cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Siswa dengan Tindakan Pencegahan Penyalahgunaan Napza di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri II Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan ZA, Raudhatun Nuzul; Meilina, Rulia; Willis, Ratna; Anggraini, Sasmita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3790

Abstract

Penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) pada usia remaja dapat mengakibatkan terganggunya fungsi otak dan perkembangan moral pemakainya, intoksitasi (keracunan), overdosis (OD) yang dapat menyebabkan kematian karena terhentinya pernapasan dan perkembangan otak, gangguan prilaku (mental sosial), gangguan kesehatan, menurunnya nilai-nilai, serta masalah ekonomi dan hukum. NAPZA akan merusak disiplin dan motivasi yang sangat tinggi untuk proses belajar siswa. penyalahgunaan NAPZA akan beresiko besar terjadinya tindak kejahatan dan perilaku asosial pada siswa yang akan menganggu ketertiban dan keamanan dalam proses belajar, merusak barang-barang sekolah hingga meningkatnya perkelahian antar siswa. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Aceh Selatan dengan wilayah kerja Barat Selatan melaksanakan upaya-upaya Pencegahan, Pemberdayaan, Rehabilitasi serta Pemberantasan baik di lingkungan masyarakat, keluarga, instansi pemerintah, instansi swasta maupun instansi pendidikan . Untuk kasus-kasus yang terjadi di usia remaja dengan katagori umur 12 tahun - 20 tahun (Remaja ) banyak terjadi beberapa hal di lapangan. Adapun kasus yang diamati maupun yang terlaporkan oleh masyarakat, keluarga dan pihak berwenang banyaknya usia remaja yang sudah mengenal narkoba dan dalam tahap pakai coba-coba dimulai dari rokok diusia tingkat SLTP/ SLTA dan di tambah dengan kasus laporan menghisap lem cap kambing hal ini sangat meresahkan masyarakat maupun pihak keluarga dan dunia Pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap siswa dengan tindakan pencegahan NAPZA di SMA Negeri II Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunaka desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMA Negeri 2 Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan yang berjumlah 38 siswa. Analisis data dilakukuan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan siswa tentang pencegahan penyalahgunaan NAPZA baik (92,1%). Sikap siswa tentang pencegahan Penyalahgunaan NAPZA negatif (86,8%). Tindakan pencegahan penyalahgunaan NAPZA pada siswa negatif  (89,5%). Hasil penelitian ini didapat bahwa tidak ada hubungan sikap siswa dengan  tindakan pencegahan penyalahgunaan NAPZA di SMA Negeri 2  Tapaktuan  Kabupaten Aceh selatan (p value = 0,53) dan tidak terdapat hubungan pengetahuan siswa  dengan  tindakan pencegahan penyalahgunaan NAPZA di SMA Negeri 2 Tapaktuan Kabupaten Aceh selatan (p=0,41). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap siswa dengan Tindakan pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Namun demikian disarankan kepada Pihak Sekolah agar memperhatikan upaya sarana atau prasarana untuk memberantas NAPZA.Kata Kunci: NAPZA, Remaja, Sikap, PengetahuanAbuse of narcotics, alcohol, psychotropic substances and other addictive substances (NAPZA) in adolescence can result in disruption of brain function and moral development of the user, intoxication (poisoning), overdose (OD) which can cause death due to cessation of breathing and brain development, behavioral disorders ( social mental health), health problems, declining values, as well as economic and legal problems. Drugs will damage discipline and very high motivation for the student learning process. Drug abuse will pose a big risk of crime and asocial behavior among students which will disrupt order and security in the learning process, damage school property and increase fights between students. The South Aceh Regency National Narcotics Agency with its South West working area carries out Prevention, Empowerment, Rehabilitation and Eradication efforts both in the community, family, government agencies, private agencies and educational institutions. For cases that occur in adolescents in the age category 12 years - 20 years (Adolescents), several things happen in the field. As for the cases observed and reported by the community, families and the authorities, many teenagers are already familiar with drugs and are in the stage of trial and error, starting with cigarettes at middle school/high school level and added to the case of reports of smoking goat stamp glue, this is very disturbing. society and the family and the world of education. The aim of this research is to determine the relationship between students' knowledge and attitudes and drug prevention measures at SMA Negeri II Tapaktuan, South Aceh Regency. This research method is analytical research using a cross sectional research design. The population in the study were 38 students of SMA Negeri 2 Tapaktuan, South Aceh Regency. Data analysis carried out included univariate analysis and bivariate analysis using the Chi-Square Test. The research results showed that students' knowledge about preventing drug abuse was good (92.1%). Students' attitudes about preventing drug abuse are negative (86.8%). Actions to prevent drug abuse among students are negative (89.5%). The results of this research showed that there was no relationship between student attitudes and measures to prevent drug abuse at SMA Negeri 2 Tapaktuan, South Aceh Regency (p value = 0.53) and there was no relationship between student knowledge and measures to prevent drug abuse at SMA Negeri 2 Tapaktuan, South Aceh Regency. (p=0.41). Based on the research results, it is known that there is no significant relationship between students' knowledge and attitudes and drug abuse prevention measures. However, it is recommended that schools pay attention to facilities or infrastructure efforts to eradicate drugs. Keywords: NAPZA, Attitudes, Knowledge
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Breastfeeding Father dengan Keberhasilan Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Juli II Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen Ferinawati, Ferinawati; Husniati, Husniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3370

