cover
Contact Name
Ifah Hanifah
Contact Email
ifah.hanifah@uniku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : 10.25134/fjpbsI
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan media publikasi ilmiah (artikel dan hasil penelitian) pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. FON diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan. FON memiliki nomor ISSN cetak 2086-0609 dan ISSN elektronik 2614-7718.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
PEMBELAJARAN BIPA DENGAN APLIKASI AWAN ASA BERBASIS PENGENALAN LINTAS BUDAYA Purwono, Prahoro Yudo; Aster, Prima Vidya
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 1 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v17i1.4199

Abstract

ABSTRAK:Pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing sudah menjadi tren dan kebutuhan di era saat ini. Maka,  inovasi pembelajaran bahasa Indonesia sangat penting dilakukan sesuai dengan level pembelajar. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pemahaman pembelajar dalam menguasai bahasa Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan pembelajaran terintegrasi berbasis pengenalan lintas budaya. Oleh karena itu, digagaslah media AWAN ASA. Aplikasi ini berbasis software macromedia flash sehingga mudah untuk diaplikasikan dan interaktif bagi pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif persentase. Metode dan media aplikasi AWAN ASA yang dipakai dalam pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing terintegrasi dengan pengenalan lintas budaya, didapati hasil keterampilan menulis siswa cukup bagus, dengan rata-rata mendapatkan nilai di kisaran 70 dan mampu menulis konjungsi dari 8-18 kata. Dapat disimpulkan bahwa metode dan aplikasi yang digunakan untuk mahasiswa BIPA UNESA benar-benar sesuai bagi mereka, serta metode dan media yang dipakai mampu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mereka mengenai bahasa dan kebudayaan Indonesia.KATA KUNCI: Aplikasi; Bahasa Asing; Lintas Budaya;Pembelajaran. BIPA’S LEARNING WITH AWAN ASA APPLICATION BASED ON CROSS-CULTURAL UNDERSTANDING  ABSTRACT: Learning Indonesian as a foreign language has become a trend and a necessity in the current era. Thus, it is very important to make innovations in learning Indonesian based on the level of the learner. This research aims to facilitate the learner's understanding of mastering Indonesian through integrated learning based on cross-cultural introduction. Therefore, the AWAN ASA media was initiated. AWAN ASA is an Indonesian language learning application which is integrated with wayang stories as Indonesian culture. The research method used quantitative descriptive research. The method and media of the AWAN ASA application is integrated with cross-cultural introduction, which was found that the results of students' writing skills were quite good, with an average score in the range of 70 and being able to write conjunctions of 8-18 words. It means, the methods and applications used in learning language for BIPA UNESA students are really suitable for them. Therefore, the methods and media can improve understanding and their knowledge of Indonesian language and culture.KEYWORDS:Application; Cros-Cultural Understanding; Foreign Language; Learning.
BANGUNAN MIMPI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SELEMBAR ITU BERARTI KARYA SURYAMAN AMIPRIONO Dide, Nurliawati; Sugiarti, Sugiarti
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 1 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v17i1.4194

