cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIREM BAYEUN KECAMATAN BIREM BAYEUN KABUPATEN ACEH TIMUR TAHUN 2018 ., Zuhrah; ., Agusdin; ., Mariamu
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1163

Abstract

ABSTRAK Diare merupakan kondisi dimana seseorang mengalami buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi cair. Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Prevalensi tertinggi kasus diare terjadi pada kelompok umur balita. Hal ini disebabkan karena daya tahan tubuh balita yang masih lemah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan keluarga dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Birem Bayeun Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur tahun 2018.Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Birem Bayeun Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur tahun 2017 yang berjumlah 197 anak. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin, didapatkan sebanyak 66 sampel. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 21-27 Juni 2018 menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Uji statistik menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 66 responden (100%) terdapat 39 balita (59,1%) yang tidak mengalami kejadian diare dan 27 balita (40,9%) yang mengalami kejadian diare. Secara statistik ada hubungan pola asuh orang tua (p value = 0,000) dan keluarga (p value = 0,000) dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Birem Bayeun Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur tahun 2018.Bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu yang memiliki balira agar lebih menambah wawasan mengenai diare, terutama mengenai pencegahan diare.  Kata Kunci               :  Kejadian Diare, Pola Asuh Orang Tua, KeluargaDaftar Pustaka         :  27 (2011-2018)
POST TRAUMATIC GROWTH PADA WANITA SURVIVOR KANKER PAYUDARA Zahara, Rizky Arifah; Minerty, Putri Balqis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran proses tercapainya kondisi bertumbuh pasca trauma (PTG) pada wanita  yang telah  survive dari penyakit kanker payudara. Menderita kanker payudara membuat para penderita tersebut trauma dengan vonis kanker dan pengobatan yang dijalani, namunparadigma psikologi  positif  melihat  secara  positif  bahwa  di  tengah  ketidakberdayaan, manusia selalu memiliki kesempatan untuk melihat hidup secara lebih positif. Mengalami suatu kejadian sebagai hal yang lebih menyedihkan menumbuhkan motivasi yang lebih besar untuk memaknai peristiwa traumatis, yang kemudian mengarah ke pertumbuhan pasca trauma (PTG).Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis yaitu metode yang berusaha memahami fenomena sebagaimana adanya melalui  proses  wawancara dan  observasi.  Subjek  dalam  penelitian  ini adalah tiga orang wanita survivor kanker payudara.Ketiga subjek memiliki reaksi yang sama terhadap vonis kanker payudara seperti takut akan kematian dan takut kehilangan payudaranya. Ibu MRS merasa khawatir akan ditinggalkan pasangannya, menurunnya kepercayaan dirinya, mengalami konflik dengan Ibu mertua dan merasa tertekan disaat suami memutuskan untuk bercerai. Ibu RH mengalami kecemasan dan kekhawatiran terhadap proses pengobatan kanker payudara yang harus dijjalani dalam kondisi hamil. Sementara Ibu SR mengalami kecemasan dan putus asa saat pengangkatan payudara dan menjalani kemoterapi. Pertumbuhan pasca trauma (PTG) dari ketiga subjek di pengaruhi oleh dukungan keluarga dan lingkungan sosial, rasa optimis, mengelola emosi negatif, penerimaan diri, perkembangan spiritual dan lapangdada.Wujud post traumatic growth dari ketiga subjek hampir sama, yaitu meningkatnya keimanan, membuka diri untuk dapat berbagi dan bermanfaat bagi orang lain, membantu orang-orang yang membutuhkan, menjadi manusia yang produktif, serta aktif dalam organisasi.Ketiga subjek menganggap bahwa penyakitnya merupakan cobaan yang diberikan oleh Allah kepadanya untuk lebih meningkatkan keimanan dan memperbaiki diri.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK III TEBING TINGGI TAHUN 2021 Sitorus, Nurmala; Ketaren, Otniel; Sirait, Asiman
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1694

