cover
Contact Name
buhari
Contact Email
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Phone
+6285241919232
Journal Mail Official
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Sulawesi Tenggara – Indonesia Telp Kantor/HP : 04013127180 / 085241919232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25026666     EISSN : 25026674     DOI : https://doi.org/10.36709/jpps
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November. Terbitan awal Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO yaitu Volume 1 nomor 1 Maret 2016. Tujuan dari adanya publikasi pada jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian. Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO merupakan wadah ilmiah untuk mempublikasikan berbagai hasil penelitian mahasiswa, dosen, maupun guru, dengan Ruang lingkup Jurnal memuat tentang kajian Pendidikan Sosial-Budaya khususnya aspek: Pendidikan Sejarah, Etnopedagogik, Kajian Sejarah Lokal, Kajian kearifan lokal sebagai modal pendidikan dan penguatan karakter.
Articles 208 Documents
PERANAN KELUARGA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA ANAK PEREMPUAN DI DESA KASAKA KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA (1970-2000) Farnianti, Farnianti; Barlian, Barlian
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i2.15462

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana bentuk-bentuk peranan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada anak perempuan di Desa Kasaka Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna?; (2) Bagaimana perubahan peranan pendidikan keluarga pada anak perempuan di Desa Kasaka Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna (1970-2000)?; dan (3) Apa saja nilai-nilai karakter yang ditanamkan dalam pendidikan keluarga pada anak perempuan di Desa Kasaka Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) pemilihan topik dan penetapan judul, 2) heuristik, 3) kritik sumber, 4) interpretasi, dan 5) historiografi. Hasil penelitian ini, yaitu: 1) Bentuk-bentuk peranan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada anak perempuan di Desa Kasaka Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna dilakukan sesuai dengan perubahan fisik dan kejiwaan manuasia yaitu: (a) saat ibu sedang mengandung anak pertama (umur 7 bulan-kelahiran) melalui pranata pendidikan kasambu, dengan diberi pembelajaran seperti mempersiapkan kelahiran serta persiapan merawat bayi sekaligus sebagai isyarat kasat mata pada janin bahwa ia bersiap memasuki alam baru yaitu alam dunia, (b) setelah kelahiran (umur 0-44 hari) melalui pranata pendidikan diazankan dan diiqamahkan, (c) pada saat penanggalan plasenta (umur 44 hari-1 tahun) melalui pranata pedindikan kampua atau aqiqah, (d) pada saat permulaan tumbuh gigi (umur 1-7 tahun) melalui pranata pendidikan sariga, (e) pada saat penanggalan (pencabutan) gigi pertama (umur 7-10 tahun) melalui pranata pendidikan kangkilo (sunatan) dan katoba (pengislaman), dan (f) saat mulai haid bagi anak perempuan (umur 15 tahun ke atas) melalui pranata pendidikan karia (pingitan); 2) Perubahan peranan pendidikan keluarga pada anak perempuan di Desa Kasaka (1970-2000) terbagi tiga periode, yaitu: (a) periode tahun 1970-1980 di Desa Kasaka masih kental sekali, mulai dari awal sampai akhir proses pelaksanaan suatu tradisi yang dijalankan masih sangat lengkap dan memenuhi fungsinya sebagai adat istiadat sekaligus penanaman nilai-nilai karakter, (b) periode 1980-1990 di Desa Kasaka pada masa ini adalah masa dimana tradisi dan budaya mulai terpengaruh dunia luar seperti terpengaruhnya perilaku dalam melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan serta menurunnya sikap perilaku sopan santun dan kejujuran, (c) periode 1990-2000  di Desa Kasaka pada masa ini tradisi sangat jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana sebagian tradisi dan budaya sudah tidak dilakukan lagi dan sebagiannya dianggap hanya formalitas dalam kehidupan bermasyarakat; 3) Nilai-nilai karakter  yang ditanamkan dalam pendidikan keluarga pada anak perempuan di Desa Kasaka yaitu nilai religius (agama), kejujuran, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan,  peduli sosial, dan tanggung jawab. Kata Kunci: Pendidikan, Bentuk-Bentuk, Peran, Nilai    ABSTRACT: The problems in this study are: (1) What are the forms of family roles in instilling character values in girls in Kasaka Village, Kabawo District, Muna Regency ?; (2) How is the change in the role of family education for girls in Kasaka Village, Kabawo District, Muna Regency (1970-2000) ?; and (3) What are the character values instilled in family education in girls in Kasaka Village, Kabawo District, Muna Regency? The method used in this research is the historical the stages are as follows: 1) topic selection and title determination, 2) heuristics, 3) source criticism, 4) interpretation, and 5) historiography. The results of this study are: 1) The forms of family roles in instilling character values in girls in Kasaka Village, Kabawo District, Muna Regency are carried out in accordance with the physical and psychological changes of humans, namely: (a) when the mother is pregnant with the first child (age 7 months of birth) through kasambu educational institutions, by being given lessons such as preparing for birth and preparing to care for the baby as well as a visible signal to the fetus that it is ready to enter a new realm, namely the world, (b) after birth (age 0-44 days) through educational institutions are practiced and adhered to, (c) at the time of placental calendation (age 44 days-1 year) through the Kampua pededic system or aqiqah, (d) at the beginning of teething (aged 1-7 years) through sariga education institutions, (e ) at the time of dating (extraction) of the first tooth (age 7-10 years) through kangkilo (circumcision) and katoba (pengislaman) educational institutions, and (f) the start of menstruation for girls uan (aged 15 years and over) through karia education institutions (pingitan); 2) Changes in the role of family education in girls in Kasaka Village (1970-2000) are divided into three periods, namely: (a) the period 1970-1980 in Kasaka Village is still very strong, starting from the beginning to the end of the process of implementing a tradition that is still being carried out. is very complete and fulfills its function as customs as well as instilling character values, (b) the 1980-1990 period in Kasaka Village at this time was a time when traditions and culture began to be influenced by the outside world, such as the influence of behavior in implementing religious teachings and beliefs and decreased attitudes. the behavior of courtesy and honesty, (c) the period 1990-2000 in Kasaka Village at this time the tradition was very different from the previous year, where some traditions and cultures were no longer practiced and some were considered only formality in social life; 3) Character values instilled in family education in girls in Kasaka Village are religious values (religion), honesty, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, national spirit, love for the country, respect for achievement. friendly or communicative, peace-loving, fond of reading, caring for the environment, social care, and responsibility.  Keywords: Education, Forms, Roles, Values
NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM TARI LARIANGI DI DESA TAMPARA KECAMATAN KALEDUPA SELATAN KABUPATEN WAKATOBI Agreni, Agreni; Hadara, Ali
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i3.15671

