cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Mikroalga Chlorella sp. Sebagai Bioremediator Logam Berat Irianto, Caroline Novela Dyah; Yulianti, L. Indah Murwani; Sidharta, B. Boy Rahardjo
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.12769

Abstract

Polusi logam berat dan implikasinya bagi kesehatan manusia dan lingkungan telah menyebabkan meningkatnya minat untuk mengembangkan pendekatan bioteknologi lingkungan. Lima logam berat, antara lain arsenik (As), timbal (Pb), merkuri (Hg), cadmium (Cd), dan kromium (Cr) bersifat karsinogenik serta menunjukkan toksisitas walaupun dalam jumlah yang sedikit yang dapat mengancam ekologi lingkungan dan kesehatan manusia. Mikroalga memiliki beberapa manfaat dalam bidang industri terutama dalam menurunkan biaya produksi biofuel. Penggunaan mikroalga dalam fikoremediasi logam berat dikarenakan beberapa manfaat termasuk ketersediannya yang melimpah, murah, serta ramah lingkungan. Toleransi dan respons dari strain mikroalga yang berbeda terhadap logam berat serta kemampuan bioakumulasinya yang sangat efisien menjadi prioritas dalam pemanfaatan mikroalga. Chlorella sp. adalah spesies teratas yang banyak dipelajari dan digunakan dalam aplikasi penurunan logam berat dalam berbagai jenis limbah. Tinjauan ini bertujuan untuk mengetahui potensi mikroalga dalam menurunkan konsentrasi logam berat serta memberi informasi ilmiah yang bermanfaat untuk membantu pengembangan teknologi yang efisien di masa depan yang layak secara komersial dalam bioremediasi logam berat menggunakan mikroalga
KAJIAN KOMUNITAS EKOR PEGAS (COLLEMBOLA) PADA PERKEBUNAN APEL (Malus sylvestris Mill.) DI DESA TULUNGREJO BUMIAJI KOTA BATU Niwangtika, Widyarnes; Ibrohim, Ibrohim
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i2.5185

Abstract

This research was conducted in order to determine composition, diversity, eveness, richness, important value index of springtail, and corellation between abiotic environment factor (temperature, pH and moisture) and diversity of springtail. Sampling was done using nilon sieve and pitfall trap, and this research was conducted in April-June 2014 in Tulungrejo village, Batu city. The result from this research, there are 11 species, 10 generas and 5 families of springtail. Diversity index of springtail both using nilon sieve and pitfall trap in apple plantation catagorized medium diversity. The result of important index value analyze showed that Entomobrya multifasciata has highest value. Based on regression analysis, abiotic factor has significant influence on diversity index of infauna.
Expression and Activation of Toll-Like Receptor 9 in Dengue Virus Infection: A Scoping Review Jatmiko, Safari Wahyu; Aisyah, Riandini
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 2: September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v9i2.23052

Abstract

Toll-like receptors (TLR) are essential to pathogen recognition to activate innate immunity. TLR2, 3, 4, 6, 7, 8, and 9 are involved in immunity to dengue virus. The involvement of TLR9, known to recognize CpG DNA, in dengue virus (DVI) infection, an RNA virus, is unusual. We hypothesize that there is an elevated expression and activation of TLR9 through specific mechanisms in DVI. A scoping review was carried out to collect articles that have been written regarding this topic. Article searches were carried out on the PubMed (Medline), Proquest, EBSCO, and Google Scholar databases with inclusion criteria: articles in the form of research results using human subjects or human cells, conducted from 2013 to 2023, in English, and can be accessed in full -text. Gray articles, books, and review articles were excluded from the study. The literature search results found 821 articles, with eight articles meeting the criteria. Based on mapping, synthesis, and analysis of the articles obtained, it was found that there was increased expression and activation of TLR9 in the DVI due to the release of mtDNA. 
Efek Penambahan Limbah Lokal Jerami Dan Sekam Padi Bagi Pertumbuhan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Shobah, Afifah Nur; Oktavia, Swastika
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i2.9233

