cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 23017929     EISSN : 25021745     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PARTISIPASI BELAJAR MAHASISWA Novi Mayasari
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.648 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v4i2.846

Abstract

This research is a Classroom Action Research (CAR) which is meant to understand whether or not the implementation of CTL Model can improve student’s interest and participation in learning of First year students of Calculus 1 class in their first semester of IKIP PGRI Bojonegoro in academic year of 2015/2016. The result shows that the application of CTL model can improve student’s interest and participation in learning of first year students in Calculus 1class in IKIP PGRI Bojonegoro in academic year of 2015/2016.
Karakteristik Tingkat Kreativitas Siswa yang Memiliki Disposisi Matematis Tinggi dalam Menyelesaikan Soal Matematika Dewi Patmalasari; Dian Septi Nur Afifah; Gaguk Resbiantoro
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.282 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v6i1.1509

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman ide siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kreativitas siswa yang memiliki disposisi matematis tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sehingga kehadiran peneliti sangat penting karena peneliti berperan sebagai instrumen utama. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan metode angket, tes dan wawancara. Instrumen penunjang yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket disposisi matematis, soal tes masalah matematika, dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan mengacu terdiri dari tiga tahap yaitu mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Dalam penelitian ini reduksi data dilakukan dengan mengelompokkan siswa kedalam tingkat disposisi matematis tinggi, sedang, dan rendah melalui angket disposisi matematis siswa. Selanjutnya data disajikan berupa deskripsi karakteristik tingkat kreativitas siswa yang memiliki disposisi matematis tinggi dalam menyelesaikan soal matematika. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan triangulasi waktu untuk memeriksa keabsahan data. Hasil penelitian ini adalah siswa memiliki tingkat kreativitas 4 dan 3. The research motivated by the student's idea of diversity in mathematic problems solving. This research aims to describe student’s level of creativity that has high mathematic disposition. This research is qualitative research, so the presence of researcher is very important because researcher acted as the main instrument. In this research, the techniques of data collection are questionnaire, test, and interview. While instruments that use in this study are student’s mathematic disposition questionnaire, the test of mathematic problems solving and guidelines for interviews. The analysis data used are data reduction, data displayed, and conclusions. In this research, data reduction was done by grouping students into mathematical disposition rate high, medium, and low using student’s mathematic disposition questionnaire. Then, data are presented in the form of a description of the characteristics of student’s level of creativity that have the high mathematic disposition in mathematic problems solving. Furthermore, it carried out the withdrawal of the conclusion. Researcher uses triangulation to check the validity of the data. The results of this research are the student has creativity level 4 and 3.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN MENGGUNAKAN “ACTIVE PRESENTER” TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH KOMPUTER DASAR MAHASISWA Reza Kusuma Setyansah
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.494 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v2i2.479

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang kurangnya hasil belajar matematika disebabkan kurangnya pemahaman konsep oleh mahasiswa. Dosen hanya menggunakan model pembelajaran langsung pada saat kegiatan belajar mengajar. Untuk itu dalam penelitian ini penulis memilih model pembelajaran advance organizer dengan active presenter yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbedaan hasil belajar mahasiswa dan efetivitas model pembelajaran advance organizer dengan active presenter dalam kegiatan belajar mengajar mahasiswa kelas program studi pendidikan matematika.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa kelas I semeter gasal yang berjumlah 3 kelas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2 kelas yaitu kelas IA dan IB yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan atas menggunakan metode tes dan dokumentasi. Teknik analisis dan menggunakan uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas) dan uji hipotesis menggunakan uji t.Dari analisis data diperoleh thitung = 1,685 dan ttabel = 1,645. Karena thitung > ttabel maka dinyatakan H0 ditolak. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar matematika mahasiswa menggunakan model pembelajaran advance organizer dengan active presenter lebih baik daripada yang menggunakan model pembelajaran langsung pada mahasiswa program studi pendidikan matematika tahun akademik 2013/2014.
PROFIL PENALARAN SISWA KELAS X SMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN KUADRAT DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA Rengga Mahendra; Wasilatul Murtafiah; Fatriya Adamura
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.205 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v4i1.837