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan adalah menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Makin sempurna kepuasan tersebut makin baik pula pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antar variabel profesionalitas, efisiensi, keamanan, kepuasan pasien dan aspek sosial budaya dengan mutu dan peluang risiko dengan melihat nilai PR ( prevalence rasio) Rumah Sakit Bhayangkara TK III Tebing Tinggi Tahun 2021. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner Analisis data terdiri dari univariat, bivariat dengan uji Chi Square test, dan multivariat dengan uji Regresi Logistik Biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan profesionalitas dengan mutu pelayanan  Rumah Sakit Bhayangkara TK III Tebing Tinggi dengan nilai p value 0,033 < 0,05. Ada hubungan efesiensi dengan mutu pelayanan Rumah Sakit Bhayangkara TK III Tebing Tinggi dengan nilai p value 0,026 < 0,05. Ada hubungan keamanan dengan mutu pelayanan Rumah Sakit Bhayangkara TK III Tebing Tinggi dengan nilai p value 0,05 < 0,05. Ada hubungan kepuasan dengan mutu pelayanan Rumah Sakit Bhayangkara TK III Tebing Tinggi dengan nilai p value 0,037< 0,05. Ada hubungan aspek sosial budaya dengan mutu pelayanan Rumah Sakit Bhayangkara TK III Tebing Tinggi dengan nilai p value 0,02 < 0,05. Berdasarkn Hasil analisis multivariat didapatkan bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan mutu pelayanan di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Tebing Tinggi Tahun 2021 adalah variabel aspek sosial budaya dengan nilai exp (eksponen) dari  B 4,1  Artinya ada hubungan aspek sosial budaya terhadap mutu pelayanan rumah sakit.Kata Kunci : Profesionalitas, Efesiensi, Keamanan, Kepuasan, Aspek Sosial Budaya
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERUBAHAN SIKLUS HAID PADA MAHASISWI TINGKAT III KEBIDANAN U’BUDIYAH BANDA ACEH Zulfahm, Zulfahm; Juliandika, Rozi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i1.998

Abstract

Menstruasi merupakan perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di kebidanan U’Budiyah secara keseluruhan jumlah mahasisiwa tingkat III sebanyak 110 orang, dan berdasarkan wawancara dari 12 Mahasiswa terdapat 10 orang diantaranya mengalami perubahan siklus mentruasi dikarenakan status gizi yang kurang baik. Untuk mengetahui bagaimana Hubungan Status Gizi Dengan Perubahan Siklus Mentruasi. Penelitian ini bersifat Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi tingkat III Stikes U’Budiyah Banda Aceh sebanyak 110 orang pada tanggal 8 Agustus sampai 10 September. Pengambilan sampel dengan Accidental Sampling penentuannya menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 mahasiswi yang mempunyai status gizi normal, (60.6%) Amenorea, (21.2%) Oligomenorea dan (18.2%) Polimenorea. Dan dari 33 mahasiswi yang memiliki status gizi yang tidak normal, (40.0%), Amenorea, (35.0%) Oligomenorea dan (25.0%) Polimenorea. Setelah dilakukan uji statistik dengan menggunakan chi – square dan brdasarkan perhitungan Pearson Chi-Square didapatkan nilai P=0.337>( α=0.05). Tidak ada hubungan status gizi dengan perubahan siklus mentruasi. Diharapkan Kepada Mahasisiwi Stikes U’Budiyah Banda Aceh untuk meningkatkan dan mempertahankan status gizi terhadap perubahan siklus mentruasi. Kata Kunci : Perubahan Siklus Mentruasi, Status Gizi 
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMK N 8 PADANG BULAN TAHUN 2021 Tambun, Mastaida; Batubara, Zulkarnaen; Sinaga, Martaulina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1736

Abstract

Stress adalah suatu kejadian atau stimulus lingkungan yang menyebabkan individu merasa tegang. Stresor dapat mempengaruhi semua bagian dari kehidupan seseorang, menyebabkan stres mental, perubahan perilaku, masalah- masalah dalam interaksi dengan orang lain dan keluhan-keluhan fisik salah satunya gangguan siklus menstruasi. Dalam pengaruhnya terhadap pola menstruasi, stress melibatkan system neuroendokrinologi sebagai sistem yang besar peranannya dalam reproduksi wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan tingkat stress terhadap siklus menstruasi pada remaja di SMK.N.8 Padang Bulan Medan Tahun 2021. Penenlitian ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectiona dengan jumlah sampel 31.Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data primer adalah data yang diambil langsung dari responden melalui kusioner.Dari hasil penelitian yang di dapat bahwa 31 responden, mayoritas mengalami tingkat stress 19   orang (61,3%).dan minoritas mengalamitingkat stress ringan sebanyak 12 orang (38,7%), Bahwa dari 31 responden, mayoritas responden yang mengalami gangguan menstruasi berjumlah 17 orang (54,8%), dan minoritas responden yang tidak mengalami gangguan menstruasi berjumlah 14 orang (45,2%). (siklusmenstruasi), dimananilai (p=0,000) ˂ 0,005.Kata kunci: Tingkat Stres, Siklus Mesntruasi, dan Remaja
PENGARUH PEER GROUP TERHADAP PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA AWAL DI SMP NEGERI 5 PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2020 Siregar, Rahmi Wahida; Harahap, Fatma Sylvana Dewi; Fitria, Aida; Rifai, Achmad; ., Yuniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1670

