cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI)
Published by Universitas Airlangga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
POTENSI BALITA RISIKO STUNTING DAN HUBUNGANNYA DENGAN KELUARGA PRA-SEJAHTERA DI JAWA TIMUR: ANALISIS DATA PK-21 Siti Rahayu Nadhiroh; Edi Dwi Riyanto; Sa'idah Zahrotul Jannah; Ika Savitri Salsabil
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.112-119

Abstract

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan prevalensi stunting pada balita tergolong medium. Pemetaan balita berpotensi resiko stunting diperlukan sebagai informasi awal dalam upaya eliminasi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi balita risiko stunting di Jawa Timur dan menganalisis hubungannya dengan indicator keluarga pra-sejahtera. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Pendataan Keluarga (PK) 2021. Data diperoleh melalui sensus dengan mendata seluruh keluarga yang menjadi target sasaran di Jawa Timur. Pengumpulan data melalui kunjungan rumah menggunakan formulir F/I/PK/21 dan diinput langsung melalui aplikasi berbasis smartphone. Pemetaan Keluarga Sasaran Berpotensi Risiko Stunting dalam penelitian ini menggunakan salah satu penapisan yaitu keluarga pra-sejahtera. Data disajikan secara deskriptif dalam bentuk gambar. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Terdapat 11.848.066 kepala keluarga di Jawa Timur yang telah terdata. Jumlah balita potensi risiko stunting terbesar terdapat di Kabupaten Malang, Jember, dan Kota Surabaya. Sedangkan berdasarkan presentase, wilayah dengan balita potensi risiko stunting terbesar adalah Kab. Sampang, Bangkalan, dan Sumenep. Dapat disimpulkan bahwa, balita berpotensi risiko stunting dan keluarga pra-sejahtera di Jawa Timur terkonsentrasi pada Kota/Kabupaten tertentu. Hasil analisis statistic menunjukkan potensi risiko stunting berhubungan dengan keluarga dengan ada anak 7-15 tahun tidak sekolah (p-value<0,001), keluarga dengan tidak ada anggota keluarga yang memiliki sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok per bulan (p-value=0,001), tidak setiap anggota keluarga makan “makanan beragam” paling sedikit 2 kali sehari (p-value<0,001) serta keluarga pra-sejahtera (p-value<0,001). Diperlukan percepatan pengentasan keluarga pra-sejahtera melalui indicator yang ditetapkan serta peningkatan anggaran dan program percepatan penurunan stunting pada Kabupaten/Kota dengan potensi risiko stunting terbesar.
The The Role of Family Companions in Reducing Stunting: PERAN PENDAMPING KELUARGA DALAM MENURUNKAN STUNTING Uliyatul Laili; Endah Budi Permana Putri; Lailatul Khusnul Rizki
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.120-126

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalah gizi yang terjadi di Inodnesia, dan ditandai dengan tubuh pendek. Anak dengan stunting akan lebih rentan terhadap penyakit. Sehingga penanganan masalah Stunting dapat dimulai sejak persiapan sebelum kehamilan yaitu pada remaja, calon pengantin, dilanjutkan pada ibu hamil, ibu menyusui dan balita melalui tim pendamping keluarga. Pelaksanaan pendampingan keluarga dilakukan dengan membentuk tim pendamping keluarga yang nantinya akan melakukan penyuluhan, fasilitas pelayanan rujukan, fasilitas bantuan sosial bagi keluarga berisiko Stunting serta surveilans terhadap kelompok sasaran di tingkat desa/kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran pendamping keluarga dalam menurunkan stunting di Kecamatan Porong. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pendamping keluarga di Wilayah Puskesmas Porong. Pengambilan sampel dilakukan dengan samtotal sampling sebanyak 66 pendamping keluarga di Wilayah Puskesmas Porong yang terdiri dari 7 Kelurahan/ desa. Pengambilan data dilakukan secara observasi dan wawancara selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 desa yang terdapat di wilayah Puskesmas Porong, Kecamatan Porong, semuanya telah terbentuk tim pendamping keluarga untuk menurunkan stunting. Prosentase stunting di Kecamatan Porong pada tahun 2020 sebesar 10,80%, sedangkan pada tahun 2021 prosentase stunting sebesar 10%. Pengetahuan tim pendamping keluarga terhadap peran dan tugasnya sudah cukup baik yaitu yang tahu akan tugasnya sebesar 52 responden dan yang tahu tentang tugasnya sebesar 62 responden. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Prosentase Stunting di Kecamatan Porong pada tahun 2021 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Peran pendamping keluarga dapat menurunkan prosentase Stunting di Kecamatan Porong.
MODIFIKASI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN GIZI IBU BALITA CEGAH STUNTING MELALUI KEGIATAN “HEALTHY FOOD COOKING CLASS” Dwi Faqihatus Syarifah Has; Eka Srirahayu Ariestiningsih; Nur Cahyadi; Amalia Rahma; Endah Mulyani; Diah Fauziya Zuhro
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.186-192

