cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS PADA REMAJA PUTRI DI MAN 4 KABUPATEN BIREUEN Septiani, Minda; Navis, Rahmatun
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4367

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Pada periode ini berbagai perubahan terjadi baik perubahan hormonal, fisik, psikologis maupun sosial. Remaja merupakan salah satu bagian dari populasi berisiko terkena flour albus yang mendapat perhatian khusus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik sampel acak sederhana dengan jumlah responden 155 Remaja putri yang ada di MAN 4 Bireuen. Pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Berdasarkan 155 sampel didapatkan hasil yaitu mayoritas responden yang mengalami Kejadian flour albus yang tidak normal adalah responden yang tingkat kecemasannya pada kategori sedang yaitu sebanyak 64 siswi (41,3 %). Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan kecemasan dengan kejadian flour albus  yang diperoleh dengan nilai p value 0,000   0,05. Bagi remaja putri agar lebih memperhatikan personal hygiene yang baik untuk mencegah terjadinya flour albus dan lebih meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang keputihan agar bisa menjaga alat reproduksi dengan benar.Kata Kunci: Kecemasan, Flour Albus, Remaja Putri.The teenagers are a transition period from children to adults. In the  period various changes occurred both hormonal, physical, psychological and social changes. The Teenagers are one part of the population at risk of exposure to flour albus that receives particular attention. This research is a kind of analytic research with Croos Sectional approach. Sampling in this research by using simple random sample technique with the number of respondents 155 teenage daughter in MAN 4 Bireuen. The data collecting through a questionnaire. Univariate data analysis techniques using frequency distribution and bivariate analysis using Chi-Square test. Based on 155 samples, the results obtained were that the majority of respondents who experienced abnormal flour albus incidents were respondents whose anxiety level was in the moderate category, namely 64 female students (41.3%). The results of the chi-square test showed that there was a relationship between anxiety and the incidence of flour albus which was obtained with a p value of 0.000 < α 0.05. For Adolescent to pay more attention to good personal hygiene to prevent the occurrence of flour albus and further improve knowledge and attitudes about vaginal discharge in order to keep the reproduction health.Keyword: Anxiety, Flour Albus, Adolescent.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP BAKTERI Staphyloccoccus aureus Kesumawati, Kesumawati; Mulyadi, Heri; Fathia, Mona
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.4213

Abstract

Penyakit infeksi masih menempati urutan teratas penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang, termasuk Indonesia. Bakteri Staphylococcus aureus menjadi penyebab utama penyebab infeksi sehingga menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam pemakaian antibiotik. Pemakaian antibiotik yang terus menerus ini menimbulkan resistensi dan efek samping terapi. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional yang mengandung zat flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai antibakteri dan mengetahui konsentrasi ekstrak yang dapat menghasilkan zona hambat paling besar dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Bakteri Staphylococcus aureus akan di uji dengan ekstrak daun belimbing wuluh dengan konsentrasi masing- masing 10%, 20%, 40% dan 60%. Perlakuan kontrol positif akan diberi tetrasiklin dan perlakuan kontrol negatif akan diberi Dimethyl Sufoxide (DMSO). Dalam penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan. Pada penelitian ini dapat disimpulkan ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mempunyai aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan terbentuknya zona hambat (mm). Zona hambat yang paling besar dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus adalah konsentrasi 60%.Kata kunci : Antibakteri, Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.), Staphylococcus aureusInfectious diseases are still at the top of the list of causes of morbidity and mortality in developing countries, including Indonesia. Staphylococcus aureus bacteria are the main cause of infection causing a significant increase in the use of antibiotics. The continuous use of antibiotics creates resistance and side effects of therapy. The leaves of starfruit (Averrhoa bilimbi L.) are a plant that is used as a traditional medicine which contains flavonoids, tannins and saponins which have antibacterial effects. This study aims to determine the effectiveness of starfruit leaf extract (Averrhoa bilimbi L.) as an antibacterial and extract indicator that can produce the slowest zone in inhibiting the growth of S. aureus bacteria. The research was carried out experimentally. Staphylococcus aureus bacteria will be tested with starfruit leaf extract with a concentration of 10%, 20%, 40% and 60% respectively. The positive control treatment will be given tetracycline and the negative control treatment will be given Dimethyl Sufoxide (DMSO). In this study, a completely randomized design (CRD) was used. Each treatment was carried out 3 times. In this study, the ethanol extract of starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) can be canceled, which has antibacterial activity which can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria by forming an inhibition zone (mm). The zone of inhibition that is greatest in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria is a concentration of 60%.Keywords: Antibacterial, Starfruit Wuluh (Averrhoa bilimbi L.), Staphylococcus aureus
DETERMINAN KEJADIAN DERMATITIS PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN POLDA ACEH Masruri, Jasri; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4325

