cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Dalam Memecahkan Masalah Matematis Ditinjau Dari Self-Efficacy Adham Panggu Rumanda; Makkulau Makkulau; Andi Tenriawaru; Andi Muhammad Islah H. Mansyur
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v7i2.30191

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah matematis siswa kelas VII SMPN 1 Landawe dengan tingkat self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Jenis penelitian ini adalah peneltian kualitatif deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini ada  dua macam yaitu instrumen utama dan instrumen bantu. Instrumen utama adalah peneliti itu sendiri dan instrumen bantu yaitu angket self-efficacy, tes kemampuan berpikir kreatif, dan wawancara. Data yang telah diperoleh selanjutnya diuji keabsahan datanya menggunakan Uji kredibilitas data dengan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan berpikir kreatif siswa dengan self-efficacy tinggi dalam pemecahan masalah matematika mampu memenuhi indikator kefasihan, fleksibelitas, orisinalitas dan elaborasi. Sehingga kemampuan berpikir kreatif siswa dengan self-efficacy tinggi termasuk dalam kategori sangat kreatif. (2) Kemampuan berpikir kreatif siswa dengan self-efficacy sedang dalam pemecahan masalah matematika mampu memenuhi indikator kefasihan dan fleksibelitas dan agak kurang pada indikator  orisinalitas dan elaborasi. Sehingga kemampuan berpikir kreatif /siswa dengan self-efficacy sedang termasuk dalam kategori cukup kreatif. (3) Kemampuan berpikir kreatif siswa dengan self-efficacy rendah dalam pemecahan masalah matematika agak kurang memenuhi indikator kefasihan dan fleksibelitas dan tidak memenuhi pada indikator  orisinalitas dan elaborasi. Sehingga kemampuan berpikir kreatif siswa dengan self-efficacy rendah termasuk dalam kategori kurang kreatif.
Pengaruh Model Problem Based Learning Dan Model Self Regulated Learning Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Ditinjau Dari Self Efficacy Rahmat Alimuddin; Asrul Sani; Hafiludin Samparadja
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v7i2.30194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model based learning dan model self regulated learning terhadap kemampuan koneksi matematis ditinaju dari self efficacy. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pondidaha sebanyak 6 kelas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan angket self efficacy, pemberian tes kemampuan koneksi matematis siswa dalam bentuk tes essay, dan lembar observasi guru dan siswa. Teknik analisis data menggunakan  UJI ANOVA dari data N-gain kemampuan koneksi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas siswa dengan pembelajaran PBL memiliki hasil dengan kategori aktif dengan rata-rata aktivitas siswa sebesar 82.08% sedangkan aktivitas siswa dengan pembelajaran SRL memiliki hasil dengan kategori aktif dengan rata-rata aktivitas siswa sebesar 80.20%; (2) peningkatan kemampuan koneksi matematis  siswa yang memperoleh pembelajaran PBL dengan rata-rata peningkatan 0.48 lebih baik dibanding dengan siswa yang memperoleh pembelajaran SRL dengan rata-rata peningkatan 0.25  pada keseluruhan siswa; (3) peningkatan kemampuan koneksi matematis kelompok siswa dengan kategori self efficacy tinggi dengan rata-rata peningkatan 0.39 tidak jauh berbeda dengan kelompok siswa dengan kategori self efficacy rendah dengan rata-rata peningkatan 0.33 pada keseluruhan siswa; (4) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan self efficacy terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Impulsif-Reflektif Menurut Gender Muthahharah Idris; Kodirun Kodirun; Gusti Ngurah Adhi Wibawa
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v7i2.30196

