cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang Pantangan Makan dalam Budaya Madeung dengan Penyembuhan Luka Perineum Rosita, Sri; Rahmayani, Rahmayani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2343

Abstract

Latar Belakang Masalah: Luka perineum merupakan salah satu penyebab perdarahan  pasca persalinan, sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Adanya budaya pantangan makan akan berdampak pada lamanya penyembuhan luka. Pengetahuan ibu sangat mempunyai peran penting terhadap tindakan ibu untuk melakukan pantangan makan selama masa madueng dalam budaya aceh. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu post partum tentang pantangan makan dalam penyembuhan luka perineum di wilayah kerja Puskesmas Samadua. Metode Penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan desain cross sectional studi. Sampel penelitian ini sebanyak 45 orang ibu post partum dengan teknik purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan variabel. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada  hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang pantangan makan dengan penyembuhan luka perineum dengan nilai p-value sebesarr 0,000 dengan interval kepercayaan 95%. Dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak, Disarankan kepada  petugas Puskesmas Samadua untuk meningkatkan pengetahuan  ibu  dengan upaya memberikan penyuluhan  tentang gizi serta dampak pantangan makan dalam budaya madeung yang dapat berdampak merugikan kesehatan ibu dan bayi. Kata kunci : Pengetahuan, luka perineum, pantangan makan Background of the Problem: Perineal wound is one of the causes of postpartum hemorrhage, so it requires adequate nutritional intake. The existence of a culture of dietary restrictions will have an impact on the duration of wound healing. Mother's knowledge has an important role in the mother's actions to abstain from eating during the Madueng period in Acehnese culture. The purpose of the study: to determine the relationship between knowledge of post partum mothers about dietary restrictions in healing perineal wounds in the working area of the Samadua Community Health Center. The research method used is descriptive analytic with a cross sectional study design. The sample of this study was 45 post partum mothers with purposive sampling technique. Data analysis was carried out using the chi square test to determine the relationship between variables. The results showed that there was a significant relationship between maternal knowledge about dietary restrictions and perineal wound healing with a p-value of r 0.000 with a 95% confidence interval. It can be concluded that Ha is accepted and H0 is rejected. It is recommended to Samadua Health Center officers to increase mother's knowledge by providing counseling about nutrition and the impact of dietary restrictions in the madeung culture which can have a detrimental impact on the health of mothers and babies.Keywords: Knowledge, perineal wound, dietary restrictions
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Ibu Primipara Menghadapi Persalinan Pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh Huriatul, Huriatul; Iskandar, Iskandar; Desreza, Nanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2396

Abstract

Semua orang pasti pernah mengalami cemas pada masa pandemi Covid-19 terutama pada ibu hamil. Kecemasan dapat disebabkan oleh perkembangan, pertemuan baru dan kegelisahan yang memicu masalah mental dapat terjadi dengan asumsi seseorang mengalami ketegangan dan kasih sayang yang mendalam untuk waktu yang lama, masalah kecemasan lebih umum pada wanita (30,5%) daripada pria (19, 2 %) Kehamilan merupakan salah satu sumber stres yang dialami oleh wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu primipara menghadapi persalinan dimasa pandemi Covid-19 diwilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 135 responden dengan jumlah sampel 42 responden. Berdasarkan analisis bivariate menggunakan Chi-Square, yaitu melihat hubungan antara variabel dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu primipara diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu primipara menghadapi persalinan pada masa pandemic covid-19 yaitu dengan nilai Asymptotic Significance (2-sided) = 0,01 yang artinya < 0.05..Kata Kunci :  Dukungan Keluarga, Tingkat Kecemasan, persalinan, pandemi.Everyone, especially pregnant women must have experienced anxiety during Covid-19 Pandemic. Anxiety may be caused by the development of the current situation and information related to Covid-19. The anxiety appeared may trigger the mental problem in which someone experienced tense. Moreover, anxiety women (30.5%) more often experienced anxiety than man (19.2%). Pregnancy may be one of the main sources of stress to women. This research aimed to find out the correlation between family support and anxiety level among primary mothers in facing birth giving during Covid-19 pandemic in Kuta Alam Health Community Center Working Area of Banda Aceh. This research used survey method with quantitative approach. The total population of this research were 42 respondents and the total sample were 42 respondents. Based on bivariate analysis using Chi-Square, it revealed that  there were corelation between family support and primary mother anxiety in facing birth giving during Covid-19 pandemic in which Asymptotic Significance Value (2-sided)=0.01 which means <0.5.Keywords: Family Support, Anxiety Level, Birth Giving, Pandemic
Faktor Yang Mempengaruhi Ketepatan Pemberian Imunisasi Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas Samalanga Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Dhirah, Ulfa Husna; Maulida, Fitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.2174

