cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI)
Published by Universitas Airlangga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
Women in Health Communication The Role of Family Assistance Teams (TPK) in Accelerating Stunting Reduction in East Java : Women in Health Communication The Role of Family Assistance Teams (TPK) in Accelerating Stunting Reduction in East Java Netty Dyah Kurniasari; Emy susanti; Yuyun WI Surya
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.200-210

Abstract

Perempuan dalam konstruksi masyarakat dituntut untuk mengambil peran lebih dalam urusan domestik, salah satunya adalah kesehatan keluarga. Konstruksi gender yang melekat bahwa seorang perempuan itu lebih telaten, sabar dan sikapnya yang luwes menjadikan perempuan ditunjuk sebagai agent of change dalam setiap program kesehatan. Salah satu problem nasional saaat ini yang menjadi prioritas adalah stunting. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ditunjuk sebagai pelaksana program penururunan stunting di Indonesia. BKKBN telah membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk percepatan penurunan stunting. Tim pendamping kelurga (TPK) adalah sekelompok tenaga yang dibentuk dan terdiri dari Bidan, Kader TP PKK dan Kader KB. Mayoritas anggota TPK ini adalah perempuan. Tugas TPK ini untuk melaksanakan pendampingan meliputi penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan dan fasilitasi penerimaan program bantuan sosial kepada calon pengantin/calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca persalinan, anak usia 0-59 bulan serta melakukan surveilans keluarga berisiko stunting untuk mendeteksi dini faktor-faktor risiko stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku TPK tentang tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), serta hambatan dalam menjalankan tugas. Manfaat penelitian ini adalah menjadi masukan bagi BKKBN sebagai evaluasi kinerja lembaga TPK di tingkat desa.Metode penelitian yang dilakukan adalah wawancara dan observasi kepada TPK di beberapa kabupaten di Jawa Timur. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tim pendamping keluarga secara umum sudah mengetahui tentang peran tugas dan fungsinya. Hambatan yang dihadapi adalah dari segi geografis, anggaran, sarana dan prasarana, perilaku tidak mendukung dari masyarakat, materi pelatihan yang terlalu banyak, hambatan di server dan aplikasi Elsimil.
Komitmen Pimpinan Pada Penurunan Stunting Di Kabupaten Tuban Jawa Timur Dian Shofiya; Inne Soesanti; Rachmaniah; Winarko; Mujayanto; Sa’idah Zahrotul Jannah
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.211-214

Abstract

Stunting menyebabkan lemahnya persaingan sumber daya manusia (SDM) suatu negara, karena selain tampilan fisik juga berdampak pada kemampuan kognitif. Hasil SSGI21 menyatakan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4%. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting tahun 2024 menjadi 14%. Untuk mencapai angka tersebut memerlukan komitmen ditingkat pusat sampai dengan desa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui komitmen pemerintah dan masyarakat desa dalam percepatan penurunan stunting. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Focus Group Discusion merupakan cara pengumpulan data secara kualitatif. Partisipan dalam FGD adalah kepala desa dan pamong desa, bidan desa, bidan Puskesmas, serta anggota TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) di tingkat desa. Penelitian dilakukan di 10 desa lokus stunting di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen pimpinan telah ada tetapi belum operasional. Komitmen pendanaan masih bersifat umum belum focus pada balita stunting dan keluarga beresiko stunting, sangat bergantung pada dana pemerintah pusat dan bersumber pada dana desa yang sangat terbatas berupa pemberian makanan tambahan di posyandu. Sumberdaya manusia telah banyak melakukan kegiatan tetapi belum semua terlibat dalam kegiatan percepatan penurunan stunting, misalnya bisang pendidikan dalam hal ini adalah PAUD. Saran yang dapat diberikan agar pimpinan desa melakukan sosialisasi kepada seluruh tim percepatan penurunan stunting, memfokuskan sekaligus menambah besarnya anggaran untuk balita stunting dan keluarga beresiko stunting dan melibatkan semua komponen masyarakat untuk melakukan percepatan penurunan stunting. Kata kunci : stunting, komitmen pimpinan, dana desa.
PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN PENGENTASAN STATUS KEMISKINAN DALAM KONVERGENSI PENURUNAN ANGKA STUNTING: Food Security Integration and Poverty Status Reduction in the Convergence of Stunting Reduction Faraiesa Nurahadiyatika; Dominikus R. Atmaka; Aghnia Ilmi Imani
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.215-220

