cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
Sanitasi Pasar Tradisional Di Masa Transisi Covid-19 (Studi di Pasar Tradisional Jatiroto Kabupaten Lumajang) Achmad Ababil; Anita Dewi Moelyaningrum; Prehatin Trirahayu Ningrum
Buletin Keslingmas Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i4.10504

Abstract

Pasar dapat menjadi tempat penularan penyakit jika hygiene dan sanitasi pasar tidak diterapkan dengan baik. Pada kenyataannya hanya ada sekitar 10% pasar tradisional yang mempunyai pengelolaan pasar  secara  baik  dan  memenuhi standar yang ada2. Tujuan penelitian ini untuk menggambaarkan sanitasi Pasar Tradisional Jatiroto di masa transisi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional. Variabel penelitian meliputi kondisi bangunan pasar, sanitasi pasar, keamanan pasar, sarana penunjang pasar, dan penerapan protokol kesehatan pasar. Dilakukan wawancara terhadap 169 pedagang yang telah ditentukan menggunakan metode Simple Random Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua variabel seperti kondisi bangunan pasar, sanitasi pasar, keamanan pasar, sarana penunjang pasar, dan penerapan protokol kesehatan pasar dikategorikan kurang baik dikarenakan pada semua variabel tersebut dalam kondisi tidak memenuhi syarat.
Efektivitas Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) sebagai Remediator dalam Menurunkan Kadar Warna pada Limbah Batik di Desa Sokaraja Kulon Kecamatan Sokaraja Mifta Nurani Indraswari; Suparmin Suparmin; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i4.10843

Abstract

Industri batik adalah tempat usaha pengasil kain batik dimana dalam proses pembuatannya menggunakan bahan pewarna sintesis. Dari bahan tersebut menghasilkan limbah cair yang keruh, pekat, dan sulit terdegradasi. Membuang langsung ke badan air akan berdampak buruk terhadap lingkungan, sehingga perlu adanya pengolahan agar limbah memenuhi baku mutu salah satunya menggunakan fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dalam menurunkan kadar warna menggunakan metode fitoremediasi. Metode penelitian yaitu pre experimental pendekatan pre-test and post-test design dengan sampel air limbah batik sebanyak 5 liter. Variasi yang digunakan yaitu jumlah tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) meliputi 2 tanaman. 4 tanaman, 6 tanaman, 8 tanaman, dan 10 tanaman. Dilakukan replikasi sebanyak 3 kali pada setiap variasi. Dan variabel dependen yaitu parameter warna. Hasil penelitian diperoleh rata-rata pemeriksaan warna sebelum perlakuan sebesar 18.600 TCU dan sesudah perlakuan sebesar 15.111 TCU. Dari hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0,016. Hasil perhitungan efektivitas penurunan warna pada air limbah batik yaitu 20,55% untuk 2 tanaman; 7,71% untuk 4 tanaman; 42,10% untuk 6 tanaman; 44,64% untuk 8 tanaman; dan 48,19% untuk 10 tanaman. Simpulan Fitoremediasi menggunakan tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) belum efisien dalam menurunkan kadar warna limbah batik. Saran industri batik dapat memanfaatkan tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) untuk menurunkan warna pada pengolahan limbah batik dengan cara fitoremediasi.
Kandungan Unsur Hara Campuran Limbah Cucian Beras dengan Air Kelapa Veronika Amelia Simbolon; Kholilah Samosir; Dina Yulianti; Mitra Wibianto; Lala Syafitri Handayani
Buletin Keslingmas Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i4.10822

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik pada tanah dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan tanah. Tanah yang rusak sulit untuk diupayakan perbaikannya, untuk menghindari hal tersebut masyarakat sudah mulai beralih memanfaatkan limbah yang dihasilkan dari kegiatan sehari hari. Selain aman diaplikasikan pada lingkungan, pemanfaatan limbah organik juga dapat menurunkan potensi pencemaran lingkungan.Beberapa penelitian menyatakan bahwa limbah organik seperti limbah cucian beras dan air kelapa cukup efektif untuk pertumbuhan tanaman.Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan unsur hara campuran limbah cucian beras dengan air kelapa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah pupuk organik cair campuran limbah cucian beras dengan air kelapa, dengan konsentrasi 50%, 75% dan 100% dengan volume masing masing konsentrasi sebanyak 1000 ml (1 liter). Pengujian kadar Nitrogen Total dengan Kjedahl, Kalium menggunakan Flame photometer, sedangkan Magnesium (Mg) dan Kalsium (Ca) menggunakan AAS. Pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium DITSL IPB Bogor. Analisis data secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari masing-masing variabel pada penelitian.Hasil pengukuran kadar N-Total pada konsentrasi 50% sebesar 0,02%, 75% sebesar 0,03%, konsentrasi 100% sebesar 0,04%. Kadar Kalium diketahui pada konsentrasi 50% sebesar 0,14%, 75% sebesar 0,21%, konsentrasi 100% sebesar 0,27%. Kadar Calsium konsentrasi 50% sebesar 46,5ppm, 75% sebesar 56,1ppm, konsentrasi 100% sebesar 62,6ppm. Kadar Magnesium pada konsentrasi 50% sebesar 57,0 ppm, 75% sebesar 84,5 ppm, konsentrasi 100% sebesar 107,8 ppm. Kadar Fosfor konsentrasi 50% sebesar 0,02%, 75% sebesar 0,03% sedangkan konsentrasi 100% sebesar 0,04%. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu semakin pekat kadar pupuk organik cair, semakin tinggi kadar unsur hara dalam pupuk tersebut.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Pengelolaan Sampah Berbasis Aplikasi IT Sri Slamet Mulyati; Pujiono Pujiono; Irmawartini Irmawartini; Nurul Hidayah; Salma Aripin
Buletin Keslingmas Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i4.10849