Abstract

ABSTRAK: Adapun tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah: (I) Untuk menjelaskan tahap dan proses pelaksanaa Tari Lariangi di Desa Tampara Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi. (2) Untuk menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Lariangi di Desa Tampara Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi. Penelitian termasuk penelitian kualitatif jenis deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, kemudian data yang terkumpul berupa kata-kata yang di analisi dengan tekhnik analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelian menunjukan bahwa: (1) Dalam pelaksanaan Tari Lariangi ada tujuh tahap serta nilai terkandung di setiap tahapnya. Adapun tahap tersebut awali dengan, a). Hebindu (ukiran rambut) yang bermakna Fatimah anak nabi muhammad SAW, b). Tata rias wajah, c). Hepupu (gulungan rambut) bermakna bukit keraton, dan Kamba bermakna benteng Keraton Bau-bau. d) sarung Laka bermakna Ratu Wa kaaka, Lapi dan sarung Boloki bermakna baju kebesaran permaisuri raja Kaledupa. e). Baju Lariangi bermakna baju kebesaran permaisuri raja Kaledupa f). Panto bermakna payung raja Kaledupa dan Toboi bermakna meriam di Keraton. g). Gelang Sokori melambangkan derajat bangsawan. (2) Proses pelaksanaan Tari Lariangi di Desa Tampara Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi, dimulai dengan masuknya dua belas gadis remaja secara bersamaan yang berbentuk dua baris ke belakang sambil di iringi musik dan di awali dengan Sombaa’ dan kemudian mulai mengambil kedua atribut yakni Kambero kipas dan Tia-Tia (Lenso) sambil mulai bersenandung bersahut-sahutan dan memeragakan tari yang tampak seolah-olah hendak mempertahankan diri dengan kipas sebagai “tameng”nya. Kata Kunci: Tari Lariangi, Proses dan Tahap ABSTRACT: The research objectives in this study are: (I) To explain the Stage and Process of Lariangi Dance Implementation in Tampara Village, South Kaledupa District, Wakatobi Regency. (2) To Explain the Values contained in the Lariangi Dance in Tampara Village, South Kaledupa District, Wakatobi Regency. The research is descriptive qualitative research, data collection is done by using the method of observation, interviews, documentation, then the data collected in the form of words analyzed with qualitative descriptive analysis techniques. The results of the study show that: (1) In the Lariangi Dance there are seven stages and values contained in each stage. The stage begins with, a). Hebindu (hair carving) which means Fatimah, the son of Prophet Muhammad SAW, b). Facial makeup, c). Hepupu (roll of hair) means the hill of the palace, and Kamba means the fort of the Keraton Bau-bau. d) Laka sarong means Ratu Wa kaaka, Lapi and Boloki sarong mean the great empress of the king of Kaledupa. e). Baju Lariangi means the great dress of the empress of the king of Kaledupa f). Panto means umbrella of the Kaledupa king and Toboi means cannon in the palace. g). The Sokori bracelet symbolizes nobility. (2) The process of implementing Lariangi Dance in Tampara Village, South Kaledupa Subdistrict, Wakatobi Regency, begins with the entry of twelve teenage girls simultaneously in the form of two rows backwards accompanied by music and starting with Sombaa 'and then starting to take on the two attributes namely Kambero fan and Tia-Tia (Lenso) while starting to hum and shout and demonstrate a dance that looks as if it wants to defend itself with the fan as its "shield". Keywords: Lariangi Dance, Process and Stage
SEJARAH KEDATANGAN ORANG MASSENREMPULU DI KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI TAHUN 1962-2018 Wahyuni, Reski; Jamiludin, Jamiludin
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i3.11261

