cover
Contact Name
Pudyastuti Kusumaningrum
Contact Email
mot.farmasi@ugm.ac.idm
Phone
-
Journal Mail Official
mot.farmasi@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Obat Tradisional
ISSN : 14105918     EISSN : 24069086     DOI : -
Core Subject : Health,
raditional Medicine Journal (Majalah Obat Tradisional), or Trad. Med. J. (ISSN 1410-5918 (print) and ISSN 2406-9086 (online)), is an international scientific journal published by Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, three times annually. Collaborating with Indonesian Pharmacist Association, Daerah Istimewa Yogyakarta, and we dedicate our journal to researches and development in traditional medicine. The journal receives papers on research laboratory, field research, and case studies of traditional medicine and its constituent, covering research topics including raw materials, cultivation, phytochemical, pharmacological effects and toxicology, formulation, and biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
KANDUNGAN ASAM ASKORBAT PADA KULTUR KALUS ROSELA (hibiscus sabdariffa L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SUKROSA DALAM MEDIA MS Nurchayati, Yulita; Afiah R, Fathiyah
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.858 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss2pp%p

Abstract

Asam askorbat merupakan salah satu antioksidan yang dijumpai dalam kelopak bunga rosela. Produksinya secara konvensional memerlukan waktu dn lahan yang luas, sehingga diperlukan metode alternatif menggunakan pembentukan kalus secara in vitro.  Sukrosa  berperan sebagai sumber karbon utama dalam medium MS, slain itu dapat berperan sebagai prazat pembentukan asam askorbat.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan sukrosa dalam pembentukan kalus dan produksi asam askorbat.  Perlakuan yang diberikan adalah beberapa konsentrasi sukrosa yaitu 20 g/L, 30 g/L, 40 g/L dan 50 g/L dalam medium kultur.  Kultur diinkubasi selama 42 hari dengan subkultur 2 kali setiap 10 hari sekali. Analisis kandungan asam askorbat dilakukan dengan metode titrasi iodometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalus terbentuk paling cepat pada penambahan sukrosa 20 g/L sedangkan kandungan asam askorbat tertinggi diperoleh pada kalus dengan penambahan sukrosa 50 g/ L.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ZAT PEDAS RIMPANG JAHE EMPRIT YANG DISARI DENGAN ETANOL 70% TERHADAP FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT JANTAN YANG DIINFEKSI DENGAN Listeria monocytogenes Sudarsono, Sudarsono; Yuswanto, Agustinus; Mellawati, Dyah
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.217 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss3pp112 – 120

Abstract

Efek immunomodulator banyak dilakukan dalam upaya pengembangan herbal medisin. Jahe merupakan salah satu bahan alami yang digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Jahe emprit merupakan salah satu nama lokal jahe yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit yang diekstraksi dengan 70% v/v etanol terhadap aktivitas makrofag, dibandingkan dengan levamisol dan ekstrak Echinacea. Ekstraksi dilakukan dengan etanol 70% v/v. Kemampuan fagositosis makrofag terhadap lateks ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit  secara in vitro pada 5 mg/kgBB; 25 mg/kgBB; dan 100 mg/kgBB. CMC Na 1,5% b/v digunakan sebagai kontrol pelarut; sedangkan sebagai kontrol positif, digunakan Levamisol 2,5 mg/kg BB dan ekstrak Ehinacea 10 mg/kg BB. Metode pengujian yang dilakukan, sesuai dengan pengujian yang dilakukan Leijh dkk (1986). Ekstrak diberikan secara oral pada mencit jantan galur Swiss sebanyak 0,2 ml/20 g BB. Data dianalisis dengan ANOVA satu jalan (taraf kepercayaan 95%). Ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit dengan spesifikasi kadar relatif zat pedas 35%, kadar fenol total 3,554% ± 0,145 % b/b; dan bilangan antioksidan (IC50) 13,70 mg/ml, pada dosis 5 mg/kg BB dan 25 mg/kg BB dapat berefek pada peningkatan ke-mampuan fagositosis makrofag peritoneal pada mencit jantan yang diinfeksi Listeria monocytogenes. Peningkatan fagositosis ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit dosis 25 mg/kg BB sebanding dengan imunostimulator sintetik (Levamisol hidroklorida 2,5 mg/kg BB) dan imunostimulator alami (ekstrak Echinacea 10mg/ kgBB).
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN KESEMEK (Diospyros kaki L.F) DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1 PIKRILHIDRAZIN) Isnindar, Isnindar; Setyowati, Erna Prawita; Wahyuono, Subagus
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.525 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss2pp63-67

Abstract

Sejauh ini terdapat dua grup jenis antioksidan, yaitu antioksidan sintetis dan alami. Antioksidan alami saat ini merupakan antioksidan yang penting yaitu senyawa fenolik yang banyak diproduksi secara alami dari tanaman. Senyawa fenolat antioksidan merupakan antiradical potensial, aktif karena mereka mampu memberikan hidrogen kepada radikal bebas dan mampu memutus rantai reaksi oksidasi lipid pada tahap awal. Penelitian ini bertujuan untuk mencari senyawa antioksidan alami dari daun kesemek (Diospyros kaki LF) yang telah digunakan secara tradisional untuk mencegah penyakit. Untuk mendeteksi keberadaan senyawa antioksidan dalam suatu sampel ekstrak, dapat digunakan reagen DPPH (2,2-difenil-1-pykrilhidrazin) 2%. Penelitian ini diawali dengan maserasi serbuk daun kesemek (115 g) dengan metanol 3 kali selama 24 jam setiap kali pada suhu kamar. Ekstrak metanol cair yang diperoleh diuapkan dengan rotavapor sehingga diperoleh residu (ekstrak metanol) (fase I). Residu kemudian diekstraksi dengan CHCl3, sehingga diperoleh CHCl3 larut (fase II) dan fraksi tidak larut (endapan). Fraksi tidak larut CHCl3 kemudian diekstraksi dengan air yang memberikan fraksi larut (fase III) dan fraksi tidak larut air. Ketiga fraksi (fase I-III) dilakukan kromatografi dengan TLC, divisualisasi dengan sinar uv-254, 366 nm kemudian disemprot dengan DPPH. Fase II mengandung senyawa antiradical paling kuat seperti yang ditunjukkan oleh perubahan warna kuning cepat dengan latar belakang ungu. Dengan preparatif KLT [SiO2 CHCl3-EtOAc (1-4 v/v)], senyawa antiradikal berhasil diisolasi dan diidentifikasi sebagai senyawa fenolik tersubstitusi. Potensi sebagai antiradical diukur secara spektrofotometri dibandingkan dengan vitamin C, hasil pengukuran menunjukkan bahwa isolat mempunyai IC50 pada 107,7 mg/mL, dan lebih rendah dari IC50 vitamin C (3,04 mg/mL).
SKRINING IN SILICO SENYAWA AKTIF BENGKOANG (Pachyrrhizus erosus) SEBAGAI ANTITIROSINASE PADA Aspergillus oryzae (STUDI KOMPUTASIONAL DENGAN HOMOLOGY MODELING DAN MOLECULAR DOCKING) Lukitaningsih, Endang; Wisnusaputra, Aditya; Sudarmanto, B. S. Ari
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.937 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Bengkoang has been widely used in the cosmetics industry as a whitening agent. Based on research by Lukitaningsih (2009), bengkoang contains 6 active compounds that  acts as a inhibitors of the Aspergillus oryzae (TyrAo) tyrosinase enzyme. However, the interaction between the active compounds in bengkoang and the enzyme tyrosinase has not been known yet. Interaction between bengkoangs active compounds and TyrAo enzyme can be identified by computational studies (in silico). The interaction is conducted using homology modeling and molecular docking. Homology modeling performed to design a three-dimensional (3D) model of Aspergillus oryzae tyrosinase enzyme (TyrAo) using a template form of known 3D structure of TyrAb enzyme (PDBID: 2Y9X). TyrAo model used as target macromolecules in molecular docking method. Molecular docking method is a method to describe ligand (active compounds) position on the active receptor (TyrAo model). Based on the docking results, it is known that residues interacting on the active site of tyrosinase enzyme were Thr275 and His294 residues. The Thr275 made a hydrogen bonding, while the His294 residue made a hydrophobic interaction on the aromatic ring. Experiments in silico and in vitro have been done; the results exhibited a good correlation of them with R2 value of -0.8366. This correlation indicates that the activity of the active compounds in Bengkoang was similar with the results of them in silico and in vitro studies.
EFEK ANTIANGIOGENIK EKSTRAK METANOL AKAR PASAK BUMI (Eurycoma longifolia, Jack) PADA MEMBRAN KORIO ALANTOIS (CAM) EMBRIO AYAM YANG TERINDUKSI bFGF Salamah, Nina; Sugiyanto, Sugiyanto; Hartati, Mae Sri; Hayati, Farida
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.799 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss1pp%p

