cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM
ISSN : -     EISSN : 24600059     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Gigi Klinik or abbreviated to MKGK is a scientific periodical written in Indonesian language published by Dentistry Faculty of Gadjah Mada University twice a year on every June and December. The process of manuscript submission is open throughout the year
Arjuna Subject : -
Articles 182 Documents
Efektivitas penyuluhan media poster secara luring dan daring dalam meningkatkan kesehatan gigi Khafid, Mohammad; Putriwijaya, Fiory Dioptis; Prakosa, Basma Rosandi; Salsabila, Nurul
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.85296

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut ialah satu faktor penting dalam menentukan status kesehatan pada anak khususnya anak usia sekolah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memberi penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat efektivitas penyuluhan menggunakan poster secara luring dan daring terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta penurunan angka (skor) OHI-S. Penelitian ini merupakan penelitian quasy-experiment dengan rancangan pre-test post-test design (pretest dilakukan sebelum responden diberi penyuluhan dan post-test dilakukan sesudah responden diberi penyuluhan yang berupa pertanyaan pilihan ganda dan pemeriksaan skor OHI-S). Penilaian pre-test post-test menggunakan skala ordinal dengan kategori kurang, cukup, dan baik. Populasi penelitian merupakan siswa SD Negeri 1 Talang Saronggi Sumenep dengan jumlah 88 siswa dengan pengambilan sampel random sampling. Berdasarkan hasil uji non parametrik menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil selisih nilai pre-test post-test antara kedua kelompok (p-value < 0,05). Maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan efektivitas penyuluhan yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan antara media poster secara luring dengan media poster bergerak secara daring via whatsapp.
Estimasi usia menggunakan periodontal ligament visibility: tinjauan dari perspektif radiografi kedokteran gigi Rachmayanti, Silvia; Widyaningrum, Rini; Aji, Nur Rahman Ahmad Seno
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.88048

Abstract

Metode periodontal ligament visibility (PLV) merupakan metode estimasi usia untuk individu pada fase remaja akhir dan dewasa menggunakan pengamatan terhadap visualisasi ligamen periodontal pada gigi molar ketiga mandibula yang akar giginya sudah terbentuk sempurna. Tujuan review ini untuk mendeskripsikan keakuratan dan potensi metode PLV untuk estimasi usia di Indonesia. Pencarian literatur menggunakan database Google Scholar, ScienceDirect,dan PubMed dengan kata kunci “third molar, forensic dentistry” berdasarkan kriteria inklusi yaitu artikel penelitian dan textbook ilmiah yang terbit tahun 2010-2022 serta berbahasa Indonesia dan Inggris. Total artikel yang direview sejumlah 31, dengan 11 artikel utama mengenai estimasi usia metode PLV. Akurasi metode PLV untuk estimasi usia pada suatu populasi dapat dipengaruhi oleh jenis dan jumlah sampel radiograf. Berdasarkan hasil review, didapatkan bahwa skor PLV 0 digunakan untuk mengestimasi usia 17-22 tahun, sedangkan skor PLV 1, 2 dan 3 digunakan untukmengestimasi usia 19-28 tahun pada wanita dan 21-30 tahun pada pria. Hanya satu artikel mengenai metode PLV di Indonesia, sehingga diperlukan penelitian metode PLV untuk estimasi usia pada populasi Indonesia.
Manajemen kasus epulis granulomatosa pada rahang atas anterior Christianie, Christianie
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.77424

Abstract

Epulis adalah tumor jinak yang tumbuh pada jaringan lunak gingiva. Salah satu jenisnya, epulis granulomatosa, sering berkembang di area bekas pencabutan gigi yang kebersihannya tidak terjaga. Studi kasus ini bertujuan untuk membahas kasus seorang pria dewasa yang datang dengan keluhan adanya benjolan kehitaman pada gusi sekitar gigi depannya, disertai beberapa gigi goyah dan bau mulut. Penatalaksanaan awal meliputi scaling, root planing, serta kontrol kebersihan mulut. Pasien juga dirujuk untuk pemeriksaan radiografi panoramik. Berdasarkan hasilrontgen, beberapa gigi yang sudah tidak dapat dipertahankan dilakukan ekstraksi. Setelah kondisi rongga mulut bersih dan kebersihan mulut pasien terkontrol, dilakukan ekskavasi epulis menggunakan pisau bedah nomor 15c dan kuretase pada area yang terlibat hingga bersih, kemudian dilakukan penjahitan. Jaringan hasil ekskavasi dikirim ke laboratorium Patologi Klinik untuk analisis lebih lanjut. Dari studi kasus ini dapat disimpulkan bahwa perawatan epulis granulomatosa dapat berhasil dengan ekskavasi menyeluruh dan pembersihan jaringan sekitar menggunakankuretase.
Rehabilitasi pasca hemimaksilektomi menggunakan obturator resin akrilik dan protesa bibir silikon dengan penyangga magnet Pradana, Franciscus Wihan; Adena, Afif Surya; Wahyuningtyas, Endang
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.77464