Abstract

Dermatitis merupakan peradangan non-inflamasi pada kulit yang bersifat akut, sub-akut, atau kronis. Data kasus penyakit kulit di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, angka kejadian dermatitis pada tahun 2019 mencapai 60,79%. Kasus dermatitis yang terjadi di Poliklinik Bidang Kedokteran dan pada tahun 2020 terdapat 200 kasus, tahun 2021 terdapat 204 kasus, dan tahun 2022 sebanyak 160 kasus dermatitis. Tujuan untuk mengetahui determinan jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan dengan kejadian dermatitis pada pasien rawat jalan di Poliklinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini merupakan pasien yang berkunjung pada bulan Januari sampai Maret 2023, yang dibagi menjadi populasi kasus (83 orang) dan populasi kontrol (2259 orang), perbandingan sampel 1:1 dengan sampel kasus 83 : sampel kontrol 83. Instrumen penelitian menggunakan lembar ceklis. Penelitian telah dilakukan tanggal 20 Maret sampai 6 April 2023 di Poliklinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian analisis bivariat diperoleh variabel jenis kelamin (p-value = 0.572, OR=1,329), Usia (p-value = 0.012, OR=2,326), pendidikan (p-value = 0.163, OR=2,705), dan Pekerjaan (p-value = 0.025, OR=2,550). Kesimpulan responden berjenis kelamin perempuan mempunyai peluang 1,3 kali mengalami dermatitis dibandingkan dengan laki-laki. Responden usia berisiko mempunyai peluang 2,3 kali lebih besar mengalami dermatitis. Responden berpendidikan rendah mempunyai peluang 2,7 kali mengalami dermatitis. Responden dengan jenis pekerjaan berisiko mempunyai peluang 2,5 kali lebih besar mengalami dermatitis dibandingkan dengan responden dengan jenis pekerjaan tidak berisiko. Saran bagi petugas kesehatan dapat memberikan penanganan secara tepat bagi pasien dermatitis dan memberikan edukasi kepada seluruh pasien yang berkunjung ke poliklinik Biddokes Polda Aceh tentang dermatitis.Kata Kunci    : Dermatitis, jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaanDermatitis is a non-inflammatory inflammation of the skin that is acute, sub-acute, or chronic. Data on skin disease cases in Indonesia has increased every year, the incidence of dermatitis in 2019 reached 60.79%. Dermatitis cases occurred in the Medical Polyclinic and in 2020 there were 200 cases, in 2021 there were 204 cases, and in 2022 there were 160 cases of dermatitis. Objective to determine the determinants of gender, age, education and occupation with the incidence of dermatitis in outpatients at the Aceh Regional Police Medical and Health Polyclinic. A type of analytic research with a case control approach. The population in this study were patients who visited from January to March 2023, which were divided into a case population (83 people) and a control population (2259 people), a sample ratio of 1:1 with a sample of 83 cases: 83 controls. The research instrument used sheets checklist. The research was conducted from March 20 to April 6 2023 at the Aceh Regional Police Medical and Health Polyclinic. Processing data by editing, coding, data entry, tabulating, and data analysis using univariate and bivariate methods. Research results of the bivariate analysis showed that the variables were gender (p-value = 0.572, OR=1.329), age (p-value = 0.012, OR=2.326), education (p-value = 0.163, OR=2.705), and occupation (p- value = 0.025, OR=2.550). Conclusions Female respondents have a 1.3 times chance of experiencing dermatitis compared to males. Respondents at risk have a 2.3 times greater chance of experiencing dermatitis than those at age who are not at risk. Respondents with low education have a 2.7 times chance of experiencing dermatitis compared to those with higher education. Respondents with risky occupations have a 2.5 times greater chance of experiencing dermatitis compared to respondents with non-risk occupations. Suggestions for health workers to be able to provide appropriate treatment for dermatitis patients and provide education to all patients who visit the Biddokes Polda Aceh polyclinic about dermatitis.Keywords: Dermatitis, gender, age, education, occupation 
FORMULASI SEDIAAN FACE SPRAY GEL KULIT ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) SEBAGAI PELEMBAB PADA WAJAH Rizal, M; Hafiz, Hafiz; Khatam, Khatam
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4180

