cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
PENGARUH PENGATURAN DEBIT INLET IPLC DENGAN PENURUNAN KADAR AMONIAK (NH3) PADA IPLC RSUD AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Hendra Susanto; Agus Subagyo; Hari Rudijanto. IW
Buletin Keslingmas Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.105 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i2.2962

Abstract

AbstractHospital liquid is the most potential resource of water pollution. The hospital wastes which containamoniac will cause several environmental problem such as eutrofikasi and an indication of organic mixturepollution which contain nitrogen. The goal of this research is to analizing the affect of IPLC RSUD Ajibarang. Inletdebit control with the decreation of amoniac rate at IPLC RSUD Ajibarang. The IPLC inlet debit control researchas 74,5 ltr/mnt, 68,5 ltr/mnt and 62,5 ltr/mnt. This kind of research is a pre eksperiment with pre and post testdesign approach. The collection of data been done by checking the amoniac rate of laboratory.The data presentedin table and structural narration. Data analization is using kruskal wallis statistik identification to identify thedifference of decreation amoniac rate with the control at inlet debit which is 74,5 ltr/mnt, 68,5 ltr/mnt and 62,5ltr/mnt.The result of the research gained is the rate amoniac IPLC RSUD Ajibarang with the control of inlet debitIPLC 74,5 ltr/mnt shown approximately 0,093 mg/ltr, inlet debit IPLC 68,5 ltr/mnt shown approximately0,075mg/ltr and inlet debit IPLC 62,5 ltr/mnt shown approximately0,050 mg/ltr. The edge point of amoniac is suitablewith the city regulation in Central Java Province No. 5 2012 at 0,1 mg/ltr. The test result is kruskal wallissignificant point at 0,000 0,05 (grade α) that lead Ho to an discharge of Ho or there is a decreation of amoniacrate with IPLC inlet debit control to IPLC RSUD Ajibarang liquid waste. Summarized by the researcherthat thereare significant decrease influence of amoniac rate at the control at IPLC RSUD Ajibarang inlet debit. The mosteffective to reduce amoniac rate is with the IPLC inlet debit 62,5 ltr/mnt. Suggested to the hospital’s Management toaccomplish the research result to reduce the amoniac rate in liquid waste
HUBUNGAN PENCEMARAN SUMBER AIR DAN PERILAKU IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI DESA SIRKANDI KECAMATAN PURWAREJA KLAMPOK KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 Winenti Winenti; Teguh Widiyanto
Buletin Keslingmas Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.057 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i4.3114

Abstract

Diare adalah penyakit yang menjadi penyebab utama kedua kematian anak dibawah usia lima tahun. Pencemaransumber air sebagai faktor lingkungan yang berinteraksi dengan faktor perilaku merupakan faktor yang palingberpengaruh dalam kejadian diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pencemaran sumber airdan perilaku ibu yang terdiri dari perilaku mencuci tangan, perilaku merebus air, perilaku menyimpan air minumdan perilaku membuang tinja balita dengan kejadian diare pada balita. Jenis penelitian ini merupakan penelitianobservasional dengan analisis deskriptif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitianini adalah ibu balitadi Desa Sirkandi yang berjumlah 689 dengan jumlah sampel sebanyak 69 sampel. Datadianalisis dengan menggunakan uji chi square. Pengambilan sampel dengan cara acak sederhana (simple randomsampling). Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan inspeksi sanitasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dari 69 responden terdapat 45 responden (65,2%) yang mempunyai balita menderita diare.Dengan α = 0,05 ada hubungan yang signifikan anatara pencemaran sumber air (p value = 0,033 , OR = 3,45),perilaku mencuci tangan (p value = 0,000, OR = 51,25), perilaku merebus air (p value = 0,000, OR = 8,75),perilaku menyimpan air minum (p value = 0,000, OR = 19,25) dan perilaku membuang tinja balita (p value =0,000, OR = 88,00) dengan kejadian diare pada balita. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yangsignifikan antara pencemaran sumber air, perilaku mencuci tangan, perilaku merebus air, perilaku menyimpan airminum dan perilaku membuang tinja balita dengan kejadian diare pada balita. Saran yang diberikan yaitu denganmelakukan pengawasan atau inspeksi sanitasi sumber air oleh petugas dan memberikan sosialisasi danpenyuluhan kepada masyarakat tentang pencegahan diare melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
STUDI PENGELOLAAN SAMPAH DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Setyo Amonggoro; Priyo Santoso
Buletin Keslingmas Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.247 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i4.3035

