cover
Contact Name
Pudyastuti Kusumaningrum
Contact Email
mot.farmasi@ugm.ac.idm
Phone
-
Journal Mail Official
mot.farmasi@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Obat Tradisional
ISSN : 14105918     EISSN : 24069086     DOI : -
Core Subject : Health,
raditional Medicine Journal (Majalah Obat Tradisional), or Trad. Med. J. (ISSN 1410-5918 (print) and ISSN 2406-9086 (online)), is an international scientific journal published by Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, three times annually. Collaborating with Indonesian Pharmacist Association, Daerah Istimewa Yogyakarta, and we dedicate our journal to researches and development in traditional medicine. The journal receives papers on research laboratory, field research, and case studies of traditional medicine and its constituent, covering research topics including raw materials, cultivation, phytochemical, pharmacological effects and toxicology, formulation, and biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 564 Documents
PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI DAN VARIASI PELARUT TERHADAP RENDEMEN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KUBIS UNGU (Brassica oleracea L. var. capitata f. rubra) Senja, Rima Yulia; Issusilaningtyas, Elisa; Nugroho, Akhmad Kharis; Setyowati, Erna Prawita
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.505 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss1pp%p

Abstract

Kubis ungu (Brassica oleracea  L. var. capitata f. rubra) memiliki kandungan antosianin tinggi sehingga potensial sebagai antioksidan alami. Dalam penelitian ini, aktivitas antioksidan ekstrak kubis ungu dievaluasi secara kuantitatif dengan metode spekstroskopi menggunakan pereaksi DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) untuk mendapatkan nilai IC50. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Pertama, perbandingan variasi pelarut terhadap rendemen ekstrak serbuk kubis ungu dan panjang gelombang (λ) maksimum, menggunakan ekstraksi secara maserasi. Jenis pelarut yang digunakan (etanol 70%, 80%,95%, 96%) yang ditambahkan asam sitrat 3%. Kedua, perbandingan variasi metode ekstraksi dalam suasana netral terhadap aktivitas antioksidan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan maserasi serbuk kubis ungu dengan pelarut etanol 96% (suasana asam) menghasilkan rendemen tertinggi. Soxhletasi kubis ungu segar dengan pelarut etanol 96% (suasana netral) memiliki (λ) maksimum 288,5 nm dan IC50 sebesar 168,78 µg/mL.  
EFEK ANTIANGIOGENESI EKSTRAK ETANOL GANGGANG HIJAU (Spirogyra sp.) BERDASARKAN EKSPRESI COX-2 PADA SEL T47D Widyaningsih, Wahyu; Salamah, Nina; Susanti, Hari; Fitriani, Dwi
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.752 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss3pp127-132

Abstract

Kanker adalah sekelompok penyakit yang timbul apabila sebuah sel atau sekelompok sel lepas dari kontrol yang mengatur pertumbuhan. Ganggang hijau (Spirogyra sp.) merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan kanker. Ganggang hijau (Spirogyra sp.) mempunyai kandungan zat aktif berupa melatonin dimana melatonin merupakan senyawa yang sudah diteliti para peneliti dunia sebagai obat antikanker dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol ganggang hijau (Spirogyra sp.) terhadap ekspresi COX-2 pada sel T47D. Ganggang hijau diekstraksi dengan menggunakan alat Soxhlet dengan pelarut etanol 96%. Penelitian ini menggunakan 3 kelompok yaitu kontrol sel, pemberian ekstrak etanol ganggang hijau konsentrasi 247,668 μg/ml dan 123,834 μg/ml. Untuk memastikan adanya ekspresi COX-2 dilakukan uji imunositokimia secara tidak langsung. Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop cahaya untuk melihat dan menghitung persen ekspresi COX-2. Hasil yang didapatkan menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna penurunan ekspresi COX-2 pada tiap kelompok.. Jadi dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol ganggang hijau (Spirogyra sp.) mampu menurunkan ekspresi COX-2 pada sel T47D.
PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz, Blumeamollis (D.Don)Merr., Siegesbeckia orientalis L., DAN Salvia riparia H.B.K YANG DIKOLEKSI DARI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI DENGAN METODE DPPH(2,2-DIFENIL-1-PIKRIL-HIDRAZIL) SERTA PROFIL Santosa, Djoko; Haresmita, Perdana Priya
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.539 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak wasbenzen dan metanolik empat jenis tumbuhan, yaitu Garcinia dulcis (Roxb.)Kurz, Blumea mollis (D.Don) Merr., Siegesbeckia orientalis L.,dan Salvia riparia H.B.K hasil koleksi dari TNGM berdasarkan metode penangkapan radikal bebas dengan DPPH dan mengetahui profil kromatografi lapis tipisnya. Ekstrak dibuat dengan proses maserasi bertingkat dengan penyari wasbenzen dan metanol, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH serta analisis kualitatif dengan kromatografi lapis tipis (KLT) untuk tumbuhan dengan aktivitas antioksidan tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara keempat ekstrak metanolik, ekstrak Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz mempunyai aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 38,613µg/mL. Untuk ekstrak wasbenzen, ekstrak Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz juga mempunyai aktivitas tertinggi dengan nilai IC50 139,381µg/mL. Analisis kualitatif ekstrak metanolik Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz dengan kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan bahwa ekstrak metanolik Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz mengandung senyawa golongan fenol dan flavonoid.
PENAPISAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN BEBERAPA TUMBUHAN OBAT INDONESIA MENGGUNAKAN RADIKAL 2,2-DIPHENYL-1 PICRYLHYDRAZYL (DPPH) Wulansari, Dewi; Chairul, Chairul
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.995 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss1pp%p