Abstract

Di Indonesia sinar matahari tergolong dapat dikatakan cukup menyengat karena memiliki iklim tropis biasanya memberi efek pada kulit karena merupakan lapisan yang paling luar. Kandungan UV pada sinar matahari dapat membuat kulit kita berubah menjadi lebih gelap. Efek tersebut menimbulkan permasalahan tidak meratanya warna kulit dan menjadikan kulit yang terkena sinar matahari langsung lebih menggelap.Kulit merupakan bagian yang sangat penting dalam tubuh. Tipe kulit setiap orang berbeda satu sama lainnya. Saat ini telah dikembangkan pemanfaatan bahan-bahan alam sebagai sumber antioksidan dalam sediaan kosmetika. Buah- buahan yang dapat dimanfaatkan untuk kulit adalah alpukat. Kulit buah alpukat mengandung saponin, alkaloida, flavonoida, dan tanin. Sedangkan daun alpukat mengandung saponin, alkaloida, flavonoida dan polifenol. ekstrak etanol kulit buah alpukat memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, Antioksidan memiliki peran penting untuk kecantikan yaitu mampu mencegah pertumbuhan bakteri pada kulit yang menyebabkan jerawat, dan melembabkan serta melindungi kulit dari kekeringan. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mendapatkan sediaan face spray gel dari ekstrak kulit alpukat dan Untuk mendapatkan sediaan face spray gel kulit alpukat sebagai pelembab wajah. Penelitian ini membuat empat formula sampel dengan bahan aktif ekstrak kulit alpukat dengan komposisi 0 (kontrol negatif), formula I 4%, formula II 6%, formula III 8% dan produk wardah (kontrol positif) menggunakan metode maserasi. Pengukuran kelembaban dilakukan dengan menggunakan alat skin analyzer menggunakan parameter % yaitu dehidrasi 0-29, normal 30-50, hidrasi 51-100. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan formula Formula I, Formula II, Formula III face spray gel ekstrak kulit alpukat memiliki efek melembabkan kulit pada formula III face spray gel ekstrak kulit alpukat dengan konsentrasi 8% adalah komposisi terbaik face spray gel dengan ekstrak kulit alpukat yang memiliki efek melembabkan kulit wajah paling baik. Hasil tersebut diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi pula tingkat kelembaban dari sediaan face spray gel ekstrak kulit alpukat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Ekstrak kulit alpukat (Persea americana Mill.) dapat diformulasikan sebagai sediaan face spray gel dan Kulit alpukat (Persea americana Mill.) dapat diformulasikan sebagai sediaan face spray gel pelembab wajah, pada konsentrasi 8% memberikan kelembaban yang paling tinggi dari semua konsentrasi.Kata Kunci : kulit, melembabkan, ekstrak etanol, kulit alpukatIndonesia, the sun's rays can be said to be quite stinging because it has a tropical climate that usually has an effect on the skin because it is the outermost layer. UV rays in the sun can make our skin darker. This effect causes the problem of uneven skin tone and makes skin exposed to direct sunlight darker. Skin is a very important part of the body. Everyone's skin type is different from one another. Currently, the use of natural ingredients has been developed as a source of antioxidants in cosmetic preparations. Fruits that can be used for the skin is avocado. Avocado skin contains saponins, alkaloids, flavonoids, and tannins. Meanwhile, avocado leaves contain saponins, alkaloids, flavonoids and polyphenols. ethanol extract of avocado skin has high antioxidant activity, antioxidants have an important role for beauty, namely being able to prevent the growth of bacteria on the skin that causes acne, and moisturize and protect the skin from dryness. This study made four sample formulas with the active ingredient of avocado peel extract with composition 0 (negative control), 4% formula I, 6% formula II, 8% formula III and wardah products (positive control) using the maceration method. Moisture measurements were carried out using a skin analyzer using % parameters, namely dehydration 0-29, normal 30-50, hydration 51-100. Based on the results of research conducted, Formula I, Formula II, Formula III face spray gel avocado peel extract has a moisturizing effect on the skin. Formula III face spray gel avocado peel extract with a concentration of 8% is the best composition of face spray gel with avocado skin extract which has the effect the best moisturizer for facial skin. The results show that the higher the concentration, the higher the moisture level of the avocado peel extract face spray gel Keywords: skin, moisturizing, ethanol extract, avocado peelReference : Book and Journal
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) DALAM SEDIAAN LOTION SEBAGAI REPELLENT NYAMUK Aedes aegypti Samaniyah, Siti; Andayani, Thursina; ZR, Stevi Yang Kana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.4204

