cover
Contact Name
Pudyastuti Kusumaningrum
Contact Email
mot.farmasi@ugm.ac.idm
Phone
-
Journal Mail Official
mot.farmasi@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Obat Tradisional
ISSN : 14105918     EISSN : 24069086     DOI : -
Core Subject : Health,
raditional Medicine Journal (Majalah Obat Tradisional), or Trad. Med. J. (ISSN 1410-5918 (print) and ISSN 2406-9086 (online)), is an international scientific journal published by Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, three times annually. Collaborating with Indonesian Pharmacist Association, Daerah Istimewa Yogyakarta, and we dedicate our journal to researches and development in traditional medicine. The journal receives papers on research laboratory, field research, and case studies of traditional medicine and its constituent, covering research topics including raw materials, cultivation, phytochemical, pharmacological effects and toxicology, formulation, and biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 564 Documents
AKTIVITAS PENANGKAP RADIKAL BEBAS DARI BATANG PAKIS (Alsophila glauca J. Sm) Wahdaningsih, Sri; Setyowati, Erna Prawita; Wahyuono, Subagus
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.305 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss3pp%p

Abstract

Stress oksidatif yang diinduksi oleh radikal telah diketahui dapat mempengaruhi terjadinya berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung koroner dan penuaan dini. Tubuh yang  tidak mempunyai sistem pertahanan antioksidan dalam jumlah berlebih sehingga tubuh membutuhkan antioksidan dari luar melalui makanan atau asupan nutrisi lainnya. Batang pakis (Alsophila glauca J. Sm.) diketahui mengandung senyawa fenol. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa senyawa fenol mempunyai aktivitas antioksidan. Sebagai upaya dalam pencarian senyawa antioksidan alami maka telah dilakukan penelitian pengujian aktivitas antioksidan penangkap radikal bebas dari batang pakis. Penyarian batang pakis dilakukan secara maserasi dengan wasbenzen. Ekstrak didapat dengan menguapkan pelarut wasbenzen dengan rotavapor. Setelah semua wasbenzen menguap bahan dimaserasi lagi dengan metanol. Ekstrak diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH secara KLT. Ekstrak aktif kemudian dipartisi dengan metanol 80 %. Memberikan ekstrak larut dan tidak larut dalam metanol 80 % yang kemudian diuji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (KLT). Ekstrak aktif lebih lanjut difraksinasi dengan kromatografi cair vakum dengan menggunakan fase gerak dengan gradient kepolaran yang berbeda (wasbezen : kloroform). Fraksi yang didapat diuji aktivitas antioksidannya. Fraksi yang aktif diisolasi dengan metode KLT preparatif dan diperoleh senyawa yang kemurniannya diuji secara KLT. Isolat yang diperoleh diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH secara spektrofotometri. Isolat aktif mempunyai aktivitas antioksidan penangkap radikal lebih rendah dibandingkan quercetin sebagai kontrol positif ( IC50 178,4 v/s 2,17 µg/mL)
INTERAKSI SENYAWA AKTIF DARI Aegle marmelos CORREA SEBAGAI ANTI INFLAMASI DENGAN RESEPTOR COX-1 DAN COX-2 Agistia, Dani Dwi; Purnomo, Hari; Tegar, Maulana; Nugroho, Agung Endro
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.411 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss2pp%p

Abstract

Senyawa-senyawa yang terdapat dalam Aegle marmelos Correa memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui enam senyawa aktif Aegle Marmelos Correa, yaitu (E, R)-Marmin, skimmianine, (S)-aegeline, aurapten, zeorin, dan dustanin sebagai anti inflamasi pada target reseptor COX-1 dan COX-2. Metode: Docking molekuler dilakukan dengan PLANTS. Preparasi ligand menggunakan MarvinSketch, dengan menggambar senyawa MH2011 kemudian mengoptimasi. Preparasi protein dilakukan dengan program YASARA. Preparasi dilakukan dengan menghilangkan protocol docking (termasuk air jika esensial) yang tidak diperlukan. Setelah semua preparasi selesai, dilakukan docking PLANTS. Penurunan skor menunjukkan kestabilan ikatan dengan protein. Hasil: Marmin, skimmianine, aegeline, aurapten, zeorin, and dustanin berpotensial untuk dikembangkan sebagai agen anti inflamasi berdasarkan interaksinya dengan residu asam amino Arg120, Tyr 355, dan Ile523 pada COX-1 dan residu asam amino Ser353, Arg513, serta Ser530 pada COX-2. Kesimpulan: Berdasarkan hasil docking molecular, senyawa aktif Aegle marmelos Correa beraktivitas sebagai antiinflamasi.
OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP EKSTRAK KULIT AKAR SENGGUGU (Clerodendrum serratum L. MOON) SEBAGAI SEDIAAN OBAT PENGENCER LENDIR (MUKOLITIK) DENGAN KOMBINASI BAHAN PENGISI MANNITOL-LAKTOSA-SUKROSA Sulaiman, T.N. Saifullah; Puspita, Desi Elvira Cindy; Wahyono, Wahyono
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.578 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss2pp87-95

Abstract

Senggugu root bark (Clerodendrum serratum L. Moon) is known as a mucolitics. Senggugu root bark is made in the dosage form of lozenges in combination with sucrose, mannitol and lactose in order to obtain good flavor and comfortable when consumed. The purpose of this study was to determine the effect of the combination of fillers on the physical properties of granules and tablets as well as the composition of the combination of excipients to produce lozenges of extract of senggugu root bark with optimum physical properties. Seven formulas were made with a combination of mannitol, lactose and sucrose as follows: FI (100%: 0%: 0%), FII (0%: 100%: 0%), FIII (0%: 0%: 100%), FIV (50 %: 50%: 0%), FV (50%: 0%: 50%), FVI (0%: 50%: 50%), and FVII (33.3%: 33.3%: 33.3% ). The results showed that the combination of mannitol, lactose and sucrose affected the physical properties of the granules and lozenges of extract of senggugu root bark i.e. flow rate, hardness, dissolved time, compactibility and perceptive sense. The dominant amount of sucrose and lactose can improve the physical properties of granules and tablets. The optimal composition of the combination of mannitol, lactose and sucrose obtained from Design Expert 7.1.5. program was 5.491%: 37.387%: 57.122%, respectively.
PENGARUH PEMBERIAN FRAKSI LARUT AIR EKSTRAK ETANOLIK PISANG KAPAS (Musa paradisiaca L.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH SECARA IN VIVO DAN PELACAKAN SENYAWA AKTIFNYA Yuniarti, Nunung; Maulawati, Rina Nur; Pramono, Suwijiyo
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.089 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss2pp55-61

Abstract

Buah pisang merupakan salah satu pangan Indonesia yang memiliki berbagai khasiat. Dalam masyarakat, pisang kapas (Musa paradisiaca L.) dikenal sebagai pencahar atau laksan sehingga dapat digunakan untuk pengobatan sembelit. Sebuah penelitian melaporkan bahwa ekstrak kloroformik dan ekstrak etanolik pisang kapas dapat berkhasiat sebagai antidiabetes. Namun, belum dilakukan fraksinasi terhadap ekstrak kloroformik dan ekstrak etanolik pisang kapas serta uji aktivitasnya sebagai antidiabetes. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai fraksi larut air ekstrak etanolik pisang kapas sebagai antidiabetes pada tikus serta pelacakan senyawa aktifnya.  Penelitian ini menggunakan metode uji toleransi glukosa oral yaitu dengan tikus normal yang dibebani glukosa. Waktu pembebanan glukosa adalah 60 menit, baik pada kelompok kontrol (CMC Na) maupun pada kelompok perlakuan. Semua perlakuan diberikan secara peroral dan dosis tunggal. Kadar glukosa darah ditetapkan secara enzimatis dengan reagen GOD-PAP. Kromatografi kertas digunakan untuk pemeriksaan kualitatif senyawa yang terkandung di dalam fraksi larut air ekstrak etanolik pisang kapas.  Pemberian fraksi larut air ekstrak etanolik pisang kapas dosis 0,25 g/kgBB menurunkan kadar glukosa darah sebesar 22,28 ± 0,76 %. Senyawa yang terdapat dalam fraksi larut air ekstrak etanolik pisang kapas adalah senyawa pereduksi, asam-asam amino, atau reduktor lain, seperti sakarida selain glukosa dan asam-asam tanaman.  
ANALYSIS OF CAROTENOID CONTENT OF CRUDE EXTRACT OF TONGKAT LANGIT BANANA FRUIT (Musa troglodytarum) USING NIR SPECTROSCOPY (NEAR INFRARED) Samson, Efraim; Semangun, Haryono; Rondonuwu, Ferdy S.
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.684 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Carotenoids found in fruits and vegetables, plays an important role in preventing human diseases, including cardiovascular disease, cancer and other chronic diseases. However, many of the methods used in the determination of the chemical composition in particular for food takes a long time and the cost is quite expensive. Currently a number of instrumentation techniques have been developed to determine chemical content quickly. One example is the technique of measurement using NIR spectroscopy. In this study, NIR spectroscopy is used for the analysis of estimation of carotenoids crude extract of long and short “tongkat langit” bananas (Musa troglodytarum). The results obtained show that this fruit contains β-carotene, because the area of wave numbers 5000 to 5500cm-1 is similar between the pattern of β-carotene spectrum marker and the pattern of carotenoid pigment tongkat langit banana spectrum.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIBAKTERI DARI DAUN Eupatorium odoratum L. TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 DAN Escherichia coli ATCC 25922 Hasnawati, Hasnawati; Prawita, Erna
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.971 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss1pp%p

Abstract

Daun E. odoratum secara tradisional digunakan untuk terapi penyakit infeksi kulit seperti bisul, kurap, dan kadas. Berdasarkan hal tersebut, maka daun E. odoratum memungkinkan memiliki aktivitas antibakteri. Serbuk kering E. odoratum diekstraksi dengan menggunakan Soxhlet menggunakan pelarut washbenzen dan metanol. Kedua ekstrak kental (washbenzen dan metanol) yang diperoleh diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi agar dan. Ekstrak aktif difraksinasi menggunakan kromatografi vakum cair.  Senyawa aktif pada fraksi aktif dimurnikan dengan kromatografi lapis tipis preparatif. Spektrum UV-Vis isolat (2.3) dalam kloroform menampakkan serapan λmax pada 291 nm. Spektrum inframerah isolat (2.3) (KBr) menunjukkan serapan pada (-OH), (CHalifatik),  (CHalifatik), (C=O), (C=C), (CH2), (CH3), (epoksi), dan (C-O).  Spektra 1H-NMR (CDCl3) menunjukkan resonansi pada δ 1,26 ( 3H); 3,65 (3H); 3,82 (3H); 3,93 (3H); 4,53 (1H,d); 5,0 (1H,d); 5,7 (1H,d); 6,06 (1H,d); 6,14 (1H,d); 6,93 (1H,d); 7,05 (1H,dd); dan 7,16 (1H,d) ppm. Spektra ini diperkirakan sebuah kalkon yang mengandung epoksi. Senyawa aktif antibakteri (2.3) pada loading terkecil 250 µg menunjukan aktivitas penghambatan terhadap S. aureus dan E. coli dengan diameter 9,5 dan 7,2 mm.
EFEK MUTAGENIK EKSTRAK METANOL AMPAS BIJI JARAK (Jatropha curcas L.) SISA PENGOLAHAN BAHAN BAKAR NABATI (BIOFUEL) Wahyuningrum, Retno; Wirasutisna, Komar Ruslan; Elfahmi, Elfahmi; Wibowo, Marlia Singgih
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.094 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss3pp89 – 93

Abstract

Biji jarak (Jatropha curcas L) mengandung minyak yang dapat dimanfaatkan pada pembuatan sabun, kosmetik dan juga sebagai bahan bakar nabati (biofuel). Biji jarak mengandung senyawa ester phorbol yang bersifat toksik. Pengolahan minyak biji jarak menjadi bahan bakar nabati menyisakan hasil samping berupa ampas biji yang jumlahnya cukup melimpah. Untuk meyakinkan keamanan penggunaan ampas biji jarak, dilakukan uji mutagenik. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut metanol, uji mutagenik ekstrak dilakukan dengan metode Ames Test menggunakan bakteri Salmonella typhimurium TA 1535, baik dengan penambahan maupun tanpa penambahan homogenat hati (S9). Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak metanol ampas biji jarak tidak bersifat mutagenik terhadap bakteri S. typhimurium TA 1535. 
EFEK HEPATOPROTEKTIF DAN NEFROPROTEKTIF BIJI ALPUKAT PADA TIKUS TERINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA Hendra, Phebe; Krisnadi, Gidion; Perwita, Ni Luh Putu Dian; Kumalasari, Ike; Quraisyin, Yuditha Anggarhani
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.145 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss3pp133-137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hepatoprotektif dan nefroprotektif dari biji alpukat pada tikus terinduksi karbon tetraklorida. Sejumlah tikus diberikan infusa dan dekokta biji alpukat dengan dosis berturut-turut 360,7; 642,1 dan 1142,9 mg/kg sekali sehari selama 6 hari berturut-turut kemudian pada hari ke-7 diberi karbon tetraklorida dosis hepatotoksin. Pengambilan darah tikus dilakukan setelah 24 jam melalui sinus orbitalis mata, lalu diukur aktivitas enzim transaminase dan kadar kreatinin. Kenaikan serum transaminase dan kreatinin pada tikus terinduksi karbon tetraklorida dapat diturunkan secara signifikan (p<0,05) baik dengan perlakuan ekstrak infusa dan dekokta. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakn bahwa infusa dan dekokta biji alpukat mempunyai efek protektif pada hepar dan ginjal tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida. 
EFEK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn.) DAN DAUN JAMBU METE (Anacardium occidentale Linn.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA KULIT MENCIT (Mus musculus Linn.) Hasibuan, Fitri Nirwana; Yuniwarti, E. Yusuf Wachidah; Suedy, S. Widodo Agung
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.408 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji khasiat daun jambu biji dan daun jambu mete sebagai obat alternatif untuk pengobatan luka. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi menjadi 5 perlakuan dengan 4 ulangan, K0 sebagai kontrol menggunakan B®, K1 menggunakan daun jambu biji dengan pelarut air, K2 menggunakan daun jambu biji dengan pelarut alkohol, K3 menggunakan daun jambu mete dengan pelarut air, K4 menggunakan daun jambu mete dengan pelarut alkohol. Metode yang digunakan adalah dengan cara menghaluskan masing-masing perlakuan K1, K2, K3 dan K4 sebanyak 100mg/200ml, kemudian diendapkan selama lima hari di dalam lemari es. Pasta obat didapatkan dengan memisahkan antara cairan dan endapan, kemudian pasta obat dapat dioleskan pada mencit yang telah diberi luka sepanjang 2 cm pada bagian punggung setiap pagi dan sore. variabel yang digunakan adalah lama penyembuhan, jumlah leukosit, neutrofil, limfosit dan rasio N/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lama penyembuhan tidak terdapat beda nyata (P<0,05) antara kontrol dengan perlakuan yaitu pada kontrol selama 14,00±1,63 hari, daun jambu biji dengan pelarut air 12,25±4,50 hari, daun jambu biji dengan pelarut alkohol 10,50±4,35 hari, daun jambu mete dengan pelarut air 12,50±1,00 hari, dan daun jambu mete dengan pelarut alkohol 11,00±3,91 hari. Tingkat stres yang dihasilkan juga menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P<0,05) antara perlakuan dan kontrol yaitu pada kontrol N/L sebesar 1,95±0,11, daun jambu biji dengan pelarut air 1,98±0,20, daun jambu biji dengan pelarut alkohol 2,30±0,09, daun jambu mete dengan pelarut air 1,84±0,30, dan daun jambu mete dengan pelarut alkohol 1,95±0,20. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa daun jambu biji dan daun jambu mete baik dengan pelarut air maupun alkohol dapat digunakan sebagai obat penyembuh luka pada kulit.  
UJI EFEK ANALGETIKA EKSTRAK RIMPANG TEMU KUNCI (Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlechter PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS Winarti, Lina; Wantiyah, Wantiyah
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.696 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss1pp%p

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efek analgetik ekstrak Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlechter menggunakan metode Witkin et al. Metode ini dilakukan dengan melihat efek penghilangan rasa sakit setelah pemberian asam asetat secara intraperitoneal kepada tikus jantan galur swiss. Efek rasa sakit yang ditimbulkan akibat pemberian asam asetat akan menyebabkan kontraksi dinding sel perut, sampai kepala, kaki yang tertarik ke belakang dan perut yang menyentuh dasar kandang. Simptom ini dinamakan writhing reflex dan dapat dieliminasi dengan analgetik. Analisis dilakukan dengan membandingkan jumlah writhing reflex (geliat) setelah pemberian ekstrak dengan  asetosal sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Efek geliat dihitung 30 setelah pemberian asam asetat dengan injeksi intraperioneal. Efek ekstrak Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlechter antara dosis 15, 30 dan 60 mg/kg BB memberikan perbedaan yang signifikan ( P<0.05). Semakin tinggi dosis, semakin tinggi efek yang diberikan. Jumlah geliat pada dosis 30 mg/kg BB tidak berbeda dengan pemberian  asetosal sedangkan dosis 15 dan 60 kg/kgBB berbeda dengan  asetosal. Pemberian dosis 15 mg/kg BB memberikan jumlah geliat yang lebih besar sedangkan pemberian 60 mg/kg BB memberiakn jumlah geliat yang lebih kecil dari  asetosal. Dari perhitungan presentasi proteksi, terdapat perbedaan antar kelompok tetapi dosis 30 dan 60 mg/kgBB tidak berbeda dengan  asetosal. Analisis presentasi efektifitas menujukkan perbedaan antar kelompok kecuali dosis 30 mg/kgBB dengan  asetosal. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa efek analgesik ekstrak Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlechter bermula pada dosis 30 mg/kgBB yang setara dengan  asetosal. Semakin tinggi dosis, semakin tinggi aktivitasnya dan pemberian ekstrak 60 mg/kgBB memberiak efek lebih besar dari  asetosal.