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang berguna mengatasi kerusakan oksidatif akibat radikal bebas dalam tubuh sehingga turut berperan mencegah berbagai macam penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari beberapa tumbuhan obat Indonesia. Sebanyak 37 ekstrak metanol tumbuhan obat diuji aktivitas antioksidannya secara in vitro menggunakan metode peredaman radikal bebas 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil pengujian menunjukkan 29 ekstrak memiliki aktivitas diatas 50% pada konsentrasi 1000 ppm. 5 ekstrak dengan aktivitas tertinggi antara lain ekstrak kulit batang Sapium baccatum dan Leucosyke capitellata, ekstrak daun Ardisia crispa, Glochidion cauliflorum, dan Glochidion superbum.
PENENTUAN AKTIVITAS ISOLAT ANDROGRAFOLID TERHADAP α-AMILASE DAN α-GLUKOSIDASE MENGGUNAKAN METODE APOSTOLIDIS DAN MAYUR Rais, Ichwan Ridwan; Nugroho, Agung Endro; Samudra, Agung Giri; Widyarini, Sitarina
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.049 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss3pp162-166

Abstract

Gangguan metabolisme karbohidrat dapat menyebabkan Diabetes mellitus. Karbohidrat dalam saluran cerna mengalami metabolisme menjadi glukosa yang sederhana kemudian diabsorbsi masuk kedalam peredaran darah serta mempengaruhi kadar glukosa dalam darah. Proses penyerapan ini dikatalisis enzim pemecah ikatan α-1,4-glikosida yaitu α-amilase dan enzim pemecah ikatan α-1,6-glikosida yaitu α-glukosidase yang terdapat pada sel usus. Telah dilakukan penelitian sebagai upaya mengembangkan pengobatan alternatif diabetes mellitus dengan menguji kemampuan isolat andrografolid dalam menghambat aktivitas α-amilase dan α-glukosidase secara in vitro. Isolat andrografolid memperlihatkan aktivitas yang cukup baik dalam menghambat α-amilase (IC50= 12,49 mg/mL) dan lemah dalam menghambat α-glukosidase (IC50= 38,86 mg/mL). Penghambatan aktivitas α-amilase ini menjadi bukti salah satu mekanisme andrografolid dalam mengurangi metabolisme karbohidrat yang dapat mempengaruhi kadar glukosa dalam darah dan mengindikasikan andrografolid sebagai obat alternatif yang cukup potensial dalam mengatasi penyakit diabetes mellitus.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK PONTIANAK TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Sari, Rafika; Mustari, F. Nour Aulia; Wahdaningsih, Sri
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.8 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss2pp%p