Abstract

Salah satu penyakit ini ditularkan oleh nyamuk adalah demam berdarah dengue (DBD). Penyakit DBD ini disebabkan oleh suatu vektor yaitu nyamuk Aedes aegypti. Tanaman mengkudu terutama pada bagian daun menunjukkan hasil bahwa pada bagian daun mengandung flavonoid, alkaloid, fenol, steroid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Jenis penelitian ini ialah penelitian eksperimental yaitu suatu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmasetika Universitas Ubudiyah Indonesia pada tanggal 3 Juni - 10 September tahun 2018. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pemeliharaan larva Aedes aegypti, pembuatan ekstrak etanol daun mengkudu dan formulasi lotion. Sedangkan evaluasi sediaan lotion yang dilakukan meliputi pengukuran pH, uji iritasi, pengamatan homogenitas, pengamatan organoleptis, dan uji penolak terhadap nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian pH pada sediaan lotion daun mengkudu (Morinda citrifolia) pada kelompok kontrol pH 6, formulasi I pH 7, formulasi II pH 7 serta hasil uji iritasi adalah positif dan bersifat homogen dengan bau dan warna yang normal. Sedangkan hasil pengamatan sediaan lotion daun mengkudu (Morinda citrifolia) selama 0 menit sampai 480 menit, sediaan lotion daun mengkudu (Morinda citrifolia) lebih efektif pada formulasi II (60%). Berdasarkan hasil penelitian diatas maka sediaan lotion daun mengkudu (Morinda citrifolia) dapat dijadikan sebagai repellent nyamuk Aedes aegypti bagi masyarakat sehingga dapat menurunkan angka kejadian penyakit demam berdarah (DBD).Kata Kunci: Daun Mengkudu (Morinda citrifolia), Lotion, Repellent, Aedes aegypti One disease is transmitted by the gnat is dengue fever. Mosquito and its is induced by an Aedes aegypti mosquito vector that is. Especially on the plant mengkudu leaves shows the results of that in a foliar part containing flavonoid, an alkaloid, phenol, steroid, tannin, saponin, and triterpenoid. This is the kind of research which is a research with the experimental research activities in defiance of a experiment. The study is done in the laboratory pharmaceuticals University Ubudiyah Indonesia on 3 June - 10 September year on 2018. As for the stages that are undertaken in this research is the maintenance aedes aegypti mosquito larvae, the manufacture of extract ethanol leaves mengkudu and formulation lotion. While evaluation lotion preparation is including the measurement of pH, irritation test, observation of homogeneity, organoleptis observation, and test it repellent against mosquitos.The result showed that in testing on lotion pH preparations leaves mengkudu (Morinda citrifolia) on the control group pH 6, the formulation I pH 7, formulations II pH 7 and test irritation is positive and wreak homogeneous the smell and color normaly. While the preparations leaves observation lotion mengkudu (Morinda citrifolia) for 0 minutes to 480 minutes, preparations lotion leaves mengkudu (Morinda citrifolia) more effective in formulations II (60%). Based on the research done so lotion above preparations leaves mengkudu (Morinda citrifolia) can be used as repellent aedes for the community that can be lowered incidence of scarlet fever.Key words: Leaves Mengkudu (Morinda citrifolia), Lotion, Repellent, Aedes aegypti
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI 10-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SYAMTALIRA ARON KABUPATEN ACEH UTARA Safitri, Mey Elisa; Us, Hafsah; Iswani, Rayana; Tarigan, Rahmawati Br
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4302

