cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
DETERMINATION OF BACKWARDS RATE CONSTANT AND EQUILIBRIUM CONSTANT USING IRREVERSIBLE APPROACH AND FORWARD RATE LAW Patiha, Patiha
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A determination technique of backward rate constant kb and equilibrium constant K using irreversible reaction approach and forward reaction rate law has been introduced. The rate law of backward reaction was determined from the integral equation that produced the smallest standard deviation of the average value of rate constant, k. These rate constants were calculated based on the difference of the concentration of products observed at various definited times to the concentration that should present if the forward reaction is irreversible. The backward rate constant, kb is the rate constant which is calculated at the beginning of the observation.  Then, in combination with the kf  value which was obtained from the forward rate law, the equilibrium constant, K, could be calculated. This technique was then tested on data of a first-order reversible reaction, on both directions. Those data were taken from Wright (2004) and Wilkinson (1980).The validity was determined based on the suitability of the values (with a tolerance of differences ≤ 5%) of kb and K which are given by Wright (2004) and Wilkinson (1980). The results show that the technique is valid.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPLEKS NIKEL(II)DENGAN 1,4-BIS(2-HIDROKSIETHYL)-8,11-DIMETHYL-1,4,8,11-TETRASIKLOTETRADEKANA Rahardjo, Sentot Budi
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleks nikel(II) dengan 1,4-bis(2-hidroksiethyl)-8, 11-tetraazasiklotetradekana (L) telah disintesis dengan formula [NiL][ClO4 ]2  (C = 33,3%; H = 6,5%; N = 10%; teoritis C = 33,5%;H = 6,3%;N = 9,8%). Dampak keadan padat harga momen magnetnya 3,20 BM, mengindikasikan bentuk oktahedral. Spektrum tampak dari [NiL}2+ tergantung pH dan reversible. Pada pH 7,72 terjadi transisi 3A2g             3T1g (F) (v2) pada 596 nm (? = 32 mol-1  dm3 cm-1 ) dan 3A2g             3T1g (P) (v3 ) pada 372 nm (? = 45 mol-1 dm3 cm-1 ), dan pada pH 10,03 berwarna hijau (?mak  648 nm dan 402 nm). Perubahan spektrum dari pH 7,72 ke pH 10,03 menunjukkan bahwa pada suasana basa [NiL]2+ membentuk suatu struktur koordinasi lima piramida datar sedang pada suasan netral  octahedral. Struktur [NiL]2+ dalam keadaan padat diperkirakan sama dengan dalam keadaan larutan, yaitu octahedral dan perkhlorat tidak terkoordinasi pada ion pusat (kation : anion = 2 : 1)
ALUMINASI FELDSPAR PADA TANAH ABU VULKANIK (TAV) DENGAN LARUTAN ALUMINIUM KLORIDA HEKSAHIDRAT Heraldy, Eddy; Widjonarko, Dian Maruto; Saputro, Sigit Wiwiet
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 3, No 2 (2004)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan aluminasi feldspar pada Tanah Abu Vulkanik (TAV) gunung Lawu dengan menggunakan larutan aluminium klorida heksahidrat 0,1 M. Aluminasi dilakukan pada suhu 30, 50, 70 dan 90oC masing-masing selama 6 jam. Perlakuan kalsinasi terhadap sampel sebelum dan sesudah aluminasi dilakukan selama 6 jam pada 550oC.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses aluminasi feldspar pada suhu 30, 50, 70 dan 90oC tidak cukup berpengaruh. Difraktogram menunjukkan bahwa struktur sampel pada suhu aluminasi 30oC dan 90oC masih tetap di pertahankan sebagai mineral feldspar dengan kristalinnitas yang semakin meningkat.
THE EFFECT OF CHLORO ACETIC ACID CONCENTRATION AND TEMPERATURE REACTION OF CARBOXYMETHYL CHITOSAN FORMATION ON CATION EXCHANGE CAPACITY AND THERMAL STABILITY Purnawan, Candra; Pramono, Edi; Purwanto, Purwanto; Martini, Tri; Haryati, Thita
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research on the effect of chloro acetic concentration and temperature reaction of carboxymethyl chitosan formation on cation exchange capacity and thermal stability of polymer have been done. Carboxymethyl chitosan was synthesized by reaction of chitosan and chloro acetic acid with NaOH as catalyst. Polymer was characterized by Fourier Transform Infrared Spectrofotometer, cation exchange capacity test, and thermal analysis with thermogravimetric method. Carboxymethyl chitosan has strong FTIR adsorption of carboxyl group (-COO-) in 1606,70 cm-1 and 1444,68 cm-1. The increasing of chloro acetic acid concentration and reaction temperature decreased cation exchage capacity and changed thermal stability of polymer.
ANALISIS NMR 2D DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA DIHIDROKSISANTON DAN TRIHIDROKSISANTON DARI KULIT BATANG KANDIS GAJAH (Garcina griffithii T. Anders) Elfita, Elfita; Supriyatna, Supriyatna; Bahti, Husein H; Dachriyanus, Dachriyanus
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 6, No 2 (2007)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa dihidroksisanton dan trihidroksisanton telah diisolasi dari kulit batang kandis gajah (G. Griffithii). Senyawa dihidroksisanton diisolasi dari fraksi diklorometan dan trihidroksisanton dari fraksi metanol. Senyawa trihidroksisanton memiliki aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibanding senyawa dihidroksisanton terhadap bakteri uji Escherichia coli, Shigella disentriae, Staphylococcus aureus, dan Bacillus subtilis dengan standar antibiotik amoksisillin. Penentuan struktur molekul kedua senyawa tersebut dilakukan dengan analisis NMR 2D.
KARAKTERISASI KITOSAN HASIL DEASETILASI KITIN DARI CANGKANG KERANG HIJAU (Mytilus viridis linneaus). Kusumaningsih, Triana; Suryanti, Venty; Permana, Wisnu
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 3, No 1 (2004)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi kitosan hasil deasetilasi kitin cangkang kerang hijau (Mytilus viridis L). Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui seberapa besar perolehan kitin hasil pemurnian cangkang hijau, dan perolehan kitosan hasil deasetilase kitin ,serta menentukan karakteristik kitosan yang dihasilkan.
COMPOSITE OF CHITOSAN VANILIN / SULFONATED POLYSTYRENE AS POLYMER ELECTROLYTE MEMBRANES : CATIONIC EXCHANGE CAPACITY, SWELLING DEGREE AND THERMAL PROPERTIES Pramono, Edi; Purnawan, Candra; Hidayat, Yuniawan; Wulansari, Jati; Wahyuningsih, Sayekti
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the preparation and characterization of sulfonated polystyrene (PST) /chitosan vanillin (KV) composite as electrolyte membranes has been conducted in order to investigate the effect of PST and KV composition  to its chemical and physical properties. Polystyrene was modified by sulfonation reaction to produces PST, meanwhile chitosan was modified by schift base reaction to produces KV. The composite membranes were prepared by casting method and were characterized in order to identify the functional groups contained in the composite, the cation exchange capacity (CEC), the Swelling Degree (SD), the thermal properties and the morphology. The peak of imine vibration in the FTIR spectrum indicates that the chitosan vanilin was succesfully synthesized. Meanwhile, the peak of sulfonate vibration indicates the product of sulfonation on polystyrene. The result of CEC analysis shows that the addition of sulfonate groups on polystyrene and the addition of phenolic groups on chitosan increase the CEC value. The increasing of PST and KV concentration in membrane enhance the CEC value. However, the increasing of PST concentration in membrane composition even decrease the Swelling Degree of membranes. Meanwhile, the increasing of KV concentration increase the swelling degree of membranes. Thermal analysis shows that the thermal decomposition of membranes occurs in three stages i.e. the dehydration of water molecules, the degradation of the subtituen groups and the plasticizer and the degradation of the back bone of chitosan and polystyrene.
KINERJA SISTEM ADSORBEN SURFAKTAN KATIONIK BERPENYANGGA MONTMORILONIT LOKAL UNTUK REMIDIASI LIMBAH SELENAT DALAM AIR Ashadi, Ashadi; Martini, Kus Sri; Masykuri, M.; Saputro, Sulistyo
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memecahkan masalah limbah, khususnya ion selenat dengan mengembangkan suatu absorben surfaktan kationik berpenyangga montmorillonit local. Penelitian ini difokuskan pada karakterisasi material, pengembangan sistem absorben dan optimasi kemampuan absorbs ion selenat pada skala laboratorium. Karakterisasi morfologi struktur permukaan dan analisis kuantitatif montmorillonit dilakukan dengan SEM_EDS Jeol JSM-6360. Kadar ion selenat ditentukan dengan graphite-furnace atomic absorption spectrophotometer (AAS-GF), sedangkan efektivitas perlakuan dalam mengikat polutan ion selenat dianalisis dengan isoterm adsorption. Penelitian menunjukkan bahwa montmorillonit local dari Boyolali mempunyai struktur berlapis dan berongga-rongga dengan diameter 1 until 2 µm dan komponen utamanya adalah silicate/SiO2 69,21% and alumina/Al2O3 14,34%. Kemampuan absorpsi montmorillonit terhadap selenant meningkat dengan kenaikan konsentrasi absorbat dalam larutan dan jenis surfaktan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan  absorbs terhadap ion selenat. Kemampuan asorbsi tertinggi terhadap ion selenat adalah penggunaan sistem absorben montmorillonit/TDTMA-Br yaitu sebesar 7.40 mg/g absorben (pada konsentrasi larutan selenat 80 ppm).
OPTIMASI DAN MEKANISME REAKSI PEMBENTUKAN KRISTAL MIKROPORI REDOKS TITANIUM SILIKAT TIPE MFI Sutrisno, Hari; ., Suharto; Kristianingrum, Susila
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mempelajari karakter kristal titanium silikat tipe MFI (TS-1), yang meliputi: sistem kristal, parameter kisi, grup ruang, kristalinitas dan kemurnian,  (2)  mengetahui waktu kristalisasi optimum untuk menghasilkan TS-1 yang kaya akan titanium dengan kemurnian dan kristalinitas tinggi dan  (3)  mekanisme reaksi yang mungkin terjadi pada pembentukan TS-1 dari bahan awal tetraetil ortosilikat (TEOS) sebagai sumber silika, tetrapropilamonium (TPAOH) sebagai sumber basa kuartener, air sebagai pelarut, dan sumber titanium dari [Ti8O12(H2O)24]Cl8.HCl.7H2O. Sintesis TS-1 dilakukan melalui reaksi bahan awal pada perbandingan mol : SiO2 : TiO2 : TPAOH : H2O = 1,00 : 0,05 : 0,36 : 35,00 dengan metode hidrotermal. Temperatur kristalisasi pada 423 K, sedangkan waktu kristalisasi bervariasi yaitu 12, 24, 48 dan 72 jam yang disimbolkan sebagai TS-1(12), TS-1(24), TS-1(48), dan TS-1(72). Sintesis TS-1 yang lain,disimbolkan TS-1(24)-0,15 dilakukan pada perbandingan mol bahan awal : SiO2 : TiO2 : TPAOH : H2O = 1,00 : 0,05 : 0,36 : 35,00  pada temperatur kristalisasi 423 K dan waktu kristalisasi 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kristal yang dihasilkan merupakan TS-1 yang memiliki struktur tipe MFI dengan kristalinitas dan kemurnian tinggi. Semua kristal TS-1 yang belum terkalsinasi tersebut memiliki sistem kristal ortorombik dengan ruang Pnma. Waktu kristalisasi yang diperlukan untuk menghasilkan TS-1 dengan kadar titanium terbanyak dalam kristalnya sebesar 2,970% yaitu 24 jam (TS-1(24)). Proses sintesis menggunakan waktu kristalisasi optimum tersebut (24 jam), dihasilkan TS-1 yang memiliki kadar Ti dalam kristal TS-1 yang belum terkalsinasi sebesar 3,111% (TS-1(24)-0,15). Fenomena lain yang terungkap bahwa volume kisi kristal semakin kecil seiring lamanya waktu kristalisasi, hali ini menunjukkan bahwa kristal semakin kompak dan semakin baik karena adanya defek kristal semakin kecil. Mekasnisme reaksi yang terjadi pada preparasi TS-1, diawali melalui proses hidrolisis [Ti8O12(H2O)24]Cl8.HCl.7H2O  dan TEOS oleh air dan anion OH-. dilanjutkan proses olasi membentuk 2 jembatan okso yaitu Si-O-Si dan Ti-O-Si.
ANALISIS FISIOKIMIA POLIMERISASI TERMAL MONOMER IMIDA GUGUS UJUNG MALEAT SEBAGAI MATRIKS KOMPOSIT GINTING, JADIGIA; ., SUDIRMAN
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 1, No 1 (2002)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak (ina) :Analisis fisikokimia dilakukan dengan analisis intensitas spektra Infra Merah dari gugus fungsi reaktif monomer imida.Monomer imida yang disintesis yaitu maleimida dan bismaleimida dengan metose PMR 15, kemudian dikarakterisasi dengan HPLC, FTIR , 1H NMR dan  13C NMR.  Diperoleh hasil sintesis maleimida dan bismaleimida dengan yield 65,3 % dan 6 8 % .Polimerisasi monomer Imida diamati dengan STA program dinamik dan diperoleh titik  leleh dan zona polimerisasi pada 160oC dan 250-310oC untuk maleimida sedangkan untuk bismaleimida yaitu pada 160oC dan 210-280oC. Analisis fisikokimia dan polimerisasi dilakukan pada zona polimerisasi dari masing-masing monomer. Evolusi spektra gugus   δ =C-H, δ O=C-N, δ C=C dan v C-N-C diamati dengan FTIR. Secara spesifik gugus δ C-C suksinat.Dengan  analisis ini ditentukan temperatur dan waktu pemanasan untuk polimerisasi yang optimal .Analisis ini menunjukkan bahwa monomer imida gugus ujung maleat berpolimerisasi dengan pemanasan. Temperatur dan waktu pemanasan untuk polimerisasi maleimida adalah pada 285oC selama 5 jam dan 231oC selama 3 jam untuk bismaleimidaKeyword : Polimer,Matriks-komposit,Polimerisasi,Fisikokimia,Maleimida dan Bismaleimida

Page 7 of 11 | Total Record : 109