Abstract

United Nations Children's Fund (UNICEF) and World Health Organization (WHO) menyarankan agar bayi baru lahir disusui secara eksklusif setidaknya selama 6 bulan untuk mencegah kematian anak. WHO menyampaikan bahwa hanya sebesar 38% cakupan ASI. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan breastfeeding father dengan keberhasilan ASI ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Juli II Kabupaten Bireuen. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan proses pengumpulan data dengan menggunakan teknik kuota sampling sebanyak 38 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Juli II Kabupaten Bireuen pada bulan Juni s/d Juli 2023. Dari hasil uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) hasil perhitungan menunjukkan nilai p (0,000) < α (0,05) berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian didapatkan ada hubungan pengetahuan dengan keberhasilan ASI ekslusif. Dari hasil uji Chisquare dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) hasil perhitungan menunjukkan nilai p (0,028) < α (0,05) berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian didapatkan ada hubungan breastfeeding father dengan keberhasilan ASI ekslusif. Diharapkan agar bisa menjadi bahan masukan serta bahan evaluasi tentang efektivitas Breastfeeding father terhadap keberhasilan ASI ekslusif . Sebagai bahan informasi dan masukan kepada responden tentang bagaimana efektivitas breastfeeding father terhadap keberhasilanASI ekslusif. Sebagai bahan masukan terhadap ibu akan perlunya pengetahuan yang baik dan breastfeeding father yang baik sehingga terwujudnya pemberian ASI ekslusif.Kata Kunci : Pengetahuan, Breasfeeding Father, ASI EkslusifThe United Nations Children's Fund (UNICEF) and World Health Organization (WHO) recommend that newborn babies be exclusively breastfed for at least 6 months to prevent child death. WHO said that only 38% of breast milk coverage. This research was conducted with the aim of finding out the relationship between mother's and father's knowledge of breastfeeding with the success of exclusive breastfeeding in the Juli II Health Center Work Area, Bireuen Regency. The research design used is analytical research with a cross sectional approach. Samples were taken using a data collection process using a quota sampling technique of 38 respondents. Data collection uses a questionnaire. This research was conducted in the Juli II Health Center Work Area, Bireuen Regency from June to July 2023. From the results of the Chi-square test with a confidence level of 95% (α = 0.05), the calculation results show that the p value (0.000) < α (0.05) means Ha is accepted and H0 is rejected, thus it is found that there is a relationship between knowledge and the success of exclusive breastfeeding. From the results of the Chi-square test with a confidence level of 95% (α = 0.05), the calculation results show that the p value (0.028) < α (0.05) means that Ha is accepted and H0 is rejected. Thus, it is found that there is a relationship between breastfeeding fathers and the success of exclusive breastfeeding. It is hoped that this can be used as input and evaluation material regarding the effectiveness of breastfeeding fathers on the success of exclusive breastfeeding. As information and input for respondents about the effectiveness of breastfeeding fathers on the success of exclusive breastfeeding. As input to mothers about the need for good knowledge and good breastfeeding fathers so that exclusive breastfeeding can be achieved.Keywords : Knowledge, Breastfeeding Father, Exclusive Breastfeeding
Hubungan Pola Makan dan Stres dengan Kejadian Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh Anwar, Chairanisa; Asyura, Finaul; Novia, Dela
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3953

