cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM
ISSN : -     EISSN : 24600059     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Gigi Klinik or abbreviated to MKGK is a scientific periodical written in Indonesian language published by Dentistry Faculty of Gadjah Mada University twice a year on every June and December. The process of manuscript submission is open throughout the year
Arjuna Subject : -
Articles 182 Documents
Pengaruh mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Terakreditasi dan bersertifikat ISO di Kota Banda Aceh Suryadi, Suryadi; Rachmiana, Aida
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.103521

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepuasan pasien, terutama di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang berperan sebagai layanan kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lima dimensi mutu pelayanan, yaitu “bukti fisik” (tangibles), “keandalan” (reliability), “daya tanggap” (responsiveness), “jaminan” (assurance), dan “empati” (empathy) terhadap kepuasan pasien di tiga Puskesmas terakreditasi dan bersertifikat ISO di Kota Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 150 responden terpilih dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson, analisis regresi linier berganda, dan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dimensi mutu pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (nilai CR > 1,96 dan p < 0,05). Secara khusus, dimensi “bukti fisik” dan “empati” memiliki pengaruh terbesar terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini menegaskan pentingnya standar mutu pelayanan sesuai akreditasi dan sertifikasi ISO dalam meningkatkan kepuasan pasien. Puskesmas diharapkan terus menjaga kualitas layanan dengan memperhatikan dimensi-dimensi tersebut.
Penatalaksanaan diskolorasi gigi ekstrinsik dengan perawatan minimal invasif Natsir, Nurhayaty; Yamin, Irfan Fauzy; Nugroho, Juni Jekti; Dwiandhany, Wahyuni Suci; Hikmah, Noor; Trilaksana, Aries Chandra
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.103867

Abstract

Diskolorasi gigi merupakan masalah estetik yang dapat disebabkan oleh faktor intrinsik, faktor ekstrinsik, atau kombinasi keduanya. Salah satu perawatan pada kasus diskolorisasi gigi adalah bleaching eksternal dengan keunikan perawatan pendekatan minimal invasif untuk mendapatkan hasil estetik yang baik pada diskolorasi gigi ekstrinsik. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk menyampaikan penatalaksanaan diskolorasi gigi ekstrinsik pada pasien dengan perawatan minimal invasif. Laki-laki berusia 22 tahun datang dengan keluhan gigi depan rahang atas dan rahang bawah bawah tampak berwarna kuning dan pasien ingin memutihkan giginya. Pada gigi pasiendilakukan perawatan minimal invasif dengan prosedur bleaching eksternal teknik in-office bleaching menggunakan bahan hidrogen peroksida (H2O2) konsentrasi 40%. Penatalaksanaan pada gigi yang mengalami diskolorasi gigi ekstrinsik adalah perawatan bleaching eksternal dengan teknik in-office bleaching karena merupakan perawatan minimal invasif yang dapat memberikan hasil perubahan warna dengan prosedur yang lebih cepat.
Penerapan kontrol infeksi pemeriksaan radiografis panoramik selama pandemi Covid-19 pada fasilitas pelayanan kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta Hasanah, Faizah Al; Shantiningsih, Rurie Ratna; Gracea, Rellyca Sola
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.101699

Abstract

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) meningkatkan risiko transmisi virus pada praktik kedokteran gigi sehingga kontrol infeksi perlu diterapkan secara lebih serius. Salah satu rekomendasi kontrol infeksi di bidang kedokteran gigi adalah penggunaan teknik radiografi ekstraoral panoramik untuk meminimalkan transmisi virus melalui saliva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penerapan kontrol infeksi teknik radiografis panoramik pada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan selama pandemi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 31 radiografer yang bekerja pada instalasi radiologi fasilitas pelayanan kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pengalaman bekerja empat tahun terakhir. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner yang berisi 20 butir pernyataan tentang penerapan kontrol infeksi teknik radiografis panoramik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan kategorisasi total skor jawaban responden tiap fasilitas pelayanan kesehatan. Data juga dianalisis menggunakan statistik inferensial yaitu uji komparatif Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 dari 20 item pernyataan yang valid dan reliabel. Mayoritas responden termasuk dalam kategori tinggi dalam penerapan kontrol infeksi teknik radiografis panoramik. Uji komparatif Kruskal-Wallis diperoleh nilai signifikansi 0,805 (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada penerapan kontrol infeksi teknik radiografis panoramik pada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan selama pandemi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengaruh ekstrak membran kerabang itik konsentrasi 70% terhadap infiltrasi makrofag pada pulpitis reversibel Novaria, Novaria; Haniastuti, Tetiana; Ratih, Diatri Nari
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.102879