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini mengangkat latar belakang permasalahan ekonomi yang dimiliki oleh tokoh utama yaitu, Putri dan Diaz. Putri dan Diaz yang harus berusaha sendiri untuk bertahan hidup dan membiayai pendidikan mereka. Lembar demi lembar kertas yang sudah tidak terpakai, di tempat tumpukan sampah dikumpulkan mereka untuk bisa bersekolah. Lika-liku perjuangan menuju sekolah yang penuh perjuangan, sera Ibu mereka yang harus bekerja dengan keadaan sakit-sakitan, sedangkan Ayah mereka yang telah lebih dulu meninggal. Akan tetapi, hidup kedua kakak beradik tersebut lebih berat, ketika ditinggal oleh kedua orang tuanya. Permasalahan ini yang mengakibabtkan, mimpi tokoh utama harus belajar bertahan hidup, kerja keras, dan terus mengejar impian. Untuk mengungkap permasalahan tersebut maka,  metode yang digunakan adalah teori mimpi psikologi Sigmund Freund. Tujuan dari penelitian: (1) Tokoh utama yang ingin mendapatkan kehidupan yang lebih layak; (2) mendapatkan penghasilan untuk membiayai pendidikan; (3) menjadi orang yang pekerja keras dan pantang menyerah. Simpulan dari penelitian: (1) mimpi dari tokoh utama; (2) faktor mimpi tokoh utama; (3) dampak mimpi tokoh utama dalam kehidupan.KATA KUNCI: Mimpi, pendidikan, kerja keras THE DREAM BUILDING OF THE MAIN CHARACTER IN THE NOVEL OF THE SHEET MEANS THE WORKS OF SURYAMAN AMIPRIONO ABSTRACT: This research raises the background of economic problems that are owned by the main characters, namely, Putri and Diaz. Putri and Diaz who have to try themselves to survive and pay for their education. Sheet after sheet of paper that is not used, they collect in the trash pile to be able to go to school. The twists and turns of the struggle to school are full of struggles, as their mother has to work sickly, while their father has died earlier. However, the lives of the two siblings were tougher, when their parents left them. This problem causes the main character's dream to learn to survive, work hard, and continue to pursue dreams. To solve this problem, the method used is Sigmund Freund's psychological dream theory. The objectives of the research are: (1) the main character who wants to get a more decent life; (2) earn income to finance education; (3) become a hard worker and never give up. Conclusions from the study: (1) the dream of the main character; (2) the main character's dream factor; (3) the impact of the main character's dream in life.KEY WORDS: Dreams, education, hard work
PERTARUNGAN SIMBOLIK DALAM SLOGAN PILKADA SULAWESI SELATAN TAHUN 2020: SUATU TINJAUAN ANALISIS WACANA KRITIS PIERRE BOUDIEU Selfiani Selfiani; Mayong Maman; Usman Usman
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v17i2.4430

Abstract

       ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan bentuk-bentuk pertarungan simbolik aspek eufemisasi dan aspek sensorisasi dalam slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Fokus penelitian ini yaitu slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, dan kalimat yang memuat slogan pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Sumber data dalam penelitian ini adalah media cetak berupa spanduk, banner, baliho dan stiker kampanye kandidat pilkada Sulawesi Selatan tahun 2020. Teori yang digunakan sebagai acuan untuk menganalisis bentuk pertarungan simbolik adalah teori analisis wacana kritis Pierre Bourdieu.Hasil dalam penelitian ini ditemukan 14 bentuk pertarungan simbolik dalam slogan pilkada Sulawesi Selatan Tahun 2020. Pertarungan simbolik aspek eufemisasi yang ditemukan terdiri atas bentuk perubahan, kebangkitan, keren, harapan, lanjutkan, kebersamaan, persatuan, kesejahteraan, kebaruan, identitas, dan merakyat. Pertarungan simbolik yang menggunakan aspek sensorisasi terdiri atas bentuk sindiran, kejujuran dan kesantunan.KATA KUNCI: Pertarungan Simbolik, Eufemisasi, Sensorisasi, PilkadaANALYSIS OF LANGUAGED CRIMES IN SOCIAL MEDIA(FORENSIC LINGUISTIC) ABSTRACT: The study aims to represent the symbolic forms of euphemism and censorship aspects in regional election slogans in South Sulawesi in 2020. The focus of the study is the regional election slogans in South Sulawesi in 2020. The type of descriptive research used in this study refers to a qualitative approach. Data collection techniques used were documentation, reading, and note-taking techniques. The data in this study were words, phrases, clauses, and sentences that contained slogans for the regional elections in South Sulawesi in 2020. The data sources in this study were printed media in the forms of banners, billboards, and campaign stickers for the regional election candidates campaign in South Sulawesi in 2020. The reference for analyzing the form of symbolic battles employed Pierre Bourdieu's theory of critical discourse analysis. The results of the study discovered 14 forms of symbolic battles in regional elections slogans in South Sulawesi in 2020. The symbolic battles of euphemism aspects which were discosvered consisted of the forms of change, revival, coolness, hope, continue, togetherness, unity, prosperity, novelty, identity, and populist. The symbolic battles that used censorship aspect consisted of satire, honesty, and politeness.KEYWORDS: Symbolic Battle, Euphemism, Censorship, Regional Elections.
DESAIN BAHAN AJAR KETERAMPILAN MENYIMAK BIPA “AKU SUKA INDONESIA” Nadra Amalia; Muhammad Arifin
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v17i2.4677