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi dengan faktor penyebab yang melingkupi berbagai sektor, seperti sektor sosial ekonomi dan ketahanan pangan. Faktor kemiskinan berkorelasi positif dengan kejadian balita stunting. Begitu pula dengan faktor ketahanan pangan yang buruk memiliki kaitan erat dengan kejadian stunting. Tujuan yaitu melihat gambaran intervensi yang tepat pada bidang ketahanan pangan dan kemiskinan dalam konvergensi penurunan angka stunting. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dengan artikel yang dipilih berasal dari google scholar dan scopus dengan kata kunci ketahanan pangan, kemiskinan, dan stunting. Hasil dari penelitian ini 8 dari 10 artikel jurnal yang menelaah tentang masalah kemiskinan yang dihubungkan dengan stunting seluruhnya menyatakan bahwa kemiskinan secara langsung berhubungan dengan stunting dan mempengaruhi peningkatan atau penurunan angka prevalensi pada kejadian stunting. Keterbatasan daya beli pada kondisi sosial ekonomi rendah menyebabkan terbatasnya akses pangan sehingga berdampak pada ketahanan pangan rumah tangga. Mereduksi kemiskinan dapat dilakukan dengan peningkatan ketahanan pangan di tingkat keluarga melalui strategi-strategi pendekatan sosial kultur masyarakat.
Penurunan Prevalensi Stunting Di Desa Sudimoroharjo Kabu-paten Nganjuk Sebagai Luaran Program Pendampingan Intensif Lintas Sektor Kepada Ibu Dengan Baduta Stunting Cleonara Yanuar Dini; Farida Farah Zakiya; Dwi Apriliani; Aisyaturida Amelia; Larastiti Windatari; Cindy Gita Chayani; M. Thoriq Aqilalhasib; Decca Pinky Nugroho; Shannon Ellya Marolop; David Aditya; Maulana Suryananda R; Dwi Anindya A; Azalia Putri Salsabila; Reza Dwi Ramadhan; Alfiyah Nahdah Kamilah; Arma Andi Kusuma; Choirul Anna Nur Afifah; Amalia Ruhana; Satwika Arya Pratama; Galuh Impala Bidari; Ali Imron
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.221-229

Abstract

Berdasarkan hasil SSGI (2021), prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk yaitu 25,3%. Salah satu desa yang ditetapkan sebagai lokus stunting adalah Sudimoroharjo dengan prevalensi sebesar 13,5%. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan focus group discussion secara langsung kepada ibu bayi dan balita stunting. Sebanyak 52 kader, 3 bidan dan 15 mahasiswa dari universitas negeri surabaya (unesa) berpartisipasi dalam program dan dibagi ke dalam 8 kelompok di setiap rukun tetangga (RT) selama 3 bulan. Sebelum dilakukan pendampingan, ibu bayi dan balita kurang berusaha untuk memberikan makan kepada anak baik dari segi frekuensi maupun komposisi. Program pendampingan yang dilakukan terdiri dari: penyuluhan mengenai isi piringku dengan prinsip beragam, bergizi, seimbang dan aman di setiap posyandu setiap hari, pendampingan stunting dari rumah ke rumah, melakukan layanan konsultasi gizi setiap hari di puskesmas pembantu (pustu). Selain itu juga diberikan makanan tambahan berupa susu 1x/minggu dan biskuit bagi bayi dan balita dengan gizi buruk dan stunting sekali dalam satu bulan. Monitoring dilakukan dengan meminta ibu dan anak untuk datang setiap satu atau dua minggu sekali ke pustu setelah PMT habis untuk melakukan pengecekan status gizi anak. Selanjutnya kader, bidan dan mahasiswa mengunjungi rumah ibu dengan anak stunting dalam 1 kali sebulan untuk menanyakan apakah pmt yang diberikan dikonsumsi habis atau tidak. Setelah diberikan pendampingan secara langsung ibu dapat memahami bagaimana menerapkan B2SA baik dari segi jumlah, jenis lauk serta frekuensi makan anak. Ibu juga memberikan pmt kepada anak sampai habis, sehingga prevalensi stunting turun menjadi 9,21%.
STUDY OF READINESS FOR IMPLEMENTATION OF INTEGRATED STUNTING REDUCTION INTERVENTIONS IN KLOJEN DISTRICT, MALANG CITY Fitria Dhenok Palupi; Indri Hapsari; Ibnu Fajar; Nurul Hakimah; Tapriadi Tapriadi; Juin Hadisuyitno; Siti Rahayu Nadhiroh
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.230-238

