cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Studi Perilaku Populasi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Taman Wisata Alam Grojogan Sewu Kabupaten Karanganyar Saputra, Alanindra; Marjono, Marjono; Puspita, Dewi; Suwarno, Suwarno
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: March 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i1.310

Abstract

Studi perilaku populasi monyet ekor panjang dilakukan di Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktifitas harian populasi monyet ekor panjang dengan menggunakan metode scan sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014. Pengamatan dilakukan selama 150 menit dengan interval waktu 5 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perilaku harian populasi monyet ekor panjang yang diperoleh yaitu: bergerak (35%), grooming (25%), bermain (15%), inaktif (10%), makan (6.8%), agonistik (3.6%), tidur (2.3%), kawin (0.9%), dan bersuara (0.8%).
Karakterisasi Isolat Bakteri Penghasil Kitinase Dan Glukanase Serta Uji Efektifitasnya Terhadap Jamur Colletotrichum sp suryadi, yadi -; susilowati, Dwi N; Samudra, I Made -
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.11197

Abstract

Shallots as a horticultural commodity is quite important in Indonesia. Fungi anthracnose disease caused by fungus Colletotrichum sp. is one of the pathogens  causing rot on shallot plants. Therefore, an alternative control that is environmentally friendly is a necessity. The aim of the study was to screen the best potential isolates producing chitinase and glucanase of shallot- rhizosphere from Brebes, and further used to inhibit fungal pathogens. The results showed that it was obtained 8 isolates have suppression activity against Colletotrichum sp. which varied in their inhibition. The highest inhibition was produced by isolate UBS 3 (30.56%), whilst one isolate (TK 3) did not have the ability to inhibit Colletotrichum sp.
PENGARUH CAHAYA DAN TEMPERATUR TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS DAN PROFIL PROTEIN TANAMAN ANGGREK Phalaenopsis amabilis TRANSGENIK PEMBAWA GEN Ubipro::PaFT Putra, Rinaldi Rizal; Mercuriani, Ixora Sartika; Semiarti, Endang
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i2.2483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari kondisi yang tepat dalam percepatan pembungaan tanaman Phalaenopsis amabilis transgenik yang telah disisipi gen penentu waktu pembungaan Ubipro::PaFT. Metode penelitian ini menggunakan tanaman transgenik pembawa gen Ubipro::PaFT umur 18 bulan setelah penanaman. Tanaman ditumbuhkan pada inkubator dengan pencahayaan menggunakan lampu LED putih dan kombinasi LED putih biru, dengan fotoperiodisitas 8 jam terang 16 jam gelap, suhu 25ºC pada fase terang dan 20ºC pada fase gelap selama 20 minggu. Setelah 20 minggu pertumbuhan tanaman, dilakukan analisis profil protein dengan metode SDS-PAGE untuk mengetahui protein yang diproduksi pada setiap fase pertumbuhan yang diamati.Hasil penelitian menunjukkan kombinasi cahaya LED putih dan biru meningkatkan pembentukan daun sebesar 60%, panjang daun 70,58%, tetapi belum diperoleh kemunculan infloresen. Analisis profil protein menunjukkan terbentuknya protein dengan ukuran 108,57; 71,30; 56,16; 40,85; 26,79; 13,27; dan 13,12 kilodalton pada tanaman transgenik, tetapi tidak terdeteksi protein dengan ukuran 19,65 kDa yang sesuai dengan berat molekul protein PaFT, sementara protein dengan ukuran sekitar 56,16 kDa sesuai dengan berat molekul protein POH1(Phalaenopsis Orchid Homeobox1). Hal ini menunjukkan bahwa gen vegetatif POH1 mampu menghambat aktivasi gen PaFT pada tanaman P. amabilis transgenik umur 20 minggu, sehingga tanaman masih dalam fase juvenil dan belum mampu diinduksi untuk berbunga.
Keanekaragaman Tanaman Buah Di Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan Azizah, Nor; Gunawan, Gunawan; Sriyono, Agung
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.14355

Abstract

Buah merupakan komoditas holtikultura yang memiliki peran penting dalam sistem pertanian di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pendataan secara menyeluruh terhadap tanaman buah pada zona nusantara yang meliputi nama ilmiah, famili, dan asal tanaman. Hasil pendataan tanaman buah, menunjukkan terdapat 40 jenis tanaman buah yang terdapat di Kebun Raya Banua, dengan famili Anacardiaceae, Annonaceae, Clusiaceae, Dillaniaceae, Ebenaceae, Euphorbiaceae, Lauraceae, Malvaceae, Meliaceae, Moraceae, Myrtaceae, Phyllantaceae, Rubiaceae, Salicaceae, Sapindaceae, Sapotaceae. Famili Clusiaceae merupakan famili yang paling banyak dijumpai yaitu 15, sedangkan famili yang paling sedikit adalah Lauraceae.
PENGARUH EKSTRAK KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceul L.) TERHADAP NEKROSIS SEL HEPAR TIKUS (Ratus novergicus) OBESITAS Mahmudah, Anisah; Tenzer, Amy; Lestari, Sri Rahayu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i1.5931