Abstract

Meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus dapat disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah faktor keturunan/genetik, obesitas, perubahan gaya hidup, pola makan yang salah, obat-obatan yang mempengaruhi kadar glukosa darah, kurangnya aktivitas fisik, proses menua, kehamilan, perokok dan stres. Jumlah penderita diabetes mellitus tipe 2 yang berobat di RS Bhayangkara sebanyak 104 orang pada tahun 2021. Dari 15 pasien DM diperoleh bahwa sebagian besar yaitu 9 pasien memiliki kebiasaan buruk yaitu tidak menjalankan diet yang disarankan oleh dokter. Dan mayoritas responden mengalami stres dengan kegiatan keseharian. Untuk mengetahui hubungan pola makan dan stres dengan kejadian diabetes mellitus pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional, total sampel 66 orang pasien yang berobat di Rumah Sakit Bhayangkara. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling yaitu responden yang bertemu dengan peneliti saat penelitian. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 66 yang berobat di Rumah Sakit Bhayangkara, bahwa ada hubungan P value 0,001 pola makan, ada hubungan P value 0,023 stres dengan kejadian diabetes mellitus pada pasien yang berobat di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh. Ada hubungan pola makan dan stres dengan kejadian diabetes mellitus pada pasien yang berobat di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh. Diharapkan pasien lebih patuh terhadap penyuluhan terkait cara mengontrol gula darah sehingga masalah tersebut bisa teratasi khususnya kejadian stres pada penderita diabetes mellitus serta patuh menjalankan tentang mengontrol gula darah sehingga kejadian stres bisa teratasi.Kata Kunci: Kejadian diabetes mellitus, pola makan dan stres The increasing number of people with diabetes mellitus can be caused by many factors, including heredity/genetic factors, obesity, lifestyle changes, wrong eating patterns, drugs that affect blood glucose levels, lack of physical activity, the aging process, pregnancy, smoking and stress The number of people with type 2 diabetes mellitus seeking treatment at Bhayangkara Hospital is 104 people in 2021. Of the 15 DM patients, it was found that the majority, namely 9 patients, had bad habits, namely not following the diet suggested by the doctor. And the majority of respondents experience stress with daily activities. To determine the relationship between diet and stress with the incidence of diabetes mellitus in outpatients at Bhayangkara Hospital in Banda Aceh in 2022. This study was an analytic study with a cross-sectional design, a total sample of 66 patients who were treated at Bhayangkara Hospital. The sampling technique was accidental sampling, namely respondents who met the researcher during the study. This research was conducted from 6 – 18 June 2022. The results of the study showed that 66 who were treated at Bhayangkara Hospital, that there was a P value 0.001 relationship with eating patterns, there was a P value 0.023 relationship with stress with the incidence of diabetes mellitus in patients treated at Bhayangkara Hospital Banda Aceh. There is a relationship between diet and stress with the incidence of diabetes mellitus in patients seeking treatment at Bhayangkara Hospital in Banda Aceh. It is hoped that patients will be more obedient to counseling related to how to control blood sugar so that these problems can be resolved, especially the events of stress in people with diabetes mellitus and adherence to carrying out about controlling blood sugar so that stress events can be resolved.Keywords: Diabetes mellitus, diet and stress
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Mekanisme Koping Keluarga Yang Memiliki Anak Retardasi Mental di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Banda Aceh Wedia, Novita; Putra, Yadi; Desreza, Nanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3420

