cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
ANALISIS KUALITATIF PERAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT HEPATITIS B PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KABUPATEN BENER MERIAH (PUSKESMAS BUKIT, PUSKESMAS PANTERAYA DAN PUSKESMAS LAMPAHAN) TAHUN 2021 Basri, Meliya; Nababan, Donal; Manurung, Jasmen
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1681

Abstract

Hepatitis B merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di dunia. Salah satu penularan dari ibu ke bayi yang dilahirkannya, 95% penularan hepatitis B terbesar. Tujuan Penelitian untuk menganalisis Peran Tenaga Kesehatan terhadap Upaya Pengendalian Hepatitis B Pada Ibu Hamil  Di  Wilayah Kabupaten Bener Meriah (Puskesmas Bukit, Panteraya dan Lampahan) Tahun 2021. Penelitian ini adalah kualitatif, Pengambilan Sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling, yang terdiri dari 12 orang informan (penanggung jawab program 3 orang, petugas Laboratorium 3 orang, Bidan KIA 3 orang dan pasien 3 orang). Dengan menggunakan triagulasi sumber data. Penelitian menunjukkan bahwa promosi kesehatan dan penyebarluasan komunikasi, informasi dan edukasi belum maksimal. Strategi petugas kesehatan masih kurang baik dari segi media, metode bersifat monoton dan tidak dapat memberikan kesan yang positif terhadap ibu. Deteksi Dini belum sesuai dengan target pencapaian yang seharusnya disertai dengan keterbatasan dari alat pemeriksaan dan adanya rasa takut dan kecemasan yang dirasakan oleh para ibu hamil. Promosi kesehatan menjadi ujung tombak perubahan perilaku ibu hamil. ANC terpadu puskesmas sudah sesuai dengan SOP yang ditetapkan. Bidan KIA telah melakukan pendeteksian terhadap ibu hamil untuk mengetahui adanya penyakit penyerta yang membahayakan diri ibu dan janinnya, sehingga jika ditemukan menderita hepatitis B, maka ibu akan dirujuk kerumah sakit yang yang memadai sampai ibu menjalani persalinan. Untuk itu bagi dinas terkait diharapkan agar melakukan advokasi terhadap lintas sectoral dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dimasyarakat melalui pemberdayan masyarakat pada umumnya dan  ibu hamil yang menjadi sasaran dari program kesehatan. Dan petugas kesehatan agar menjadi sosok yang lebih terampil dalam membuat inovasi agar ibu hamil lebih memahami akan arti kesehatan seutuhnya. Kata Kunci : Promosi Kesehatan dan KIE, Deteksi Dini, ANC Terpadu, Hepatitis B
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK ALBINA BANDA ACEH Ismiati Ismiati; Suci Mentari Maulida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i2.993

Abstract

Di Provinsi Nanggroe Aceh darussalam pada tahun 2008 terdapat balita status gizi baik 10.115 (73,5 %), gizi kurang sebanyak 2.993 (21,7%), gizi buruk sebanyak 467 (3,4 %) dan gizi lebih sebanyak 191 (1,4%). Di Banda Aceh terdapat sebanyak 4.673 balita,terdapat balita status gizi baik 71,8 %, gizi kurang sebanyak 23,8 %, gizi buruk sebanyak 3,6 % dan gizi lebih sebanyak 1 %.Di TK Albina Banda Aceh terdapat balita gizi kurang sebanyak 7 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan tumbuh kembang anak meliputi perkembangan kognitif dan perkembangan bahasa. Metode penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dengan desain Cross Sectional Study yang di lakukan di TK Albina Banda Aceh dari tanggal 03 Januari – 20 Januari 2108  dengan jumlah sampel 60 orang. Analisis yang di gunakan adalah dengan analisis Univariat dan Bivariat. Uji statistik dengan menggunakan Chi-Square dengan program komputer SPSS versi 11.000 dengan tingkat kemaknaan 95% dan derajat kebebasan. Dari hasil penelitian diperoleh status gizi anak dengan gizi baik 88,33%, dan gizi kurang 11,67% dengan perkembangan kognitif yang baik 85%, sedang 15%, dan perkembangan bahasa yang baik 78,33% dan sedang 21,67%. Kesimpulan didapat ada hubungan antara status gizi dengan tumbuh kembang anak yang meliputi perkembangan kognitif dan bahasa. Kesimpulan dan Saran : Diharapkan kepada instansi tenaga kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat atau keluarga tentang pentingnya gizi terhadap tumbuh kembang anak terutama anak usia pra sekolah. Kata Kunci : Status gizi , Tumbuh Kembang Anak
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KESESUAIAN PEMBERIAN MP-ASI GUNA PENCEGAHAN STUNTING PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITUSSALAM ACEH BESAR Eva Rosdiana; Febri Yusnanda; Lia Afrita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1158