Abstract

Timbulan sampah perkotaan di dunia mencapai 2,01 miliar ton per tahun, 33% nya tidak dikelola dengan baik .Timbulan sampah per tahun di Indonesia mencapai sekitar 67,8 juta ton per tahun dan diprediksi kian meningkat seiring bertambahnya populasi.  Kota Bandung mengalami tantangan besar dalam masalah pengelolaan sampah dengan timbulan sampah harian mencapai 1.477 ton dan sekitar 10% dari sampah tersebut tidak ditangani dengan baik . Konsekuensi dari pengelolaan sampah yang buruk akan berdampak pada kejadian penyakit berbasis lingkungan , juga mencemari lingkungan . Strategi dalam penanganan sampah tidak cukup menangani di tahap akhir saja, namun diperlukan upaya pengelolaan sampah dari sumbernya, yaitu linier dari hulu ke hilir . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis aplikasi IT. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan survey untuk menggambarkan karakteristik responden, tingkat pengetahuan, sikap responden terhadap aplikasi pengelolaan sampah. Sampel penelitian 60 orang dari dua kelurahan di Kota Bandung. Sampel masing-masing kelurahan yaitu 30 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling berdasarkan data penelitian sebelumnya sehingga terpilih dua wilayah tersebut. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah sudah baik, namun baik pengetahuan maupun sikap, keduanya tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap respons penggunaan aplikasi, sehingga perlu dilakukan upaya untuk menarik minat masyarakat terhadap penggunaan aplikasi pengelolaan sampah berbasis IT.
Risiko Kepadatan Hunian, Kebiasaan Merokok dan Riwayat Kontak terhadap Kasus Tuberkulosis Paru di Indonesia: Meta Analisis Adnindya Krismahardi
Buletin Keslingmas Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i1.11306

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Meskipun biasanya menyerang paru-paru, bakteri TB bisa juga menyerang organ tubuh lainnya, termasuk ginjal, tulang belakang, dan otak. Di Indonesia, Tuberkulosis (TB) menduduki peringkat ketiga setelah India dan China, dengan jumlah kasus mencapai 824 ribu dan menyebabkan 93 ribu kematian per tahun, atau setara dengan 11 kematian per jam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor risiko seperti kepadatan hunian, riwayat kontak, dan kebiasaan merokok terhadap kejadian Tuberkulosis Paru di Indonesia. Studi ini mengadopsi metode meta-analisis dengan sumber data yang diperoleh dari Google Scholar. Hasil data sekunder dari metode meta analisis menemukan bahwa variabel Riwayat Kontak memiliki risiko 3.819 kali lebih besar, Kepadatan Hunian memiliki risiko 2.585 kali lebih besar. Selain itu, kebiasaan merokok memiliki risiko 1.840 lebih besar. Kesimpulan dari hasil meta analisis yang memiliki risiko paling signifikan terhadap kejadian Tuberkulosis paru di Indonesia adalah variabel riwayat kontak, kepadatan hunian, dan yang terendah, variabel kebiasaan merokok. Upaya pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan penyuluhan kesehatan dan perubahan perilaku masyarakat menuju lebih sehat dengan menjaga kondisi rumah tetap sehat.
Efektivitas Lotion Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L.) Sebagai Antiseptik Kuman Pada Tangan Pedagang Makanan Rosella Thesar Az-Zahra; Yulianto Yulianto; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i2.11440

Abstract

Penggunaan produk antibakteri menjadi salah satu upaya untuk menjaga personal hygiene atau kebersihan diri. Salah satu tumbuhan yang mengandung sifat antibakteri yaitu kemangi. Kemangi memiliki senyawa fenolik seperti flavonoid, saponin, glikosida, alkaloid, tanin, dan minyak atsiri. Inovasi lotion sebagai antiseptik dengan campuran ekstrak alami belum pernah dilakukan dilakukan penelitian. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui efektivitas lotion ekstrak daun kemangi sebagai antiseptik dalam menurunkan angka kuman pada tangan pedagang makanan di Lingkungan Gedung Sasana Krida Kusuma Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-experiment dengan rancangan penelitian static group comparison. Sampel yang digunakan untuk menghitung angka kuman pada 15 responden dengan diberi perlakuan basis lotion, lotion dengan ekstrak daun kemangi (Ocimum Sanctum L.) konsentrasi 5% dan 10%. Analisis statistic menggunakan uji non parametrik yaitu uji Kruskall-Wallis dan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan efektivitas angka kuman sesudah diberi perlakuan basis lotion tanpa ekstrak daun kemangi, lotion ekstrak daun kemangi konsentrasi 5% dan 10% terhadap penurunan angka kuman pada tangan pedagang makanan di Lingkungan Gedung Sasana Krida Kusuma Kota Surakarta. Simpulan yang dapat diambil yaitu tidak terdapat perbedaan angka kuman tangan setelah diberi perlakuan basis lotion tanpa ekstrak daun kemangi konsentrasi 0% dengan konsentrasi 5%, konsentrasi 0% dan 10% serta konsetrasi 5% dan 10%. Saran  untuk penelitian selanjutnya dapat mengganti lotion menjadi bahan pembawa lain seperti basis krim, basis salep dan basis gel agar lebih mengoptimalkan manfaat ekstrak daun kemangi sebagai antiseptik.
Sanitasi Makanan Pada Rumah Makan Annisa Nur Azzahrah; Vivi Filia Elvira
Buletin Keslingmas Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i1.10826

Abstract

Sanitasi makanan di rumah makan sangat penting untuk diperhatikan agar makanan dan minuman yang dihasilkan tetap bersih dan sehat serta terhindar dari kontaminasi bakteri yang ada disekitarnya. Rumah makan merupakan suatu tempat pengolahan makanan yang perlu memperhatikan tahapan 6 prinsip sanitasi makanan mulai dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, penyimpanan makanan jadi, pengangkutan makanan dan penyajian makanan. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1096 Tahun 2011, hygiene sanitasi pangan adalah upaya menjaga, mempertahankan dan mengendalikan faktor pangan, penjamah, tempat dan peralatan yang akan digunakan pada saat pengolahan pangan yang dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan seperti penyakit diare, kolera dan hepatitis A. Oleh karena itu maka perlu dilaksanakan kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) rumah makan yang dilaksanakan oleh UPTD Puskesmas Baru Tengah. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode total sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode langsung atau turun langsung ke lapangan dan metode tidak langsung atau menggunakan data sekunder mengenai hygiene sanitasi makanan rumah makan yang ada di Puskesmas Baru Tengah. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah kuesioner. Hasil penelitian yang telah dilakukan ialah seluruh rumah makan yang ada di wilayah Puskesmas Baru Tengah telah memenuhi syarat dalam prinsip hygiene sanitasi makanan, namun terdapat beberapa aspek yang belum terpenuhi seperti penggunaan APD oleh penjamah makanan, penggunaan tempat pencucian peralatan dan penggunaan tempat sampah yang tidak tertutup. Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan pada rumah makan bertujuan untuk mengetahui gambaran sanitasi makanan pada rumah makan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Baru Tengah.
Pengetahuan dan Sikap Penerapan Personal Hygiene Penjamah Makanan Kantin Sekolah Dasar Maulida Prasditya Fikrunnisa; Ratih Lukmitarani
Buletin Keslingmas Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i1.11330

