cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ARTHRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA BUNGO II TAHUN 2024 Novita, Tiara Rizky; Kholisah, Lilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4469

Abstract

Arthritis Rheumatoid adalah peradangan sendi akibat system kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri. Penyakit ini bisa menyebabkan nyeri, kekakuan , pembengkakan dan keterbatasan gerak. Pada penderita Arthritis Rheumatoid kekakuan terburuk sering terjadi pada pagi hari. Kekakuan untuk waktu yang lama di pagi hari itu merupakan petunjuk bahwa seseorang mungkin terkena Arthritis Rheumatoid. Jenis penelitian yang digunakan bersifat Analitik Kuantitatif. Populasi penelitian yaitu sebanyak 36 orang lansia yang menderita Arthritis Rheumatoid di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bungo II Tahun 2024. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 31 orang lansia yang terkena Arthritis Rheumatoid dan 31 orang lansia yang tidak terkena Arthritis Rheumatoid  di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bungo II pada bulan Januari sampai September 2020. Data diperoleh dari data primer dan sekunder. Dianalisis dengan menggunakan uji chi – square pada tingkat kemaknakaan 1,96 dan 0,842. Berdasarkan tabel Uji Statistik dapat diketahui bahwa dari uji chi-square diperoleh hasil umur (P-value = 0,013) lebih kecil dari sig α (0,05), sedangkan frekuensi jenis kelamin (P-value = 0,184) lebih besar dari sig α (0,05) dengan OR (0,308), dan obesitas (P-value = 0,001) lebih kecil dari sig α (0,05) dengan OR (0,046). Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara umur lansia dengan kejadian Arthritis Rheumatoid, dan terdapat juga hubungan antara obesitas dengan kejadian Arthritis Rheumatoid pada lansia, sedangkan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian Arthritis Rheumatoid pada lansia. Hal ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi tenaga kesehatan umumnya dalam mengevaluasi tentang faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian Arthritis Rheumatoid  pada lansia, sehingga dapat digunakan sebagai dasar perbaikan upaya pengendalian Arthritis Rheumatoid  pada lansia.Kata Kunci : Arthritis Rheumatoid, umur, jenis kelamin, obesitas.Rheumatoid Arthritis is joint inflammation caused by the body’s immune system attacking it’s own tissues. This disease can cause pain, stiffness, swelling, and limitation of movement. The sufferers the worst behaviour often occurs in the morning. Stiffness for a long time in the morning it’s a sign that someone has Rheumatoid Arthritis. This type of research is a quantitative analysis. The research population are 36 elderlies suffer from Rheumatoid Arthritis in the working area of the Muara Bungo II public health center year 2024. The sample in this study are 31 elderlies who suffer  Rheumatoid Arthritis and 31 elderlies who don’t suffer Rheumatoid Arthritis in the working area of the Muara Bungo II public health center in April to May 2024. Data obtained from primary and secondary data. The Analysis using the chi-square test at significance level of 1.96 and 0.842. Based on the statistical test it can be seen that the chi square results in age (P-value = 0.013) smaller than sig a (0.05), while gender (P-value = 0.184) greater than sig a (0.05) with OR (0,308), and obesity (P-value 0.001) smaller than sig a (0.05) with OR (0,046). It can be concluded that there is a relationship between elderly age of the elderly with the incidence of Rheumatoid Arthritis, and there is also a relationship between age of the elderly with the incidence of Rheumatid Arthritis,while there is no relationship between gender with the incidence of Rheumatoid Arthritis. This is expected to be input for health workers in evaluating the factors associated with the incidence of Rheumatoid Arthritis in the elderly so that it can be used as a basis improving effort to control Rheumatoid Arthritis in the elderly.Keywords : Rheumatoid Arthritis, age, gender, obesity.
EFEKTIVITAS REBUSAN AIR DAUN KELOR TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN Fazira, Frisca; Fazlaini, Risna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4564

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dianjurkan oleh pedoman internasional yang didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI baik bagi bayi, ibu, keluarga maupun negara. Menyusui adalah perilaku kesehatan multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi dari faktor sosial, demografi, biologi, pre/postnatal dan psikologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian daun kelor (moringa oleifera) terhadap produksi asi pada ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Samalanga Kabupaten Bireuen. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah quesy ekspemimen dengan rancangan penelitian one group pretest posttest design. Penelitian ini telah dilakukan di UPTD Puskesmas Samalanga Kabupaten Bireuen dilakukan pada tanggal 11 s/d 21 Juni 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian yang di peroleh hasil uji Independen T Test diperoleh nilai sig (2-tailed) = 0,000 < 0,05, yang artinya bahwa ada perbedaan rata-rata nilai antara sebelum mengkonsumsi rebusan daun kelor dengan sesudah mengkonsumsi resbusan daun kelor, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian daun kelor terdapat prodouksi ASI pada ibu Postpartum di wilayah Kerja Puskesmas Samalanga Kabupaten Bireuen.Kata kunci: Daun Kelor, Produksi ASI, Ibu MenyusuiExclusive breastfeeding for 6 months is recommended by international guidelines based on scientific evidence of the benefits of breastmilk for infants, mothers, families and countries. Breastfeeding is a multidimensional health behavior influenced by the interaction of social, demographic, biological, pre/postnatal and psychological factors. The purpose of this study was to determine the effectiveness of giving moringa leaves (moringa oleifera) on breast milk production in postpartum mothers in the Samalanga Health Center Working Area, Bireuen Regency. The research method in this study was quesy expemimen with a one group pretest posttest design. This research was conducted at the UPTD Samalanga Health Center, Bireuen Regency on June 11 to 21, 2024 with a total sample of 30 respondents using simple random sampling. The results of the study obtained by the Independent T Test test obtained a sig value (2-tailed) = 0.000 <0.05, which means that there is a difference in the average value between before consuming moringa leaf decoction and after consuming moringa leaf decoction, so it can be concluded that there is a difference between before and after giving moringa leaves there is breast milk production in Postpartum mothers in the Samalanga Health Center Working Area, Bireuen Regency.Keywords: Moringa Leaf, Breast Milk Production, Breastfeeding Mother
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-60 BULAN DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAH SEPENGGAL LINTAS TAHUN 2024 Efrarianti, Yocy; Isnaini, Ike Fitria
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4470

Abstract

Stunting adalah kegagalan untuk mencapai potensi pertumbuhan seseorang disebabkan oleh manutrisi kronis dan penyakit berulang selama masa kanak-kanak (UNICEF,2018). WHO mengungkapkan bahwa pada laporan tahun 2019 jumlah kasus stunting di dunia pada anak usia dibawah 5 tahun masih tinggi walaupun dalam 5 tahun terakhir terus mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan diwilayah kerja puskesmas tanah sepenggal lintas tahun 2024. Jenis penelitian adalah Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional.Populasi penelitian yaitu sebanyak 1949balita. Jumlah sampel 95 balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Sepenggal Lintas Tahun 2024 pada 5 April - 9 Mei 2024. Data diperoleh dari data primer dan sekunder. Dianalisis dengan menggunakan uji chi – square. Berdasarkan tabel Uji Statistik dapat diketahui bahwa dari uji chi-square diperoleh hasil pengetahuan (P-value = 0,003) lebih kecil dari sig α (0,05), pekerjaan (P-value = 0,137) lebih besar dari sig α (0,05),  pola asuh (P-value = 0,024) lebih kecil dari sig α (0,05) riwayat anemia dalam kehamilan (P-value = 0,172) lebih besar dari sig α (0,05), ),  riwayat konsumsi tablet Fe (P-value = 0,375) lebih besar dari sig α (0,05). Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan dan pola asuh dengan kejadian stunting pada balita. Hal ini diharapkan bagi ibu untuk meningkatkan keingintahuan ibu dan pola asuh yang baik sehingga ibu dapat mendeteksi kelainan serta memantau tumbuh kembang balitanya.Kata Kunci: Stunting, Pengetahuan, Pekerjaan, Pola Asuh, Riwayat Anemia Dalam Kehamilan, Riwayat Konsumsi Tablet FeStunting is failure to achieve growth potential caused by chronic malnutrition and recurrent childhoodillnesses (UNICEF,2018). WHO revealed  in it’s 2019 report, that the number of stunting cases in the world in children under 5 years old is still high. Although in the last 5 years it has continued to decline. The purpose of this research to find out factors associated with the incidence of stunting in toddlers aged 24-60 months in the working area of the Tanah Sepenggal Lintas Public Health Center Year 2024. The type of research is descriptive analytic with a Cross Sectional approach. Population are 1949 toddlers, sample are 95 toddlers in the working area of Tanah Sepenggal Lintas Public Health Center year 2024 from April 5 to May 9 2024. Data obtained from primary and secondary data. Analyzed using the chi square test. Based on the Statistical Test tablecan be known that from the chi-square test, the results of knowledge is (P-value = 0.003) smaller than sig α (0.05), job is (P-value = 0.137) greater than sig α (0.05 ), parenting is (P-value = 0.024) smaller than sig α (0.05), history of anemia in pregnancy is (P-value = 0.172) greater than sig α (0.05), ), history of Fe tablet consumption is ( P-value = 0.375) greater than sig α (0.05). It can be concluded there is a relationship between knowledge and parenting with the incidence of stunting. It is hoped that this will  increase the mother is curiosity and good parenting patterns so that mothers can detect abnormalities and monitor the growth and development of her toddlers.Keywords : Stunting, Knowledge, Job, Parenting, Historyof Anemia  in Pregnancy, History of Fe Tablet consumption
EFEKTIFITAS FERMENTASI BAWANG PUTIH (BLACK GARLIC) TERHADAP REMAJA YANG OBESITAS DI SMAN 5 KOTA BINJAI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2024 Siregar, Erin Padilla; Rezeki, Sri; Simanjuntak, Lisdayanti; Nainggolan, Anna Waris; Silaban, Marta Armita Br; Ritonga, Yesika; Tuljannah, Zahara
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4282