Abstract

Angiogenesis merupakan peristiwa pertumbuhan pembuluh darah baru, yang memungkinkan sel kanker mendapatkan suplai nutrisi dan oksigen, sehingga dapat terus bertahan hidup. Pasak bumi (Eurycoma longifolia, Jack) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang memiliki potensi anti kanker. Ekstrak metanol, butanol, kloroform, dan air dari akar pasak bumi terbukti memiliki efek sitotoksik terhadap beberapa sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiangiogenik ekstrak metanol akar pasak bumi pada CAM embrio ayam. Uji penghambatan angiogenesis dilakukan dengan membagi telur berembrio umur 8-9 hari dalam 8 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kontrol paper disc, kelompok II sebagai kontrol bFGF, kelompok III sebagai kontrol bFGF+ pelarut DMSO 0,8%, kelompok IV, V, VI, VII dan VIII sebagai kelompok uji penghambatan angiogenesis, pada paper disc diberi bFGF 1 ng/μL dan ekstrak metanol akar pasak bumi berturut-turut dengan dosis 20, 40, 60, 80 dan 100 μg/mL. Setelah diinkubasi selama 3 hari (umur embrio12 hari), telur dibuka dan isi telur dikeluarkan, kemudian CAM yang melekat pada cangkang diamati secara makroskopik dan mikroskopik. Ekstrak metanol akar pasak bumi memberikan aktivitas antiangiogenik mulai kadar 40 μg/mL. Peningkatan konsentrasi ekstrak metanol akar pasak bumi meningkatkan aktivitas penghambatan angiogenesis.
EVALUASI EFEK ANTI-DIABETES MELITUS EKSTRAK TERPURIFIKASI Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees DAN ANDROGRAFOLID DENGAN PARAMETER INDEKS HOMA-IR Pramono, Suwidjiyo; Nugroho, Agung Endro; Adriawan, Ignatius Ryan; Andrie, Mohamad; Susilowati, Rina
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.432 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss1pp%p

Abstract

Diabetes mellitus (DM) tipe 2 dipicu oleh diet tinggi lemak dan fruktosa (DTLF) dan diawali dengan resistensi insulin dan hiperinsulinemia kompensatori, yang dapat dilihat dari indeks homeostatic model assessment – insulin resistance (HOMA-IR). Salah satu tanaman tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi DM adalah Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees, dengan senyawa aktif utama andrografolid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak terpurifikasi A. paniculata dan andrografolid pada indeks HOMA-IR tikus Wistar dengan DTLF. Penelitian bersifat kuasi-eksperimental dan analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak terpurifikasi A. paniculata dan andrografolid dapat menurunkan indeks HOMA-IR, dan penurunan terbesar (82,05%) dihasilkan oleh ekstrak terpurifikasi A. paniculata dengan dosis 1303,8 mg/kgBB.
INSENCE COMBUSTIBLE SEREH, CENGKEH DAN JERUK SEBAGAI PENOLAK NYAMUK AEDES AEGYPTI Mulyani, Sri; Mulyaningsih, Budi; Lestari, Anindita Winda; Munawaroh, Fitri Ana; Anna, Diescendy Selly
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.532 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss3pp195-200

