cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,642 Documents
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMPSIA DI RS Dr. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Alfi Syahr; Desilestia Dwi Salmarini; Novalia Widiya Ningrum; Ika Avrillina Haryono
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4623

Abstract

Latar Belakang : Komplikasi kebidanan adalah kesakitan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas yang dapat mengancam jiwa ibu dan bayi. Kematian ibu merupakan peristiwa kompleks yang disebabkan oleh berbagai penyebab. Salah satu penyebab kematian maternal adalah terjadinya preeklampsia atau eklamsia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Angka Kematian Ibu di provinsi KalSel pada Tahun 2022 sebanyak 89 orang dan di Tahun 2023 sebanyak 92 kasus. Preeklampsia  merupakan  kelainan  yang  ditemukan  pada  waktu  kehamilan  sampai  3 bulan setelah  persalinan. Preeklampsia menjadi salah satu penyebab kematian ibu di Indonesia. Kejadian preeklampsi selain berdampak pada ibu, preeklampsia juga memiliki dampak pada janin yang diakibatkan menurunnya aliran darah ke plasenta yang mengakibatkan gangguan fungsi plasenta.Tujuan : Mengetahui  hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian preeklampsia di RS.Dr.H.Moch Ansari Saleh Banjarmasin.Metode : Penelitian ini adalah jenis survey analitik dengan  pendekatan case control. populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu bersalin di RS.Dr.H.Moch Ansari Saleh Banjarmasin dari bulan Januari – Juli 2023 sebanyak 687 persalinan. Sehingga dalam penelitian sampel yang digunakan sebanyak 84 orang  untuk sampel kasus dan 84 orang untuk sampel kontrol.Hasil : Berdasarkan hasil penelitian usia 20-35 tahun sebanyak 127 orang (75,6%) dengan nilai p value 0,126, sedangkan paritas  2 dan 3 sebanyak 86 (51,2%) dengan p value 0,031 dan tidak obesitas sebanyak 102 orang (60,7%) dengan p value 0,001.Simpulan : Tidak ada hubungan usia ibu dengan kejadian preeklampsi dan adanya hubungan paritas serta oberitas ibu dengan kejadian preeklampsi. Kata kunci: usia, paritas, obesitas, kejadian preeklampsi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ENDOMETRIOSIS DI RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2023 Vitayatun Rhomadiyah; Elvine Ivana Kabuhung; Nur Hidayah; Zulliati Zulliati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4624

Abstract

Latar Belakang: Data insidensi dan prevalensi endometriosis di Indonesia belum pasti akibat minimnya studi. RSUD Dr. Soetomo Surabaya mencatat angka kejadian endometriosis sebesar 37,2% pada wanita infertil, sedangkan RSCM mencatat 69,5% pasien sulit hamil. Studi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado menunjukkan rentang usia 36-45 tahun sebagai kelompok terbanyak (50%). Studi pendahuluan di RSUD Ulin Banjarmasin menemukan 242 kasus baru endometriosis pada 2022 dengan 461 kunjungan, meningkat pada 2023 menjadi 388 kasus baru dengan 1.093 kunjungan.Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian endometriosis di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif non-eksperimental ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 255 responden, dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil: Analisis univariat menunjukkan pasien endometriosis terbanyak berada pada kategori usia wanita usia subur (71,0%), multigravida (75,7%), dan obesitas (64,3%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara paritas (p=0,001) dan usia (p=0,000) dengan kejadian endometriosis, sedangkan obesitas tidak menunjukkan hubungan signifikan (p=0,081).Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara paritas dan usia dengan kejadian endometriosis, namun tidak terdapat hubungan signifikan antara obesitas dengan kejadian endometriosis di RSUD Ulin Banjarmasin. Kata kunci: endometriosis, paritas, usia, obesitas
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU NIFAS DENGAN KELANCARAN PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMUNTI Sakalesi Sari Yuliana; Frani Mariana; Novalia Widiya Ningrum; Dwi Rahmawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4625