Abstract

Latar Belakang : Salah satu intervensi kesehatan yang telah terbukti paling hemat biaya karena dapat mencegah dan mengurangi kejadian kesakitan, kecacatan, dan kematian adalah imunisasi. Bayi yang tidak diberikan imunisasi dasar lengkap dan tidak teratur, maka kuman berbahaya yang menyerang tubuh cukup banyak, tubuhnya tidak dapat melawan kuman tersebut. Adapun cakupan imunisasi dasar lengkap Puskesmas Samalanga pada tahun 2019 mencapai 42,4% dan pada tahun 2020 mencapai 15,3%. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, pekerjaan, sikap, pengetahuan, dan dukungan keluarga dengan ketepatan pemberian imunisasi dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Samalanga Tahun 2021. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dengan populasi sebanyak 517 orang. Penelitian ini dilaksanakan mulai 28 Mei sampai dengan 19 Juni 2021. Jumlah sampel sebanyak 225 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap ketepatan pemberian imunisasi dasar adalah pendidikan ibu (p value=0,000), sikap ibu (p value=0,000), pengetahuan ibu (0,000) sedangkan variabel yang tidak berpengaruh adalah pekerjaan ibu (p value=0,063), dukungan keluarga (p value=0,777). Kesimpulan dan Saran : Adanya pengaruh yang signifikan antara variabel pendidikan, sikap, dan pengetahuan dengan ketepatan pemberian imunisasi dasar dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel pekerjaan dan dukungan keluarga terhadap ketepatan pemberian imunisasi dasar. Tenaga kesehatan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya memberikan imunisasi secara tepat sesuai usia bayi dan ibu meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan sosialisasi serta mau memberikan imunisasi kepada bayi secara tepat. Kata Kunci : Ketepatan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Background : One of the health interventions that has been proven to be the most cost-effective because it can prevent and reduce the incidence of morbidity, disability, and death is immunization. Babies who are not given complete and irregular basic immunizations, then the harmful germs that attack the body are quite a lot, the body cannot fight these germs. The complete basic immunization Coverage of the Samalanga Health Center in 2019 reached 42.4% and in 2020 it reached 15.3%. Objectives: to determine the effect of education level, occupation, attitude, knowledge, and family support with the accuracy of basic immunization in the working area of the Samalanga Health Center in 2021. Methods: This type of research is an observational analytic study with a cross-sectional approach with a population of 517 people. This research was conducted from May 28 to June 19, 2021. The number of samples was 225 people using accidental sampling technique.Results : The results showed that the variables that affected the accuracy of basic immunization were maternal education (p value = 0.000), mother's attitude (p value = 0.000), mother's knowledge (0.000) while the variable that had no effect was mother's occupation (p value = 0.063), family support (p value = 0.777). Conclusions and Suggestions: There is a significant influence between the variables of education, attitude, and knowledge with the accuracy of giving basic immunization and there is no significant effect between the variables of work and family support on the accuracy of giving basic immunization. Health workers increase socialization to the community about the importance of providing immunizations appropriately according to the age of the baby and mothers take the time to be present in socialization activities and are willing to provide immunizations to infants appropriately. Keywords: Accuracy of Complete Basic Immunization 
Pengaruh Pemberian Teh Hijau (Camellia sinensis) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pada Pasien Hiperkolesterolemia di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Hikhmah, Nadiatul; Mulfianda, Riyan; Iskandar, Iskandar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2332

Abstract

Kolesterol merupakan komponen asam lemak yang terdapat dalam darah. Zat ini sangat di perlukan oleh tubuh untuk proses-proses tertentu bagi kelangsungan hidup. Di antaranya untuk membentuk hormon, sel dan merawat sel-sel saraf. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian teh hijau terhadap penurunan kadar kolesterol pada pasien hiperkolesterolemia di wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya tahun 2022. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimen pretest-posttest one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien hiperkolesterolemia di wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 15 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25-31 Maret 2022. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebelum diberikan intervensi pemberian teh hijau, sebagian besar kadar kolesterol responden berada pada kategori tinggi sebanyak 9 responden (60%), dan kategori normal sebanyak 7 responden (46,6%), Simpulan penelitian terdapat pengaruh pemberian teh hijau terhadap penurunan kadar kolesterol pada pasien hiperkolesterolemia dengan nilai p-value=0,000. Saran diharapkan kepada masyarakat yang mengalami hiperkolesterolemia dapat menggunakan teh hijau sebagai pengobatan alternatif untuk menurunkan kadar kolesterol.Kata Kunci     :  Teh Hijau, Hiperkolesterolemia Cholesterol is a component of fatty acids in the blood needed for particular processes in the body for human life, such as in producing hormones and cells and treating nerve cells. This study aimed to examine the effect of green tea on reducing cholesterol levels in hypercholesterolemic patients at the working area of Krueng Barona Jaya Commmunity Health Center in 2022. This study used a pre-experimental pretest-posttest one-group design. The population in this study were all hypercholesterolemic patients in the working area of Krueng Barona Jaya Public Health Center. 15 respondents in this study were selected using the purposive sampling technique. This research was conducted from March 25 to 31, 2022. The results revealed that before the green tea intervention, most of the respondents' cholesterol levels were in the high category, as shown in nine respondents (60%) and seven respondents (46.6%) were the normal category. Thus, green tea affects cholesterol levels in hypercholesterolemic patients with a p-value = 0.000. Moreover, people with hypercholesterolemia are urged to consume green tea as an alternative treatment to lower their cholesterol levels.Keywords        : Green Tea, Hypercholesterolemia
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecelakaan Kerja Karyawan Pada PT. Inti Mitra Sawit Lestari Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Sinaga, Risya Yoela; Siregar, Santy Deasy; Simanullang, Andry; Chandra Siahaan, Perry Boy; Paradhiba, Meutia; Rimonda, Rubi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2387

Abstract

Sektor manufaktur adalah sebuah sektor yang jumlah kecelakaan kerjanya terbilang tinggi. Dimana yang diteliti ini memiliki tujuan agar bisa melakukan analisis terhadap faktor perilaku dan faktor lingkungan kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor perilaku dan faktor lingkungan kerja yang mempengaruhi kecelakaan kerja karyawan dan menghindari kecelakaan kerja pada PT. Inti Mitra Sawit Lestari Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan penelitian yang memiliki sifat secara analitik observasional, dimana pendekatannya adalah desain cross sectional study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 66 responden menunjukan bahwa dari 39 orang pekerja yang mempunyai perilaku pekerja beresiko. Menurut hasil uji Exact Fisher, nilai p value adalah 0,000 bisa diberikan simpulan jika ada kaitan antara perilaku pekerja dengan kejadian kecelakaan kerja.Kata kunci: Kecelakaan kerja, perilaku, lingkungan kerja The manufacturing sector is one of the sectors with a high number of work accidents. This study aims to analyze behavioral factors and work environment factors that affect employee work accidents and avoid work accidents at PT. Inti Mitra Sawit Lestari Besitang District Langkat Regency. This research uses an observational analytical research with a cross-sectional study design approach. The results showed that out of 66 respondents showed that out of 39 workers who had worker behavior were at risk. According to the exact fisher test results, the p value is 0.000, it can be concluded that there is a relationship between the behavior of workers and the incidence of work accidents.Keywords: work accident, behavior, work environment
Evaluasi Sistem Surveilans HIV di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Tahun 2018 Febriyanti, Febriyanti; Kusumawardani, Eva Flourentina; Paradhiba, Meutia; Fadillah, Mardi; Putra, Onetusfifsi; Saputra, Firman Firdauz; Chandra Siahaan, Perry Boy; Rimonda, Rubi; Syam, Nasrianti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2516

Abstract

Kasus HIV/AIDS terdapat hampir di semua negara di dunia tak terkecuali Indonesia. Penyakit ini telah menulari seluruh lapisan masyarakat termasuk bayi dan anak-anak. Perlu adanya kegiatan surveilans rutin untuk melakukan pencatatan dan pelaporan sehingga dapat memonitoring jumlah kasus pada periode waktu tertentu. Kegiatan surveilans  HIV merupakan salah satu cara efektif untuk mengontrol penyebaran kasus HIV/AIDS. Tujuan penelitian: untuk memberikan gambaran evaluasi sistem surveilans HIV berdasarkan komponen sistem dan atribut surveilans di Puskesmas yang berada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Metode penelitian: jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara kepada petugas surveilans HIV di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dan Puskesmas sejumlah 24 Puskesmas menggunakan kuesioner. Hasil penelitian: berdasarkan komponen sistem surveilans 53,4% petugas surveilans HIV memiliki tingkat Pendidikan D-III Keperawatan dan 6,7% adalah D-I Keperawatan. Pengumpulan, pengisian formulir hingga alur pelaporan dianggap mudah, namun masih terdapat 66,7% terlambat dalam proses input data ke aplikasi SIHA. Proses analisis hanya dilakukan ditingkat Dinas Kesehatan, sedangkan ditingkat Puskesmas tidak. Sistem surveilans HIV di Kabupaten Blitar masih memerlukan perbaikan dalam pengumpulan data, analisis, ketersediaan pedoman surveilans HIV, dan perlunya peningkatan pengetahuan petugas terkait surveilans HIV.Kata Kunci: Surveilans, HIV/AIDS, Komponen, Sistem, PuskesmasCases of HIV/AIDS are found in almost all countries in the world, including Indonesia. This disease has infected all levels of society, including infants and children. There is a need for routine surveillance activities to record and report so that it can monitor the number of cases in a certain period of time. HIV surveillance is an effective way to control the spread of HIV/AIDS cases. The purpose of the study: to provide an overview of the evaluation of the HIV surveillance system based on the components of the surveillance system and attributes at the Puskesmas in the working area of the Blitar District Health Office. Research method: this type of research was a qualitative research with an evaluation study design. Data was collected by interviewing HIV surveillance officers at the Blitar District Health Office and 24 Puskesmas using a questionnaire. The results of the study: based on the components of the surveillance system, 53.4% of HIV surveillance officers had a D-III Nursing education level and 6.7% were D-I Nursing. Collection, filling out forms and reporting flow are considered easy, but there are still 66.7% late in the process of inputting data to the SIHA application. The analysis process is only carried out at the Health Office level, while at the Puskesmas level it is not. The HIV surveillance system in Blitar Regency still needs improvements in data collection, analysis, availability of HIV surveillance guidelines, and the need to increase staff knowledge regarding HIV surveillance. Keywords: Surveillance, HIV/AIDS, Components, Systems, Puskesmas
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Imunisasi Dasar Pada Bayi Baru Lahir di Ruangan Bayi RSU. Bina Kasih Medan Sunggal Tahun 2021 Rizki, Hudeni; Siagian, Mindo; Sirait, Asima
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2322

Abstract

Berdasarkan data tahun 2019 imunisasi dasar lengkap di Indonesia terdapat jumlah sebesar 93,7%.  Angka ini sudah memenuhi target Renstra tahun 2019 yaitu sebesar 93%. Sedangkan menurut provinsi, terdapat 15 provinsi yang mencapai target Renstra tahun 2019.  Diketahui bahwa seluruh bayi di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Jambi, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Sedangkan provinsi dengan capaian terendah yaitu Aceh (50,9%). Tujuan pemberian imunisasi adalah untuk memberikan kekebalan kepada bayi agar dapat mencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh penyakit yang sering berjangkit. Penelitian ini di lakukan di RSU Bina Kasih Medan Sunggal. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Imunisasi Dasar Pada Bayi Baru Lahir. Metode pendekatan yang digunakan adalah penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini ibu dari bayi baru lahir sebanyak 38 orang. Sampel penelitian terdiri dari 38 ibu dari bayi baru lahir dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Analisis dari data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara umur ibu dengan P value < 0,046, pendidikan ibu dengan P value < 0,025, pengetahuan ibu dengan P value < 0,017, dukungan keluarga terhadap keberhasilan imunisasi dengan P value < 0,037. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan untuk para orang tua dari bayi baru lahir atau saat masa kehamilan menjelang melahirkan banyak mempelajari hal-hal yang khususnya diberikan kepada bayi baru lahir agar lebih memahami dan mengerti tentang apa yang baik yang diberikan ke bayi terutama hal tentang imunisasi dasar lengkap.Kata    Kunci  : Faktor-Faktor Yang Berhubungan, Keberhasilan Imunisasi                         Dasar Lengkap, Bayi Baru Lahir In 2019, complete basic immunization in Indonesia was 93.7%. This figure has met the 2019 Strategic Plan target of 93%. Meanwhile, by province, there were 15 provinces that achieved the 2019 Strategic Plan target. It is known that all infants in the provinces of Bali, West Nusa Tenggara, East Java, South Sumatra, Jambi, DI Yogyakarta, and Central Java have received complete basic immunization. Meanwhile, the province with the lowest achievement was Aceh (50.9%). The purpose of immunization is to provide immunity to infants in order to prevent illness and death of infants and children caused by frequent infectious diseases. This research was conducted at RSU Bina Kasih Medan Sunggal. The purpose of this study was to look at the factors that influence the success of basic immunization in newborns. The approach method used is analytical research with a cross-sectional design. The population of this study were 38 mothers of newborns. The research sample consisted of 38 mothers of newborns with total sampling technique. Analysis of the data using the Chi-Square test. The results showed that there was a relationship between maternal age with P value < 0.046, maternal education with P value < 0.025, mother's knowledge with P value < 0.017, family support for immunization success with P value < 0.037. The suggestion from this research is that it is hoped that parents of newborns or during pregnancy before giving birth learn a lot of things that are especially given to newborns in order to better understand and understand what is good for babies, especially about basic immunizations. complete.Keywords: Related Factors, Immunization Success, Complete Basics, Newborn Bayi
Pengalaman Ibu Nifas Tentang Personal Hygiene dan Adap Menyusui dalam Perspektif Islami Saleha, Siti; Hanum, Zulfa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2363

Abstract

Data menunjukkan penurunan pada indikator AKI (per 100.000 kelahiran hidup) dari 390 pada tahun 1991 menjadi 230 pada tahun 2020 (turun -1,80 % per tahun). Angka tersebut belum mencapai target MDGS tahun 2015, yaitu 102 dan SDGs tahun 2030, yaitu kurang dari 70 per 100.000 KH. Pada indikator AKB, data menunjukkan AKB menurun dari 68 pada tahun 1991 menjadi 24 pada tahun 2017 (turun -3,93 % per tahun). Sama halnya dengan AKI, angka penurunan AKB belum mencapai target MDGs tahun 2015 yaitu 23 dan target SDGs Tahun 2030 yaitu 12. Penelitian ini bersifat  kualitatif  dengan  pendekatan  studi kasus. Penelitian ini bermaksud untuk  mengeksplorasi  secara  mendalam  pengalaman  ibu  nifas  terhadap  budaya  dalam  perawatan masa nifas. Pemilihan  partisipan  dilakukan  secara  snow ball sampling. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah yaitu sebanyak 13 partisipan. Hasil: Pengetahuan Partisipan terhadap Personal hygiene Masa Nifas mayoritas tidak mencari informasi tentang persiapan dirinya dalam menghadapi masa nifas. Mereka hanya menerima informasi yang didapatkan dari tenaga kesehatan setelah melahirkan pada saat pulang kerumah. Pengetahuan Partisipan tentang adap menyusui dalam perspektif islami masih kurang, dikarenakan ibu tidak pernah mendapatkan informasi tentang adap menyusui secara islami. Kata Kunci: Masa nifas, Personal Hygiene dan Adap menyusui  The data shows a decline in the MMR indicator (per 100,000 live births) from 390 in 1991 to 230 in 2020 (down -1.80% per year). This figure has not yet reached the 2015 MDG target, which is 102 and the 2030 SDGs, which is less than 70 per 100,000 KH. In the IMR indicator, data shows IMR decreased from 68 in 1991 to 24 in 2017 (down -3.93% per year). Similar to MMR, the rate of decline in IMR has not yet reached the 2015 MDGs target of 23 and the 2030 SDGs target of 12. This research is qualitative with a case study approach. This study intends to explore in depth the experiences of postpartum mothers on culture in postpartum care. The selection of participants was done by snow ball sampling. The number of participants in this study was as many as 13 participants. Results: The majority of participants' knowledge of personal hygiene during the postpartum period did not seek information about their preparation for the postpartum period. They only receive information they get from health workers after giving birth when they return home. Participant's knowledge about the adap of breastfeeding in an Islamic perspective is still lacking, because the mother has never received information about the adap of breastfeeding in an Islamic.Keywords: postpartum period, personal hygiene and breastfeeding adaptation
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi pada Anak Anwar, Chairanisa; Salamah, Salamah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2484