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu serangga vektor penyakit seperti demam berdarah, malaria, filariasis, dan sebagainya. Penggunaan bahan yang memiliki aktivitas repelan (penolak) seperti sereh, daun jeruk, daun cengkeh merupakan salah satu cara untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk. Sediaan dupa (insence combustible) dikenal sebagai sediaan aromaterapi yang dapat digunakan setiap saat, yang umumnya digunakan pada acara-acara keagamaan. Pada penelitian ini dimaksudkan untuk membuat sediaan insence combustible (dupa) yang dapat berfungsi ganda, yaitu sebagai penyegar ruangan juga dapat berfungsi sebagai repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian dilakukan dengan membuat sediaan insence combustible dengan  bahan aktif herba sereh, daun cengkeh, dan jeruk, dengan 5 variasi kadar 0,10, 20, 40, 80%. Kemudian sediaan diujikan pada 25 ekor nyamuk, yang terdapat di dalam sangkar nyamuk dobel trap. Jumlah nyamuk di kotak A dan B  dihitung pada waktu 5, 10, 15, 30, 45, dan 60 menit. Selanjutnya dihitung persentase aktivitas repelannya. Juga dilakukan pengujian profil kromatogram bahan uji dengan metoda mikrodestilasi tanur TAS dengan beberapa pereaksi identifikasi. Hasil menunjukkan, bahwa sediaan yang dibuat semua memiliki aktivitas penolak nyamuk dengan kadar efektif  untuk sereh adalah 40%, jeruk 20%, dan cengkeh 10%.  Profil kromatogram menunjukkan daun jeruk memperlihatkan bercak paling banyak untuk senyawa terpenoid dan fenolik, diikuti cengkeh dan sereh. Bercak sebagai senyawa dengan gugus karbonil (aldehid dan keton) hanya ditunjukkan oleh herba sereh.
AKTIVITAS ANTIDIABETES KOMBINASI EKSTRAK TERPURIFIKASI HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata (Burn.F.) NESS.) DAN METFORMIN PADA TIKUS DM TIPE 2 RESISTEN INSULIN Syamsul, Eka Siswanto; Nugroho, Agung Endro; Pramono, Suwijiyo
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.952 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss3pp%p

Abstract

Sambiloto (A. paniculata) merupakan tanaman yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit Diabetes Mellitus (DM). Dalam terapi DM terdapat kemungkinan pemakaian bersama-sama dengan Obat Hipoglikemik Oral (OHO), misalnya: metformin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kombinasi ekstrak terpurifikasi herba sambiloto dan metformin terhadap peningkatan efek penurunan kadar glukosa darah pada tikus DM tipe 2 resisten insulin. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode acak lengkap pola searah. Hewan uji yang digunakan dibagi 4 kelompok, kelompok 1:  pemberian metformin 45 mg/kg BB (kontrol positif), kelompok 2: pemberian ekstrak terpurifikasi herba sambiloto 434,6 mg/kg BB, kelompok 3: pemberian kombinasi metformin 45 mg/kg BB dengan ekstrak 434,6 mg/kg BB (kombinasi 1), dan kelompok 4: pemberian metformin 22,5 mg/kg BB dengan ekstrak 434,6 mg/kg BB (kombinasi 2). Hewan uji DM tipe 2 resisten insulin dibuat dengan pemberian fruktosa 1,8 g/kg BB dan makanan kaya lemak selama 50 hari. Penetapan kadar glukosa darah menggunakan reagen kit. Pengamatan ekspresi GLUT-4 pada sel otot menggunakan teknik imunohistokimia. Resistensi insulin pada tikus diuji menggunakan 3 parameter, yaitu: (1) uji kadar glukosa darah preprandial dan postprandial; (2) aktivitas hipoglikemik glibenklamid; dan (3) pengamatan ekspresi protein GLUT-4 pada jaringan otot. Hasil menunjukkan bahwa hewan uji telah resisten insulin. Hasil uji aktivitas antidiabetes menunjukkan bahwa persen daya hipoglikemik kombinasi 1 dan 2 lebih rendah dibandingkan dengan pemberian metformin atau ekstrak terpurifikasi secara tunggal (p<0,05). Dari hasil di atas disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak sambiloto terpurifikasi dengan metformin tidak meningkatkan potensi antidiabetes dari penggunaan tunggalnya.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TUMBUHAN Cynara scolimus L., Artemisia china L., Borreria repensDC.,Polygala paniculata L. HASIL KOLEKSI DARI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI DENGAN METODE PENANGKAPAN RADIKAL DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) Santosa, Djoko; Murwanto, Paulus Eko
Majalah Obat Tradisional Vol 17, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.993 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ17iss3pp53-60

