cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
PENERAPAN METODE ANALITICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PEMBUATAN ZONA NILAI TANAH Mabrur, Adkha Yulianandha
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i2.19546

Abstract

Tanah merupakan suatu penunjang kehidupan seseorang, kebutuhan akan tanah semakin lama semakin meningkat. Hal ini dikarenakan berkembangnya fungsi dari pemanfaatan tanah. Penilaian orang atas sebidang tanah akan menjadi sangat berbeda, karena tanah memiliki beberapa dimensi dan ukuran yang berbeda-beda pula. Oleh karena itu dalam menilai tanah perlu suatu keahlian tersendiri. Model penilaian tanah yang digunakan oleh BPN untuk pembuatan peta Zona Nilai Tanah (ZNT) adalah model penilaian tanah secara masal dengan menggunakan prosedur perbandingan pasar dalam satu zona. Tingkat pengetahuan dan pengalaman penilai pada model penilaian ini berpengaruh terhadap hasil zona dan penilaian yang lebih bersifat subjektif. Oleh karena itu metode Analitical Heirarchy Proccess (AHP) dipilih untuk dapat mendekatkan besaran atau ukuran secara lebih objektif dan untuk mengeliminasi subjektifitas. Melalui perhitungan dengan AHP maka diperoleh kriteria faktor penentu nilai tanah yaitu aksebilitas dengan bobot kepentingan 58%, penggunaan lahan 14%, dan fasilitas umum 28%. Dari perhitungan bobot kepentingan menggunakan AHP diaplikasikan kedalam analisi spasial sehingga dapat kelompokan kedalam satu area dengan bobot yang sama dengan mengasumsikan bahwa area yang mempunyai kemiripan bobot maka mempunyai nilai tanah yang hampir sama.
ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI PADA WADUK WADASLINTANG DENGAN APLIKASI ARCGIS mekarsasi, rindang
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i2.17947

Abstract

Erosi merupakan salah satu peristiwa yang tidak bisa dihindari dalam ekosistem, terjadinya erosi membuat berbagai macam kerugian, oleh karena itu dibutuhkan suatu analisis perhitungan tingkat bahaya erosi untuk mengetahui jenis konservasi tanah yang sesuai untuk menanggulanginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Bahaya Erosi (TBE) yang terjadi pada tahun 2010, 2011 dan 2012 pada DAS Wawar Waduk Wadaslintang dengan menggunakan aplikasi ArcGIS dan metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Metode USLE (Universal Soil Loss Equation) merupakan salah satu metode untuk menganalisis erosi yang menggunakan empat variabel penentu erosi diantaranya erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS) serta penggunaan lahan/penutup lahan dan tindakan konservasi tanah (CP). Tingkat Bahaya Erosi yang terjadi pada DAS Wawar Waduk Wadaslintang didominasi dengan tingkat sangat ringan, dimana pada tahun 2010-2012 secara berturut-turut terjadi pada lahan seluas 15912,9226 ha (69,3377%), 17842,0105 ha (77,7434%), 18071,5515 ha (78,7436%).
ZONASI KARAKTERISTIK PENCEMARAN UNTUK PENYUSUNAN STRATEGI DAN POLA AKSI PENANGANAN SUNGAI MENUJU CITARUM HARUM (PEMETAAN DENGAN CITRA TEGAK RESOLUSI TINGGI) Rohmat, Dede; Setiawan, Iwan; Affriani, Asri Ria
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i1.21719

Abstract

 Pencemaran pada area Sungai Citarum memberikan dampak terhadap degradasi fungsi sungai. Masyarakat sekitar dan pemerintah memerlukan strategi khusus demi terjaganya kesesuaian dan keberlanjutan fungsi sungai. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui pola sistem drainase dan pembuangan limbah di sungai Citarum; (2) mengetahui pola pikir dan perilaku masyarakat tentang pentingnya menjaga peran Sungai Citarum untuk keberlangsungan kehidupan mendatang; dan (3) menentukan strategi penanganan pencemaran sungai Citarum. Pendekatan spasial, survei serta FGD (Forum Group Discussion) digunakan untuk mengkaji karakteristik pencemaran sebagai penyusun strategi serta pola aksi penanganan sungai menuju Citarum harum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai besar limbah dibuang langsung ke sungai melalui saluran-saluran drainase tanpa pengolahan terlebih dahulu. Sebagian besar belum terkoneksi dengan baik. Secara rill permasalahan prioritas di daerah kajian adalah tidak adanya: (1) lembaga/kelembagaan khusus untuk menangani masalah lingkungan; (2) sistem drainase yang terkoneksi dengan baik; (3) penanganan dan pengolahan limbah dan sampah yang baik dan tuntas; (4) sinerginisitas antar program berbasis lingkungan di tingkat desa; (5) kegiatan berbasis kemitraan pada tingkat satuan adminitratif terkecil/desa; (6) dukungan dana dan kemampuan rekayasa lingkungan. Oleh karena itu diperlukan perancangan kegiatan berbasis kemitraan antar stake holder atas nama masyarakat, yang berorientasi pada terbentuknya kemitraan yang kokoh dan mampu bekerja sinergi untuk membangun dan mengembangkan row model penanganan pencemaran Sungai Citarum.
NILAI-NILAI KEBUDAYAAN DI KAMPUNG ADAT DUKUH SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL HIDUP SELARAS DENGAN LINGKUNGAN Mainaki, Revi; Rosali, Ely Satiyasih
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i1.15536