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, dimana kurikulum Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) diharapkan penutur asing yang belajar Bahasa Indonesia mudah mempelajari Bahasa Indonesia. Bahan ajar keterampilan menyimak BIPA ini berpusat kepada pengajar BIPA agar mudah mengajarkan bahasa Indonesia serta penutur asing yang diajarkan bahasa Indonesia dengan cepat mempelajari bahasa Indonesia. Selain itu, mahasiswa pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU dapat  menggunakan bahan ajar keterampilan menyimak Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dalam praktik pembelajaran BIPA dikelas ataupun secara daring dimasa pandemi saat ini. Oleh karena itu, bahan ajar keterampilan menyimak BIPA “Aku Suka Indonesia” dapat memudahkan mahasiswa dalam mempelajari BIPA serta menjalin kerjasama yang baik antara dosen dan calon pengajar BIPA (mahasiswa).Penelitian ini akan dilaksanakan dengan menerapkan metode kualitatif dan kuantitatif (mixed research). Metode pengumpulan data dengan observasi, angket dan tes. Sedangkan teknik analisi data menggunakan model Miles Huberman untuk data kualitatif dan uji statistik untuk data kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan selama satu tahun dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) pendahuluan/survey meliputi; studi literatur, studi lapangan, mengumpulkan data. 2) analisis data, 3)mendesain model pembelajaran, 4) analisis model pembelajaran, 5)uji coba lapangan.KATA KUNCI : bahan aja.r;, keterampilan menyimak; bahasa Indonesia untuk penutur asing BIPA LISTENING SKILLS TEACHING MATERIAL DESIGN “AKU SUKA INDONESIA”ABSTRACT: This research is motivated by the existence of a gap between expectations and reality, where the BIPA curriculum is expected for foreign speakers who learn Indonesian to learn Indonesian easily. This BIPA listening skill teaching material is centered on BIPA’s teachers so that it is easy to teach Indonesian and foreign speakers who are taught Indonesian quickly learn Indonesian. In addition, Indonesian language education students at FKIP UMSU can use teaching materials for Indonesian listening skills for foreign speakers (BIPA) in the practice of learning BIPA in class or online during the current pandemic. Therefore, teaching materials for BIPA listening skills "I Like Indonesia" can make it easier for students to learn BIPA and establish good cooperation between lecturers and prospective BIPA’s teachers (students). This research will be carried out by applying qualitative and quantitative methods (mixed research). Methods of data collection by observation, questionnaires and tests. While the data analysis technique uses the Miles Huberman model for qualitative data and statistical tests for quantitative data. This research was conducted for one year with the following steps: 1) preliminary/survey includes; literature study, field study, collecting data. 2) data analysis, 3) designing learning models, 4) analysis of learning models, 5) field trials.KEYWORDS: teaching materials;listening skills;Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing. 
FENOMENA DAN REALITAS SOSIAL BUDAYA SERTA NILAI-NILAI PADA CERITA RAKYAT CIREBON yusida gloriani; Tri Pujiatna; Maya D. Kurnia
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v17i2.4502

Abstract

ABSTRAK: Cerita rakyat merupakan salah satu bentuk karya  sastra  lama, yaitu cerita dari  zaman  dahulu  yang  hidup di kalangan rakyat  dan  diwariskan secara lisan. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat berguna bagi kehidupan masyarakat sekarang ,di antaranya sebagai pembelajaran nilai-nilai karakter dan sebuah kekayaan budaya. Cerita rakyat pada masyarakat Cirebon sangat beragam, ada yang berkaitan dengan nama tempat atau disebut juga legenda, berkaitan dengan kepercayaan atau mite, berkaitan dengan sejarah, maupun berkaitan dengan kehidupan hewan atau fabel, dan lain-lain. Pesan-pesan dalam cerita rakyat ini jika dikaji dengan pendekatan sosiologi sastra akan terungkap misteri sejarah dan nilai-nilai kemasyarakatan yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut. Cerita rakyat Cirebon merupakan cerita yang tumbuh pada masyarakat Cirebon. Cirebon berada di pesisir utara Pulau Jawa atau yang dikenal dengan jalur pantura yang menghubungkan Jakarta – Cirebon – Semarang – Surabaya. Masyarakat Cirebon memiliki pandangan hidup yang didasari dari implementasi adat istiadat yang didasarkan pada penjabaran hadis dan al-qur'an, di antara pandangan-pandangan hidup yang dipegang erat oleh masyarakat adat suku Cirebon yaitu "petatah-petitih" (pesan) dari Syekh Syarief Hidayatullah (Sunan GunungJati).Kata Kunci: cerita rakyat; sosiologi sastra PHENOMENCES AND SOCIAL-CULTURAL REALITY AND VALUES IN THE STORY OF THE CIREBON PEOPLEABSTRACT: Folklore is one form of old literary work, namely stories from ancient times that lived among the people and were passed down orally. The noble values contained in folklore are useful for the life of today's society, including learning character values and a cultural wealth. Folklore in Cirebon society is very diverse, some are related to place names or also called legends, related to beliefs or myths, related to history, or to the life of animals or fables, and others. The messages in this folklore, if studied with a sociological literary approach, will reveal the historical mysteries and social values contained in these folk tales. Cirebon folklore is a story that grows in Cirebon society. Cirebon is on the north coast of Java Island or what is known as the Pantura route that connects Jakarta - Cirebon - Semarang - Surabaya. The Cirebon people have a view of life which is based on the implementation of customs which is based on the translation of hadiths and the al-qur'an, among the views of life that are closely held by the Cirebon tribal people, namely "petatah-petitih" (message) from Syekh Syarief Hidayatullah (Sunan GunungJati).        Keywords: folklore; sociology of literature
ANALISIS KEJAHATAN BERBAHASA DALAM BERSOSIAL MEDIA (LINGUISTIK FORENSIK) Herwin Herwin; Mahmudah Mahmudah; Saleh Saleh
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v17i2.4431