Abstract

Retardasi mental merupakan keadaan taraf perkembangan kecerdasan dibawah normal sejak lahir atau masa anak-anak, biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan. Prevalensi retardasi mental pada anak di dunia sebesar 14,8%. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 prevalensi gangguan mental emosional (cacat mental) di Indonesia sebesar 9,8% meningkat dibandingkan tahun 2013 sebesar 6%. Prevalensi disabilitas pada anak usia 5-17 tahun di Indonesia sebesar 3,3% dan retardasi mental sudah termasuk didalamnya. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan mekanisme koping keluarga yang memiliki anak retardasi mental di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Banda Aceh tahun 2023. Metode penelitian ini bersifat Analitik dengan jumlah populasi sebanyak 50 orang dan jumlah sampel sebanyak 50 orang tua yang memiliki anak retardasi mental, tekhnik pengambilan sampel secara Total Sampling. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 7-12 Januari 2023 dengan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden sebagian besar dukungan sosial pada kategori mendukung sebanyak 33 orang (66%) dan sebagian besar mekanisme koping pada kategori adaptif sebanyak 35 orang (70%) dengan p value 0,004, sehingga ada hubungan antara dukungan sosial dengan mekanisme koping pada orang tua yang memiliki anak retardasi mental. Diharapkan untuk selalu meningkatkan pengetahuan dengan menggali informasi tentang retardasi mental serta meningkatkan mekanisme koping dalam menghadapi anak retardasi mental. Kata kunci: Retardasi Mental, Mekanisme Koping, Dukungan SosialIntellectual disability or mental retardation is charcterized by below-average intelligence ability or mental ability and lack of skilss necessary for day-to-day living developing from birth or childhood. The world prevalence of mental retardation in children is 14.8%. The data from Basic Health Research (Riskesdas) in 2018 shows that the prevalences of mental emotional disorders (mental disability) in Indonesia was 9.8% of 6% from 2013. The prevalence of disability in children and mental retardation aged 5-17 years is 3.3%. This study aims to know the relationship between social support and coping mechanisms of families with intellectually disabled children in Special Schools (SLB) Banda Aceh, 2023. The research method was analytical with a population of 50 parents. The sample was taken by using a total sampling technique with a total of 50 parents who have children with intellectual disabilities. The research conducted on January 7-12, 2023. Univariate and bivariate analyses used to analyze the data. The results show that of 50 respondents, 30 parents were in the supportive category. It means parents gave most of their social support to children with intellectual abilities. The findings also reveal that around 35 parents had the most coping mechanisms in the adaptive category (70%) p-value of 0.004. The results prove that there is a relationship between social support and coping mechanisms among parents of children with intellectual disabilities. This study recommends that parents to constantly broaden their knowledge by exploring more information on mental retardation and enhancing coping mechanisms when interacting with intellectually disabled kids. Keywords: : Intellectual Disability, Coping Mechanisms, Social Support
Perbedaan Berat Badan Sebelum dan Sesudah Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Pada Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe Mursyida, Rika; Budi, Setia; Huzaimah, Huzaimah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3597

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga tinggi dan berat badan anak tidak sesuai dengan usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi kondisi stunting baru terlihat setelah bayi berusia 2 (dua) tahun. Anak yang mengalami gizi kronis ditandai dengan tinggi badan yang lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Indonesia menempati urutan kedua di Asia Tenggara dan keempat dunia dengan beban anak yang mengalami stunting. Berdasarkan hasil Studi Kasus Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, prevalensi stunting di Indonesia berada di 24,4 persen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan Berat Badan Sebelum Dan Sesudah Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Pada Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Kecamatan Blang Mangat. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen murni, desain penelitian menggunakan posttest only control group design. Stephen Isaac dkk (1984), menjelaskan bahwa penelitian ini melibatkan dua kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada 1 sampel. Analisis data menggunakan uji T-Test dan korelasi produk moment pearson dengan bantuan Komputerisasi. Sampel dalam penelitian ini adalah Total Sampling yaitu seluruh populasi yang terdiri dari 65 baduta dan balita yang mengalami stunting, pengumpulan data dilaksanakan mulai tanggal 7 September sampai dengan 9 November Tahun 2023. Analisa data dilakukan dengan analisa data dengan menggunakan uji statistik T-tes independent. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan melakukan observasi langsung kenaikan berat badan setiap 2 kalai dalam sebulan para responden dan kemudian dikumpulkan dan diolah dengan sistem komputerisasi melalui editing, coding dan tabulating. Hasil analisis data berat badan dilakukan dengan teknik independent sample t-test, diketahui nilai Signifikan 0,000. Nilai Signifikansi yang telah ditetapkan yaitu sebesar 0,05 (Sig.2 tailed < 0,05) maka H0 ditolak, sedangkan Ha diterima. Hasil analisis menunjukkan nilai Sig 2 tailed yaitu 0,000 lebih kecil dibandingkan nilai signifikansi yang telah ditetapkan yaitu 0,05 (Sig.2 tailed<0,05, 0,000<0,05). Berdasarkan hasil uji analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata skor berat badan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Disarankan dapat menjadi sumber informasi bagi pemerintah kota Lhokseumawe dalam meningkatkan komunikasi dan sinergi antara pusat dan daerah harus terjalin baik dalam meningkatkan upaya-upaya inovatif dalam percepatan penyelesaian masalah kesehatan, khususnya penanganan stunting.Kata Kunci : Berat Badan, Pemberian Makanan Berbahan Pangan Lokal, StuntingStunting is a condition of failure to thrive in children under five years old (babies under five years) resulting from chronic malnutrition so that the child's height and weight do not match their age. Malnutrition occurs when the baby is in the womb and in the early days after the baby is born, but stunting only appears after the baby is 2 (two) years old. Children who experience chronic malnutrition are characterized by a lower or shorter height (stunt) than their age standard. Indonesia ranks second in Southeast Asia and fourth in the world in terms of the burden of children experiencing stunting. Based on the results of the 2021 Indonesian Nutrition Case Study (SSGI), the prevalence of stunting in Indonesia is 24.4 percent. The aim of this research is to determine the difference in body weight before and after giving additional food made from local food to reduce the incidence of stunting in the Blang Mangat sub-district work area. The research design used in this research uses pure experimental research; the research design uses posttest-only control group design. Stephen Isaac et al. (1984) explained that this research involved two experimental groups and a control group in one sample. Data analysis used the T-test and Pearson product moment correlation with the help of computerization. The sample in this study was total sampling, namely the entire population consisting of 65 toddlers and toddlers who experienced stunting. Data collection was carried out from September 7 to November 9, 2023. Data analysis was carried out by analyzing the data using the independent T-test statistical test. Data collection was carried out by distributing direct observations of weight gain every two times a month among respondents, and then collected and processed using a computerized system through editing, coding, and tabulating. The results of the analysis of body weight data were carried out using the independent sample t-test technique, and it was found that the significant value was 0.000. The significance value that has been set is 0.05 (Sig.2 tailed < 0.05), so H0 is rejected while Ha is accepted. The analysis results show that the Sig. 2 tailed value is 0.000, which is smaller than the significance value that has been set, namely 0.05 (Sig. 2 tailed <0.05, 0.000 <0.05). Based on the results of the analysis test, it can be concluded that there is a significant difference in the average body weight score between the experimental group and the control group. It is recommended that it be a source of information for the Lhokseumawe city government in improving communication and synergy between the center and the regions. It must be well established to increase innovative efforts in accelerating the resolution of health problems, especially stunting.Keywords: body weight, providing food made from local food, stunting
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penyakit Diabetes Mellitus Tipe-2 di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh Aisyah, Siti; Safitri, Faradilla; Rosdiana, Eva
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3321