Abstract

Faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab anak stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan baik. Ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan, dan laktasi akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi dan pendampingan gizi ibu balita cegah stunting melalui kegiatan “Healthy Food Cooking Clas”. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental yang melibatkan 80 responden yang berasal dari ibu balita stunting pada 2 daerah lokus stunting di Kabupaten Gresik yakni Desa Singosari dan Desa Klangonan yang diplih secara secara purposive sampling. Metode yang dilakukan menggunakan metode pemeriksaan antopometri pada balita, penyuluhan nilai gizi produk healthy food, ceramah tanya jawab, demonstrasi dan praktik memasak (cooking class healthy food). Pelaksanaan kegiatan selama 3 bulan, dalam interval 2 mingguan dilaksanakan di balai Desa Singosari dan Klangonan. Hasil kegiatan modifikasi edukasi dan pendampingan gizi ibu balita cegah stunting dengan healthy food cooking class dapat meningkatkan pengetahuan ibu) dan menghasilkan karya menu berupa Bubur Tim Kelor, Eggrol Bandeng Kelor, Dawet Kelor, Es Krim Kelor dan Stik Kelor. Keseluruhan anak balita menyatakan suka dengan rasa, tekstur dan tampilannya. Modifikasi edukasi dengan healthy food cooking class meningkatkan pengetahuan ibu balita dan menarik minat memasak ibu balita untuk cegah stunting. Pemberian edukasi diharapkan dapat bersifat interaktif dengan metode demonstrasi atau praktik.
Pembuatan Protipe Sarana Air Bersih Sebagai Solusi Alternatif Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Pacitan Deti Rahmawati; Eddy Setiadi Soedjono; Soedarso Soedarso; Nastasia Festy Margini; Mukodi Mukodi
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.127-138

Abstract

Kasus stunting di Kabupaten Pacitan Tahun 2022 mencapai 22,77% angka tersebut merupakan angka yang cukup tinggi dan melampaui ambang batas yang ditetapkan oleh WHO yakn sebanyak 20%. Hasil penelitian kami di Kabupaten Pacitan faktor utama penyebab kasus stunting adalah adanya kemiskinan yang membuat efek domino pada hal lainnya, Minimnya asupan gizi pada anak serta adanya budaya pernikahan dini dibeberapa daerah. Dalam jangka Panjang, stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak yang kemudian akan berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan baik secara fisik maupun mental. Kondisi stunting sangat erat kaitanya dengan kondisi lingkungan yang tidak sehat seeprti tidak tersedianya sarana air bersih dan sanitasi yang layak. Oleh karena itu, dilakukan upaya untuk menyediakan sarana air bersih di 10 desa lokus stunting melalui program Prototipe sarana air bersih. Program ini dilakukan oleh dosen, mahasiswa, dan masyarakat desa secara swadaya. Pembangunan prototipe sarana air bersih ini diharapkan mampu membuka akses masyarakat terhadap air bersih sehingga angka prevalensi stunting di Pacitan dapat diturukan.
ANALISIS SITUASI UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DENGANPENDEKATAN KELUARGA BERISIKO STUNTING (Studi Kasus di Kabupaten Jombang Jawa Timur) Widati Fatmaningrum; Siti Rahayu Nadhiroh; Agus Raikhani; Budi Utomo; Luluk Masluchah; Patmawati
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.139-144