Abstract

Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan produk yang istimewa dan sangat spesifik. Menurut UNICEF (United Natioon Children Fund) ASI Eksklusif kedapat menekan angka kematian bayi diIndonesia. Dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2022, jumlah ibu nifas yang menyusui bayinya adalah 17,3% dan ibu yang tidak menyusui bayinya sama sekali sebanyak 20,7% dan ibu yang berhenti menyusui bayinya adalah 62%.Tujuan : Mengetahui hubungan karakteristik ibu nifas dengan Kelancaran Produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas LamuntiMetode : Penelitian ini adalah jenis survey analitik dengan pendekatan cross sectional, Dengan tehnik sampling Porposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu Nifas di Puskesmas Lamunti bulan Januari 2024 sebanyak 32 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas hari ke-7 sampai dengan hari ke- 14 dengan jumlah 30 orang.Hasil : usia ibu yang paling banyak adalah usia 20-35 yaitu sebanyak 17 orang (56,7%) yang ≤20 - ≥35tahun sebanyak 13 orang (43,3%), Paritas ibu yang paling banyak adalah >1 sebanyak 19 orang (63,3%) yang paritas 1 sebanyak 11 orang (36,7%), sedangkan pendidikan ibu paling banyak adalah SMA-PT sebanyak 17 orang (56,7%) dan SD-SMP sebanyak 13 orang (43,3%), dan pekerjaan terbanyak adalah yang bekerja sebanyak 16 orang (53,3%), ibu yang tidak bekerja sebanyak 14 orang (46,7%).Simpulan : Adanya hubungan karakteristik responden (usia dengan p-value 0,021, paritas dengan p-value 0,022, pendidikan dengan p-value 0,025, pekerjaan dengan p-value 0,020) dengan kelancaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Lamunti Kata kunci: kelancaran asi, paritas, pendidikan, pekerjaan, usia.
HUBUNGAN PRE EKLAMSI BERAT (PEB) DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT SULTAN SURIANSYAH KOTA BANJARMASIN Rabiatul Adawiah; Istiqomah Istiqomah; Hairiana Kusvitasari; Zulliati Zulliati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4626

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsi adalah peristiwa timbulnya hipertensi disertai dengan proteinuria akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Salah satu penyebab dari preeklamsi adalah pertumbuhan janin terhambat, janin yang mengalami kekurangan nutrisi dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Angka kejadian Preeklamsi Berat di rumah Sakit Sultan Suriansyah tahun 2023 sebanyak 152 orang dengan angka kejadian bayi yang dilahirkan mengalami BBLR sebanyak 57 bayi. BBLR merupakan salah satu indikator yang berperan penting dalam pemantauan status kesehatan anak sejak dilahirkan dan beresiko meningkatkan mortalitas dan morbiditas.Tujuan: Mengetahui hubungan preeklamsi berat dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan rancangan penelitian Retrospective Case Control Study .Populasi penelitian sebanyak 1.150 ibu bersalin pada tahun 2023, teknik pengambilan sampel kelompok kasus dengan cara total sampling sebanyak 152 ibu dengan preeklamsi berat dan kelompok kontrol 152 kasus ibu tidak preeklamsi berat dengan tehnik pengambilan simple random sampling.Hasil: Kejadian preeklamsi berat,seluruhnya mengalami kejadian BBLR,yaitu sebanyak 57 orang(67,85%) ibu yang tidak mengalami kejadian preeklamsi berat  namun mengalami kejadian BBLR sebanyak 27 orang (32,14%). Hasil uji chi square menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (<0,05)sehingga Ho ditolak.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan(bermakna) antara preeklamsi berat dengan kejadian berat badan lahir rendah,sehingga penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit. Kata kunci: BBLR,Ibu bersalin, Preeklamsi Berat 
PENGARUH EDUKASI BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG RESPRONSIVE FEEDING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAWAN Septi Maulida; Laurensia Yunita; Angga Irawan; Istiqomah Istiqomah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4627