Abstract

ABSTRAK Usia bayi (0-12 bulan) merupakan masa paling kritis atau disebut dengan periode emas yang merupakan masa dimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, sehingga pada masa ini dibutuhkan gizi yang adekuat untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Kekurangan zat gizi pada bayi dapat mengakibatkan malnutrisi seperti gizi buruk dan stunting.Beberapa penelitian menyatakan bahwa keadaan kurang gizi ini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya kebiasaan pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang tidak tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian pendidikan kesehatan dapat mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan MP-ASI yang tepat dan sesuai ke pada bayinya. Penelitian ini di laksanakan di wilayah kerja Puskesmas Baitussalam Aceh Besar. Rancangan penelitian menggunakan desainquasy eksperiment dengan pendekatan one group pretest and posttest. Hasil pengumpulan data diolah dan dianalisa secara univariate dan bivariate menggunakan uji non parametric yaitu Wilcoxon Signed Rank Test untuk menunjukan adanya perbedaan perilaku ibu dalam memberikan MP-ASI terhadap bayinya sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil penelitian diperoleh bahwa kesesuaian pemberian MPASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan lebih tinggi yaitu sebesar 3.15 dibandingkan dengan kesesuaian pemberian MP-ASI sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu sebesar 2.75. Hasil uji statistic diperoleh nilai p-value = 0,031 (p<0,05). Kesimpulan ada perbedaan yang signifikans antara kesesuaian pemberian MP-ASI pada bayi usia 6-12 bulan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan pendidikan kesehatan secara menyeluruh tentang pemberian MP-ASI yang tepat kepada ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan khususnya.  Kata Kunci : MP-ASI, Pendidikan Kesehatan, Kesesuaian Pemberian MP-ASI
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT IBU BERSALIN DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI KB PASCASALIN DENGAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI KECAMATAN RANTAU UTARA TAHUN 2021 Pardosi, Magdalena; Nababan, Donal; Brahmana, Netti Etalia; Ginting, Daniel; Sitorus, Mido Ester
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1729

Abstract

ABSTRAKCakupan KB Pasca salin di Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu masih rendah, dari 2.322 jumlah ibu bersalin pada tahun 2020 hanya 197 ibu bersalin atau 8.5% yang bersedia untuk menjadi peserta KB pasca salin . Kebijakan pemerintah tentang KB saat ini mengarah pada pemakaian metode kontrasepsi jangka Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat ibu bersalin dalam pemilihan alat kontrasepsi KB Pasca salin dengan metode kontrasepsi jangka panjang. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin  sebanyak 85 responden yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis hubungan dengan minat ibu dalam pemilihan alat kontrasepsi KB Pasca salin dengan metode kontrasepsi jangka panjang menunjukkan pada taraf signifikansi >0,05. Hasil analisis bivariat menunjukan variabel umur, pengetahuan, jumlah anak, dukungan suami, metode kontrasepsi, konseling dan media informasi  berhubungan terhadap minat ibu bersalin dalam pemilihan alat kontrasepsi KB Pasca salin ( P value < 0.05). Berdasarkan hasil analisis multivariat variabel mayoritas yang berhubungan terhadap minat ibu bersalin dalam pemilihan alat kontrasepsi KB Pasca salin adalah variabel umur dengan nilai p value (sig) 0.95 < 0.05, OR 0,92 variabel pengetahuan dengan nilai p value (sig) 0.99 < 0.05, OR 0,00 variabel jumlah anak dengan nilai p value (sig) 0,99 < 0.05, OR 5,70 variabel dukungan suami dengan nilai p value (sig) 0,99 < 0.05, OR 2,72 variabel metode kontrasepsi dengan nilai p value (sig) 0,76 < 0.05, OR 1,31 variabel konseling dengan nilai p value (sig) 0,99 < 0.05, OR 0,00 dan variabel terpapar media informasi dengan nilai p value (sig) 0,99 < 0.05, OR 0,00. Disimpulkan bahwa variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja bidan adalah variabel umur dengan nilai OR 0,92.Kata kunci: KB Pasca salin , Umur, Pengetahuan, Jumlah anak, Dukungan suami, Metode kontrasepsi, Konseling  dan Media informasi. 
KEPERCAYAAN IBU MENYUSUI TERHADAP DENA DALAM PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTE RAYA KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2021 Kahayati, Dewi; Hidayat, Wisnu; Manurung, Kesaktian
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1717