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan letak strategis yang didalamnya terdapat masyarakat yang majemuk, dimana setiap wilayah memiliki kebudayaan yang berupa nilai positif sehingga membentuk kearifan lokal setempat sebagai identitas. Salah satunya terdapat di Kampung Adat Dukuh yang memiliki nilai kebudayaan hidup selaras dengan lingkungan sebagai bentuk akulturasi. Guna mengetahui nilai kebudayaan dan upaya mempertahankan nilai tersebut dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif, metode deskriptif. Data dikumpulkan dalam bentuk observasi, studi pustaka, wawancara dan studi dokumentasi dari pemerintah setempat, juru kunci kampung adat dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukan nilai kebudayaan di kampung adat tersebut diantaranya 1) Pembagian jenis tanah adat; 2) Bentuk rumah tinggal dan 3) Unsur Budaya Universal lokal yang masih dipertahankan dengan cara 1) tidak melakukan aktivitas berdagang di likngkungan Kampung Dukuh Dalam,  2)  menolak memanfaatkan aliran listrik, 3) tidak menjadi Pegawai Negeri Sipil dan 4) tetap hidup dalam kesederhanaan. Hidup selaras dengan lingkungan akan membantu mencegah kerusakan yang berdampak negatif bagi kehidupan manusia, sehingga perlu peran aktif pemerintah setempat dan masyarakat sekitar dalam melestarikan warisan nilai kebudayaan non benda tersebut.
PENGARUH PERKEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP KARAKTERISTIK EKONOMI MASYARAKAT DI SEKITAR CANDI BOROBUDUR Syaifuddin, Arief; Purwohandoyo, Joni
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i1.14528

Abstract

Candi Borobudur dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang terkenal hingga manca negara. Selain mampu menyokong perekonomian masyarakat sekitar, keberadaan Candi Borobudur juga berkontribusi melestariakn warisan budaya dunia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perkembangan destinasi wisata Candi Borobudur terhadap ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data sekunder dan primer melalui kuesioner, observasi, studi literatur, dan wawancara mendalam. Teknik analisis yang digunakan deskriptif dan tabel frekuensi. Analisis pengaruh destinasi pariwisata terhadap ekonomi masyarakat dilihat dari efek penggandaan yang menghasilkan dampak langsung, dampak tidak langsung, dan dampak lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan destinasi pariwisata Candi Borobudur dimulai sejak candi ditetapkan sebagai objek wisata tahun 1980. Sejak terbentuk Candi Borobudur mulai banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan sehingga terjadi penambahan berbagai aspek pengembang seperti akses jalan yang sudah diaspal, faslilitas pelayanan yang lengkap, atraksi wisata yang ditambah, dan masyarakat mulai terlibat dalam penyediaan akomodasi dan pelaku usaha di bidang pariwisata. Sedangkan karakteristik ekonomi masyarakat terlibat pada kegiatan pariwisata sebagai pekerjaan pokok maupun sampingan. Pendapatan yang diterima sebanyak 76,6% berada di atas UMK Kabupaten Magelang dan sebanding dengan pengeluaran masyarakat. Analisis efek penggandaan menunjukkan nilai ≥1 yang berarti kegiatan pariwisata memberikan pengaruh berupa dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Kontribusi Mata Pelajaran Geografi Untuk Meningkatkan Semangat Bela Negara Siswa SMA di Provinsi Aceh Gadeng, Ahmad Nubli; Ningrum, Epon; Abdi, Abdul Wahab; Aziz, Daska; Desfandi, Mirza
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i1.23481

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kontribusi dari mata pelajaran geografi dalam rangka meningkatkan semangat bela negara pada siswa SMA di Provinsi Aceh.  Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini yaitu deskriptif kualitatif, dan studi literatur (studi kepustakaan) dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, peraturan perundang-undangan dan surat kabar berupa media cetak/media online)  yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini. Terakhir, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode delphi. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: semangat bela negara merupakan program yang sedang gencarnya digalakkan oleh pemerintah dewasa ini, bela negara dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat sesuai dengan kategori dan usianya masing-masing. Sebagai contoh melalui pembelajaran di SMA, salah satunya pada MAPEL Geografi terdapat pembahasan tentang materi yang dapat menggugah minat siswa untuk menjaga/membela keutuhan negara. Sehingga peran guru geografi sangat strategis dalam meningkatkan semangat bela negara, dan diharapkan pula kesadaran siswa melalui proses internalisasi dikategorikan berhasil, serta berdampak positif terhadap keutuhan Negara Indonesia. Terakhir, diharapkan agar pemerintah dapat menjadikan geografi sebagai mata pelajaran wajib untuk peserta didik di Indonesia, hal ini dikarenakan MAPEL Geografi sangat strategis dalam meningkatkan semangat bela negara pada siswa SMA.
BEST PRACTICE MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI FISIK, SOSIAL DAN KEBENCANAAN DI JAWA BARAT (STUDI KASUS : KAMPUNG ADAT SINAR RESMI DAN SEKITARNYA) Pamungkas, Totok Doyo; Ismail, Arif
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i1.19092

