cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpfunimed@unimed.ac.id
Editorial Address
Jurnal Pendidikan Fisika, Publications Unit, The Magister of Physics Education Departement in State University of Medan, Jl. Williem Iskandar, Medan, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika
ISSN : 2252732X     EISSN : 23017651     DOI : 10.22611/jpf
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2024)" : 17 Documents clear
EFEK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA PhET TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA MATA KULIAH FISIKA TERAPAN Sutria, Yuna; Harahap, Rofiqoh Hasan
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i2.62031

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji efek model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) yang dibantu oleh media PhET terhadap pemahaman konsep mahasiswa pada mata kuliah Fisika Terapan. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa semester pertama yang mengambil mata kuliah Fisika Terapan di Prodi Nautika. Mahasiswa dibagi menjadi dua kelas yakni kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan bantuan media PhET, dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemahaman konsep antara kedua kelas. Kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan bantuan media PhET menunjukkan peningkatan pemahaman konsep yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe GI yang didukung oleh media PhET efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa pada mata kuliah Fisika Terapan. Oleh karena itu, disarankan agar pendidik mempertimbangkan penerapan model pembelajaran ini dalam proses pengajaran untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
PENERAPAN KIT LISTRIK KONTEKSTUAL BERBASIS ENERGI TERBARUKAN PADA MATERI LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS IX SMP Z, Fakhruddin; Delviandri, Rahmi; Syahril, Syahril
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang monoton dapat menurunkan keterampilan dasar siswa, sehingga guru harus bisa berkreasi menggunakan media pembelajaran yang menyenangkan seperti penggunaan KIT listrik kontekstual berbasis energi terbarukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, perbedaan hasil belajar keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen dan kontrol dengan KIT Listrik kontekstual berbasis energi terbarukan dan kelas konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 23 Pekanbaru bulan Oktober sampai dengan November 2023. Populasi penelitian berjumlah 284 siswa dari delapan ruang kelas yang seluruhnya duduk di bangku kelas IX. Sampel dievaluasi untuk pengulangan harian materi sebelumnya menggunakan uji homogenitas dan normalitas. Teknik simple random sampling digunakan untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah kelas homogen dibuat. Penelitian ini menggunakan model posttest-only control group design yaitu jenis desain quasi eksperimen. Silabus, RPP, LKPD, dan alat pengumpul data yang digunakan pada posttest keterampilan proses sains diberikan pada kelas eksperimen dan kontrol merupakan salah satu alat penelitian. Dengan menggunakan SPSS 26, proses analisis data meliputi pengujian homogenitas, normalitas, dan hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan sebaran kedua kelas tersebut homogen dan normal. Selanjutnya uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik keterampilan proses sains antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol SMP Negeri 23 Pekanbaru. Dengan membandingkan kelas eksperimen dengan kelas kontrol, hasil analisis data menunjukkan kelas eksperimen mempunyai keterampilan proses sains yang lebih baik.
STUDENTS™ HIGHER ORDER THINKING SKILLS AS TRANSFER IN HIGH SCHOOL PHYSICS Fathulkhair, Fathulkhair; Werdhiana, I Komang; Darsikin, Darsikin; Napitupulu, Nurasyah Dewi; Muslimin, Muslimin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i2.58926

Abstract

The purpose of this study is to examine high school students' higher order thinking skills (HOTS) in relation to the transfer aspect in order to give a general picture of how far the transfer aspect has come, at least since it was included in the 2013 curriculum. Five questions on linear motion from the Physics subject make up the HOTS oriented research instrument. The research instrument used is a HOTS-oriented test consisting of 5 questions on linear motion from the Physics subject. The results stated that 47% of students succeeded in transferring from C1 to C4 and factual to metacognitive in question number 1. Then there were 10% of students who succeeded in transferring from C1 to C4 and factual to metacognitive in question number 2. Unfortunately, none of the students succeeded in answering questions number 3 (C4), number 4 (C5) and number 5 (C6) correctly. Students' failure to transfer their cognitive and knowledge is divided into several factors, namely lack of factual knowledge, lack of conceptual knowledge, lack of mathematical ability, not being used to using units in problem solving and not being familiar to HOTS questions.
PENERAPAN MODEL PREDICTION GUIDE BERBANTUAN MEDIA KONKRIT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA MATERI USAHA DAN ENERGI Salny, Revina; Syahril, Syahril; Fakhruddin, Fakhruddin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i2.45456

Abstract

Kesulitan umum yang dihadapi adalah kurangnya antusias dan konsentrasi siswa yang menghasilkan hasil kognitif di bawah standar karena siswa hanya menghafal materi tanpa memahami esensinya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa pada kelas yang menerapkan model prediction guide berbantuan media konkrit dan kelas dengan pembelajaran konvensional pada materi usaha dan energi kelas X di SMAN 12 Pekanbaru. Kegiatan penelitian dilaksanakan dari bulan Februari-April 2023, menggunakan jenis penelitian quasi eksperiment. Populasi penelitian adalah seluruh kelas X IPA yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah 216 siswa. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol ditentukan dengan cara simple random sampling yaitu dipilih secara acak melalui undian. Instrumen penelitian terdiri dari silabus, RPP, LKPD, dan instrumen pengumpulan data diperoleh dari hasil posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan analisis inferensial, analisis inferensial diperoleh dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil analisis data menyebutkan penerapan model prediction guide berbantuan media konkrit pada materi usaha dan energi dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas X SMAN 12 Pekanbaru. Penelitian ini dapat melatih siswa untuk meningkatkan hasil belajar kognitif fisika siswa yang mendorong siswa untuk aktif, mandiri belajar, dan dapat memecahkan masalah sehingga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif.
PENERAPAN KIT LISTRIK KONTEKSTUAL BERBASIS ENERGI TERBARUKAN PADA MATERI LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS IX SMP Z, Fakhruddin; Delviandri, Rahmi; Syahril, Syahril
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i2.54734

Abstract

Pembelajaran yang monoton dapat menurunkan keterampilan dasar siswa, sehingga guru harus bisa berkreasi menggunakan media pembelajaran yang menyenangkan seperti penggunaan KIT listrik kontekstual berbasis energi terbarukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, perbedaan hasil belajar keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen dan kontrol dengan KIT Listrik kontekstual berbasis energi terbarukan dan kelas konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 23 Pekanbaru bulan Oktober sampai dengan November 2023. Populasi penelitian berjumlah 284 siswa dari delapan ruang kelas yang seluruhnya duduk di bangku kelas IX. Sampel dievaluasi untuk pengulangan harian materi sebelumnya menggunakan uji homogenitas dan normalitas. Teknik simple random sampling digunakan untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah kelas homogen dibuat. Penelitian ini menggunakan model posttest-only control group design yaitu jenis desain quasi eksperimen. Silabus, RPP, LKPD, dan alat pengumpul data yang digunakan pada posttest keterampilan proses sains diberikan pada kelas eksperimen dan kontrol merupakan salah satu alat penelitian. Dengan menggunakan SPSS 26, proses analisis data meliputi pengujian homogenitas, normalitas, dan hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan sebaran kedua kelas tersebut homogen dan normal. Selanjutnya uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik keterampilan proses sains antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol SMP Negeri 23 Pekanbaru. Dengan membandingkan kelas eksperimen dengan kelas kontrol, hasil analisis data menunjukkan kelas eksperimen mempunyai keterampilan proses sains yang lebih baik.
ANALISIS ASPEK KOGNITIF DAN NON-KOGNITIF MELALUI IMPLEMENTASI ASESMEN DIAGNOSTIK PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA DI KELAS VIII SMP NEGERI 25 PEKANBARU Yusra, Amrina Yusra; Zulhelmi; Irianti, Mitri; Syaflita, Dina
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i2.55237

Abstract

Pembaharuan kurikulum menjadi tantangan baru di ranah pendidikan untuk mampu menciptakan karakteristik siswa berdasarkan proses evaluasi belajar mengajar di kelas. Dampak pembaharuan dapat dilihat berdasarkan ada tidaknya kegiatan stimulus sebelum memasuki pembelajaran. Kurikulum merdeka memungkinkan guru untuk berfokus pada kemampuan dan karakteristik siswa saat menerapkan kurikulum yang disesuaikan dengan bakat dan minat siswa. Penelitian dilakukan dari November hingga Desember 2023 di SMP Negeri 25 Pekanbaru, yang melibatkan 193 siswa di kelas VIII, yang melakukan asesmen diagnostik pada materi pesawat sederhana untuk mengetahui kemampuan kognitif dan sikap belajar siswa. Metode sampel proporsional random digunakan untuk pengambilan sampel. Berdasarkan hasil perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin dengan kepercayaan 90% dan taraf kesalahan 10%, sampel sebanyak 66 siswa diambil. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei. Instrumen penelitian terdiri dari tes kognitif dengan model soal pilihan ganda sebanyak 15 butir soal pada materi pesawat sederhana dan tes non-kognitif dengan model angket sikap belajar sebanyak 25 butir pernyataan yang diberikan kepada siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Penelitian bermanfaat sebagai pedoman dalam penerapan asesmen diagnostik serta dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan non-kognitif siswa pada materi pesawat sederhana di kelas VIII.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES LITERASI DAN NUMERASI DALAM KONTEKS SOSIAL DAN BUDAYA PADA MATERI MEKANIKA DI SMA/MA Sanjaya, Aditya Putra; Derlina; Sani, Ridwan Abdullah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i2.56296

Abstract

Literasi dan numerasi termasuk kemampuan esensial dan mendasar dengan berfokus pada kemampuan berpikir logis-sistematis, bernalar dan kemampuan untuk melakukan pengolahan data dengan cermat dan tepat. Faktanya kemampuan siswa belum digali dan dikembangkan secara maksimal pada diri siswa, maka tujuan penelitian ini untuk mengembangkan instrumen tes literasi dan numerasi dalam konteks sosial dan budaya pada materi mekanika yang memenuhi kualitas kelayakan tes yang baik meliputi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah R&D menggunakan model pengembangan 4D yang mencakup tahap pendefinisian, perancaangan, pengembangan dan penyebaran. Subjek penelitian yaitu siswa Fase F kelas XI-1, XI-2 dan XI-3  terdiri dari 90 orang. Berdasarkan uji kelompok besar diperoleh sebanyak 30 butir soal tergolong dalam kategori valid dan layak. Reliabilitas tes berada pada kategori tinggi dengan nilai yang menunjukkan rentang yang memadai. Tingkat kesukaran soal berada pada kategori sedang, sementara daya pembeda soal termasuk dalam kategori cukup. Respon peserta didik terhadap tes menunjukkan hasil yang positif. Penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen tes yang dikembangkan layak dan efektif untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa pada materi mekanika.
EFEKTIFITAS INSTRUMEN KETERAMPILAN INTERPRETASI, ANALISIS, DAN INFERENSI PADA TOPIK LISTRIK DAN KEMAGNETAN Sultan, Ana Dhiqfaini; Kurniawan, Edy; Marisda, Dewi Hikmah; Handayani, Yusri; Saad, Rezkawati; Putri, Rezqi Sri Saleko; Hasin, Ardiansah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i2.58536

Abstract

Penelitian berfokus pada pengujian kepraktisan dan efektivitas instrumen keterampilan interpretasi, analisis, dan inferensi (KBKr-IAI) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa pada topik listrik dan kemagnetan. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengukur efektifitas instrumen KBKr-IAI yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian one-group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah mahasiswa pendidikan fisika yang berjumlah 13 orang, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen tes KBKr-IAI yang digunakan dalam penelitian telah dinyatakan valid melalui uji validitas. Instrumen tes yang dinyatakan valid berjumlah 7 soal, 3 soal untuk indikator interpretasi, 2 soal indikator analisis, dan 2 soal lainnya indikator inferensi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai N-gain yang berada pada kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen KBKr-IAI yang dikembangkan efektif untuk mengukur keterampilan interpretasi, analisis dan inferensi calon guru Fisika. Penelitian ini direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut pada seluruh indikator KBKr, dan seluruh topik pada perkuliahan Fisika Dasar 1 dan 2.
STUDENT'S HIGHER ORDER THINKING SKILLS AS TRANSFER IN HIGH SCHOOL PHYSICS Fathulkhair, Fathulkhair; Werdhiana, I Komang; Darsikin, Darsikin; Napitupulu, Nurasyah Dewi; Muslimin, Muslimin
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i2.58926

Abstract

The purpose of this study is to examine high school students' higher order thinking skills (HOTS) in relation to the transfer aspect in order to give a general picture of how far the transfer aspect has come, at least since it was included in the 2013 curriculum. Five questions on linear motion from the Physics subject make up the HOTS oriented research instrument. The research instrument used is a HOTS-oriented test consisting of 5 questions on linear motion from the Physics subject. The results stated that 47% of students succeeded in transferring from C1 to C4 and factual to metacognitive in question number 1. Then there were 10% of students who succeeded in transferring from C1 to C4 and factual to metacognitive in question number 2. Unfortunately, none of the students succeeded in answering questions number 3 (C4), number 4 (C5) and number 5 (C6) correctly. Students' failure to transfer their cognitive and knowledge is divided into several factors, namely lack of factual knowledge, lack of conceptual knowledge, lack of mathematical ability, not being used to using units in problem solving and not being familiar to HOTS questions.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK Nazila, Nazwa; Suyana, Iyon; Rusnayati, Heni
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i2.60572

Abstract

Pada abad ke-21 peserta didik diharuskan menguasai empat kompetensi dan salah satunya merupakan keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis perlu dilatihkan dalam berbagai bidang pelajaran, salah satunya sains. Akan tetapi, pada tahun 2022 hasil tes Programme for International Student Assessment (PISA) yang diikuti 81 negara menunjukkan bahwa nilai sains peserta didik Indonesia masih berada di bawah nilai rata-rata sains secara keseluruhan. Oleh karena itu, perlu adanya usaha dalam peningkatan keterampilan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran yang tepat. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental one group pretest-postest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling yang berjumlah 34 peserta didik kelas XI SMA dengan instrumen yang digunakan yaitu tes berjumlah 10 butir soal uraian. Teknik analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan uji N-Gain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh berupa peningkatan keterampilan berpikir kritis setelah diajarkan menggunakan model pembelajaran discovery learning sebesar 0,64 masuk kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan praktisi dan akademisi tentang model pembelajaran discovery learning dan keterampilan berpikir kritis peserta didik.

Page 1 of 2 | Total Record : 17