramah
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v9i3.292

Abstract

Penelitian respons dinamik dan indeks kerentanan seismik sangat penting untuk memperkirakan dampak kerentanan lapisan permukaan dan kerusakan bangunan ketika terjadi gempa bumi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respons dinamik Kecamatan Nambo, Kota Kendari serta menentukan area-area dengan perlapisan tanah yang sangat rentan. Data mikrotremor diolah menggunakan Geopsy 2.0.5 untuk memperoleh kurva HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) serta parameter respons dinamik tanah berupa frekuensi dominan dan faktor amplifikasinya yang digunakan untuk menghitung indeks kerentanan seismik. Nilai frekuensi dominan Kecamatan Nambo berkisar antara 0,7 Hz- 3,63 Hz yang termasuk dalam kategori tanah Tipe II dan III. Area dengan frekuensi rendah menunjukkan penebalan lapisan alluvial yang merupakan produk sedimentasi permukaan. Interpolasi nilai indeks kerentanan seismik (kg) menunjukkan area Kecamatan Nambo yang memiliki kerentanan tinggi meliputi Kelurahan Pentoahan dan Nambo.
C-RIA: PERANGKAT LUNAK INVERSI DAN ANALISIS DATA RESISTIVITAS BERBASIS CLOUD Paembonan, Andri Yadi; Sigalingging, Asido Saputra; Andika, Putu Pradnya; Irawati, Selvi Misnia; Nathania, Edlyn Yoadan; Jaya, Muhammad Rendi
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i1.389

Abstract

Pada umumnya, proses inversi dan analisis data geofisika konvensional menggunakan komputasi lokal yang memerlukan sumber daya besar baik dalam proses pengolahannya maupun dalam penyimpanan data yang dapat menghambat efisiensi dan skalabilitasnya. Seiring dengan kemajuan teknologi cloud computing, penyimpanan dan pengolahan data secara terpusat menjadi lebih efisien, memungkinkan geofisikawan untuk mengoptimalkan kinerja dalam melakukan pengolahan data seperti inversi data geolistrik secara signifikan. Dengan memanfaatkan infrastruktur cloud, perangkat lunak ini dapat diakses secara fleksibel dan dapat disesuaikan, memungkinkan pengguna untuk mengelola dan menganalisis dataset geolistrik dengan lebih efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan pengolahan data geolistrik resistivitas dengan teknologi cloud yang dapat mempercepat kinerja maupun memberikan kemudahan pengolahan data (user friendly) melalui pengembangan perangkat lunak C-RIA. Sebelum melakukan pengolahan data perlu dilakukan pemilihan metode optimasi dan penentuan beberapa parameter, kemudian dilakukan proses inversi. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan proses inversi untuk membuat model memperlihatkan kemampuan pengolahan data yang stabil dengan model awal yang berbeda. Selain itu hasil yang diperoleh dengan menggunakan data sintesis memperlihatkan hasil yang hampir sama walaupun sudah ditambahkan sedikit gangguan (noise) dengan nilai RMSE 3%, sedangkan pada pengujian data lapangan nilai RMSE 1%. Selanjutnya pada data lapangan nilai Selain itu dengan antarmuka (interface) yang lebih mudah dapat mempercepat dan mengoptimalkan pengolahan data.  Secara keseluruhan dari penggunaan teknologi cloud yang diimplementasikan untuk data geolistrik dapat menjadi solusi untuk pengolahan data lebih efisien dan efektif serta fleksibel.
MODEL OF LATERITE NICKEL DEPOSITS BASED ON LGSO AND HGSO VALUES PT MITRA KARYA AGUNG LESTARI Asmiani, Nur; Thamsi, Alam Budiman; Nompo, Supardin; Bakri, Suryanto; Tukloy, Muh. Yusril Affandy; Harmitun, Harmitun
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i1.305

Abstract

The laterite nickel deposit model provides information about the form of laterite nickel deposits below the surface, which can be used as one of the considerations in the implementation of mining activities. The purpose of conducting this research is to determine the distribution model of nickel laterite deposits in 3 dimensions (3D) and to determine the amount of nickel laterite reserves based on high-grade saprolite ore (HGSO) and low-grade saprolite ore (LGSO) values in the DH Block. In this research, Inverse Distance Weighted (IDW) is used to estimate nickel laterite resources, which are applied using mining software Surpac 6.3.2 to produce a model in 3D form. The data used are laterite nickel content data (assay), x, y, and z coordinate data (collar), survey data, and lithology data. Based on IDW estimation results with a Cut Off Grade (COG) value of 1.3 in the DH Block of PT Mitra Karya Agung Lestari, High-Grade Saprolite Ore (HGSO) values were obtained at Ni content 1.7 and Low-Grade Saprolite Ore (LGSO) at Ni content 1.3, with a tonnage value of 111.994 tons of HGSO and 371.044 tons of LGSO.
Cover JGE JGE, Editor
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i2.439

