cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,642 Documents
ANALISIS PERILAKU PANTANG MAKAN BERBASIS BUDAYA (FOOD TABOO) TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DAN IMPLIKASINYA PADA PELAYANAN ASUHAN KEBIDANAN Sahbainur Rezeki; Faradilla Safitri; Eva Rosdiana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 10 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4089

Abstract

Tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di wilayah rural erat kaitannya dengan kebiasaan batasan asupan nutrisi yang dipengaruhi oleh budaya pantang makan (food taboo). Penelitian observasional analitik dengan pendekatan case-control study ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku pantang makan berbasis budaya terhadap kejadian anemia pada remaja putri serta implikasinya dalam asuhan kebidanan. Penelitian dilaksanakan pada bulan January hingga Maret 2024 di Gampong Blang Kucak, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Sampel penelitian berjumlah 60 remaja putri (30 kasus anemia dan 30 kontrol tidak anemia) yang dipilih menggunakan teknik fixed disease sampling. Pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat Hb-meter digital, sedangkan data pantang makan diperoleh melalui kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri yang memiliki perilaku pantang makan tinggi berisiko 4,2 kali lebih besar mengalami anemia dibandingkan remaja yang tidak pantang makan (OR = 4,20; 95% CI= 1,38 - 12,74; p = 0,009). Bidan komunitas perlu mengintegrasikan konseling nutrisi peka budaya (culturally sensitive nutritional counseling) dalam pelayanan asuhan kebidanan remaja. Kata kunci: Anemia, Perilaku Pantang Makan, Food Taboo, Remaja Putri, Asuhan Kebidanan, Bener Meriah
KESIAPSIAGAAN PERAWAT DALAM MENGHADAPI BENCANA DI RUANG RAWAT INAP RSUDZA BANDA ACEH Nanda Riska; Rachmah Rachmah; Mayanti Mahdarsari; Noraliyatun Jannah; Yullyzar Yullyzar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4414

Abstract

Dalam situasi bencana, rumah sakit berperan sebagai tempat utama untuk penanganan korban, sehingga rumah sakit perlu melakukan persiapan yang memadai. Perawat yang bekerja di area yang rentan terhadap bencana harus memiliki tingkat kesiapsiagaan yang memadai. Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin adalah rumah sakit pemerintah tipe A yang berperan sebagai pusat rujukan di Aceh. Oleh karena itu, RSUDZA sangat penting dan tepat dalam upaya penanggulangan bencana. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat rawat inap sebanyak 32 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dalam kesiapan penanggulangan bencana oleh Hidayati (2008) yang telah dikembangkan oleh penulis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa gambaran kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 81,3% dan sebanyak 18,8% perawat memiiki kesiapsiagaan pada kategori sedang. Diharapkan bagi rumah sakit dapat mengadakan simulasi dan evaluasi berkala terkait dengan kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana
FORMULASI EKSTRAK DAUN BENALU KOPI (Loranthus ferrugineus Roxb) SEBAGAI DASAR PEMBUATAN KRIM ANTIINFLAMASI Nasria Nasria; Zulia Ananda; Kesumawati Kesumawati; Eva Rosdiana; Siti Samaniyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4452

Abstract

Abstrak Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera yang melibatkan mediator dan respons imun. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengobati inflamasi yaitu tumbuhan benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb). Sebagai upaya pemanfaatan benalu kopi yang lebih efektif, maka perlu dilakukan pengembangan menjadi suatu produk sediaan topikal, seperti krim antiinflamasi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat dijadikan bahan dasar krim antiinflamasi. Metode Penelitian: True Experimental Laboratories dengan uji stabilitas sediaan krim meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas serta uji aktivitas antiinflamasi yang menggunakan mencit sebanyak 18 ekor yang dibagi ke dalam 6 kelompok perlakuan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif (krim hidrokortison), krim F1, krim F2, Krim F3 dan krim F4. Edema pada kulit punggung mencit di ukur pada interval jam ke-0 (setelah induksi karagenin 2%) dan jam ke-1 hingga ke-6 (setelah perlakuan). Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov), uji homogenitas (Levene Test), dan uji statistik parametrik (One-Way ANOVA).  Hasil Penelitian: Krim ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) F1, F2, F3 dan F4 memiliki mutu fisik yang sesuai dengan spesifikasi selama uji stabilitas. Krim ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat menurunkan edema pada kulit punggung mencit sebesar 12,5 % (F2), 14,3 % (F3) dan 25,0 % (F4). Data yang dihasilkan tidak terdistribusi normal dan tidak homogen (P<0,05) serta tidak terdapat perbedaan rata-rata edema kulit punggung mencit pada jam ke-0 hingga jam ke-6 setelah diberikan perlakuan (P<0,05). Kesimpulan: Ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan krim antiinflamasi dan formulasi krim yang memiliki aktivitas antiinflamasi paling besar dibandingkan dengan formulasi yang lain adalah formulasi 4 (F4).Kata Kunci    : Daun Benalu Kopi, Krim, Edema, Antiinflamasi Abstract Inflammation is a local tissue reaction to infection or injury involving mediators and an immune response. One plant that can be used to treat inflammation is the coffee parasite leaves (Loranthus ferrugineus Roxb). In an effort to use coffee parasites more effectively, it is necessary to develop it into a topical product, such as an anti-inflammatory cream. Aims: To determine that coffee parasite leaves extract (Loranthus ferrugineus Roxb) can be used as a basic ingredient for anti-inflammatory cream. Methodology: True Experimental Laboratories with stability tests of cream preparations including organoleptic tests, homogeneity, spreadability, stickiness, pH and viscosity as well as anti-inflammatory activity tests using 18 mice divided into 6 treatment groups consisting of negative control, positive control ( hydrocortisone cream), F1 cream, F2 cream, F3 cream and F4 cream. Edema on the back skin of mice was measured at the 0th hour interval (after 2% carrageenin induction) and 1st to 6th hour (after treatment). The data were analyzed using the SPSS program with normality tests (Kolmogorov-Smirnov), homogeneity tests (Levene Test), and parametric statistical tests (One-Way ANOVA). Result: Coffee parasite leaves extract cream (Loranthus ferrugineus Roxb) F1, F2, F3 and F4 has physical quality that meets specifications during the stability test. Coffee parasite leaves extract cream (Loranthus ferrugineus Roxb) can reduce edema on the back skin of mice by 12.5% (F2), 14.3% (F3) and 25.0% (F4). The resulting data was not normally distributed and homogeneous (P<0.05) and there was no difference in the average back skin edema of mice from the 0th to the 6th hour after treatment (P<0.05). Conclusion: Coffee parasite leaves extract (Loranthus ferrugineus Roxb) can be used as a basis for making anti-inflammatory creams and the cream formulation that has the greatest anti-inflammatory activity compared to other formulations is formulation 4 (F4).Keywords: Coffee Parasite Leaves, Cream, Edema, Anti-inflammatory 
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI MAN 2 BANDA ACEH Evi Kurniawati; Afriana Afriana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4465

Abstract

Perilaku personal hygiene yang kurang dapat menyebabkan penyakit keputihan. Dampak keputihan jika tidak ditangani dapat menyebabkan infeksi dan perdangan pada organ reproduksi dan juga mengalami gangguan kenyamanan pada remaja putri. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan keputihan pada remaja putri kelas X di MAN 2 Banda Aceh Tahun 2024. Metode penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel 57 orang. Data diolah menggunakan uji Chi square.Hasil penelitian ada hubungan personal hygiene dengan keputihan pada remaja putri dengan ρ value = 0,003. Diharapkan bagi tempat penelitian melakukan kebijakan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk mengadakan penyuluhan kesehatan
HUBUNGAN USIA DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU BERSALIN DENGAN KEIKUTSERTAAN MENJADI AKSEPTOR KB PASCASALIN DI PUSKESMAS MARGASARI Erni Ariani; Istiqomah Istiqomah; Putri Yuliantie; Winda Maolinda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4467

Abstract

Latar Belakang: KB pascasalin merupakan salahsatu program Pemerintah dalam menurunkan jumlah penduduk. KB pascasalin penting untuk diikuti oleh semua wanita 0–42 hari pasca melahirkan guna menjaga jarak kehamilan, mengatur kelahiran dan mencegah kehamilan berisiko dan tidak diinginkan.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan tingkat pendidikan ibu bersalin dengan keikutsertaan menjadi akseptor KB Pascasalin di Puskesmas Margasari.Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi sebanyak 170 orang dan Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 170 orang. Sumber data dari data sekunder ibu bersalin dari januari – oktober 2023. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square.Hasil: Usia ibu bersalin terbanyak dalam penelitian ini berada dalam rentang 20 – 35 tahun, yaitu sebanyak 109 orang. Mayoritas tingkat pendidikan ibu bersalin adalah memiliki pendidikan dasar (SD dan SMP). Keikutsertaan ibu bersalin menjadi akseptor KB pascasalin yaitu sebanyak 108 orang. Ada hubungan usia dan tingkat pendidikan ibu bersalin dengan keikutsertaan menjadi akseptor KB pascasalin di Puskesmas Margasari dengan hasil signifikan (p. value <0,05)Simpulan: Ada hubungan usia dan tingkat pendidikan ibu bersalin dengan keikutsertaan menjadi akseptor KB pascasalin di Puskesmas Margasari. Kata kunci: ibu bersalin, KB pascasalin, pendidikan, usia
HUBUNGAN ASUPAN NUTRISI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 02 MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT Nova Dianah; Nasrianti Syam; Teuku Muliadi; Safrida Safrida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4475

Abstract

Ketidaknyamanan saat haid, atau dismenore, adalah gejala kejang otot rahim. Di antara banyak variabel yang dapat memengaruhi frekuensi dismenore adalah apa yang dimakan. Mencari tahu bagaimana kebiasaan makan mempengaruhi frekuensi dismenore pada remaja putri merupakan pendorong dilakukannya penelitian ini. Strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis observasional cross-sectional. Algoritma slovin digunakan untuk memilih 64 partisipan, yang semuanya adalah remaja putri dari SMPN 2 Meureubo. Evaluasi mengandalkan uji Chi-Square. Pengukuran skala penilaian numerik (NRS) memberikan informasi tentang kejadian dismenore, sedangkan jawaban kuesioner SQFFQ memberikan informasi tentang asupan makanan: Di antara remaja putri yang disurvei, 60,9% memiliki konsumsi makanan yang tidak memadai. Namun, dismenore terlihat pada sebanyak 76,6% kasus. Terdapat korelasi antara konsumsi makanan dan kejadian dismenore (p=0,020), menurut temuan uji chi-square. Penelitian ini menemukan bahwa konsumsi makanan berhubungan dengan prevalensi dismenore yang lebih rendah pada remaja putri di SMPN 2 Meureubo Kabupaten Aceh Barat.Kata kunci: Dismenore, Asupan gizi, Remaja putri.
IDENTIFIKASI KEPUASAN LAYANAN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS ANJIR SERAPAT Arie Indri Astuti; Istiqamah Istiqamah; Siti Noor Hasanah; Lisda Handayani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4504

Abstract

Latar Belakang:Puskesmas Anjir Serapat merupakan salah satu instansi kesehatan yang memliki tugas untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Asuhan kebidanan pada ibu post partum salah satunya pelayanan yang diberikan. Cakupan pelayanan pada ibu nifas menurut Dinas Kesehatan pada tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Tengah yaitu KF1 sebesar 85.7%, KF2 sebesar 2,5% dan KF3 sebesar 80,6%, namun di wilayah Kerja UPT Puskesmas Anjir Serapat pada bulan agustus 2023 terdapat 66 jumlah ibu nifas, pada bulan September menurun menjadi 53 ibu nifas dan bulan Oktober 2023 terdapat 41 ibu nifas. Berdasarkan hasil dari tanya jawab yang dilakukan kepada 15 ibu nifas, 9 ibu nifas mengenai pelayanan petugas kesehatan pada saat asuhan masa nifas menyatakan kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan, 6 orang cukup puas, karena bidan jarang untuk datang melakukan kunjungan masa nifasTujuan:Mengetahui kepuasan asuhan kebidanan pada ibu post partum di wilayah kerja UPT Puskesmas Anjir SerapatMetode:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitif. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu post partum hari ke 14 sampai hari ke 42 dengan jumlah 30 orangHasil:responden yang puas terhadap layanan asuhan kebidanan sebanyak 19 orang (63,3%) dan yang tidak puas sebanyak 11 orang (36,7%) dan petugas kesehatan yang melakukan kunjungan nifas sebanyak sebanyak 17 orang (56,6%) sedangkan tidak melakukan sebanyak 13 orang (43,3%)Simpulan:masih terdapat ibu yang tidak puas terhadap layanan asuhan kebidanan di UPT Puskesmas Anjir SerapatKata kunci: ibu nifas, kepuasan, layanan asuhan
ANALISIS FACTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER SERVIKS DI RSUD ULIN BANJARMASIN Eliza Karmila Sari; Elvine Ivana Kabuhung; Kunti Nastiti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4505