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai peningkatan glukosa darah. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Umum Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh tahun 2021 jumlah pasien diabetes sebanyak 275 kasus dan tahun 2022 sebanyak 293 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor umur, jenis kelamin, pendidikan, gaya hidup dan faktor keturunan pada pasien di ruang Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi sebanyak 258 dan sampel sebanyak 72 orang dengan teknik pengambilan secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Pengumpulan data penelitian ini telah dilaksanakan dari tanggal 21 Juni sampai dengan 7 Juli 2023 di ruang poli penyakit dalam Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat bivariate menggunakan uji chi square test. Hasil penelitian analisis bivariat diperoleh variabel umur (p-value = 0.287), jenis kelamin (p-value = 0.381), pendidikan (p-value = 0.358), gaya hidup (p-value = 0.001), dan faktor keturunan (p-value = 0.000) . Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup dan faktor keturunan dengan kejadian DM Tipe-2 dan tidak ada hubungan umur, pendidikan dan jenis kelamin dengan kejadian D Tipe-2 di Ruang Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh. Saran bagi petugas kesehatan dapat memberikan penanganan secara tepat bagi pasien penderita diabetes melitus dan memberikan edukasi kepada seluruh pasien yang berkunjung tentang bahaya diabetes melitus dan merubah kebiasaan tidak baik menjadi perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit diabetes melitus.Kata Kunci : DM Tipe-2, gaya hidup, keturunanDiabetes Mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by an increase in blood glucose. Based on data from the Iskandar Muda Banda Aceh Level II General Hospital, in 2021 there will be 275 cases of diabetes patients and in 2022 there will be 293 cases. The purpose of this study was to determine the factors of age, gender, education, lifestyle and heredity in patients in the Internal Medicine Poly ward at Iskandar Muda Hospital, Banda Aceh. Analytic research method with a cross sectional approach, a population of 258 and a sample of 72 people with accidental sampling technique. The research instrument used a questionnaire by means of interviews. The data collection for this research was carried out from 21 June to 7 July 2023 in the internal medicine poly room at the Iskandar Muda Hospital, Banda Aceh. Data processing by editing, coding, data entry, tabulating, and data analysis in a univariate bivariate manner using the chi square test. The results of the bivariate analysis research obtained the variables age (p-value = 0.287), gender (p-value = 0.381), education (p-value = 0.358), lifestyle (p-value = 0.001), and heredity (p-value = 0.000). The conclusion is that there is a significant relationship between lifestyle and heredity with the incidence of Type-2 DM and there is no relationship between age, education and gender with the incidence of Type-2 D in the Internal Medicine Poly Room at Level II Hospital Iskandar Muda Banda Aceh. Suggestions for health workers can provide appropriate treatment for patients with diabetes mellitus and provide education to all visiting patients about the dangers of diabetes mellitus and changing bad habits into clean and healthy living behaviors to avoid diabetes mellitus.Keywords: DM Type-2, lifestyle, heredity
Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pidie Kabupaten Pidie Tahun 2023 Winandar, Aris; Safmila, Yuliani; Indiraswari, Tika; Darimi, Muhammad
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3776

Abstract

ABSTRACTStunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama karena pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Pada tahun 2017 sekitar 150,8 juta atau 22,2% balita di dunia mengalami stunting., Di Puskesmas Pidie pada Tahun 2023 penderita stunting sebanyak 100 responden. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah “Faktor Risiko Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pidie Kabupaten Pidie Tahun 2023”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan risiko riwayat penyakit infeksi, dan imunisasi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pidie Kabupaten Pidie Tahun 2023. Penelitian ini dilaksanakan pada 19 Desember 2023 s.d 4 Januari 2024. Penelitian berbentuk  survei analitik dengan pendekatan desain studi case control, teknik pengambilan sampek dengan Total Sampling pada sampel 100 responden. Data dianalisis dengan menggunakan statistik chi-square. Hasil analisa bivariat  dari 100 responden diperoleh bahwa ada hubungan risiko dengan  kejadian stunting dengan riwayat penyakit infeksi (P=0,000), dan imunisasi (P=0,000) Bedasarkan hasil tersebut maka saran yang dapat diberikan yaitu: Agar memperhatikan kondisi sanitasi lingkungan dan asupan gizi yang diberikan terutama faktor lain yang berkaitan dengan stunting agar mencegah peningkatan stunting secara komprehansif mengendalikan faktor resikonya.Kata Kunci: kejadian stunting, riwayat penyakit infeksi,dan imunisasiStunting is a chronic nutritional problem caused by insufficient nutritional intake over a long period of time due to providing food that does not meet needs. In 2017, around 150.8 million or 22.2% of children under five in the world experienced stunting. In Pidie Health Center in 2023, there will be 100 respondents suffering from stunting. The problem studied in this research is "Risk Factors for Stunting in Toddlers in the Pidie Community Health Center Working Area, Pidie Regency in 2023". This research aims to determine the relationship between the risk of a history of infectious disease and immunization with the incidence of stunting in the work area of the Pidie Health Center, Pidie Regency in 2023. This research was conducted from 19 December 2023 to 4 January 2024. The research took the form of an analytical survey with a control case study design approach, techniques sampling with Total Sampling on a sample of 100 respondents. Data were analyzed using chi-square statistics. The results of bivariate analysis from 100 respondents showed that there was a relationship between the risk of stunting and a history of infectious disease (P=0.000) and immunization (P=0.000). Based on these results, suggestions that can be given are: To pay attention to environmental sanitation conditions and adequate nutritional intake. especially other factors related to stunting in order to prevent the increase in stunting by comprehensively controlling the risk factors.Keywords: incidence of stunting, history of infectious diseases, and immunization
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Premestrual Syndrome Pada Remaja Putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie Husna, Asmaul; Rahmi, Nuzulul; Safitri, Faradilla; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1938

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) terdapat lebih dari separuh penduduk dunia berusia dibawah 25 tahun dan 80% dari mereka tinggal di Negara berkembang. Prevalensi penderita premenstrual syndrome di dunia menurut penelitian Fatimah (2019) di negara Libanon sebesar 54,6% dan di negara Srilanka sebesar 65,7%. Kemudian prevalensi premenstrual syndrome di negara Iran sebesar 98,2%, di negara Brazil sebesar 39%, di negara Australia sebesar 44% dan di negara Jepang sebesar 34% (Alvionita, 2019). Berdasarkan data dari jurnal Archieves of Internal Medicine, studi yang dilakukan terhadap 3000 wanita didapatkan hasil sekitar 90% perempuan mengalami premenstrual syndrome sebelum menstruasi (Susanti et al, 2017). Masalah kesehatan reproduksi di Indonesia perlu mendapat perhatian yang cukup karena masalah kesehatan reproduksi juga masalah kesehatan yang akan berdampak pada kesehatan lainnya. Masalah kesehatan reproduksi salah satunya termasuk pada kaum remaja. Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Remaja termasuk dalam kelompok penduduk yang perlu mendapat perhatian terhadap kesehatan reproduksi. Remaja perlu mengenal tubuh dan organ reproduksi, perubahan fisik dan psikologis, agar dapat melindungi diri dari resiko yang mengancam kesehatan dan keselamatan fungsi organ reproduksinya (Aryani, 2017). Untuk mengetahui pengaruh pola, aktivitas fisik dan usia menarche dengan kejdian premenstrual syndrome. Penelitian ini dilakukan di gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie pada tanggal pada pada tanggal 13-18 Desember 2021. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie yang berjumlah 57 remaja. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dijadikan sampel yang berjumlah 57 remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie. Hasilanalisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat mennyimpulkan  hasil dari penenelitian sebagai berikut tedapat ada pengaruh Ada pengaruh pola makan dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,000, Ada pengaruh aktivitas fisik dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,000, Tidak ada pengaruh usia menarche dengan kejadian pre menstrual syndrome pada remaja putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie dengan hasil nilai p-value 0,147.Kata Kunci : Pola Makan, Aktivitas Fisik, Usia MenarcheAccording to the World Health Organization (WHO) there are more than half of the world's population under the age of 25 years and 80% of them live in developing countries. According to Fatimah's research (2019), the prevalence of premenstrual syndrome sufferers in the world is 54.6% in Lebanon and 65.7% in Sri Lanka. Then the prevalence of premenstrual syndrome in Iran is 98.2%, in Brazil it is 39%, in Australia it is 44% and in Japan it is 34% (Alvionita, 2019). Based on data from the journal Archives of Internal Medicine, a study conducted on 3000 women found that around 90% of women experienced premenstrual syndrome before menstruation (Susanti et al, 2017). Based on data from the journal Archives of Internal Medicine, a study conducted on 3000 women found that around 90% of women experienced premenstrual syndrome before menstruation (Susanti et al, 2017). Reproductive health problems in Indonesia need sufficient attention because reproductive health problems are also health problems that will have an impact on other health. One of the reproductive health problems, including adolescents. Adolescence is a dynamic phase of development in the life of an individual. Adolescents are included in the population group that needs attention to reproductive health. Adolescents need to know the body and reproductive organs, physical and psychological changes, in order to protect themselves from risks that threaten the health and safety of their reproductive organ functions (Aryani, 2017). To determine the effect of pattern, physical activity and age of menarche with the incidence of premenstrual syndrome. This research was conducted in Kampong Pukat Village, Pidie District, Pidie Regency on December 13-18, 2021. The population of this study was all young women in Kampong Pukat Village, Pidie District, Pidie Regency, totaling 57 teenagers. So the sample in this study was the entire population as a sample, amounting to 57 young women in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie Regency. The results of the bivariate analysis showed that Based on the results of the research that has been done, the research can conclude the results of the research as follows: There is an effect of eating patterns with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie Regency with p-value results 0.000, There is an effect of physical activity with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, Pidie District with a p-value of 0.000, There is no effect of age at menarche with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Gampong Kampong Pukat, Pidie District, District Pidie with a p-value of 0.147.Keywords: Diet, Physical Activity, Age of Menarche
Pengaruh Edukasi Kadarzi (Keluarga Sadar Gizi) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dan Upaya Pencegahan Stunting di Nisam Kab. Aceh Utara Chaizuran, Meutia; Hernita, Hernita; Bukhari, Bukhari; Fatna, Nesa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3855

Abstract

Stunting adalah kondisi anak usia di bawah lima tahun yang panjang dan/atau tinggi badannya kurang dibandingkan anak seusianya.Stunting anak di Indonesia dikaitkan dengan berbagai determinan salah satunya adalah pendidikan dan status social ekonomi rendah Program KADARZI (Keluarga Sadar Gizi) bertujuan agar setiap anggota keluarga memiliki perilaku gizi yang seimbang, dapat mengidentifikasi permasalahan kesehatan dan gizi, serta melakukan strategi penanganan dari permasalahan yang dihadapi.Desain penelitian menggunakan quasy experimental with one group pre post dengan sampel sebanyak 40 yang diperoleh dengan secara purposive sampling. Pengambilan data menggunakan intrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari data demografi, pengetahuan orang dan upaya orang tua tua terhadap stunting. Hipotesis dianalisa dengan cara uji beda mean sebelum dan sesudah edukasi KADARZI dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan upaya pencegahan stunting dengan p value = 0,000. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan upaya preventif di masyarakat dapat dilakukan dengan melakukan berbagai program terkait gizi pada anak.Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition so that the child is shorter than another child his age in general. Stunting in Indonesia is associated with various determinants, which is education and low socio economic status.KADARZI aims to ensure that each family member has balanced nutritional behavior, can identify health and nutritional problem, and implements strategies to deal with the problem. The research using quasi experimental design with one group pre post with 40 sample. Data collected using questionnaire include the characteristic of respondent, knowledge and stunting prevention.Data analysis used by Wilcoxon signed rank test. The result of the study showed relation between KADARZI education with knowledge and stunting prevention with p-value = 0,000. The suggestion for the community is to paying attention with child nutrition programeKeywords: Stunting, Kadarzi, Knowledge, Prevention, Community
Pengaruh Sikap Keluarga Dengan Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Tanggap Darurat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Wahyuni, Sri; Nursa’adah, Nursa’adah; Sartika, Dewi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3409

Abstract

Deman Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi prioritas masalah kesehatan karena sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau darurat demam berdarah Dengue (DBD) sehingga perlu ada persiapan atau kesiapsiagaan untuk mencegah atau mengurangi dampak yang ditimbulkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sikap keluarga dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi tanggap darurat demam berdarah Dengue (DBD). Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif yang menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi adalah 523 dan yang dijadikan sampel sebanyak 41 keluarga. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Tempat penelitan di rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati. Waktu Pengumpulan data pada penelitian ini di lakukan pada tanggal 23 Agustus 2023 sampai dengan 31 Agustus 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada pengaruh sikap keluarga dengan pengetahuan P Value = 0.003 (P-Value<0.05). Ada pengaruh sikap keluarga dengan panduan tanggap darurat P-Value = 0.008 (P-Value<0.05). Ada pengaruh sikap keluarga dengan rencana tanggap P-Value = 0.008 (P-Value<0.05). Ada pengaruh sikap keluarga dengan sistem peringatan P-Value = 0.011 (P-Value<0.05). Ada pengaruh sikap keluarga dengan mobilisasi sumber daya P-Value = 0.011 (P- Value<0.05). Kesimpulan dari hasil penelitian maka diperoleh hipotesis yaitu Ha diterima dan Ho ditolak (P-Value<0.05). Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh sikap keluarga dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi tanggap darurat demam berdarah dengue (DBD) dirumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Tahun2023.Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue (DBD), Keluarga, KesiapsiagaanDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the infectious diseases that is a priority health problem because it often causes Extraordinary Events (KLB) or emergency dengue hemorrhagic fever (DHF) so that there needs to be preparation or preparedness to prevent or reduce the impact caused. The purpose of this study was to determine the effect of family attitudes on preparedness in dealing with emergency response to dengue hemorrhagic fever (DHF). This type of research is quantitative research with a correlative descriptive design that uses a cross sectional approach. The total population was 523 and the sample was 41 families. The research instrument used was a questionnaire. The place of research at Pertamedika Ummi Rosnati Hospital. Data collection time in this study was conducted on August 23, 2023 to August 31, 2023. The results showed that there was an influence of family attitudes with knowledge P Value = 0.003 (P-Value <0.05). There is an effect of family attitude with emergency response guidelines P-Value = 0.008 (P-Value <0.05). There is an effect of family attitude with response plan P-Value = 0.008 (P-Value<0.05). There is an effect of family attitude with warning system P-Value = 0.011 (P-Value<0.05). There is an effect of family attitude with resource mobilization P-Value = 0.011 (P-Value<0.05). In conclusion from the results of the study, the hypothesis is Ha accepted and Ho rejected (PValue <0.05). The results showed that there was an influence on family attitudes with preparedness in facing dengue hemorrhagic fever (DHF) emergency response at Pertamedika Ummi Rosnati Hospital in 2023.Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Family, Preparedness

Page 91 of 123 | Total Record : 1226