cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE
ISSN : 24423106     EISSN : 26155338     DOI : -
Core Subject : Education,
The aim of the Journal of Education Science (JES), p-ISSN 2442-3106, e-ISSN 2615-5338 is to provide an international forum for the sharing, dissemination and discussion of research, experience and perspectives across a wide range of education, teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
MANAJEMEN KONFLIK DI SEKOLAH DASAR: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TERHADAP PEMETAAN MASALAH DAN KERANGKA TEORITIK SCHOOL-BASED MEDIATION Abdul Mukti; Herawati Herawati; Rahmat Alimin; Pardi Pardi; Sulasmi Sulasmi; Nurul Adillah; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan permasalahan konflik sosial di sekolah dasar serta mengkaji kerangka teoritik school-based mediation (SBM) melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Penelitian menggunakan metode PRISMA dengan sumber data dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar pada rentang tahun 2015–2025. Sebanyak 30 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di sekolah dasar didominasi oleh konflik interpersonal, bullying, dan kesalahpahaman komunikasi yang berdampak pada kesehatan mental siswa. Pendekatan manajemen konflik yang berkembang meliputi pendekatan disipliner, restoratif, dan mediasi. School-based mediation terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial-emosional, empati, dan resolusi konflik secara damai. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada konteks Barat dan belum terintegrasi dengan nilai sosial budaya lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan isu konflik sekolah dasar dan sintesis kerangka teoritik SBM sebagai dasar pengembangan model manajemen konflik berbasis konteks. Kata kunci: Manajemen Konflik, Sekolah Dasar, School-Based Mediation, Kesehatan Mental, Systematic Literature Review. CONFLICT MANAGEMENT IN PRIMARY SCHOOLS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON PROBLEM MAPPING AND THEORETICAL FRAMEWORK OF SCHOOL-BASED MEDIATION Abstract This study aims to map social conflict issues in primary schools and examine the theoretical framework of school-based mediation (SBM) through a systematic literature review (SLR). The study employs the PRISMA method using data sources from Scopus, Web of Science, and Google Scholar within the 2015–2025 period. A total of 30 articles that met the inclusion criteria were analyzed thematically. The findings indicate that conflicts in primary schools are predominantly characterized by interpersonal conflicts, bullying, and communication misunderstandings, which impact students’ mental health. Conflict management approaches identified in the literature include disciplinary, restorative, and mediation-based approaches. School-based mediation has been shown to be effective in enhancing social-emotional skills, empathy, and peaceful conflict resolution. However, most existing studies are still focused on Western contexts and lack integration with local socio-cultural values. This study contributes by providing a comprehensive mapping of conflict issues in primary schools and a synthesis of the theoretical framework of SBM as a foundation for developing context-based conflict management models. Keywords: Conflict Management, Primary School, School-Based Mediation, Mental Health, Systematic Literature Review.
MODEL LITERASI ANTI-BULLYING BERBASIS BAHASA DAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA SEKOLAH DASAR Rahmat Alimin; Herawati Herawati; Abdul Mukti; Pardi Pardi; Muhammad Ihsan; Jahara Putri; Muhammad Rizky
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan model literasi anti-bullying berbasis bahasa dan kearifan lokal dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekolah dasar. Permasalahan bullying yang masih marak terjadi di lingkungan sekolah dasar tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis siswa, tetapi juga menghambat perkembangan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. Pendekatan yang selama ini digunakan cenderung bersifat parsial dan belum terintegrasi dengan pembelajaran Bahasa Indonesia serta nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis terhadap berbagai artikel ilmiah bereputasi yang relevan dengan topik bullying, literasi bahasa, dan pendidikan berbasis kearifan lokal. Data dikumpulkan dari database Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan SINTA dengan rentang tahun 2015–2025. Analisis data dilakukan melalui teknik thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan kesenjangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan bullying yang efektif memerlukan integrasi antara penguatan literasi bahasa, internalisasi nilai-nilai kearifan lokal, dan pendekatan sistem berbasis sekolah. Model literasi anti-bullying yang dihasilkan menekankan pada penggunaan bahasa yang santun, empatik, serta penguatan interaksi sosial melalui media budaya lokal seperti permainan tradisional. Model ini berpotensi meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Kata kunci: Literasi Bahasa, Bullying, Kearifan Lokal, Komunikasi, Sekolah Dasar. A LANGUAGE- AND LOCAL WISDOM-BASED ANTI-BULLYING LITERACY MODEL IN IMPROVING ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS’ COMMUNICATION SKILLS Abstract This study aims to examine and formulate a language-based anti-bullying literacy model integrated with local wisdom to improve elementary school students’ communication skills. Bullying remains a significant issue in primary education, affecting not only students’ psychological well-being but also hindering their communication and social interaction development. Existing approaches tend to be partial and lack integration with language learning and local cultural values. This research employed a qualitative approach using a systematic literature review method on relevant scholarly articles related to bullying, language literacy, and local wisdom-based education. Data were collected from Scopus, Web of Science, Google Scholar, and SINTA databases within the 2015–2025 range. The data were analyzed using thematic synthesis to identify patterns, concepts, and research gaps. The findings indicate that effective bullying prevention requires the integration of language literacy, local wisdom values, and a school-based systemic approach. The proposed anti-bullying literacy model emphasizes polite and empathetic language use, as well as strengthening social interaction through local cultural media such as traditional games. This model has the potential to enhance students’ communication skills while fostering a safe and inclusive learning environment. Keywords: Language Literacy, Bullying, Local Wisdom, Communication, Elementry School.
DEVELOPMENT OF A PROJECT-BASED CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MODEL TO IMPROVE ENGLISH WRITING SKILL Murnia Suri; Rafni Fajriati; Fitriliana Fitriliana; Emilia Aini
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5893

Abstract

This study aims to develop and examine the effectiveness of a Contextual Teaching and Learning (CTL) model integrated with Project-Based Learning (PjBL) in improving students’ English writing skills. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The participants of this study were 69 students from the Public Health Study Program at Universitas Ubudiyah Indonesia. The instruments used in this study included writing tests (pre-test and post-test), observation and questionnaires. The results showed that the mean score of the pre-test was 54.2, which increased to 76.8 in the post-test. The result of the paired sample t-test indicated that the improvement was statistically significant. In addition, the observation results revealed that students were more active and engaged during the learning process, while the questionnaire results showed positive responses toward the implemented learning model. In conclusion, the CTL model integrated with Project-Based Learning is effective in improving students’ English writing skills. It also enhances students’ motivation, participation, and engagement in the learning process, particularly in the context of higher education. Keys words: Contextual Teaching and Learning; Project-Based Learning; Writing Skills; Instructional Model Development
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BISNIS MAHASISWA Horia Siregar; Harianto Harianto; Sari Wulandari; Mariana Mariana
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5895

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan tinggi menuntut adanya inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global. Salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa adalah kemampuan Bahasa Inggris, yang tidak hanya mencakup penguasaan aspek linguistik, tetapi juga keterampilan komunikasi profesional dan kompetensi. Namun, praktik pembelajaran Bahasa Inggris Bisnis di perguruan tinggi masih sering didominasi pendekatan konvensional yang kurang kontekstual dan belum optimal memanfaatkan media pembelajaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris Bisnis mahasiswa serta mengkaji dampaknya terhadap keterampilan berbahasa, motivasi belajar, dan pengembangan keterampilan saat sekarang ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang dilaksanakan pada mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, studi dokumentasi, dan kuesioner pendukung. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran digital, seperti platform pembelajaran daring, video berbasis konteks bisnis, dan tugas berbasis proyek digital, mampu meningkatkan keterampilan menyimak dan berbicara mahasiswa, memperkuat kepercayaan diri, serta mendorong keterlibatan aktif dalam pembelajaran
MODEL ITS-G DIGITAL: MENGINTEGRASIKAN INSTRUMEN GCI UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER EKOTEOLOGIS DI MADRASAH Zuraida Zuraida; Syarifah Asyura; M. Rizki Fazli; Mellya Ernita; M. Zakky Dhiya Ulhaq; Miftahussyifa Miftahussyifa; Sofia Rubia
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, memvalidasi, dan mengevaluasi efektivitas Model ITS-G Digital yang terintegrasi dengan instrumen GreenChem Innovator (GCI) untuk mengoptimalkan pembelajaran kimia hijau di Madrasah. GCI dikembangkan sebagai solusi deterministik untuk mengatasi keterbatasan akurasi dan risiko halusinasi data pada AI generatif umum dalam materi saponifikasi minyak jelantah. Metode penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Pengembangan (Developmental Research) dengan uji efektivitas melalui desain One-Group Pretest-Posttest terhadap 40 siswa kelas XII MAN 1 Aceh Barat tahun ajaran 2025/2026. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keterlaksanaan model mencapai rata-rata 91,80% (kategori sangat baik). Secara kuantitatif, instrumen GCI terbukti valid sebagai prediktor kualitas produk dengan nilai Koefisien Korelasi Ganda (Multiple R) sebesar 0,8547 dan signifikansi p < 0,05. Daya penjelas model (Adjusted R2) mencapai 71,06%, yang efektif memandu siswa menghasilkan produk sabun dengan tingkat keamanan 100% sesuai standar SNI. Implementasi model secara signifikan meningkatkan Literasi Digital siswa dengan nilai N-Gain 0,78 (kategori tinggi) dan memperkuat Karakter Ekoteologis (sikap Hubbul Bi'ah) dengan N-Gain 0,83 (kategori tinggi). Hasil uji Paired Sample t-Test mengonfirmasi perbedaan signifikan pada karakter siswa sebelum dan sesudah intervensi. Disimpulkan bahwa Model ITS-G Digital merupakan inovasi pembelajaran yang valid dan reliabel dalam menyinergikan teknologi kecerdasan buatan dengan nilai teologis untuk membentuk profil "Khalifah Saintis" yang berwawasan lingkungan.
PRAKTIK INVESTASI MANAJEMEN DALAM PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN: SEBUAH STUDI KASUS Pangondian Harahap; Amelia Khairina Ilmi
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5911