Abstract

Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh bakteri patogen diantaranya Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri adalah minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak (Citrus nobilis Lour. var. microcarpa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode disc diffusion. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial kemudian hasil dianalisis menggunakan program CoStat metode Two Way ANOVA dan diuji lanjut menggunakan LSD (Least Significant Different). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak mengandung flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa minyak atsiri dari kulit buah jeruk Pontianak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, dimana rata-rata zona hambat terhadap bakteri diperoleh dari konsentrasi 0,5; 1,5; dan 2,5 mg/mL secara berurutan 16,33; 18; dan 21 mm dan  15; 16, dan 19 mm. Konsentrasi terbaik yang memberikan zona hambat terbesar terhadap kedua jenis bakteri adalah konsentrasi 2,5 mg/mL.
PENGARUH PENINGKATAN KONSENTRASI PATI BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) SEBAGAI PENGIKAT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK GRANUL DAN TABLET EKSTRAK AKAR ALANG-ALANG (Imperata cylindrica Linn.) Mufrod, Mufrod; Mutmainah, Mutmainah; Kartika, Dyah Hana
Majalah Obat Tradisional Vol 17, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.094 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ17iss2pp22-26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pati biji alpukat sebagai bahan pengikat terhadap karakteristik fisik granul yaitu kecepatan alir, sudut diam dan kandungan lembab serta terhadap karakteristik fisik tablet yaitu keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur. Ekstrak akar alang-alang di peroleh dengan cara remaserasi dengan pelarut etanol 70%. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah dengan peningkatan pati biji alpukat sebagai pengikat tablet (FI: 10%, FII: 20%, dan FIII: 30%) dan dilakukan uji karakteristik fisik granul dan karakteristik fisik tablet. Data yang diperoleh dianalisis secara teoritis dengan membandingkan terhadap pustaka dan secara statistik menggunakan one-way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji scheffe. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan alir dan sudut diam granul menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi pati biji alpukat sebagai bahan pengikat, sedangkan kandungan lembab granul semakin meningkat. Kekerasan dan waktu hancur  tablet meningkat dengan meningkatnya konsentrasi pati biji alpukat sebagai bahan pengikat, sedangkan kerapuhan tablet menurun dan bobot tablet semakin seragam.
ISOLASI DAN PENETAPAN KADAR ALKALOID EKSTRAK ETANOLIK BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) SECARA SPEKTRODENSITOMETRI Murrukmihadi, Mimiek; Pamungkas, Kurniati
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.842 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss2pp117-123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan mengetahui kadar relatif alkaloid pada bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) secara spektrodensitometri. Ekstrak etanolik bunga kembang sepatu dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pemisahan senyawa alkaloid dilakukan dengan fraksinasi menggunakan VLC (Vaccum Liquid Chromatography) dan menggunakan campuran pelarut metanol-etilasetat dengan variasi konsentrasi. Hasil isolasi selanjutnya digunakan sebagai kurva baku, kemudian ditetapkan kadar sampel ekstrak bunga kembang sepatu secara spektrodensitometri dengan menggunakan fase diam silika gel dan fase gerak etil asetat: metanol (1:5 v/v). Kadar relatif alkaloid dihitung menggunakan kurva baku Y = 29023,75 X + 5809,35, r = 0,996. Didapatkan kadar relatif alkaloid sebesar 0,210 ± 0,035 % dan dapat diijadikan sebagai suatu senyawa penanda.
UJI AKTIVITAS REPELAN MINYAK ATSIRI JAHE EMPRIT (Zingiber officinale Roxb. “Cochin Ginger”) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roxb. var rubrum) DENGAN BASIS MINYAK WIJEN DAN MINYAK KELAPA TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti Mulyani, Sri; Sari, Reidinda Ratna Puspita; Umniyati, Sitti Rahmah
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.668 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss2pp80-88