Abstract

Imunisasi merupakan cara yang telah terbukti dapat mengendalikan dan menghilangkan penyakit menular yang mengamcam jiwa dan diperkirakan dapat mencegah antara dua hingga tiga juta kematian setiap tahun. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2021, ada sekitar 25 juta dari 129 juta anak di dunia tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi 10-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023. Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 10-12 bulan tahun 2023 sebanyak 65 ibu. Teknik pengambilan sampel adalah total population. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian berdasarkan analisis uji chi-square diperoleh variabel pengetahuan P-Value =0,338, pekerjaan p-value =0,170, dukungan keluarga p-value =0,006, jarak lokasi tempat pelayanan p-value =1,000. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa tidak ada hubungan pengetahuan, pekerjaan, jarak lokasi tempat pelayanan, dan ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi 10-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Syamtalira Aron. Diharapkan pada petugas kesehatan di Puskesmas Syamtalira Aron meningkatkan sosialisasi mengenai pentingnya imunisasi agar masyarakat dapat mengerti dan mau melakukan imunisasi dasar lengkap.Kata Kunci: Pengetahuan, Pekerjaan, Dukungan Keluarga, Jarak, Imunisasi DasarIt is believed that vaccination prevents between two and three million deaths annually and is a proven method for controlling and eradicating infectious diseases with a high mortality rate. According to information from the World Health Organization (WHO) in 2021, out of 129 million children worldwide, around 25 million did not receive any immunizations. This study aimed to determine the factors associated with the provision of complete basic immunization in 10-12 old months at Working Area of Syamtalira Aron Health Center, Aceh Utara Regency in 2023. This is an analytic survey research with a cross sectional approach. A total of 65 mothers who had children aged 10 to 12 months in 2023 made up the study's population. Total population was used as the sampling strategy. utilizing the chi-square test to analyze data. The results of the study based on the chi-square test analysis obtained variable knowledge p-value =0.338, occupation p-value =0.170, family support p-value =0.006, distance of service location p-value =1.000. The conclusion of the study shows that family support and the administration of a full course of basic immunization to infants aged 10 to 12 months at the Syamtalira Aron Health Center have a relationship. There is no correlation between knowledge, occupation, or distance from the location of the service. Health professionals at the Syamtalira Aron Health Center are anticipated to spread awareness of the value of immunizations so that individuals will understand and want to finish the required immunizations.Keywords: Knowledge, Occupation, Family support, Distance of Service Location, Basic immunization
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa/I di SD Swasta Al-Fakhri Muflih, Muflih; Dedi, Dedi; Setiaji, Rikki
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2030

