cover
Contact Name
Very Julianto
Contact Email
jpsi@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
very_psi07@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi Integratif
ISSN : 23562145     EISSN : 25807331     DOI : -
Core Subject : Social,
This journal is focusing on providing the public with understandings of integrated psychological studies and presenting researches and developments in psychology by articles and reviews. Psikologi Integratif scopes in particular psychological studies in general studies and integrated studies. This journal intends to bring up current issues in psychology subject by contributing to public with researches from psychology and related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Studi Meta-analisis: Welas Diri dan Kecemasan Clarissa Firanda Polii; Ananta Yudiarso
Jurnal Psikologi Integratif Vol 11, No 1 (2023): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v11i1.2736

Abstract

Anxiety is defined as a physiological response to the possibility of problems arising in individuals. Anxiety is known to have a relationship with other variables, one of which is self-compassion. Individual self-compassion will be able to influence the level of anxiety. Individuals who have self-compassion will tend to avoid negative emotions that cause anxiety. This meta-analytic study aims to look at the relationship between anxiety and self-compassion in the last five years of research from 2018 to 2023 with a total of 10,489 respondents. The results of the study found that self-compassion had a moderate effect size (-0.55) with heterogeneity (I 2 ) of more than 88.81%, so this study used a random effects size. Therefore, self-compassion is interpreted as having a moderate effect that is negatively correlated with levels of anxiety. Kecemasan didefinisikan sebagai respon secara fisiologis dari kemungkinan munculnya permasalahan pada individu. Kecemasan diketahui memiliki kaitan dengan variabel lain salah satunya welas diri. Welas diri yang dimiliki individu akan mampu mempengaruhi tingkat kecemasan. Individu yang memiliki welas diri akan cenderung terhindar dari emosi negatif yang menyebabkan kecemasan. Studi meta-analisis ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kecemasan dan welas diri dalam penelitian lima tahun terakhir dari tahun 2018 hingga 2023 dengan total responden sebanyak 10.489 orang. Hasil penelitian menemukan bahwa welas diri memiliki medium effect size (-0,55) dengan heterogenitas (I 2 ) lebih dari 88,81%, sehingga penelitian ini menggunakan random effects size. Oleh karena itu, welas diri diartikan memiliki efek sedang yang berkorelasi secara negatif pada tingkat kecemasan.
Social Media Fatigue Ditinjau dari Stres Akademik selama Pembelajaran Daring di Masa Pandemi COVID-19 Amalia Nurhalizah; Fitriana Widyastuti
Jurnal Psikologi Integratif Vol 11, No 1 (2023): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v11i1.2829

Abstract

The online learning during the Covid-19 pandemic forces students to be continuously exposed to the use of social media which triggers social media fatigue. This study aims to determine the relationship between academic stress and social media fatigue during online learning during the Covid-19 pandemic. This study involved 100 respondents who were taken by accidental sampling technique. Research respondents are students who take full online learning. The research instruments used were the Social Media Fatigue Scale and the Student Life Stress Inventory. The results showed that there was positive relationship between academic stress and social media fatigue, with an effective contribution of 22.4%. Implications of the results of this study refer to the need for modifications in the learning process to reduce learning pressure and social media fatigue. Proses pembelajaran daring selama pandemic Covid-19 memaksa pembelajar untuk secara terus-menerus terpapar dengan penggunaan media social yang memicu social media fatigue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stress akademik dengan social media fatigue selama pembelajaran daring selama pandemic Covid-19. Penelitian ini melibatkan 100 responden penelitian yang diambil dengan teknik accidental sampling. Responden penelitian merupakan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran daring secara penuh. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Social Media Fatigue dan Student Life Stress Inventory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antaran stress akademik dan social media fatigue, dengan sumbangan efektif sebesar 22,4%. Implikasi hasil penelitian ini merujuk pada perlunya modifikasi dalam proses pembelajaran untuk mengurangi tekanan dalam belajar dan social media fatigue.
Perceived Organizational Support and Job Embeddedness in Startup Employees Faridatul Khusna; Miftahun Ni'mah Suseno
Jurnal Psikologi Integratif Vol 11, No 1 (2023): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v11i1.2680

