cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24429791     EISSN : 27154181     DOI : 10.33772/pharmauho
Core Subject : Health, Science,
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo mengelola dan menerbitkan Jurnal Farmasi, Sains dan Kesehatan Pharmauho yang merupakan Jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi dan perkembangan terkini yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan pengembangan di bidang farmasi, sains dan kesehatan. Artikel dapat dikirimkan ke alamat kantor editor atau dengan menggunakan pendaftaran online Jurnal Pharmauho pada ojs.uho.ac.id. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi editor.Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September).
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
Uji Ketersediaan Hayati tablet Parasetamol dengan Bahan Pengikat Pati Pisang Kepok ((Musa balbisiana) Deni Anggraini; Anita Lukman; Fathur Rahman; N Nurfieftien
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.15132

Abstract

Zat pengikat pada formula tablet berguna untuk menambah kohesivitas pada serbuk sehingga membentuk ikatan  pada waktu masa cetak  dikempa dan membentuk suatu masa yang kompak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat  potensi pati pisang kepok (Musa balbisiana) sebagai bahan pengikat formulasi tablet paracetamol. Formulasi tablet menggunakan  metode granulasi basah. Tablet parasetamol di formula menggunakan bahan pengikat pati pisang kepok konsentrasi 15% dalam bentuk mucilago. Tablet parasetamol yang dihasilkan dilakukan evaluasi mutu meliputi uji disolusi, waktu hancur, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, keseragaman kadar dan  friabilitas, Tablet parasetamol yang dihasilkan juga dibandingkan ketersedian hayatinya dengan tablet parasetamol inovator. Hasil menunjukkan bahwa tablet parasetamol yang diformula menggunakan bahan pengikat pati pisang kepok 15% memenuhi persyaratan mutu  tablet, terdisolusi 92% dalam waktu 30 menit dan waktu hancur 2 menit 2 detik. Tablet parasetamol yang di formula dengan bahan pengikat pati pisang kepok bioekivalen dengan tablet parasetamol inovator dengan nilai bioavailabilitas relative 1,099.
Karakter Spesifik Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Dari Tiga Tempat Tumbuh Dan Penghambatan Terhadap Staphyllococcus aureus dan Escherichia coli Dyah Aryantini
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.13925

Abstract

Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakterisasi spesifik ekstrak untuk menjamin keajegan kandungan kimia ekstrak yang bertanggungjawab dalam aktivitas farmakologidan menguji aktivitas ekstrak etanol 80% dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherricia coli. Metode ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan pelarut etanol 80%. Ekstrak berasal dari 3 tempat tumbuh yang berbeda, pengujian parameter spesifik meliputi identitas ekstrak, organoleptis, skrining fitokimia, kadar senyawa yang larut dalam air, uji kandungan kimia dengan metode KLT. Uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol buah belimbing wuluh menunjukan adanya kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Karakter ekstrak terhadap parameter spesifik kadar larut etanol dan kadar larut air dari masing-masing 3 tempat tumbuh di Jawa Timur, cara penetapannya sesuai dengan yang tercantum dalam Farmakope Herbal Indonesia 2008. Uji aktivitas menggunakan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang dibagi menjadi 5 kelompok, dengan ekstrak daun belimbing wuluh dengan konsentrasi kontrol positif dan negatif, 25%, 50%, 100%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh memiliki aktivitas menghambat kedua bakteri tersebut dan memiliki nilai rentang pada karakterisasi parameter spesifik yang disyaratkan dalam Farmakope Herbal 2008  
Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa Linn) dengan Kombinasi Pemanis Stevia dan Sorbitol Yani Ambari
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.14416