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyakit terbanyak kedua yang diderita wanita, dan menyebabkan kematian rata-rata 13,9 per 100.000 penduduk. Kanker serviks adalah penyakit yang menyerang sel-sel di leher rahim. Wanita yang terdiagnosis kanker serviks akan mengalami perubahan pada segi fisik, psikologis, spiritual, interaksi sosial dan juga pada fungsi sexual. Perubahan tersebut akan mempengaruhi kualitas hidup.Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien kanker serviks di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental, desain deskriptif korelatif pendekatan “Cross Sectional”. Sample penelitian ini sebanyak 77 responden. Analisis data menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan kategori usia dewasa berjumlah 68 orang dengan persentase sebanyak (88,3%) dengan tingkat pendidikan tinggi atau minimal SMA (85,7%) dan responden dengan status bekerja berjumlah 47 orang (61%). Hasil uji statistik usia tidak terdapat hubungan dengan kualitas hidup pasien kanker serviks (p value = 0,09). Sedangkan tingkat pendidikan (p value = 0,005 dan pekerjaan (p value = 0,011) terdapat hubungan dengan kualitas hidup pasien kanker serviks. Berdasarkan penelitian orang yang berpendidikan lebih mudah menerima hal baru. Responden yang bekerja akan berinteraksi dan terbentuk hubungan interaksi yang saling membutuhkan. Kata Kunci: Kanker Serviks, Kualitas Hidup
PENGETAHUAN PEKERJA WISATA TIRTA DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN TENGGELAM Nanda Dhiwarni Putri; Jufrizal Jufrizal; Rahmalia Amni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4567

Abstract

Tenggelam merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat cedera tidak disengaja, terutama di destinasi wisata tirta. Pengetahuan yang memadai menjadi faktor penting dalam pencegahan dan penanganan insiden tenggelam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan oleh pekerja wisata tirta di Desa Iboih, Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Sampel penelitian adalah 110 pekerja wisata tirta yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil Penelitian menunjukkan 56,4% pekerja wisata tirta memiliki pengetahuan baik. Pekerja wisata tirta diharapkan agar meningkatkan kompetensi dalam melakukan tindakan pertolongan pertama.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN BAYI LAHIR RENDAH USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Erisma Erisma; Ghazali Amin; Aagustina Aagustina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4571

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) tertinggi. Salah satu penyebab AKB yaitu BBLR. Secara teori menyebutkan penyebab BBLR antara lain faktor ibu (usia, paritas, jarak kehamilan, riwayat penyakit, sosial ekonomi, kebiasaan), faktor janin, faktor plasenta dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Faktor-faktor yang berhubungan dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR Usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022.Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain penelitian case control, yang dilaksanakan pada tanggal 10 s/d 15 Februari 2021 di Wilayah Kerja Puskesmas Baitussalam. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 63 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan data dengan menyebarkan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square, data diolah dengan SPSS 23Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia (p=0,023: OR:4, CI; 1,34-12.28), hipertensi (p=0,001: OR:8, CI;2,35-27,15), paritas (p=0,049: OR:2,9, CI; 0,99-8,64), pendapatan (p=0,049: OR:3,5, CI; 1,09-11,37), Status Gizi (p=0,001: OR:20,5, CI; 2,31-181,5) dan tidak ada hubungan pendidikan (p=0,644: OR:0,6, CI; 0,227-1,95) dengan kejadian BBLR.Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan usia, hipertensi, paritas, pendapatan dan status gizi dengan kejadian BBLR, dan tidak ditemukan adanya hubungan pendidikan dengan kejadian BBLR. Diharapkan kepada pihak Puskesmas Kaju perlu adanya peningkatan informasi dan skrining yang berkaitan dengan faktor risiko kejadian BBLR melalui peningkatan fungsi kelas ibu hamil, pemantauan keteraturan kunjungan kehamilandan kebijakan lainnya sehingga angka kelahiran dengan kasus BBLR dapat ditekan.