Abstract

Prevalensi Obesitasi yang merupakan masalah Kesehatan global semakin meningkat di negara-negara berkembang karena perubahan makanan dan gaya hidup. Obesitas adalah penyebab utama penyakit dan kematian. Haal ini sulit untuk diatasi karena hubungannya dengan peningkatan risiko Sindrom Metabolik, penyakit Kardiovaskuler, Serangan Jantung, Hipertensi, Diabetes Melitus dan berbagai Jenis Kanker Menurut data WHO, Angka berat badan berlebih pada anak dan remaja ( 5-19 tahun ) adalah 103 juta ( 10%) untuk laki-laki, dan 72 juta (8%) untuk Perempuan, Di Indonesia Berat Badan Berlebihan dapat mempengaruhi banyak hal antara lain kesehatan fisik, penurunan kualitas aktivitas dan produktivitas. Penyebab obesitas adalah keseimbangan energi antara konsumsi dan kalori yang terbakar dan kurangnya aktivitas Fisik. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment dengan rancangan one group pretest dan posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 5 Binjai Tahun 2024 berjumlah 20 orang. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik Total Sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 20 orang. Analisa data yang digunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari hasil pre test mayoritas responden memiliki mayoritas Obesitas Pada remaja dengan katagori obesitas klass I sebanyak 9 orang ( 45%), dan Minoritas kategori Obesitas pre Obesitas dan Obesitas Klass II masing – masing sebanyak 3 Orang ( 15 %) Hasil analisis data menunjukkan nilai P = 0,000, dimana 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Pemberian Efektifitas ada Perlakukan Efektifitas Fermentasi Bawang Putih terhadap penurunan Berat badan pada siswa Kelas III yang mengalami Obesitas. Disimpulkan bahwa Efektifitas Fermentasi Black garlic Tehadap Remaja yang Obesitas di SMAN 5 Kota Binjai didapat Ho ditolak dan Ha diterima. Bagi responden agar dapat menurunkan Berat Badan sebagai salah satu cara nonfarmakologi yang aman dan mudah untuk diaplikasikan dirumah.Kata Kunci : Bawang Putih, Remaja, ObesitasThe prevalence of obesity, which is a global health problem, is increasing in developing countries due to changes in food and lifestyle. Obesity is a major cause of disease and death. This is difficult to overcome because of its association with an increased risk of Metabolic Syndrome, Cardiovascular disease, Heart Attack, Hypertension, Diabetes Mellitus and various types of cancer.According to WHO data, the figure for excess body weight in children and adolescents (5-19 years) is 103 million (10%) for men, and 72 million (8%) for women. In Indonesia, excess weight can affect many things, including other physical health, decreased quality of activities and productivity. The cause of obesity is the energy balance between consumption and calories burned and lack of physical activity The general aim of this research is to determine the effectiveness of fermented garlic (black garlic) on obese adolescents at SMAN 5 Binjai City, North Sumatra Province in 2024, his research is a quantitative type with a pre-experiment design whose design uses the one group pretest-posttest design The sample in this research was 20 teenagers who were obese, Data processing and analysis with Editing, Data entry, data analysis, Cleaning. Based on the table data above. It turns out that the Sig values in the normality test all show numbers that are greater than the α value of 0.05. This means that the data distribution of the two sample data before and after the Garlic Fermentation therapy treatment, all come from a normally distributed population. It is hoped that teenagers can reduce their weight by living a healthy life, namely by exercising and eating balanced nutrition to avoid various diseases.Keyword : Black Garlik, Adolescents, Obese
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 3 BUNGO Nursari, Sefryani; Batubara, Apriany Ramadhan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4471