Abstract

Defek nasofaring dan rongga antrum adalah defek maksila intraoral yang paling banyak ditemukan. Penyebab defek maksila dapat berupa faktor kongenital, maupun dampak dari operasi onkologi orofasial. Obturator maksila merupakan protesa yang diperlukan untuk memperbaiki defek tersebut. Pasien wanita berusia 31 tahun dirujuk dari klinik THT untuk pembuatan obturator. Pasien didiagnosis dengan karsinoma klinonasal dan direncanakan untuk pengangkatan massa serta hemimaksilektomi sinistra. Pemeriksaan klinis ekstraoral menunjukkan asimetri wajah. Pasien kehilangan sebagian maksila kiri dan terdapat defek wajah di area bibir atas. Pemeriksaan klinis intraoral menunjukkan bahwa gigi yang dapat dipertahankan adalah gigi 13, 14, 15, dan 16. Perawatan prostodontik yang dilakukan meliputi pembuatan obturator sementara, obturator definitif, dan prostesa bibir. Laporan klinis ini menggambarkan protesa berbasis silikon biokompatibel untuk perawatan defek bibir yang dipertahankan dengan obturator akrilik menggunakan penahan magnet yang memenuhi kebutuhan estetika dan fungsional pasien. Defek maksila yang disertai defek wajah cukup menantang pada perencanaan protesa ini. Pada kasus ini, perawatan prostodontik yang dilakukan adalah pembuatan obturator sementara, obturator definitif, dan protesa bibir. Pasien merasa nyaman dengan penggunaan protesa silikon medis karena menyerupai struktur anatomis yang sesungguhnya, tekstur lembut, ringan, dan biokompatibel. Persepsi kenyamanan dan estetika pasien tercapai pada perawatan ini.
Pemeriksaan CBCT pada ankilosis unilateral TMJ disertai kecurigaan fibrous dysplasia pada ramus mandibula Asymal, Alhidayati; Priaminiarti, Menik; Handoko, Stefano Aditya; Susanti, Laura
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.82274

Abstract

Ankilosis berasal dari bahasa Yunani yang merujuk pada kondisi “kaku sendi” yang menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh mobilitas TMJ yang disebabkan oleh trauma, infeksi, maupun penyakit sistemik. Ankilosis dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien karena keterbatasan pembukaan mulut sehingga mengganggu proses pengunyahan dan fungsi bicara serta meningkatkan resiko terjadinya karies. Ankilosis yang disertai lesi fibro osseous dapat terjadi pada regio TMJ dan merupakan kasus yang langka. Lesi fibro osseous bila mengenai TMJakan menyebabkan ankilosis yang ditandai dengan keterbatasan mobilitas rahang bawah. CBCT merupakan sarana pencitraan yang memiliki kemampuan untuk menampilkan gambaran tiga dimensi dan dapat memberikan kemampuan diagnostik berbagai kelainan pada rahang dengan sangat baik termasuk pada TMJ. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan kelainan ankilosis yang disertai lesi hypodensity (radiolusen) yang ditemukan secara tidak sengajapada ramus mandibula kanan dan kiri. Pasien perempuan berusia 25 tahun datang dengan keluhan utama sering timbul bengkak pada pipi kiri disertai bunyi sendi sisi kiri sejak 4 tahun yang sebelumnya dan tidak bisa membuka mulut lebar sejak 3 bulan yang lalu. Dari anamnesa didapatkan informasi bahwa pasien memiliki riwayat trauma akibat kecelakaan 7 tahun yang sebelumnya. Gambaran CBCT potongan sagital dan koronal menunjukkan adanya penyatuan TMJ kiri serta struktur anatomi TMJ yang tidak dapat diidentifikasi. Hasil pemeriksaan histopatologi (HPA) pada lesi hypodense menunjukkan keping trabekula tulang yang menunjukkan kemungkinan ke arah fibro-osseous lesion.
Karakteristik kasus kegawatdaruratan di IGD dental Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga tahun 2022 Syahdryani, Zhafira Putri; Fessi, Reza Al; Rizky, Beta Novia
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.85899

Abstract

Kegawatdaruratan pada gigi dan mulut memiliki pola distribusi dan karakteristik yang perlu dikaji untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya secara efektif. Kedaruratan gigi berhubungan dengan prosedur gigi yang melibatkan trauma, nyeri dan perdarahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi dan karakteristik kasus emergensi yang ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Dental Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Airlangga (UNAIR). Penelitian ini berjenis deskriptif retrospektif dengan mengambil data pasien di IGD Dental RSGM UNAIR periode 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022 yang memenuhi kriteria yaitu pasien yang terdaftar menjalani konsultasi dan terapi serta telah lolos screening COVID-19. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat 90 pasien yang berkunjung ke IGD Dental RSGM UNAIR selama tahun 2022. Sejumlah 42 pasien (46,67%) pasien berjenis kelamin perempuan dan 48 pasien (53,33%) laki-laki. Pasien yang datang sebagian besar merupakan kasus infeksi sejumlah 28 kasus (31,11%), kasus trauma 38 kasus (42,22%) dan penyakit lainnya sebesar 24 kasus (26,67%). Penyakit lainnya yang tercatat adalah perdarahan, kontrol pasca odontektomi, lepas jahitan, nyeri gigi, gigi goyang dan kasus kegawatdaruratan lain yang tidak menunjukkan angka tindakan maupun medikasi yang tinggi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rumah sakit perlu menyiapkan tindakan yang efektif pada kasus kegawatdaruratan, khususnya untuk penanganan kasus trauma.
Uji zona hambat ekstrak metanol teripang pandan (Stichopus variegatus semper) terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis Arma, Utmi; Mailiza, Fitria; Anggestia, Wulan; Azira, Faiza Nur
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.93476

Abstract

Oral Squamous Cell Carcinoma (OSCC) adalah jenis kanker yang berasal dari sel epitel skuamosa di mukosa yang seringkali bersifat infiltratif dan metastatik. OSCC dapat terjadi di semua bagian rongga mulut. Etiologi OSCC belum diketahui secara pasti, namun terdapat faktor predisposisi seperti infeksi bakteri, salah satunya adalah Porphyromonas gingivalis. Porphyromonas gingivalis adalah bakteri normal di rongga mulut yang berperan dalam berbagai penyakit, seperti karsinoma dan penyakit periodontal. Pengobatan OSCC sangat bervariasi, termasuk pengobatan herbal yang menggunakan hewan. Salah satu hewan yang sering digunakan dalam pengobatan herbal adalah Stichopus variegatus semper atau teripang pandan. Teripang pandan mengandung senyawa aktif yang dapat berfungsi sebagai agen antikanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan zona hambat ekstrak metanol dari teripang pandan terhadap Porphyromonas gingivalis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratoris dengan desain penelitian Post test only control group. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah disk difusi dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan menggunakan konsentrasi 5%, 6%, 7%, serta kontrol positif dan kontrol negatif, yang dianalisis dengan uji One Way Anova. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya zona hambat ekstrak metanol dari teripang pandan terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis dengan nilai p < 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak metanol dari teripang pandan mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri Porphyromonas gingivalis, dengan ekstrak terbaik pada konsentrasi 7% yang tergolong moderat.
Perbandingan tinggi dan lebar kondilus serta kesimetrisan vertikal mandibula pada perawatan ortodonti maloklusi kelas I Saputro, Najla Andini; Sayuti, Elih; Latif, Deni Sumantri
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.94770

Abstract

Maloklusi diperkirakan sebagai faktor yang berkontribusi terhadap perubahan posisi sendi temporomandibular. Perawatan ortodonti berisiko menyebabkan resorpsi kondilus sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan bentuk jaringan akibat kekuatan mekanik pada TMJ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tinggi dan lebar kondilus serta kesimetrisan vertikal mandibula pada pasien sebelum dan sesudah perawatan ortodonti cekat. Penelitian analitik komparatif ini menggunakan data sekunder dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 35 pasang radiograf  panoramik digital dari pasien dengan maloklusi kelas I dentoskeletal yang telah selesai dilakukan perawatan ortodonti cekat di RSGM Universitas Padjadjaran pada tahun 2015-2019 dengan kelompok tanpa pencabutan sebanyak 27 pasang serta kelompok dengan pencabutan 4 premolar pertama sebanyak 8 pasang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran tinggi dan lebar kondilus serta kesimetrisan vertikal mandibula menggunakan software Image J win 64 dan dilakukan uji signifikansi Paired t test dengan nilai signifikan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan signifikan pada tinggi kondilus kiri setelah perawatan ortodonti cekat pada kelompok tanpa pencabutan (p<0,05). Selain itu, hasil penelitian menunjukan bahwa lebar kondilus kiri maupun kanan pada semua kelompok menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan (p>0,05), serta ketidaksimetrisan vertikal mandibula sebelum perawatan sama dengan sesudah perawatan pada semua kelompok (p>0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perawatan ortodontik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan tinggi kondilus, namun tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap lebar kondilus dan simetri vertikal mandibula.
Pengelolaan margin subgingiva pada kavitas kelas II dengan modifikasi pita matriks tofflemire Hermawan, Christian; Kumala, Yuliana Ratna
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.95071

