cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE
ISSN : 24423106     EISSN : 26155338     DOI : -
Core Subject : Education,
The aim of the Journal of Education Science (JES), p-ISSN 2442-3106, e-ISSN 2615-5338 is to provide an international forum for the sharing, dissemination and discussion of research, experience and perspectives across a wide range of education, teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
ANALISIS PENGETAHUAN STANDARISASI INSTALATUR LISTRIK NON PENDIDIKAN DALAM MENGANALISIS LISTRIK RUMAH TANGGA DI KABUPATEN ACEH BESAR Ikram, Mujibul; Utama, Rizki Julia
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i1.4176

Abstract

Abstrak— Pemberian pengetahuan tersebut adalah untuk membantu masyarakat  dalam menjaga kemanan  dan kebutuhan sehari-hari terhadap penggunaan listrik. Akan tetapi jika masyarakat mengalami permasalahan yang besar terhadap listrik dan tidak dapat diatasi seperti terjadinya kebakaran di rumah, maka diperlukan seseorang yang sudah ahli  dan menguasai lisrtik atau sering disebut instalator listrik. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Data-data didapatkan dengan melakukan field research atau penelitian lapangan dengan cara wawancara dan observasi terhadap masyarakat montasik. Masyarakat non pendidikan memperoleh pengetahuan standarisasi instalasi listrik berdasarkan pengalaman dan otodidak dengan dibuktikan berdasarkan jenjang pendidikan dari SD-S1. Terdapat 9 masyarakat dari jenjang pendidikan SMA dan 1 orang masyarakat dari jenjang S-1 namun juga pengetahuan instalatur listrik berdasarkan pengalaman. Pada rumah tangga  berdasarkan pengalaman baik masa sekolah  maupun mengikuti orang yang sudah mahir dalam meninstalasi listrik pada rumah masyarakat, Untuk standar listrik pada rumah tangga, masyarakat menggunakan listrik yang berstandar SNI dan listrik di rumah dipasang sesuai dengan perlengkapan listrik seperti sakelar, stop kontak, fitting dan lasdop/isolasi. Sedangkan untuk pengaman listrik,  masyarakat menggunakan sekering dan lebih dominan pada alat pengaman listrik berupa MCB.Kata kunci: Standarisasi Instalatur Listrik, Listrik Rumah TanggaAbstract— Providing this knowledge is to help the community maintain safety and daily needs regarding electricity use. However, if people experience major problems with electricity that cannot be resolved, such as a fire at home, then someone is needed who is an expert and has mastered electricity or is often called an electrical installer. This study uses a qualitative method. The data was obtained by conducting field research by means of interviews and observations of the Montasik community. The non-educated community obtains knowledge of standardizing electrical installations based on experience and self-teaching as proven by education levels from elementary school to bachelor's degree. There are 9 people from high school education level and 1 person from undergraduate level but also electrical installation knowledge based on experience. In households based on experience both during school and following people who are skilled in installing electricity in people's homes. For electricity standards in households, people use electricity of SNI standards and electricity at home is installed in accordance with electrical equipment such as switches, sockets, fittings. and lasdop/isolation. Meanwhile, for electrical safety, people use fuses and are more dominant in electrical safety devices in the form of MCBs.Keywords: Standardization of Electrical Installers, Household Electrical
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA BERLATAR BELAKANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN NON PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Mutiawati, Mutiawati; Meiduri, Yusra; Fajriati, Rafni
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i1.3829