Abstract

Latar Belakang : Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal atau penyakit kurang darah yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya konsumsi zat besi. Kejadian anemia pada perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki.  Penyakit ini dapat memberikan dampak menurunkan kebugaran dan ketangkasan berpikir karena kurangnya oksigen ke sel otot dan sel otak. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia, kebiasaan makan pagi dan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Negeri 3 Bungo. Metode : Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu sebanyak 64 orang siswi yang anemia di SMK Negeri 3 Bungo pada bulan April - Mei tahun 2024. Data diperoleh dari data primer dan sekunder. Di analisis dengan menggunakan uji chi – square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil : Berdasarkan tabel Uji Statistik dapat diketahui bahwa dari uji korelasi spearman rank diperoleh hasil pengetahuan anemia (nilai p value = 0,025) lebih kecil dari sig (>0,05), hasil kebiasaan makan pagi (p = 0,236) lebih besar dari sig (>0,05), dan hasil konsumsi tablet tambah darah (nilai p value = 0,826) lebih besar dari sig  (>0,05). Kesimpulan : ada hubungan pengetahuan dengan kejadian anemia, dan tidak ada hubungan kebiasaan makan pagi serta konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia. Diharapkan sebagai masukan bagi SMK Negeri 3 Bungo agar lebih memperhatikan kejadian anemia pada siswa di sekolah dan bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk dapat memberikan penyuluhan tentang anemia dan cara mengatasinya.Kata kunci : Anemia, Pengetahuan, Kebiasaan Makan Pagi, Konsumsi Tablet Tambah DarahBackground: Anemia is a red blood Cell Count that is lower than the normal number or anemia, one of which is a lack of iron consumption. The incidence rate for women is higher than for men. This disease Can reduce body fitness and agility to think due to lack of oxygen  that enters muscle cells and brain cells. Objective:  This research is to determine the relationship between knowledge about anemia, breakfast habits and consumption of blood supplement tablets with the incidence of anemia in young women at SMK Negeri 3 Bungo. Method: This type of research is analytic descriptive with Cross Sectional approach. The Populations are 6 Schoolgirls who are anemic in Bungo State vocational high school 3 in April - May year 2024. Data obtained from primary data and secondary data, The analyzed using the chi-square test a Confidence level of 95%. Results: Based on the statistical test table can be known that from Spearman rank test results obtained knowledge of anemia (Rig = 0,026) Smaller than sig a (>0,05), the result of the breakfast habit (Rig = 0,236) greater than sig a(0,05), the result of consuming blood tablets (Rig 0,826) greater than sig a (0,05). Conclusion: There is a relationship between knowledge and the incidence of anemia, and there is no relationship between breakfast habits and consumption of blood supplement tablets with the incidence of anemia. It is hoped that this will serve as input for SMK Negeri 3 Bungo to pay more attention to the incidence of anemia in students at school and collaborate with the local health center to provide education about anemia and how to deal with it.Keywords : Anemia, knowledge, breakfast habit, consuming blood tablet
EFEKTIVITAS PRENATAL YOGA TERHADAP NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KLINIK JULIANA DALIMUNTHE KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Ilawati, Sri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4424

Abstract

Nyeri punggung pada ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perubahan postur tubuh, hal ini sejalan dengan bertambahnya berat badan secara bertahap selama proses kehamilan dan retibusi ligamen, pusat gravitasi tubuh bergeser kedepan dan jika dikombinasikan dengan peregangan otot abdomen yang lemah, hal ini sering mengakibatkan lekukan pada bahu, ada kencenderungan otot punggung untuk memendek dan memicu ketegangan yang dapat dirasakan diatas ligament. Olahraga ringan mampu mengurangi rasa ketidak nyamanan yang dirasakan ibu saat proses kehamilan salah satunya yaitu prenatal yoga. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitas prenatal yoga terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Klinik Juliana Dalimunthe Kecamatan Percut Sei Tuan. Motode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest Posttest. Hasil penelitian ini diperoleh nilai p-value (0,00 < 0,05) menggunakan uji statistik Wilcoxon Rank yang artinya ada efektivitas prenatal yoga terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil di Klinik Juliana Dalimunt Kecamatan Percut Sei Tuan.Kata Kunci: Prenatal Yoga, ibu hamil, nyeri punggung.Back pain in pregnant women is influenced by several factors, namely changes in posture, this is in line with the gradual increase in body weight during pregnancy and ligament retraction, the center of gravity of the body shifts forward and when combined with weak abdominal muscle stretching, this often results in a curve in the shoulders, there is a tendency for the back muscles to shorten and trigger tension that can be felt above the ligament. Light exercise can reduce the discomfort felt by mothers during the pregnancy process, one of which is prenatal yoga. This study was conducted to see the effectiveness of prenatal yoga on reducing back pain in third trimester pregnant women at the Juliana Dalimunthe Clinic, Percut Sei Tuan District. The research method used was experimental with a One Group Pretest Posttest research design. The results of this study obtained a p-value (0.00 <0.05) using the Wilcoxon Rank statistical test which means that there is an effectiveness of prenatal yoga on reducing back pain in pregnant women at the Juliana Dalimunthe Clinic, Percut Sei Tuan District.Keywords: Prenatal Yoga, pregnant women, back pain.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR. Ismiati, Ismiati; Ningsih, Yulisyo
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4647

Abstract

Kebijakan penggunaan dana desa dalam upaya penanganan stunting Nomor 16 tahun 2018 tentang penggunaan dana desa tahun 2019 Pasal 6. Upaya peningkatan gizi masyarakat serta pencegahan anak kerdil (stunting). Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis (menahun) sehingga menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) prevalensi status gizi balita stunted (TB/U dan PB/U) nasional sebesar 24,4% sedangkan provinsi aceh sebesar 33.2% dan kabupeten aceh besar prevalensinya sebesar 32,4. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah pesisir Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar.Metode Penelitian: Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain case control. Pengumpulan data di lakukan pada tanggal   22-27  Juni tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita yang di wilayah pesisir kecamatan Lhoong yang berjumlah 834 orang anak balita.  sampel menggunakan rumus minimal sampel lameshow, pengambilan sampel dengan cara acak sistematis  dengan hasil 42 orang anak balita. yang status gizi katagori Stunting  21 orang dan anak balita normal 21 orang. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, pengukuran TB/PB menggunakan mikrotoice dengan pengolahan data statistik yaitu uji Chai-Square.  Hasil Penelitian: Berdasarkan uji statistik diperolah bahwa ada hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting  (p-value =0.0504) ,  tidak ada hubungan antara riwayat sanitasi dengan kejadian stunting (p-value= 0.350) dan tidak ada hubungan antara riwayat pemberian imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting (p-value=0.504). Kesimpulan dan saran: Adanya hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting, Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat sanitasi dengan kejadian stunting dan Tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian imunisasi dasar lengkap dengan kejadian stunting di wilayah pesisir Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar.Kata Kunci: Riwayat Penyakit Infeksi, Riwayat Sanitasi dan Riwayat Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap  dengan kejadian stunting.
Evaluasi Manfaat dan Kualitas Sabun Organik Berbahan Eco-enzyme Kulit Nanas dan Bunga Telang untuk Kesehatan Sembiring, Tina Wanti; Affiqoh, Azhara; Sari, Novita; Kusumawardani, Eva Flourentina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4648

Abstract

Perubahan iklim yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan, termasuk pemanasan global, telah berdampak signifikan di Indonesia, terutama pada kesehatan kulit. Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti sunburn dan tanning. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, diperlukan produk perawatan kulit yang mengandung antioksidan tinggi, seperti sabun organik yang berbahan dasar eco-enzyme dari kulit nanas dan ekstrak bunga telang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manfaat dan kualitas sabun organik tersebut terhadap kesehatan kulit. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-eksplanatif, yang melibatkan proses pembuatan sabun dari eco-enzyme kulit nanas dan ekstrak bunga telang, serta pengujian pH dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun yang dihasilkan memiliki nilai pH yang sesuai dengan standar SNI (9-11) dan diterima dengan baik oleh panelis berdasarkan uji organoleptik terhadap warna, aroma, dan bentuk.Kata kunci: Sabun Organik, Eco-enzyme Kulit Nanas, Bunga Telang
Dukungan Kader Posbindu Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Puskesmas Lambaro Angan Aceh Besar Hanum, Nisrina; Rafsanjani, T M; Hz, Muhazar; Winandar, Aris; Syukur, Muhammad; Yusuf, Namira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4640

Abstract

Lansia berisiko mengalami penyakit kronis yang menyerang dan menyebabkan berbagai masalah serta keluhan masalah kesehatan. Permasalahan tersebut muncul akibat menurunnya kondisi fisik yang rentan diserang oleh penyakit. Salah satu penyakit terbesar didunia yang banyak menyerang lansia yaitu hipertensi. Hipertensi umumnya terjadi pada negara dengan penghasilan rendah dan menengah yaitu hipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dukungan kader Posbindu dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah puskesmas Lambaro Angan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang di ambil yaitu sebanyak 43 lansia yang menderita hipertensi. Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Februari – 29 Maret 2024 dan analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 46,51% lansia mengalami hipertensi. Faktor dukungan kader posbindu yang berhubungan dengan hipertensi pada lansia yaitu dukungan emosional (p=0,000), dukungan informasional (p=0,023) dan dukungan penghargaan (p=0,001). faktor yang paling dominan berhubungan dengan hipertensi pada lansia yaitu dukungan emosional (AOR = 17,28; 95%CI = 2,39 – 124,57; p=0,005).Diharapkan lansia dapat secara rutin dan aktif mengikuti Posbindu untuk memeriksa dan mengobati hipertensi agar tidak semakin parah dan menyebabkan berbagai konsekuensi resiko lainnya serta dapat membahayakan lansia. Kader dapat dapat lebih aktif dan peduli kepada lansia melalui dukungan yang diberikannya sehingga keyakinan dan semangat lansia mengikuti Posbindu lebih aktif.Kata kunci: Hipertensi, Dukungan Kader, LansiaElderly people are at risk of experiencing chronic diseases that attack and cause various health problems and complaints. These problems arise due to a decline in physical condition which is vulnerable to attack by disease. One of the biggest diseases in the world that attacks the elderly is hypertension. Hypertension generally occurs in low and middle-income countries, namely hypertension. This research aims to analyze the support of Posbindu cadres with the incidence of hypertension in the elderly in the Lambaro Angan health center area. This type of research is quantitative research with a cross-sectional approach. The research sample taken was 43 elderly people who suffered from hypertension. The research was conducted on February 28 - March 29 2024 and the analysis used was univariate and bivariate analysis using the chi-square and logistic regression tests. The research results showed that 46.51% of elderly people had hypertension. Community health worker support factors that are related to hypertension in the elderly are emotional support (p=0.000), informational support (p=0.023), and appreciation support (p=0.001). The most dominant factor associated with hypertension in the elderly is emotional support (AOR = 17.28; 95%CI = 2.39 – 124.57; p=0.005). It is hoped that the elderly can routinely and actively participate in Posbindu to check and treat hypertension so that it doesn't get worse and cause various other risk consequences and can endanger the elderly. Community health worker can be more active and care for the elderly through the support they provide so that the confidence and enthusiasm of the elderly in participating in Posbindu is more active.Keywords: Hypertension, Support from Community Health Worker, Elderly
ANALISIS PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PADA PEKERJA TPA MENCIRIM KOTA BINJAI Tarigan, Fahmi Syahreza; Susilawati, Erni; Syahrul'an, Syahrul'an; Herawati, Herawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4653

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah salah satu layanan yang harus selalu beroperasi dalam suatu kota. Berdasarkan data yang didapatkan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2021), bahwa produksi timbunan sampah di Indonesia sampai saat ini berjumlah 18,2 Juta ton/tahun. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai pada tahun 2023 di Kota Binjai memproduksi sampah sekitar 1.800 ton/hari. Mengingat tingginya resiko kerja petugas yang ada di TPA dan adanya keluhan gangguan kesehatan pada pekerja TPA maka perlu dilakukan penelitian analisis program pelayanan kesehatan pada pekerja TPA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai dan TPA Mencirim Binjai pada bulan Desember 2024. Penentuan Subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari Kasubbag Keuangan dan Program Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai sebagai Informan Utama, Ka. UPTD Pengolahan Sampah dan TPA Kota Binjai sebagai informan utama, dan 3 orang petugas TPA sebagai informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan petugas di TPA Mencirim Kota Binjai belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dikarenakan kurangnya anggaran yang tersedia saat ini. Saat ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai hanya dapat melakukan pelayanan program BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi petugas TPA dari kecelakaan akibat kerja dan jaminan kematian.Kata Kunci : Pelayanan Kesehatan, Program Pelayanan Kesehatan, Pekerja TPA