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib ditempuh mulai dari tingkat dasar hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika adalah terletak pada penalaran dalam menyelesaikan masalah bentuk soal cerita termasuk didalamnya pada materi persamaan kuadrat. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penalaran siswa kelas X SMA dalam menyelesaikan masalah persamaan kuadrat ditinjau dari kemampuan awal siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa. Teknik pengumpulan data melalui tes tulis dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) Siswa dengan kategori kemampuan awal tinggi memiliki kecenderungan menggunakan unsur-unsur penalaran induktif dan deduktif dengan baik. Siswa dapat memecahkan masalah persamaan kuadrat dalam bentuk soal cerita dengan baik sesuai dengan langkah-langkah penyelesaian masalah. (2) Siswa dengan kategori kemampuan awal sedang memiliki kecenderungan menggunakan unsur-unsur penalaran induktif dan deduktif dengan cukup baik. Siswa dapat memecahkan masalah persamaan kuadrat dengan baik tetapi kurang mampu dalam menentukan cara lain untuk mencari jawaban. (3) Siswa dengan kategori kemampuan awal rendah memiliki kecenderungan menggunakan unsur-unsur penalaran induktif dan deduktif dengan kurang baik. Siswa kurang mampu dalam memecahkan masalah persamaan kuadrat sesuai langkah-langkah pemecahan masalah dan tidak mampu dalam menentukan cara lain untuk mencari jawaban.
Kemampuan Komunikasi Matematis Peserta Didik Melalui Soal PISA 2015 Zulfah, Zulfah; Rianti, Wida
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.556 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v7i1.3064

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuan komunikasi matematis peserta didik Bangkinang dalam menyelesaikan soal PISA 2015. Indikator kemampuan komunikasi matematis yang dilihat yaitu kemampuan menulis, meggambar, dan mampu membuat ekspresi matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif yaitu menggambarkan mengenai kemampuan komunikasi yang dimiliki peserta didik Bangkinang dalam menyelesaikan soal PISA 2015. Instrumen yang digunakan berupa soal PISA 2015 paket 1. Peserta didik masih kesulitan dalam membuat model matematika dari permasalahan yang diberikan, memilih strategi yang tepat guna memecahkan permasalahan yang diberikan, diikuti dengan rendahnya kemampuan peserta didik merefleksikan grafik ke dalam ide matematika yang mana termasuk kategori drawing. Ringkasan dari analisis ketujuh soal PISA 2015 yang dikategorikan soal Komunikasi Matematis yaitu (1) Written Text, Pada soal nomor 15; 10,26% peserta didik berkemampuan tinggi; 2,56% berkemampuan sedang; dan 87,18% berkemampuan rendah. (2) Mathematical Expression, Pada soal nomor 12; 15,38% peserta didik berkemampuan tinggi; 15,38 peserta didik berkemampuan sedang; dan 69,24% berkemampuan rendah. (3) Drawing, Pada soal nomor 30; 82,05% peserta didik berkemampuan tinggi; dan 17,94% berkemampuan rendah. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan pada 39 peserta didik, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis peserta didik SMP di Bangkinang melalui penyelesaian soal PISA 2015 masih rendah pada kategori Mathematical Expression.
Implementasi Pembelajaran Worksheet Berbasis ICT Untuk Peningkatan Kemampuan High Order Mathematical Thinking (HOMT) Siswa SMP Purwasih, Ratni; Aripin, Usman; Fitrianna, Aflich Yusnita
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.466 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v7i1.3841

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat belajar siswa dipengaruhi oleh persepsi mengenai pembelajaran matematika yang dianggap sulit. Siswa harus mengembangkan pengetahuan baru mereka secara aktif dari pengalaman dan pengetahuan sebelumnya sehingga dibutuhkan kemampuan High Order Mathematical Thinking (HOMT) siswa SMP. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan salahsatu model  pembelajaran  yang  diharapkan  mampu  mengembangkan kemampuan High Order Mathematical Thinking (HOMT) siswa  adalah pembelajaran worksheet berbasis ICT. Melalui pembelajaran ini terdapat lembaran-lembaran berisi tugas instruksional yang terdiri dari serangkaian pertanyaan dan informasi yang dirancang berbasis ICT untuk membimbing siswa agar memahami masalah matematika yang memuat soal-soal sistematis bertujuan meningkatkan High Order Mathematical Thinking (HOMT) siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah  quasi experimental dengan bentuk desain Nonequivalent Control Group Design, dimana subyek penelitian tidak dikelompokkan secara acak. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui pretes dan postes  kemampuan  HOTM siswa.Tujuan dalam penelitian ini adalah mengkaji pencapaian dan peningkatan kemampuan high order mathematical thinking (HOMT) siswa SMP  di kelas yang mendapat pembelajaran Worksheetberbasis ICT  lebih baik daripada siswa di kelas yang mendapatkan pembelajaran ekspositori.Hasil dari peenlitian ini adalah peningkatan kemampuan HOTM siswa SMP yang menggunakan pembelajaran worksheet berbasis ICT lebih baik dibandingkan kelas yang pembelajarannnya menggunakan ekspositori. 
Lectora Inspire in Learning Congruence Triangles in Higher Education Sanwidi, Ardhi; Swastika, Galuh Tyasing
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.63 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v7i1.3222

Abstract

The purpose of this study was to determine the use of Lectora Inspire assisted learning, analyze student activities in the learning process, and to find out the improvement of student achievement in triangular congruence material. This study uses an Action Research approach. The study uses two learning cycles. The results of this study are the use of Lectora Inspire assisted learning can increase student activity in the learning process of triangular congruence material. This can be seen from the percentage of student activity from 72.85% to 81.25%. In addition, this learning activity can improve student achievement. This can be seen from the increase in completeness percentage of student learning outcomes from 53.1% to 78.1%.
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMPN 1 Kuala Behe winata, rahmat; Friantini, Rizki Nurhana
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 7, No 2 (2019): Maret
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.036 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v7i2.3663

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of learning motivation on mathematics learning achievement of eighth grade students of SMP N 1 Kuala Behe acedemic year of 2018/2019 Landak Regency. This type of research was quantitative with ex post facto approach. The population of all eighth grade students at SMP N 1 Kuala Behe. The number of sample in this study was 64 students who were selected using saturated sampling technique. The data analysis technique used simple linear regressionwith prerequisite test namely normality of Kolmogorov-Smirnov method, heteroscedasticity of Glejser method, linearity using test for linearity, multicolonity using Variance Inflation Factor (VIF), and autocorrelation of Durbin-Watson method. The result shows that there is an effect of learning motivation on mathematics learning achievement of eighth grade students of SMP N 1 Kuala Behe academic year 2018/2019 Landak Regency. The result of R square = 0,915 x 100% = 19,5% which indicates that the mathematics learning achievement of eighth grade students of SMP N 1 Kuala Behe can be explained by learning motivation of 19,5%.
Pengaruh Implementasi Pendekatan Kontruktivisme Model Needham Terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Kemampuan Komunikasi Matematis Purnomo, Agus Purnomo; Hasyim, Maylita
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 7, No 2 (2019): Maret
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1934.848 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v7i2.2577

Abstract

AbstractThis study aims to analyze whether: (1) the influence of the approach of contracting the needham model to the mathematics learning outcomes; (2) the influence of students' mathematical communication ability on the mathematics learning outcomes; and (3) the influence of the implementation of the needham's approach to the learning outcomes in terms of communication skills mathematical. This research uses a quantitative approach with experimental design and causal comparative research. Sampling technique with cluster sampling. Data collection techniques are mathematical communication ability test and learning outcomes test. Hypothesis testing using anava technique of two cell lines is not equal to 5% significance level. Prior to hypothesis test, prerequisite test was done by equilibrium test with t test of two independent samples, normality test with kolmogorov-smirnov test and homogeneity test with f test. The result of anava technique of two cell lines is not equal shows that: (1) there is influence of the approach of contracting of Needham model to the result of learning mathematics: (2) there is influence of mathematical communication ability to the learning result of mathematics: (3) no influence of the approach of contracting of Needham model to the result of mathematics learning in terms of mathematical communication.
ARIAS learning model based on a contextual approach to increase the mathematical connection capacity Swastika, Galuh Tyasing; Narendra, Risang
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 7, No 2 (2019): Maret
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.757 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v7i2.2984

Abstract

The purpose of this study is to improve the mathematical connection capacity of students in Calculus I by applying the ARIAS learning model based on a contextual approach. The instrument used to determine the increase in students' mathematical connections in this study is the activity observation sheet and the test of learning outcomes. While during the learning process, the discussion with the function material is used. This research has two cycles in which each consists of planning, action, observation and reflection. In the previous learning, the preliminary tests were given to the students, as a previous reflection. The results of pre-reflection learning showed that 63% had not yet completed a score of ≥75. The results of the study show that ARIAS learning models based on contextual approaches can gradually increase students' mathematical connection skills. This is based on the results of increased student activity and the results of an increase in learning tests in cycles I and II. The percentage of student activity is 80.70% (good category). The student's activity is 86.40% (good category) in cycle II. The student's connection capacity in the first cycle is 10.16 (good category) and a score of 12.79 (excellent category) in the second cycle.