Abstract

Cover JGE
ANALISIS TENSOR FASE DAN PEMODELAN 2D DATA MAGNETOTELURIK GABBS VALLEY, NEVADA, USA Pahri, Pahri; Paembonan, Andri Yadi; Irawati, Selvi Misnia
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v9i3.301

Abstract

Metode magnetotellurik (MT) merupakan salah satu teknik dalam metode geofisika yang menggunakan sumber alami dalam bentuk medan elektromagnetik yang berasal dari medan listrik dan variasi medan magnet di bumi. Dalam proses interpretasi kondisi bawah permukaan bumi, data MT masih dipengaruhi oleh noise atau distorsi yang akan menutupi dimensionalitas sebenarnya. Oleh karena itu dilakukan analisis tensor fase untuk menentukan dimensionalitas dan arah geoelectrical strike guna mengidentifikasi struktur bawah permukaan yang tidak dipengaruhi oleh distorsi galvanic. Berdasarkan hasil yang diperoleh, daerah penelitian memiliki dimensionalitas 2D dengan orientasi barat laut – tenggara dengan arah N345 E. Hasil inversi 2D menunjukkan bahwa nilai resistivitas 10  diidentifikasi sebagai zona alterasi atau clay cap yang didominasi oleh mineral smektit. Nilai resistivitas 20 – 250  diidentifikasi sebagai reservoar yang bersifat permeabel yang tersusun atas batu pasir kasar, kerikil, basal, andesit, riolit, riodasit tuff dan konglomerat. Lapisan dengan nilai resistivitas 250  diidentifikasi sebagai Upper Triassic Metasediment yang mengalami sedimentasi yang sangat keras, hal tersebut disebabkan tekanan dan suhu tinggi. Lapisan ini tersusun atas meta batu lanau, batu lempung, meta batu pasir, dan meta konglomerat.
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI GEMPA INTRASLAB DI PULAU JAWA 2017-2021 DENGAN METODE SEGMEN IRISAN VERTIKAL (STUDI KASUS GEMPA INTRASLAB TASIKMALAYA) Ramadhanty, Aura Zahra; Febrianty, Angeline; Utomo, Agung M.; Widodo, Amien
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i3.341

Abstract

Pulau Jawa merupakan salah satu daerah seismik aktif karena terdapat zona subduksi yang disebabkan oleh pergerakan di bagian selatan Laut Pulau Jawa, yaitu Trench Sunda sehingga sering terjadi gempabumi. Keberadaan sesar-sesar yang melintang di daerah Jawa Barat sesar di Pulau Jawa juga termasuk dalam faktor yang menyebabkan gempabumi merusak. Untuk mengidentifikasi jenis gempa, perlu dilakukan analisis berdasarkan besar magnitudo, kedalaman hiposenter, dan mekanisme fokalnya. Dengan menggunakan metode segmen irisan vertikal (vertical cross-section) dapat diketahui arah subduksi lempeng, kedalaman hiposenter, dan jarak hiposenter terhadap titik awal lintasan, serta persebaran gempabumi. Pada penelitian ini, gempa intraslab di Tasikmalaya terjadi dengan kedalaman lebih dari 60 km, yaitu 115 km dengan Mw (moment magnitude) 6,5 dan mekanisme fokal oblique strike-slip.
IDENTIFIKASI ZONA POTENSI LIKUIFAKSI DI KOTA BANDAR LAMPUNG BERDASARKAN ANALISIS DATA SPASIAL Mahli, Razki Alfatah Khairu; Dewi, Syeikha Puspita; Manullang, Paulina Beny Claudia; Utama, Hari Wiki; Mulyasari, Rahmi
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i3.429

Abstract

Likuifaksi terjadi ketika tanah yang jenuh air kehilangan kekuatannya akibat pergerakan tanah yang disebabkan oleh gempabumi. Keberadaan sesar-sesar aktif di daerah penelitian meningkatkan risiko aktivitas gempabumi yang dapat memicu likuifaksi. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan identifikasi potensi likuifaksi di Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data hidrogeologi, data geologi, dan data Vs30 dengan menggunakan metode fuzzy overlay untuk mendapatkan peta zonasi kerentanan likuifaksi.  Litologi daerah penelitian terdiri dari batuan dasar hingga endapan aluvial dan sedimen lainnya yang bersifat nonkohesif. Terdapat tiga jenis tingkatan akuifer, yaitu akuifer sangat rendah, akuifer rendah, dan akuifer tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah pesisir penelitian  yang memiliki banyak endapan aluvial pantai (Qa) dan nilai Vs30 terendah (225-401 m/s), memiliki potensi likuifaksi tertinggi. Potensi ini didukung oleh muka air tanah yang dangkal, intrusi air laut, serta adanya sesar aktif. Berdasarkan analisis peta zonasi kerentanan likuifaksi pada wilayah pesisir penelitian menunjukkan potensi likuifaksi sedang-tinggi.