Abstract

Latar belakang: Karies gigi merupakan sebuah penyakit infeksi yang merusak sruktur gigi, penyakit ini menyebabkan gigi berlubang yang dapat menyebabkan nyeri,  gangguan tidur, penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya dan bahkan kematian. Organinasi kesehatan dunia (WHO) tahun 2016 menyatakan angka kajadian karies gigi pada anak masih sebesar 60-90 %. Menurut data pemeriksaan gigi dan mulut pada murid SD melalui UKGS diseluruh kabupaten di wilayah provinsi sumatera utara pada tahun 2018, dari sebanyak 1.420.129 orang murid, telah diperiksa sebanyak 375.180 orang ataun sebesar 26,42%, yang menderita karies gigi sebanyak 42.617 orang, dan mendapat perawatan sebanyak 22.560 orang atau sebesar 53,17%. Desain penelitian ini merupakan desain penelitian survey analitik yang berisi urain-uraian. Populasi dalam penelitin ini sebanyak 56 orang dan cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan tehnik Total Sampling yaitu tehnik pengambilan sempel dimana jumlah hasil dari populasi di tetapkan menjadi sampel yang berjumlah sebanyak 56 orang. Metode pengumpulan data yaitu data primer, data skunder dan data tertier. Analisi data yang digunakan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan presepsi dengan tingkat kepercayaan α = 0,05, Pengetahuan diperoleh nilai p= 0,014 < dari α = 0,05, kebiasaan menggosok gigi diperoleh nilai p= 0,006 < dari α = 0,05, makanan kariogenik diperoleh nilai p= 0,041 < dari α = 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini ada Hubungan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Karies Gigi pada Siswa/i di SD Swasta Al-Fakhri Tahun 2021-2022. Disarankan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan pertimbangan kepeda siswa/i SD Swasta Al-Fakhri untuk menjaga terjadinya karies gigi. Kata kunci  :    Pengetahuan, Kebiasaan Menggosok Gigi, Makanan Kariogenik,  dan Karies Gigi Background: Dental caries is an infectious disease that damages the tooth structure, this disease causes cavities which can cause pain, sleep disturbances, tooth loss, infection, various dangerous cases and even death. The World Health Organization (WHO) in 2016 stated that the incidence of dental caries in children was still 60-90%. According to data on dental and oral examinations for elementary school students through UKGS in all districts in the province of North Sumatra in 2018, out of 1,420,129 students, 375,180 students were examined or 26.42%, 42,617 people suffered from dental caries. and received treatment as many as 22,560 people or 53.17%. This research design is an analytical survey research design which contains descriptions. The population in this study was 56 people and the sampling method in this study was using the Total Sampling technique, namely the sampling technique where the number of results from the population was determined to be a sample of 56 people. Data collection methods are primary data, secondary data and tertiary data. Data analysis used with Chi-square test. The results showed that perception with confidence level = 0.05, knowledge obtained p value = 0.014 < from = 0.05, tooth brushing habit obtained p value = 0.006 < from = 0.05, cariogenic food obtained p value = 0.041 < of = 0.05.  The conclusion in this study is that there is a relationship between factors related to the incidence of dental caries in students at Al-Fakhri Private Elementary School in 2021-2022. It is recommended that this research can be used as input and consideration for students of Al-Fakhri Private Elementary School to prevent the occurrence of dental caries. dental caries.Keywords: Knowledge, Brushing Habits, Cariogenic Food, and Dental Caries
DUKUNGAN KADER POSBINDU DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS LAMBARO ANGAN ACEH BESAR Hanum, Nisrina; Rafsanjani, T M; Hz, Muhazar; Winandar, Aris; Syukur, Muhammad; Yusuf, Namira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4528