Abstract

Kantin merupakan bangunan strategis yang terdapat di sekolah serta menjadi salah satu tempat yang banyak ditemukannya kasus diare dan keracunan makanan. Faktor utama kegiatan kantin di sekolah dasar adalah penjamah makanan dan penerapan personal hygienenya. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap penerapan personal hygiene penjamah makanan kantin sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional. Subjek yang diteliti sebanyak 43 penjamah makanan kantin sekolah dasar. Pengumpulan data menggunakan checklist dengan melakukan pengamatan dan wawancara. Sebanyak 38 penjamah adalah perempuan. Sebagian besar, yaitu 18 penjamah berumur 41-50 tahun. Lama bekerja hampir mencapai 10 tahun serta pendidikan tertinggi ialah SMA/sederajat. Pada penilaian tingkat pengetahuan penerapan personal hygiene, 36 penjamah atau 83,7% masuk kedalam kategori baik. Sikap penerapan personal hygiene penjamah kantin, 42 penjamah atau 97,7% masuk kedalam kategori baik. Penerapan personal hygiene penjamah makanan kantin, 36 penjamah atau 83,7% masuk kedalam kategori kurang. Sebagian besar penjamah makanan kantin sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Jatilawang ialah perempuan, berusia produktif pada kelompok umur 41-50 tahun, lama bekerja mendekati 10 tahun, serta rata-rata berpendidikan tinggi. Tingkat pengetahuan serta sikap penerapan personal hygiene masuk ke dalam kategori baik. Penerapan personal hygiene penjamah makanan masih kurang.
Pengaruh Penambahan Limbah Cair Industri Tempe pada Proses Reduksi Sampah Organik Menggunakan Larva Black Soldier Fly (BSF) Tahun 2024 Nur Firdhathalya Dwi Anggraeni; Nur Hilal; Bayu Chondro Purnomo
Buletin Keslingmas Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i2.11459

Abstract

Proses produksi tempe selalu menghasilkan limbah cair yang memiliki kandungan tinggi organik dan melebihi baku mutu. Limbah dibuang secara sembarangan ke sungai sehingga berpotensi menjadi media pertumbuhan bakteri hingga berdampak negatif pada manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah cair industri tempe pada proses reduksi sampah organik menggunakan larva BSF. Metode yang digunakan yaitu Quasi Eksperiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Variabel yang diteliti yaitu Sampel yang digunakan adalah 84.000 gram sampah organik di TPST Karangmangu. Peneliti menggunakan larva BSF berumur 9 hari untuk mereduksi sampah organik selama 9 hari. Masing-masing sampel diberi 2.000 gram sampah organik dan 3,5 gram larva BSF dengan 6 replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduksi sampah organik kelompok kontrol sebanyak 828 gram (41,4%), penambahan limbah cair 55% sebanyak 1.207,5 gram (60,4%), penambahan limbah cair 65% sebanyak 1.362 gram (68,1%), dan penambahan limbah cair 75% sebanyak 1.464 gram (73,2%). Hasil analisis uji One Way Anova menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p-value=0,00) yang artinya bahwa penambahan limbah cair industri tempe mempengaruhi proses reduksi sampah organik menggunakan larva BSF. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat menganalisis pengaruh suhu dan kelembapan lingkungan, suhu dan kelembapan media, dan berat larva BSF pada proses reduksi sampah organik menggunakan larva BSF.
Cd, Pb pada Scylla Serrata dan Portunus Pelagicus Tempat Pembuangan Akhir Sampah Budi Arianto; Wiwit Aditama; Khairunnisa Khairunnisa; Jasrama Nurfitri
Buletin Keslingmas Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i1.11289

Abstract

Sebagai logam berat non-esensial beracun, kadmium serta timbal di lingkungan, berisiko bagi kesehatan manusia. Permasalahan limbah logam berat sangat berdampak terhadap kesehatan manusia juga kehidupan lainnya. Logam berat ini masuk ke kehidupan laut baik  langsung dari air atau melalui rantai makanan. Kemudian meningkatkan konsentrasinya dalam sel kerang, krustasea, ikan yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Tujuan penelitian untuk Menganalisa konsentrasi logam Timbal, Kadmium pada Rajungan (Portunus Pelagicus) dan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) yang habitatnya berada di sekitar Pembuangan Akhir Sampah Gampong Jawa Kota Banda Aceh. Metode  Penelitian ini bersifat deskriptif untuk menganalisa kadungan logam berat Kadmium dan Timbal pada Kepiting Bakau dan Rajungan, pemeriksaan dilakukan dengan cara Atomic Absobtion Spectrophotometer, dilaksanakan di Laboratorium Instrumentasi dan Penelitian Universitas Syah Kuala bulan Agustus tahun 2023. Objek adalah Kepiting Bakau dan Rajungan sebanyak 10 ekor yang masing-masing terdiri dari 5 ekor, sampel diambil disekitaran Tempat Pembuangan Sampah akhir radius 500 meter. Rata-rata konsentrasi timbal di kepiting Rajungan 0,039 mg/L dan Cd sebanyak 0,005 mg/L, timbal pada Kepiting Bakau yaitu 0,03 mg/L dan Cd sebanyak 0,02 mg/L. Kandungan Pb , Cd  masih dibawah batas konsentrasi Standar Nasional Indonesia yaitu 1 mg/L untuk kadmium  dan 05 mg/L untuk timbal. Konsentrasi logam berat yang ditemukan pada daging Kepiting Bakau dan Kepiting Rajungan belum melebihi batas yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonsia.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue