cover
Contact Name
Sandi Pratama
Contact Email
pratamasandi2008@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltarbawipai@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 25274082     EISSN : 2622920X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Tarbawi (p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X) adalah media publikasi ilmiah yang fokus menyebarluaskan hasil penelitian di bidang Ilmu Keguruan dan Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan LP3M Unismuh Makassar, dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Religious Moderation Values In Islamic Education Textbooks At The Junior Secondary Level: A Curriculum Merdeka Perspective Junaidi Arsyad; Indah Sri Wahyuni; Yusnaili Budianti; Azizah Hanum OK
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 01 (2026): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/qs33ke21

Abstract

Penelitian ini didorong oleh kebutuhan untuk memperkuat nilai-nilai moderasi agama dalam pendidikan, khususnya di SMP, yang sejalan dengan orientasi Kurikulum Merdeka pada karakter, keragaman, dan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis konten, dengan menganalisis struktur, narasi, gambar, dan aktivitas pembelajaran dari buku teks Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter (PAI-BP) untuk kelas VIII. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai moderasi agama, bagaimana nilai tersebut diwujudkan, dan pentingnya nilai tersebut dalam memperkuat karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi yang paling sering muncul adalah keadilan, keseimbangan, toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan penolakan terhadap ekstremisme. Nilai-nilai ini diwujudkan melalui penjelasan konseptual, penguatan dengan ayat-ayat Al-Qur'an, contoh praktis, dan latihan reflektif pemikiran kritis. Berdasarkan hasil temuan, studi ini menilai bahwa buku teks PAI-BP kelas VIII selalu mengemban nilai moderasi dan relevan dengan tujuan Kurikulum Merdeka dalam menumbuhkan karakter moderat, toleran, dan adaptif pada siswa. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat bagaimana nilai-nilai ini diterapkan dalam praktik pembelajaran di kelas. Kata kunci: Moderasi Beragama, Pendidikan Agama Islam, Kurikulum Merdeka, Analisis Isi, Sekolah Menengah Pertama
Agama dalam Realitas: Inovasi Problem Based-Learning dalam Pendidikan Agama Islam di SMAN 9 Mataram Aisyah; Saparudin; Emawati; Era Mutiara Pratiwi; Gazi
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 01 (2026): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/6h75d961

Abstract

Paradigma Pendidikan Agama Islam (PAI) saat ini menghadapi tantangan dalam menjembatani doktrin teoretis dengan kompleksitas sosial di dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model inovasi *Problem-Based Learning* (PBL) pada mata pelajaran PAI di SMAN 9 Mataram, yang mencakup prosedur modifikasi sintaks, keunggulan, serta kendala di lapangan. Studi kasus deskriptif kualitatif ini melibatkan seorang guru PAI sebagai informan kunci dan 32 siswa kelas XI sebagai subjek observasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dilaksanakan melalui sintaks yang dimodifikasi menjadi lima tahap: orientasi pada masalah dunia nyata (multikulturalisme dan moderasi beragama), pengorganisasian pembelajaran, penyelidikan terbimbing melalui penelitian mandiri, pengembangan hasil karya, serta refleksi dengan metode beragam menggunakan *Reflection Tree* dan *Google Forms*. Temuan lapangan mengindikasikan adanya peningkatan pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, khususnya dalam hal berpikir kritis dan toleransi beragama. Kendati demikian, terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan pengaruh latar belakang keluarga yang kurang harmonis terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PBL yang dimodifikasi dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan relevansi pembelajaran PAI di sekolah.  Kata kunci: Inovasi Pembelajaran, *Problem-Based Learning*, Pendidikan Agama Islam
Efektivitas Ekstrakulikuler Muhadharah Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam di SMP Buq'atun Mubarakah Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar A. St. Muslimah; Saprin; Syamsuddin
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 01 (2026): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jxf56b45

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kegiatan ekstrakurikuler dalam mendukung hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa. Berdasarkan kajian teori, Muhadharah sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler berbasis keagamaan memiliki potensi untuk meningkatkan pemahaman agama dan keterampilan komunikasi siswa. Salah satu pendekatan pedagogik yang digunakan untuk menjembatani hal tersebut adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat praktikal, seperti Muhadharah. Penelitian ini menggunakan pendekatan pedagogik dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan ekstrakurikuler Muhadharah terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa di SMP Buq’atun Mubarak Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi, dengan jumlah responden sebanyak 53 siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kontribusi positif dari keterlibatan siswa dalam kegiatan Muhadharah terhadap peningkatan hasil belajar PAI peserta didik. Kegiatan Muhadharah terbukti mampu memperkuat pemahaman keagamaan siswa secara praktis, meningkatkan rasa percaya diri, dan mendukung pencapaian akademik di bidang PAI. Hasil ini menegaskan pentingnya integrasi pendekatan pedagogik berbasis pengalaman langsung melalui kegiatan ekstrakurikuler sebagai strategi untuk memperkuat hasil belajar pendidikan agama secara menyeluruh. Kata kunci: Muhadharah, Pendidikan Agama Islam, Hasil Belajar
Implementasi Akhlakul Karimah untuk Mencegah Bullying: Studi Kasus di RA Al-Arifin Rahuning Devi Sulistiyanti; Dedi Sahputra Napitupulu; Tarmiji Siregar
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 01 (2026): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/b1drn279