Abstract

ABSTRAK Perilaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja khususnya remaja yang belum menikah cenderung meningkat. Perilaku seksual berisiko pada remaja dapat meningkatkan risiko kesehatan reproduksinya. Hal ini terutama karena dapat meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan, pernikahan dini, penyakit menular seksual, HIV/AIDS dan aborsi. Menurut data United Nation Population Fund dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional bahwa kasus aborsi di Indonesia mencapai 2,3 juta pertahun dan 10-30% diantaranya dilakukan oleh remaja. Artinya diperkirakan ada 230.000-575.000 remaja melakukan aborsi setiap tahunnya.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh peer group terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja awal. Jenis penelitian ini adalah metode kualitatif. Analisis kualitatif dianalisis secara reduksi, tampilan data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh peer group terhadap perilaku seksual berisko.Kesimpulan penelitian bahwa perilaku seksual berisiko yang di jalani oleh remaja adalah perilaku seksual berisiko berat seperti ciuman basah (cipokan), petting, berhubungan badan dan perilaku seksual berisiko ringan seperti pengangan tangan dan berpelukan. Peer group pramuka lebih berisiko berat daripada peer group tari.Diharapkan meningkatkan peran keluarga dalam tumbuh kembang remaja sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh remaja tetap dalam pengawasan orang tua, perlunya kerjasama antara orang tua, guru dan pihak sekolah untuk mengawasi pergaulan remaja, pembenahan moral dan menciptakan tatanan kehidupan bermasyarakat yang religious, Pentingnya pemberantasan produsen majalah porno yang beredar dimasyarakat khususnya dikalangan remaja.  Kata Kunci   : Peer Group, Perilaku Seksual Berisiko, Remaja
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POS PELAYANAN TERPADU (POSBINDU) PENYAKIT TIDAK MENULAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TIGA KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH Rusmiati, Rusmiati; Hidayat, Wisnu; Silitongga, Evawani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1724

Abstract

Latar Belakang: Penanggulangan PTM adalah upaya kesehatan yang mengutamakan aspek promotif dan preventif tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif serta paliatif yang ditujukan untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian yang dilaksanakan secara komprehensif, efektif, efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pemanfaatan Pos Pelayanan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah.Metode: Penelitian ini menggunakan studi observational non experimental dengan jenis penelitian deskriptif dan rancangan penelitian Cross-sectional yang bersifat analitik yang dilakukan pada bulan Maret – September 2021. Menggunakan data primer dan data sekunder. Populasi adalah seluruh masyarakat usia produktif usia 15-59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. Sampling dari perhitungan rumus Slovin, dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang yang diambil secara accidental sampling. Uji yang digunakan Chi-Square dan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p>0,05dan Confidence Interval (CI) 95%.Hasil: Bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur dengan nilai p=0,004, jenis kelamin dengan nilai p=0,002, pendidikan dengan nilai p=0,000, pengetahuan dengan nilai p=0,000, sikap dengan nilai p=0,001, jarak tempuh dengan nilai p=0,003, dukungan tenaga kesehatan dengan nilai p=0,003 dan dukungan keluarga dengan nilai p= 0,002 terhadap pemanfaatan Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. Berdasarkan regresi logistik diketahui bahwa variable yang paling dominan dalam pemanfaatan Posbindu adalah dukungan tenaga kesehatan dengan nilai p= 20,287 yang artinya responden yang mendapat dukungan dari tenaga kesehatan berpeluang 20,287 kali lebih banyak memanfaatkan Posbindu dibandingkan dengan responden yang tidak mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan. Pengetahuan dengan nilai p=12,167 artinya : responden yang memiliki pengetahuan baik, berpeluang 12,167 kali lebih banyak akan memanfaatkan Posbindu dibandingkan dengan responden yang berpengetahuan kurang baik. Dukungan keluarga dengan nilai p= 6,074 artinya : responden yang mendapat dukungan dari keluarga berpeluang 6,074 kali lebih bayak akan memanfaatkan Posbindu dibandingkan dengan responden yang tidak mendapatkan dukungan dari keluargaKesimpulan: Dukungan tenaga kesehatan, pengetahuan dan dukungan keluarga memiliki hubungan yang bermakna terhadap pemanfaatan Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. Diharapkan bagi tenaga kesehatan agar lebih aktif untuk memberikan informasi berupa penyuluhan, arahan, bimbingan, motivasi dan kunjungan ke rumah masyarakat untuk ikut serta melakukan pemanfaatan Posbindu PTM.Kata Kunci : Pemanfaatan Posbindu, Penyakit Tidak Menular, Kabupaten Bener Meriah
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALTRUISME PADA RELAWAN Fitriani, Dwi; Abdullah, Sri Muliati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1713

