cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WARTA
ISSN : -     EISSN : 25495631     DOI : -
Core Subject : Education,
Warta LPM merupakan media komunikasi dan informasi ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat yang meliputi bidang ilmu-ilmu sosial, sains dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 447 Documents
Hilirisasi Produk Melalui Pemanfaatan Potensi Lokal Desa Balun Ijuk: “Spinach Crackers” duwi agustina; Dian Prihardini Wibawa
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 4, Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i4.13997

Abstract

Desa Balunijuk merupakan desa dengan mayoritas mata pencaharian penduduknya mengandalkan alam yaitu sebagai petani. Salah satu sektor yang dikembangkan di Balunijuk adalah sektor pertanian berupa sayur-sayuran. Pekerjaan yang menjadi andalan pencaharian di desa ini dilakukan oleh para suami. Sementara di desa ini masih banyak ibu-ibu rumah tangga yang kurang produktif, sehingga tidak memiliki penghasilan sendiri untuk menunjang kebutuhan keluarga. Selain itu, dengan melimpahnya sayuran dapat dijadikan sebagai peluang berwirausaha dengan memanfaatkan potensi lokal disertai dengan inovasi dan kreatifitas sehingga dapat menghasilkan produk dengan nilai jual yang lebih tinggi. Kegiatan ini dilakukan di Desa Balunijuk kecamatan Merawang Kabupaten Bangka dalam upaya pemberdayaan ibu rumah tangga dengan memberikan motivasi tentang pengetahuan berwirausaha dan memberikan pelatihan membuat kemplang bayam. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari penyuluhan hingga memberikan pelatihan pembuatan kemplang bayam yang dilakukan sejak bulan Juni sampai dengan Oktober 2020. Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga usia produktif yang tergabung dalam ibu-ibu PKK sebanyak 40 orang. Melalui kegiatan pengabdian bagi masyarakat ini dapat memberikan pengetahuan melalui sosialisasi dan penyuluhan tentang  berwirausaha dan memberikan pelatihan pembuatan kemplang bayam kepada ibu-ibu rumah tangga. Dengan bekal pengetahuan wirausaha dan pelatihan pembuatan produk ibu rumah tangga bisa menghasilkan produk yang dapat dijual dan meningkatkan penghasilan mitra.
Penguatan Jurnalistik Berbasis Gender untuk Kader Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadyah AR Fakhruddin Muria Endah Sokowati
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 3, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i3.12429

Abstract

Pemahaman tentang gender di kalangan remaja sangat rendah. Banyak kasus-kasus yang dilatarbelakangi oleh lemahnya kesadaran remaja laki-laki dan perempuan tentang ideologi gender kerap disebut sebagai sumber permasalahan. Sebut saja kasus kekerasan seksual, pelecehan seksual baik secara fisik, psikologis, maupun simbolis banyak diungkap dan dipublikasikan lewat media menunjukkan rendahnya pemahaman remaja atas kesadaran dan keadilan gender. Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, maka kami sebagai akademisi yang memiliki latar-belakang kajian media dan komunikasi yang menaruh perhatian terhadap persoalan remaja dan gender merasa turut bertanggung-jawab untuk memberikan solusi atas persoalan tersebut. Kami memulainya dari level mikro, yaitu di lingkungan yang terdekat dengan kami selaku dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Bermitra dengan PC IMM AR Fakhruddin, kami mengajukan kegiatan literasi gender untuk mahasiswa, yaitu pelatihan jurnalistik berbasis gender untuk kader PC IMM AR Fakhruddin. Kegiatan tersebut merupakan edukasi yang memfokuskan pada penanaman konsep dan teori tentang keadilan dan kesetaraan gender. Berbekal konsep dan teori tersebut, selanjutnya peserta kami arahkan untuk menuliskan pengalaman-pengalaman personal yang berhubungan dengan problem gender ke dalam produk karya jurnalistik. Kami melakukan pendampingan pada penulisan tersebut, hingga menjadi sebuah buku yang telah dipublikasikan, berisi delapan tulisan hasil karya peserta. Buku tersebut, selain menjadi dokumentasi reflektif pemahaman gender mereka, mampu menjadi sarana untuk membangun kesadaran gender bagi pihak lain. Peserta kegiatan ini tidak hanya terbuka wawasan dan pengalamannya tentang ideologi gender, namun juga mampu menjadi agen sosialisasi gender bagi lingkungan sekitarnya.
Literasi Pencegahan Covid-19 melalui Gerakan Kader Sigap Covid (GESID) Desa Cipambuan Kabupaten Bogor Ayu Khoirotul Umaroh; Risa Laras Wati; Annisa Sayyidatul Ulfa; Dewi Ayu Puspitasari
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 3, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i3.13465

Abstract

Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia terdapat tiga wilayah kasus tertinggi Covid-19 salah satunya adalah Provinsi Jawa Barat. Sebaran Covid-19 di Jawa Barat paling banyak terdapat di Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Salah satu upaya pencegahan penyebaran covid-19 adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Peningkatan daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan tetap menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Desa Cipambuan merupakan salah satu daerah di Kabupaten Bogor yang memiliki kader kesehatan yang dapat memberikan informasi untuk pencegahan Covid-19 kepada warga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi seimbang dan PHBS sebagai langkah pencegahan Covid-19 melalui kader kesehatan di Desa Cipambuan. Metode yang digunakan adalah dengan kegiatan sosialisasi pemberian materi edukasi Covid-19, gizi seimbang, dan PHBS kepada kader kesehatan sejumlah 21 orang melalui WhatsApp. Program dilaksanakan pada tanggal 1-3 Desember 2020 selama 1,5 jam/hari. Luaran dari program ini yakni terbentuk kelompok GESID yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi kesehatan terutama Covid-19 di WA Grup yang telah dibentuk serta publikasi kegiatan di media nasional. Untuk mengukur perubahan pengetahuan dilakukan pre-test dan post-test pada kegiatan pemberian materi edukasi. Hasil dari kegiatan pengabdian didapatkan secara kuantitatif tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah sosialisasi, namun lebih banyak yang pengetahuan baik. Hal ini berbeda dengan hasil kualitatif yang memperlihatkan bahwa peserta merasa mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru, sehingga ingin menyebarkan materi yang didapatkan ke Ibu lainnya, dan ingin mempraktikkan materi yang telah didapatkan. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini kepada ibuibu kader kesehatan Desa Cipambuan, maka terbentuknya kelompok GESID ditandai dengan adanya kelompok WhatsApp grup. Grup ini akan menjadi grup informasi terkait bidang kesehatan, khususnya masalah tentang Covid-19.
Peningkatan Keterampilan Berbicara sebagai Upaya Kaderisasi Khatib pada Remaja Masjid Miftakhul Huda
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 3, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i3.13019

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan berbicara dalam bentuk khotbah. Jenis pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan. Peserta diberikan materi dan pelatihan berkhotbah. Pengabdian masyarakat berupa kaderisasi khatib melalui peningkatan keterampilan berbicara dilaksanakan di tiga tempat, yaitu Masjid Desa Clolo, Rumah Kepala Dusun Paulan Timur, kecamatan Colomadu, dan Masjid Al Musyafirin Surakarta. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada 10, 11, dan 12 Desember 2019. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Pada tahap pertama dilakukan observasi awal. Observasi awal dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kondisi awal calon sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini. Selain observasi awal, perencanaan program juga termasuk dalam tahap pertama. Perencanaan program meliputi penyusunan proposal, persiapan administrasi, perizinan, dan penyusunan desain kegiatan. Tahap kedua merupakan tahap pelaksanaan. Tahap pelaksanaan terdiri dari beberapa kegiatan, di antaranya pemberian materi, pretest, pelatihan, postest, dan umpan-balik. Tahap ketiga merupakan tahap evaluasi. Tahap evaluasi meliputi penyusunan laporan, penyusunan artikel publikasi, dan rencana tindak lanjut. Tindak lanjut dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta melakukan latihan mandiri dan minimal 50% dari jumlah peserta tampil sebagai khatib salat Jumat. Jumlah peserta pengabdian di tiga lokasi ini adalah 16 orang. Dengan demikian, target pengabdian ini 8 orang berani tampil sebagai khatib salat Jumat. Pengabdian masyarakat berupa pelatihan keterampilan berbicara sebagai upaya kaderisasi khatib di tiga tempat, yaitu Masjid Desa Clolo, Rumah Kepala Dusun Paulan Timur, Kecamatan Colomadu, dan Masjid Al Musyafirin Surakarta termasuk ke dalam kategori berhasil. Sebanyak 93, 75% peserta yang mengikuti pengabdian masyarakat mengalami peningkatan nilai dari pretest ke postest. Pengetahuan awal peserta terkait dengan khotbah, masjid intens dalam mengadakan kajian keagamaan, intensitas latihan berkhotbah, dan keaktifan peserta untuk mengikuti kajian merupakan penyebab keberhasilan peserta menjadi khatib.
Pendampingan Edukasi Gender dan Seksualitas sebagai Upaya Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja Khoiriyah Isni; Tyas Aisyah Putri; Nurul Qomariyah
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 4, Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i4.14892