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif-kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap dan membandingkan kemampaun pemecahan masalah matematis siswa perempuan dan laki-laki yang bergaya kognitif impulsif dan reflektif. Teknik Analisis data yang digunakan ada 3 tahap yaitu; (1) reduksi data; (2) penyajian data; (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data dan pengamatan yang dilakukan, diperoleh beberapa kesimpulan; 1) Dari 31 siswa yang diberi tugas pemecahan masalah, terdapat 6 siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis berkategori tinggi, 16 siswa berkategori sedang dan 9 siswa berkategori rendah; 2) Keempat subjek penelitian mampu memahami masalah dengan baik; 3) Keempat subjek penelitian dapat memaparkan strategi atau tahapan penyelesaian masalah dengan baik, namun dalam membuat model matematika subjek impulsif laki-laki, reflektif (laki-laki dan perempuan) masih kurang tepat.  Subjek impulsif laki-laki melakukan kesalahan karena kurang teliti sedangkan subjek reflektif (laki-laki dan perempuan) melakukan kesalahan karena belum memahami dengan baik konsep matematika yang digunakan; 4) Keempat subjek penelitian masih kurang tepat melakukan melakukan proses perhitungan pada tahapan melaksanakan strategi penyelesaian. Subjek Impulsif (laki-laki dan perempuan) melakukan kesalahan karena kurang teliti sedangkan subjek reflekti (laki-laki dan perempuan) melakukan kesalahan karena kurang memahami konsep matematika yang digunakan contohnya rata-rata dan operasi bilangan bulat negatif; 5) Keempat subjek penelitian dapat melakukan penarikan kesimpulan dengan baik. Namun, untuk subjek impulsif (laki-laki dan perempuan) tidak melakukan pengecekan ulang teradap hasil yang diperoleh. Subjek reflektif laki-laki melakukan pengecekan untuk melihat semua taapan penyelesaian sudah dilaksanakan berbeda dengan subjek reflektif perempuan yang juga melakukan pengecekan terhadap hasil perhitungan yang dilakukan.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Berdasarkan Self-Esteem Siswa Sulhijah Jago; Busnawir Busnawir; Mohamad Salam
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v7i2.31693

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis berdasarkan self-esteem siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX B MTsN 2 Konawe yang terdiri dari  self-esteem rendah dan self-esteem tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) kemampuan komunikasi matematis siswa self-esteem tinggi MTsN 2 Konawe mampu menjelaskan dengan menggunakan bahasa sendiri dengan membuat model situasi matematika secara tertulis, mampu menggambarkan situasi masalah dan menyatakan solusi masalah menggunakan gambar, mampu mengekspresikan konsep matematika dalam bahasa dan simbol matematika dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari secara tertulis. Sedangkan Kemampuan komunikasi matematis siswa self-esteem rendah MTsN 2 Konawe mampu menjelaskan dengan menggunakan bahasa sendiri dengan membuat model situasi matematika secara tertulis, belum mampu menggambarkan situasi masalah dan menyatakan solusi masalah menggunakan gambar, belum mampu mengekspresikan konsep matematika dalam bahasa dan simbol matematika dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari secara tertulis.
Analisis Proses Berpikir dalam Pemecahan Masalah Matematika Siswa Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau dari Self Efficacy di SMA Negeri 1 Kendari Untung Untung; Edi Cahyono; Nana Sumarna
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v8i1.42775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses berpikir pemecahan masalah matematika siswa SMA Negeri 1 Kendari berdasarkan langkah Polya di tinjau dari self efficacy. Pendeskripsian proses berpikir dalam memecahkan masalah dengan menggunakan langkah Polya, yaitu (1) memahami masalah, (2) merencanakan pemecahan masalah, (3) melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan (4) memeriksa kembali hasil pemecahan masalah. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang siswa yang masing-masing 1 siswa memiliki self efficacy tinggi, 1 siswa memiliki self efficacy sedang dan 1 siswa memiliki self efficacy rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket self efficacy dan tes tertulis yang disertai wawancara. Hasil analisis data yang diperoleh dilakukan dengan langkah reduksi, penyajian data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) Siswa SMA Negeri 1 Kendari dengan self efficacy tinggi telah melakukan pemecahan masalah matematika berdasarkan langkah Polya dengan baik karena mampu melakukan semua tahapan langkah Polya yaitu memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan melakukan pemeriksaan kembali hasil pemecahan masalah. Disamping itu, siswa tersebut juga teridentifikasi memiliki tipe proses berpikir pemecahan masalah matematika dengan kategori konseptual, 2) Siswa SMA Negeri 1 Kendari dengan self efficacy sedang telah melakukan pemecahan masalah matematika berdasarkan semua langkah Polya dimana subjek mampu memahami masalah, namun kurang mampu merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan melakukan pemeriksaan kembali hasil pemecahan masalah. Sehingga, tipe proses berpikir pemecahan masalah matematika siswa tersebut tidak dapat teridentifikasi, dan 3) Siswa SMA Negeri 1 Kendari dengan self efficacy rendah melakukan pemecahan masalah matematika dengan hanya melakukan sebagian tahapan/langkah Polya yaitu dengan hanya melakukan tahapan/langkah memahami masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan melakukan pemeriksaan kembali hasil pemecahan masalah, namun tidak mampu dilakukan dengan baik/benar. Sedangkan tahapan merencanakan pemecahan masalah tidak dapat dilakukan. Sehingga, tipe proses berpikir pemecahan masalah matematika siswa tersebut tidak dapat teridentifikasi.
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Ditinjau dari Kemandirian Belajar Siswa SMA Negeri 1 Kendari Misryati Misryati; Asrul Sani; Kadir Kadir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v8i1.42781

