cover
Contact Name
Ifah Hanifah
Contact Email
ifah.hanifah@uniku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : 10.25134/fjpbsI
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan media publikasi ilmiah (artikel dan hasil penelitian) pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. FON diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan. FON memiliki nomor ISSN cetak 2086-0609 dan ISSN elektronik 2614-7718.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
HEGEMONI KEKUASAAN DALAM NOVEL 86 KARYA OKKY MADASARI Pangestu, Ilham Bagus; Suparmin, Suparmin; Sudiatmi, Titik
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i2.7861

Abstract

ABSTRAK: Teori hegemoni Gramsci memberikan pengaruh terhadap studi sastra. Sastra tidak hanya dipandang sebagai gejala yang diciptakan masyarakat saja, tetapi sastra mampu memberikan makna dan sudut pandangan tentang kekuatan sosial bagi pembacanya.  Teori hegemoni Gramsci dan sosiologi sastra digunakan untuk meninjau praktik hegemoni kekuasaan di lingkungan lembaga penegak hukum sebagai pemegang kekuasaan. Gramsci membagi dua wilayah kekuasaan sebuah negara yang meliputi masyarakat politi dan masyarakat sipil. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan pada penelitian ini untuk menganalisis dan menguraikan temuan berupa fakta bentuk-bentuk hegemoni kekuasaan pada novel 86 karya Okky Madasari. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk-bentuk praktik hegemoni kekuasaan pada novel 86 karya Okky Madasari. Tinjauan bentuk-bentuk praktik hegemoni kekuasaan pada penelitian ini terbagi atas dua kelas sosial yaitu, masyarakat politik dan masyarakat sipil. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilaukan dengan teknik baca, catat dan dokumentasi. Analisis  data dilakukan dengan dengan identifikasi data, klasifikasi data, analisis data, penarikan simpulan dan pembahasan berdasarkan teori hegemoni Gramsci. Praktik hegemoni kekuasaan yang ditemukan pada penelitian ini sebagai berikut: 1) masyarakat politik yang memanfaatkan kedudukannya untuk menominasi masyarakat sipil melalui bentuk hegemoni kekuasaan berupa sikap penguasa yang berkuasa secara penuh, kekuasaan imbalan dan korup, bersikap kapitalis, sikap solidaritas identitas dan tindak mengancam dan memaksa. 2) masyarakat sipil yang menjadi objek hegemoni merepresentasikan sikapnya dengan cara menentang pemimpin dan penguasa, patuh pada pemimpin atau atasan dan berusaha menyingkirkan penentang.KATA KUNCI: hegemoni kekuasaan; novel 86; sosiologi sastraHEGEMONY OF POWER IN NOVEL 86 BY OKKY MADASARI ABSTRACT: Gramsci's theory of hegemony influences literary studies. Literature is not only seen as a symptom created by society, but literature is able to provide meaning and viewpoints about social power for its readers. Gramsci's theory of hegemony and sociology of literature are used to review the practice of hegemony of power within law enforcement agencies as power holders. Gramsci divides the two areas of power of a state which includes political society and civil society. A qualitative descriptive research method was used in this study to analyze and describe the findings in the form of facts on the forms of hegemony of power in Okky Madasari's novel 86. The purpose of this research is to find out the forms of power hegemony practices in novel 86 by Okky Madasari. An overview of the forms of power hegemony practices in this study are divided into two social classes, namely, political society and civil society. The data collection technique for this research was carried out using reading, note-taking and documentation techniques. Data analysis was carried out by identifying data, classifying data, analyzing data, drawing conclusions and discussing based on Gramsci's hegemonic theory. The practice of hegemony of power found in this study is as follows: 1) political society that takes advantage of its position to nominate civil society through forms of hegemony of power in the form of the attitude of the ruler having full power, rewarding and corrupt power, capitalist attitudes, attitudes of identity solidarity and acts of threat and coercion. 2) civil society which is the object of hegemony represents its attitude by opposing leaders and authorities, obeying leaders or superiors and trying to get rid of opponents.KEYWORDS: hegemony of power; novel 86; sociology of literature
STRUKTUR NARATIF VLADIMIR PROPP PADA CERITA RAKYAT IKAN DEWA DI KABUPATEN KUNINGAN Rohaedi, Edi; Koswara, Dedi; Isnendes, Retty
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i2.7360