Abstract

Rumah Sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan dan tempat berkumpulnya orang sakit maupun orangsehat, serta dapat menjadi tempat penularan penyakit dan memungkinkan terjadinya pencemaran lingkunganmaupun gangguan kesehatan. RSUD Ajibarang adalah Rumah Sakit kelas C yang memiliki 163 tempat tidur inapdan memiliki BOR (Bed Occupancy Rate) di RSUD Ajibarang pada tahun 2014 sebesar 56,41%. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah di RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas. Jenispenelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara danpengukuran. Hasil penelitian pengelolaan sampah di RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas volume sampahmedis rata-rata perhari adalah 736,27 liter dan untuk sampah non medis adalah 1958,125 liter per hari dan skorpenilaian sampah medis yang didapatkan yaitu 89% dan sampah non medis 77%. Sudah dilakukannya pemisahanantara sampah medis dengan sampah non medis, namun masih tercampurnya sampah organik dengan anorganikpada sampah non medisnya. Dan masih tercampur antara sampah infeksius benda tajam dengan sampah infeksiuslainnya. Pengangkutan sampah medis dan non medis dilakukan oleh petugas dengan cara manual.
PENGARUH BERBAGAI DOSIS UMBI GADUNG RACUN (Dioscorea hispid ) TERHADAP KEMATIAN TIKUS MENCIT PUTIH (Mus musculus strain albino) Ari Rahmawati; Arif Widyanto
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.572 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3072

Abstract

Tikus merupakan salah satu satwa liar yang menjadi hama yang mengganggu dalam kehidupan manusia.Pengendalian tikus sudah cukup banyak dilakukan oleh masyarakat baik secara fisik maupun secara kimia. Salahsatunya dengan memanfaatkan tumbuhan alami yang mengandung racun, contohnya adalah umbi gadung yangmengandung senyawa dioskorin yang bersifat toksik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dilaboratorium. Penelitian dilakukan dengan metode umpan . Umpan dibuat berbentuk pelet dari tepung ikan, dedak,kemiri dan umbi gadung. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok yang ditempatkan ke dalam kontainer, masing- masingkontainer berisi 6 ekor berdasarkan dosis umbi gadung yaitu 250 gram, 500 gram dan 750 gram. Penelitiandilakukan selama 48 jam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Penelitian dilakukandengan metode umpan . Umpan dibuat berbentuk pelet dari tepung ikan, dedak, kemiri dan umbi gadung. Tikusdibagi menjadi 4 kelompok yang ditempatkan ke dalam kontainer, masing- masing kontainer berisi 6 ekorberdasarkan dosis umbi gadung yaitu 250 gram, 500 gram dan 750 gram. Penelitian dilakukan selama 48 jam.Untuk peneliti yang lain jika akan melanjutkan penelitian yang serupa sebaiknya tikus tidak dicampur namundipisah-pisah yaitu satu tikus diletakkan dalam satu kontainer agar lebih mudah dalam pengamatannya dan lebihefektif.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERISIKO DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Taraegi Evani Kanigia; Tri Cahyono; Asep Tata Gunawan
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.838 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.1675

Abstract

Demam berdarah dengue Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit menular yang disebabkan olehvirus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Jumlah kasus DBD di Kecamatan PurwokertoTimur periode Januari-Maret tahun 2016 sebanyak 60 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui faktorrisiko lingkungan, perilaku, dan kepadatan hunian dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) diPurwokerto Timur Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan analitik observasional dengan desain Studi CaseControl, jumlah sampel 40 kasus dan 40 kontrol. Variabel yang diteiti meliputi kebiasaan menggunakan reppelent,adanya ruang gelap, kebiasaan menggantung pakaian, adanya tempat penampungan alami, dan kepadatan hunian.Data dianalisis ke dalam univariat, bivariat dengan analisis Chi-square dan multivariat dengan uji regresilogistik.Hasil analisis bivariat kebiasaan menggunakan repplent (p=0,128 OR=2,510), adanya ruang gelap(p=1,000 OR=1,129), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,277 OR=2,122), adanya tempat penampungan alami(p=0,213 OR=2,125), kepadatan hunian (p=0,605 OR=1,495). Hasil bivariat menunjukan seluruh variabel yangditeliti tidak ada hubungan dengan kejadian DBD karena nilai p lebih besar dari nilai = 0,05. Hasil multivariatfaktor yang paling signifikan kebiasaan menggunakan reppelent (p=0,079 OR=2,510).Simpulan penelitian iniadalah tidak ada variabel yang berhubungan dengan kejadian DBD. Disarankan untuk masyarakat untukmewaspadai faktor-faktor DBD lainnya.
ANALISIS PENGOLAHAN LIMBAH MEDIS PADAT PADA 2 (DUA) PUSKESMAS RAWAT INAP DAN 2 (DUA) PUSKESMAS NON RAWAT INAP DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Ilham Khumaidi; Agus Subagiyo; Teguh Widiyanto
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.482 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3104