Abstract

Rendahnya cakupan ASI ekslusif, di daerah benr meriah meliputi berbagai faktor, salah satunya adalah kepercayaan tentang Dena, Dena yakni istilah dari dataran tinggi Gayo untuk menyatakan ASI Ibunya bermasalah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret –Agustus 2021, dengan menggunakan metode Penelitian Kwalitatif, guna menggali lebih dalam tentang kepercayaan terhadap Dena. Dari hasil Penelitian didapatkan bahwa kepercayaan ibu menyusui terhadap Dena dalam pemberian ASI ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Pante Raya masih tinggi, hal ini dibuktikan dari informasi-informasi yang peneliti dapatkan bahwa 1 dari 3 orang ibu menyusui yang mempercayai adanya Dena. Sementara informan dari petugas kesehatan telah melakukan konseling ASI ekslusif pada ibu menyusui tapi kepercayaan terhadap Dena yang begitu mempengaruhi sikap dalam pemberian ASI ekslusif, sehingga berdampak pada rendah nya cakupan ASI ekslusif  bahwa Untuk mematahkan mitos Dena ini merupakan suatu tugas yang rumit, karena masyarakat Gayo sangat memegang teguh adat istiadat yakni menghormati Orang Tua, walau pun kenyataannya banyak yang menolak mitos tersebut.Jika dilihat dari sudut pandang Antropologi Dena perlu dipertahankan, karena merupakan suatu budaya kearifan local, akan tetapi jika dilihat dari segi kesehatan Dena seharusnya hanya tinggal cerita saja, tinggal sejarah saja, bahwa betul anggapan sebagian informan bahwa Dena adalah suatu penyakit alergi ASI yang disebabkan oleh factor makanan, bukan karena kuman yang terdapat di dalam ASI, apalagi penyakit kutukan yang hanya ada di daerah  dataran tinggi Gayo.     Kata kunci: mitos Dena, cakupan ASI ekslusif, kepercayaan, kepatuhan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMENUHAN (KARBOHIDRAT DAN PROTEIN) DARI SARAPAN PAGI PADA SISWA KELAS III, IV DAN V DI SD NEGERI 54 BANDA ACEH Ruri Widyasari; Darma Suri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i1.1016

Abstract

AbstrakMelewatkan waktu sarapan berarti terjadi keterlambatan asuhan zat gizi (asupan gula kedalam sel darah) sehingga dapat menurunkan daya konsentrasi anak sewaktu belajar yang timbul karena rasa malas, lemas, lesu, pusing, serta menggantuk yang merupakan efek anemia pada anak. untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga, pengetahuan dan ketersediaan Sarapan dengan pemenuhan karbohidrat dan protein pada anak SDN 54 Banda Aceh.  Bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik startified random sampling dengan jumlah 74 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 25 April sampai 16 Mei 2017 pada siswa kelas III, IV dan V di SDN 54 Banda Aceh. Cara pengumpulan data dengan membagikan kuesioner, selanjutnya dilakukan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95 % dan batas kemaknaan (α=0,05) Ha diterima p value< 0,05.  bahwa dari 47 responden dengan pendapatan keluarga tinggi yang pemenuhan karbohidrat dari sarapan pagi kurang yaitu sebanyak 22 responden (46,8%), dari 47 responden dengan pendapatan keluarga tinggi yang pemenuhan protein dari sarapan pagi kurang yaitu sebanyak 21 responden (44,7%), dari 47 responden dengan pengetahuan cukup yang pemenuhan karbohidrat dari sarapan pagi kurang yaitu sebanyak 29 responden (61,7%), dari 47 responden dengan pengetahuan cukup yang pemenuhan protein dari sarapan pagi kurang yaitu sebanyak 25 responden (53,2%), dari 39 responden yang tidak tersedia sarapan pagi dengan pemenuhan karbohidrat dari sarapan pagi kurang yaitu sebanyak 32 responden (82,1%) dan dari 39 responden yang tidak tersedia sarapan pagi dengan pemenuhan protein dari sarapan pagi kurang yaitu sebanyak 29 responden (74,4%).Ada hubungan pendapatan keluarga dengan pemenuhan karbohidrat (p=0,003) dan protein (p=0,038) dari sarapan pagi, Ada hubungan pengetahuan dengan pemenuhan karbohidrat (p=0,001) dan protein (p=0,003) dari sarapan pagi, dan Ada hubungan ketersediaan sarapan dengan pemenuhan karbohidrat (p=0,000) dan protein (p=0,001) dari sarapan pagi pada siswa di SDN 54 Banda Aceh. Diharapkan gagi para siswa yang belum terbiasa sarapan pagi diharapkan lebih meningkatkan kebiasaan sarapan pagi untuk memenuhi derajat kesehatan dan status gizi yang optimal Kata kunci : pendapatan, pengetahuan, ketersediaan sarapan, karbohidrat, protein 
Faktor Risiko Malnutrisi Pada Lansia Di Kota Banda Aceh Nurdhahri .; Aripin Ahmad; Aulina Adamy
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1069

Abstract

AbstrakSemakin bertambahnya usia seseorang maka seluruh fungsi organ telah mencapai puncak maksimal sehingga yang terjadi adalah penurunan fungsi organ. Masalah gizi yang sering diderita di usia lanjut adalah kurang gizi, kondisi kurang gizi tanpa disadari karena gejala yang muncul hampir tak terlihat sampai usia lanjut sehingga berdampak terjadinya gizi buruk. Tujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan malnutrisi pada lansia yang tinggal di masyarakat Banda Aceh. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 146 lansia berumur 60 tahun keatas yang berada di kecamatan Banda Raya uji statistik dengan menggunakan uji logistik regresi dan odd ratio. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor resiko yang sangat signifikan dengan terjadinya malnutrisi pada lansia adalah pendapatan keluarga, dukungan keluarga, gaya hidup dan riwayat penyakit (OR > 1). Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap lansia yaitu aktif dengan mengunjungi posyandu dengan memberikan informasi tentang asupan makanan dan mengajak keluarga untuk bisa saling memberikan perhatian dan mulai mengenali, mengamati asupan nutrisinya agar tercukupi.  Kata Kunci: Malnutrisi, Lansia, Banda Aceh
EVALUASI MANAJEMEN PENYELENGARAAN MAKANAN PASIEN RAWAT INAP DI INSTALASI GIZI RSUD DR. R.M DJOELHAM BINJAI yulia, Luh Anggreni; Harahap, Juliandi; Satria, Beni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1704

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan pelayanan gizi di rumah sakit dalam mendukung proses penyembuhan penyakit pada pasien, sangat ditentukan oleh proses pengolahan makanan mulai dari bahan makanan sampai menjadi makanan jadi yang siap dikonsumsi oleh pasien. Pelayanan gizi dapat terlaksana dengan baik apabila didukung oleh manajemen penyelenggaraan makanan yang baik. Manajemen penyelenggaraan makanan merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan mulai dari perencanaan makanan sampai dengan distribusi makanan kepada pasien/konsumen yang berfungsi sebagai sistem dengan tujuan untuk menghasilkan makanan dengan kualitas yang baikJenis penelitian ini menggunakan Kualitatif Fenomenologi dengan menggunakan deskriptif Informan penelitian berjumlah  22 orang. Informan Penelitian ini dikelompokkan menjadi dua yaitu informan utama dan informan pendukung. Adapun informan utama berjumlah 17 informan yaitu kepala instalasi gizi dan tenaga di instalasi gizi. Sedangkan informan pendukung berjumlah 5 informan yaitu pasien rawat inap.Berdasarkan hasil secara kualitatif berdasarkan wawancara mendalam terhadap informan didapatkan  bahwa perlu evaluasi mulai dari input, proses sampai output gizi harus diperbaiki, penambahan tenaga gizi, sarana dan prasarana, proses perencanaan di instalasi gizi serta hasil masakan yg disajikan sering mengalami keterlambatan juga dari segi variasi maupun cita rasa makanan      harus di kaji ulang, sehingga manajemen penyelenggaraan makanan menjadi lebih baik lagi.Kesimpulan dalam penelitian ini tenaga gizi masih kurang, sarana dan prasarana tergolong kurang memadai, dan biaya opersaional sangat minim berasal dari APBD. Selain itu, proses yang meliputi kegiatan penyelenggaraan makanan juga tidak seluruhnya dilakukan. Saran diharapkan Seluruh petugas di Instalasi Gizi RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai diharapkan melaksanakan seluruh kegiatan penyelenggaraan makanan sesuai langkah-langkah dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dalam pedoman PGRS. Kata Kunci    :           Evaluasi, manajemen penyelenggaraan gizi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA JEULINGKE KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH Abdullah, Mira; Sari, Elly Ratna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 2, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v2i2.1007

Abstract

AbstrakObesitas terjadi karena tidak seimbangnya energi antara kalori yang dikonsumsi dan kalori yang digunakan. Bila  energi yang masuk berlebihan dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang  seimbang  akan  memudahkan  seseorang   menjadi  obesitas.  Ibu  rumah  tangga  pengguna kontrasepsi hormonal juga dapat menyebabkan obesitas. Mengetahui hubungan asupan makanan, aktivitas fisik, penggunaan alat kontrasepsi dengan kejadian obesitas pada ibu rumah tangga di Desa Jeulingke Banda Aceh Tahun 2018. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling dengan jumlah 81 responden. Pengumpulan data dilakukan tanggal 10 Oktober sampai 8 November 2016 pada ibu rumah tangga di Desa Jeulingke Banda Aceh, dengan membagikan kuesioner, selanjutnya dilakukan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95 % dan batas kemaknaan (α=0,05) Ha diterima p value < 0,05. Analisa univariat didapat dari 81 responden yang mengalami obesitas 52 orang (62,4%), energi lebih 43 orang (53,1%), karbohidrat lebih 44 orang (54,3%), protein cukup 42 orang (51,9%), lemak lebih 34 orang (42,0%). Analisa bivariat terdapat asupan energi (p=0,000), karbohidrat (p=0,000), protein (p=0,000), lemak (p=0,000), aktivitas fisik (p=0,001) dan penggunaan alat kontrasepsi (p=0,001). Ada hubungan asupan makanan dengan kejadian obesitas (p=0,000), ada hubungan aktivitas fisik dan penggunaan alat kontrasepsi dengan kejadian obesitas (p=0,001) pada pada ibu rumah tangga di Desa Jeulingke Banda Aceh. Diharapkan para ibu rumah tangga agar dapat menyesuaikan asupan makanan yang dikonsumsi dengan aktivitas yang dilakukan dan pihak Puskesmas mengadakan kegiatan penanggulangan obesitas, misalnya senam kesehatan jasmani/ jantung sehat secara rutin (seminggu sekali) Kata kunci : asupan makanan, aktivitas fisik, penggunaan kontrasepsi, obesitas
Efektivitas Ekstrak Bunga Melati (Jasminum Sambac L.) Terhadap Kematian Larva Aedes Aegypty Husna, Munadia; Sari Dewi, Ratna; Mirsiyanto, Eko
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): VOL. 6 NO. 2 OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1038

Abstract

ABSTRAKLarva nyamuk Aedes aegypti berperan dalam vektor penularan penyakit Dengue Hemorhagic Fever (DHF). Untuk memutus rantai penularan penyakit, maka larva sebagai rantai dari perkembangan nyamuk perlu diberantas atau dikendalikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac (L.)ait) terhadap daya bunuh larva nyamuk. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimen dengan Post test Only Control Group. Sampel yang di gunakan yaitu larva Aedes Aegypti dan pada setiap perlakuan dberikan sebanyak 20 larva dengan 5 kali pengulangan, sehingga jumlah seluruh larva yang di butuhkan yaitu 700 larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga melati efektif terhadap kematian larva Aedes aegypti dalam waktu 24 jam. Nilai signifikan p=0,000 (p<0,05) ada hubungan antara jumlah kematian larva dengan konsentrasi ekstrak bunga melati. Jadi dapat di simpulkan bahwa rata-rata jumlah larva Aedes aegypti yang mati untuk setiap konsentrasi mengalami peningkatan, semakin besar konsentrasi yang di pakai untuk perlakuan semakin banyak jumlah larva yang mati. Selain itu juga, yang menunjukkan efektif adalah 0,05%, karena konsentrasi 0,05% sudah dapat membunuh larva Aedes aegypti 100% dalam waktu 24 jam.Kata Kunci : Aedes aegypti, bunga melati, ekstrak, larvasida

Page 46 of 123 | Total Record : 1226