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang kedatangan Orang Massenrempulu di  Kecamatan Poasia Kota Kendari, mendeskripsikan kronologis kedatangan orang Massenrempulu di Kecamatan Poasia Kota Kendari, mendeskripsikan faktor pendorong dan penarik kedatangan orang Massenrempulu di Kecamatan Poasia Kota Kendari dan mendeskripsikan perkembangan sosial-ekonomi Massenrempulu di Kecamatan Poasia Kota Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan prosedur mengacu pada pendapat Helius Sjamsuddin dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Heuristik (pengumpulan sumber), (2) Verifikasi (kritik sumber), (3) Historiografi (penulisan sejarah). Dalam tinjauan pustaka penelitian ini menggunakan konsep sejarah, konsep masyarakat Massenrempulu, konsep migrasi, konsep perkembangan sosial-ekonomi serta penelitian relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang kedatangan orang Massenrempulu di Kecamatan Poasia adalah adanya informasi mengenai Kota Kendari dari kerabat atau saudara yang bekerja. Juga memiliki banyak lapangan pekerjaan bagi para pendatang dan di tambah juga pekerjaan di daerah asal sangat kurang untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga sehari-hari menjadi pendorong berpindahnya orang Massenrempulu di Kota Kendari (2) Kronologi kedatangan orang Massenrempulu di Kota Kendari  yaitu di awali oleh suami yang tadinya hanya ikut bekerja di Kota Kendari yang kemudian setelah melihat lapangan pekerjaan sangat luas di kota kendari maka akhirnya satu keluarga berpindah ke Kota Kendari (3) Faktor pendorong berpindahnya orang Massenrempulu Kota Kendari adalah  keinginan untuk hidup lebih baik (faktor ekonomi) sedangkan faktor pendorong bermigrasi ke daerah tujuan adalah kelangkaan lapangan pekerjaan di daerah asal, tidak memiliki lahan pertanian, pendapatan yang rendah di daerah asala. Faktor penarik perpindahan orang massenrempulu ke Kecamatan Poasia adalah kesempatan mendapatkan lapangan pekerjaan, kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi, tarikan dari orang yang diharapkan membantu (4) Perkembangan sosial ekonomi orang Massenrempulu awal-awal berpindahnya ke Kota Kendari masih sangat kekurangan tetapi seiring dengan berjalanya waktu merekapun akhirnya dapat mengembankan perekonomian mereka menjadi lebih baik dan berkecukupan. Kata Kunci: Sejarah, Perkembangan, Faktor Pendorong dan Penarik, dan Orang Massenrempulu
ISLAMISASI KERAJAAN-KERAJAAN BUGIS OLEH KERAJAAN GOWA-TALLO MELALUI MUSU SELLENG PADA ABAD KE-16 M Sianipar, Hot Marangkup Tumpal; Prakosajaya, Abednego Andhana; Widiyastuti, Ayu Nur
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i4.14943

Abstract

Salah satu proses penyebaran Islam di Indonesia dilakukan dengan jalan peperangan melawan kerajaan yang bukan bercorak Islam. Proses seperti ini tidak umum terjadi di Indonesia dan hanya terjadi ketika suatu kondisi yang menyebabkan peperangan dibutuhkan sebagai cara untuk menyebarkan Islam. Dorongan politik untuk menguasai kerajaan-kerajaan di sekitarnya menjadi salah satu dalih kuat sebagai casus belli terjadinya suatu peperangan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan proses penyebaran Islam di wilayah Sulawesi Selatan yang dilakukan dengan jalan peperangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Islam di Sulawesi Selatan disebarkan secara damai pada awalnya. Akan tetapi ketika Kerajaan Gowa-Tallo menerima Islam, kerajaan ini melakukan Musu Selleng untuk menyebarkan Islam secara lebih luas di wilayah Sulawesi Selatan. Musu Selleng itu sendiri dapat dimaknai sebagai bentuk Islamisasi sekaligus strategi ekspansi kekuasaan kerajaan ini terhadap kerajaan-kerajaan Bugis yang berada di wilayah pedalaman Sulawesi Selatan.
TRADISI KANTISELE PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA LABONE KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA (1998 -2019) Asna, WA Ode; Jamiludin, Jamiludin; Hayari, Hayari
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i3.23087

Abstract

ABSTRAK: Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) Untuk menguraikan latar belakang pelaksanaan tradisi Kantisele pada masyarakat Muna di Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna, (2) Untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi Kantisele pada masyarakat Muna di Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna, (3) Untuk menguraikan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Kantisele pada masyarakat Muna di Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri atas tiga tahapan kerja, yaitu: (1) Heuristik, yaitu kegiatan pengumpulan sumber, (2) Verifikasi, yaitu  kritik terhadap keaslian (otentisitas) dan kebenaran (kredibilitas) sumber, (3) Historiografi, yaitu penulisan sejarah secara kronologis, sistematis dan ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang pelaksanaan tradisi Kantisele pada masyarakat Muna di Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna yaitu sebagai salah satu bentuk usaha masyarakat Muna dalam mengobati atau menyembuhkan penyakit yang diderita oleh seseorang yaitu penyakit tisele (penyakit karena kaget) dan penyakit kakalano lalo (penyakit karena kecewa). Dimana masyarakat Muna di Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna meyakini dengan diadakannya tradisi Kantisele pada seseorang yang sakit akan dapat mengembalikan tonuana (semangat hidup) yang keluar dari tubuh orang yang sakit tersebut seperti sediakala sehingga segera mendapatkan kesembuhan dari penyakitnya atas izin Allah SWT. (2) Proses pelaksanaan tradisi Kantisele pada masyarakat Muna di Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna pada dasarnya dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: (a) Tahap persiapan, yaitu mempersipkan waktu dan hari pelaksanaan serta alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam proses pelaksanaan tradisi Kantisele yaitu parang atau pisau dan satu botol air putih, (b) Tahap pelaksanaan, yaitu dilakukan dalam dua tahap, yaitu (1)Tahap dekapihi tonuana (pencarian denyut nadi) dan (2) tahap dekantisele. Pada tahap dekantisele ini ada 8 (delapan) bagian tubuh tertentu yang dibaca-bacakan doa (bhatata) oleh Bhisa Kantisele, yaitu: (1) kepala (ubun-ubun), (2) telinga, (3) bahu, (4) siku, (5) telapak tangan, (6) dada, (7) lutut, dan (8) kaki, (c) Tahap penutup, yaitu deferebua oe (pembacaaaan doa pada air putih) dan desoowi (pemberian uang atau tebusan sebagai tanda permintaan maaf). (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Kantisele pada masyarakat Muna di Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna, yaitu nilai religius atau kepercayaan, nilai sosial, nilai pendidikan dan nilai budaya. Kata Kunci: Tradisi Kantisele, pengobatan tradisional, masyarakat Muna
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN ALAT EVALUASI HASIL BELAJAR IPS MELALUI PELATIHAN TERBIMBING Kamria, Sitti
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i3.21800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui efektivitas penerapan metode pelatihan tebimbing dalam meningkatkan kemampuan guru menyusun soal pilihan ganda, (2) meningkatkan pemahaman guru tentang evaluasi pendidikan secara umum, dan lebih khusus tentang tes bentuk pilihan ganda, (3) meningkatkan kualitas pembelajaran terutama pada bidang evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Subjek penelitian adalah guru kelas  V-A, V-B, dan Kelas VI-A, dan VI-B SDN 34 Kendari yang berjumlah 4 orang.  Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen pedoman wawancara, pedoman observasi, serta dokumen tes buatan guru. Untuk menguji keabsahan data tentang validitas tes digunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode statistik sederhana dalam bentuk persentase dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan standar KKM ≥ 90% kriteria soal pilihan ganda, maka pencapaian rata-rata skor butir soal adalah: Pada siklus pertama guru A mencapai skor 83,38 %, guru B = 89,33 %, guru C = 80.01 %, serta guru D = 77,06 %. Siklus kedua mengalami peningkatan skor kinerja, yaitu: guru A =  95,29 %, guru B = 96,61 %, guru C = 95,26 % dan guru D mencapai 92,50 %.  Berdasarkan KKM ≥ 90 % maka seluruh peserta telah mencapai target. Dengan demikian, pelatihan terbimbing dapat meningkatkan kemampuan guru SDN 34 Kendari dalam menyusun tes pilihan ganda.
TRADISI PENGOBATAN PAMOLE PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA KATOBU KECAMATAN WADAGA KABUPATEN MUNA BARAT (1977-2020) Amalia, Suci; Hayari, Hayari
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i4.23977

Abstract

ABSTRAK: Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang pelaksanaan tradisi pengobatan pamole pada masyarakat, menjelaskan proses pelaksanaan tradisi pengobatan pamole dan untuk menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi pengobatan Pamole pada masyarakat Muna di Desa Katobu Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri atas 5 tahapan yaitu: (1) Tahap Pemilihan Topik dan Penetapan Judul, (2) Tahap Heuristik, (3) Tahap Kritik Sumber, (4) Tahap Interpretasi, (5) Tahap Historiografi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang pelaksanaan tradisi pengobatan pamole pada masyarakat Muna karena di Desa Katobu sering masyarakat mengalami penyakit maighonono nekawea (penyakit dari angin) yang diderita pasien seperti Kahaweri (gangguan roh halus) Osumanga atau Kasundua (gangguan roh leluhur), dan Okatau (guna-guna). (2) Proses pelaksanaan tradisi pengobatan Pamole tiga tahap, yaitu: tahap persiapan, dan tahap pelaksanaan yang terdiri atas (1) tahapan awal, menyediakan telur ayam kampung dan menyediakan dupa, dan (b) tahapan inti, yaitu: tahapan memberi garis pada telur ayam kampung, tahapan pengasapan telur ayam kampung, tahapan pengusapan telur ayam kampung, tahapan pemecahan telur ayam kampung, tahapan membolak balik kuning telur ayam kampung, dan tahapan membuang abu dapur, (b) Tahap penutup, yaitu menyediakan makanan untuk di fohurau (disajikan) dan menziarahi kubur roh leluhur. (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi pengobatan pamole pada masyarakat Muna di Desa Katobu Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat, yaitu nilai religius, nilai sosial, nilai budaya dan nilai pendidikan.
INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT PENDATANG DENGAN MASYARAKAT LOKAL DI DESA LAWORO Lasadi, Lasadi; Untarti, Dade Prat
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i3.23055

Abstract

ABSTRAK: Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskipsikan interaksi sosial yang terjadi antara orang Bugis dan orang Muna di desa Laworo. (2) Untuk mengindentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial antara orang Bugis dan orang Muna di desa Laworo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengamatan. Analisis data dilakukan melalui model interaktif yang terdiri dari a) reduksi, b) penyajian data, c) penarikan kesimpulan. Validitasi data yang terdiri dari a) perpanjangan pengamatan b) triangulasi, triangulasi sumber, triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Interkasi social yang terjadi antara masyarakat local dan masyarakat pendatang di Desa Laworo berjalan dengan sangat baik. Tidak ada diskrimasi dalam interaksi social yang terjadi. Justru sebaliknya, interkasi yang terjadi semakin meningkatkan keeratan dalam bermasyarakat antara masyarakat local dan masyarakat pendatang. Terdapat banyak bentuk interkasi social yang terjadi antara masyarakat local dan masyarakat pendatang di Desa Laworo Kecamatan Tikep Kabupaten Muna Barat. Bentuk interkasi social yang terjadi diantaranya adalah membangun masjid, membuka lahan baru, pesta penen, membantu diacara hajatan hingga memperbaiki balai desa. Kesemua bentuk interkasi ini dilakukan secara bersama-sama dengan tujuan untuk mempererat persaudaraan antara masyarakat local dan masyarakat pendatang di Desa Laworo. Tidak ditemukan sama sekali kendala dalam interaksi social yang terjadi antara masyarakat local dan masyarakat pendatang di Desa Laworo Kecamatan Tikep Kabuapten Muna Barat. Hal ini dikarenakan pada dasarnaya baik masyarakat local dan masyarakat pendatang telah paham bagaimana cara bermasyarakat yang baik. Selain itu juga ditambah dengan perilaku yang ditunjukkan oleh masyarakat pendatang maupun masyarakat local adalah sikap keterbukaan dan saling menerima.
EKSISTENSI PERMAINAN TRADISIONAL DAN MODERN BAGI ANAK-ANAK DI KECAMATAN BINONGKO KABUPATEN WAKATOBI Rina, Wa; Hadara, Ali
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i3.23089