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat sehingga pemerintah mentargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14 % pada tahun 2024. Jumlah keluarga berisiko stunting juga masih tinggi yaitu mencapai 21,9 juta berdasarkan pendataan keluarga (PK 21). Stunting adalah anak balita dengan nilai z-score kurang dari -2.00 SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari -3.00 SD (severely stunted). Keluarga berisiko stunting adalah keluarga yang memiliki satu atau lebih faktor risiko stunting yang terdiri dari keluarga yang memiliki anak remaja puteri/calon pengantin/Ibu Hamil/anak usia 0 – 23 bulan/anak usia 24 – 59 bulan berasal dari keluarga miskin, pendidikan orang tua rendah, sanitasi lingkungan buruk, dan air minum tidak layak. Untuk menurunkan stunting diperlukan intervensi spesifik sebesar 30 % dan intervensi sensitive sebesar 70 %. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor pendukung dalam upaya percepatan penurunan stunting dengan pendekatan keluarga berisiko stunting di Kabupaten Jombang Jawa Timur. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan studi kasus dan jenis data adalah primer dan sekunder. Sasaran program adalah ibu hamil, ibu menyusui, anak usia 0-23 bulan, remaja putri dan wanita usia subur serta anak usia 24-59 bulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kasus stunting dari tahun 2020 ke tahun 2021 di Kabupaten Jombang dengan strategi yang diterapkan adalah edukasi kesehatan melalui kemandirian keluarga, gerakan masyarakat hidup sehat, gerakan seribu hari pertama kehidupan dan revitalisasi Posyandu. Keberhasilan program ini berkat dukungan dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Jombang dan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Status Ekonomi Keluarga dan Kecukupan Gizi dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan di Kota Surabaya Hasanah Ayuningtyas; Siti Rahayu Nadhiroh; Zida Sinata Milati; Alfin Lailatul Fadilah
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.145-152

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang sering dialami oleh anak di dunia. Kejadian stunting menandai bahwa anak tersebut tidak cukup gizi. Ketidakcukupan gizi merupakan salah satu faktor penyebab stunting yang juga dapat dipengaruhi oleh status sosial ekonomi keluarga. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan status ekonomi keluarga dan kecukupan gizi dengan stunting pada anak usia 6-24 bulan di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional kepada 160 ibu dan anak usia 6-24 bulan yang dipilih menggunakan consecutive sampling di wilayah kerja Puskesmas Tanah Kalikedinding, Putat Jaya, Bangkingan, dan Sememi. Variabel penelitian adalah asupan gizi anak menggunakan recall, pendapatan keluarga dengan kuesioner, serta status gizi yang dikumpulkan dengan pengukuran tinggi badan menggunakan length board atau microtoise. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki pendapatan dibawah UMK kota Surabaya (78,8%). Kecukupan energi pada anak usia 6-24 bulan (50,6%) dan karbohidrat (57,5%) berada pada kategori defisit, kecukupan protein (75,6%) dan lemak (40%) terbanyak berada pada kategori lebih, dan kecukupan zat gizi mikro Fe kurang (51,3%) serta zink (78,1%) dan kalsium (65,6%) dalam kategori cukup. Hasil uji chi square menunjukkan hubungan signifikan antara kecukupan zat besi (p value = 0,021) dan kalsium (p value = 0,000) terhadap kejadian stunting anak usia 6-24 bulan. Kesimpulannya adalah status ekonomi keluarga anak tergolong rendah serta terdapat hubungan antara tingkat kecukupan zat besi dan kalsium pada anak 6-24 bulan di Surabaya dengan kejadian stunting. Kata kunci— stunting, kecukupan gizi, pendapatan keluarga
The association of sanitation, birth history, and nutritional status on the incidence of diarrhea among children under five in Zambia, South Africa Wizara Salisa; Trias Mahmudiono; Mahmudah
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.153-160

