cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
FORMULASI SEDIAAN KRIM PELEMBAB EKSTRAK BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) DAN UJI EFEKTIVITAS TERHADAP XEROSIS PADA KAKI Meilina, Rulia; Fhonna, Putrya; Kulla, Periskila Dina Kali; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4308

Abstract

Proses penuaan kulit menyebabkan perubahan kulit pada usia lanjut. Terjadi penurunan kadar hidrasi dan perubahan sawar kulit yang akan bermanifestasi pada perubahan struktur kulit dan menimbulkan xerosis serta pruritus. Pada kulit usia lanjut terjadi penurunan kemampuan kulit untuk mempertahankan air pada stratum korneum, sehingga menyebabkan penurunan kadar hidrasi kulit. Kadar air pada kulit yang menua, terutama pada stratum korneum, lebih rendah dan perubahan komposisi asam amino pada kulit yang menua juga mengurangi jumlah Natural Moisturizing Factor (NMF) sehingga menurunkan kemampuan stratum korneum untuk mengikat kadar air yang mana akan menyebabkan kulit menjadi kering dan cenderung untuk terjadi xerosis. Pepaya merupakan tanaman yang cukup banyak tumbuh di Indonesia. Menurut FAO (Food and Agriculture) Indonesia merupakan negara penghasil pepaya terbesar peringkat kelima. Besarnya produksi pepaya di Indonesia tidak diimbangi dengan pemanfaatannya, hasilnya 15% dari produksi pepaya tercecer dan rusak karena kurangnya pemanfaatan buah papaya. Pemanfaatan dan daur ulang buah pepaya masih kurang, khususnya pada bidang kesehatan. Buah pepaya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pelembab karena memiliki mekanisme kerja sebagai humektan yang mampu mengurangi terjadinya penguapan air dipermukaan kulit karena mengandung sukrosa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan krim pelembab dari ekstrak buah papaya (Carica papaya L.) serta untuk mengetahui efektivitas terhadap penyembuhan xerosis pada kaki relawan. Penelitian ini menggunakan metode formulasi eksperimental labolatorium dengan formula F1 = 10%, F2 = 12,5%, F3 = 15%, F4 = 17,5%, F5 = 20% dan uji evaluasi sediaan berupa uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar uji daya lekat, uji kesukaan, uji stabilitas sediaan, uji iritasi, dan uji kemampuan mengatasi xerosis pada kaki relawan. Hasil penelitian uji pH (6,0 – 8,0), daya sebar krim baik, tidak menimbulkan iritasi pada kulit, nilai uji kesukaan rata-rata suka, tingkat stabilitas krim baik, hasil uji kemampuan menunjukkan kemampuan mengatasi xersis yang dilakukan selama 4 minggu pada kaki 10 orang relawan memperoleh hasil dimana formula F1 = 10% sudah mampu mengobati xerosis ringan namun formula F5 = 20% mempunyai efek paling bagus dalam mengobati xerosis tipe parah. Kesimpulan penelitian ini ekstrak buah papaya dapat diformulasikan menjadi krim pelembab dengan mutu sediaan yang baik serta mampu mengobati xerosis tipe ringan hingga parah dengan formula terbaik yaitu F5 = 20% pada kaki sukarelawan.Kata kunci: Buah papaya (Carica papaya L.), Xerosis, Krim Pelembab         The aging process of the skin causes changes in the skin in old age. There is a decrease in hydration levels and changes in the skin barrier which will manifest in changes in skin structure and cause xerosis and pruritus. In old age skin, there is a decrease in the skin's ability to retain water in the stratum corneum, causing a decrease in skin hydration levels. The water content in aging skin, especially in the stratum corneum, is lower and changes in the amino acid composition of aging skin also reduce the amount of Natural Moisturizing Factor (NMF) thereby reducing the ability of the stratum corneum to bind water content which will cause the skin to become dry and prone to xerosis.Papaya is a plant that grows quite a lot in Indonesia. According to FAO (Food and Agriculture) Indonesia is the fifth largest papaya producing country. The large production of papaya in Indonesia is not balanced with its utilization, the result is that 15% of papaya production is scattered and damaged due to lack of utilization of papaya fruit. Utilization and recycling of papaya fruit is still lacking, especially in the health sector. Papaya fruit can be used as a moisturizer because it has a working mechanism as a humectant that can reduce the occurrence of water evaporation on the skin surface because it contains sucroseThe purpose of this study was to formulate a moisturizing cream from papaya fruit extract (Carica papaya L.) and to determine its effectiveness in curing xerosis in volunteers' feet. This study used an experimental laboratory formulation method with formula F1 = 10%, F2 = 12.5%, F3 = 15%, F4 = 17.5%, F5 = 20% and evaluation tests of the preparation in the form of organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, spreadability tests, adhesion tests, preference tests, preparation stability tests, irritation tests, and tests for the ability to overcome xerosis in volunteers' feet. The results of the pH test (6.0 - 8.0), good cream spreadability, does not cause skin irritation, the average preference test value is like, the level of cream stability is good, the results of the ability test show the ability to overcome xerosis which was carried out for 4 weeks on the feet of 10 volunteers obtained results where the F1 = 10% formula was able to treat mild xerosis but the F5 = 20% formula had the best effect in treating severe xerosis. The conclusion of this study is that papaya fruit extract can be formulated into a moisturizing cream with good preparation quality and is able to treat mild to severe xerosis with the best formula, namely F5 = 20% on the feet of volunteers.Keywords: Papaya fruit (Carica papaya L.), Xerosis, Moisturizing cream       
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA BEURAWE KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH Marniati, Marniati; Rezeki, Sahbainur; Herawati, Herawati; Wahyuni, Alfitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4642