Abstract

Taman Nasional Gunung Merapi menyimpan berbagai keanekaragaman hayati yang belum dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan empat tumbuhan anggota suku Asteraceae, Rubiaceae dan Polygalaceae. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode penangkapan radikal DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dengan alat spektrofotometer. Sampel diekstraksi secara bertingkat dengan menggunakan wasbenzen dan metanol. Uji penangkapan radikal DPPH menunjukkan bahwa ekstrak wazbenzen Cynara scolimus L. memiliki IC50 sebesar 496,16g/mL; Artemisia china L. sebesar 407,86g/mL; Borreria repens DC. sebesar 984,04 g/mL dan Polygala paniculata L. sebesar 633,34 g/mL. Ekstrak metanol Cynara scolimus L. memiliki nilai IC50 sebesar 334,94 g/mL; Artemisia china L. sebesar 199,99g/mL; Borreria repens DC. sebesar 402,28 g/mL dan Polygala paniculata L. sebesar 77,00 g/mL . Analisa mengunakan KLT menunjukkan bahwa ekstrak metanol Polygala paniculata L. mengandung flavonoid.
EFEK PEMBERIAN FRAKSI YANG MENGANDUNG ALKALOID DARI BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) VARIETAS MERAH TUNDUK TERHADAP AKTIVITAS MUKOLITIK SECARA IN VITRO Murrukmihadi, Mimiek; Afiyati, Ami
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.896 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss3pp187-194

Abstract

Bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) berkhasiat sebagai obat batuk. Bunga ini memiliki banyak variasi, salah satunya yaitu bunga berwarna merah dengan bentuk mahkota tunduk. Ekstrak etanolik bunga kembang sepatu tersebut telah diteliti dan terbukti memiliki aktivitas mukolitik. Fraksinasi akan lebih mendekatkan dalam proses pencarian senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek fraksi yang mengandung alkaloid dari bunga kembang sepatu varietas merah tunduk sebagai mukolitik secara in vitro dan mengetahui kisaran konsentrasi fraksi yang memberikan efek setara dengan efek asetilsistein 0,1%. Penelitian ini meliputi maserasi, fraksinasi dengan KCV, identifikasi fraksi yang mengandung alkaloid, dan uji aktivitas mukolitik fraksi yang mengandung alkaloid. Uji aktivitas mukolitik dilakukan secara in vitro terhadap penurunan viskositas mukus sapi. Larutan uji dibuat dengan konsentrasi fraksi 0,4; 0,6; dan 0,8%. Asetilsistein 0,1% digunakan sebagai kontrol positif. Nilai viskositas yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan uji ANAVA satu arah, dilanjutkan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi yang mengandung alkaloid dari bunga kembang sepatu dengan konsentrasi 0,4% belum menunjukkan aktivitas mukolitik, sedangkan pada konsentrasi 0,6% dan 0,8% telah menunjukkan aktivitas mukolitik secara in vitro. Fraksi yang mengandung alkaloid dari bunga kembang sepatu dengan konsentrasi 0,6% dan 0,8% memiliki aktivitas mukolitik setara dengan asetilsistein 0,1% secara in vitro.

Page 11 of 56 | Total Record : 552