cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAANPUS DALAM MENGIKUTI PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI WILAYAH KECAMATAN PEUDAWA KABUPATEN ACEH TIMUR Husna, Husna; Nababan, Donal
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1696

Abstract

Keluarga berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling besar dan utama. Melalui program KB akan terjadi pengendalian pertumbuhan jumlah penduduk sehingga dapat meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan bagi keluarga. Pelayanan KB yang berkualitas tidak hanya terkait dengan pelayanan dalam pemasangan alat kontrasepsi akan tetapi juga terkait dengan pemberian Komunikasi Informasi dan Edukai (KIE) kepada akseptor maupun calon akseptor, sehingga calon akseptor sama. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan Keluarga berencana di Kecamatan Peudawa, jenis penelitian ini survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Popuulasinya adalah seluruh ibu pasangan usia subur, dengan jumlah sampel 95 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan sosial budaya, dukungan keluarga, pengetahuan, dan ekonomi dengan Ikut Serta Pasangan usia subur (PUS) dalam  program Keluarga Berencana di Kecamatan Peudawa Kabupaten Aceh, sedangkan pendidikan tidak mempunyai hubungan dengan Ikut Serta Pasangan usia subur (PUS) dalam  program Keluarga Berencana.Kata Kunci : Keikutsertaan, PUS, Keluarga Berencana
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUANPENGGUNAAN MEDIA DIDONG BAHASA GAYO DENGAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI MEDIA PROMOSI KESEHATAN DI WILAYAH KECAMATAN KETOL KABUPATEN ACEH TENGAH Kartika, Mahrona; Hidayat, Wisnu; Lina Tarigan, Frida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1682

Abstract

Promosi kesehatan merupakan hal utama yang harus menjadi perhatian kita sebagai tenaga kesehatan guna mencegah perburukan akan suatu kondisi kesehatan di negara kita.Dimasa pandemi saat ini, penulis ingin menganalisa pengetahuan masyarakat tentang covid karena masih banyak sekali perlakuan salah atas pernyataan maupun ungkapan tentang covid dilingkungan masyarakat dan juga supaya semua lapisan masyarakat terutama diKemacatan Ketol paham betul akan masalah ini.Aceh adalah wilayah penghujung sumatera yang memiliki keragaman suku dan kekayaan dalam seni budaya. Dengan tipe masyarakat yang sangat menjunjung adat istiadat maka banyak sekali ragam seni budaya yang masih dipertahankan didaerah ini, salah satunya adalah Didong. Didong merupakan seni dengan paduan syair dan tari yang didalam penelitian ini dimasukkan  unsur pengetahuan  tentang covid-19 kedalam syairnya dan bisa dijadikan media promosi kesehatan. Didong ditampilkan dalam bahasa asli Gayo dan Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan uji Anova. Penelitian dilakukan di desa Blangmancung Bawah Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah dengan mengambil sampel sebanyak 54 orang yang dibagi dalam 2 kelompok sehingga dihasilkan 27orang  perkelompok. Kelompok 1 akan dilakukan intervensi dengan Didong bahasa Gayo dan kelompok 2 dengan Didong bahasa Indonesia. Hasil penelitian didapatkan adanya penigkatan pengetahuan dari kelompok 1 sebesar rata-rata nilai 9 menjadi 14 setelah posttest dengan nilai p value: 0,000 dan peningkatan pada kelompok 2 dengan nilai rata-rata pretest 9,6 menjadi 13,7 setelah posttest dengan nilai p valuenya 0,001 sehingga dinilai sangat besar pengaruhnya dari Didong ini terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Tentu saja hubungan ini menunjukkan  Didong dapat dijadikan sebagai media efektif untuk promosi kesehatan diwilayah kerja puskesmas Ketol Kabupaten Aceh Tengah dan diperlukan kerjasama dari seluruh pihak terkait untuk melestarikan Didong sebagai kesenian khas daerah suku Gayo.Kata Kunci: Kesenian Didong, Promosi kesehatan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MASYARAKAT TERHADAPKEBIJAKAN (QANUN) KAWASAN TANPA ROKOK DI RUMAH SAKIT UMUM MUNYANG KUTE KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2021 Kurniawan Basri, Agung; P Warouw, Sonny; Manurung, Jasmen
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1715