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep penanaman akhlakul karimah pada anak usia dini dan relevansinya dalam mencegah bullying di RA Al-Arifin Rahuning. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa akhlakul karimah anak telah berkembang cukup baik melalui pembiasaan sopan santun, kejujuran, dan tolong-menolong, meski masih terdapat perilaku bullying ringan. Strategi penanaman nilai dilakukan melalui empat pendekatan: keteladanan guru dan orang tua, pembiasaan harian, internalisasi nilai lewat cerita islami dan permainan edukatif, serta kolaborasi sekolah dan keluarga. Faktor pendukung meliputi kurikulum berbasis Islam, lingkungan inklusif, dan komunikasi efektif, sedangkan penghambatnya antara lain keterbatasan pemahaman moral anak dan pengaruh media digital. Secara keseluruhan, penanaman akhlakul karimah terbukti berperan penting dalam mencegah bullying serta membentuk karakter anak yang berempati, santun, dan berakhlak mulia. Kata kunci: Akhlakul karimah, bullying, RA al-Arifin Rahuning
Rekonstruksi Akhlak Digital: Analisis Intensitas Media Sosial Terhadap Kesantunan Komunikasi Verbal Siswa Siti Nurjanah; Mon Safik Al Mubarok
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 01 (2026): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/an3nr541

Abstract

Perkembangan media sosial yang semakin pesat memberikan dampak signifikan terhadap pola komunikasi remaja, termasuk dalam konteks pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesantunan komunikasi verbal siswa SMP Islam Terpadu Tamaddun Pamulang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri atas siswa, guru mata pelajaran, dan kepala sekolah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial siswa tergolong tinggi, dengan rata-rata durasi 3–6 jam per hari. Tingginya intensitas ini berdampak pada menurunnya penggunaan penanda kesantunan verbal seperti salam, permohonan izin, intonasi hormat, serta pemilihan diksi sopan. Narasi wawancara menunjukkan bahwa siswa sering meniru gaya bahasa dari konten media sosial, sementara guru dan kepala sekolah menilai adanya pergeseran budaya komunikasi dari tatap muka ke budaya digital yang lebih informal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan kesantunan komunikasi verbal siswa, sehingga diperlukan penguatan literasi digital, pendidikan etika berbahasa, dan kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Kata kunci: Akhlak Digital, media sosial, kesantunan, komunikasi verbal.
Model Pedagogi Tahfiz Berbasis Sanad Waqf-Ibtidā' di Pesantren Al-Manshur Popongan Perspektif Living Qur'an dan Ḥaq Al-Tilāwah Muhamad Khabib Imdad; Femi Dian Pitasari; Aulian Nida Khoirunnisa; Ahmad Aqiel Azkiya’
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 01 (2026): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/5d3mdm67