Abstract

Pulpitis reversibel merupakan inflamasi pada gigi. Pada saat terjadi inflamasi, sel makrofag akan mendatangi area jejas. Pulpitis reversibel biasanya dirawat dengan material kaping pulpa. Material tersebut ditempatkan pada dasar kavitas untuk menginduksi perbaikan pulpa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak membran kerabang itik (Anas platyrhynchos) dengan konsentrasi 70% terhadap infiltrasi sel makrofag pada pulpa yang mengalami pulpitis reversibel. Empat puluh lima tikus Sprague dawley dibagi menjadi tiga kelompok. Pulpitis reversibel diinduksi pada semua tikus Sprague dawley dengan cara mempreparasi gigi molar pertama rahang atas sedalam 0,8mm menggunakan round diamond bur. Ekstrak kerabang itik konsentrasi 70% dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2)diaplikasikan pada dasar kavitas pada kelompok ekstrak dan kontrol positif. Kelompok kontrol negatif tidak diaplikasikan apapun pada dasar kavitas hasil preparasi. Selanjutnya semua gigi tersebut ditumpat dengan semen ionomer kaca (SIK). Tikus Sprague dawley didekapitasi pada hari ke-1, 3, 5, 7 dan 14 setelah perlakuan. Sampel rahang atas tikus ditanam dalam parafin dan diwarnai dengan hematoxylin eosin. Selanjutnya diamati jumlah sel makrofag menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 400X. Hasil uji dengan ANOVA dua jalur menunjukkan antara ketiga kelompok penelitian terdapat perbedaan jumlah sel makrofag yang signifikan (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah aplikasi ekstrak membran kerabang itik (Anas platyrhynchos) menyebabkan penurunan jumlah infiltrasi sel makrofag pada pulpa yang mengalami pulpitis reversibel.
Potensi seduhan jahe merah (Zingiber officinale Rubrum) terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis Marsenia, Elly; Putranto, Ricky Anggara; Binartha, Ciptadhi Tri Oka
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.104334

Abstract

Jahe merah merupakan tanaman yang digunakan sebagai bahan baku obat herbal tradisional yang berkhasiat untuk kesehatan. Kandungan senyawa aktif yang dihasilkan jahe merah menghasilkan efek farmakologis. Bahan alam ini dapat dijadikan sebagai alternatif obat kumur yang efek salah satunya sebagai antibakteri. Bakteri Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri penyebab periodontitis akibat faktor virulensi yang menginduksi peradangan jaringan periodontal. Obat kumur klorheksidin 0,2% merupakan obat kumur sebagai perawatan periodontitis, namun penggunaannya dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping. Tujuannya untuk mengetahui efektivitas seduhan jahe merah (Zingiber officinale Rubrum) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Penelitian ini berupa eksperimental laboratorium secara in vitro dengan rancangan post-test only group design. Uji antibakteri dilakukan dengan metode dilusi dengan sampel seduhan jahe merah 5 gram, 2,5 gram, 1,25 gram, 0,625 gram, 0,3125 gram, klorheksidin 0,2% sebagai kontrol positif, dan akuades sebagai kontrol negatif. Seduhan jahe merah memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis. Hasil rata-rata jumlah koloni seduhan jahe merah 5 gram menghasilkan rata-rata terendah dibanding kelompok lainnya dan pada hasil uji Post Hoc Tukey HSD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p < 0,05) dibandingkan kontrol negatif dan positif, sehingga kelompok seduhan jahe merah 5 gram memiliki efek antibakteri yang tertinggi dibandingkan kelompok yang lain, namun tidak dapat melampaui klorheksidin 0,2%.
Enukleasi pada kista residual: kasus insidental pada pasien usia muda Putri, Refitia Inayah; Arindra, Pingky Krisna; Rahajoe, Poerwati Soetji
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.104869

Abstract

Kista residual merupakan lesi odontogenik yang kerap ditemukan secara insidental pada pemeriksaan radiografi setelah pencabutan gigi. Jenis kista ini umumnya bersifat asimtomatik dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Pada tulisan ini dilaporkan perempuan 21 tahun yang menjalani pemeriksaan radiografi panoramik untuk perawatan ortodonti dengan temuan insidental berupa kista pada regio 46 yang edentulous. Pasien sempat merasa kebas pada area bekas pencabutan gigi geraham kanan bawah, namun gejala tersebut hilang setelah mengonsumsi kortikosteroid. Diagnosis awal kista residual ditegakkan melalui pemeriksaan Cone Beam Computed Tomography (CBCT) yang menunjukkan lesi radiolusen dengan tepi terkortikasi berukuran 26 × 16 mm. Pasien menjalani tindakan enukleasi kista melalui prosedur bedah yang meliputi insisi flap, pengurangan tulang, dan pengangkatan kantung kista. Pascaoperasi pasien diberikan medikasi antibiotik dan analgesik. Pemeriksaan histopatologi mengonfirmasi kista residual tanpa tanda keganasan. Hasil penyembuhan menunjukkan regenerasi tulang yang baik tanpa penggunaan bone graft, dan radiografi 30 hari pascaoperasi mengindikasikan pembentukan tulang baru. Teknik enukleasi efektif dan aman, menghasilkan penyembuhan tanpa komplikasi. Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin dan tindakan enukleasi yang hati-hati direkomendasikan untuk mencegah komplikasi dan kekambuhan.
Anestesi infiltrasi labial-palatal dalam perawatan saluran akar pulpitis irreversibel asimtomatik Suryanto, Shenny Shefira; Nurdin, Denny
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.105384

Abstract

Anestesi infiltrasi labial-palatal merupakan teknik yang efektif untuk memastikan blokade nyeri selama perawatan saluran akar pada gigi anterior maksila. Pulpitis irreversibel asimtomatik tetap memerlukan anestesi yang optimal untuk menghindari ketidaknyamanan selama prosedur, terutama pada tindakan yang melibatkan aspek palatal. Infiltrasi labial saja sering kali tidak mencukupi, sehingga infiltrasi palatal diperlukan untuk menghambat transmisi nyeri dari saraf nasopalatina. Seorang pasien laki-laki berusia 34 tahun datang dengan keluhan gigi depan kiri atasnya berlubang berwarna kehitaman. Pemeriksaan klinis dan radiografis menunjukkan pulpitis irreversibel asimtomatik dengan periodontitis apikalis asimtomatik pada gigi 22. Perawatan saluran akar dilakukan secara multivisit dengan teknik crown-down, diawali dengan anestesi infiltrasi labial dan palatal menggunakan lidokain 2% dengan epinefrin 1:80.000. Kombinasi infiltrasi ini memastikan kontrol nyeri yang optimal dan memungkinkan prosedur berlangsung dengan nyaman dan tanpa hambatan. Hasil akhir menunjukkan tidak adanya keluhan pasca perawatan, serta radiografi memperlihatkan obturasi yang hermetis. Teknik anestesi infiltrasi labial-palatal terbukti memberikan anestesi yang lebih menyeluruh dibandingkan infiltrasi labial saja sehingga meningkatkan kenyamanan pasien dan mendukung keberhasilan perawatan saluran akar. Pemahaman yang baik mengenai teknik ini penting bagi klinisi untuk memaksimalkan efek anestesi dan meningkatkan kualitas perawatan endodontik.
Necrotizing periodontal disease sebagai manifestasi dari post-COVID syndrome Setianingtyas, Dwi; Lukisari, Cane; Fauziah, Yessy Andriani
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.77736

Abstract

Penyintas COVID-19 rentan mengalami post-COVID syndrome meskipun telah dinyatakan sembuh atau negatif dari COVID-19. Organ yang terserang post-COVID syndrome antaralain paru, telinga, hidung dan tenggorokan serta rongga mulut. Studi kasus ini melaporkan tatalaksana terintegrasi kasus necrotizing periodontal disease yang merupakan manifestasi post-COVID syndrome. Kasus terjadi pada wanita usia 25 tahun dengan keluhan gusi regio 23 mengalami kerusakan yang menyebabkan tulang penyangga gigi terekspose yang makin lama makin meluas disertai gigi goyah. Pasien dinyatakan terpapar COVID-19 pada 11 bulan sebelumnya. Kulit wajah serta seluruh tangan dan kaki tampak bercak merah. Keadaan umum pasien baik, namun terlihat kurus. Radiografi panoramik digunakan untuk memeriksa kondisi jaringan penyangga gigi. Gigi 23 direncanakan untuk diekstraksi sehingga pasien menjalani pemeriksaan darah lengkap dan tes autoimun. Pasien dicurigai mengalami gangguan sistemik, sehingga selanjutnya dilakukan tes human immunodeficiency virus (HIV), pemeriksaan CD4, serta screening hepatitis dan PCR, karena pasien diduga terpapar COVID-19 yang berulang. Tatalaksana selanjutnya pasien di-swab di sekitar regio 23 untuk memastikan peran mikroorganisme dengan dugaan acute necrotizing ulcerative periodontitis (ANUP). Seluruh hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi dalam batas normal, dengan hasil swab menunjukkan temuan Klebsiella oxytoca. Tindakan bedah pada kasus post-COVID syndrome memerlukan beberapa pemeriksaan penunjang secara cermat dan perlu kolaborasi yang melibatkan berbagai multidisiplin ilmu. Diagnosis akhir pada kasus ini adalah necrotizing periodontal disease sebagai manifestasi post-COVID syndrome yang dipicu oleh badai sitokin dalam rongga mulut. Diagnosis iniditegakkan berdasarkan elaborasi penelusuran kemungkinan beberapa diagnosis. Pemeriksaan komprehensif yang teliti sangat diperlukan pada penanganan kasus yang langka dan sulit untuk mencegah terjadi komplikasi.
Analisis kandungan logam timbal (Pb) pada pasta gigi dengan ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora L.) Putri, Puspita Nabila; Pujiastuti, Peni; Sari, Desi Sandra
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.104299