Abstract

White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is a group of microscopic fungi that are used as food.  P. ostreatus is cultivated in an artificial medium derived from sawdust and has been sterilized. However, the use of sawdust also has problems. Straw and husk of rice can be used as mushroom growing media because they contain organic ingredients such as cellulose, hemicellulose, and lignin. This study aimed to know the growth of white oyster mushroom (P. ostreatus) on straw and husk of rice as an artificial medium and to know the best composition of straw and husk of rice that can be got highly produced of white oyster mushroom (P. ostreatus). The methods of this research were experimental with ten treatments and included several stages including preparation of tools, materials and research sites, the stage of cultivation of P. ostreatus and data collection. This study used an experimental method with a completely randomized design consisting of 40 experimental units. The results obtained were the most optimal P. ostreatus mycelium growth in K1J2S1 treatment with a mean growth rate of 30,60 cm / 30 days, the highest wet weight was K3J1S0 which was 85,83 g while the highest dry weight was in K1J2S1 treatment that is equal to 8,71 g.
POTENSI EKSTRAK BIJI ALPUKAT SEBAGAI HAND SANITIZER ALAMI: LITERATUR REVIEW Asngad, Aminah; Subiakto, Diah Wulandari
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.11765

Abstract

Hand sanitizer berbahan alkohol dapat menimbulkan iritasi, dan membuat kulit kering. Sehingga pada saat ini banyak dikembangkan pembuatan hand sanitizer berbahan alami. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan yaitu biji alpukat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi ekstrak biji alpukat yang dapat digunakan sebagai hand sanitizer alami yang lebih aman untuk kulit. Metode yang digunakan mengumpulkan, menganalisis dan marangkum artikel yang sesuai dengan tujuan yang dipublikasi pada tahun 2016-2020 dan bersifat free fulltext acces. Pencarian artikel menggunakan databased Google scholar dan Garuda dengan kata kunci fitokimia, antibakteri, hand sanitizer alami, dan biji alpukat. Hasil ditemukan bahwa ekstrak biji alpukat berpotensi digunakan sebagai Hands sanitizer alami dikarenakan dalam biji alpukat memiliki kandungan fitokimia berupa senyawa asam lemak, flavonoid, tannin, fenol, saponin, alkaloid, steroid, dan terpenoid. Memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri Gram Negatif maupun bakteri Gram Positif dengan zona hambat dalam kategori sedang hingga kuat. Dan pelarut yang paling baik digunakan dalam ekstraksi biji alpukat yaitu pelarut Metanol yang bersifat polar.. Simpulan menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat berpotensi sebagai bahan pembuatan hand sanitizer alami dikarenakan memiliki senyawa dan aktivitas antibakteri.Kata Kunci. Antibakteri, Biji Alpukat, Fitokimia, dan Hand Sanitizer Alami.
PEMANFAATAN BUAH LOKAL SEBAGAI KOAGULAN SOY CHEESE Rakhmah, Risza Fawzia; Suryani, Titik
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: March 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i1.1576