Abstract

Rosela merupakan tanaman yang memiliki kelopak bewarna merah, kaya kandungan antosianin dan antioksidan selain itu dapat dijadikan sebagai suplemen daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan formulasi tablet hisap yang baik berdasarkan karakteristik evaluasi tablet hisap. Ekstrak etanol bunga rosela diperoleh dengan metode remaserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Dalam penelitian ini dibuat tiga rancangan formulasi tablet hisap formula 1,2, dan 3 dengan variasi pemanis stevia dan sorbitol menggunakan metode granulasi basah dengan ekstrak etanol bunga rosela sebagai bahan aktif, kemudian dilakukan evaluasi tablet hisap yang meliputi uji organoleptis, kerapuhan, kekerasan, waktu melarut, keseragaman bobot, keseragaman ukuran dan uji hedonic. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi organoleptic pada tablet bewarna putih, aroma khas rosela dan rasa manis, sedangkan hasil kerapuhan berkisar 0,36% – 0,75 %, sedangkan keseragaman ukuran tablet dari ketiga formulasi berkisar 1,31 kg/cm2, sedangkan keseragaman bobot dari ketiga formulasi berkisar 0,555 gram – 0,557 gram, sedangkan uji kekerasan tablet berkisar 4,4 kg/cm2 -  5 kg/cm2, sedangkan uji waktu melarut tablet berkisar 15,1 menit – 17,1 menit, dan uji evaluasi yang terakhir yaitu uji hedonic hasilnya yaitu semua responden lebih suka pada formulasi 2 dikarenakan aroma serta rasa pada tablet hisap lebih maniss daripada formulasi 1 dan formulasi 3. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semua formulasi memiliki karakteristik evaluasi tablet hisap yang baik
ARTIKEL REVIEW : PENERAPAN STANDAR KEAMANAN PEGAWAI DI APOTEK DAN INTERVENSI APOTEKER DALAM LAYANAN KONSELING PASIEN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ni Made Widya Sukma Santi; Hani Nuraini; Yoppi Iskandar
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.11934

Abstract

Pada Bulan Desember 2019, terdeteksi coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) yang penyakitnya disebut Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Virus ini ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei di Cina. Saat ini, kasus COVID-19 yang telah dikonfirmasi telah dilaporkan di banyak negara termasuk Eropa, Amerika Utara, Afrika dan Asia, dan WHO telah menjadikannya sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Jelas bahwa pandemi COVID-19 telah menjadi peristiwa kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kolaborasi di seluruh dunia. Sebagai professional kesehatan yang paling mudah diakses, apoteker yang bertugas di Apotek memiliki peran penting dalam pengendalian dan pencegahan penyakit menular untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain serta memberi nasihat mengenai tindakan pencegahan perilaku, deteksi dini dan rujukan dari orang yang dicurigai berisiko lebih tinggi terinfeksi.
SINTESIS FURFURAL DARI UMBI TALAS SAFIRA (Colocasia esculenta (L.) Schott var. Antiquorum) N Nursamsiar; Fitriyanti Jumaetri Sami; Dayan El-Roy Matitawaer; L Lukman; Muhammad Aswad
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v8i1.18327

Abstract

Furfural merupakan senyawa aldehid aromatik dan termasuk salah satu senyawa terpenting dalam golongan senyawa heterosiklik yang dikenal dengan nama furan. Dalam industri furfural digunakan sebagai bahan baku adiponitril, furfural alkohol, metil furan, pirrole, piridin, asam furoat, hidro furamid, tetrahidrofurfuril alkohol, dan fenol-aldehid. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis furfural dari umbi talas safira. Pembuatan furfural dilakukan melalui hidrolisis pentosan menggunakan katalis asam sulfat kemudian terjadi dehidrasi dan siklodehidrasi membentuk furfural. Hasil karakterisasi menunjukkan indeks bias furfural sebesar 1,6207 yang memberikan serapan pada panjang gelombang maksimum 277,43 nm, dan penentuan gugus fungsi didapatkan serapan C-H aldehid pada daerah 2852,72 cm-1, serapan C=O aldehid pada daerah 1734,01 cm-1, serapan C-O eter pada daerah 1151,34 cm-1. Furfural dapat disintesis dari umbi talas safira dengan rendamen sebesar 0,37%.
Studi Penggunaan Obat-Obat Antihipertensi Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Aghnia Fuadatul Inayah; Lilik Yusetyani; Muktamiroh Muktamiroh; Brilian Yustika Deti
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v8i1.16063

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kasus global yang meningkat setiap tahunnya. Komplikasi yang dapat terjadi dari CKD adalah penyakit kardiovaskular dan stroke, anemia, ganguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Hipertensi umumnya berkembang bersamaan dengan progresifitas penyakit ginjal, sebagai contoh pasien penyakit ginjal mengalami hipertensi sebesar 40% untuk stadium 1, 55% untuk stadium 2 dan 75% untuk stadium 3. Progresifitas CKD menjadi stadium 5 meningkat sebesar 5,6% untuk pasien dengan hipertensi, dan hal ini bisa mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi filtrasi dari ginjal. Golongan obat antihipertensi tersebut meliputi : golongan CCB, ARB, ACEI, alfa bloker, beta bloker, dan diuretik (Zadeh, K.K., 2011). Pemberian obat antihipertensi baik secara tunggal maupun kombinasi diharapkan akan dapat memperbaiki nilai GFR dan memperbaiki fungsi ginjal. Penelitian observasional ini dengan pengambilan data secara retrospektif. Kriteria inklusi penelitian ini adalah semua pasien CKD yang menerima terapi antihipertensi dengan data rekam medik yang lengkap. Hasil pengolahan data diperoleh jumlah pasien perempuan jauh lebih banyak dibanding laki-laki. Rentang usia yang paling banyak terdata adalah 51-60 tahun (34%) yang menunjukkan usia lanjut lebih rentan terjadi komplikasi penyakit. Faktor resiko berupa hipertensi (63%) merupakan penyakit terbanyak pada pasien CKD. Hal ini menunjukkan gangguan vaskular memengatuhi penurunan nilai GFR pada pasien. Pemberian terapi antihipertensi yang digunakan yaitu CCB, ARB, dan ACEI dengan golongan CCB yang tercatat paling banyak digunakan. Golongan antihipertensi CCB yang paling banyak digunakan secara tunggal yaitu Amlodipin 1x10mg PO cukup sesuai pada pasien CKD. Pola kombinasi paling banyak yaitu Amlodipin (1x10mg) PO + Furosemid (1x40mg) IV sementara diuretik dianggap kurang efektif pada pasien CKD.
Formulasi dan efektifitas krim madu hutan untuk terapi luka bakar pada kelinci (oryctolagus cuniculus) Chitra Astari
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v8i1.16488

Abstract

Madu sangat kaya akan nutrisi dan mengandung aneka zat gizi seperti karbohidrat, protein, asam amino, vitamin, mineral, dekstrin, pigmen tumbuhan dan komponen aromatik. Tujuan penelitian ini untuk menentukan formulasi dan efektivitas krim madu hutan  dari daerah Suli Barat Kabupaten Luwu untuk  terapi luka bakar grade II.Metode penelitian yang digunakan adalah true eksperimen laboraturium. Sampel yang digunakan sebanyak 5 kelinci yang dibagi kedalam 5 kelompok perlakuan. perlukaan dilakaukan pada hari pertama kemudian diberi perlakuan setiap hari.  Pengamatan ini dilakukan setiap 3 hari selama 15 hari perlakuan. Pengolahan data dilakukan secara statistic menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), One Way Anova, dan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan melakukan analisa pengamatan kondisi luka bakar sebelum dan setelah diberikan perlakuan, dibandingkan dengan kelompok control yang tidak diberian perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel pada taraf α=0,05 (8,70 > 2,78) maka hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan menunjukkan bahwa adanya pengaruh/efek yang bermakna dari pemberian madu hutan dengan konsentrasi tinggi terhadap luka bakar pada hewan uji kelinci.  Saran bagi penelitian selanjutnya yaitu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap frekuensi pemberian madu hutan terhadap proses penyembuhan luka bakar.
Review Artikel : Analisis Mekanisme Proteksi UVB Senyawa Fucoidan Yang Diisolasi Dari Alga Cokelat Sabranah Hidayati Rahmin; Imam Adi Wicaksono
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v8i1.23630

Abstract

Kulit merupakan organ terluar yang berfungsi sebagai pelindung tubuh dari pengaruh luar yang berbahaya, salah satunya adalah sinar UVB. Paparan sinar UVB berlebih akan menyebabkan kerusakan kulit, seperti penuaan dini, terbentuknya keriput sampai kanker. Oleh sebab itu, dibutuhkan antioksidan yang dapat melindungi kulit dari paparan berlebih sinar UVB. Senyawa  yang memiliki aktivitas antioksidan seperti fucoidan yang merupakan metabolit sekunder dari alga cokelat sangat berguna dalam bidang kosmetikal dan farmaseutikal. Pada review artikel ini, dilakukan penelusuran artikel melalui PubMed dan ScienceDirect untuk mengetahui mekanisme fucoidan sebagai antioksidan dan dosis ekstrak fucoidan yang diperlukan untuk memberikan aktivitas antioksidan. Dari hasil penulusuran artikel, didapatkan bahwa fucoidan memberikan efek antioksidan melalui beberapa mekanisme dan memberikan aktivitas antioksidan sebanding dengan dosis ekstrak fucoidan yang diberikan dengan rentang 6,25-200 µg/ml.
Formulasi dan Uji Stabilitas Gel Transdermal Salbutamol Sulfat dalam Pembawa Vesikular Etosom Nur Illiyyin Akib; Rifa'atul Mahmudah; Wa Ode Sitti Zubaydah; H Halik; R Ramlah; Fery Indradewi Armadany
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v8i1.16945

Abstract

Salbutamol sulfat sebagai bronkodilator memiliki waktu paruh elimininasi 4-6 jam dan penggunaan oral bioavailabilitasnya hanya 50% karena mengalami metabolisme lintas pertama. Telah dikembangkan sediaan gel transdermal dengan sistem penghantaran vesikel etosom. Penelitian ini bertujuan memperoleh formula gel salbutamol sulfat dalam pembawa vesikular etosom yang stabil. Preparasi salbutamol sulfat dalam pembawa vesikular etosom dilakukan dengan metode dingin (30oC) dan komposisinya adalah fosfatidilkolin 2%, etanol 40%, propilen glikol 1%, salbutamol sulfat 0,3% dan air suling hingga 100%. Formulasi gel dilakukan dengan teknik pencampuran mekanik dengan variasi basis karbomer 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Selanjutnya dilakukan uji stabilitas dengan metode cycling test pada dua suhu yang berbeda (5o C dan 40o C). Hasil yang diperoleh meliputi viskositas sebelum dan sesudah cycling test adalah 13.000-26.500 cP dan 12.000-25.500 cP; pH sebelum dan sesudah cycling test adalah 6,76-6,84 dan 6,75-7,15; serta daya sebar sebelum dan sesudah cycling test adalah 4,4-6,4 cm dan 4,35-6,4 cm. Disimpulkan bahwa gel gel dengan konsentrasi basis karbomer 0,5% dan 1% memiliki stabilitas yang baik
Review : Aktivitas Antioksidan Potensial dari Berbagai Ekstrak Benalu Tanaman Yunitasya Guspira
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v8i1.23632

Abstract

Benalu adalah tanaman yang kerap kali dianggap merugikan karena bersifat parasit bagi inangnya. Namun, benalu juga memiliki potensi yang dapat digunakan sebagai obat karena mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan yang terkandung pada benalu tergantung pada inangnya. Pada review artikel ini akan dibahas aktivitas antioksidan pada sepuluh jenis benalu dengan inang yang berbeda. Hasilnya didapati yaitu pada beberapa benalu mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat melalui uji DPPH free radical scavenging.