Abstract

Pasta gigi dengan ekstrak biji kopi robusta merupakan produk alternatif untuk mencegah penyakit periodontal yang mengandung bahan alami dengan sifat antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Pengembangan pasta gigi memerlukan pengujian untuk mendapatkan formula yang baik dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu pengujian yang perlu dilakukan adalah uji kandungan logam berat timbal (Pb). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kandungan Pb dalam pasta gigi dengan ekstrak biji kopi robusta sesuai dengan standar SNI. Ekstrak biji kopi robusta dibuat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pasta gigi diformulasikan dengan mencampur pasta plasebo dan ekstrak biji kopi robusta pada konsentrasi 0,0625%, 0,125%, 0,25%, dan 0,5%. Pengujian kontaminasi Pb dilakukan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS) dengan hasil dinyatakan dalam mg/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi robusta tidak mengandung Pb yang terdeteksi, dengan hasil tercatat sebagai "nd" atau "not detected", namun kandungan Pb sebesar 1,382mg/kg ditemukan pada pasta plasebo. Pada pasta gigi dengan ekstrak biji kopi robusta dengan berbagai konsentrasi, kandungan Pb berkisar antara 1,626 hingga 1,866mg/kg. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kandungan Pb dalam pasta gigi dengan ekstrak biji kopi robusta lebih rendah dari batas maksimum Pb yang ditetapkan SNI, yaitu kurang dari 20 mg/kg.
Karakterisasi bovine tooth scaffold dalam bentuk nanopartikel dengan uji x-ray diffraction (XRD) untuk terapi periodontitis Adisty, Anggi Salwa; Sari, Desi Sandra; Wahyukundari, Melok Aris
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.104301

Abstract

Kerusakan tulang alveolar akibat periodontitis memiliki prevalensi tertinggi di Indonesia. Pencegahan kerusakan tulang alveolar dapat dilakukan dengan terapi regenerasi periodontal. Desain scaffold telah menjadi fokus utama untuk regenerasi jaringan tulang. Bovine teeth scaffold berukuran nanopartikel saat ini sedang dikembangkan sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan scaffold berukuran mikro. Scaffold harus memiliki karakteristik tertentu yang mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel untuk regenerasi jaringan periodontal yang dapat diketahui melalui uji karakterisasi X-ray diffraction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi bovine teeth scaffold dalam bentuk nanopartikel melalui uji X-ray diffraction (XRD) untuk terapi periodontitis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif untuk mendeskripsikan karakterisasi bovine teeth scaffold dalam bentuk nanopartikel dan data dianalisis secara deskriptif dengan tabel, kurva, dan nilai persentase. Hasil uji XRD menunjukkan bahwa terdapat dua fasa yang terdeteksi, yaitu hidroksiapatit dan whitlockite. Puncak-puncak difraksi hidroksiapatit muncul pada sudut difraksi 2θ sebesar 25,82˚; 31,67˚; 33,91˚; 49,33˚; 50,30˚ dengan puncak tertinggi pada sudut difraksi 31,67˚. Puncak-puncak difraksi whitlockite muncul pada sudut difraksi 2θ sebesar 28,86˚; 32,72˚; 39,58˚; 46,56˚ dengan puncak tertinggi pada sudut difraksi 32,72˚. Grafik menunjukkan pola difraksi sempit, tinggi, dan tajam yang mengindikasikan bahwa bovine teeth scaffold memiliki struktur kristal. Bovine teeth scaffold dalam bentuk nanopartikel mengandung 65% Hidroksiapatit (Ca10(PO4)6OH) dan 35% Whitlockite (Ca10NaMg(PO4)6(CO3) (OH)3). Karakterisasi bovine teeth scaffold dalam bentuk nanopartikel dengan menggunakan uji XRD diperoleh fasa hidroksiapatit sebesar 65% dan fasa whitlockite sebesar 35%.