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik investasi manajemen dalam pengembangan infrastruktur pendidikan pada lembaga pendidikan. Infrastruktur pendidikan merupakan faktor penting yang mendukung kualitas proses pembelajaran serta efektivitas layanan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam bagaimana praktik investasi manajemen dilakukan dalam pengembangan sarana dan prasarana pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan lembaga pendidikan, pengelola sarana dan prasarana, serta pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan investasi, dilengkapi dengan observasi dan analisis dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik investasi manajemen dalam pengembangan infrastruktur pendidikan dilakukan melalui beberapa tahapan utama, yaitu perencanaan kebutuhan fasilitas pendidikan, pengelolaan sumber pendanaan, proses pengambilan keputusan investasi, implementasi pembangunan atau pengadaan fasilitas pendidikan, serta evaluasi pemanfaatan infrastruktur. Praktik investasi yang direncanakan secara sistematis dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terbukti mampu meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi peserta didik. Kata kunci: Investasi Manajemen, Infrastruktur Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Sarana Dan Prasarana Pendidikan, Kualitas Pembelajaran
MANAJEMEN SDM BERBASIS KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Amelia Khairina Ilmi; Pangondian Harahap
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5912

Abstract

Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut peningkatan profesionalisme guru dalam menghadapi perubahan kurikulum dan pendekatan pembelajaran. Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia menekankan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, serta asesmen autentik yang memerlukan kompetensi pedagogik dan profesional yang lebih tinggi dari guru. Dalam konteks ini, manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi dipandang sebagai pendekatan strategis untuk menyelaraskan kompetensi guru dengan tuntutan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi dalam meningkatkan profesionalisme guru pada implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi melalui pemetaan kompetensi guru, pengembangan profesional berkelanjutan, supervisi akademik reflektif, dan evaluasi kinerja berkontribusi terhadap peningkatan profesionalisme guru. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem manajemen sumber daya manusia yang terstruktur dapat mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara lebih efektif dan berkelanjutan di tingkat sekolah. Kata kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Berbasis Kompetensi, Profesionalisme Guru, Kurikulum Merdeka
PENGUATAN BUDAYA ANTI KORUPSI DALAM PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN MELALUI PEMBELAJARAN ETIKA PROFESI DAN TATA KELOLA KESEHATAN Husaini Husaini; Said Ashlan
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5914

Abstract

Korupsi di sektor kesehatan merupakan persoalan serius karena berdampak langsung terhadap mutu layanan, keselamatan pasien, distribusi sumber daya, dan kepercayaan publik. Pendidikan tenaga kesehatan memiliki posisi strategis dalam membentuk calon tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga berintegritas secara moral dan profesional. Artikel ini bertujuan menganalisis model penguatan budaya anti korupsi dalam pendidikan tenaga kesehatan melalui pembelajaran etika profesi dan tata kelola kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku ajar Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi Kementerian Kesehatan, dokumen Komisi Pemberantasan Korupsi, publikasi World Health Organization, Transparency International, serta artikel ilmiah tentang korupsi sektor kesehatan, etika profesi, dan tata kelola layanan kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya anti korupsi dalam pendidikan tenaga kesehatan dapat diperkuat melalui tiga strategi utama, yaitu integrasi nilai anti korupsi dalam kurikulum, penguatan etika profesi berbasis kasus kesehatan, dan pembentukan tata kelola pendidikan kesehatan yang transparan serta akuntabel. Nilai utama yang perlu diinternalisasikan meliputi kejujuran, tanggung jawab, keadilan, kepedulian, disiplin, keberanian moral, dan amanah. Kebaruan artikel ini terletak pada pengembangan model integratif yang menghubungkan pendidikan anti korupsi, etika profesi kesehatan, keselamatan pasien, dan tata kelola kesehatan. Artikel ini merekomendasikan agar institusi pendidikan tenaga kesehatan menjadikan pendidikan anti korupsi sebagai budaya akademik, bukan sekadar materi pembelajaran normatif. Kata kunci: anti korupsi; pendidikan tenaga kesehatan; etika profesi; tata kelola kesehatan; integritas
ENGLISH SPEAKING CONFIDENCE AMONG FLOOD-AFFECTED ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Suci Rahmi Amjusfa; Yawma Wulida; Rafni Fajriati; Rahmatul Ukhra
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5922

Abstract

This study aimed to describe the level of English speaking confidence among flood-affected elementary school students in Pidie Jaya Regency. Speaking confidence was considered a crucial affective factor influencing young learners’ success in learning English, particularly for students who experienced emotional disruption due to natural disasters. This research employed a descriptive quantitative design. The participants consisted of 35 flood-affected elementary school students who were selected using a total sampling technique. Data were collected through an English speaking confidence questionnaire developed using a four-point Likert scale, which covered aspects of willingness to speak, fear of making mistakes, self-confidence, and participation in English learning activities. The collected data were analyzed using descriptive statistics in the form of mean scores and percentages. The findings revealed that the overall level of students’ English speaking confidence was categorized as moderate, with a total mean score of 2.89. Classroom participation obtained the highest mean score, while fear of making mistakes showed the lowest mean score. These results indicated that although students demonstrated engagement in English learning activities, affective barriers remained a challenge in post-disaster learning contexts. Therefore, greater attention to emotional support and low-anxiety speaking activities was needed in English instruction for flood-affected elementary school students.
TANTANGAN DAN EFEKTIVITAS GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN Rahmat Fajri; Said Ashlan; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas serta tantangan pemanfaatan teknologi digital oleh guru di sekolah dasar dalam mendukung proses pembelajaran di era digital. Transformasi pendidikan berbasis teknologi menuntut guru memiliki kemampuan literasi digital dan kompetensi pedagogis yang memadai agar pembelajaran menjadi lebih interaktif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket kepada guru sekolah dasar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital memberikan dampak positif terhadap efektivitas pembelajaran, terutama dalam meningkatkan keterlibatan siswa, kreativitas pembelajaran, akses informasi, serta efisiensi proses pembelajaran. Guru memanfaatkan berbagai platform dan media digital seperti Google Classroom, video pembelajaran, aplikasi presentasi interaktif, serta perangkat evaluasi berbasis daring untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Namun demikian, implementasi teknologi digital masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi literasi digital sebagian guru, keterbatasan akses internet, serta resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran konvensional. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi teknologi digital sangat dipengaruhi oleh kompetensi pedagogis guru, dukungan sekolah, serta ketersediaan sarana dan prasarana teknologi. Kata kunci: teknologi digital, efektivitas pembelajaran, guru, tantangan, pendidikan digital. Abstract This research was This study aims to analyze the effectiveness and challenges of digital technology utilization by elementary school teachers to support the learning process in the digital era. Technology-based educational transformation requires teachers to have adequate digital literacy skills and pedagogical competencies to make learning more interactive, adaptive, and oriented to student needs. This study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, documentation, and distribution of questionnaires to elementary school teachers. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the use of digital technology has a positive impact on learning effectiveness, especially in increasing student engagement, learning creativity, information access, and learning process efficiency. Teachers utilize various digital platforms and media such as Google Classroom, learning videos, interactive presentation applications, and online-based evaluation tools to support teaching and learning activities. However, the implementation of digital technology still faces various challenges, including limited infrastructure, low digital literacy competency among some teachers, limited internet access, and resistance to changes to conventional learning methods. The research findings also indicate that the success of digital technology integration is greatly influenced by teachers' pedagogical competency, school support, and the availability of technological facilities and infrastructure. . Keywords: digital technology, learning effectiveness, teachers, challenges, digital education.