Abstract

be implemented by all policymakers. One of the strategic issues in accelerating stunting reduction in Indonesia is strengthening and increasing institutional capacity in reducing stunting. It is necessary to maintain regulations to ensure the implementation of stunting prevention and control efforts in the regions, and increase knowledge, and community participation. Objective: This study aims to determine the readiness to implement an integrated stunting reduction intervention through the DESA EMAS program at the stunting locus in Klojen District. Research method: This study uses a descriptive study method which was carried out in September – October 2022. The target of the study is regional apparatus organizations at the sub-district level at three stunting in Klojen District. Data collecting in the form of interviews with guided questions related to commitment, supporting factors, inhibiting factors, and sub-district programs. Data analysis was done descriptively in the form of textual. Results: The readiness to implement an integrated stunting reduction intervention through Desa Emas Program can be seen from the commitment of the three loci to stunting handling, cross-sectoral collaboration, and the availability of human resources capable of making three program (DASHAT, Budikdamber and urban farming). Commitment to human resources through the involvement of sub-district officials, sub-district health workers, assistant staff for stunting activities, health development cadres, POSYANDU cadres, and PAUD teachers. Conclusion: The three sub-districts in Klojen District have made efforts to implement stunting management commitments through available resources and limited funding. Keywords: stunting, commitment, Klojen District, Malang City
SINERGI LINTAS SEKTOR DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN NGANJUK, JAWA TIMUR Ali Imron; Cleonara Yanuar Dini; Satwika Arya Pratama; Udin Kurniawan Aziz; Siti Mudiyah; Diyah Herowati; Fonny Indri Hartanti
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.239-243

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah pembangunan kesehatan di Indonesia. Survei Status Gizi Indonesia (2021) mencatat, prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk mencapai 25,3%. Penanganan stunting harus melibatkan komitmen bersama dan peran lintas sektor. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran sosial lintas sektoral dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan konsep collaborative governance Ansell & Gash sebagai pisau bedah analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui teknik wawancara model focus group discussion kepada aparat desa, bidan dan penyuluh KB. Penelitian ini mengungkapkan bahwa peran sosial antar aktor dalam konteks tata kelola kolaboratif cukup efektif dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Nganjuk. Pemerintah desa berperan dalam merumuskan kebijakan penganggaran melalui alokasi dana desa untuk mendukung program tersebut. Bidan dan penyuluh KB bekerja sama merumuskan program yang efektif untuk disampaikan pada musyawarah perencanaan pembangunan desa. Pendampingan terhadap keluarga stunting dan berisiko stunting terus dilakukan melalui peran serta aktif bidan dan Tim Pendamping Keluarga. Kendala yang dialami pelaku sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting adalah konstruksi pengetahuan dan perilaku orangtua tentang pola asuh anak yang masih lemah. Oleh karena itu, dalam memperkuat implementasi tata kelola kolaboratif dalam percepatan pengurangan stunting, diperlukan persamaan persepsi dan motivasi bersama yang kuat diantara para aktor sosial yang terlibat. Selanjutnya capacity for joint action, dimana setiap aktor terlibat dalam kegiatan kerjasama untuk meningkatkan kapasitas diri dan inklusivitas peran untuk mencapai tujuan bersama.
The Dual Role of Early Childhood Teachers as Health Cadres in Reducing Stunting: - Nurul Hakimah; Indri Hapsari; Fitria Dhenok Palupi; Juin Hadisuyitno; Ibnu Fajar; Tapriadi; Nandia Firsty Dhorta; Siti Rahayu Nadhiroh
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.244-249

Abstract

Background: The role of early childhood education teachers (PAUD) is getting bigger in areas related to child nutrition and become potential contributors in improving and reducing stunting cases in children under five. The purpose of this study is how to promote health through the right food for PAUD-aged children. The role of PAUD teachers as well as health cadres is to become best practice in efforts to reduce stunting in the Malang City, Indonesia. Methods: This research is an analytic observational cross sectional design, using 150 PAUD teachers as well as health cadres who carry out best practice efforts to reduce stunting through evidence-based in-depth interviews. Results: The best practices that have been implemented are : the number of PAUD-age children who receive PMT directly; the ease of delivery of health promotion to the community, especially parents or child caretakers; higher community compliance; and a significant increase in children's weight and height. The impact and output of the dual role of PAUD teachers as health cadres in reducing stunting is more effective. Conclusion: This dual role of early childhood teachers as health cadres needs to be appreciated, defined, and rewarded by national authorities, based on local needs, and programmed according to policy-based evidence, such as in the formation of the Team for the Acceleration of Stunting Reduction (TPPS).
IMPLEMENTASI DANA DESA SEBAGAI UPAYA INTERVENSI PENURUNAN STUNTING DESA PANDAN WANGI KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG Agus Raikhani; Luluk Masluchah; Widati Fatmaningrum; Patmawati; Budi Utomo; Sa'idah Zahrotul Jannah
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.250-256