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini ialah: 1) Untuk mendeskripsikan jenis-jenis permainan tradisional apa saja yang ada di Kecamatan Binongko Kabupaten Wakatobi pada era modern. 2) Untuk mendeskripsikan jenis-jenis permainan modern apa saja yang ada di Kecamatan Binongko Kabupaten Wakatobi pada era modern. 3) Untuk menjelaskan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan pergeseran permainan tradisional menjadi permainan modern di Kecamatan Binongko Kabupaten Wakatobi. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. 2) Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. 3) Validitas data terdiri dari meningkatkan ketekunan, triangulasi dan mengadakan member chek. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Jenis-jenis permainan tradisional yang masih di mainkan di Kecamatan Binongko Kabupaten Wakatobi pada era modern yaitu permainan  Gobak Sodor (Ase), permainan Bola Bekel (Katende), permainan Engklek (Ka’ada-ada), permainan Boi-boian (Boi-boi), permainan Lompat Tali (Kaiyeiye), permainan Gasing (Gasi), permainan Kelereng (Muti), permainan Layang-layang (Rombo), permainan Katapel (Kartapele). 2) Jenis-jenis permainan modern yang ada di Kecamatan Binongko Kabupaten Wakatobi pada era modern yaitu Game Free fire, Game Onet, Game Mobile Legends, Game PUBG Mobile, Game Worms Zone, Game Helix Jump, Game Ludo King, Game Subway Surfers, Game Dropdom. 3) Faktor-faktor yang menyebabkan pergeseran permainan tradisional menjadi permainan modern di Kecamatan Binongko Kabupaten Wakatobi yaitu faktor kemajuan teknologi, faktor lokasi atau tempat bermain, faktor peran orang tua, faktor kurang adanya transformasi pengetahuan dan kebudayaan dari generasi tua ke generasi muda.   Kata Kunci: Permainan Tradisional, Permainan Modern.
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENERAPKAN PAKEM MELALUI KELOMPOK KERJA GURU (KKG) Harman, Harman
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i3.21802

Abstract

ABSTRAK: Penelitian Tindakan Sekolah ini bertujuan untuk 1) Meningkatkan kompetensi guru-guru SD Negeri 23 Kendari dalam menerapkan PAKEM. 2) Meningkatkan kompetensi guru-guru SD Negeri 23 Kendari dalam memanfaatkan diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG). Subyek penelitian ini adalah guru-guru SD Negeri 23 Kendari, Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun pembelajaran 2019/2020. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai sebagaimana yang telah didesain dalam faktor yang diteliti. Setiap siklus dilaksanakan sesuai skenario yang ditetapkan pada rencana awal penelitian, serta hasil refleksi pada masing-masing siklus tindakan. Untuk keperluan data, pengumpulan data tentang proses dan hasil yang dicapai, dipergunakan observasi. Data yang diperoleh bersumber dari guru. Data tersebut dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif didapat dari proses pelaksanaan tindakan, yaitu berupa kemampuan dan antusiasme guru dalam mengikuti kegiatan diskusi kelompok kerja guru (KKG). Data kuantitatif didapat dari hasil yang diperoleh melalui observasi selama kegiatan penelitian berlangsung dan dikonfersi kedalam data kualitatif menggunakan skala Likert dan penilaian acuan skala lima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi Guru SD Negeri 23 Kendari  dalam penerapan PAKEM melalui kegiatan kelompok kerja guru (KKG) dapat ditingkatkan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengolahan data penilaian selama penelitian seluruh guru SD Negeri 23 Kendari pada akhir siklus II masuk kategori ”Baik”.

Filter by Year

2016 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO More Issue