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis model pedagogi tahfiz berbasis sanad waqf-ibtidā’ dalam tradisi pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten. Selama ini, kajian waqf-ibtidā’ lebih banyak berfokus pada aspek normatif dalam ilmu tajwid dan qirā’āt, sedangkan penelitian tentang pembelajaran tahfiz belum banyak mengkaji fungsi pedagogis tradisi bacaan tersebut dalam praktik pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi lapangan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis tekstual terhadap pola bacaan beberapa surah pada Juz 30. Analisis dilakukan dengan memadukan perspektif Living Qur’an dan metode Ḥaq al-Tilāwah karya Ḥusnī Syaikh ‘Uṡmān. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik waqf-ibtidā’ di Pesantren Al-Manshur tidak hanya berfungsi sebagai kaidah bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi strategi pedagogis yang membantu segmentasi hafalan, menjaga ritme bacaan, memperkuat ketepatan pelafalan, dan mempertahankan transmisi sanad melalui proses talaqqī. Meskipun beberapa pola bacaan tidak sepenuhnya sejalan dengan kaidah normatif, praktik tersebut memiliki rasionalitas pedagogis yang mendukung efektivitas pembelajaran tahfiz. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi waqf-ibtidā’ merupakan bagian dari praktik Living Qur’an yang berkontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran tahfiz berbasis sanad di pesantren serta dapat menjadi salah satu alternatif penguatan pembelajaran Al-Qur’an dalam Pendidikan Agama Islam. Kata kunci: Tahfiz Pedagogy; Waqf-Ibtidā’; Living Qur’an; Sanad; Qur’anic Learning.
Strategi guru ISMUBA Dalam Menciptakan Lingkungan Belajar yang Inovatif dI SMP Unggulan Aisyiyah Bantul Riswanda; Yazida Ichsan
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 01 (2026): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kdw14944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) guna menciptakan lingkungan belajar yang inovatif di SMP Unggulan Aisyiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan tiga guru ISMUBA sebagai informan utama serta sepuluh siswa sebagai partisipan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan pembelajaran ISMUBA direspons melalui tiga strategi utama, yaitu strategi digital melalui gamifikasi dan media audiovisual berupa video edukasi, strategi pedagogik melalui kuis interaktif, serta strategi karakter melalui keteladanan dan pembiasaan. Penerapan strategi tersebut mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, partisipatif, serta mendorong keterlibatan siswa secara optimal dalam proses pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi strategi digital, pedagogik, dan karakter merupakan pendekatan inovatif yang relevan dalam pembelajaran ISMUBA sekaligus memperkuat pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis nilai-nilai Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab di sekolah Muhammadiyah. Kata kunci: Guru ISMUBA, Lingkungan Belajar Inovatif, Pendidikan Karakter
Model Halaqah Reflektif Berbasis Nilai Karakter Keislaman Untuk Penguatan Lifelong Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Niswatin Abdul Cholik; Nangkula Utaberta
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 01 (2026): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/4d3w3j22

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) learning in senior high schools has not yet systematically fostered a lifelong learning (LLL) orientation, despite the fact that Islamic values such as thalab al-ʿilm (the pursuit of knowledge), muhasabah (self-reflection), and istiqamah (steadfastness) have the potential to serve as its foundation. This study aims to analyze: (1) the current condition of IRE learning in fostering lifelong learning orientation among high school students; (2) the development process of the Reflective Halaqah Model based on Islamic character values; and (3) indications of improvements in students’ lifelong learning orientation following the implementation of the model. The study employed a Design-Based Research (DBR) approach using qualitative and descriptive quantitative data. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, document analysis, and perception surveys involving six IRE teachers, 34 students, and three experts from public senior high schools in Depok. The findings indicate that the Reflective Halaqah Model, validated through a Content Validity Index (CVI = 0.92), is content-valid and demonstrates indications of improvement across all lifelong learning indicators, with the highest increase observed in lifelong learning orientation (+0.94 points on a 1–5 scale). This study introduces the construct of faith-based lifelong learning, which operationalizes Islamic values as the foundation for self-regulation and autonomous motivation in IRE learning, while also responding to the demands of the Merdeka Curriculum and the Pancasila Student Profile. Keywords: lifelong learning, Islamic character values, Islamic Religious Education, Reflective Halaqah Model, Design-Based Research.
Rekonstruksi Manajemen Pendidikan Islam Perspektif Ahmad Tsalby dalam Menghadapi Krisis Otoritas Digital Putri Maya Sari; Kharisul Wathoni; Sukma Eka Saputra
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 01 (2026): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j16x9a61

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah struktur otoritas keagamaan dalam pendidikan Islam dari sistem berbasis sanad dan relasi pedagogis menuju otoritas yang ditentukan oleh algoritma, popularitas, dan engagement media sosial. Kondisi ini melahirkan krisis otoritas digital yang berdampak pada fragmentasi pengetahuan agama, melemahnya validasi epistemik, serta menurunnya peran institusi pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi manajemen pendidikan Islam perspektif Ahmad Tsalby dalam menghadapi krisis otoritas digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode qualitative content analysis terhadap karya Ahmad Tsalby al-Tarbiyah al-Islamiyyah Nuzumuha wa Falsafatuha wa Tarikhuha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam klasik dalam perspektif Tsalby dibangun melalui tata kelola otoritas ilmu yang mencakup relasi talaqqi antara guru dan murid, sistem ijazah ilmiah, penguatan institusi pendidikan, pembiayaan berbasis wakaf, dan pembentukan kultur akademik yang terintegrasi dengan kehidupan sosial umat. Penelitian ini menegaskan bahwa rekonstruksi pendidikan Islam di era digital tidak cukup melalui adaptasi teknologi, tetapi memerlukan penguatan kembali manajemen epistemik pendidikan Islam agar tetap mampu menjaga validitas ilmu, integritas pedagogis, dan otoritas keagamaan di tengah disrupsi algoritmik kontemporer.

Filter by Year

2016 2026