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki pengaruh besar bagi prestasi belajar siswa pada jenjang pendidikan sekolah dasar. Anak yang mendapatkan pendidikan sejak usia dini memiliki kesiapan belajar yang lebih baik, mandiri, mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki dan dapat meningkatkan prestasi belajar di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa/i berlatar belakang PAUD dan non-PAUD di SD Negeri Kajhu Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan  penelitian quasi experimental. Penelitian dilakukan di SD Negeri Kajhu dengan total keseluruhan siswa kelas I berjumlah 61 orang terdiri dari rombel A dan B. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini yaitu siswa/i kelas IA yang berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar angket yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang dicapai oleh siswa yang berlatar belakang PAUD yaitu  yaitu 71,79 sedangkan nilai rata-rata yang dicapai oleh murid yang berlatar belakang non-PAUD yaitu 62,87, dengan nilai sig 0,000 yang artinya terdapat perbedaan prestasi belajar siswa atau siswi berlatar belakang PAUD dan non-PAUD. Kemudian siswa/i yang berlatar belakang PAUD memiliki prestasi belajar baik dibandingkan dengan siswa/i yang tidak berlatar belakang PAUD.Kata Kunci: PAUD, Optimalisasi, Prestasi Belajar, Mental, dan Mandiri BelajarEarly Childhood Education (ECE) has a significant influence on students' learning achievement at the elementary school level. Children who receive education from an early age have better learning readiness, independence, can optimize their potential, and can improve learning achievement in elementary school. This study was conducted to determine the difference in learning achievement between students with ECE background and those without an ECE background at Kajhu Public Elementary School in Baitussalam Subdistrict, Aceh Besar Regency. The research was conducted using quantitative research methods with a quasi-experimental research design. The study was carried out at Kajhu Public Elementary School with a total of 61 first-grade students comprising classes A and B. The sampling technique was purposive sampling, resulting in a sample of 30 students from class IA. The research instrument used a questionnaire sheet which was then analyzed using the t-test. The results showed that the average score achieved by students with an ECE background was 71.79, while the average score achieved by students without an ECE background was 62.87, with a significance value of 0.000, indicating a difference in learning achievement between students with ECE and non-ECE backgrounds. Furthermore, students with an ECE background showed better learning achievement compared to those without an ECE background.Keywords: ECD (Early Childhood Development), Optimization, Learning Achievement, Mental, and Self-Directed Learning 
AKTIVITAS PEMANFAATAN MEDIA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN KINEMATIKA GERAK LURUS DI SMAS FAJAR HIDAYAH BLANG BINTANG ACEH BESAR Herawati, Herawati; Rahmayanti, Kurnia
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i2.3552

Abstract

Salah satu upaya peningkatan prestasi belajar siswa adalah dengan menggunakan media dalam setiap pembelajaran fisika. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa, pengelolaan pembelajaran kinematika gerak lurus dengan memanfaatkan media, peningkatan prestasi siswa SMAS Fajar Hidayah Blang Bintang Aceh Besar setelah mengikuti PBM, dan respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran. Objek penelitian ini adalah siswa kelas XSMAS Fajar Hidayah Blang Bintang Aceh Besar sebanyak 35 orang.  Data yang dikumpulkan diperoleh dengan menggunakan instrumen yang terdiri dari lembar pengamatan, perangkat evaluasi, dan angket respon siswa. Data tentang aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran kinematika gerak lurus dengan memanfaatkan media, prestasi belajar siswa, dan respon siswa dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif persentase. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru yang paling dominan muncul pada pembelajaran kinematika gerak lurus dengan memanfaatkan media adalah menciptakan masyarakat belajar melakukan inquiri dengan menggunakan media, dan melakukan refleksi di akhir pertemuan. Sedangkan aktivitas siswa yang paling dominan selama pelaksanan pembelajaran kinematika gerak lurus memanfaatkan media adalah mendengarkan informasi guru yang memanfaatkan media dan membaca buku (paket, LKS) dan mempresentasikan hasil kegiatan di depan kelas. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kinematika gerak lurus memanfaatkan media selama siklus 1, siklus 2, siklus 3, dan siklus 4 adalah tergolong dalam kategori cukup baik. Adanya peningkatan prestasi siswa setelah mengikuti pembelajaran kinematika gerak lurus dengan memanfaatkan media mencapai 40,29%. Respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran pembelajaran kinematika gerak lurus dengan memanfaatkan media adalah sangat baik.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Prestasi Belajar, dan Kinematika Gerak LurusOne effort to improve student learning achievement is to use media in every physics lesson. The aim of the research is to determine the activities of teachers and students, the management of learning kinematics of straight motion using media, the increase in student achievement at SMAS Fajar Hidayah Blang Bintang Aceh Besar after attending PBM, and the students' responses to the implementation of learning. The object of this research was 35 students of class X SMAS Fajar Hidayah Blang Bintang Aceh Besar. The data collected was obtained using instruments consisting of observation sheets, evaluation tools, and student response questionnaires. Data regarding teacher and student activities, teacher skills in managing learning of linear motion kinematics using media, student learning achievement, and student responses were analyzed using percentage descriptive statistics. Based on data analysis, it can be concluded that the most dominant teacher activity that appears in learning straight motion kinematics using media is creating a learning community to conduct inquiries using media, and reflect at the end of the meeting. Meanwhile, the most dominant student activity during the implementation of straight motion kinematics learning using media is listening to information from teachers using media and reading books (packages, worksheets) and presenting the results of activities in front of the class. The teacher's ability to manage learning of straight motion kinematics using media during cycle 1, cycle 2, cycle 3, and cycle 4 is classified as quite good. There was an increase in student achievement after taking part in learning kinematics of straight motion using media, reaching 40.29%. The students' response to the implementation of learning about straight motion kinematics using media was very good.Keywords: Learning Media, Learning Achievement, and Kinematics of Straight Motion
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI BAHASA SISWA KELAS V SDN BANDA ACEH Fajriati, Rafni; Mutiawati, Mutiawati; Ashlan, Said
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i1.3961

Abstract

Kemampuan literasi menjadi esensial di era abad ke-21, terutama dengan adanya digitalisasi dan globalisasi yang melimpahnya akses informasi. Literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga melibatkan literasi digital dan pemahaman teknologi. Literasi membuka pintu untuk pendidikan yang lebih tinggi dan pengembangan pribadi yang lebih baik, serta mendukung kemampuan berpikir kritis dan analitis. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa di Indonesia masih rendah, menuntut upaya peningkatan signifikan dalam program pendidikan literasi. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan literasi membaca siswa sekolah dasar di Banda Aceh. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa memiliki kekuatan dalam memahami karya sastra dan menafsirkan gagasan, namun mengalami kesulitan dalam mencari informasi, menarik kesimpulan, dan menilai konten serta penggunaan bahasa. Dengan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 56,77%, kemampuan literasi siswa berada pada level yang rendah. Berbagai strategi diusulkan untuk meningkatkan minat baca siswa, termasuk menciptakan lingkungan membaca yang menarik, mengintegrasikan kegiatan membaca dalam kurikulum, menyediakan beragam bahan bacaan, menggunakan teknologi dan media sosial, serta mendukung peran keluarga dan komunitas. Upaya terpadu dari sekolah, keluarga, dan komunitas dapat secara signifikan meningkatkan minat baca siswa dan kemampuan literasi mereka.Kata kunci: Literasi BahasaLiteracy skills are essential in the 21st century, especially with the advent of digitization and globalization, which have led to abundant access to information. Literacy is not only about reading and writing but also involves digital literacy and understanding technology. Literacy opens doors to higher education and better personal development, as well as supports critical and analytical thinking skills. However, research findings indicate that students' literacy skills in Indonesia are still low, demanding significant efforts to improve literacy education programs. This study aims to evaluate the reading literacy skills of elementary school students in Banda Aceh. The results show that students have strengths in understanding literature and interpreting ideas but struggle with finding information, drawing conclusions, and evaluating content and language usage. With an overall average percentage of 56.77%, students' literacy skills are at a low level. Various strategies are proposed to increase students' reading interest, including creating an engaging reading environment, integrating reading activities into the curriculum, providing diverse reading materials, using technology and social media, and supporting the role of families and communities. Integrated efforts from schools, families, and communities can significantly enhance students' reading interest and literacy skills.Keywords: Language Literacy
PERAN GURU DALAM MENGATASI BULLYING DI SEKOLAH DASAR Nisma, Nisma; Nelliraharti, Nelliraharti
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i1.3780

Abstract

Peran guru dalam mengatasi perilaku bullying pada tingkat sekolah dasar sangat dibutuhkan, agar guru mampu mengidentifikasi dan menangani perilaku bullying. Mengingat data yang dimiliki Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menyimpulkan bullying yang terjadi di Indonesia sebesar 41,1% dan Indonesia menjadi peringkat ke 5 tertinggi dari 78 negara yang paling banyak mengalami bullying. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru terhadap perilaku bullying di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pengumpulan data menggunakan bacaan jurnal-jurnal, kajian pustaka relevan, membaca dan mencatat serta mengelolah bahan penelitian terdahulu. Berdasarkan penelitian terdahulu yang telah dikaji dari 30 jurnal relevan mengemukakan bahwa peran guru untuk mengatasi bullying caranya bervariasi antara masing-masing guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sangat berperan penting dalam mengantisipasi kasus bullying di sekolah dasar yaitu dengan membimbing, menasehati, mengarahkan, membina dan memberikan contoh sikap yang baik di sekolah.Kata Kunci: Peran Guru, Perilaku bullying, Siswa Sekolah DasarThe role of the teacher in overcoming bullying behavior at the elementary school level is urgently needed, so that teachers are able to identify and deal with bullying behavior. Considering the data owned by the Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) concludes that bullying that occurs in Indonesia is 41.1% and Indonesia is ranked 5th highest out of 78 countries who experienced the most bullying. The purpose of this study was to determine the teacher's role in bullying behavior in elementary schools. The method used in this research is literature study by collecting data using reading journals, reviewing relevant literature, reading and recording and managing previous research materials. Based on previous research that has been reviewed from 30 relevant journals, it suggests that the teacher's role in overcoming bullying varies between each teacher. The results of the study show that teachers play an important role in anticipating cases of bullying in elementary schools by guiding, advising, directing, fostering and providing examples of good behavior at school.Keywords: Teacher's Role, Bullying Behavior, Elementary School Student
PENGARUH KEPEMIMPINAN VISIONER DAN IMBALAN KERJA TERHADAP KOMITMEN PROFESI GURU Ashlan, Said; Fajriati, Rafni; Kali Kulla, Periskila Dina; Suri, Murnia
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i1.3876

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: (1) pengaruh kepemimpinan visioner terhadap komitmen profesi guru, dan (2) pengaruh imbalan kerja terhadap komitmen profesi guru. Subyek penelitian adalah para guru Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Banda Aceh dengan jumlah sampel 252 orang yang diambil dengan cara stratified proporsional random sampling, data dianalisis menggunakan analisis jalur setelah menghitung korelasi semua variabel penelitian berupa matriks. Hasil analisis pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen pada masing-masing substruktur diperoleh (1) Kepemimpinan visioner berpengaruh positif terhadap komitmen profesi guru sebesar 0,466, (2) Imbalan kerja berpengaruh positif terhadap komitmen profesi guru sebesar 0,589. Hasil penelitian menggambarkan bahwa (1) terdapat pengaruh langsung positif kepemimpinan visioner terhadap komitmen profesi guru sebesar 46,6%, dan (2) terdapat pengaruh positif langsung imbalan kerja terhadap komitmen profesi guru sebesar 58,9%.Kata Kunci: Kepemimpinan Visioner, Imbalan Kerja,Komitmen ProfesiThe aim of this research is to determine and analyze: (1) the influence of visionary leadership on teachers' professional commitment; and (2) the influence of employee benefits on teachers' professional commitment. The research subjects were Banda Aceh City State High School teachers, with a sample size of 252 people taken using stratified proportional random sampling. The data were analyzed using path analysis after calculating the correlation of all research variables in the form of a matrix. The results of the analysis of the influence of exogenous variables on endogenous variables in each substructure showed that (1) visionary leadership had a positive effect on teachers' professional commitment of 0.466, and (2) work benefits had a positive effect on teachers' professional commitment of 0.589. The research results illustrate that (1) there is a direct positive influence of visionary leadership on teachers' professional commitment of 46.6%, and (2) there is a direct positive influence of employee benefits on teachers' professional commitment of 58.9%.Keywords: Visionary Leadership, Employee Benefits, Professional Commitment
PENERAPAN METODE LISTENING AND DRILLING DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN BAIK DAN BENAR DI MIN 6 MODEL BANDA ACEH Yuniarti, Yuniarti; Suri, Murnia
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i2.3558

Abstract

Kegiatan pembelajaran Al-Qur’an Hadits di kelas IV.5 MIN 6 Model Banda Aceh masih kurang maksimal terutama pada keterampilan membaca Al-Qur’an pada siswa. Dari 30 siswa hanya 10 siswa yang mampu mencapai nilai KKM dalam materi membaca surah Al Qaari’ah pada Bab 8 semester genap tahun pelajaran 2022/2023 dengan baik dan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode Listening and Drilling dalam peningkatan keterampilan membaca Al-Qur’an surah Al Qaari’ah dengan baik dan benar. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan MC Taggart yang terdiri atas empat langkah pokok, yaitu: a. Perencanaan, b. Pelaksanaan, c. Observasi, d. Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, penilaian non tes unjuk kerja (performance), dan dokumentasi. Hasil penelitian dilakukan melalui: 1) observasi aktivitas guru pada siklus I sebesar 72,00 (baik), dan meningkat pada siklus II sebesar 91,76 (sangat baik). Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I sebesar 70,05 (baik) dan meningkat pada siklus II sebesar 89,0 (sangat baik). 2) Terdapat peningkatan keterampilan membaca Al-Qur’an surah Al Qaari’ah sesuai dengan makharijul hurufnya melalui metode listening and drilling. Hal ini dapat diketahui dari nilai rata-rata siswa meningkat yakni pada siklus I adalah 63,08 dan pada siklus II menjadi 77,73 serta persentase ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari siklus I sebesar 63.5% jumlah siswa tuntas, dan pada siklus II sebesar 87,5% jumlah siswa yang tuntas.Kata Kunci: Ketrampilan Membaca Al-Qur’an dan P enerapan M  etode Listening and DrillingAl-Qur'an Hadith learning activities in class IV.5 MIN 6 Banda Aceh Model are still not optimal, especially in Al-Qur'an reading skills for students. Of the 30 students, only 10 students were able to achieve the KKM score in the material for reading surah Al Qaari’ah in Chapter 8 of the even semester of the 2022/2023 school year properly and correctly. The purpose of this research is to find out the application of the Listening and Drilling method in improving reading skills of the Al-Qur'an surah Al Qaari'ah properly and correctly. This research method is Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and MC Taggart models which consist of four main steps, namely: a. Planning, b. Implementation, c. Observation, d. Reflection. The data collection techniques used were observation, interviews, non-test performance assessments, and documentation. The research results can be obtained are: 1) observation of teacher activity in the first cycle of 72.00 (good), and increased in the second cycle of 91.76 (very good). The results of observations of student activity in the first cycle were 70.05 (good) and increased in the second cycle to 89.0 (very good). 2) There is an increase in reading skills of the Al-Qur'an surah Al Qariah in accordance with the makharijul letters, through the Listening and Drilling method. This can be seen from the average grades of student classes increased, namely in cycle I was 63.08 and in cycle II 77.73 and the percentage of completeness of student learning outcomes increased from cycle I by 63.5% the number of students completed, and in cycle II by 87.5% of the number of students who pass.Keywords: Al-Qur'an Reading Skills and the Application of the Listening and Drilling Method
KARAKTER MASYARAKAT PIDIE DALAM SASTRA LISAN SEUMAPA PADA PROSESI PERKAWINAN DI KECAMATAN PIDIE KABUPATEN PIDIE Arismunandar, Arismunandar; Zaki, Achmad
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i1.3975

Abstract

Julius Jacobs, seorang ahli kesehatan yang pernah bertugas di Aceh Tahun 1878 sampai menjelang akhir abad XIX, menulis: “Besarnya pengaruh Hindu atas penduduk asli setidaknya dapat diteguhkan oleh kenyataan tentang penggunaan nama-nama tempat dalam bahasa Hindu di mana istilahnya terdapat dalam bahasa Aceh. Pengaruh Hindu juga terhadap adat istiadat juga tidak perlu dilakukan lagi, terutama sekali bahwa kerajaan Hindu telah terbangun kuat hingga pertengahan abad pertama XVI ketika umat Islam menggantikan tempatnya dan benih-benih bulan sabit bertebaran luas terutama di atas runtuhan kerajaan Hindu tersebut. Penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan menginterpretasikan sesuatu, seperti kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, konsekuensi, atau kecenderungan yang sedang berlangsung, disebut sebagai penelitian deskriptif. Kabupaten Aceh Pidie menjadi lokasi penelitian dilakukan. Alasan peneliti ke lokasi ini adalah untuk mempelajari lebih jauh tentang adat masyarakat Aceh Pidie yang saling menikah dengan pantun berbalas (seumapa). Orang yang akan diwawancarai untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk penelitian adalah informan penelitian, atau Ahli Seumapa. Tujuan khusus penelitian yang dituangkan dalam rumusan penelitian adalah objek penelitian. Peneliti dapat belajar dari tiga informan selama wawancara bahwa pantun agama, nasihat, dan jenaka adalah jenis pantun yang juga sering digunakan dalam tradisi pernikahan Aceh. Para syekh juga memasukkan pantun religi, nasehat, dan jenaka dalam pantun seumapa. Para Syekh biasanya menggunakan isi pantun yang dibuat secara spontan dalam sajak mereka. Agar pendengarnya tidak bosan, para syekh menambah konten pantun jenaka agar pantunnya lebih memikat.Kata Kunci: Karakter Masyarakat Dalam Sastra Lisan Seumapa Pada Prosesi PerkawinanJulius Jacobs, a health expert who served in Aceh from 1878 until towards the end of the nineteenth century, wrote: "The magnitude of Hindu influence on the native population can at least be confirmed by the fact of the use of place names in Hindu language where the terms are found in Acehnese. There is no need to mention the influence of Hinduism on customs, especially since the Hindu kingdom had been firmly established until the middle of the 16th century when Muslims took their place and the seeds of the crescent moon spread widely, especially over the ruins of the Hindu kingdom. Research that aims to describe and interpret something, such as existing conditions or relationships, developing opinions, ongoing processes, consequences, or ongoing trends, is called descriptive research. Aceh Pidie Regency was the location where the research was conducted. The reason the researchers went to this location was to learn more about the custom of the Aceh Pidie people who marry each other with reciprocal rhymes (seumapa). The people who will be interviewed to obtain the information needed for research are research informants, or Seumapa Experts. The specific research objective stated in the research formulation is the research object. Researchers were able to learn from three informants during interviews that religious rhymes, advice, and jokes are types of rhymes that are also often used in Acehnese wedding traditions. The sheikhs also included religious rhymes, advice and jokes in their rhymes. The Sheikhs usually use spontaneous rhyme content in their poetry. So that their listeners don't get bored, the sheikhs add limerick content to make the rhymes more interesting.Keywords: Community Characters in Oral Literature, Seumapa in the Wedding Procession
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN PERILAKU INOVATIF TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI KOTA BANDA ACEH Ashlan, Said; Mutiawati, Mutiawati; Mastura, Mastura
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i1.3781

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: (1) pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi kerja guru, dan (2) pengaruh perilaku inovatif terhadap motivasi kerja guru. Subyek penelitian adalah guru Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Banda Aceh dengan jumlah sampel 251 orang yang diambil dengan cara stratified proportional random sampling, data dianalisis menggunakan analisis jalur setelah menghitung korelasi semua variabel penelitian berupa matriks. Hasil analisis pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen pada masing-masing substruktur diperoleh (1) Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap motivasi kerja guru sebesar 0,524 (2) Perilaku inovatif berpengaruh positif terhadap motivasi kerja guru sebesar 0,309. Hasil penelitian menggambarkan bahwa (1) terdapat pengaruh langsung positif lingkungan kerja terhadap motivasi kerja guru sebesar 22,9  %, dan (2) terdapat pengaruh langsung positif perilaku inovatif terhadap motivasi kerja guru sebesar 17,6%.Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Perilaku Inovatif and Motivasi KerjaThe aim of this research is to determine and analyze: (1) the influence of the work environment on teacher work motivation, and (2) the influence of innovative behavior on teacher work motivation. The research subjects were Banda Aceh City State High School teachers with a sample size of 251 people taken using stratified proportional random sampling. The data were analyzed using path analysis after calculating the correlation of all research variables in the form of a matrix. The results of the analysis of the influence of exogenous variables on endogenous variables in each substructure showed that (1) The work environment had a positive effect on teacher work motivation of 0.524 (2) Innovative behavior had a positive effect on teacher work motivation of 0.309. The research results illustrate that (1) there is a positive direct influence of the work environment on teacher work motivation of 22.9%, and (2) there is a positive direct influence of innovative behavior on teacher work motivation of 17.6%.Keywords: Work Environment, Innovative Behavior and Work Motivation 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TIPE STATION ROTATION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD NEGERI 53 BANDA ACEH Julannari, Hamra; Suryawati, Indah; Saudah, Saudah
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i1.3877

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh model pembelajaran ini terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri 53 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain One Group Pretest-Postest. Dalam penelitian ini terlebih dahulu diberikan pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberikan pembelajaran lebih lanjut. selanjutnya siswa diberikan pembelajaran dengan cara peneliti mengajarkan materi terkait kepada para siswa, setelah selesai pebelajaran selanjutnya siswa diberikan posttest untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil uji T satu sampel menghasilkan nilai t hitung sebesar -14,081 dan nilai t tabel sebesar 0,000. Sehingga dapat katakan bahwa nilai t hitung t tabel, dapat diambil kesimpulan bahwa Ha diterima dengan penjelasan terdapat pengaruh nyata terhadap model pembelajaran blended learning tipe station rotation terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SD Negeri 53 Banda Aceh. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan analisis data menggunakan SPSS 22, seluruh hasil akhir pada data yang sudah dianalisis menunjukkan adanya pengaruh dari data tersebut. Maka dengan demikian kesimpulan akhir yang didapatkan adalah terdapat pengaruh model pembelajaran Blended Learning Tipe Station Rotation terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SD Negeri 53 Banda Aceh.Kata Kunci: Kurikulum, Blended Learning, Station Rotation, Hasil Belajar, SPSS.This study was conducted to evaluate the impact of the Station Rotation type Blended Learning model on student learning outcomes at SD Negeri 53 Banda Aceh. This research employs a quantitative approach. The type of research used is experimental research with a One Group Pretest-Posttest design. In this study, a pretest was given first to determine the students' initial abilities before further instruction was provided. Subsequently, the students were taught the relevant material by the researcher, and after the completion of the instruction, the students were given a posttest to determine their learning outcomes. The one-sample T-test results produced a t-value of -14.081 and a t-table value of 0.000. Thus, it can be said that the t-value is greater than the t-table value, leading to the conclusion that Ha is accepted, indicating that there is a significant effect of the Station Rotation type Blended Learning model on student learning outcomes in the Science subject at SD Negeri 53 Banda Aceh. Based on the research results, it can be concluded that based on data analysis using SPSS 22, all final results from the analyzed data show an effect from the data. Therefore, the final conclusion obtained is that there is an influence of the Station Rotation type Blended Learning model on student learning outcomes in the Science subject at SD Negeri 53 Banda Aceh. Keywords: Curriculum, Blended Learning, Station Rotation, Learning Outcomes, SPSS.