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kejahatan berbahasa berdampak hukum pada tindak tutur ilokusi ekspresif bentuk penghinaan, fitnah, dan makian. Ditemukan dalam penelitian berupa kejahatan berbahasa berdampak hukum pada tindak tutur ilokusi ekspresif bentuk penghinaan, fitnah, dan makian. Pertama, Bentuk-bentuk ilokusi penghinaan yang dilakukan oleh pengguna media sosial pada masa pra dan pasca pemilihan Walikota Makassar 2020 ditemukan bebarapa bentuk ilokusi tindak tutur ekspresif penghinaan yaitu omong kosong, omong doang, pakai otak,bohong, iqnya rendah, mempermalukan diri sendiri, otak kosong, tong kosong nyaring bunyinya, banyak ballena, ular berkepala dua, dan seribu wajah. Kedua, Bentuk-bentuk ilokusi fitnah yang dilakukan pengguna sosial media pada masa pra dan pasca pemilihan Walikota Makassar 2020 ditemukan bebarapa bentuk ilokusi tindak tutur ekspresif fitnah yaitu, tidak ada sekali sama sekali kinerja yang diberikan, melakukan korupsi, melakukan kecuangan, calon koruptor, menjadi provokator, melakukan kelicikan, dan mendapatkan bantuan. Ketiga, Bentuk-bentuk ilokusi fitnah dilakukan oleh pengguna media sosial pada masa pra dan pasca pemilihan Walikota Makassar 2020 ditemukan bebarapa bentuk ilokusi tindak tutur ekspresif makian yaitu, telaso, sundala, tidak punya rasa malu, munafik, calon ahli neraka, balao, rakus harta, bau tanah, mulut comberan, kongkong, dan tolo-tolo.
AKUISISI FONOLOGI ANAK USIA 20 BULAN DALAM KONTEKS PERCAKAPAN SEHARI-HARI : SEBUAH TINJAUAN PSIKOLINGUISTIK Fitria Aprilia
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v17i2.4555

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan akuisisi/pemerolehan bahasa pada anak usia 20 bulan (1.8 tahun) ditinjau dari aspek fonologi yang meliputi pemerolehan fonem konsonan, vokal, dan diftong. Studi ini dilakukan di Palembang pada bulan Juli 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh dari seorang anak laki-laki dengan inisial MDA sebagai responden. Teknik pengumpulan data dalam studi ini yaitu berupa   vobservasi dan rekam. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa responden telah mampu menghasilkan beberapa bunyi atau fonem yang ada dalam bahasa Indonesia. Fonem-fonem yang diproduksi terdiri dari fonem konsonan yang sudah muncul sebanyak 9 fonem yaitu /p/, /b/, /t/, /d/, /m/, /n/, /ŋ/, /w/, /y/. Responden juga telah mampu menghasilkan fonem vokal /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/. Bunyi vokal rangkap (diftong) seperti /au/, /ai/, /ue/, dan /ua/ juga telah dikuasai oleh responden.KATA KUNCI: fonem (konsonan, vokal, dan diftong), fonologi, pemerolehan bahasa  PHONOLOGY AQUISITION OF A 20 MONTHS BABY IN DAILY CONVERSATION CONTEXT : A PSYCHOLINGUISTICS STUDY ABSTRACT: The aim of this research is to describe the language acquisition of a child by the age of 20 months / 1.8 years old, seen from the phonological aspects such as phonemes of consonants, vowels, and diphthongs. This research was conducted in Palembang, on July 2021. The method used in this research was qualitative method through case study approach. The data were obtained from a young boy namely MDA as the respondent. The techniques of collecting the data in this research were through observation and recording. The results of the analyses show that the respondent has mastered various phonemes exist in Bahasa Indonesia. These phonemes consist of 9 consonants which are /p/, /b/, /t/, /d/, /m/, /n/, /ŋ/, /w/, /y/. The respondent also has been able to produce the vowel phonemes such as /a/, /i/, /u/, /e/, and /o/. Besides that, it was also found some kinds of diphthongs which are /au /, /ai/, /ue/, and /ua/.KEYWORDS: phonemes (consonants, vocals, diphthongs), phonology, language       acquisition
KASUS HOAKS PANDEMI COVID-19: SUATU TINJAUAN LINGUISTIK FORENSIK Nur Handayani; Johar Amir; Juanda Juanda
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v17i2.4432