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menguji cobakan teori struktur naratif Vladimir Propp terhadap cerita rakyat ikan dewa di Kabupaten Kuningan, dengan mengambil sampel satu dari tiga versi cerita rakyat ikan dewa yang didapat di lapangan. Latar belakang penelitian ini adalah sebagai upaya pelestarian sastra lisan yang kini sudah hampir hilang dikarenakan perkembangan teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskrriptif, data penelitian merupakan cerita rakyat yang bersumber langsung dari lapangan, observasi, dokumentasi dan wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data dan deskripsi analisi digunakan untuk mengolah data menerapkan pendekatan struktur naratif Vladimir Propp.  Hasil dari penelitian ini, membuktikan bahwa pendekatan struktur naratif Vladimir Propp dapat digunakan untuk menganalisis cerita rakyat yang berasal dari lapangan, dengan ditemukanya 21 fungsi pelaku, yang didistribusikan ke dalam tiga lingkungan aksi, dan terdapat tiga pola atau pergerakan cerita sengan skema (α)-J-a-Z-Q-E-Rs-↑-B-↑-β-B-E-B-N-B-J-F-K-B-F-T-(X). Selain itu, struktur naratif Vladimir Propp bukan hanya menggambarkan struktur naratif sebuah karya sastra, akan tetapi dapat mengetahui karakter tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut, seperti yang digambarkan oleh tokoh Sunan Gunung Jati dalam cerita tersebut.Kata kunci 1;, cerita rakyat, ikan dewa, kuningan, struktur  VLADIMIR PROPP'S NARRATIVE STRUCTURE ON THE FOLKLORE OF THE GOD FISH IN KUNINGAN REGENCY ABSTRACT: This study aims to test Vladimir Propp's narrative structure theory on the folklore of ikan dewa in Kuningan Regency, by taking a sample of one of three versions of the folklore of ikan dewa obtained in the field. The background of this research is as an effort to preserve oral literature which is now almost lost due to technological developments. This research is a qualitative research with a descriptive approach, the research data is folklore that comes directly from the field, observations, documentation and interviews are used as data collection techniques and descriptive analysis is used to process data using Vladimir Propp's narrative structure approach. The results of this study prove that Vladimir Propp's narrative structure approach can be used to analyze folklore originating from the field, by finding 21 actors' functions, which are distributed into three action environments, and there are three patterns or story movements with schemes (α)- J-a-Z-Q-E-Rs-↑-B-↑-β-B-E-B-N-B-J-F-K-B-F-T-(X). In addition, Vladimir Propp's narrative structure not only describes the narrative structure of a literary work, but can identify the characters in the story, as depicted by the character Sunan Gunung Jati in the story.Keywords 1;, folklore, ikan dewa, kuningan, structure
STRATEGI KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA CULPEPER DALAM ANCAMAN APLIKASI PINJAMAN ONLINE MELALUI MEDIA SOSIAL WHATSAPP Al-Mubarrok, Muhammad Ramdlan; Wagiati, Wagiati; Darmayanti, Nani
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i2.8288

Abstract

ABSTRAK: Bersamaan dengan pertumbuhan pinjol, muncul pula kekhawatiran terkait etika komunikasi antara perusahaan pinjol dan konsumen, terutama dalam interaksi melalui media sosial seperti WhatsApp. Salah satu fenomena yang muncul adalah ketidaksantunan berbahasa yang dilakukan oleh perusahaan pinjol dalam mengancam konsumen melalui pesan teks. Ketidaksantunan berbahasa dalam penagihan hutang dapat menyebabkan konsumen merasa terintimidasi, stres, dan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi ketidaksantunan berbahasa yang digunakan oleh aplikasi pinjaman online dalam mengancam konsumen melalui media sosial WhatsApp. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan mengadopsi pendekatan pragmatik, penelitian ini mendasarkan analisisnya pada kerangka teoretis Culpeper tentang ketidaksantunan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pinjaman online sering menggunakan strategi ketidaksantunan berbahasa dalam ancaman kepada konsumen. Strategi-strategi tersebut mencakup penggunaan ketidaksantunan secara langsung, positif, negatif, sarkasme atau kesantunan semu, serta menahan kesantunan. Penggunaan strategi ini dapat mempengaruhi hubungan antara aplikasi pinjaman online dan konsumen, menciptakan ketegangan dan ketidakpuasan. Implikasi pragmatik dari penelitian ini adalah perlunya kesadaran dan peningkatan kesantunan berbahasa dalam komunikasi antara aplikasi pinjaman online dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 107 data strategi ketidaksantunan yang terdiri dari ketidaksantunan langsung, ketidaksantunan negatif, ketidaksantunan positif, ketidaksantunan semu, dan menahan kesantunan. KATA KUNCI: Berbahasa; Culpeper; Ketidaksantunan; Pinjaman Online; Whatsapp. THE STRATEGY OF CULPEPER LANGUAGE DISABILITY IN THE THREAT OF ONLINE LOAN APPLICATIONS THROUGH WHATSAPP SOCIAL MEDIA: A PRAGMATIC STUDY ABSTRACT: Along with the growth of pinjol, concerns have also emerged regarding communication ethics between pinjol companies and consumers, especially in interactions through social media such as WhatsApp. One phenomenon that has emerged is the impoliteness of language used by loan shark companies in threatening consumers through text messages. Language impoliteness in debt collection can cause consumers to feel intimidated, stressed, and anxious. This study aims to analyse the language impoliteness strategies used by online loan applications in threatening consumers through WhatsApp social media. This study uses qualitative research by adopting a pragmatic approach, this study bases its analysis on Culpeper's theoretical framework on language impoliteness. The results show that online loan applications often use language impoliteness strategies in threatening consumers. These strategies include the use of direct, positive, negative, sarcasm or false politeness, and withholding politeness. The use of these strategies can affect the relationship between online loan apps and consumers, creating tension and dissatisfaction. The pragmatic implication of this research is the need for awareness and improvement of language politeness in communication between online loan applications and consumers. The results showed that there were 107 impoliteness strategy data consisting of bald on record impoliteness, positive impoliteness, negative impoliteness, mock impoliteness or sarcasm, and withholding politeness.KEYWORDS: Language; Culpeper; Incivility; Online Loan; Whatsapp.
KONFLIK KEPRIBADIAN NEUROTIK PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DAKSA KARYA RIZKI ANJARANI Pratiwi, Hermalinda Rizki; Dewi, Trie Utari
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i2.7902

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud konflik kepribadian neurotik dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi konflik kepribadian neurotik yang dialami oleh tokoh utama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dari penelitian ini adalah teks, kalimat, dan dialog yang berkaitan dengan konflik kepribadian dan upaya pengatasannya. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Daksa karya Rizki Anjarani. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis isi dengan cara menandai dan mengelompokkan teks, kalimat, dan dialog yang terkait dengan konflik kepribadian dan upaya pengatasan konflik kepribadian berdasarkan teori Karen Horney. Konflik kepribadian yang ditemukan pada penelitian ini terbagi menjadi 2 bentuk konflik yaitu, konflik interpersonal dan konflik intrapsikis. Upaya dalam mengatasi konflik kepribadian yang terjadi dilakukan dengan tiga acara yaitu, bergerak mendekati orang lain, bergerak melawan orang lain, dan bergerak menjauhi orang lain. Ketiga cara tersebut dilakukan oleh tokoh utama pada novel Daksa agar konflik yang terjadi dalam diri tokoh utama dapat diredakan dan diatasi.KATA KUNCI: Konflik Kepribadian; Neurotik; Novel; Psikoanalisis.THE MAIN CHARACTER PERSONALITY CONFLICT IN THE NOVEL DAKSA BY RIZKI ANJARANI: A REVIEW OF KAREN HORNEY'S SOCIAL PSYCHOANALYSIS. ABSTRACT: The purpose of this research is to describe the form of neurotic personality conflict and the efforts made to overcome the neurotic personality conflict experienced by the main character. This study used qualitative research methods. The data from this study are texts, sentences, and dialogues related to personality conflicts and efforts to overcome them. The source of the data in this study is the novel Daksa by Rizki Anjarani. The data collection technique in this study is the observing and noting technique. The data analysis technique used is content analysis technique by tagging and grouping texts, sentences, and dialogues related to personality conflicts and efforts to overcome personality conflicts based on Karen Horney's theory. The personality conflicts found in this study are divided into 2 forms of conflict, namely, interpersonal conflict and intrapsychic conflict. Efforts to overcome personality conflicts that occur are carried out in three ways, namely, moving towards other people, moving against other people, and moving away from other people. These three methods are carried out by the main character in Daksa's novel so that the conflict that occurs within the main character can be mitigated and overcome.KEYWORDS: Personality Conflicts; Neurotics; Novels; Psychoanalysis.
PERLAWANAN PEREMPUAN TERHADAP DISKRIMINASI DALAM NOVEL LUSI LINDRI KARYA Y. B. MANGUNWIJAYA Puspito, Pitrus; Widharyanto, Bonifasius; Herujiyanto, Antonius
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i2.7446

Abstract

ABSTRAK: Fokus penelitian ini adalah perlawanan perempuan terhadap diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlawanan perempuan terhadap diskriminasi dalam novel Lusi Lindri Karya Y. B. Mangunwijaya. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa kalimat, rangkaian kalimat atau paragaraf dianalisis dengan teori analisis wacana kritis Sara Mills. Secara umum model analisis wacana kritis Sara Mills menekankan pada wacana mengenai feminis untuk melihat bagaimana posisi wanita ditampilkan dalam teks. Posisi-posisi yang dimaksud Sara Mills, yaitu dalam arti siapa yang menjadi subjek-objek penceritaan serta posisi pembaca dalam wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua bentuk perlawanan yang dilakukan oleh perempuan terhadap diskriminasi, yakni perlawnanan radikal dan perlawanan kompromis. Kedua perlawanan tersebut ditampilkan sebagai posisi subjek, posisi objek, dan posisi pembaca yang sesuai dengan teori analisis wacana Sara Mills. Hasil penelitian ini juga menunjukkan sikap afirmasi Y.B. Mangunwijaya terhadap perlawanan yang dilakukan perempuan terhadap diskriminasi dalam novel Lusi Lindri.KATA KUNCI: Analisis Wacana Kritis Sara Mills; Diskriminasi; Perlawanan Perempuan  WOMEN'S RESISTANCE TO DISCRIMINATIONIN THE NOVEL LUSI LINDRI BY Y. B. MANGUNWIJAYA ABSTRACT: The focus of this research is women's resistance to discrimination. This study aims to analyze the form of women's resistance to discrimination in the novel Lusi Lindri by Y. B. Mangunwijaya. This study uses a qualitative descriptive methodology. Research data in the form of sentences, series of sentences or paragraphs were analyzed using Sara Mills' critical discourse analysis theory. In general, Sara Mills' critical discourse analysis model emphasizes discourse on feminists to see how the position of women is presented in the text. The positions referred to by Sara Mills, namely in terms of who are the subjects of the narrative and the position of the reader in the discourse. The results of the study show that there are two forms of resistance by women against discrimination, namely radical resistance and compromise resistance. The two resistances are shown as subject position, object position, and reader position according to Sara Mills' theory of discourse analysis. The results of this study also show that Y.B. Mangunwijaya against women's resistance to discrimination in Lusi Lindri's novel.KEYWORDS: Sara Mills' Critical Discourse Analysis; Discrimination; Women's resistance
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN PENGAJARAN SASTRA dewi, rahma; nursalim, nursalim; farida, aida; ayurani, isma; sitorus, ahmad syukri
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i1.6207

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini membahas tentang pembentukan karakter siswa Sekolah Dasar (SD) dengan pengajaran sastra. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dialami siswa pada saat ini, yaitu terkait dengan menurunnya moral, kreativitas serta interaksi siswa baik di lingkungan sekolah dan masyarakat. Langkah-langkah yang dapat ditempuh adalah penguatan pemahaman siswa terkait pengajaran sastra tersebut mempunyai muatan kajian antara manusia dengan lingkungan kehidupannya. Hal tersebut tentutnya ditanamkan sejak siswa masih duduk di bangku pendidikan Sekolah Dasar (SD). Adapun bentuk langkah-langkah yang harus di pahami tersebut adalah, (1) Pengaplikasian pembentukan karakter siswa SD, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga, (2) Pengaplikasian pengajaran sastra siswa SD, dan (3) optimalisasi pembentukan karakter siswa SD dengan pengajaran sastra. Dengan memahami pelaksanaan tersebut, maka diharapkan terciptanya kehidupan siswa yang berkarakter, sehingga generasi yang berkarakter tersebut dapat membangun bangsa pada kehidupan yang lebih baik. KATA KUNCI: Pembentukan Karakter, Siswa Sekolah Dasar, Pengajaran Sastra. CHARACTER ESTABLISHMENT OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS WITH LITERATURE TEACHING ABSTRACT: This study discusses the character building of elementary school students by teaching literature. This is motivated by the problems experienced by students at this time, which is related to the decline in morale, creativity and student interaction both in the school environment and in the community. The steps that can be taken are strengthening students' understanding regarding the teaching of literature that has a study content between humans and their environment. This is of course instilled since students are still sitting on the elementary school (SD) education bench. The forms of the steps that must be understood are, (1) the application of character building for elementary school students, both in the formal education environment and in the family environment, (2) the application of teaching literature to elementary school students, and (3) optimizing the character formation of elementary school students by literature teaching. By understanding this implementation, it is hoped that the life of students with character will be created, so that a generation with such character can build the nation for a better life.KEYWORDS: Character Building, Elementary School Students, Literature Teaching.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS Sariasih, Yanti; Musdikawati, Sri; Marasabessy, Fachria Yamin
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i2.7100

Abstract

ABSTRAK: Novel sebagai sebuah karya sastra selalu mengandung nilai-nilai yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Melalui nilai-nilai tersebut diharapkan para pembaca dapat menjadikannya sebagai media refleksi bagi diri untuk berbenah ke arah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam novel “Hati Suhita” karya Khilma Anis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kalimat-kalimat yang menggambarkan nilai pendidikan karakter Sumber data penelitian adalah novel “Hati Suhita” karya Khilma Anis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca-catat, sedangkan nalisis data dilakukan dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel “Hati Suhita” karya Khilma Anis. mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, seperti nilai: (1) religius, (2) tanggung jawab, (3) gemar membaca, (4)kerja keras, (5) komunikatif, (6) peduli sosial, (7) kreatif, dan (8) cinta damai. Nilai-nilai tersebut menyatu padu dengan serangkaian cerita di dalam novel dan dimunculkan pengarang secara tersurat dan tersirat.KATA KUNCI: nilai; pendidikan karakter; novel THE VALUE OF CHARACTER EDUCATION IN THE NOVEL HATI SUHITA BY KHILMA ANIS ABSTRACT: Novel as a literary work always contains values that the author wants to convey to the reader. Through these values, readers are expected to be able to make it a medium of reflection for themselves to improve in a better direction.  This study aims to describe the value of character education in the novel "Hati Suhita" by Khilma Anis. This study used descriptive qualitative method. Source of research data is the novel "Hati Suhita" by Khilma Anis. The data was collected using the reading-note technique, while the data analysis was carried out using the descriptive technique. The results showed that the novel "Hati Suhita" by Khilma Anis. contains character education values, such as: (1) religious, (2) responsibility, (3) fond of reading, (4) hard work, (5) communicative, (6) social care, (7) creative, and (8) peace-loving. These values are integrated into a series of stories in the novel and the authors appear implicitly and explicitly.KEYWORDS: values, character education, novel
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM MENULIS TEKS DESKRIPSI PESERTA DIDIK KELAS VII SMP PGRI 1 KEDIRI BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA APRILIANI, ELSA ARISTANTYA; Arif, Nur Fajar
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i1.8275

Abstract

ABSTRAK: Saat ini pendidikan di Indonesia menerapkan Kurikulum Merdeka. Terdapat beberapa tuntutan dalam Kurikulum Merdeka yaitu (1) menuntut adanya keterlibatan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) dalam proses pembelajaran, (2) menuntut peserta didik memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minatnya, dan (3) pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil Pelajar Pancasila. Secara tidak langsung untuk memenuhi tuntutan tersebut pelaku pendidikan dalam hal ini guru harus mampu berinovasi. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah membuat media elektronik yang mampu membuat peserta didik berpikir kritis dan mampu belajar secara mandiri. Penelitian ini berupaya mengembangkan media audiovisual pada kurikulum merdeka dalam menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP. Tujuan penelitian pengembangan ini secara umum yang akan dicapai adalah tersusunnya media audiovisual pada kurikulum merdeka dalam menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP. Sedangkan tujuan khusus yang akan dicapai sebagai berikut yaitu menjelaskan kebutuhan guru dan peserta didik terhadap media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP, menjelaskan proses pengembangan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP dan menjelaskan kelayakan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini adalah adaptasi prosedur pengembangan ADDIE (Reiser dan Mollenda, 1990). Adapun langkahnya yaitu (1) analisis (analyze), (2) desain (design), (3) pengembangan (development), (4) implementasi (implementation), dan (5) evaluasi (evaluation). Subjek penelitian ini adalah ahli perancangan pembelajaran, ahli materi/isi, ahli kebahasaan, ahli media, pengguna (guru), dan pengguna (peserta didik). Instrumen pengumpulan data berupa lembar penilaian yang dinilai oleh ahli perancangan pembelajaran, ahli materi/isi, ahli kebahasaan, ahli media, pengguna (guru), dan pengguna (peserta didik). Hasil uji coba menunjukkan bahwa pertama yaitu penilaian ahli perancangan pembelajaran, diperoleh hasil penilaian sebesar 92% dengan kategori “sangat layak”. Yang kedua yaitu penilaian ahli materi/isi, diperoleh hasil penilaian sebesar 87% dengan kategori “layak”. Yang ketiga yaitu penilaian ahli kebahasaan, diperoleh hasil penilaian sebesar 93% dengan kategori “sangat layak”. Keempat penilaian ahli media, diperoleh hasil penilaian sebesar 79% dengan kategori “cukup layak”. Selain dinilai oleh para ahli, produk juga dinilai oleh pengguna baik itu guru maupun peserta didik. Penilaian yang dilakukan pengguna guru terbagi menjadi tiga aspek yaitu aspek materi/isi, aspek kebahasaan, dan aspek media. Penilaian aspek materi/isi diperoleh hasil sebesar 94% dengan kategori “sangat layak”. Penilaian aspek kebahasaan diperoleh hasil sebesar 89% dengan kategori “layak”. Sedangkan penilaian aspek media diperoleh hasil sebesar 92% dengan kategori “sangat layak”. Berikutnya penilaian dari pengguna peserta didik, diperoleh hasil penilaian sebesar 87% dengan kategori “layak”. Dengan perolehan tersebut, maka dapat dikategorikan bahwa produk media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP layak digunakan dalam proses pembelajaran.KATA KUNCI: pengembangan, media audiovisual, teks deskripsi, kurikulum merdeka  AUDIOVISUAL MEDIA DEVELOPMENT IN WRITINGDESCRIPTION TEXT OF STUDENTS OF CLASS VII SMP PGRI 1 KEDIRIBASED ON INDEPENDENT CURRICULUM ABSTRACT: Currently, education in Indonesia applies the Independent Curriculum. There are several demands in the Merdeka Curriculum, namely (1) demanding the involvement of ICT (Information Communication Technology) in the learning process, (2) requiring students to choose what subjects they want to learn according to their talents and interests, and (3) project-based learning to development of soft skills and character according to the Pancasila Student profile. Indirectly, to meet these demands, educators, in this case teachers, must be able to innovate. One form of this innovation is creating electronic media that is able to make students think critically and be able to learn independently. This research seeks to develop audiovisual media in the independent curriculum in writing descriptive texts for class VII students of junior high school. The general aim of this development research that will be achieved is the compilation of audiovisual media in the independent curriculum in writing descriptive texts for class VII students of junior high school. While the specific objectives to be achieved are as follows namely explaining the needs of teachers and students for audiovisual media in learning to write descriptive texts for class VII junior high school students, explaining the process of developing audiovisual media in learning to write descriptive texts for class VII students of junior high schools and explaining the feasibility of audiovisual media in learning to write descriptive texts for class VII students of junior high school. The development procedure in this study is an adaptation of the ADDIE development procedure (Reiser and Mollenda, 1990). The steps are (1) analysis (analyze), (2) design (3) development (development), (4) implementation (implementation), and (5) evaluation (evaluation). The subjects of this study were learning design experts, material/content experts, language experts, media experts, users (teachers), and users (students). The data collection instrument was in the form of assessment sheets which were assessed by learning design experts, material/content experts, language experts, media experts, users (teachers), and users (students). The trial results showed that first, namely the assessment of learning design experts, an assessment result of 92% was obtained in the "very feasible" category. The second, namely the assessment of material/content experts, obtained an assessment result of 87% in the "decent" category. The third is the assessment of linguistic experts,obtained the results of the assessment of 93% with the category "very feasible". The four assessments of media experts, obtained an assessment result of 79% in the "reasonable enough" category.Apart from being assessed by experts, the product is also assessed by users, both teachers and students. The assessment carried out by teacher users is divided into three aspects, namely material/content aspects, linguistic aspects, and media aspects. The assessment of the material/content aspect obtained a result of 94% in the "very decent" category. Assessment of linguistic aspects obtained results of 89% in the "decent" category. While the media aspect assessment obtained results of 92% in the "very decent" category. Next, the assessment of student users obtained an assessment result of 87% in the "decent" category. With these acquisitions, it can be categorized that audiovisual media products in learning to write descriptive texts for class VII SMP students are appropriate to use in the learning process.KEYWORDS: development, audiovisual media, descriptive text, independent curriculum
PENGEMBANGAN SILABUS DAN MATERI AJAR MATA KULIAH BAHASA INDONESIA BERBASIS LITERASI KOMPREHENSIF Botifar, Maria; Ifnaldi, Ifnaldi; Khair, Ummul
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i1.8451

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk silabus dan materi ajar mata kuliah Bahasa Indonesia berbasis literasi komprehensif. Mahasiswa membutuhkan pembelajaran bahasa Indonesia dalam tataran aplikasi yang tinggi untuk pengembangan kompetensi kebahasaan, sementara silabus dan materi ajar terdahulu lebih memfokuskan pada pengembangan aspek kognitif saja. Untuk itu penelitian silabus dan materi ajar ini menjadi penting dilaksanakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan yang mengadopsi pengembangan Borg dan Gall dengan implementasinya  pada tiga tahap pengembangan yaitu tahap analisis kebutuhan, tahap analisis dokumen yang ada, dan tahap pengembangan produk. Setiap tahap pengembangan menggunakan teknik pengumpulan data berupa teknik observasi, wawancara, dan angket. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi serta analisis data deskriptif kuantitatif berupa rerata skor dan persentase. Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) kebutuhan dosen yaitu a)kebutuhan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang menjadikan Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu dan penghela ilmu pengetahuan, b)materi yang berkaitan dengan pengembangan teks, eksplorasi dunia pustaka, desain proposal dan hasil serta artikel jurnal dan aplikasi mendeley, OJS dan google scholar, c)metode dan pembelajaran berbasis literasi dan kecakapan abad 21, dan d) evaluasi yang berbasis kelas. 2)kebutuhan mahasiswa pada pengembangan pembelajaran yang meningkatkan aspek kompetensi kognitif, psikomotorik dan afektif. 3) Pengembangan produk berupa silabus dan materi ajar yang diimplementasikan dalam tujuan yang memuat aspek kognitif, psikomotorik dan afektif, materi yang berbasis pada pengembangan kompetensi menulis akademik, metode dan pendekatan yang berbasis pada teks, dan evaluasi yang berbasis kelas..KATA KUNCI: bahasa Indonesia; literasi komprehensif ; materi ajar; silabus  > DEVELOPMENT OF SYLLABUS AND TEACHING MATERIALS FOR COMPREHENSIVE LITERATION-BASED INDONESIAN COURSES  ABSTRACT: This research aims to produce syllabus products and teaching materials for comprehensive literacy-based Indonesian courses. Students need learning Indonesian at a high level of application for the development of linguistic competence, while the syllabus and previous teaching materials focused more on developing cognitive aspects only. For this reason, it is important to carry out research on the syllabus and teaching materials. This research was conducted using a development method that adopted the development of Borg and Gall with its implementation in three stages of development, namely the needs analysis stage, the existing document analysis stage, and the product development stage. Each stage of development uses data collection techniques in the form of observation techniques, interviews and questionnaires. Data analysis used qualitative data analysis, namely data reduction, data presentation and verification as well as quantitative data analysis in the form of average scores and percentages. The research results obtained are 1) lecturers' needs, namely a) needs related to learning objectives that make Indonesian a unifying and knowledge-traveling tool, b) material related to text development, exploration of the world of literature, proposal design and results as well as journal articles and Mendeley, OJS and Google Scholar applications, c) 21st century literacy and skills-based methods and learning, and d) class-based evaluation. 2) the needs of students in the development of learning that improves aspects of cognitive, psychomotor and affective competence. 3) Product development in the form of a syllabus and teaching materials implemented in objectives that include cognitive, psychomotor and affective aspects, material based on the development of academic writing competence, text-based methods and approaches, and class-based evaluation.KEYWORDS: Indonesian; comprehensive literacy; teaching materials; syllabus
PILIHAN KODE PELAKU INDUSTRI PARIWISATA DALAM INTERAKSI SOSIAL DENGAN WISATAWAN DI KABUPATEN BANGKALAN, MADURA Susylowati, Eka; Zakiyah, Fitriyatuz; Kurnia, Dea; Cicilia, Vanya Dwica
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i1.8841

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola pilihan kode pelaku industri pariwisata dalam interaksi sosial dengan wisatawan di Kabupaten Bangkalan dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena penelitian ini menjelaskan sesuai dengan tujuan penelitian. Data penelitian ini berupa tuturan yang mengandung pilihan kode pelaku industri pariwisata dengan wisatawan dalam interaksi sosial. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, catat dan interview. Analisis penelitian ini menggunakan pendekatan kontekstual. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat pola pilihan kode pelaku pariwisata dalam interaksi sosial dalam layanan wisata yaitu BI (bahasa Indonesia), campuran BI dengan bahasa asing (bahasa Inggris), campuran BI dengan BM (bahasa Madura), campuran BI dengan BAr (bahasa Arab), dan campuran BI dengan BJ (bahasa Jawa), BM (bahasa Madura). Sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi pilihan kode pelaku industri pariwisata dalam interaksi sosial meliputi partisipan, siapa yang berbicara dan yang diajak berbicara, latar belakang sosial, tema pembicaraan, fungsi pembicaraan, pengaruh teknologi, penyampaian maksud tertentu dan tujuan tertentu, dan kompetensi bahasa.KATA KUNCI: Pilihan Kode, Pelaku Industri Pariwisata, Sosiolinguistik, MaduraCODE CHOICE OF TOURISM INDUSTRY ACTOR IN SOCIAL INTERACTION WITH TOURISTS IN BANGKALAN REGENCY, MADURA ABSTRACT: This research aims to determine the code choice patterns of tourism industry actors in social interactions with tourists in Bangkalan Regency and the factors that influence them. This research is considered qualitative research because of this research explains in accordance with the research objectives. This research data is in the form of speech containing code choices from tourism industry actors and tourists in social interactions. Data collection in this research was observation, notes and interviews. This research analysis uses a contextual approach. The results of this research explain that there is a code choice pattern for tourism actors in social interactions in tourism services, namely BI (Indonesian), a mixture of BI and a foreign language (English), a mixture of BI and BM (Madurese), a mixture of BI and BAr (Arabic). ), and a mixture of BI with BJ (Javanese), BM (Madurese). Meanwhile, the factors that influence the choice of code for tourism industry actors in social interactions covers participants, who is speaking and who is being spoken to, social background, theme of conversation, function of conversation, influence of technology, conveying certain aims and objectives, and language competence. KEYWORDS: Code Choice, Tourism Industry Actors, Sociolinguistics, Madura

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21 No 1 (2025): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 1 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16, No 1 (2020): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15, No 2 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): Jurnal FON Vol 12, No 1 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2018): Jurnal FON Vol 11, No 2 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017) Vol 10, No 1 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 7, No 2 (2015) Vol 7, No 2 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 5, No 2 (2014) Vol 5 No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 3, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2012) More Issue