Abstract

Daerah Aceh memiliki keistimewaan yang diatur dalam undang-undang merupakan daerah yang diberikan otonomi khusus dalam mengatur daerahnya. Aceh adalah salah satunya daerah yang memiliki julukan sebagai Seuramoe Mekkah. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Faktor yang berhubungan dengan Kepatuhan Masyarakat terhadap Kebijakan (Qanun) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Rumah Sakit Umum Munyang Kute Kabupaten Bener Meriah  Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 182 dari total populasi yang ada. Jumlah Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 182 dari total populasi yang ada. Dari hasil penelitian didapatkan Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Squer diperoleh nilai P value = 0,033 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa adanya Hubungan Faktor Pengetahuan dengan Kepatuhan Masyarakat, nilai P value = 0,001 < 0,05 adanya Hubungan Faktor Sikap dengan Kepatuhan Masyarakat, nilai P value = 0,088 < 0,05 tidak adanya Hubungan Faktor Umur dengan Kepatuhan Masyarakat, nilai P value = 0,006 < 0,05 adanya Hubungan Faktor Pendidikan dengan Kepatuhan Masyarakat, nilai P value = 0,008 < 0,05 adanya Hubungan Faktor Ekomoni dengan Kepatuhan Masyarakat, nilai P value = 0,010 < 0,05 adanya Hubungan Faktor Media Promosi dengan Kepatuhan Masyarakat dan nilai P value = 0,005 < 0,05 adanya Hubungan Faktor Informasi Kesehatan dengan Kepatuhan Masyarakat terhadap Kebijakan (Qanun) Kawasan Tanpa Rokok di Rumah sakit Umum Munyang Kute Kabupaten Bener Meriah Tahun 2021. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat meningkatkan Ilmu Pengetahuan dan Sikap masyarakat terhadap Kebijakan (Qanun) Kawasan Tanpa Merokok (KTR).Kata Kunci: Kepatuhan Masyarakat, Kebijakan (Qanun), KTR
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DEMAND (PERMINTAAN) VAKSINASI COVID-19 BAGI LANSIA DIKELURAHAN BANDAR SELAMATTAHUN 2021 Susilawati, Erni; Martalena Silitonga, Evawani; Zulfendri, Zulfendri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1738

Abstract

COVID-19 membuat dunia menjadi resah, termasuk di Indonesia. COVID-19 merupakan jenis virus yang baru sehingga banyak pihak yang tidak tahu dan tidak mengerti cara penanggulangan virus tersebut. Pemerintah dituntut untuk sesegera mungkin  menangani  ancaman  nyata  COVID-19. Berdasarkan permasalahan tersebut maka pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yaitu dengan mendatangkan vaksin. Pemerintah Indonesia berharap dengan adanya vaksinasi maka angka kejadian penyakit virus corona-19 dapat berkurang dan terselesaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Demand (Permintaan) Vaksinasi COVID-19 Bagi Lansia, jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study, penelitian dilakuakn di Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung, dengan populasi adalah lansia di lingkungan I, II, III Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan, teknik pengambialn sampel secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita hoax, pengetahuan, sikap dan persepsi mempunyai hubungan yang signifikan dengan demand vaksin covid19, akan tetapi Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) tidak mempunyai hubungan dengan demand vaksin covid19 pada lansia.Kata Kunci : Demand, COVID-19, Lansia
PEMANFAATAN PELAYANAN SKRINING HEPATITIS B OLEH IBU HAMIL YANG DISEDIAKAN OLEH PUSKESMAS LAMPAHAN KECAMATAN TIMANG GAJAH KABUPATEN BENER MERIAH Handayani, Tuti; Hidayat, Wisnu; Etalia Brahmana, Netti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1685