Abstract

Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan yang dalam kegiatannya menghasilkan limbah medis maupun limbah non medis baik dalam bentuk padat maupun cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pengolahan limbah medis padat ada 2 (dua) Puskesmas  Rawat Inap dan  2 (dua) Puskesmas Non rawat Inap di Kabupaten Banyumas.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengolahan sampah yang di lakukan setiap puskesmas yang di teliti sama yaitu dari mulai penimbulan, pewadahan, pengumpulan, pengangkutan pengolahan dan pembuangan akhir sudah sama semua di setiap puskesmas sudah ada tempat sampah yang terpisah antar sampah medis dan non medis. Akan tetapi untuk plastik bewarna pewadahan belum dilaksanakan untuk Puskemas II Cilongok dan Puskesmas II Kembaran.Kesimpulan dari penitian ini adalah pengelolaan limbah medis padat pada Puskesmas I Sokaraja, Puskesmas I Cilongok, Puskesmas II Cilongok, dan Puskesmas II Kembaran dapat dikatakan sudah sesuai dengan pengelolaan limbah medis menurut Kepmenkes No 1428/MENKES/SK/XII/2006.Saran yang diberikan kepada Puskesmas di Kabupaten Banyumas memperbaiki pengelolaan limbah medis padat dan non medis khususnya untuk pelabelan tempat sampah, penggunaan kantong plastik bewarna, dan tempat penampungan yang harus ada.
PENGARUH BERBAGAI DOSIS TAWAS TERHADAP KEKERUHAN AIR SUMUR GALI DI DESA DUKUHLO RT 1 RW 6 KEC. LEBAKSIU KAB. TEGAL TAHUN 2016 Nur Amalia; Hari Rudijanto IW
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.216 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2995

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok hidup manusia dan makhluk hidup lainnya, bahkan dalamtubuh manusia hampir 70% berat badan terdiri dari unsur air. Permasalahan yang timbul dalam pemenuhanpenyediaan air bersih adalah kualitas air tanah yang digunakan masyarakat kurang memenuhi syarat sebagai airbersih. Oleh karena itu setiap air bersih yang digunakan harus memenuhi syarat kualitas air bersih salah satunyayaitu air tidak berwarna atau tidak keruh. Metode yang dapat digunakan untuk mengurangi kekeruhan adalahdengan pemberian tawas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis tawas 10 mg/l, 20 mg/l, 30 mg/l, dan40 mg/l terhadap penurunan kekeruhan air sumur gali. Jenis penelitian ini adalah Pre Experiment denganpendekatan Pre and Post Test Design Non Randomized. Hasil penelitian menunjukkan kekeruhan air sumur galisetelah perlakuan dengan dosis 10 mg/l rata-rata 12,6 NTU, 20 mg/l rata-rata 9,6 NTU, 30 mg/l rata-rata 9 NTU,40 mg/l rata-rata 6,5 NTU. Nilai pH air sumur gali setelah perlakuan rata-rata 4,3-5,6. Suhu air sumur gali setelahperlakuan rata-rata 27,60C-28,160C. Disimpulkan ada pengaruh yang signifikan terhadap pemberian tawas dalammenurunkan kekeruhan air sumur gali pada pemberian tawas dengan dosis 20 mg/l dengan hasil kekeruhan ratarata9,6 NTU. Pemilik air sumur gali dengan kualitas air keruh dapat menerapkan hasil penelitian ini untukmengurangi kekeruhan air sumur gali, dengan cara mencampurkan tawas dalam air, aduk terus pastikan tawaslarut dalam air, yang selanjutnya masukkan larutan tawas ke dalam air sumur gali.
STUDI TENTANG INTENSITAS SUARA DANUPAYA PENGENDALIAN KEBISINGAN DI BANDAR UDARAHUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG TAHUN 2014 Pradita Wira Riadiany; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.366 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i1.3022

Abstract

PDAM Tirtawening Environmental Quality Control Measurement Laboratory Bandung stated thatHusein Sastranegara airport had highest noise intensity equal to 89.83 dB (A) so that the researcherwants to investigate the sound intensity and noise control in the Husein Sastranegara airport Bandung2014.The research design used was descriptive research which was intended to obtain vivid descriptionrelated sound intensity and noise control in Husein Sastranegara airport Bandung 2014 with five-pointmeasurement that describes the apron (aircraft parking space), check in / luggage space and the ticketprocess, passengers waiting room, public park, and housing.The research results shows that the sound intensity in Husein Sastranegara airport Bandungmeasurement in all locations for 83.78 dB (A) on the apron (aircraft parking area), 72.66 dB (A) at thecheck in / hall ticket and luggage process, 75.37 dB (A) in the passenger waiting room, 65.93 dB (A) atthe public parking lot and 68.52 dB (A) at the housing. The highest sound intensity results was in theapron (aircraft parking area) 85.33 dB (A) at 08:40 am.Manager of Husein Sastranegara airport Bandung expected to encourage the airports employeesto use personal protective equipment such as ear muff while on duty at the apron (aircraft parking) andconduct sound intensity measurement on a regular basis in order to recognize hazard that can interferewith employee activities.
KUALITAS FISIK UDARA DI TERMINAL BUS BULUPITU PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Anugrah Putradana; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.976 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3063