Abstract

Latar Belakang: MPASI sangat penting setelah usia 6 bulan karena ASI eksklusif tidak lagi mencukupi kebutuhan gizi anak. Masalah kurang gizi, termasuk stunting, masih menjadi perhatian serius di Indonesia, dan pola pemberian makanan yang tidak tepat menjadi salah satu penyebabnya. Responsive feeding, metode menyuapi bayi dengan mengenali tanda lapar dan kenyang serta meresponnya secara tepat, dianggap penting untuk meningkatkan asupan makanan anak. Kurangnya pengetahuan ibu tentang responsive feeding mungkin menjadi penyebab masih banyaknya ibu yang tidak mempraktikkannya.Tujuan: Mengetahui Pengaruh Edukasi Booklet Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Responsive Feeding di Wilayah Kerja Puskesmas Bawan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan One Group Pretest-Postest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel berjumlah  dengan 57 responden. Penelitian ini menggunakan rumus uji parametric (paired T-test Dependen) jika data berdistribusi normal atau uji Wilcoxon jika data tidak berdistribusi normal.Hasil: sebanyak 38,6% memiliki balita usia 6-9 bulan, 35,1% memiliki Pendidikan SMA, 47,7% responden berusia 20-35 tahun. Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi sebagian besar adalah dengan pengetahuan kurang 50,9% sedangkan setelah pemberian edukasi penghetahuan responden meningkat menjadi 75,4%. Hasil uji Wilcoxon signed test didapatkan nilai Z sebesar -6.102 dan nilai asymp sig. (2-tailed) 0.000 lebih kecil dari tingkat alfa 5% (0,05) sehingga menolak ho, maka terdapat pengaruh pengetahuan ibu sebelum dan setelah pemberian edukasi tentang responsive feeding.Simpulan: Ada pengaruh edukasi booklet terhadap pengetahuan ibu yang memiliki balita usia 6-36 bulan tentang responsive feeding di Wilayah Kerja Puskesmas Bawan. Kata kunci: edukasi booklet, pengetahuan, responsive feeding
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12 - 59 BULAN DI PUSKESMAS BARU KECAMATAN DUSUN SELATAN Leni Marlina; Laurensia Yunita; Melviani Melviani; Putri Yulianti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4628

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi yang terjadi sebagai akibat dari kekurangan gizi dalam kurun waktu yang cukup lama. Menurut WHO Child Grwoth Standart Stunting dasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z-score)kurang dari 2-SD. Pola asuh merupakan penyebab tidak langsung dari stunting. Dengan pola asuh yang baik dari seorang ibu, dapat mencegah masalah stunting sejak dini. Pola asuh menjadi modal penting bagi tumbuh kembang seorang anakTujuan: Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Baru Kecamatan Dusun Selatan.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain Case Control. Jumlah sampel sebanyak 30 orang tua dan balita. Teknik pengambilan sampel Random Sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan sumber data primer, serta dianalisis menggunakan uji Chi Square.Hasil: Dari 30 responden sebagian besar balita mayoritas berusia 25-36 bulan sebanyak 13 orang (43,3%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 16 orang (53,3%), usia orang tua balita ≤30 sebanyak 17 orang (56,7%), orang tua memiliki pendidikan SD sebanyak 12 orang (40%), orang tua memiliki pekerjaan sebanyak 22 orang (73,3%), orang tua dengan kategori kurang sebanyak 22 orang (73,3%), kejadian stunting pada balita sebesar 50%. Dan hubungan pola asuh dengan kejadian stunting (p-value=1,000; >0,05)Simpulan: Tidak ada hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita. Bagi orang tua balita agar selalu memantau berat dan tinggi badan setiap bulan sehingga mengurangi risiko stunting. Kata kunci: bayi/balita, orang tua, pola asuh, stunting
DETERMINAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG LUAS KABUPATEN TANAH LAU Heri Yeni; Istiqomah Istiqomah; Zulliati Zulliati; Subhannur Rahman
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4629