Abstract

Lansia berisiko mengalami penyakit kronis yang menyerang dan menyebabkan berbagai masalah serta keluhan masalah kesehatan. Permasalahan tersebut muncul akibat menurunnya kondisi fisik yang rentan diserang oleh penyakit. Salah satu penyakit terbesar didunia yang banyak menyerang lansia yaitu hipertensi. Hipertensi umumnya terjadi pada negara dengan penghasilan rendah dan menengah yaitu hipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dukungan kader Posbindu dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah puskesmas Lambaro Angan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang di ambil yaitu sebanyak 43 lansia yang menderita hipertensi. Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Februari – 29 Maret 2024 dan analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 46,51% lansia mengalami hipertensi. Faktor dukungan kader posbindu yang berhubungan dengan hipertensi pada lansia yaitu dukungan emosional (p=0,000), dukungan informasional (p=0,023) dan dukungan penghargaan (p=0,001). faktor yang paling dominan berhubungan dengan hipertensi pada lansia yaitu dukungan emosional (AOR = 17,28; 95%CI = 2,39 – 124,57; p=0,005).Diharapkan lansia dapat secara rutin dan aktif mengikuti Posbindu untuk memeriksa dan mengobati hipertensi agar tidak semakin parah dan menyebabkan berbagai konsekuensi resiko lainnya serta dapat membahayakan lansia. Kader dapat dapat lebih aktif dan peduli kepada lansia melalui dukungan yang diberikannya sehingga keyakinan dan semangat lansia mengikuti Posbindu lebih aktif.Kata kunci: Hipertensi, Dukungan Kader, LansiaElderly people are at risk of experiencing chronic diseases that attack and cause various health problems and complaints. These problems arise due to a decline in physical condition which is vulnerable to attack by disease. One of the biggest diseases in the world that attacks the elderly is hypertension. Hypertension generally occurs in low and middle-income countries, namely hypertension. This research aims to analyze the support of Posbindu cadres with the incidence of hypertension in the elderly in the Lambaro Angan health center area. This type of research is quantitative research with a cross-sectional approach. The research sample taken was 43 elderly people who suffered from hypertension. The research was conducted on February 28 - March 29 2024 and the analysis used was univariate and bivariate analysis using the chi-square and logistic regression tests. The research results showed that 46.51% of elderly people had hypertension. Community health worker support factors that are related to hypertension in the elderly are emotional support (p=0.000), informational support (p=0.023), and appreciation support (p=0.001). The most dominant factor associated with hypertension in the elderly is emotional support (AOR = 17.28; 95%CI = 2.39 – 124.57; p=0.005). It is hoped that the elderly can routinely and actively participate in Posbindu to check and treat hypertension so that it doesn't get worse and cause various other risk consequences and can endanger the elderly. Community health worker can be more active and care for the elderly through the support they provide so that the confidence and enthusiasm of the elderly in participating in Posbindu is more active.Keywords: Hypertension, Support from Community Health Worker, Elderly
ANALISIS PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU DENGAN STRATEGI DOTS (DIRECT OBSERVED TREATMENT SHORT COURSE) DI PUSKESMAS KECAMATAN SEI DADAP SEI DADAP KABUPATEN ASAHAN Saragi, Melva; Hayati, Elvira; Tambun, Mastaida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4425

Abstract

Tuberculosis merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan mycobacterium tuberculosi yang menyerang paru-paru dan hampir seluruh organ tubuh lainnya. Bakteri dapat masuk melalui saluran pernafasan dan saluran pencernaan (GI) dan luka terbuka pada kulit. Tetapi paling banyak melalui inhalasi doplet yang berasal dari orang yang terinfeksi bakteri tersebut. Jenis dan rancangan penelitian menggunakan jenis penelitian adalah studi kasus menggunakan metode kualitatif dengan rancangan deskriptif. Informan dalam penelitian 8 orang. Pengumpulan data dengan cara melakukan observasi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas dalam melaksanakan program penanggulangan TB belum berjalan dnegan baik.  Sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung dan dukungan dana dari Pemerintah Daerah maupun Pusat sudah diperoleh walaupun secara umum belum maksimal. Pelaksana Program TB di Puskesmas belum seluruhnya terlatih, dukungan dana masih minim dan sarana prasarana pendukung lainnya masih perlu untuk dipenuhi, Pengawas menelan obat dalam penelitian ini secara umum telah mengetahui tugas dan fungsinya dimana petugas TB Puskesmas terlebih dahulu memberikan penjelasan kepada PMO bersama-sama dengan Pasien akan pentingnya kepatuhan dan keteraturan minum obat. Sistem pencatatan dan pelaporan di Puskesmas belum terlaksana sesuai dengan Pedoman Penanggulangan TB Nasional. Puskesmas telah menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) tetapi pelaporan selalu terlambat setiap bulannya sehingga berdampak terhadap evaluasi program.Kata Kunci : Tuberkulosis, Strategi DOTS dan PMOTuberculosis is a contagious infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis which attacks the lungs and almost all other organs of the body. Bacteria can enter through the respiratory tract and digestive (GI) tract and open wounds on the skin. But most often through inhalation of droplets from people infected with the bacteria. The type and design of the research using this type of research is a case study using qualitative methods with a descriptive design. The informants in the research were 8 people. Data collection is done by conducting observations, interviews and documentation. The results of the research show that the Community Health Center in implementing the TB control program has not run well.  Human resources, availability of supporting facilities and infrastructure and financial support from the Regional and Central Government have been obtained although in general it has not been maximized. The TB program implementers at the Community Health Centers are not yet fully trained, financial support is still minimal and other supporting infrastructure still needs to be met. The drug swallowing supervisors in this study generally know their duties and functions, where the TB Community Health Officers first provide an explanation to the PMO together with Patients will understand the importance of compliance and regularity in taking medication. The recording and reporting system at the Community Health Center has not been implemented in accordance with the National TB Control Guidelines. The Community Health Center has used the Tuberculosis Information System Application (SITB) but reporting is always late every month, which has an impact on program evaluation.Keywords: Tuberculosis, DOTS Strategy and PMO
PERAN KELUARGA DALAM MELAKUKAN PENDAMPINGAN PADA PASIEN RAWAT JALAN DI KLINIK PRATAMA POLRESTA BANDA ACEH Safmila, Yuliani; H, Muhazar; Juliana, Cut; Syam, Burhanuddin; Hanum, Nisrina; Ismail, Ismail; Wardani, Suci
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4530