Abstract

Keju merupakan salah satu produk pangan dengan proses penggumpalan  protein susu. Penelitian ini memanfaatan buah lokal sebagai koagulan untuk menggumpalkan susu kedelai menjadi keju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah lokal sebagai koagulan pada soy cheese terhadap kadar protein, organoleptik dan daya terima masyarakat. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor 6 taraf perlakuan  yaitu faktor 1:  jenis buah (nanas, jeruk lemon dan asam sitrat (kontrol ) dan konsentrasi (0,12 %; 2%; 3 %), masing-masing perlakuan dilakukan 3 ulangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, observasi, kepustakaan dan dokumentasi. Pengujian kadar protein menggunakan metode biuret, analisis data kadar protein menggunakan uji Two Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT), sedangkan pada pengujian organoleptik dan daya terima masyarakat menggunakan analisis deskriptif kualitatif berupa data angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kadar protein tertinggi soy cheese  pada perlakuan ekstrak nanas 3 % sebesar 11,68g,  sedangkan kadar protein terendah soy cheese  pada perlakuan ekstrak jeruk lemon 3 % sebesar 4,57 g. keju paling dominan bertekstur lembut, warna putih tulang, rasa gurih dan sedikit asam. Daya terima panelis  menyukai keju  dengan penambahan ekstrak jeruk lemon 3 %. Penambahan ekstrak nanas dan jeruk lemon sebagai koagulan pada  soy cheese berpengaruh terhadap kadar protein.
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH PADA BEBERAPA BAHAN MEDIA PEMBIBITAN Suryani, Titik; Carolina, Hilda
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 1: March 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i1.3674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media pembibitan yang mampu mendukung peningkatan kualitas bibit jamur tiram putih lebih baik, dan mengetahui pengaruh macam media bibit terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Penelitian ini dilaksanakan di Ngemplak, Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta dengan ketinggian tempat 300 m dpl. Rancangan yang digunakan adalah faktor tunggal macam media pembibitan, dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan, yaitu : media bibit dengan serbuk kayu sengon, biji sorghum, biji jagung, dan biji padi dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media bibit biji sorghum dan biji jagung mampu mendukung peningkatan kualitas bibit jamur tiram putih yang lebih baik dibandingkan dari media biji padi dan serbuk gergaji sengon. Bibit pada media substrat biji sorghum, jagung, padi dan serbuk gergaji sengon memberikan pertumbuhan jamur tiram putih yang sama. Hasil jamur tiram putih lebih baik pada bibit dengan media substrat biji sorghum, jagung, padi berturut – turut.
Cover Vol 7, No 2: September 2021 No 2: September 2021, Cover Vol 7
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.16526

Abstract

PENANAMAN MANGROVE DI DALAM POT Sarno, Sarno
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: March 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i1.1577

Abstract

Jenis mangrove tertentu sangat menarik jika ditanam di dalam pot. Tulisan ini dibuat berdasarkan hasil percobaan dan pengenalan mangrove sebagai tanaman hias kepada masyarakat. Diharapkan dapat memberikan informasi dan inspirasi tentang pemilihan jenis dan prospek mangrove sebagai tanaman hias dalam pot. Pemilihan jenis mangrove tergantung kepada selera masing.masing. Selama ini belum banyak yang mencoba secara intensif untuk kepentingan bisnis, sehingga menjadi peluang yang prospektif. Pemanfaatan mangrove seyogyanya dilakukan dengan tetap memperhatikan pelestariannya.
Uji Aktivitas Antibakteri Daun Singkong (Manihot esculenta) Pada Bakteri Staphylococcus aureus dan Eschrichia coli Prasasti, Azmi; Kustriyani, Anung; Udianto, Abi Mas; Permatasari, Velisia Dini; Oktalia, Putri; Nursiyatin, Nursiyatin
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.16133

Abstract

Staphylococcus aureus and Escherichia coli are bacteria that cause infections and they are often found in the community. Infections caused by these bacteria are usually treated with antibiotics. However, excessive and uncontrolled use of antibiotics can lead to antibiotic resistance or immunity. This can result the infection will be more difficult to treat because of the bacteria's resistance to the antibiotic. Thus,  the treatment to minimize side effects of antibiotics resistance is needed. One of the traetment is using the herbal ingredients. Cassava leaves are plants with various properties, one of which is antibacterial. Therefore, this study aimed to determine the content of secondary metabolites and to test the antibacterial activity of cassava leaf extract on S. aureus and E. coli bacteria. The extraction method uses maceration. Antibacterial test using paper disc method test. Variations in the concentration of cassava leaf extract were 50,000 ppm, 100,000 ppm, and 150,000 ppm. The results showed that cassava leaf extract contained alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and was able to inhibit the growth of S. aureus and E. coli bacteria. In S. aureus, the concentration of 150,000 ppm produced the highest inhibition zone of 11.1 mm and the concentration of 50,000 ppm produced the lowest inhibition zone of 8.6 mm. In E. coli a concentration of 150,000 ppm resulted in the highest inhibition zone of 5.2 mm and the lowest concentration of 3.5 mm. The response of cassava leaf extract was classified as a moderate response in inhibiting the growth of S. aureus bacteria. While producing a weak response in inhibiting the growth of E. coli bacteria. Statistical test for the inhibition zone of S. aureus showed normality of 0.500 and homogeneous 0.286, while for the inhibition zone of E.coli showed normal 0.96 and homogeneous 0.281.