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting yang mencerminkan kesehatan dan kesejahteraan anak di usia dini. Gizi yang baik pada masa balita berperan krusial dalam pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kemampuan belajar di masa mendatang, kurangnya gizi pada balita dapat disebabkan oleh tingkat pengetahuan ibu tentang makanan dan gizinya yang masih kurang, sehingga berdampak pada sikap atau perilaku dari orang tua, khususnya ibu dalam pemilihan makanan yang tidak benar, dan beraneka ragamPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dan status gizi pada balita di Desa Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya prevalensi gizi buruk di Indonesia, termasuk di Aceh, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan ibu-ibu yang memiliki balita berusia 1-5 tahun sebagai responden dengam jumlah sampel 45 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan status gizi balita diukur dengan indikator berat badan menurut umur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dan status gizi balita, di mana ibu dengan pengetahuan yang lebih baik cenderung memiliki anak dengan status gizi yang lebih baik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan edukasi gizi bagi ibu-ibu di desa tersebut untuk mengurangi angka malnutrisi dan meningkatkan kesehatan balita. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi intervensi kebijakan kesehatan dan program pemberdayaan masyarakat dalam upaya perbaikan status gizi balita di Desa Beurawe Kata Kunci : Pengetahuan, status gizi, edukasi gizi
IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPS) TERHADAP PENGOBATAN PASIEN STROKE ISKEMIK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD MEURAX KOTA BANDA ACEH Rezeki, Sahbainur; Fahmi, Zaisar; Dhirah, Ulfa Husna; Wahyuni, Alfitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4309