Abstract

Terminal Bus Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas merupakan tempat sarana transportasi darat tipeA dengan jam operasi 24 jam. Pengunjung 50% merasa kebisingan, 15% cepat pegal, 20% kepanasan, 15% merasapening. Mengukur kualitas fisik udara berupa intensitas suara, intensitas pencahayaan, suhu dan kelembaban.Metode penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan di ruang pengelola terminal, ruang tunggupengunjung dan ruang pedagang. Hasil pengukuran intensitas suara pada hari pertama 65,48 dB(A)–73,76 dB(A)dengan rata-rata 69,72 dB(A), hari kedua 64,18 dB(A)–71,99 dB(A) dengan rata-rata 67,42 dB(A), dan hariketiga55,24 dB(A)–71,39 dB(A) dengan rata-rata 63,48 dB(A). Hasil pengukuran intensitas cahaya hari pertama 16Lux – 715 Lux dengan rata-rata 178,33 Lux, harikedua15 Lux–235 Luxdengan rata-rata 87,33 Lux, dan hari ketiga16 Lux–1035Lux dengan rata-rata 245,66 Lux. Hasil pengukuran suhu hari pertama 28ºC–30ºC rata-rata 28,6ºC,hari kedua 30ºC–32ºC rata-rata 31,16ºC, hari ketiga 27ºC–30ºC dengan rata-rata 28,5ºC. Hasil pengukurankelembaban hari pertama 52%-70% dengan rata-rata 60,5%, hari kedua 48%-57% dengan rata-rata 51,33% danhari ketiga 45%-58% dengan rata-rata 52,83%. Simpulan empat pengukuran kualitas fisik udara memenuhi syarat.Saran dapat dilakukan membuat celah di atap dengan kaca agar cahaya alami masuk.
STUDI DESKRIPTIF KADAR DEBU PADA BAGIAN PRODUKSI PT. MUARA KAYU SENGON DESA KARANGANYAR KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Dipta Hastantoro; Marsum Marsum
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.72 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3095

Abstract

Studi deskriptif kadar debu pada bagian produksi PT. Muara Kayu Sengon Desa Karanganyar Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahanbahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan sususan (komposisi) udara dari keadaan normalnya seperti debu. PT. Muara Kayu Sengon merupakan penghasil kayu lapis dan berpotensi untuk menimbulkan kontaminasi di udara tempat kerja berupa partikel debu kayu di dalam ruangan saat karyawaan bekerja sehingga mengakibatkan lingkungan menjadi tercemar oleh partikel debu kayu, sehingga kualitas udara menjadi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar debu di ruang produksi PT. Muara Kayu Sengon. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan crossectional untuk mendapatkan gambaran tentang kadar debu total di ruang produksi PT. Muara Kayu Sengon Banyumas tahun 2016. Pengukuran kadar debu total dilakukan pada 10 titik di ruang produksi PT. Muara Kayu Sengon Banyumas dengan hasil pengukuran rata-rata adalah 20,5824mg/m3, hasil tertinggi di titik 8(H) sebesar 37,632 mg/m3 dan terendah di titik 3(C) sebesar 10,08 mg/m3. Standar yang digunakan adalah Permenakertrans No. 13/Men/X/2011 tentang nilai ambang batas faktor fisik dan faktor kimia di tempat kerja adalah 5 mg/m3 dengan kadar tertinggi diperkenankan 10 mg/m. Ratarata pengukuran suhu 35,2°C dengan persyaratan 18-30°C, kelembaban 75,2% dengan persyaratan 65-95%, laju ventilasi 0,1 m/s dengan persyaratan 0,15-0,25 m/s dan arah angin menunjukkan ke arah selatan. Standar yang digunakan adalah Kepmenkes NO. 1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang persyaratan kesehatan lingkungan perkantoran dan industri. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan hasil rata-rata kadar debu total di ruang produksi melebihi NAB yaitu 20,5824 mg/m3, suhu melebihi standar yaitu 35,2°C, laju ventilasi tidak memenuhi standar yaitu 0,1 m/s. Ruang produksi sebaiknya dilengkapi dengan rekayasa alat untuk mengurangi paparan debu.

Page 2 of 52 | Total Record : 516


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue