cover
Contact Name
Andi Alim Syahri
Contact Email
andialims@unismuh.ac.id
Phone
+6285255384303
Journal Mail Official
sigma@unismuh.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 28053610     EISSN : 27467503     DOI : https://doi.org/10.26618/sigma
Core Subject : Education,
The aim of this journal is to publish research in mathematics education including teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, and educational development from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 366 Documents
ANALISIS PEMAHAMAN GURU MATEMATIKA SMP TERHADAP PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DI KABUPATEN SUMEDANG Sholihat, M Nuur'aini; Koswara, Ucu; Irawan, Dedi
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i2.16329

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi penting dalam pembelajaran matematika untuk memenuhi kebutuhan beragam siswa. Meskipun telah ada kesadaran akan strategi ini, banyak guru di Kabupaten Sumedang yang masih menghadapi tantangan dalam penerapannya, terutama dalam penggunaan media digital sebagai alat bantu. Guru yang seharusnya mampu menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa, ditemukan adanya kesenjangan dalam pemahaman dan penerapan strategi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi oleh guru, mengevaluasi penggunaan media digital, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan dengan pengumpulan data melalui angket dan wawancara wawancara semi-terstruktur yang melibatkan 30 guru matematika dari berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun guru menyadari pentingnya pembelajaran berdiferensiasi, penerapannya masih belum optimal. Guru telah menggunakan media digital, tetapi keterampilan teknis guru masih terbatas. Tantangan lain yang dihadapi oleh guru adalah perbedaan kemampuan siswa dalam satu kelas, yang membuat penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi menjadi lebih kompleks.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK Rahmadhani, Sherly Fitri; Heleni, Susda; Yuanita, Putri
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i2.16348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian peserta didik kelas VIII-1 SMP Taruna Sakti Pekanbaru yang berjumlah 25 peserta didik. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I terdiri dari dua pertemuan dan siklus II terdiri dari tiga pertemuan. Instrumen penelitian terdiri dari perangkat pembelajaran yang berisi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Modul Ajar. Instrumen pengumpulan data berupa lembar pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, serta lembar tes KPMM. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengamatan dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model PBL dapat memperbaiki proses pembelajaran dan dapat meningkatkan KPMM peserta didik kelas VIII-1 SMP Taruna Sakti Pekanbaru. Peningkatan KPMM peserta didik dapat dilihat dari analisis KPMM secara klasikal. Pada rata-rata nilai kemampuan awal KPMM peserta didik sebelum tindakan adalah 39,76. Rata-rata nilai KPMM peserta didik pada siklus I adalah 61,12. Rata-rata nilai KPMM peserta didik pada siklus II adalah 75,06. Rata-rata nilai KPMM peserta didik pada siklus I 21,36 lebih tinggi dari rata-rata nilai tes awal. Sedangkan rata-rata KPMM peserta didik pada siklus II 13,94 lebih tinggi dari rata-rata nilai siklus I. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan model PBL dapat memperbaiki proses pembelajaran dan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VIII-1 SMP Taruna Sakti Pekanbaru semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025 pada konten Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV).
ANALISIS VARIASI GAYA MENGAJAR GURU PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH MENENGAH Ramadhania, Sapella Suci; Astuti, Reni; Risalah, Dewi
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i2.16404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana variasi gaya mengajar guru, menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan variasi gaya mengajar dan usaha-usaha yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan variasi gaya mengajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas VIII SMPN 16 Pontianak yaitu G1 dan G2. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi . Langkah-langkah penelitian dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian hasil, dan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu menerapkan variasi gaya mengajar guru, Ibu Ayu dan Ibu Fitri menerapkan variasi gaya mengajar guru yang berdasarkan 6 indikator yaitu, variasi suara, memusatkan perhatian siswa, mengadakan diam sejenak, kontak pandang, gerakan anggota badan, dan pindah posisi. Kendala yang dihadapi Ibu Ayu dikelas VIII suara guru yang kecil ketika mengajar, kemudian ketika membawa anak dalam pembelajaran serius tapi santai, anak menjadi terbawa suasana santai, dan pembahasan anak terkadang diluar dari pembahasan pada materi yang dipelajari saat itu. Sedangkan kendala yang dihadapi Ibu Fitri dikelas VIII untuk menciptakan kelas yang kondusif guru kesulitan mengendalikan tingkah laku siswa karena pasti ada beberapa siswa didalam kelas yang tidak benar-benar dalam belajar, membuat kelas menjadi berisik. Sehingga membuat guru menaikkan intonasi suara menjadi tinggi. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kendala di kelas Ibu ayu yaitu menggunakan mic, melakukan ice breaking, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. Sedangkan usaha-usaha yang dilakukan Ibu Fitri yang menerapkan variasi gaya mengajar yang baik dengan berdasarkan 6 indikator tersebut.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CALISTUNG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA DI SMP NEGERI 2 MAUPONGGO Ngao, Priska; Bela, Maria Editha; Tali Wangge, Maria Carmelita; Bhoke, Wilibaldus
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i2.16487

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah menerapkan model pembelajaran calistung guna meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa dengan menerapkan metode penelitian kualitatif deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Mauponggo. Data penelitian yang dikumpulkan dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengamati proses penerapan model pembelajaran calistung, dan pendekatan kuantitatif untuk menghitung hasil dari program calistung efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan nilai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dari pre-test ke post-test. Perolehan nilai AKM dari pre-test literasi 44 % dan post-tes literasi 80%. Sedangkan perolehan nilai AKM pre-test numerasi 22% dan post-test sebesar 65%. Selain itu proses pembelajaran menunjukan adanya perubahan positif dalam motivasi belajar siswa, keaktifan selama proses pembelajaran, dan pemahaman siswa terhadap materi dasar literasi dan numerasi. Hasil ini mengidentifikasi bahwa model pembelajaran calistung dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pencapaian siswa.
IMPLEMENTASI LINTASAN BELAJAR PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA MELALUI PROJECT-BASED LEARNING Sumarni, Sumarni; Darhim, Darhim; Fatimah, Siti
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i2.16596

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas mahasiswa calon guru matematika (MCGM) dalam implementasi lintasan belajar pengembangan bahan ajar matematika melalui project-based learning. Partisipan penelitian terdiri dari 10 MCGM yang belajar di program studi pendidikan matematika sebuah universitas di Indonesia. Metode kualitatif deskriptif digunakan, instrumen penelitian berupa lintasan belajar pengembangan bahan ajar matematika melalui project-based learning dan instrumen lembar kerja proyek mahasiswa dari lintasan belajar yang dikembangkan, lembar observasi dan lembar refleksi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif. Sebagai hasil dari penelitian, implementasi lintasan belajar pengembangan bahan ajar melaui project-based learning memberikan pengalaman kepada mahasiswa calon guru dalam mengembangkan bahan ajar matematika dan mahasiswa mampu menghasilkan produk bahan ajar yang valid berdasarkan hasil validasi ahli. Selain itu, dengan pengalaman aktivitas pengembangan bahan ajar melalui pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan PCK dan MCK mahasiswa calon guru matematika.
MENINGKATKAN MINAT DAN PEMAHAMAN KONSEP TRIGONOMETRI MELALUI VIDEO DAN GAME INTERAKTIF (KAHOOT) DI KELAS X-4 SMAN MODEL TERPADU MADANI PALU Sari, Septi Rahmita; Kamaruddin, Kamarudin; Lefrida, Rita
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i2.16712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan pemahaman konsep trigonometri pada siswa kelas X-4 SMAN Model Terpadu Madani Palu melalui penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Media pembelajaran berupa video dan platform interaktif Kahoot diintegrasikan ke dalam proses belajar mengajar untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, serta angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata siswa, khususnya pada siklus kedua dibandingkan dengan siklus pertama. Selain itu, partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran meningkat secara substansial. Berdasarkan analisis angket, mayoritas siswa menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran ini membuat mereka lebih tertarik dan termotivasi dalam mempelajari trigonometri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi video dan Kahoot tidak hanya membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik, tetapi juga menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Strategi ini dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, khususnya pada materi trigonometri, dan mendorong partisipasi siswa secara aktif dalam proses pembelajaran
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Bahruddin, Bahruddin; Zainuddin, Zainuddin; Dewi, Hefi Rusnita
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 17 No. 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v17i2.18137

Abstract

AbstrakPada abad ke-21, pendidikan dituntut untuk menghasilkan generasi yang memiliki keterampilan berpikir kritis dan logis untuk menghadapi tantangan global yang kompleks. Salah satu pendekatan pembelajaran yang relevan adalah Problem-Based Learning (PBL), yang berpusat pada pemecahan masalah nyata dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan model PBL dalam pembelajaran matematika untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP yang mempelajari materi relasi dan fungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa adalah 23,2, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 68,5. Nilai N-gain yang diperoleh adalah 0,59, yang termasuk dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika. PBL memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah secara mandiri maupun kolaboratif. Selain itu, model ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang menantang, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Dengan demikian, PBL dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar matematika. Hasil penelitian ini juga membuka peluang bagi studi lanjutan untuk mengeksplorasi dampak PBL terhadap keterampilan lain seperti komunikasi dan kolaborasi. AbstrackIn the 21st century, education is required to produce a generation equipped with critical and logical thinking skills to address increasingly complex global challenges. One relevant instructional approach is Problem-Based Learning (PBL), which emphasizes solving real-world problems and encourages active student engagement. This study aims to examine the effectiveness of implementing the PBL model in mathematics instruction to foster the critical thinking skills of junior high school students. The research employed a quasi-experimental method using a pretest-posttest design. The subjects were eighth-grade students studying the topic of relations and functions. The results indicated that the average pretest score was 23.2, while the average posttest score increased to 68.5. The calculated N-gain score was 0.59, which falls into the “moderate” category. These findings demonstrate that the PBL model is effective in enhancing students’ critical thinking skills in mathematics learning. PBL provides opportunities for students to analyze, evaluate, and solve problems independently or collaboratively. Furthermore, the model creates a meaningful, challenging learning environment oriented toward the development of higher-order thinking skills. Therefore, PBL can serve as an innovative learning strategy to improve the quality of mathematics learning processes and outcomes. This study also opens opportunities for further research to explore the impact of PBL on other skills such as communication and collaboration.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP BERPIKIR KRITIS BERDASARKAN SELF-CONFIDENCE SISWA SMP Feriyanto, Feriyanto; Rohim, Abdur; 'Adna, Syita Fatih; Subanji, Subanji; Sudirman, Sudirman
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 17 No. 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v17i2.18444