Abstract

Remaja dengan tahun kelahiran antara 1995-2010 termasuk Generasi Z. Generasi Z lahir ‘sepaket’ dengan kecanggihan teknologi. Tidak heran apabila gadget bukan hanya sebagai alat komunikasi namun cara bertahan hidup. Namun demikian, kecanggihan teknologi tidak lantas membuat mereka memiliki pengetahuan yang baik. Terutama pada isu kesehatan, khususnya gender dan seksualitas. Kurangnya pemahaman terhadap isu tersebut juga dialami oleh remaja di Kelurahan Warungboto. Padahal isu ini dapat berdampak pada kehidupan remaja dimasa mendatang. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman remaja mengenai permasalahan gender dan seksualitas. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, studi kasus, dan evaluasi. Edukasi kesehatan dan studi kasus sebagai langkah awal dalam memahami isu permasalahan gender dan seksualitas remaja melalui perubahan sudut pandang remaja mengenai isu tersebut. Sebanyak 24 remaja yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Haning Wito dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Warungboto, mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan antusias. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada remaja di Kelurahan Warungboto berdasarkan hasil uji statistic. Intervensi berupa edukasi kesehatan pada Generasi Z melalui berbagai media baik daring maupun luring perlu dilakukan secara tepat dan berkelanjutan. Hal ini dimaksudkan agar remaja memahami permasalahan gender dan seksualitas sehingga meminimalisir masalah dalam kehidupan dimasa mendatang, khususnya dalam upaya penyiapan kehidupan berkeluarga pada remaja.
Digitalisasi Kelembagaan Pedukuhan Melalui Sistem Informasi Berbasis IT di Dusun Nengahan, Bantul, DIY Adhianty Nurjanah; Iswanto Iswanto
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 4, Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i4.13559

Abstract

Di era digital saat ini perlunya teknologi informasi bagi masyarakat desa menjadi hal penting yang harus dipenuhi. Dalam hal ini pemerintah desa harus memiliki Sistem Informasi Desa  (SID) untuk masyarakat, dengan berbasis pada kemajuan teknologi informasi. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, kondisi Kecamatan Nengahan Trimurti, Kabupaten Bantul Yogyakarta memiliki beberapa masalah utama, yaitu belum memiliki sistem informasi berbasis web di tingkat Dukuh terkait dengan profil dukuh, sistem informasi desa yang belum optimal untuk mendukung kegiatan administrasi pemerintahan. Metode program pengabdian masyarakat yang dilakukan sebagai solusi dari masalah yang ada untuk mendukung digitalisasi kelembagaan dusun berbasis teknologi informasi diantaranya pertama, identifikasi dan pengumpulan data akan dilakukan pada populasi dan data yang berkaitan dengan potensi dusun, melakukan manajemen data dan verifikasi data dan membuat format atau desain buku profil dusun dan papan monograf dukuh. Selain itu dapat meng-optimalisasi Sistem Informasi Desa dengan membuat situs web Padukuhan. serta, pemberian bantuan fasilitas modem untuk memperlancar jaringan internet di desa Nengahan sehingga dapat membantu pengelolaan situs website Desa Nengahan untuk digunakan secara berkelanjutan. Program Pengabdian melalui sistem informasi berbasis teknologi informasi ini telah dinyatakan masyarakat mampu memperkuat kelembagaan desa Nengahan, Trimurti, Srandakan, Bantul. Hal ini dilakukan melalui pembuatan buku-buku profil Buku dan monograf, pengembangan situs web dan media sosial, serta pelatihan dan bimbingan bagi petugas admin website. Guna mewujudkan digitalisasi kelembagaan berbasis IT ini, monitoring menjadi kunci untuk terjaganya efektivitas digitalisasi desa berbasis Sistem Informasi Desa
Literasi Berpikir Kreatif dan Pengenalan Program Santripreneur di Pesantren Miftahul Jannah Gatot Iwan Kurniawan; Dani Dagustani
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 3, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i3.12637