Abstract

Peran keluarga sangat penting dalam mendukung kesehatan individu, khususnya pada pasien hipertensi. Hipertensi, yang didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg, dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana keluarga berkontribusi dalam proses pendampingan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dalam pendampingan pasien rawat jalan hipertensi di Klinik Pratama Polresta Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi sebanyak 50  dengan pengambilan total sampling sebanyak 44 pendamping pasien hipertensi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner yang mengukur peran keluarga dalam beberapa aspek, termasuk pemilihan makanan, aktivitas fisik, manajemen stres, dan rujukan ke fasilitas kesehatan. Yang dilakukan di Klinik Pratama Polresta Banda Aceh pada bulan juni- juli 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga sangat penting dalam mendampingi pasien hipertensi rawat jalan di Klinik Pratama Polresta Banda Aceh. Keluarga berperan dalam pemilihan makanan sebanyak 30 dengan persentase 68,18, pemantauan aktivitas fisik sebanyak 26 dengan persentase 59,09, manajemen stres sebanyak 27 dengan persentase 61,36, dan memberikan dukungan emosional yang signifikan dengan merujuk ke fasilitas kesehatan masyarakat sebanyak 34 dengan persentase 77,27. Penelitian ini menegaskan bahwa peran keluarga adalah elemen kunci dalam mendukung pasien hipertensi. Disarankan agar keluarga lebih terlibat dalam perawatan, memahami masalah kesehatan, dan menciptakan lingkungan rumah yang sehat guna meningkatkan hasil kesehatan pasien.Kata kunci: Hipertensi, Peran Keluarga, Pendampingan PasienThe role of the family is vital in supporting individual health, especially in hypertensive patients. Hypertension, defined as systolic blood pressure above 140 mmHg and diastolic above 90 mmHg, can cause serious complications if not managed properly. Therefore, it is essential to understand how the family contributes to the patient's assistance process. This study aims to determine the role of the family in assisting outpatients with hypertension at the Banda Aceh Police Public Clinic. The type of research used is descriptive. The population was 50, with a total sampling of 44 companions of hypertension patients. Data were collected through interviews and questionnaires that measured the role of the family in several aspects, including food selection, physical activity, stress management, and referrals to health facilities, which was conducted at the Banda Aceh Police Public Clinic in June-July 2024. The study results showed that the family's role is very important in accompanying outpatients with hypertension at the Banda Aceh Police Public Clinic. Family plays a role in food selection as many as 30 with a percentage of 68.18, physical activity monitoring as many as 26 with a rate of 59.09, stress management as many as 27 with a percentage of 61.36, and providing significant emotional support by referring to public health facilities as many as 34 with a rate of 77.27. This study confirms that the role of the family is a key element in supporting hypertensive patients. It is recommended that families be more involved in care, understand health problems, and create a healthy home environment to improve patient health outcomes.Keywords: Hypertension, Family Role, Patient Accompaniment