Abstract

Penyakit hepatitis B merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk di Indonesia. merupakan masalah yang sangat serius, karena hepatitis B menginfeksi hampir 2 miliar orang dan 350 juta orang tersebut adalah ibu hamil. (Dewi, 2019).Tujuan penelitian adalah Menganalisis secara lebih mendalam alasan ibu hamil belum memanfaatkan secara optimal program skrining Hepatitis B yang telah disediakan oleh Puskesmas Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2021. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah 3 orang ibu hamil positif Hepatitis B, 3 orang Ibu Hamil Negatif Hepatitis B, 3 Bidan Desa, 1 orang Kader dan 1 orang Bidan Desa yang ibu hamilnya tidak mau melakukan Skrinning Hepatitis B. Penelittian Ini dilakukan pada tanggal 26 s/ d 31 Juli 2021 di wilayah Kerja Puskesmas Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2021. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa alasan ibu hamil belum memanfaatkan pelayanan Skrining Hepatitis B yang disediakan oleh Puskesmas Lampahan diantaranya pengetahuan ibu hamil yang masih kurang, Promosi Kesehatan Komuniasi, Informasi, dan Edukasi masih dirasa belum sepenuhnya diterima oleh ibu hamil, ibu hamil masih ada yang merasa bahwa manfaat dari Skrining Hepatitis B ini tidak membawa manfaat, Peran Bidan bekerja sudah pada tupoksinya, dan menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. petugas kesehatan Puskesmas yang memberikan pelayanan Skrining Hepatitis B hendaknya melibatkan Bagian Promosi Kesehatan Puskesmas sehingga informasi yang diteima oleh ibu hamil dapat diserap dengan baik dan Informasi Kader yang memegang peranan penting dalam suatu kegiatan yang dilakukan di Desa, kader dan bidan bekerjasama dalam Skrining Hepatitis dan pendataan ibu hamil dilakukan oleh kader kesehatan. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk melibatkan petugas promosi kesehatan dalam memberikan penyuluhan agar informasi yang disampaikan bisa langsung diterima oleh ibu hamil.Kata Kunci : Hepatitis B, Skrining, Ibu Hamil
ANALISIS PELAKSANAAN PELAYANAN ANC PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARLILITAN KECAMATAN PARLILITAN KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2021 Hasugian, Lilis Enjelina; Zuska, Fikarwin; Sitorus, Mido Ester J.; Dachi, Rahmat Alyakin; Brahmana, Nettietalia Br; Sinaga, Liarosa Veronika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1666

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan perawat terhadap penularan virus Corona. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional Study. Data dikumpulkan dengan besar sampel 74 perawat rawat inap dan 18 perawat ruang isolasi Covid-19 di Ruang Rindu B  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Dari hasil penelitian kecemasan terhadap penularan dari 92 perawat sebanyak 10 perawat (10,9%)  cemas berat, 27 perawat (29,3%)  cemas sedang, 49 perawat (53,3%) cemas ringan dan 6 perawat (6,5%) tidak cemas. Sedangkan frekuensi penularan virus Corona dari 92 perawat, 58 perawat (63%) tertular Covid-19 dan 34 perawat (37%) tidak tertular. Hasil tabulasi silang pengaruh kecemasan terhadap penularan virus Corona diperoleh 10 perawat (10,9%) cemas berat paling banyak mengalami penularan Covid-19, 9 perawat (9,8%), dari 27 perawat (29,3%) yang mengalami cemas sedang paling banyak mengalami penularan Covid-19 sebanyak 21 perawat (22,8%), dari 49 perawat (53,3%) yang mengalami cemas ringan paling banyak mengalami penularan Covid-19 sebanyak 26 perawat (28,3%) dan dari 6 responden (6,5%) yang tidak mengalami cemas paling banyak tidak mengalami penularan Covid-19 sebanyak 4 responden (4,3%). Dari hasil uji regresi sederhana diketahui nilai t hitung diperoleh 11,518 sedangkan t tabel 0,05.Dengan demikian t hitung 11,518>t tabel 1,987 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000<0,05, sehingga gejala cemas terhadap penularan Covid-19 pada perawat berpengaruh signifikan terhadap penularan Covid-19 . Sehingga jika perawat mengalami kecemasan maka penularan terhadap virus Corona sebesar 0,124 satuan. Kata Kunci : Perawat, Kecemasan, Penularan Covid-19
ANALISIS EDUKASI DAN DUKUNGAN BIDAN TERHADAP KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI ASAM FOLAT DI PUSKESMAS SIMPANG TIGA KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2021 Anggraini, Mawar; Nababan, Donal; Silitonga, Evawani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1720