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk memperkenalkan suatu metode pembelajaran yang baru pola pengajaran yang berbeda di Pesantren Miftahul Jannah. Sistem pembelajaran yang kaku, monoton, dan satu arah merupakan salah satu penyebab pembelajaran kurang mendorong anak untuk memiliki kemampuan berpikir kritis. Materi berupa program menarik yang memadukan antara teori dan permainan dengan maksud untuk membuka wawasan dan mengarahkan anak agar mampu berpikir kreatif. Selain itu, pengenalan program kewirausahaan akan memperkuat bagaimana praktik dari suatu ide kreatif dapat memberikan suatu ide-ide menarik dalam penciptaan atau pengembangan produk usaha. Pengukuran tingkat keberhasilan pelatihan menggunakan model empat tingkat untuk mengevaluasi pelatihan yang terdiri dari reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pelatihan berhasil berdasarkan isian indikator dari peserta. Perhitungan pre-rest dan post-test, menunjukkan peningkatan pengetahuan secara signifikan sebesar 62% dari total peserta, 26% menunjukkan peningkatan tapi tidak signifikan, sisanya sebesar 12% menunjukkan tidak ada peningkatan dan tidak ada yang mengalami penurunan. Berdasarkan pengamatan dalam waktu satu minggu para santri sudah mulai mencoba menerapkan pola berpikir kreatif ketika mereka malakukan proses pembelajaran oleh para pengajar di lingkungan pesantren. Selain itu hasil evaluasi oleh tim melalui diskusi memperlihatkan adanya perubahan cara mereka menganalisis suatu permasalahan dan mengintepretasikannya dengan berbagai cara yang berbeda.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Pendekatan Qaryah Tayyibah pada Desa Datar Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Makhrus Makhrus; Wage Wage; A Sulaeman
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 3, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i3.12080

Abstract

Pemberdayaan masyarakat pedesaan umumnya bertujuan dalam meningkatkkan taraf hidup masyarakat desa. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pelaksana adalah pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan qaryah thayyibah yang mampu memberikan dampak edukatif multi perspektif kepada masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat. Mitra dalam kegiatan ini adalah Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini memfokuskan tig program yakni keagamaan, kepemudaan, dan kesehatan dan ekonomi masyarakat dalam bentuk pelatihan, sosialisasi, dan pendampingan (advokasi). Hasil dalam proses kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pendampingan keagamaan dilakukan dengan pelatihan pengelolaan zakat. Materi dalam kegiatan ini dibagi menjadi dua bagian yakni hukum zakat dan manajemen pengelolaan zakat. Pendampingan kepemudaan yang termanifestasi dalam bentuk sosialisasi penyakit menular dan bahaya narkoba bagi remaja dan pengembangan minat dan bakat yang dilakukan cara diskusi dengan pengurus tim kesebelasan Garuda Datar yang diakhiri pemberian perangkat sepak bola. Sementara pendampingan kesehatan dan ekonomi masyarakat yang termanifestasi dalam bentuk adanya kegiatan peningkatan kapasitas kader posyandu, sedangkan untuk peningkatan kesejahteraan taraf hidup masyarakat dilakukan dengan pelatihan diversifikasi pangan yang bertujuan menjadi sumber pangan alternatif diluar bahan pangan utama.
Pemanfaatan Limbah serta Pemasaran Produk BUSOPI (Sabun Ampas Kopi) Bagi PKK Kecamatan Mariso Kota Makassar Citra Amalia Amal; Khilda Wildana Nur; Siti Fuadillah Alhumairah Amin
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 4, Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i4.14050

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara Tim Pelaksana Pengabdian, ada tiga permasalahan pokok yang dihadapi oleh PKK Kecamatan Mariso selaku mitra PkM dalam perintisan UKM. Pertama, material yang digunakan sebagai bahan dasar hanya didominasi plastik daur ulang. Kedua, produk yang dihasilkan hampir serupa dengan produk yang dihasilkan PKK lainnya. Ketiga, pemasaran produk masih terbatas di sekitar Kota Makassar dan mengikiuti jadwal event yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar. Metode pelaksanaan PkM melalui metode Difusi Ipteks, Pendidikan Masyarakat, dan Pelatihan. Tahap Difusi Ipteks menghasilkan sebuah produk dengan kriteria bahan yang mudah diperoleh dan terjamin ketersediannya, memiliki ciri khas, bernilai ekonomis, bermanfaat, dan dapat digunakan semua kalangan yaitu produk sabun. Tahap Pendidikan Masyarakat dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan untuk memperkenalkan bahan baku daur ulang yang mudah diperoleh dan terjamin ketersediannya, yaitu limbah ampas kopi.  Dan Tahap Pelatihan terdiri atas praktek langsung pembuatan Sabun Ampas Kopi (BUSOPI), dan praktek pembuatan akun e-commerce Shopee.
Daftar Isi & Kata Pengantar Agus Triyono
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 3, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i3.15379

Abstract