Abstract

Negara sub-sahara dikenal memiliki pasokan sumber air bersih dan sanitasi yang belum mumpuni, sehihngga mempengaruhi peningkatan risiko kejadian diare. Diketahui bahwa masalah gizi juga menjadi penyebab diare. Lalu bagaimana pengaruh faktor risiko tersebut di negara sub-sahara? Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi, riwayat kelahiran, dan status gizi terhadap kejadian diare pada balita di Zambia dan besaran risikonya. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dengan memanfaatkan data sekunder Zambia Demographic and Health Survey tahun 2018 yang tersedia dari DHS program. Total sampel sebanyak 6504 balita dengan data lengkap meliputi diare, karakteristik sosio ekonomi, riwayat kelahiran, status anemia, serta antropometri (BB dan TB). Hasilnya, sebanyak 15,6% balita mengalami diare (2 minggu terakhir). Berdasarkan sosio ekonomi, tingkat pendidikan berhubungan signifikan (p=0,000) dengan diare dimana ibu yang tidak bersekolah berisiko hingga 1,542 kali. Sumber air minum berhubungan signifikan terhadap kejadian diare (p=0,001), dengan risiko 1,297 kali. Pada status gizi, hanya variabel BB/U (underweight) yang ditemukan berhubungan signifikan (p=0,000), dengan besar risiko 1,413 kali. Temuan menarik pada riwayat kelahiran balita, yaitu balita yang diberi ASI eksklusif meningkatkan kejadian diare hingga 2,5 kali (p=0,000). Penelitian ini mengkonfirmasi hipotesis bahwa kejadian diare pada balita di Zambia dipengaruhi secara signifikan oleh sumber air minum, tingkat pendidikan ibu, riwayat IMD, dan status gizi BB/U atau underweight. Namun pada riwayat pemberian ASI eksklusif, diare lebih banyak terjadi pada balita yang mendapat ASI eksklusif.
Analisis Faktor Risiko Maternal terhadap Keluarga Berisiko Stunting: Studi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Indonesia Dr. Elok Permatasari, M.Kes.; Leersia Yusi Ratnawati; Ni'mal Baroya; Globila Nurika; Farida Wahyu Ningtyias; Andrei Ramani
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.161-167

Abstract

Background. In 2021, stunting in Indonesia remains high at 24.4%. Indonesian government has a target to decrease stunting prevalence become 14% in 2024. Jember is one of district in East Java with high stunting prevalence 23,4%. First thousand days of life influenced stunting, and maternal risk factor is one of determinants of stunting. In Indonesia was known as 4T, which is Too young, Too old, Too closed and Too much. Objectives. To analyze Maternal Risk Factor (4T) in families at risk of stunting in Jember district, East Java, Indonesia. Method. This research was ecological study by using secondary data with unit of analysis were 286344 families with stunting risk in Jember district. Source data collection using PK21 (Family Data base 2021) and child monitoring status 2019-2021. Data was analyzed by pearson and spearman correlation. Result. Based on Family data base 2021 in Jember showed that there were 84.19% family at risk of stunting. Maternal risk factor (4T) showed: Too young (age of wife < 19 years) 1.18%; Too old (age of wife > 35 years) 52.50%; too close (birth spacing < 2 years) 1.34%; too much (number of birth > 3) 18.03%. And there were corellation between maternal risk factor too young (0,003), too old (0,000), too close (0,000) and too much (0,000) with family at stunting risk. Conclusion. Stunting in Jember remains high and need prevention by reducing maternal risk factor including: too young, too old, too close, and too much. Keywords: Stunting, Maternal Risk Factor, 4T
Determinants that Contributes to Stunting Prevention Behavior in Pregnant Woman in Indonesia Nafiatus Sintya Deviatin; Alma Feriyanti; Shrimarti Rukmini Devy; Muji Sulistyowati; Leersia Yusi Ratnawati; Qurnia Andayani
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.168-174