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan masalah serius di Indonesia, dengan target penurunan yang ditetapkan dalam Sustainable Development Goals (SDG’s). Prevalensi BBLR di negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi penyebab utama AKB. Meskipun terjadi penurunan AKB, angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan. Penyebab BBLR antara lain kelahiran premature dan pertumbuhan janin terlambat. Kualitas kesehatan ibu dan asupan gizi yang tidak memadai merupakan faktor risiko utama terjadinya BBLR. Data terkini menunjukkan angka kejadian BBLR yang cukup tinggi di wilayah kerja Puskemas Padang Luas, menekankan pentingnya deteksi dini dan perencanaan kehamilan yang baik.Tujuan: menanalisis Determinan Persalinan dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Luas.Metode: Penelitian ini merupakan analisis kuantitatif, menggunakan metode penelitian case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Penelitian ini menggunakan rumus uji chi square dan odd ratio. Sampel berjumlah 75 ibu bersalin dimana 25 sampel kasusu dan 50 sampel kontrol.Hasil: Data univariat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi yang terdiri dari riwayat UK, paritas, IMT, dan riwayat komplikasi kehamilan. Hasil penelitian faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR yaitu riwayat UK p-value 0,000, paritas p value 0,032 OR 2,912, IMT p value 0,00, riwayat komplikasi kehamilan p value 0,000 OR 46,00.Simpulan: Riwayat UK, paritas, IMT, dan riwayat komplikasi kehamilan merupakan faktor-faktor yang dapat memyebabkan terjadinya kejadian BBLR.Kata Kunci: Riwayat UK, paritas, IMT, riwayat komplikasi kehamilan, BBLR Kata kunci: riwayat UK, paritas, IMT, riwayat komplikasi kehamilan, BBLR
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN CLOSE FRACTURE OF THE NECK FEMUR SINISTRA DI RAUDHAH 6 RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN Dara Nurhaliza; Devi Darliana; Riski Amalia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4675

Abstract

Close fracture of the neck femur dapat menyebabkan komplikasi berupa nonunion, nekrosis vaskular, dislokasi, dan osteoarthritis. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah menyampaikan asuhan keperawatan secara holistik dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan pada pasien Close Fracture of the Neck Femur Sinistra di RSUD dr. Zainoel Abidin. Proses asuhan keperawatan dibagi menjadi pre operasi dan post operasi. Pada tahap pengkajian didapatkan pasien mengeluh sakit di paha kiri dengan skala nyeri 6 NRS, tidak dapat bergerak dengan Barthel Index skor pasien adalah 25 (ketergantungan berat), dan konstipasi (pre operasi) serta mengeluh sakit di area post operasi dengan skala nyeri 4 NRS, terdapat luka post operasi bipolar arthoplasty, tidak dapat bergerak bebas, serta tingginya kadar leukosit pada pasien (post operasi). Diagnosa keperawatan meliputi nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, konstipasi, gangguan integritas kulit. Implementasi asuhan keperawatan mencakup teknik relaksasi napas dalam, distraksi nyeri: murottal AlQur’an dan teknik finger hold, pemberian analgesik, ROM, diet tinggi serat, masase abdomen, dan perawatan luka steril. Pada tahap evaluasi, setelah 4 hari perawatan pre operasi dan 1 hari perawatan post operasi, didapatkan masalah nyeri akut teratasi, mobilitas fisik teratasi, konstipasi teratasi, dan gangguan integritas kulit teratasi. Diharapkan untuk intervensi seperti manajemen nyeri dan ROM pasif dapat dilakukan kembali oleh pasien di rumah sehingga perawatan yang diberikan dapat berlangsung secara kontinyu dan pasien dapat sembuh dengan optimal.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SHAMPO EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Zulia Ananda; Fania Ayunda Putri; Siti Samaniyah; Faradilla Safitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4690

