cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Efektivitas Model Pembelajaran CORE dengan Menggunakan Strategi Berpasangan Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA Sekabupaten Konawe Selatan Bahiruddin Ruhi, La Ode; Cahyono, Edi; Jafar, Jafar
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.842 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.7581

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran CORE dengan menggunakan strategi berpasangan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 16 Konawe Selatan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berbentuk tes uraian. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji hipotesis menggunakan uji paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran CORE dengan menggunakan strategi berpasangan secara signifikan efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Model Pembelajaran CORE, Strategi Berpasangan.Abstract: The purpose of this study was to determine the effectiveness of the CORE learning model by using pairing strategies to improve students' mathematical problem solving abilities. The population in this study were all students of class X of SMAN 16 South Konawe. Sampling in this study using purposive sampling technique. The data collection technique is done by giving the students a mathematical problem solving ability test in the form of a description test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics by testing hypotheses using paired sample t-test. The results of the study showed that the CORE learning model using pairing strategies was significantly effective in improving students' mathematical problem solving abilities.Keywords: Mathematical Problem Solving Ability, CORE Learning Model, Pairy Strategy
Pengaruh Pendekatan Saintifik dan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Ditinjau dari Motivasi Belajar pada Siswa SMP Badaruddin, Badaruddin; Anggo, Mustamin; Makkulau, Makkulau
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.23 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.8127

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui deskripsi kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar dengan pendekatan saintifik; (2) mengetahui deskripsi kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar dengan pendekatan RME; dan (3) mengetahui Perbedaan pengaruh pendekatan saintifik dan pendekatan RME terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, sedang, dan rendah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Kartika XX-6 Kendari yang terdiri dari 5 kelas paralel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan secara random sampling. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: 1) kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar dengan pendekatan saintifik diperoleh nilai rata-rata sebesar 57,24, median sebesar 60, dan modus sebesar 40. Standar deviasi sebesar 16,179, sedangkan varians sebesar 261,761. Nilai terendah sebesar 25 sedangkan nilai tertinggi sebesar 80; 2) kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar dengan pendekatan RME diperoleh nilai rata-rata sebesar 58,06, median sebesar 60, dan modus sebesar 40. Standar deviasi sebesar 14,005, sedangkan varians sebesar 196,129. Nilai terendah sebesar 40 sedangkan nilai tertinggi sebesar 80; dan 3) rerata kemampuan koneksi matematis siswa setelah diajar dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dan pendekatan saintifik tidak memiliki perbedaan yang signifikan baik yang memiliki motivasi belajar tinggi, sedang, maupun rendah.Kata Kunci: Kemampuan Koneksi Matematis, Pendekatan Saintifik, Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Abstract: The aim of this research are to: (1) know the description of the mathematical connection ability of students taught with the scientific approach; (2) know the description of the mathematical connection ability of students taught with the RME approach; and (3) know the difference of influence of the scientific approach and the RME approach on the improvement of mathematical connection ability of students who have high, medium, and low learning motivation. The population in this study were all students of class VII in SMP Kartika XX-6 Kendari consisting of 5 parallel classes. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique. Determination of the experimental class of the control class was carried out by random sampling. The results obtained in this study are: 1) mathematical connection ability of students taught with the scientific approach obtained average value is 57.24, median is 60, and mode is 40. The standard deviation is 16,179, while the variance is 261,761. The minimum value is 25 while the maximum value is 80; 2) mathematical connection ability of students taught by the RME approach obtained average value is 58.06, median is 60, and mode is 40. The standard deviation is 14.005, while the variance is 196.129. The minimum value is 40 while the maximum value is 80; and 3) the average mathematical connection ability of students after being taught using the Realistic Mathematics Education (RME) approach and the scientific approach has not a significant difference in those who have high, medium, or low learning motivation. Keywords:   Mathematical Connection Ability, Realistic Mathematics Education (Rme) Approach, Scientific Approach
Klasifikasi Soal Matematika Berdasarkan Taksonomi Anderson Di SMP Kota Kendari Islah, Islah; Zamsir, Zamsir; Mukhsar, Mukhsar; Rahman, Abd.
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.581 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.8586

Abstract

Abstrak: Taksonomi Bloom adalah struktur hierarki yang mengidentifikasi kemampuan mulai dari tingkat rendah hingga tingkat yang tinggi. Fokus dari taksnomi Bloom adalah kurikulum dan penilaian. Seperti yang dinyatakan oleh Bloom (1956) taksonomi ini didesain untuk menjadi klasifikasi dari perilaku pesertadidik yang mewakili hasil akhir dari proses pendidikan. Taksonomi Bloom Revisi dikenal juga dengan nama taksonomi Anderson. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tes UAS SMP Negeri kelas VII semester ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018 ditinjau dari ranah kognitif taksonomi Anderson masing-masing sekolah dan untuk mengetahui perbedaan persentase tingkat kognitif antar naskah tes tersebut. Untuk mencapai tujuan, ada tiga tahapan utama yang dilaksanakan yaitu tahap pengumpulan data, tahap pengklasifikasian soal oleh para panelis berdasarkan ranah kognitif taksonomi Anderson dan tahap analisis hasil pengklasifikasian soal. Dari 18 naskah tes UAS SMP negeri kelas VII semester ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018 Kota Kendari diperoleh bahwa seluruh naskah memuat soal dengan tingkat kognitif C2 dan C3. Namun, hanya sebagian kecil yang memuat soal dengan tingkat kognitif C1, C4, dan C5, serta seluruh naskah tes tidak memuat soal dengan tingkat kognitif C6. Selain itu, berdasarkan hasil klasifikasi soal diketahui bahwa terdapat perbedaan persentase setiap tingkat kognitif antar naskah tes tersebut. Namun, semua naskah tes didominasi oleh soal dengan tingkat kognitif C2, kemudian disusul oleh tingkat kognitif C3 dan C1.Kata kunci: Taksonomi Anderson, Klasifikasi Soal, Kognitif. Abstract: Bloom's Taxonomy is a hierarchical structure that identifies skills from low to high levels. The focus of Bloom's taxonomy is curriculum and assessment. As Bloom (1956) said, this taxonomy is designed to be a classification of learners' behaviors that represent the end result of the educational process. Bloom's Taxonomy revision is also known as Anderson's taxonomy. The purpose of this research is to describe the UAS test script of junior high school seventh grade odd semester Academic Year 2017/2018 viewed from the cognitive domain of Anderson taxonomy of each school and to find out the difference percentage of cognitive level between the test script. To achieve the goal, there are three main phases that are implemented i.e the data collection phase, classification phase by panelists based on cognitive domains of Anderson's taxonomy and analysis phase which is classification results. From the 18 UAS test script of junior high school of the seventh grade odd semester academic year 2017/2018 in Kendari City,  it is found that the whole test script are contain the questions with cognitive level of C2 and C3. However, only a small amount of test script are contain the questions with the cognitive level of C1, C4, and C5, as well as the entire test script does not contain the question with cognitive level of C6. In addition, based on the questions classification results, it is known that there is a difference percentage of cognitive level between those test script. However, all test script are dominated by questions with cognitive level of C2, followed by cognitive levels of C3 and C1. Keywords: Anderson’s Taxonomy, questions classification, cognitive.
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik dan Kemandirian Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas Amrin, Taty Andriati; Lambertus, Lambertus; Anggo, Mustamin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 3, No 2 (2018): Terbitan tahun ketiga
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v3i2.5730

Abstract

Profil kemampuan pemecahan masalah matematik dan kemandirian belajar siswa perlu mendapat perhatian. Pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematik dan angket kemandirian belajar diikuti dengan wawancara digunakan untuk mengungkap hal ini. Subjek penelitian ini adalah siswa dari 8 kelas X MIPA SMA yang memiliki kemampuan yang relatif sama dari 10 kelas pararel yang ada.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi memenuhi empat indikator kemampuan pemecahan masalah matematik yakni memahami masalah; merencanakan penyelesaian dengan memilih metode atau strategi yang tepat; melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali; siswa dengan kemampuan sedang memenuhi minimal tiga indikator kemampuan pemecahan masalah matematik dan siswa dengan kemampuan rendah hanya memenuhi sebagian langkah-langkah pemecahan masalah. Kemandirian belajar yang dimiliki siswa-siswa kelas X MIPA dikategorikan dengan kategori baik.
Pengaruh Kombinasi Model Pembelajaran Kooperatif dan Pengetahuan Dasar Matematika Terhadap Hasil Belajar dengan Memperhitungkan Kovariat Motivasi Berprestasi Siswa SMP Andilah, Sultan; Maonde, Faad; Lambertus, Lambertus
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 3, No 2 (2018): Terbitan tahun ketiga
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.501 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v3i2.5735

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kombinasi model pembelajaran kooperatif dan pengetahuan dasar matematika terhadap hasil belajar dengan memperhitungkan kovariat motivasi berprestasi siswa SMP. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII dengan jumlah 386 orang. Sambil diambil secara purposive sampling dan simple random sampling, terdiri dari 3 kelas berjumlah 104 siswa dengan unit analisis sebanyak 72 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan cara tes hasil belajar matematika, tes pengetahuan dasar matematika, dan angket motivasi berprestasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe NHT-STAD lebih tinggi daripada kelas yang diajar dengan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe TAI-STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Ada pengaruh positif pengetahuan dasar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa. Ada pengaruh kombinasi model terhadap hasil belajar matematika siswa ditinjau dari motivasi berprestasi dan pengetahuan dasar matematika siswa.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Ditinjau Dari Gaya Belajar Dan Perbedaan Gender Ulfa Sari, Dian; Adam, Pasrun; Kodirun, Kodirun; Busnawir, Busnawir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.913 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.6788

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan literasi matematis pada siswa perempuan dan siswa laki-laki dengan gaya belajar auditori kelas VIII SMP Negeri 2 Kendari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Siswa perempuan dengan gaya belajar auditori pada konten quantity, siswa belum mampu menggunakan alat matematika; pada bagian space and shape, siswa mampu melalui semua proses dalam literasi matematis; pada bagian change and relationships, siswa belum mampu melalui tahap merumuskan dan merencanakan strategi, memahami bahasa, menggunakan simbol dan melakukan operasi formal, serta belum mampu menggunakan alat matematika;  (2) Siswa laki-laki dengan gaya belajar auditori pada bagian quantity, siswa belum mampu melalui tahap matematisasi, merumuskan dan merencanakan strategi, dan menggunakan alat matematika; pada bagian space and shape dan change and relationships siswa mampu melalui semua proses dalam literasi matematis.Kata kunci: Kemampuan Literasi Matematis, Gaya Belajar Auditori, Gender  Abstract: The purpose of this study was to find out the mathematical literacy abilities of male and female students with auditory learning style eight class Kendari State Middle School 2. The research method used in this study is exploration research with a qualitative approach. The results showed that, 1) Female students with auditory learning style on the content quantity, students have not been able to go through the stages of use mathematical tools; In space and shape, students are able to go through all the processes in mathematical literacy; In change and relationship content students have not been able to go through the stages of , formulate and plane strategies, understand language, use symbols and carry out formal operations and use mathematical tools; (2) Male students with auditory learning style on the content quantity, students have not been able to go through the stage of  mathematics, formulating and planning strategies and being able to use mathematical tools; In space and shape and change and relationships students are able to go through all the processes in mathematical literacy. Keywords: Literacy on Math, Auditory Learning Style, Gender
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematik Siswa SMP Azis, Asri; Cahyono, Edi; Fahinu, Fahinu
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 2, No 1 (2017): Terbitan tahun kedua
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.773 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v2i1.6987