Abstract

Latar Belakang : Peningkatan angka kejadian stroke iskemik di berbagai wilayah dapat mengakibatkan timbulnya berbagai komplikasi, seperti kontraksi otot dan kekakuan sendi, pembekuan darah, memar, nyeri di pundak, pneumonia, kelelahan, dan bahkan risiko kematian. jumlah pengidap stroke berdasarkan Surveilans Penyakit Tidak Menular (PTM) 2022 sebanyak 12.303 jiwa. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2021 hanya 11. 210 orang. Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2021 terdata jumlah stroke pada laki-laki 123 orang dan pada perempuan 117 orang, dengan jumlah keseluruhan 240 penderita. Tujuan Penelitian : Untuk mengidentifikasi gambaran kasus Drug Related Problem (DRPs) terhadap pengobatan pasien stroke iskemik di instalasi rawat inap rumah sakit umum daerah (RSUD) Meuraxa Kota Banda Aceh tahun 2024. Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan data sekunder dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 65 orang. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 8 mei sampai dengan 31 mei 2024 di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh dengan pengambilan data rekam medik pasien Stroke Iskemik rawat Inap. Analisis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat. Hasil Penelitian : Stroke iskemik sebanyak 100%, Drug Related Problem sebanyak 100%, dosis terlalu rendah kategori tepat sebanyak 100%, dosis terlalu tinggi pada kategori tepat sebanyak 100%, obat efektif tidak aman pada kategori tepat sebanyak 100%, kombinasi obat tidak tepat pada kategori tepat sebanyak 100%, interaksi obat pada kategori tepat sebanyak 100%. Kesimpulan dan Saran : Diharapkan dapat berfungsi sebagai materi evaluasi dan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dalam mengelola serta mencegah masalah terkait Drug Related Problems (DRPs) pada pasien stroke iskemik, sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan secara lebih baik.Kata Kunci: Drug Related Problems (DRPs), Pengobatan Pasien Stroke IskemikBackground: The increase in the incidence of ischemic stroke in various regions can result in various complications, such as muscle contractions and joint stiffness, blood clots, bruising, shoulder pain, pneumonia, fatigue, and even the risk of death. The number of stroke sufferers based on the 2022 Non- Communicable Disease (NCD) Surveillance is 12,303 people. This figure has increased compared to 2021, with only 11,210 people. In 2021, Aceh Besar District recorded a total of 123 strokes in men and 117 women, with a total of 240 sufferers. Research Objective: To identify the description of Drug Related Problems (DRPs) cases in the treatment of ischemic stroke patients in the inpatient installation of the Meuraxa Regional General Hospital (RSUD) Banda Aceh City in 2024. Research Method: This research is descriptive observational research using secondary data with a sampling technique using the Slovin formula to obtain a sample of 65 people. This research was carried out from 8 May to 31 May 2024 at the Meuraxa Regional Hospital, Banda Aceh City by collecting medical record data from inpatient ischemic stroke patients. The research analysis that will be used in this research is univariate analysis. Research Results: Ischemic stroke as much as 100%, Drug Related Problems as much as 100%, dose too low in the right category as much as 100%, dose too high in the right category as much as 100%, effective drugs are unsafe in the right category as much as 100%, drug combinations are not right in the correct category as much as 100%, drug interactions in the correct category as much as 100%.Keywords: Drug Related Problems (DRPs), Treatment of Ischemic Stroke Patients.
HUBUNGAN KARIES GIGI DENGAN KUALITAS HIDUP MURID SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 54 KOTA BANDA ACEH Keumala, Cut Ratna; Andriani, Andriani; Kurniawati, Nia; Imran, Herry
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4292

Abstract

Kualitas hidup digunakan dalam bidang kesehatan untuk menganalisis emosional seseorang, faktor sosial dan kemampuan fisik seseorang, termasuk didalamnya kemampuan untuk memenuhi tuntutan kegiatan atau aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Karies gigi merupakan masalah yang penting karena tidak saja menyebabkan keluhan rasa sakit,  mangakibatkan menurunnya produktivitas. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan karies gigi dengan kualitas hidup murid sekolah dasar di SD Negeri 54 Kota Banda Aceh. Penelitian bersifat analitik dengan  desain  cross  sectional. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan pemeriksaaan karies gigi DMF-T/def-t. Populasi penelitian ini seluruh murid sekolah dasar usia 11-12 tahun di SD Negeri 54 Kota Banda Aceh. Sample penelitian yaitu total sampling berjumlah 78 orang. Analisa yang digunakan analisa univariat dengan distribusi  frekuensi  dan  analisa  bivariat  untuk  mengetahui  hubungan variabel independent dan dependent dengan menggunakan uji statistik chi- square dengan α< 0,005. Hasil penelitian menunjukkan dari 78 murid yang diteliti kualitas hidup buruk sebanyak 25 responden 42,4% dengan kategori karies sangat tinggi. Sedangkan kualitas hidup baik sebanyak 8 responden 42,1% dengan kategori karies rendah. Hasil uji chi-square diperoleh nilai p- value =0,000 (α<0,005), bahwa value 95%, dapat disimpulkan   terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas hidup dengan karies gigi pada murid sekolah dasar SD Negeri 54 Kota Banda Aceh Murid usia 11-12 tahun. Disarankan kepada guru dapat melakukan pembinaan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut kepada murid agar dapat terbiasa berperilaku baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.Kata kunci: Karies Gigi, Kualitas Hidup, MuridQuality of Life are used in the field of health to analyze a person's emotions, social factors and physical abilities, including the ability to meet the demands of activities or activities in daily life. Dental caries is an important problem because it not only causes pain complaints, but also results in decreased productivity. The study aimed to determine the relationship between dental caries and the quality of life of elementary school students at SD Negeri 54, Banda Aceh City. The research is analytical with a cross sectional design. Data collection was obtained through interviews and examination of DMF-T/def-t dental caries. The population of this study is all elementary school students aged 11-12 years at SD Negeri 54, Banda Aceh City. The research sample is a total sampling of 78 people. The analysis used was univariate analysis with frequency distribution and bivariate analysis to determine the relationship between independent and dependent variables using the chi-square statistical test with a α< of 0.005. The results of the study showed that of the 78 students who were studied, 25 respondents had poor quality of life, 42.4% with a very high caries category. Meanwhile, the quality of life was good as many as 8 respondents 42.1% with the low caries category. The results of the chi-square test obtained a value of p- value = 0.000 (α<0.005), that the value was 95%, it can be concluded that there is a significant relationship between quality of life and dental caries in elementary school students of SD Negeri 54 Banda Aceh City students aged 11-12 years. It is recommended that teachers can conduct dental and oral health maintenance coaching for students so that they can get used to behaving well in maintaining dental and oral health..Keywords: Dental Caries, Quality of Life, Students
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT MALARIA PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA Asyura, Finaul; Anwar, Chairanisa; Dhirah, Ulfa Husna; Rosdiana, Eva
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4408