Abstract

Penelitianini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran inquiry terbimbing(MPIT) dan model pembelajaran langsung (MPL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik ditinjau dari kemandirian belajar siswa yang terbagi dalam dua kategori yaitu tinggi dan rendah. PenelitianinimerupakanQuasi eksperimental design denganmenggunakanposttest-only control design.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kendari pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022 yang terdistribusi dalam 8 kelas. Penentuan sampel dilakukan dengan teknikpengambilansimple random sampling, kemudian untuk memilih kelas eksperimen dan kelaskontrol menggunakan teknik random class. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial pada α=0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematik siswa SMA Negeri 1 Kendari tergolong sedang dengan rata – rata KPMM siswa yang diajar dengan MPIT sebesar 64,31 dan rata – rata KPMM siswa yang diajar dengan MPL sebesar 60,93. Secara signifikan KPMM siswa yang diajar dengan MPIT lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan MPIT. Dengan kata lain terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan MPIT dan MPL terhadap KPMM siswa(P˗value=0.025); (2) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan MPIT dan MPL terhadap KPMM baik ditinjau dari kemandirian belajar tinggi (P˗value= 0.234) maupun ditinjau dari kemandirian belajar rendah(P˗value= 0.191). (3) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan baik MPIT (P˗value= 0.886) maupun MPL (P˗value= 0.777) terhadap KPMM ditinjau dari kemandirian belajar tinggi dan rendah; (4) Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran Inquiry terbimbing dan model pembelajaran langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik ditinjau dari kemandirian belajar siswa (Sig.= 0.001
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Ditinjau dari Self Efficacy Siswa SMA Negeri 6 Kendari Iqbal Pratama; Lambertus Lambertus; Busnawir Busnawir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v8i1.42776

Abstract

Hasil pengamatan awal yang dilakukan di SMA Negeri 6 Kendari menunjukan bahwa siswa masih kurang dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh model problem based learning dan model pembelajaran langsung terhadap kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari self efficacy siswa yang terbagi dalam dua kategori yaitu tinggi dan rendah. Penelitian ini merupakan Quasi eksperimental design.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMA Negeri 6 Kendari tahun pelajaran 2021/2022 yang terdistribusi dalam 6 kelas. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik pengambilansimple random sampling, disebabkan karena anggota populasi penelitian ini dianggap homogen. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan pemahaman komunikasi siswa SMA Negeri 6 Kendari masih tergolong cukup baik siswa yang diajar dengan model pembelajaran problem based learning dan model pembelajaran langsung, tetapi kemampuan pemahaman komunikasi yang diajar dengan model pembelajaran problem based learning lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung dengan kata lain kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan kedua model tersebut terdapat pengaruh yang signifikan. Kemudian untuk kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran problem based learning dan pembelajaran langsung ditinjau dari kategori self efficacy siswa, diperoleh bahwa pada kategori tinggi tidak terdapat pengaruh dan pada kategori rendah juga tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Selain itu diperoleh bahwa terdapat pengaruh yang signifikan untuk kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan pembelajaranproblem based learning yang memiliki self efficacy tinggi dan rendah dan siswa yang diajar dengan pembelajaran langsung yang memiliki self efficacy tinggi dan rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara signifikan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan pembelajaran problem based learning lebih tinggi dari siswa yang diajar dengan pembelajaran langsung
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tipe Hots Muhammad Syarwa Sangila; La Boy; Asran Asran; Diyah Kumala Nastiti
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v7i2.43433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis serta penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe HOTS pada materi Program Linear pada siswa Kelas XI IPA 2 MAN 1 Konawe Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah pemberian tes, wawancara dan dokumentasi. Tes yang diberikan berupa tes tertulis berbentuk soal matematika tipe HOTS berbentuk essai untuk mengetahui jenis kesalahan siswa. Adapun teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil data yang diperoleh peneliti dianalisis oleh peneliti dengan menggunakan teori kesalahan Newman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan membaca (reading error) dilakukan oleh 25,48% siswa, kesalahan memahami (comprehension error) dilakukan oleh 27,45% siswa, kesalahan transformasi (tranformation error) dilakukan oleh 56,87% siswa, kesalahan keterampilan proses (prosess skill error) dilakukan oleh 70,58% siswa, dan kesalahan penulisan jawaban akhir (endcoding error) dilakukan oleh 70,58% siswa. Adapun faktor utama penyebab kesalahan siswa adalah belum paham cara penyelesaian, salah dalam menuliskan dan operasi, serta kurang fokus dalam menyelesaikan soal.
Pengaruh Pembelajaran Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Julrahmat Julrahmat; Jafar Jafar; La Ode Ahmad Jazuli
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v8i1.42777