Abstract

Salah satu pengendalian yang sudah dilakukan oleh Pemerintah adalah memulai vaksinasi anak berusia 6-11 tahun. Adapun reaksi simpang dari vaksin covid 19 yang dikenal sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau Adverse Events Following Immunization (AEFI) adalah kejadian medik yang berhubungan dengan imunisasi baik berupa efek vaksin ataupun efek samping, toksisitas, reaksi sensitivitas, efek farmakologis, atau akibat kesalahan program, koinsidensi, reaksi suntikan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan.  Pemerintah meminta para orangtua tidak panik ketika mendapati anaknya mengalami indikasi gejala kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) usai mendapat suntikan vaksin Covid-19. Beberapa indikasi gejala tersebut seperti nyeri pada lengan bekas suntikan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, menggigil, mual atau muntah, rasa lelah, demam yang ditandai suhu diatas 37,8 derajat celsius, maupun gejala mirip flu dan menggigil selama 1 – 2 hari. Langkah penanganan dini yang dimaksud ialah membuat anak cukup beristirahat dan minum obat penurun panas jika diperlukan. Serta upayakan agar anak mengkonsumsi air putih yang cukup. Lalu, jika terdapat rasa nyeri di tempat bekas suntikan, usahakan tetap gerakan dan gunakan lengan anak.  Setelah melakukan penanganan dini, orang tua agar segera melaporkan temuan KIPI yang dialami anak ke Puskesmas atau ke sentral vaksinasi. Hal ini akan menjadi input evaluasi pelaksanaan vaksinasi kedepannya serta penanganan lebih lanjut. Tujuan penelitian : untuk melakukan evaluasi monitoring kejadian ikutan pasca imunisasi Covid-19 pada anak. Rancangan penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Tahapan penelitian ini dimulai dengan penentuan subjek penelitian yaitu anak Sekolah Dasar di Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh 2.709 orang. Dikarenakan jumlah subjek penelitian yang berjumlah besar, maka ditentukan rumus jumlah sampel yaitu sebanyak 268 orang siswa SD di Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh, setelahnya peneliti melakukan wawancara terhadap responden dengan menggunakan kuesioner. Hasil pengumpulan data diolah dan dianalisa secara univariate dan bivariate menggunakan uji chi-square untuk menunjukkan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi covid-19 pada anak.Kata kunci: kejadian ikutan pasca imunisasi, anakOne of the controls that has been carried out by the Government is to start vaccinating children aged 6-11 years. The adverse reactions from the COVID-19 vaccine, known as Adverse Events Following Immunization (AEFI) are medical events related to immunization, either in the form of vaccine effects or side effects, toxicity, sensitivity reactions, pharmacological effects, or other consequences. program error, coincidence, injection reaction, or undetermined causal relationship. The government asks parents not to panic when they find their children have symptoms of post-immunization follow-up (AEFI) after receiving the Covid-19 vaccine. Some of the indications for these symptoms include pain in the injection site, headache, muscle aches, joint pain, chills, nausea or vomiting, fatigue, fever marked by a temperature above 37.8 degrees Celsius, or flu-like symptoms and chills for 1-2 day. The early treatment step in question is to make the child get enough rest and take fever-reducing medication if needed. And try to get your child to drink enough water. Then, if there is pain at the injection site, try to keep moving and use the child's arm. After carrying out early treatment, parents should immediately report the findings of AEFI experienced by the child to the Puskesmas or to the vaccination center. This will be an input for evaluating the implementation of vaccination in the future as well as further handling. The purpose of the study: to evaluate the monitoring of co-occurrence after Covid-19 immunization in children. The design of this study used an analytical research design with a cross sectional approach. This research stage begins with determining the research subject, namely elementary school children in Syiah Kuala District, Banda Aceh 2,709 people. Due to the large number of research subjects, the formula for the number of samples was determined, namely as many as 268 elementary school students in Syiah Kuala District, Banda Aceh, after which the researchers conducted interviews with respondents using questionnaires. The results of data collection were processed and analyzed univariately and bivariately using the chi-square test to show the occurrence of post-covid-19 immunization in children.Keywords: post-immunization adverse events, children
Hubungan Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dengan Vaksinasi Covid-19 Pada Anak Usia 11-17 Tahun di Desa Pulo Bate Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie Namira, Una; Masthura, Syarifah; Mulfianda, Riyan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2313

Abstract

Pemberian vaksinasi Covid-19 pada anak usia 11 sampai 17 tahun, memunculkan berbagai macam persepsi orang tua. Orang tua tidak akan memvaksinasi anaknya karena takut akan efek dan resiko setelah di vaksinasi, takut vaksinasi membuat anaknya cacat, dan juga ada yang mengatakan akan memvaksin anaknya karena tuntutan dari proses belajar mengajar (PBM) yang mengharuskan anak usia sekolah divaksinasi COVID-19.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi orang tua terhadap vaksinasi Covid-19 pada anak usia 11-17 tahun di Desa Pulo Bate Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie.jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskripsi korelasi dengan desain atau pendekatan cross-sectional.populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki anak usia 11-17 tahun sebanyak 43 populasi di Desa Pulo Bate Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie.Hasil penelitian univariat diketahui bahwa dari 43 responden,sebagian besar responden tidak lengkap vaksinansi Covid-19 anak usia 11-17 tahun yaitu sebanyak 25 responden (58,14%),mayoritas yang memiliki pengetahuan rendah tentang vaksinasi Covid-19 yaitu sebanyak 26 responden (60,47%) dan sebagian besar responden memiliki persepsi negatif tengtang vaksinasi Covid-19 pada anak usia 11-17 tahun yaitu sebanyak 24 responden (55,81%).Hasil penelitian bivariat di peroleh hasil adanya hubungan pengetahuan orang tua terhadap vaksinasi Covid-19 pada anak usia 11-17 tahun  (p value = 0,001) dan adanya hubungan persepsi orang tua terhadap vaksinasi Covid-19 pada anak usia 11-17 tahun di Desa Pulo Bate Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie (P value=0,001).Peneliti menyarankan agar masyarakat mendapatkan edukasi yang tepat mengenai manfaat vaksinasi Covid-19 pada anak uasia 11-17 tahun dari pihak terkaitKata Kunci :   Pengetahuan, Persepsi Orang Tua, Vaksinasi Covid-19 The Covid-19 vaccination on 11-17 years-old children has created many parents' perceptions about vaccines. Some parents tend to refuse their children to be vaccinated because they were worried about the effects and also the possible risks post-vaccination. The common comment from parents about the vaccine is parents worry that the vaccines can cause crippling. Besides, the vaccine obligation is a requirement from schools that requires students to be vaccinated. This study aims to investigate parents’ perceptions toward covid-19 vaccination on 11-17 years-old children in Pulo Bate Village, Glumpang Tiga, Pidie. This research was a correlation description study with a cross-sectional design. The population was all parents that have 11-17-year-old children with a total of 43 samples in Pulo Bate Village, Glumpang Tiga, Pidie. The univariate result showed that from 43 samples, most respondents with 11-17-year-old children with uncompleted covid-19 vaccination as much as 25 samples (58,14%), with less knowledge of covid-19 vaccination as much as 26 samples (60,47%) and with respondents who had negative perception toward covid-19 vaccination on 11-17-year-old children were 24 samples (55,81%). The bivariate result indicated that there was a relationship between parents’ knowledge of covid-19 vaccination on 11-17-year-old children (p-value = 0,001) and parents’ perceptions toward covid-19 vaccination on 11-17-year-old children in Pulo Bate Village, Glumpang Tiga, Pidie (p-value = 0,001). This study recommends that the local health center provide better knowledge and education for parents about covid-19 vaccination benefits.Keywords : knowledge, perceptions, covid-19 vaccination.

Page 67 of 123 | Total Record : 1226