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyaki yang masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Aceh Jaya dengan angka kesakita 1,51/1000 penduduk pada tahun 2018 dan di Puskesmas Krueng Sabee sebanyak 21 kasus dan Puskesmas Krueng Sabee khususnya di Puskesmas Krueng Sabee dan merupakan puskesmas tertinggi kasus malaria diantara puskesmas lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan  dengan penyakit malaria pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain case control study. Populasi adalah penderita positif malaria yang diperiksa oleh petugas Puskesmas Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya berdasarkan data hasil laboratorium dari bulan Januari 2018 sampai dengan Maret 2019 sebanyak 21 orang. Sampel penelitian seabanyak 42 orang yang terdiri dari 21 orang kasus dan 21 orang sebagai kontrol. Pengumpulan pada bulan Januari 2020 dengan observasi dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis dengan uji statistik regresi logistic dengan ketentuan bermakna jika p<0,05. Hasil analisis univariat diperoleh kasus malaria pada laki-laki (58,6%), pekerjaan berisiko (78,9%), kebiasaan keluar mala (70,6%), tidak menggunakan kelambu (64,5%), tidak memakai kawat kasa (59,3%), tidak memakai insektisida (76,9%) dan pengetahuan kurang (65,3%). Hasi uji statistik dapat disimpulkan ada hubungan pekerjaan (OR=4, P value= 0,034), kebiasaan keluar malam (OR=4,2, P value= 0,032),  penggunaan kelambu (OR=5,6, P value= 0,014), pemakaian insektisida (OR=5,4, P value= 0,026) dan pengetahuan (OR=4, P value= 0,034) dengan kejadian malaria. Diharapkan Kepada Puskesmas Krueng Sabee agar dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang malaria sehingga dapat merubah perilaku yang berisiko terhadap malaria seperti kebiasaan keluar malam, penggunaan kelambu, kawat kasa dan obat nyamuk.Kata Kunci : Malaria, case controlMalaria is one of the diseases that is still a health problem in Aceh Jaya Regency with a morbidity rate of 1.51/1000 population in 2018 and in the Krueng Sabee Health Center there were 21 cases and the Krueng Sabee Health Center especially in the Krueng Sabee Health Center and is the health center with the highest malaria cases among other health centers. This study aims to determine the factors associated with malaria in the community in the work area of the Krueng Sabee Health Center, Aceh Jaya Regency. This study is descriptive analytical with a case control study design. The population is positive malaria sufferers who were examined by officers at the Krueng Sabee Health Center, Aceh Jaya Regency based on laboratory data from January 2018 to March 2019 as many as 21 people. The research sample was 42 people consisting of 21 cases and 21 people as controls. Collection in January 2020 with observation and interviews. The analysis used was univariate and bivariate analysis. Statistical tests used to test the hypothesis with logistic regression statistical tests with significant provisions if p <0.05. The results of the univariate analysis obtained malaria cases in men (58.6%), risky jobs (78.9%), nighttime habits (70.6%), not using mosquito nets (64.5%), not using wire nets (59.3%), not using insecticides (76.9%) and lack of knowledge (65.3%). The results of the statistical test can be concluded that there is a relationship between work (OR = 4, P value = 0.034), nighttime habits (OR = 4.2, P value = 0.032), use of mosquito nets (OR = 5.6, P value = 0.014), use of insecticides (OR = 5.4, P value = 0.026) and knowledge (OR = 4, P value = 0.034) with the incidence of malaria. It is expected that the Krueng Sabee Health Center can increase public knowledge about malaria so that it can change behaviors that are at risk of malaria such as the habit of going out at night, using mosquito nets, wire nets and mosquito repellent.Keywords: Malaria, case control
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN ANGKA KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA PAWOH KECAMATAN LABUHAN HAJI KABUPATEN ACEH SELATAN Dhirah, Ulfa Husna; Asyura, Finaul; Astryna, Syarifah Yanti; Nurhayati, Nurhayati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4366

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berfikir. Stunting pada anak disebabkan asupan gizi balita, adanya penyakit infeksi, faktor ibu dengan nutrisi buruk selama prekonsepsi, kehamilan dan laktasi, faktor genetik, pemberian ASI eksklusif, ketersediaan pangan, faktor sosial ekonomi, faktor tingkat pendidikan ibu, pengetahuan gizi ibu dan faktor lingkungan. Salah satu upaya untuk meningkatkan perilaku ibu balita yaitu melalui pendidikan kesehatan.  Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan angka kejadian stunting pada balita di Desa Pawoh Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain survey analitik dan metode pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai balita di Desa Pawoh Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data mengguankan uji statistik chi square. Hasil uji stastistik didapatkan (χ²) sebesar 75,602 dengan sig. 0,000 < 0,05 artinya bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting pada balita di Desa Pawoh Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan. Diharapkan bagi ibu yang memiliki anak. perlu menyadari pentingnya peranan gizi bagi balita dan segera memperhatikan asupan gizi yang dibutuhkan oleh anak.Kata Kunci : Balita, Gizi, Pengetahuan Ibu, Stunting Stunting is a condition of failure to grow in the body and brain due to lack of nutrition for a long time so that children are shorter than normal children of their age and have delays in thinking. Stunting in children is caused by nutritional intake of toddlers, the presence of infectious diseases, maternal factors with poor nutrition during preconception, pregnancy and lactation, genetic factors, exclusive breastfeeding, food availability, socio-economic factors, maternal education level, maternal nutritional knowledge and environmental factors. One effort to improve the behavior of mothers of toddlers is through health education.  This research aims to determine the relationship between the level of maternal knowledge about nutrition and the incidence of stunting among toddlers in Pawoh Village, Labuhan Haji District, South Aceh Regency. This research is a quantitative study using an analytical survey design and a cross-sectional approach method. The population in this study were mothers who had toddlers in Pawoh Village, Labuhan Haji District, South Aceh Regency. Sampling in this research used purposive sampling technique. Data analysis used the chi square statistical test. The statistical test results obtained (χ²) were 75.602 with sig. 0.000 < 0.05 means that there is a relationship between maternal knowledge about nutrition and the incidence of stunting in toddlers in Pawoh Village, Labuhan Haji District, South Aceh Regency. It is expected for mothers who have children. need to be aware of the important role of nutrition for toddlers and immediately pay attention to the nutritional intake needed by children.Keywords: Toddlers, Nutrition, Mother's Knowledge, Stunting
INOVASI EXCELLENT PERCEPATAN PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DENGAN SLOW DEEP BREATHING DAN KOMBINASI BAHAN ALAM (APIUM GRAVEOLENS DAN BLACK GARLIC) DI DESA BANGUN REJO TAHUN 2024 Simanjuntak, Lisdayanti; Simarmata, Mesrida; Afriani, Dina; Gunawan, Rawun; Gunawan, Laura Gultom; Waruwu, Linda Mardiyanti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4324

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan istirahat/tenang. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment dengan rancangan two group pretest dan posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Desa Bangun Rejo  Tahun 2024 berjumlah 50 orang. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik Purpossive Sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 50 orang. Analisa data yang digunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari hasil Hasil penelitianinovasi excellent percepatan penurunan tekanan darah pada lansia  hipertensi dengan deep breathing dan kombinasi bahan alam (apium graveolens dan black garlic) bahwa rata-rata tekanan darah pada kelompok kontrol pada pemeriksaan pertama 146,12 mmHg dan pemeriksaan kedua rata-rata tekanan darah yaitu 149,20 mmHg dengan nilai p (mean) 0,238 > 0,05 artinya tidak signifikan. Disimpulkan bahwa penelitian Inovasi Excellent Percepatan Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Dengan Slow Deep Breathing dan Kombinasi Bahan Alam (Apium Graveolens dan Black Garlic) Di Desa Bangun Rejo Tahun 2024 pada 50 lansia, diaman 25 lansia sebagai control dan 25 lansia sebagai kasus, didapatkan hasil pada lansia sebagai control rata-rata tekanan darah   pemeriksaan pertama 146,12 mmHg  sedangkan rata-rata tekanan darah   pada pemeriksaan kedua 147,28 mmHg. terlihat perbedaan nilai mean antara pengukuran pertama dan ke dua adalah -1,26.  Hasil uji statistk didapatkan nilai p = 0,238 > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan anatar tekanan darah pada pengukuran pertama dan kedua pada lansia sebagai control. Sedangkan pada lansia sebagai kasus didapatkan hasil rata-rata tekanan darah  pemeriksaan pertama 165.72 mmHg  sedangkan rata-rata tekanan darah   pada pemeriksaan kedua 136.92 mmHgKata Kunci : Lansia , Hipertensi , slow deep opium garlick Hypertension is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg in two measurements with an interval of five minutes in a resting/calm state. This research is a quasi-experiment research with a two group pretest and posttest design. The population in this study was 50 elderly people in Bangun Rejo Village in 2024. The sampling technique was carried out using a purposive sampling technique so that the total sample was 50 people. Data analysis used the Wilcoxon test. The results of this study show that from the results of the excellent innovation research, the acceleration of blood pressure reduction in hypertensive elderly with deep breathing and a combination of natural ingredients (apium graveolens and black garlic) means that the average blood pressure in the control group at the first examination was 146.12 mmHg and at the second examination The average blood pressure is 149.20 mmHg with a p value (mean) of 0.238 > 0.05, meaning it is not significant. It was concluded that research on Excellent Innovation Accelerated Blood Pressure Reduction in Hypertensive Elderly People Using Slow Deep Breathing and a Combination of Natural Ingredients (Apium Graveolens and Black Garlic) in Bangun Rejo Village in 2024 on 50 elderly people, with 25 elderly people as controls and 25 elderly people as cases, obtained results in the elderly as controls, the average blood pressure at the first examination was 146.12 mmHg, while the average blood pressure at the second examination was 147.28 mmHg. It can be seen that the difference in the mean value between the first and second measurements is -1.26.  The statistical test results showed a p value = 0.238 > 0.05, which means there was no significant difference between blood pressure in the first and second measurements in elderly people as controls. Meanwhile, in elderly cases, the average blood pressure result of the first examination was 165.72 mmHg, while the average blood pressure at the second examination was 136.92 mmHg.Keywords: Elderly, Hypertension, slow deep opium garlick 
DINAMIKA ORIENTASI MASA DEPAN PADA PESERTA DIDIK Sofia, Melda; Purba, Widya Arfani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4643

Abstract

Orientasi masa depan merupakan landasan individu dalam menentukan masa depan mereka dengan menetapkan tujuan dan membuat suatu perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dinamika orientasi masa depan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran orientasi masa depan siswa sangat beragam berdasarkan aspek motivasi, kognitif, dan perilaku.Kata Kunci: Siswa, Orientasi Masa Depan
PENGARUH TEKNIK PENGOLAHAN TERHADAP MUTU BROKOLI Fitriana, Nanda; Frisella, Ella
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4297