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penggunaan repelan sintetik menimbulkan masalah bagi kesehatan. Penelitian ini menggunakan minyak atsiri jahe emprit (A) dan minyak atsiri jahe merah (B), sebagai repelan nyamuk Aedes aegypti. Peningkatan aktivitas repelan diupayakan dengan memformulasikan (A) dan (B) dengan basis minyak wijen dan minyak kelapa. Tujuan penelitian adalah membandingkan aktivitas repelan antara (A) dengan (B), mengetahui pengaruh minyak basis terhadap aktivitas repelan (A) dan (B), mengetahui konsentrasi efektif minyak atsiri dalam minyak basis sebagai repelan. Isolasi minyak atsiri menggunakan destilasi air dan uap air. Pemeriksaan komponen minyak atsiri secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan GC-MS. Aktivitas repelan diuji melalui 3 tahap yaitu : inisiasi, penentuan konsentrasi efektif, dan aktivitas repelan konsentrasi efektif. Dilakukan pengolesan minyak atsiri konsentrasi tertentu (100%, 50% dalam basis, konsentrasi efektif hasil Simplex Lattice Design) dan minyak sereh Caplang® (kontrol positif) pada punggung tangan. Tangan dimasukkan ke dalam sangkar berukuran (20x20x20) cm3 berisi 25 ekor nyamuk Aedes aegypti betina. Jumlah nyamuk hinggap dicatat untuk menghitung daya proteksi. Waktu pertama kali nyamuk menggigit dicatat sebagai lama proteksi. Analisis data menggunakan One-way ANOVA dilanjutkan Post Hoc Test Tukey HSD (Homogeneous subsets) atau Kruskal-Wallis dilanjutkan Mann-Whitney Test. Hasil penelitian (A) dan (B) mengandung kamfen, mirsen, 1,8-sineol, l-linalool, l-borneol, neral, geraniol, sitral, dan α-kurkumen (hanya pada A), yang secara kuantitatif berbeda. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa (B) memiliki aktivitas repelan yang lebih tinggi dibandingkan dengan (A). Basis minyak wijen memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap aktivitas repelan minyak atsiri jahe dibandingkan dengan basis minyak kelapa. Konsentrasi efektif minyak jahe merah dan jahe emprit dalam basis minyak wijen, minyak kelapa, berturut-turut adalah 75, 85, 85 dan 90%.
POTENSI ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL SARANG SEMUT (Myrmecodia tuberosa Jack.) TERHADAP Candida albicans, Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Efendi, Yuli Nurullaili; Hertiani, Triana
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.764 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Pentingnya pencarian sumber baru senyawa aktif untuk mengatasi penyakit infeksi mendorong dilakukannya penelitian untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etanol tumbuhan Sarang semut. Tumbuhan ini telah secara luas dipergunakan dalam pengobatan tradisional masyarakat Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antimikroba ekstrak etanol tumbuhan Sarang semut terhadap C. albicans, bakteri E. coli, dan S. aureus dan mengetahui golongan senyawa aktif yang bertanggung-jawab terhadap aktivitas tersebut. Ekstrak etanol diperoleh dengan merendam serbuk kering M. tuberosa dalam etanol 70% teknik yang dilanjutkan dengan penguapan penyari. Skrining aktivitas antimikroba terhadap C. albicans, bakteri E. coli, dan S. aureus dilakukan terhadap ekstrak kental yang didapatkan  dengan metode difusi padat. Pengujian dengan menggunakan metode mikrodilusi dilakukan untuk mengetahui harga KHM ekstrak, dilanjutkan pengukuran nilai KBM pada media padat yang sesuai. Untuk mengetahui golongan senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antimikroba digunakan metode uji bioautografi kontak. Hasil penelitian menunjukkan harga KHM ekstrak terhadap C. albicans, E. coli, dan S. aureus masing-masing secara berurutan adalah 0,8%b/v; 0,8%b/v; dan 1,6% b/v. Nilai KBM terhadap C. albicans >6,4% b/v, E. coli 6,4% b/v, dan S. aureus 1,6% b/v. Hasil uji bioautografi pada KLT (silika gel 60 F254, toluen: aseton: metanol: asam formiat (26:8:5:1) v/v) menunjukkan bercak aktif terhadap E. coli dan S. aureus memiliki harga hRf 0 sedangkan bercak aktif terhadap C. albicans dan S. aureus pada hRf 53. Pada kedua bercak terdeteksi senyawa fenolik. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol M. tuberosa mengandung senyawa-senyawa yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai antimikroba khususnya terhadap S. aureus.

Page 10 of 57 | Total Record : 564