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa antara yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif dan yang diajar dengan model direct instruction ditinjau kategori motivasi belajar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 17 Kendari sebanyak 231 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dan acak. Data diperoleh dengan menggunakan tes dan angket. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian ini adalah bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan saintifik dan model pembelajaran direct instruction dengan pendekatan saintifik terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa, baik secara keseluruhan maupun ditinjau dari kategori motivasi belajar.Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, pembelajaran Kooperatif, Direct Instruction, Motivasi Belajar, pendekatan Santifik.Abstract: This study aims to determine differences in the improvement of students' critical thinking skills between those taught with cooperative learning models and those taught by the direct instruction model in terms of learning motivation categories. The population of this study was all students of SMPN 17 Kendari as many as 231 students. The sampling technique was purposive sampling and random. Data were obtained using tests and questionnaires. Data were analyzed descriptively and inferentially at 5% real level. The results of this study are that there is an effect of the application of cooperative learning models with the scientific approach and direct instruction learning models with a scientific approach to improving students' critical thinking skills, both as a whole and in terms of learning motivation categories.Keywords: critical thinking ability, cooperative learning, direct instruction, learning motivation, scientific approach
Analisis Metakognisi Siswa dalam Memahami Konsep Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Haryaty, Nur; Anggo, Mustamin; Lambertus, Lambertus
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.804 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.7101

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis proses metakognisi yang dilakukan oleh siswa dalam memahami konsep Sistem Persamaan Linear Dua Variabel ditinjau dari kemampuan awal siswa. Proses metakognisi dalam penelitian ini yaitu suatu pengetahuan tentang kognisi siswa yang melibatkan kesadaran dan pengaturan berpikirnya dalam hal merencanakan (planning) kegiatan berpikirnya, memantau (monitoring) proses berpikirnya dan mengevaluasi (evaluation) hasil berpikirnya. Subjek penelitian sebanyak 3 orang siswa yang terdiri dari Subjek Kategori Tinggi (SKT), Subjek Kategori Sedang (SKS), dan Subjek Kategori Rendah (SKR). Hasil penelitian menunjukkan proses metakognisi SKT meliputi merencanakan (planning) kegiatan berpikirnya, memantau (monitoring) proses berpikirnya dan mengevaluasi (evaluation) hasil berpikirnya. Proses metakognisi SKS meliputi merencanakan (planning) kegiatan berpikirnya, sedikit memantau (monitoring) proses berpikirnya dan mengevaluasi (evaluation) hasil berpikirnya. Proses metakognisi SKR meliputi merencanakan (planning) kegiatan berpikirnya dan memantau (monitoring) proses berpikirnya.Kata Kunci: Metakognisi dan Pemahaman KonsepAbstract: This research is a qualitative descriptive study that aims to analyze the process of metacognition carried out by students in understanding the concept of a Two Variable Linear Equation System in terms of students' initial abilities. The process of metacognition in this study is a series of metacognitive activities carried out by students in applying the concept to problem solving. Metacognition activities are activities carried out by a person related to their awareness and cognition in solving problems which include planning, monitoring, and evaluation of their cognition. The subjects of this study were 3 students consisting of High Category Subjects, Medium Category Subjects, and Low Category Subjects. The results of the study show that high category subjects involve metacognition activities in all stages of conceptual application to problem solving. Medium category subjects do not involve metacognitive activities in all stages of the application of concepts to problem solving. Low Category Subjects do not involve metacognitive activities in all stages of the application of concepts to problem solving.Keywords: Metacognition and Concept Understanding
Efektivitas Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) Terintegrasi Metode Senam Otak (Brain Gym) Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sari Baderuzzaman, Nurmalita; Samparadja, Hafiludin; Ruslan, Ruslan
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.276 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.7151

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terintegrasi metode senam otak lebih tinggi dibandingkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran langsung terintegrasi metode senam otak. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah purposive sampling dan random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi siswa dan tes kemampuan pemecahan masalah. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji hipotesis menggunakan uji independent t-test dari data N-Gain kemampuan pemecahan masalah matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara signifikan peningkatan kemampun pemecahan masalah siswa yang diajar dengan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terintegrasi metode senam otak lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung terintegrasi metode senam otak. Hal ini berarti model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terintegrasi metode senam otak efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.Kata kunci: Kemampuan pemecahan masalah matematika, model pembelajaran Missouri Mathematics Project, senam otak Abstract: This research was to know the increased students’s ability of mathematics problem solving which were taught by Missouri Mathematics Project which was integrated with Brain-Gym was highest than increasing students’s ability of mathematics problem solving which were taught by direct learning model which was integrated with Brain-Gym.The technique of collecting data in this research were purposive sampling and random sampling. The instrument of research were students’s observation sheet and test of problem solving. The data analysis used descriptive statistic and inferential with hypotheses test used independent t-testfrom N-Gain data of the ability of mathematics problem solving. The result of the research showed that significantly, the increased students’s ability of mathematics problem solving which were taught by Missouri Mathematics Project which was integrated with Brain-Gym was highest than increasing students’s ability of mathematics problem solving which were taught by direct learning model which was integrated with Brain-Gym. This case meant that Missouri Mathematics Project (MMP) which is integrated with Brain-Gym was effective to increase students’s ability of mathematics problem solving. Keywords: The ability of mathematics problem solving, Missouri Mathematics Project, Brain Gym
Analisis Literasi Matematik dan Keyakinan Matematik Siswa SMA Negeri di Kota Kendari Putri Imran, Arsidaryani; Kadir, Kadir; Anggo, Mustamin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.893 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v3i1.7238

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi dan keyakinan matematik; faktor-faktor yang mempengaruhi literasi dan keyakinan matematik dan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan literasi dan keyakinan matematik, serta untuk mendeskripsikan kemampuan literasi pada setiap faktor keyakinan matematik siswa SMA. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian ex post facto dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMA Negeri di Kota Kendari dengan menggunakan metode cluster stratified random sampling sehingga terpilih responden sebanyak 109 siswa. Data diolah dengan menggunakan SPSS dan hasilnya menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan literasi matematik siswa; faktor-faktor yang mempengaruhi literasi yaitu pemahaman yang rendah terhadap literasi, siswa menunjukkan sikap kurang tertarik terhadap pelajaran matematika; keyakinan matematika siswa tergolong rendah; faktor-faktor yang mempengaruhi keyakinan matematik yaitu siswa menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit, membosankan serta pelajaran yang kurang menarik; kemampuan literasi memiliki hubungan yang signifikan dengan keyakinan matematika; siswa dengan keyakinan matematik tinggi memiliki kemampuan literasi yang cukup, siswa dengan keyakinan matematik sedang memiliki kemampuan literasi berimbang antara kategori cukup dan kurang, siswa dengan keyakinan matematik rendah memiliki kemampuan literasi yang sangat kurang.Kata kunci: Literasi Matematik, Keyakinan Matematik. Abstract: This study aims to describe mathematic literacy and mathematic beliefs; factors that affect mathematic literacy and mathematic beliefs, and to determine the relationship between mathematic literacy and mathematic beliefs, as well as to describe mathematic literacy on every factor of senior high school student’s mathematic beliefs. The study employed the ex post facto design and used descriptive quantitative method. The study involved students of state senior high schools in Kendari city. Samples were 109 students which were determined using the cluster stratified random sampling method. Data were analyzed using the SPSS. Results showed that the students’ mathematic literacy ability was low; factors affecting mathematic literacy included poor understanding of literacy, lack of students’ interest in mathematics, students’ weak belief in mathematics; factor affecting students’ mathematic beliefs were the students see mathematics as a difficult, boring, and uninteresting subject; mathematic literacy has a significant correlation with mathematic beliefs; students with strong belief in mathematics have moderate level of mathematic literacy, students with mild belief in mathematics have mathematic literacy that is balanced between moderate and inadequate, students with weak mathematic belief have a very poor ability of mathematic literacy. Keywords: Mathematic Literacy, Mathematic Belief

Page 2 of 13 | Total Record : 126