cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematis Siswa SMA Amirullah, Amirullah; Busnawir, Busnawir; Fahinu, Fahinu
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.245 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v2i2.7668

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematis siswa SMA yang diajar dengan menggunakan Model pembelajaran Kooperatif tipe STAD. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen preetest-postest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa  kelas XI-IPA SMAN1 Kendari, sampel penelitian diambil dua kelas dengan teknik Cluster random sampling. Kelompok eksperimen diberi perlakuan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD sedangkan kelompok kontrol diberikan pembelajaran konvensional. Sampel yang terlibat sebanyak 76 orang siswa.  Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan pemahaman; tes kemampuan penalaran; angket sikap matematika  siswa; lembar pengamatan aktivitas siswa; lembar isian untuk guru. Untuk keperluan pengujian hipotesis, data dianalisis dengan uji t (Independent sampel test )  dan dilengkapi dengan analisis deskriftif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data  kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa, peningkatan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis   kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada kelompok siswa yang belajar secara konvensional. Aktivitas siswa dalam proses  pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sangat aktif. Respon siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah  positif.Kata kunci: Kemampuan Pemahaman matematis, Kemampuan Penalaran Matematis, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Abstract: This study aimed to find the improvement of students’ math comprehension and analysis ability taught under STAD type cooperative learning model. The study employed pres test control group experiment design. The population was all students of class XI-IPA in SMAN 1 Kendari, the sample of the study was two classes with cluster random sampling technique. Experiment group was given STAD type cooperative learning model while control group was given conventional learning model. The sample involved was 76 students. The instruments used in the study comprised of : comprehension test, analysis test, behavioral math questionnaires, students’ observation activity, and teacher answer sheets. Hypothesis was tested by using test (independent sample test) and the analysis using descriptive and qualitative analysis. Based on the result of data analysis students’ math comprehension and analysis ability, the improvement of math comprehension and analysis ability of students taught under STAD type cooperative learning was better than students taught under conventional model. Students’ activity in learning process using STAD type was active. Students’ respond on STAD type cooperative learning was positive. Keywords: the ability of math comprehension, the ability of math analysis, STAD type cooperative learning.
Analisis Kemampuan Pembuktian Matematis Siswa SMA Terhadap Matriks Ditinjau Dari Pengetahuuan Awal Matematika Hermanto, Hermanto; Kodirun, Kodirun; Anggo, Mustamin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.714 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v1i2.8144

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga siswa SMA Negeri 6 Kendari yang terdiri dari satu siswa dengan pengetahuan awal tinggi, satu siswa dengan pengetahuan awal sedang, dan satu siswa dengan pengetahuan awal rendah. Instrumen dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu instrumen utama yang adalah peneliti sendiri dan instrumen bantu sebagai pendukung. Teknik pengumpulan data yang dilakukaan dengan pemberian tes pembuktian matematis dan wawancara. Kemampuan siswa dalam melakukan pembuktian terhadap materi matriks diidentifikasi melalui kemampuan siswa dalam beragumentasi secara logis dan menggunakan simbol yang benar atau berdasarkan logika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik siswa dengan pengetahuan awal matematika tinggi, sedang dan rendah kurang mampu dalam melakukan pembuktian matematis. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan pengetahuan awal matematika tinggi lebih memiliki kemampuan pembuktian matematis dibandingkan dengan siswa yang memiliki pengetahuan awal sedang dan rendah.Kata Kunci: Kemampuan Pembuktian Matematis, Pengetahuan Awal Matematika.Abstract: This research is an explorative research with qualitative approach. The subjects of this research were three students of SMA Negeri 6 Kendari consisting of one student with high prior knowledge, one student with moderate prior knowledge, and one student with low prior knowledge. There are two kinds of Instruments in this research, the main instrument that is the researcher himself and the auxiliary instrument as a supporter. Data collection techniques conducted with mathematical proving tests and interviews. he students 'ability to prove the matrix subject is identified through the students' ability to logically argue and use the correct or logical symbols. The results showed that students with high, moderate and low prior mathematical knowledge were less able to perform mathematical prove. In addition, the results showed that students with a high prior mathematical knowledge had more mathematical proving capability than students with moderate and low prior knowledge. Key words: Mathematical proving Ability, Prior Knowledge of Mathematics
Eksplorasi Pemahaman Konsep Dasar Fungsi Ditinjau Dari Tingkat Kemampuan Matematika Siswa SMA Juliana, Juliana; Cahyono, Edi; Jafar, Jafar
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.343 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v3i1.8812