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak balita (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga anak menjadi lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Periode 1000 hari pertama kehidupan harus mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui bagaimana Implementasi Dana Desa sebagai Intervensi pendukukung penurunan Stunting di Desa Pandan Wangi Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengambil data primer melalui wawancara dari informan yang sudah dipilih berdasarkan kepakaran yang dimiliki sebanyak 5 orang responden dan juga mengambil data sekunder untuk di analisis. Hasil penelitian menghasilkan temuan bahwa Implementasi dana Desa sebagai upaya mendukung Intervensi penurunan Stunting sesuai dengan indikator capaian intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif berhasil menurunkan jumlah balita stunting sebanyak 56 balita stunting di tahun 2021 dan berkurang sehingga bisa diturunkan menjadi 35 bayi stunting di bulan Nopember 2022.
KEARIFAN LOKAL DALAM PAWON URIP UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI KABUPATEN LUMAJANG JAWA TIMUR Muhammad Luthfi Abdul Ghaffar; Edi Dwi Riyanto; Siti Rahayu Nadhiroh; Mohammad Zainal Fatah; Ira Nurmala
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.257-263

Abstract

Stunting dipahami sebagai rendahnya tinggi badan menurut umur pada anak. Indeks gizi tinggi-untuk-usia adalah umum untuk mengukur stunting masa kanak-kanak. Anak stunting tidak selalu kurus, bahkan ada yang kelebihan berat badan dibandingkan tinggi badannya.. Salah satu cara untuk mengatasi stunting adalah dengan memastikan kemanan pangan dan pemenuhan zat gizi secara berkelanjutan. Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan penerapan Pawon Urip. Pawon Urip merupakan kearifan lokal Kabipaten Lumajang yang didasari oleh konsep kekeluargaan, gotong royong, empati dan juga solidaritas antar warga. Tujuan paper ini adalah menjelaskan bagaimana Pawon Urip di Kabupaten Lumajang Jawa Timur memanfaatkan dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal yaitu gotong royong dan solidaritas terhadap masyarakat sekitar untuk mencegah stunting sebagai masalah bersama warga. Paper ini merupakan kajian kualitatif terhadap Pawon Urip. Data utama dikumpulkan dengan cara wawancara yang dilakukan dengan sejumlah pegiat Pawon Urip di Lumajang dan beberapa anggota masyarakat. Selain itu dikumpulkan juga data kegiatan Pawon Urip, data statistic stunting, dan data sekunder lainnya yang terkait. Data dianalisis secara tematik untuk menemukan aspek kearifan lokal dalam menghadapi masalah bersama berupa stunting. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan Pawon Urip di Desa Kloposawit membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi selama pandemi dan dapat mendukung keberlanjutan konsumsi pangan dan peningkatan status gizi Diharapkan paper ini bisa menyajikan contoh praktek baik pencegahan stunting dengan memanfaatkan kearifan lokal.
Front Matter Jurnal MGI 2022 Special Issue Dr. Annis Catur Adi, Ir., M.Si
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.%p

Abstract


Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2026): MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 20 No. 3 (2025): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 20 No. 2 (2025): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 20 No. 1 (2025): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 19 No. 1SP (2024): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Special Issue: The 3rd Ben Vol. 19 No. 3 (2024): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 19 No. 2 (2024): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 19 No. 1 (2024): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 18 No. 2SP (2023): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: 1st Interna Vol. 18 No. 1SP (2023): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Special Issue: The 2nd Ben Vol. 18 No. 3 (2023): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 18 No. 2 (2023): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 18 No. 1 (2023): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 17 No. 3 (2022): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 17 No. 2 (2022): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation Vol. 17 No. 1 (2022): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL) Vol. 16 No. 3 (2021): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTITRION JOURNAL) Vol. 16 No. 2 (2021): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (National Nutrition Journal) Vol. 16 No. 1 (2021): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (National Nutrition Journal) Vol. 15 No. 3 (2020): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 15 No. 2 (2020): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 15 No. 1 (2020): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2019): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 14 No. 1 (2019): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 13 No. 2 (2018): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 13 No. 1 (2018): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 12 No. 2 (2017): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 12 No. 1 (2017): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 11 No. 2 (2016): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 11 No. 1 (2016): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 10 No. 2 (2015): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA Vol. 10 No. 1 (2015): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA More Issue