Abstract

AbstrakMempercantik diri telah menjadi prioritas utama dalam penampilan sehari-hari, dan salah satu cara yang digunakan adalah melalui penggunaan kosmetik. Salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat di Indonesia adalah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), yang dikenal dapat digunakan untuk mengobati jerawat, terutama bagian daunnya yang kaya akan flavonoid, saponin, dan senyawa lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun belimbing wuluh dapat dikembangkan menjadi produk farmasi, seperti krim dan sampo. Oleh karena itu, penelitian ini akan fokus pada formulasi dan evaluasi sampo berbahan dasar ekstrak etanol daun belimbing wuluh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat di formulasikan sebagai sediaan shampoo anti ketombe. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium. Dari daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), pembuatan formulasi sediaan shampo meliputi beberapa tahap penelitian yaitu pembuatan ekstrak, pembuatan formulasi dan evaluasi terhadap hasil sediaan shampo dari ekstrak daun belimbing wuluh. Data hasil penelitian dioleh menggunakan aplikasi SPSS dengan menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat diformulasikan sebagai sedian shampo dengan konsentrasinya, 5%, 10% dan 15%. Ekstrak daun belimbing wuluh dapat di formulasikan sebagai sediaan shampo yang stabil, secara fisik dapat di lihat dari uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan uji iritasi sediaan. Sediaan shampo ini juga dan memiliki memiliki perbedaan pada setiap formulasinya berdasarkan tingkat kesukaan dari responden.Kata kunci: Daun Belimbing Wuluh, Shampo, Antiketombe, Evaluasi Sediaan.  Abstract Beautifying oneself has become a top priority in everyday appearance, and one way that is used is through the use of cosmetics. One of the plants that has many benefits in Indonesia is starfruit (Averrhoa bilimbi L.), which is known to be used to treat acne, especially the leaves which are rich in flavonoids, saponins, and other compounds. Research shows that ethanol extract of starfruit leaves can be developed into pharmaceutical products, such as creams and shampoos. Therefore, this study will focus on the formulation and evaluation of shampoos based on ethanol extract of starfruit leaves.  The purpose of this study was to determine whether starfruit leaf extract (Averrhoa bilimbi L.) can be formulated as an anti-dandruff shampoo preparation. The research method used was an experimental laboratory. From Belimbing Wuluh Leaves (Averrhoa bilimbi L), the formulation of Shampoo preparations includes several stages of research, namely extract making, formulation making and evaluation of the results of shampoo preparations from belimbing wuluh leaf extract. The research data were processed using the SPSS application using the ANOVA test. The results showed that belimbing wuluh leaves (averrhoa bilimbi L.) can be formulated as a shampoo preparation with concentrations of 5%, 10% and 15%. Belimbing wuluh leaf extract can be formulated as a physically stable shampoo preparation as seen from the organoleptic test, homogeneity test, pH test, foam height test and irritation test of the preparation. This shampoo preparation also has differences in each formulation based on the level of preference of the respondents.Keywords: Wuluh starfruit leaves, shampoo, anti-dandruff, preparation evaluation.
HUBUNGAN RESILIENSI AKADEMIK DENGAN TINGKAT ANSIETAS, STRES AKADEMIK, DEPRESI REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BANDA ACEH Dinda Balqis; Nenty Septiana; Inda Mariana Harahap
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4749

Abstract

Latar Belakang Masalah: remaja merupakan periode penuh tantangan, terutama dalam bidang akademik. Tekanan untuk berprestasi sering menyebabkan ansietas, stres, dan depresi pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan resiliensi akademik dengan tingkat ansietas, stres akademik, dan depresi remaja di Sekolah Menengah Atas (SMA). Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas XII di SMA 5 Banda Aceh dan sampel penelitian berjumlah 80 orang dipilih secara randomized sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner ARS-30 dan DASS-21. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara resiliensi akademik dengan tingkat ansietas, stress, dan depresi (p-value 0,021), (p-value 0,000), dan (p-value 0,000) pada remaja di SMA 5 Banda Aceh. Resiliensi akademik yang baik memungkinkan remaja mengatasi tekanan akademik dengan lebih baik dan mengurangi risiko gangguan psikologis. Oleh karena itu, dukungan dari guru, orang tua, serta program sekolah sangat penting dalam memperkuat ketahanan mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga pendidik, orang tua, dan profesional kesehatan mental dalam mendukung kesejahteraan psikologis remaja.