Abstract

AbstrakDalam pendidikan modern, siswa harus memiliki keterampilan berpikir kritis yang didukung oleh kepercayaan diri dalam pembelajaran matematika. Salah satu masalah utama dalam penelitian ini adalah peningkatan keterampilan berpikir kritis sekolah menengah yang disebabkan oleh guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai seberapa efektif model pembelajaran berbasis masalah (PBL) untuk keterampilan berpikir kritis. Ini terjadi dengan kepercayaan sekolah menengah yang bangun datar. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain kuasi-eksperimental. Secara khusus, desain kelompok kontrol hanya digunakan dalam desain faktorial 2x3 setelah pengujian. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Mojokerto tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 251 siswa, dengan sampel 61 siswa yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Instrumen penelitian meliputi angket self-confidence dengan skala Likert dan tes kemampuan berpikir kritis berbentuk uraian pada materi bangun datar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian angket dan tes, kemudian dianalisis menggunakan uji prasyarat dan analisis variansi dua jalan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan PBL dan pembelajaran langsung (sig. = 0,422 > 0,05). Self-confidence juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis (sig. = 0,543 > 0,05), dan tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan self-confidence (sig. = 0,227 > 0,05). Disimpulkan bahwa efektivitas PBL tidak lebih superior dibandingkan pembelajaran langsung dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada konteks penelitian ini. AbstractTwenty-first-century education demands that students possess critical thinking abilities supported by self-confidence in mathematics learning. The low critical thinking ability of junior high school students, exacerbated by conventional teacher-centered learning, constitutes the main problem in this research. This study aims to analyze the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) model on critical thinking ability in terms of junior high school students' self-confidence in plane geometry material. The research method employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically the non-equivalent posttest-only control group design with a 2×3 factorial arrangement. The research population consisted of 251 seventh-grade students at SMP Negeri 3 Mojokerto in the 2024/2025 academic year, with a sample of 61 students selected using cluster random sampling. Research instruments included a self-confidence questionnaire using a Likert scale and a critical thinking ability test in essay form on plane geometry material. Data collection techniques were conducted through questionnaire administration and testing, then analyzed using prerequisite tests and two-way analysis of variance. The research results show no significant difference in critical thinking ability between students learning with PBL and direct instruction (sig. = 0.422 > 0.05). Self-confidence also had no significant effect on critical thinking ability (sig. = 0.543 > 0.05), and there was no interaction between learning model and self-confidence (sig. = 0.227 > 0.05). It is concluded that the effectiveness of PBL is not superior to direct instruction in improving students' critical thinking ability in the context of this research.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP Zuhra, Ade Azma; Ibrahim, Lukman
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 17 No. 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v17i2.18446

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa SMP. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan observasi dan wawancara di SMP Negeri 6 Banda Aceh yang menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami soal cerita aljabar karena terbiasa menyelesaikannya secara prosedural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental, melibatkan dua kelas sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi modul ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta soal pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model reciprocal teaching memiliki pemahaman konsep matematika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Temuan ini menegaskan bahwa reciprocal teaching efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa, khususnya dalam memahami soal-soal yang membutuhkan pemikiran konseptual. AbstrackThis study investigates the effect of the reciprocal teaching instructional model on junior high school students’ conceptual understanding of mathematics. The research was motivated by observations and interviews conducted at SMP Negeri 6 Banda Aceh, which indicated that students encountered difficulties in solving algebra word problems due to their tendency to rely on procedural strategies. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed, involving two classes assigned as the experimental and control groups. Research instruments included instructional modules, student worksheets, and pre-test and post-test assessments. The findings revealed that students taught using the reciprocal teaching model demonstrated significantly greater conceptual understanding compared to those who received conventional instruction. These results suggest that the Reciprocal Teaching model is effective in improving students’ ability to comprehend and solve mathematical problems that require conceptual reasoning.  
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMA Maulani, Karina Azzahra; Saragih, Sehatta; Armis, Armis
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 17 No. 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v17i2.18685

Abstract

Kemampuan representasi matematis (KRM) memiliki peran krusial dalam pembelajaran matematika, namun berbagai hasil studi menunjukkan bahwa capaian siswa di bidang ini tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan KRM melalui penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dengan topik Statistika. Penelitian dilakukan pada 40 siswa XD SMA Negeri 15 Pekanbaru tahun ajaran 2024/2025. Penelitian menerapkan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan dalam dua siklus berurutan. Di setiap siklus, kegiatan mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, serta refleksi terhadap hasil tindakan. Data dikumpulkan melalui dua tes KRM berbentuk uraian berdasarkan indikator representasi visual, simbolik, dan verbal, serta melalui lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa. Data penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata KRM siswa dari 26,65 pada tes awal, naik menjadi 46,87 pada siklus I, dan mencapai 84,2 pada siklus II. Hasil tersebut menunjukkan implementasi PBL berkontribusi positif terhadap perbaikan proses pembelajaran serta peningkatan KRM siswa kelas XD SMA Negeri 15 Pekanbaru pada topik Statistika semester genap tahun ajaran 2024/2025.