Abstract

Stunting is a condition of growth and development failure that occurs in children due to chronic malnutrition from the first thousand days of life (1,000 HPK). Stunting Practical efforts in overcoming stunting can be made during pregnancy. The behavior of pregnant women will have an impact on the incidence of stunting in children. The objective of the study is to review determinants that contribute to the behavior of pregnant women in stunting prevention efforts in Indonesia. The design of this study used a literature review. The article studied in this study was published in the last five years and discusses the determinants that contribute to the behavior of pregnant women in efforts to prevent stunting. Article search using an electronic database, namely through Google Scholar, Garuda, and ScienceDirect. Several articles reviewed show that various determinants can contribute to stunting prevention behavior in pregnant women. In addition to maternal factors, physical and social-environmental factors also contribute to the conduct of pregnant women. These determinants can eventually become a challenge for the government to reduce stunting rates in Indonesia.
Buang Air Sembarangan dan Stunting Inne Soesanti Soesanti; Dian Shofiya; Winarko Winarko; Mujayanto Mujayanto; Rahmania Rahmania
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.193-199

Abstract

Desa Mergosari, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban mempunyai prevalensi balita stunting sebesar 25,7% pada tahun 2022. Salah satu faktor penyebab stunting adalah rendahnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat di desa mergosari. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan dipilih secara purposif. Informan terdiri dari perangkat desa, bidan dan kader Posyandu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara melalui diskusi kelompok fokus dan observasi terkait penggunaan perilaku hidup bersih dan sehat. Analisa data dilakukan dengan cara triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan masih banyak warga desa yang melakukan buang air besar sembarangan seperti di tanah rerumputan meskipun mereka sudah mempunyai jamban atau closet di rumahnya. Buang air besar di rerumputan sudah dilakukan oleh warga masyarakat sejak dahulu bahkan dari generasi ke generasi. Hal ini menunjukkan perilaku tersebut sudah menjadi budaya. Buang air besar sembarangan dapat mengakibatkan banyaknya lalat dan cacing. Perilaku ini dapat menimbulkan resiko penyakit cacingan terutama jika anak-anak tidak menggunakan alas kaki ketika bermain di rumah serta tidak mencuci tangan dan kaki setelah bermain di luar rumah. Makanan tidak ditutupi oleh tutup saji akan dihinggapi oleh lalat dan dapat mengakibatkan diare. Perilaku buang air besar sembarangan telah menjadi budaya. Rekomendasi bagi pemerintah setempat supaya mengubah perilaku masyarakat untuk tidak melakukan buang air besar sembarangan sebagai upaya pencegahan stunting.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2026): MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 20 No. 3 (2025): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 20 No. 2 (2025): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 20 No. 1 (2025): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 19 No. 1SP (2024): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Special Issue: The 3rd Ben Vol. 19 No. 3 (2024): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 19 No. 2 (2024): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 19 No. 1 (2024): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 18 No. 2SP (2023): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: 1st Interna Vol. 18 No. 1SP (2023): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Special Issue: The 2nd Ben Vol. 18 No. 3 (2023): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 18 No. 2 (2023): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 18 No. 1 (2023): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 17 No. 3 (2022): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 17 No. 2 (2022): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation Vol. 17 No. 1 (2022): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 16 No. 3 (2021): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTITRION JOURNAL) Vol. 16 No. 2 (2021): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (National Nutrition Journal) Vol. 16 No. 1 (2021): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (National Nutrition Journal) Vol. 15 No. 3 (2020): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 15 No. 2 (2020): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 15 No. 1 (2020): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2019): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 14 No. 1 (2019): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 13 No. 2 (2018): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 13 No. 1 (2018): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 12 No. 2 (2017): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 12 No. 1 (2017): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 11 No. 2 (2016): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 11 No. 1 (2016): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 10 No. 2 (2015): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 10 No. 1 (2015): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA More Issue