Abstract

Asam folat adalah salah satu vitamin dalam kelompok vitamin B yang memainkan peranan penting  dalam perkembangan janin, khususnya dalam perkembangan sistem saraf dan sel darah. Edukasi dan dukungan bidan mempunyai tugas penting dalam konsultasi dan pendidikan kesehatan baik bagi wanita sebagai pusat keluarga maupun masyarakat umumnya, tugas ini meliputi antenatal, intranatal, postnatal, asuhan bayi baru lahir, persiapan menjadi orang tua, gangguan kehamilan dan reproduksi serta keluarga berencana. Penelitian ini menganalisis edukasi dan dukungan bidan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi asam folat Di Puskesmas Simpang Tiga Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Tahun 2021. Penelitian ini adalah kualitatif, dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah (Puskesmas Bukit). Pengambilan Sampel dilakukan dengan melakukan fokus diskusi (FGD), terdiri dari bidan desa 3 orang, ibu hamil 3 orang, trimester I (1 orang), trimester II (1 orang), trimester III (1 orang), ibu kader 3, dan kepala Puskesmas 1 orang.Penelitian menunjukkan bahwa edukasi dan dukungan bidan yang diberikan oleh bidan sudah baik. Edukasi yang diberikan bidan menimbulkan perubahan perilaku terhadap ibu hamil yang mengakibatkan ibu hamil perduli terhadap dirinya dalam masa kehamilan sehingga ibu patuh dan rajin dalam mengkonsumsi asam folat dari trimester pertama sampai trimester ke tiga. Dukungan oleh bidan desa sudah baik. Bidan desa terjun langsung ke rumah-rumah ibu hamil utuk memastikan ibu hamil dari trimester pertama sampai trimester ke tiga mengkonsumsi asam folat. Kata Kunci : Analisis Edukasi Dan Dukungan Bidan, Kepatuhan Ibu Hamil, Mengkonsumsi Asam Folat
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Desa Marbun Tonga Marbun Dolok Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2021 Brahmana, Nettietalia Br; Manalu, Vivi Sumanti; Nababan, Donal; Sinaga, Taruli Rohana; Lina Tarigan, Frida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1770

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan dalam masalah gizi dan tumbuh kembang  anak di Indonesia. Stunting di kabupaten Humbang Hasundutan tahun 2019 sebesar  41.4 %. Prevalensi stunting di desa Marbun Tonga Marbun Dolok sebesar 38,6 %. Diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain cross sectional dengan menggunakan data sekunder dari EPPGBM dan data primer melalui wawancara. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan ibu,Pola asuh, sosial ekonomi, akses sanitasi dan pemberian ASI eksklusif.Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 sampel. Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah pengetahuan ibu  p-value 0.015( 95 % CI 0.562-1.772) , Pola Asuh Ibu p value 0.034( 95%CI 0.337-2.374), sosial ekonomi dengan p value 0.022 ( 95 %CI 0.347-2.778) dan pemberian ASI ekslusif  p value 0.018 ( 95% CI0.138-1.571). Variabel yang tidak berhubungan Akses sanitasi dengan p value 0.716 ( 95% CI 0.339-2621). Hasil analisis multivariat pengetahuan ibu memiliki risiko paling tinggi terhadap kejadian stunting (p=0,035 OR=4.458) (95% CI 0.562-1.772). Pengetahuan Ibu  merupakan faktor yang paling dominan dalam hubungannya dengan kejadian stunting pada Balita. Pengetahuan penting peranannya dalam menentukan asupan makanan. Tingkat pengetahuan gizi seseorang berpengaruh terhadap perilaku dan pola asuh dalam memilih makanan yang akan berdampak pada asupan gizinya.Kata Kunci : Kejadian Stunting, Pengetahuan Ibu, Pola Asuh ,Sosial ekonomi,ASI EkslusifStunting is still a problem in terms of nutrition and child development in Indonesia. Stunting in Humbang Hasundutan district in 2019 was 41.4%. The prevalence of stunting in Marbun Tonga Marbun Dolok village is 38.6%. Knowing the factors associated with the incidence of stunting in toddlers. This research is observational with cross sectional design using secondary data from EPPGBM and primary data through interviews. The variables studied included mother's knowledge, parenting, socio-economic, access to sanitation and exclusive breastfeeding. The sampling technique used total sampling. The number of samples in this study were 80 samples. The results showed that the variables related to the incidence of stunting were maternal knowledge, p-value 0.015 (95% CI 0.562-1.772), Maternal Parenting, p-value 0.034 (95%CI 0.337-2.374), socio economic with p-value 0.022 (95%CI). 0.347- 2.778) and exclusive breastfeeding p value 0.018 (95% CI0.138-1.571). Unrelated variables Access to sanitation with p value 0.716 (95% CI 0.339-2621). The results of the multivariate analysis of knowledge that mothers had the highest risk of stunting (p=0.035 OR=4.458) (95% CI 0.562-1.772). Mother's knowledge is the most dominant factor in relation to the incidence of stunting in children under five. Knowledge plays an important role in determining food intake. A person's level of nutritional knowledge affects behavior and parenting patterns in choosing foods that will have an impact on nutritional intake.Keywords: Stunting Incidence, Mother's Knowledge, Parenting Pattern, Socio economic,        Exclusive Breastfeeding 
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEIKUTSERTAAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN SKRINING HIV/AIDS DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS STABAT LAMA Siti Fatimah Soli; Thomson P Nadapdap; Ramadhani Syafitri Nasution
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1752

Abstract

AbstrakKasus HIV/AIDS di Indonesia semakin meningkat. Pada tahun  2018 dari 5.291.143 ibu hamil, yang melakukan skrining HIV sebanyak 761.337 ibu hamil (13,38%). Hasil survei awal di didapat ibu hamil yang melakukan skrining HIV sebanyak 39 orang (4,2%) dari 926 ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keikutsertaan ibu hamil melakukan skrining HIV/AIDS. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh ibu hamil sebanyak 926 orang dengan sampel menggunakan teknik random sampling sebanyak 90 ibu. Analisa data yang digunakan yaitu uji regresi binary logistic.  Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan memiliki nilai sig-p 0,045 < 0,05, sikap sig-p 0,005 < 0,05, jarak sig-p 0,011 < 0,05 dan dukungan kelurga sig-p 0,033 < 0,05, sedangkan peran tenaga kesehatan sig-p 0,412 > 0,05. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh pengetahuan, sikap, jarak dan dukungan keluarga terhadap keikutsertaan ibu hamil melakukan skrining HIV/AIDS, sedangkan peran tenaga kesehatan tidak memiliki pengaruh terhadap keikutsertaan ibu hamil melakukan skrining HIV/AIDS. Diharapkan dapat mendorong ibu hamil agar lebih aktif untuk ikut melakukan skrining HIV untuk mencegah penyakit HIV/AIDS bagi dirinya dan juga bagi bayi yang dikandungnya.Kata Kunci: Faktor yang Mempengaruhi, Keikutsertaan, Skrining HIV/AIDS
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN INTENSI BERHENTI MEROKOK PADA TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS DALAM LINGKUP DINAS KESEHATAN KABUPATEN NAGAN RAYA TAHUN 2021 Arifin, Zainul; Hakim, Dr Lukman; Sitorus, Mido Ester J.
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1731

Abstract

Abstrak Merokok merupakan kebiasaan dari masyarakat indonesia yang sudah sangat sulit dihilangkan. Perilaku merokok merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke. Di Indonesia, kedua penyakit tersebut menjadi pembunuh nomor satu terbesar dari seluruh kematian di Indonesia, dimana stroke mencapai 21,1% dan penyakit jantung 12,9% kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang berhubungan dengan intensi berhenti merokok pada tenaga kesehatan Puskesmas dalam lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah desain crossectional study, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 88 orang. Teknik analisa data yang digunakan adalah chi square test menggunakan program aplikasi SPSS. Hasil penelitian diperoleh variabel yang paling dominan berhubungan dengan intensi merokok pada responden adalah motivasi (p=0,006, OR = 4,5510, variabel umur (p=0,018, OR = 0,234) dan variabel norma subjektif (p=0,008, OR = 3,848). Kesimpulan variabel yang paling dominan berhubungan dengan intensi berhenti merokok adalah motivasi yang memiliki resiko 4,551 kali mempengaruhi intensi merokok pada responden. Disarankan kepada responden agar dapat meingkatkan intensi berhenti merokok dengan cara bergaul dengan teman yang tidak merokok dan menumbuhkan niat yang tinggi di dalam hati. Kata Kunci : Intensi Berhenti Merokok, Faktor Yang Berhubunga

Page 48 of 123 | Total Record : 1226