Abstract

Obesitas saat ini disebut sebagai “sindrom baru dunia” yang memerlukan terapi untuk mengatasinya. Terapi herbal adalah terapi yang paling banyak dilakukan penderita obesitas. Kulit buah rambutan mengandung polifenol yangmempunyai aktivitas antioksidan dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat terapi obesitas. Hepar dapat terkena efek samping obat karena bertanggung jawab melakukan metabolisme obat, termasuk karena pemberian ekstrak kulit buah rambutan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap nekrosis sel hepar tikus (Ratus norvegicus) obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Dua puluh empat tikus jantan strain wistar umur 14 minggu yang mengalami obesitas dikelompokkan secara acak menjadi 4 kelompok, diberi ekstrak kulit buah rambutan melalui sonde lambung dengan dosis 15, 30, dan 60 mg/kgbb dan kelompok kontrol diberi akuades. Setelah 12 minggu, tikus didekapitasi dan dikoleksi organ heparnya untuk dibuatpreparat histologi dengan pewarnaan Hemotoksilin-Eosin (HE). Tiap sayatan diamati dalam 3 lapang pandang, diamati 100 sel hepatosit, dihitung persentase sel yang mengalami nekrosis menggunakan hand tally counter. Analisisdata menggunakan analisis varian tunggal pada taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah rambutan yang berpengaruh signifian terhadap nekrosis sel hepar tikus adalah 60 mg/kgbb, yaitu meningkatkan persentase piknosis, karyoreksis, karyolisis, serta total nekrosis
Nutritional Benefits of Black Soldier Fly Larvae Oil in Animal Feed Nugroho, Rudy Agung; Aryani, Retno; Hardi, Esti Handayani; Manurung, Hetty; Rudianto, Rudianto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 10, No 1: March 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v10i1.23015

Abstract

Black Soldier Fly Larvae (BSFL) oil is currently an insect oil that potentially replaces fish oils in animal feed. However, there are limited information on its benefits and nutritional comparison of BSLF oil to fish oil. Present study was to evaluate the benefits of BSFL oil in animal feed and compare the BSFL to Fish oil. Collected data of BSFL oil in the animal feed and its physiological effects was obtained from several articles of  reputable journal and compiled into a table. Meanwhile, BSFL was reared and extract their oil to determine the fatty acid composition and compare to fish oil. The current study indicated that BSFL oil can be used in various animal feeds, such as aquafeed, broiler feed, and pets. The BSFL oil which is included in the feed showed an improvement in growth and other physiological responses of animals. Meanwhile, in comparison to fish oil, BSFL oil has a similar composition of fatty acids such as Omega 3 and Omega 6. Eicosapentaenoic acid (EPA; 20:5n3) is detected in the BSFL oil, though the quantity is much lower than in fish oil.  Further, the BSFL oil also contains lauric acid. In conclusion, BSFL oil can be an alternative feed ingredient to substitute fish oil and has beneficial to the growth and physiological responses of the animal.
Daya Tetas Telur Aedes aegypty Strain Japan Yang Disimpan Selama Seminggu Pada Suhu Ekstrem Surya Permadi, I Gede Wempi; Taviv, Yulian; Ambarita, Lasbudi Pertama
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i2.9243

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the environmental health problems that several case increasing the number of patients and the wider area of distribution. The spread of dengue is influenced by several factors such as the vector disease, the behavior of people and the environment. In some sub-tropical countries is like  in the winter season , a number of   Aedes albopictus is found the eggs can still hatch at temperatures 0,5◦C. Eggs that will be tested for each treatment amounted to 100 eggs and had been through the process selected.  The research carried in Parasitology and Entomology Labolatories, South Sumatra. The research was conducted from March to December 2014. In a multivariate test showed that the interaction of temperature and storage time affect the hatchability of eggs of Aedes aegypti strain Japan. Humidity and temperature can influence one of the insects are mosquitoes. At a certain temperature and humidity mosquitoes can not do the lifecycle and inhibite the morfology. The conclusion of this research is the cold storage and extreme temperature influence to eggs hacthingof Strain Japan the Aedes aegypti. Suggestions in this research is the public should continue to implement programs 3M plus, due to the Aedes eggs can survive in cold weather.
Identifikasi Jenis Kupu-Kupu (Lepidoptera) Di Universitas Palangka Raya Gonggoli, Ade Damara; Sari, Sartika; Oktofiani, Helen; Santika, Novira; Herlina, Rini; Agatha, Tiara; Gunawan, Yohanes Edy
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.10361