Abstract

Abstrak: Pemahaman yang dimaksud pada penelitian ini mengacu pada lima kategori yakni 1) dapat menjelaskan pengertian fungsi secara konseptual, 2) dapat mengidentifikasi semua komponen yang membangun konsep tersebut, 3) dapat melakukan pengaitan antar komponen pembangun konsep, 4) dapat melakukan penguatan secara internal, dan 5) dapat melakukan penguatan secara eksternal. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa SMA terhadap konsep dasar fungsi berdasarkan tingkat kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa SMA  yang telah mempelajari konsep dasar fungsi yang diidentifikasi sebagai siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Ketiga subjek ini ditentukan melalui hasil tes kemampuan matematika (TKM) dan didukung oleh informasi dan rekomendasi dari guru matematika yang mengajar di kelas siswa tersebut. Data penelitian berupa hasil wawancara peneliti terhadap subjek, yang dilakukan melalui proses yang mendalam (in-depth), terbuka (overt), dan tidak terstruktur (unstructured). Hasil dari penelitian ini dikemukakan adalah  1) subjek  berkemampuan matematika tinggi mempunyai pemahaman  yang lengkap terhadap konsep dasar fungsi, 2) subjek berkemampuan matematika sedang  mempunyai pemahaman yang tidak lengkap terhadap konsep dasar fungsi, dan 3) subjek berkemampuan matematika rendah  tidak mempunyai pemahaman terhadap konsep dasar fungsi sangat lemah.Kata kunci: Pemahaman, Konsep Dasar Fungsi, Kemampuan Matematika Abstract: The understanding of this study based on the five categories, Viz. 1) Explanation of the conceptual function understanding, 2) Identifying the whole components in developing the concept, 3) interconnecting in between the components of concept development, 4) to strengthening the concept internally, 5) to strengthening the concept externally. This research is the qualitative study with the purpose to know the high school student understanding of the basic concept of function based on the three different level (high, middle and low). This study based on the method of qualitative research with the explorative approach. Research subjects consist of three student of senior high school who has studied the basic concept function who classified in three different abilities (high, middle and low). Those are classified based on the test result of the mathematical competence and supported by the information and recommendation from the teacher who teach in their class. Data collected are the results interview of this study focusing on the subject above which has done through the in depth interview, open interview and unstructured interview. The result of this study show that 1) the higher the student ability thecomplete the understanding of basic concept function, 2) the subject who has moderate mathematical ability is incompletely to understand the concept, 3) the lower the student ability the highest failure to understand the concept.   Keywords: Understanding, Basic Concept of  Function, Mathematics Ability.
Metakognisi Siswa yang Bargaya Kognitif Implusif dan yang Bergaya Kognitif Reflektif dalam Memecahkan Masalah Open-Ended Rahim, Utriani; Anggo, Mustamin; Sudia, Muhammad; Saleh, Saleh
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 3, No 2 (2018): Terbitan tahun ketiga
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.048 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v3i2.5732

Abstract

Artikel ini membahas tentang metakognisi siswa yang bergaya kognitif impulsif dan reflektif dalam memecahkan masalah open-ended. Metakognisi siswa impulsif: (a) pada tahap memahami masalah dapat melakukan perencanaan, monitoring dan evaluasi metakognisi; (b) pada tahap membuat rencana pemecahan masalah dapat melakukan perencanaan, monitoring, dan evaluasi metakognisi; (c) pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah dapat melakukan perencanaan dan evaluasi metakognisi, tetapi tidak dapat melakukan monitoring metakognisi; (d) pada tahap memeriksa kembali hasil pemecahan masalah dapat melakukan perencanaan dan evaluasi metakognisi, tetapi tidak dapat melakukan monitoring metakognisi. Metakognisi siswa reflektif: (a) pada tahap memahami masalah dapat melakukan perencanaan, monitoring, dan evaluasi metakognisi; (b) pada tahap membuat rencana pemecahan masalah dapat melakukan perencanaan, monitoring, dan evaluasi metakognisi; (c) pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah dapat melakukan perencanaan, monitoring, dan evaluasi metakognisi; dan (d) pada tahap memeriksa kembali hasil pemecahan masalah dapat melakukan perencanaan, monitoring, dan evaluasi metakognisi.
Pengaruh Kombinasi Model Pembelajaran Kooperatif dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar dengan Memperhatikan Kovariat Pengetahuan Dasar Matematika Siswa SMP Suryawati, Tina; Maonde, Faad; Zamsir, Zamsir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 3, No 2 (2018): Terbitan tahun ketiga
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.925 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v3i2.5737

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh kombinasi model pembelajaran kooperatif dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar dengan memperhatikan kovariat pengetahuan dasar matematika siswa SMP. Populasi penelitian ini sebanyak 7 kelas dengan jumlah 219 siswa dengan sampel berjumlah 95 siswa, unit analisis sebanyak 81 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengetahuan dasar matematika berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika; (2) ada perbedaan yang signifikan rerata simpangan hasil belajar matematika untuk semua sel yang dibentuk oleh faktor kombinasi model pembelajaran kooperatif dan motivasi berprestasi; (3) ada perbedaan yang signifikan rerata simpangan hasil belajar matematika antara semua tingkat faktor motivasi berprestasi untuk setiap tingkat faktor kombinasi model pembelajaran kooperatif; (4) ada perbedaan yang signifikan rerata simpangan hasil belajar matematika antara semua tingkat faktor kombinasi model pembelajaran kooperatif untuk setiap tingkat faktor motivasi berprestasi; (5) tidak ada perbedaan yang signifikan rerata simpangan hasil belajar matematika antara semua sel yang dibentuk oleh faktor kombinasi model pembelajaran kooperatif dan motivasi berprestasi.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dengan Pendekatan RME Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Dan Self Regulated Learning Siswa SMA Sidu, Sabaruddin; Busnawir, Busnawir; Kodirun, Kodirun
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.575 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v2i2.6859

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran koopeatif tipe STAD dengan pendekatan RME dibandingkan dengan model pembelajaran koopeatif tipe STAD dengan pendekatan tanpa RME; (2)mendeskripsikan Self-regulated learning siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran koopeatif tipe STAD dengan pendekatan RME dibandingkan model pembelajaran koopeatif tipe STAD tanpa pendekatan RME; (3) mendeskripsikan hubungan antara kemampuan pemecahan masalah matematika dan self-regulated learning; dan (4) mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD dengan pendekatan RME yang dilakukan guru. Penelitian ini menggunakan desain pretes-postes desaign control. Populasi penelitian seluruh siswa kelas X SMA Negeri 8 Konawe Selatan yang berjumlah 111 orang. Sampel penelitian terdiri atas 1 kelas yang diajar dengan tipe STAD dengan pendekatan RME dan 1 kelas yang diajar dengan tipe STAD tanpa pendekatan RME. Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan angket self-regulated learning, yang masing-masing reliabilitasnya 0,841 dan 0,950. Pengujian hipotesis menggunakan uji perbedaan dua rata-rata atau statistik uji-t dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan RME dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa pendekatan RME; (2) terdapat perbedaan peningkatan self-regulated learning siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan RME dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa pendekatan RME; (3) penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan RME dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematik  dan self-regulated learnin siswa.Kata kunci:  Kooperatif STAD, Pendekatan RME, Pemecahan Masalah Matematika Dan Self-Regulated Learning. Abstract: This study aims: (1) to describe an increase in mathematical problem solving abilities of students who are learning using the STAD type coopeative learning model with the RME approach compared to the STAD type coopative learning model with an approach without RME; (2) describe Self-regulated learning students who get learning using the STAD type coopeative learning model with the RME approach compared to the STAD type coopeative learning model without the RME approach; (3) describe the relationship between mathematical problem solving abilities and self-regulated learning; and (4) describe the learning process by using the STAD type cooperative model with the RME approach that the teacher does. This study used a village design control pretest-posttest. The population of the study was all students in class X of SMA Negeri 8 Konawe Selatan, totaling 111 people. The study sample consisted of 1 class taught with the STAD type with the approach of RME and 1 class taught with the STAD type without the RME approach. The research data was obtained through tests of mathematical problem solving abilities and self-regulated learning questionnaires, each of which had reliability of 0.841 and 0.950. Hypothesis testing uses the two average difference test or t-test statistic using the SPSS program. The results showed: (1) there were differences in the improvement of students' mathematical problem solving abilities taught by STAD type cooperative learning with the RME approach compared to STAD type cooperative learning without the RME approach; (2) there are differences in the increase in self-regulated learning of students taught by STAD type cooperative learning with the RME approach compared to STAD type cooperative learning without the RME approach; (3) the application of STAD type cooperative learning with the RME approach can improve mathematical and self-regulated problem solving skills in learning students. Keywords: cooperative STAD, RME approach, mathematical problem solving and self-  regulated learning
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Pendekatan Saintifik dan Kemandirian Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa SMP Andriani, Yayuk; Kadir, Kadir; Fahinu, Fahinu
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 2, No 1 (2017): Terbitan tahun kedua
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.607 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v2i1.7018

Abstract

Abstrak: Rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan untuk menguji pengaruh model inkuiri terbimbing dengan pendekatan saintifik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa. Desain penelitian ini adalah desain kelompok kontrol pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Kendari. Sampel diambil dari dua kelas dengan teknik purposive sampling. Kedua kelas kemudian diacak untuk menentukan kelas eksperimen (diajar dengan model inkuiri terbimbing dengan pendekatan saintifik) dan kelas kontrol (diajar dengan model konvensional). Instrumen penelitian adalah pretest dan posttest kemampuan pemecahan masalah matematika, skala kemandirian belajar, dan lembar observasi. Hasil analisis deskriptif dan uji t menunjukkan bahwa partisipasi siswa meningkat dan penerapan model inkuiri terbimbing dengan pendekatan saintifik lebih berpengaruh daripada model konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa baik keseluruhan maupun kategori kemandirian belajar.Kata kunci: kemampuan pemecahan masalah matematik, kemandirian belajar, pembelajaran inkuiri terbimbing, pendekatan saintifik Abstract: The low participation of students in learning has an impact on students' low ability to solve mathematical problems. This experimental research was conducted to examine the effect of guided inquiry models with a scientific approach to students' mathematical problem solving abilities. The design of this study was pretest-posttest control group design. The population of this study was all eighth grade students of SMP Negeri 17 Kendari. Samples were taken from two classes with purposive sampling technique. The two classes are then randomized to determine the experimental class (taught by the guided inquiry model with the scientific approach) and the control class (taught by conventional models). Research instruments are pretest and posttest mathematical problem solving skills, self-reguleted learning scale, and observation sheets. The results of descriptive analysis and t test showed that student participation increased and the application of the guided inquiry model with a scientific approach was more influential than the conventional model on students' mathematical problem solving abilities both in whole and in the category of self-reguleted learning. Keywords: the abilities of mathematics problems solving, self-regulated learning, guided inquiry learning, scientific approach
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sri Rahayu, Deti; Jafar, Jafar; Baharuddin, Baharuddin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.912 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.7103

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran make a match. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Toari yang terdiri dari 3 kelas paralel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berbentuk tes uraian dan lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji hipotesis menggunakan uji paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match.Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Model  Pembelajaran Make a Match. Abstract: The purpose of this research is to knowing: (1) meroving ability the problem solving mathematical student who was teaching with the lesson model make a match. Population this research are all student VII class at Smpn 2 Toari who have consist of 3 paralel class. To take sample of this research are using purposive sampling. Technique of to taking data is giving test about ability the problem solving mathematical student as essay test and observation sheet. The analysis data using of descriptive statistics and inferential statistics with hypothesis test using of uji paired sample t-test. The result of this research show that. (1) there was improving ability the problem solving mathematical student after teach with lesson model kooperatif type by make a match. Keywords: Mathematical Problem Solving Ability, Make A Match Learning Model
Pengaruh Model PBL Dengan Pendekatan Open-Ended Terhadap Kemampuan CPS Siswa SMA Ditinjau Dari Students’ Beliefs Rasmina, Rasmina; Fahinu, Fahinu; Makkulau, Makkulau
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.979 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v3i1.7235

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata peningkatan kemampuan CPS siswa yang diajar dengan model PBL dengan pendekatan Open-Ended dan model pembelajaran konvensional; mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan CPS antara siswa yang diajar dengan model PBL dengan pendekatan Open-Ended dan model pembelajaran konvensional ditinjau dari Students’ Belief about Mathematics. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI IPA SMAS Kartika XX-2 Kendari. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara signifikan rata-rata peningkatan kemampuan CPS siswa yang diajar dengan model PBL dengan pendekatan Open-Ended lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional; terdapat perbedaan peningkatan kemampuan CPS antara siswa yang diajar dengan model PBL dengan pendekatan Open-Ended dan model pembelajaran konvensional ditinjau dari Students’ Belief about Mathematics.Kata kunci: CPS, PBL, Students’ Belief about Mathematics.Abstract: This study aimed find out the difference in the average of improvement in the CPS ability of students who were taught under the PBL model with Open-Ended approach and conventional model of learning; find out the difference in the average of improvement in the CPS ability of students who were taught under the PBL model with Open-Ended approach and those who were taught under conventional model of learning, as viewed from the Student’s Beliefs about Mathematics. This research is conducted at students of class XI IPA at SMAS Kartika XX-2 in Kendari. Samples were determined using the purposive sampling technique. Data analyzed by using inferential statistics. Results showed that significantly the average increase in the ability of CPS students who are taught with PBL model with Open-Ended approach is higher than students who are taught with conventional learning model; there are differences in the ability of CPS among students who taught using PBL model with Open-Ended approach and conventional learning model from Students' Belief about Mathematics. Keywords: CPS, PBL, Students’ Belief about Mathematics.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Pendekatan Saintifik terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa ditinjau dari Self-efficacy Siswa SMA Nasir, M; Busnawir, Busnawir; Makkulau, Makkulau
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.497 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.7577

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh model pembelajaran problem based learning dengan pendekatan saintifik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa ditinjau dari Self-efficacy siswa SMA. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Ilmu Alam SMA Negeri 09 Bombana yang terdiri dari 2 kelas paralel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling total. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematik (pretest dan posttest) berbentuk tes uraian, angket Self-efficacy siswa dan lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji hipotesis Uji-t beda dua rataan dari data kemampuan pemecahan masalah matematik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang diajar dengan model Problem Based Learning maupun siswa yang diajar dengan model Discovery Learning; (2) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang diajar model Problem Based Learning tidak lebih tinggi dibanding dengan siswa yang diajar dengan model Discovery Learning; (3) tidak terdapat perbedaan rata-rata peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang diajar dengan model Problem Based Learning dengan siswa yang diajar dengan model Discovery Learning ditinjau dari Self-efficacy siswaKata kunci: Problem Based Learning, Model Discovery Leaerning, Self-efficacy Siswa. Abstract: This research aims to study and analize the Effect of Problem Based Learning Learning Model with Scientific Approach on the Ability to Solve Student’ Matematical Problems in Terms of Self-efficacy of High School Students. The population in this study were all students of class XI Ilmu Alam SMA Negeri 09 Bombana consisting of 2 parallel classes. Sampling in this study uses total sampling. Data collection techniques were carried out by giving a test of mathematical problem solving abilities (pretest and posttest) in the form of description test, student Self-efficacy questionnaires and observation sheets. Data were analyzed  using descriptive and inferential statistic by testing hyphothesis that used T-test. The results showed that: (1) there was an increase in students mathematical problem solving abilities tought by Problem Based Learning models as well as students tought with Discovery Learning models; (2) the improvement of matematical problem solving skills of students tounght by Problem Based Learning models is not higer than that of student tought with Discovery Learning models; (3) there are not differences in the average increase in students’ mathematical problem solving abilities tought with Problem Based Learning models with students tought with Discovery Learning models in terms of student Self-efficacy. Keywords: Problem Based Learning, Discovery Learning Model  and Student Self-efficacy.

Page 4 of 13 | Total Record : 126