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini berfokus pada kajian linguistik forensik yang membahas mengenai Kasus Hoaks Pandemi Covid-19 yang beredar di media sosial. Adapun tujuan penelitian ini mendeskripsikan kategori kasus hoaks Covid-19 dan menganalisis karakteristik kebahasaan pada kasus kejahatan berbahasa yakni kasus hoaks dimasa pandemi Covid-19. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui laman resmi kementrian komunikasi dan informatika (kemenkominfo). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, teknik baca, teknik catat. Proses analisis data dalam mendeskripsikan kategori hoaks pandemi Covid-19 dengan mengidentifikasi data berdasarkan pemahaman teori kasus hoaks dan memahami hukum sesuai peraturan perundang-undangan. Sedangkan dalam proses menganalisis karakteristik kebahasaan pada kasus hoaks pandemi Covid-19 dengan menggunakan pendekatan semantik, sintaksis dan teori konteks Halliday. Hasil dalam penelitian ini terdapat dua bentuk kategori kasus hoaks mengenai pandemi Covid-19 yang banyak beredar di sosial media, yakni kasus hoaks berjenis misinformasi dan kasus hoaks berjenis disinformasi. Hasil analisis karakteristik kebahasaan yang menjadi penanda kebohongan berupa 1) penggunaan kosa-kata atau diksi 2) bentuk kalimat pada teks kasus hoaks 3) analisis konteks berisi fakta serta tujuan pelaku.KATA KUNCI: Covid-19; hoaks; linguistik forensik. THE CASE OF THE COVID-19 PANDEMIC HOAX: AN OVERVIEW OF FORENSIC LINGUISTICS ABSTRACT: This research focused on forensic Linguistic Review which discussed about hoax case of Covid-19 pandemic circulated in social media. The purpose of this research is to describe the category of Covid-19 hoaxes and to analyze the linguistics’ characteristic of language wickedness’ case which is hoax case of Covid-19 pandemic. The date in this research was gained by the official website of the Ministry of Communications and Informatics. The techniques of data collection were documentation technique, reading technique, and notepad technique. The process of data analysis to describe the category of Covid-19 hoaxes were data identification based on theoretical comprehension of hoax cases and legislation-based-law comprehension. Meanwhile, in processes of linguistics’ characteristic analysis on the hoax case of Covid-19 pandemic were semantics approach, syntax and Halliday context theory. The result of this research found that there are two categories on hoax case of Covid-19 pandemic which were circulating in social media, namely hoax cases caused by misinformation and hoax cases caused by disinformation. The linguistics’ characteristic that became the sign of lies are 1) the using of vocabulary and diction; 2) the sentence structure in the hoax case text; 3) the context analysis which includes the fact and the goals of the perpetrators.KEYWORDS: Covid-19; forensic linguistics, hoax.
OBJEKTIFIKASI DAN RESILIENSI PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN BAYANGAN KARYA NETTY VIRGIANTINI Tania Intan
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v17i2.4209