Abstract

Penanganan kavitas kelas II dengan margin subgingiva sering kali menimbulkan kesulitan bagi klinisi. Hal tersebut berkaitan dengan kesulitan untuk memperoleh adaptasi yang sempurna antara margin kavitas dan bahan tambalan. Laporan kasus ini menjelaskan tahapan yang dilakukan oleh penulis untuk mendapatkan adaptasi yang baik antara bahan tambalan dan margin kavitas pada kavitas kelas II. Pasien laki-laki datang dengan keluhan sensitivitas terhadap dingin pada gigi belakang kiri atas. Diagnosisnya adalah pulpitis reversible pada gigi 25, jaringan apikal normal dengan margin subgingiva pada kavitas kelas II. Penulis menyelesaikan kasus ini dengan memodifikasi pita matriks tofflemire. Pada kasus ini, tidak dilakukan pemanjangan mahkota dan rencana perawatan meliputi deep margin elevation (DME) yang diikuti dengan restorasi komposit langsung. Penggunaan pita matriks Tofflemire yang dimodifikasi untuk DME pada margin subgingiva dengan kavitas kelas II memberikan hasil yang memuaskan. Radiografi periapikal menunjukkan adaptasi yang sangat baik antara kavitas dan tambalan. Tindak lanjut selama 6 bulan menunjukkan tidak adanya tanda-tanda inflamasi gingiva maupun keluhan nyeri pada gigi yang telah direstorasi. Penulis merekomendasikan penggunaan pita matriks tofflemire yang telah dimodifikasi pada kasus deep margin karena dapat memberikan hasil perawatan yang sangat baik dan memuaskan.
Perawatan invasif minimal menggunakan electrosurgery pada kasus perikoronitis Pritia, Mardha Ade; Karina, Vincensia Maria
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.96977

Abstract

Perikoronitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan gingiva di sekitar mahkota gigi molar. Salah satu faktor yang dapat memperparah perikoronitis adalah trauma mekanis dari gigi antagonis yang dapat menyebabkan ulserasi atau pembengkakan pada operkulum. Operkulektomi dengan electrosurgery dapat menghilangkan operkulum dengan lebih mudah. Pasien wanita berusia 28 tahun dirujuk oleh residen ortodonti dengan keluhan gusi bengkak yang menutupi permukaan gigi molar kiri paling belakang. Kondisi tersebut dirasakan mengganggu saat makan dan keluhan ini telah dirasakan selama sebulan terakhir. Pada kunjungan pertama dilakukan perawatan awal berupa scaling dan root planing serta edukasi kebersihan mulut (dental health education). Selanjutnya, dilakukan operasi operkulektomi yang dimulai dengan anestesi infiltrasi di lipatan mukobukal gigi 37. Eksisi menggunakan electrosurgery dilakukan pada operkulum yang menutupi mahkota gigi 37. Area bedah dibersihkan dengan larutan salin dan kemudian ditekan menggunakan kasa steril. Penggunaan electrosurgery pada operkulektomi dapat meminimalkan perdarahan dan mengurangi durasi operasi. Pasien merasa lebih nyaman selama prosedur. Satu minggu pasca operasi, jaringan gingiva masih menunjukkan kemerahan dan nyeri saat palpasi. Satu bulan pasca operasi, pasien tidak merasakan keluhan, jaringan gingiva dalam kondisi baik, tidak ada kemerahan, pembengkakan, atau nyeri. Penggunaan electrosurgery untuk perawatan perikoronitis kronis dapat menjadi alternatif dari tindakan bedah konvensional dengan perdarahan minimal dan durasi prosedur yang lebih cepat.