Abstract

Tanaman brokoli merupakan salah satu tanaman sayuran yang dapat memberi nilai kesehatan yang tinggi, namun mempunyai masa simpan yang pendek dan memiliki daya tahan yang sangat rendah setelah panen. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu blansir dan pengukusan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu proses blansir dan pengukusan terhadap mutu brokoli. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bahan Pangan, Universitas Ubudiyah Indonesia pada tanggal 05 sampai dengan 30 Agustus 2024. Terdapat enam jenis perlakuan yaitu blansir ke sayur brokoli, yaitu blansir pada suhu 90 oC selama variasi waktu 2, 4 dan 6 menit, dan pengukusan pada suhu 100 oC  selama variasi waktu 6, 8 dan 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan blansir selama 2 menit dengan suhu 90oC, didapat hasil warna agak cerah, teksturnya masih keras, rasa setelah di blansir sangat enak dan aroma yang dihasilkan adalah sedap.Kata kunci: Pengelolaan, brokoli, blansir, pengukusan.Broccoli plants are one of the vegetable crops that can provide high health benefits, but they have a short shelf life and very low durability after harvest. This research uses two treatments, namely blanching and steaming. The purpose of this research is to determine the effect temperature and time of blanching and steaming on the quality of broccoli. This research conducted at the Food Science Laboratory, Ubudiyah Indonesia University from August 05 to August 30, 2024. There are six types of treatments, namely blanching broccoli, which includes blanching at 90°C for varying times of 2, 4, and 6 minutes, and steaming at 100 °C for varying times of 6, 8, and 10 minutes. The research results show that the blanching treatment for 2 minutes at 90 °C resulted in a slightly bright color, a still firm texture, a very good taste after blanching, and a delicious aroma.Keywords: Processing, broccoli, blanching, steaming
HUBUNGAN MASA KERJA DAN SIKAP TENAGA KESEHATAN DENGAN PENGETAHUAN MENGENAI TRIAGE DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA BANDA ACEH Anwar, Chairanisa; Mahmudin, Mahmudin; Asyura, Finaul; Widyasari, Ruri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4287

Abstract

Triage memiliki fungsi penting di IGD terutama apabila banyak pasien datang pada saat yang bersamaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan agar pasien ditangani berdasarkan urutan kegawatannya untuk keperluan intervensi. Studi pendahuluan terhadap 10 petugas kesehatan, rata-rata lama masa kerja berkisar antara 1-2 tahun. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan sikap dan masa kerja dengan pengetahuan triage di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh tahun 2022. Metode Penelitian: Penelitian analitik dengan desain cross sectional, total sampel 66 orang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Menggunakan uji chi-square dan analisa secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : tidak ada hubungan P value 0,619 masa kerja, tidak ada hubungan P value 1,179 sikap tenaga kesehatan dengan pengetahuan tentang triage di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh tahun 2022. Saran: pengetahuan bagi tenaga kesehatan untuk menambah wawasan serta keterampilan terutama dalam keterampilan dalam kemampuan triage di instalasi gawat darurat.Kata Kunci: Masa Kerja, Sikap, TriageTriage has an important function in the ED, especially when many patients come at the same time. This aims to ensure that patients are treated in order of urgency for intervention purposes. Preliminary study of 10 health workers, the average length of service t ranges from 1-2 years. Research Objectives: To determine the relationship between attitude and tenure with triage knowledge at Bhayangkara Hospital Banda Aceh in 2022. Research Methods: An analytic study with a cross sectional design, a total sample of 66 health workers at Bhayangkara Hospital Banda Aceh. The sampling technique is stratified random sampling. Data collection distributed questionnaires through google forms. Using chi-square test and univariate and bivariate analysis. Research results: there is no relationship P value 0.619 years of service, there is no relationship P value 1.179 attitude of health workers with knowledge about triage at Bhayangkara Hospital Banda Aceh in 2022. Conclusion: There is no relationship between tenure and attitude of health workers with knowledge of triage at Bhayangkara Hospital Banda Aceh in 2022. Suggestion: knowledge for health workers to add insight and skills, especially in skills in triage abilities in emergency units.Keywords: tenure, attitude, triage