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis kupu-kupu yang berada di Universitas Palangkaraya pada lahan yang setelah terbakar dan lahan yang belum terbakar. Metode penelitian menggunakan metode observasi lapangan dengan teknik net sweeping dan jelajah. Dari hasil identifikasi jenis kupu-kupu yang dilakukan di sekitar kawasan UPR menunjukkan bahwa jumlah total jenis kupu-kupu yang ditemukan sebanyak 10 spesies yang tergolong ke dalam empat famili masing-masing yaitu famili Nymphalidae (3 jenis), famili Pleridae (5 jenis), famili Papilionidae (1 jenis), dan Lycaenidae (1 jenis), dengan total jumlah individu sebanyak 30 ekor, yang di dominasi oleh spesies Acraea terpsicore.
Kualitas Penyedap Rasa Alami Kombinasi Jamur Pangan (Merang, Tiram, Kuping) Dengan Variasi Suhu Dan Lama Pengeringan Asngad, Aminah; Nugroho, Dian; Khussyiria, Milla Mifta; Agustina, Lina
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.18139

Abstract

Pada pembuatan penyedap rasa terdapat bahan kimia yang merupakan bahan tambahan dan memiliki dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh, hal ini dikarenakan adanya kandungan garam natrium yang tinggi dari asam glutamat. Oleh karena itu dilakukan upaya pembuatan penyedap rasa alami dengan menggunakan bahan baku jamur pangan. dimana jamur memiliki kandungan asam glutamat dan protein yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas penyedap rasa alami kombinasi jamur pangan (merang, tiram, kuping) dengan variasi suhu dan lama pengeringan. Penelitian dilakukan di laboratorium Biologi dengan metode penelitian eksperimental dan rancangan penelitian rancangan acak lengkap pola  faktorial. Faktor 1 Kombinasi Jamur (J). J1 =Jamur merang dan kuping; J2 =Jamur merang dan tiram; Faktor 2 Variasi suhu dan lama pengeringan (V). V1 = suhu 500C Lama 4 jam; V2 = suhu 500C Lama 5 jam; V3 = suhu 600 C Lama 4 jam; V4 = suhu 600C Lama 5 jam. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan  hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar protein yang paling tinggi dengan nilai 12,16% pada perlakuan Kombinasi Jamur merang dan kuping dengan suhu 500 C Lama Pengeringan 5 jam. Hasil uji organoleptik yang meliputi aroma.warna dan daya terima menunjukkan bahwa pada perlakuan  yang sangat disukai panelis yaitu pada kombinasi jamur merang dan jamur kuping dengan lama pengeringan 5 jam dan suhu 500C.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulan bahwa ada perbedaan kualitas penyedap rasa alami pada masing-masing perlakuan kombinasi jamur merang dengan jamur kuping dan jamur  tiram dengan variasi suhu dan lama pengeringan. Kandungan protein dan daya terima yang terbaik pada perlakuan kombinasi jamur merang dan jamur kuping dengan lama pengeringan 5 jam dan suhu 500C.
PENGARUH KOMPOSISI PEREKAT TEPUNG PADA BIOBRIKET LIMBAH BAGLOG JAMUR Hadi Prabowo, Widodo; Viki Lutfiana, Muhammad; Rosid, Rosid; Burhanuddin Ubaidillah, Muhammad
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i2.5184

Abstract

Energi yang berasal dari biomassa misalnya limbah baglogyang selama ini dibuang atau tidak dimanfaatkan, merupakan limbah yang dapat dikonfersi menjadi sumber energi alternatif penggant bahan bakar fosil  Dalam penelitian ini limbah baglog  jamur dimanfaatkan sebagai bahan bakar dengan cara mengubah limbah tersebut menjadi biobriket perbandingan komposisi yaitu perbandingan A (1:1:1) yaitu dengan komposisi tepung kanji 250 gram limbah baglog 250 gram dan air 250 ml, perbandingan B (1:2:2) yaitu dengan komposisi tepung kanji 250 gram limbah baglog 500 gram dan air 500 ml, perbandingan C (1:3:3) yaitu dengan komposisi tepung kanji 250 gram limbah baglog 1000 gram dan air 1000 ml. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk pengkajian laju pembakaran, nilai kalor, kadar abu, kadar air, kadar zat yang menguap, kadar karbon dan tes jatuh biobriket. Hasil penelitian memperoleh nilai kalor, kadar air, kadar karbon dan kadar zat yang menguap terdapat pada biobriket sampel A (1:1:1) sebesar 4065,69 kal/g, 5%, 17,1%, dan 71,4 %  untuk kadar abu terbaik terdapat pada sampel B (1:2:2) sebesar 4,8 %. Metode yang digunakan dalam penelitian ini baglog tersebut penghancuran sisa baglog dan pengeringan, membuat adoanan tepung kanji, pencampuran tepung kanji dengan limbah baglog, pengepresan biobriket kemudian dikeringkan