Abstract

Kepulauan di Indonesia banyak dipengaruhi aktivitas gunungapi dan tektonik lempeng khususnya pulau Jawa sangat berpotensi bencana seperti erupsi gunungapi, banjir, tanahlongsor, dan gempabumi. Pembelajaran Geografi menjadi sangat penting dalam kajian fisik, sosial ekonomi dan kebencanaan, khususnya wilayah yang memiliki potensi rawan bencana tanahlongsor seperti di Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana cara mahasiswa mengidentifikasi kondisi fisik dan kondisi sosial ekonomi Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, serta apakah Kuliah Kerja Lapangan menjadi best practice mahasiswa pada pembelajaran geografi. Penelitian bertujuan membantu mahasiswa mampu mengidentifikasi kondisi fisik dan mampu mengkaji kondisi sosial ekonomi daerah penelitian dengan instrumen fisik dan sosial ekonomi menjadi informasi data baru dan rekomendasi yang bermanfaat bagi warga desa Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi. Dengan Kuliah Kerja Lapangan inilah best practice mahasiswa dalam pembelajaran Geografi. Menggunakan metoda penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif sebagai cara efektif observasi mahasiswa secara langsung maupun tidak langsung. Hasil analisis resiko bencana tanahlongsor mahasiswa menunjukkan Desa Cimapag memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi sedangkan Desa Cicadas dan Desa Sinar Resmi memiliki tingkat kerawanan tinggi. Informasi kebencanaan diperoleh responden secara cepat bersumber dari televisi dan komunikasi antar keluarga, kerabat dan teman. Kajian sosial ekonomi dari mata pencaharian warga mayoritas adalah petani pemilik lahan dan buruh tani dengan jenjang pendidikan masih rendah mayoritas tamatan Sekolah Dasar dan tidak sekolah/putus sekolah. Best practice pembelajaran Geografi menggunakan instrument kajian fisik, sosial ekonomi dan kebencanaan di Kuliah Kerja Lapangan menghasilkan informasi data baru daerah penelitian berupa peta, laporan, banner, pameran, leaflet dan presentasi bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.
PERAN PENGEMBANGAN PERKEBUNAN KOPI TERHADAP KONDISI EKONOMI MASYARAKAT DESA PACE KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER Rahmadianto, Andika Pratama
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i2.17750

Abstract

Desa Pace merupakan salah satu desa di Kecamatan Silo yang memanfaatkan sumber daya alam sebagai sumber mata pencaharian warganya sehari hari. Sumber daya alam yang digunakan yaitu dari jenis kopi dan karet. Mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani kopi khususnya kopi Robusta. Tujuan penelitian ini adalah sebagai untuk (1) menganalisis dan mengidentifikasi peran pengembangan kopi dalam kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Pace Kecamatan Silo Kabupaten Jember; (2) karateristik pendapatan pertanian di daerah tertentu; (3) strategi peningkatan dan pemasaran produksi, produktivitas, serta kualitas komoditas kopi; (4) Rekomendasi untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan kualitas komuditas kopi. Alat analisis yang digunakan (1) analisis biaya dan analisis pendapatan; (2) analisis deskriptif. Kegiatan pertanian di Desa Pace tidak hanya terfokus dengan tanaman kopi tetapi ada juga yang menanam tanaman alpukat, kelapa, ubi, sengon dan karet.
Sampul GEA Vol 20, No 2 Oktober (2020) Gea, Gea
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i2.29834

Abstract

Sampul
METODE DEFUZZIFIKASI ARTIFICIAL NEURAL NETWORK UNTUK KLASIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN Wulansari, Harvini
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v20i2.28163

Abstract

Artificial neural network is a non-parametric approach which does not require class statistical distribution to be described normally, the advantages of non-parametric approach are its ability to combine septral data and non-spectral data, which is assumed by adding non-spectral data, the resulting accuracy also increased. The method used in this study is a fuzzy logic-based approach with defuzzification using an artificial neural network algorithm. The input spectral data were taken from the ALOS AVNIR-2 image and non-spectral data in the form of slope, soil solum and image texture. This study resulted in an overall accuracy and kappa index that was not good or proper, however the results were still acceptable. The results of the overall accuracy calculation for the 14 land use classes of the artificial neural network defuzzification process involving spectral data only (4 bands ALOS AVNIR-2) were 55% and the kappa index was 0.51. Meanwhile, when non-spectral data such as slope slope, soil solution and image texture are involved as input, the accuracy decreases in 14 land use classes, with an overall accuracy of 40% and a kappa index of 0.35 where the input slope and soil solum are interpolated in the software. ArcGIS first, while the one that was directly interpolated in the Idrisi Selva software, the overall accuracy was 49.75% and the kappa index was 0.45%.