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap adanya objektifikasi dan resiliensi perempuan di dalam novel Perempuan Bayangan karya Netty Virgiantini. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dari objek penelitian dipilih dengan teknik simak-catat setelah melalui pembacaan tertutup. Data kemudian diklasifikasi, diinterpretasi, dan dikaji dengan teori yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan rentan mengalami objektifikasi, sebagaimana yang dialami oleh tokoh utama perempuan, Ningrum. Objektifikasi tersebut dilakukan oleh orangtua yang memaksanya untuk menikah, kedua calon mertuanya yang menolaknya karena tidak dapat memberikan keturunan, Satria yang memanfaatkannya untuk menghilangkan kesepian dan melampiaskan hasrat seksual, dan arwah Utari yang mengharapkannya menjadi istri pengganti. Tokoh perempuan tersebut menyikapi objektifikasi dengan resiliensi secara verbal dan juga dalam bentuk tindakan aktif. KATA KUNCI: kritik sastra feminis; Netty Virgiantini, objektifikasi; perempuan; resiliensi  OBJECTIVES AND WOMEN'S RESILIENCE IN NETTY VIRGIANTINI's NOVEL PEREMPUAN BAYANGAN ABSTRACT: This study aims to reveal the objectification and resilience of women in the novel Perempuan Bayangan by Netty Virgiantini. This research was conducted in April 2021. The method used in this research is descriptive qualitative, with a feminist literary criticism approach. Data in the form of words, phrases, and sentences from the research object were selected using the note-taking technique after going through closed reading. The data are then classified, interpreted, and reviewed with relevant theories. The results of this study indicate that women are prone to objectification, as experienced by the main female character, Ningrum. The objectification was carried out by her parents (who forced her to marry), her two prospective parents-in-law (who rejected her because she was unable to give offspring), Satria (who used her to get rid of loneliness and indulge sexual desires), and the spirit of Utari (who expected her to become a substitute wife). The female character responds to objectification with resilience verbally and also in the form of active action. KEYWORDS: feminist literary criticism; Netty Virgiantini, objectification; resilience; women
PENGEMBANGAN WEBSITE EDUCANDY SEBAGAI ALAT EVALUASI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SISWA KELAS V Prabawati Nurhabibah; Fikriyah Fikriyah; Komala Dewi
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v17i2.4652

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah pengembangan evaluasi pembelajaran interaktif berbasis Website Educandy, (2) kelayakan dari pengembangkan evaluasi pembelajaran interaktif berbasis Website Educandy. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan Thiagarajan, juga dikenal sebagai model pengembangan 4-D. Tahap definisi, tahap desain, tahap pengembangan, dan tahap diseminasi adalah empat tahap Produk yang telah dikembangkan secara efektif sebagai hasil dari penelitian ini. Penelitian ini menghasilkan produk evaluasi pembelajaran interaktif untuk pembelajaran bahasa di Kelas V. Berdasarkan uji kelayakannya oleh ahli media dan materi, validasi kelayakan dari validator ahli media diperoleh persentase validitas sebesar 86,67 persen, sedangkan kriteria sangat layak termasuk dalam hasil validasi kelayakan dari ahli materi I yang diperoleh persentase validitas sebesar 93,33 persen, dan kriteria sangat layak termasuk dalam hasil validasi kelayakan ahli materi II diperoleh persentase validitas sebesar 93,33 persen. KATA KUNCI: Evaluasi Pembelajaran Interaktif, Website Educandy DEVELOPMENT OF THE EDUCANDY WEBSITE AS A TOOL OF EVALUATION IN INDONESIAN LEARNING FOR CLASS V STUDENTSABSTRACT: This study aims to determine (1) the steps for developing an interactive learning evaluation based on the Educandy Website, (2) the feasibility of developing an interactive learning evaluation based on the Educandy Website. The development model used in this study is the Thiagarajan research and development model, also known as the 4-D development model. The definition stage, the design stage, the development stage, and the dissemination stage are the four product stages that have been developed effectively as a result of this research. This study resulted in an interactive learning evaluation product for language learning in Class V. Based on the feasibility test by media and materials experts, the validation of the feasibility of the media expert validator obtained a validity percentage of 86.67 percent, while the very feasible criteria were included in the feasibility validation results from the material expert. I obtained a validity percentage of 93.33 percent, and very feasible criteria included in the results of the validation of the feasibility of material experts II obtained a validity percentage of 93.33 percent.KEYWORDS: Interactive Learning Evaluation, Educandy Website

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21 No 1 (2025): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 1 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16, No 1 (2020): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15, No 2 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): Jurnal FON Vol 13, No 2 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2018): Jurnal FON Vol 12, No 1 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017) Vol 10, No 1 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 7, No 2 (2015) Vol 7, No 2 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 5, No 2 (2014) Vol 5 No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 3, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2012) More Issue