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran matematika realistik dan yang diajar dengan menggunakan pembelajaran langsung. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimendengan desain pretest-posttest control group di kelas VIII1 dan VIII2 di SMP Negeri 1 Kontukowuna. Sampel penelitian ini adalah 23 siswa kelas VIII1 dan 24 siswa kelas VIII2 di SMP Negeri 1 Kontukowuna tahun ajaran 2021/2022, yang diambil secara simple random sampling, yaitu mengambil secara acak dua kelas dari populasi dengan syarat dua kelas tersebut memiliki kemampuan yang relatif sama atau homogen. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan secara random sampling. Data di kumpulkan melalui pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berupa tes uraian yang valid dan reliabel. Untuk meningkatkankemampuan pemecahan masalah matematis siswa kedua kelas digunakan uji paired sample t – test. Hasil uji paired sample t – test menunjukkan bahwa kemampuanpemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan pembelajaran matematika realistikdan yang diajar dengan pembelajaran langsung mengalami peningkatan yang signifikan. Untuk menguji perbedaan rata–rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas yang diajar pembelajaran matematika realistik dan yang diajar dengan pembelajaran langsung digunakan uji tuntuk data tidak berpasangan (independent sample t – test) berdasarkan data N – Gain. Secara signifikan peningkatan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan pembelajaran matematika realistik lebih tinggi daripada peningkatan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan pembelajaran langsungpadaα = 0,05.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas MIPA Ditinjau dari Self Efficacy di SMA Negeri 6 Kendari Wa ode Fauziah; Kodirun Kodirun; Zamsir Zamsir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v8i1.42778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki Self Efficacy pada siswa kelas X MIPA dan XI MIPA yang terbagi dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan XI MIPA SMA Negeri 6 Kendari tahun ajaran 2021/2022 yang terdiri atas masing-masing 6 kelas paralel. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan simple random sampling, disebabkan karena anggota populasi penelitian ini dianggap homogen. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah berdasarkan self efficacy siswa kelas X MIPA, pada kategori self efficacy tinggi berkisar antara 76 sebagai nilai minimum dan 90 sebagai nilai maksimum dengan rata-rata yaitu 82,87. Sedangkan pada kategori self efficacy rendah siswa berkisar antara 44 sebagai nilai minimum dan 72 sebagai nilai maksimum dengan rata-rata sebesar 56,13 sedangkan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan self efficacy siswa kelas XI MIPA, pada kategori self efficacy tinggi berkisar antara 78 sebagai nilai minimum dan 96 sebagai nilai maksimum dengan rata-rata yaitu 87,4. Sedangkan pada kategori self efficacy rendah siswa berkisar antara 48 sebagai nilai minimum dan 70 sebagai nilai maksimum dengan rata-rata sebesar 58,7. Selain itu diperoleh bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki self efficacy tinggi dan siswa yang memiliki Self efficacy sedang maupun siswa yang memiliki Self efficacy rendah baik pada siswa kelas X maupun XI MIPA di SMA Negeri 6 Kendari.

Page 11 of 13 | Total Record : 126