Abstract

Altruisme adalah tindakan menolong orang lain secara sukarela tanpa mengharap balasan apapun demi mensejahterakan orang lain yang ditolongnya. Tulisan ini  bertujuan untuk menganalisa faktor yang memicu perilaku altruisme pada beberapa relawan untuk memajukan komunitas yang menaungi mereka dengan melakukan review terhadap penelitian terdahulu. Kesimpulan yang didapatkan bahwa hampir semua subjek memiliki faktor yang memunculkan perilaku altruisme yang sama yaitu rasa empati, sukarela, beramal baik, dan memberikan manfaat untuk lingkungan mereka.Kata Kunci : Altruime, Relawan Muda
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS PIJORKOLING KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN TENGGARA KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2020 Hafni, Seri; Suroyo, Razia Begum; Sibero, Jitasari Tarigan; Nasution, Zuraidah; Wulan, Mayang
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1664

Abstract

ABSTRAKHipertensi didefenisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg yang terjadi pada seorang klien pada tiga kejadian terpisah. Angka kasus hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pijorkoling Kota Padangsidimpuan pada tahun 2019 berjumlah 134 kasus dengan usia 60-80 tahun. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Pijorkoling Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan.Penelitian ini menggunakan metode mixed methode dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini adalah lansia yang berumur 60-80 tahun sebanyak 134 orang, dengan rumus Slovin diambil sampel sebanyak 57 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square (bivariat), dan uji binary regression logistic (multivariat). Analisis kualitatif di analisa secara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara faktor konsumsi makanan asin dengan kejadian hipertensi p=0,001, faktor kebiasaan olahraga  dengan kejadian hipertensi p= 0,031, dan faktor pola tidur dengan kejadian hipertensi p=0,001. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor konsumsi makanan asin ≥ 1kali/hari mempunyai pengaruh yang lebih besar (paling dominan) terhadap kejadian hipertensi p=0,015dengan nilai Exp(B) = 11,204.Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa adanya pengaruh faktor konsumsi makanan asin, kebiasaan olahraga dan pola tidur terhadap kejadian hipertensi. Disarankan kepada UPTD Puskesmas Pijorkoling untuk terus melaksanakan program prolanis, program posbindu, serta terus memberikan promosi kesehatan seperti diit pada penderita hipertensi untuk mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi. Kata Kunci        : Faktor-faktor, Kejadian hipertensi, Lansia
PENYULUHAN KESEHATAN YANG MEMENGARUHI TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI SMK NEGERI 1 LEMBAH SORIK MARAPI KABUPATEN MANDAILING NATAL Khadijah, Futri; Nyorong, Mappeaty; Aini, Nur; Anggraini, Indah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1768

Abstract

ABSTRAKUpaya pencegahan HIV/AIDS dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu pencegahan primer dimana pencegahan yang dapat dilakukan dengan memberikan edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang HIV dan AIDS melalui penyuluhan, pelatihan pada kelompok risiko tinggi maupun rendah. Salah satu contohnya dengan memberikan edukasi, salah satu cara untuk upaya pencegahan HIV/AIDS yaitu pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi kasus HIV/AIDS dengan menghindari faktor risiko dan transmisinya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis faktor penyuluhan kesehatan yang berpengaruh Terhadap Perilaku Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja  Di SMK Negeri 1 Lembah Sorik Marapi  Kabupaten Mandailing Natal.Desain penelitian yang digunakan adalah  survei analitik  dengan rancangan cross sectional. Populasi  dalam penelitian ini  adalah Populasi dalam penelitian ini adalah  seluruh siswa remaja SMK N 1 Lembah Sorik Marapi tahun 2021  yaitu berjumlah 102 orang. Tehnik pengambilan sampel  menggunakan simple random sampling. Jumlah  sampel yang akan diteliti adalah  50 orang.  Analisa data dilakukan  dengan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi Square dan multivariate dengan uji regresi logistic berganda.Hasil penelitian  variabel Pengetahuan diperoleh nilai p-value = 0,001, Sikap = 0,002, Tindakan = 0,001 artinya ada pengaruh antara Pengetahuan, Sikap dan tindakan penyuluhan kesehatan terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada siswa remaja SMK N 1 Lembah Sorik Marapi. Hasil analisis  multivariat didapatkan  variabel yang paling  berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel Pengetahuan dengan nilai Exp (B) 26.000.Ada hubungan, Pengetahuan, Sikap dan tindakan penyuluhan kesehatan terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada siswa remaja SMK N 1 Lembah Sorik Marapi, dari hasil analisis multivariat menunjukkan hasil bahwa faktor penyuluhan kesehatan yang paling dominan adalah variabel Pengetahuan. Diharapkan kepada pihak sekolah agar pengetahuan siswa remaja tentang HIV/AIDS dapat bertambah dan menjadi media diskusi yang dapat menambah daya tarik siswa dalam mempelajari ilmu tentang kesehatan reproduksi secara komprehensif.Kata kunci                 : Perilaku Pencegahan HIV/ADIS, Pengetahuan, Sikap,                                       TindakanDaftar Pustaka          : 14 buku (1995-2020) dan 49 jurnal (2018-2021

Page 47 of 123 | Total Record : 1226