Abstract

Job embeddedness has proven to have an effect on the effectiveness and productivity of companies, including startups. Employees who have job embeddedness in their work tend to feel more attached to colleagues, work and the organization and express attachment by maintaining organizational membership in the workplace.This study analyzes the perceived organizational support and job embeddedness. The subjects in this study were 105 employees at a startup company in Yogyakarta. Sampling using random sampling technique. Data were collected job embeddedness scale and perceived organizational support scale. The data analysis method uses correlation techniques and the results, there is a positive relationship between perceived organizational support and job embeddedness in startup employees. One way that companies can use to improve job embeddedness is to provide positive support for employees. The perception of organizational support has an important role in increasing employee job embeddedness.Keterikatan kerja terbukti berpengaruh pada efektifitas dan produktifitas perusahaan, termasuk startup. Karyawan yang memiliki job embeddedness dalam pekerjaan cenderung merasa lebih melekat pada kolega, pekerjaan dan organisasi dan mengekspresikan keterikatan dengan mempertahankan keanggotaan organisasi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan kerja. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 105 karyawan di salah satu perusahaan startup di Yogyakarta. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan dua alat ukur, yaitu skala keterikatan kerja dan skala persepsi dukungan organisasi. Metode analisis data menggunakan teknik korelasi dan hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif antara persepsi dukungan dengan job embeddedness pada karyawan startup. Salah satu cara yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan job embeddednes adalah memberikan dukungan positif terhadap karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi dukungan organisasi memiliki peranan penting dalam meningkatkan Keterikatan kerja pada karyawan.
Seni Problem Focused Coping pada Remaja: Peran Locus of Control dan Optimisme Mujidin, Mujidin; Rustam, Husnul Khotimah; Nugroho, Baharuddin Susilo
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 11 No. 2 (2023): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v11i2.2612

Abstract

The absence of parents causes problems for teenagers, especially coping strategies that are not well formed. Teenagers are less able to respond to problems adaptively, such as being more aggressive, and not being able to work together. The aim of this research is to determine the role of locus of control and optimism on problem-focused coping in adolescents in orphanages. Population of this study was 129 teenagers from 3 orphanages in Yogyakarta. Sample was taken using quota sampling, amount of 59 participants (average 50.84 aged 17 years). Data was collected using three questionnaires, (1) Problem-Focused Coping Scale, (2) Locus of Control Scale, (3) Optimism scale. Data was analyzed descriptively, and statistical analysis (hypothesis testing) was carried out using multiple regression procedures with the SPSS v.23 program. The results of this study indicate that there is a role of locus of control and optimism in problem-focused coping with an effective contribution. amounting to 30.8%. Specifically, the effective contribution of locus of control is 21.9%, while the effective contribution of optimism to problem-focused coping is 15.9%. These findings provide evidence that internal locus of control and optimism are internal factors that can predict problem-focused coping ability. Ketidakhadiran orang tua di samping anak dapat menimbulkan masalah pada remaja khususnya strategi coping yang tidak terbentuk dengan baik. Remaja kurang mampu merespon masalah dengan adaptif seperti lebih agresif, tidak dapat bekerja sama dengan baik dan lainnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran locus of control dan optimisme terhadap problem focused coping pada remaja di panti asuhan. Populasi penelitian ini sebanyak 129 remaja dari 3 panti asuhan di Yogyakarta. Sampel diambil dengan quota sampling sebanyak 59 remaja (rata-rata 50,84 usia 17 tahun).  Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga kuesioner, (1) Skala Problem Focused Coping, (2) Skala Locus of Control, (3) Skala Optimism. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis statistik (pengujian hipotesis) dilakukan dengan prosedur regresi berganda dengan program SPSS v.23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peran locus of control dan optimisme pada problem-focused coping dengan kontribusi efektif. sebesar 30,8%. Secara spesifik, sumbangan efektif locus of control sebesar 21,9% sedangkan sumbangan efektif optimisme terhadap problem-focused coping sebesar 15,9%. Temuan ini memberikan bukti bahwa internal locus of control dan optimisme merupakan faktor internal yang dapat memprediksi problem-focused coping ability.
Ujaran Kebencian di Media Sosial: Ditinjau dari Kematangan Emosi Dengan Kecerdasan Moral sebagai Mediator Fathoni Cahyono, Aryo Bima; Khalisah, Ariella; Safitri, Lily; Lestari, Tri; Hudaya, Yanuary Nurul
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 11 No. 2 (2023): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v11i2.2750

Abstract

Cases of hate speech that occur in Indonesia continue to increase over time. Seeing this phenomenon, this study aims to explore hate speech that occurs on social media in terms of emotional maturity with moral intelligence as a mediator. This research was conducted using quantitative methods. The scales used in this study were the scale of emotional maturity, moral intelligence, and vignette of hate speech. The number of participants in this study is as many as 268 undergraduate students aged 17-25 years. The results of the analysis show that moral intelligence can mediate the influence of emotional maturity on hate speech. These results provide a theoretical implication that emotional intelligence influences moral intelligence where this variable plays a strong role in hate speech. Kasus ujaran kebencian yang terjadi di Indonesia terus meningkat seiring berjalannya waktu. Fenomena tersebut membuat peneliti tertarik untuk melakukan studi dan mengetahui lebih jauh mengenai ujaran kebencian yang terjadi di media sosial ditinjau dari kematangan emosi dengan kecerdasan moral sebagai mediator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kuantitatif. Skala yang digunakan adalah skala kematangan emosi, kecerdasan moral, dan vignette ujaran kebencian. Jumlah partisipan pada penelitian ini sebanyak 268 mahasiswa strata-1 berusia 17 - 25 tahun. Dari hasil analisa, didapatkan bahwa kecerdasan moral dapat memediatori pengaruh kematangan emosi terhadap ujaran kebencian. Hasil tersebut memberikan implikasi teoretis bahwa kecerdasan emosi memberi pengaruh pada kecerdasan moral di mana variabel ini memainkan peran yang kuat dalam ujaran kebencian.
Peran Orientasi Budaya dalam Berkarier Wirausaha pada Siswa SMK Wibowo, Doddy Hendro; Sarajar, Dewita Karema
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 11 No. 2 (2023): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v11i2.2783

Abstract

Entrepreneurship is a potential job that still has the opportunity to be developed. The purpose of this study was to determine whether there is an influence of cultural orientation and gender on entrepreneurial careers. Researchers use purposive sampling method, involving 347 Vocational High School (SMK) students consisting of 180 male students (51.87%) and 167 female students (48.12%). The researcher used the High School Student Entrepreneurial Orientation Scale and the Cultural Orientation Scale. The results of this study indicate the influence of cultural orientation on entrepreneurship in vocational students. The results also showed that there was no difference in entrepreneurial interest between male and female students. The practical implication of the results of this study is that the vertical and horizontal collective cultural orientation factors have a role in building entrepreneurial interest among teenagers. 
Mindful Parenting and Anxiety in Full-time Working Mothers Nurinayah, Andi; Rinaldi, Martaria Rizky
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 11 No. 2 (2023): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v11i2.2786

Abstract

Full-time working mothers face numerous challenges that can lead to anxiety. The aim of this study is to examine the relationship between mindful parenting and anxiety among full-time working mothers. The participants in this study consisted of 99 mothers engaged in full-time employment. The sampling technique used was convenience sampling. Data were collected using the Mindful Parenting Scale and the Anxiety Scale from the Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS). Data were analyzed using product-moment correlation analysis. The results of the data analysis showed a correlation (rxy) = -0.210 with p < 0.050. This result indicates a negative correlation between mindful parenting and anxiety among full-time working mothers, meaning that higher level of mindful parenting is associated with lower level of anxiety. Conversely, lower level of mindful parenting is associated with higher level of anxiety. Therefore, it is recommended to provide intervention to enhance mindful parenting among working mothers to help reduce their anxiety. Ibu yang bekerja penuh waktu mengalami banyak tantangan yang dapat menyebabkan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara mindful parenting dengan kecemasan pada ibu yang bekerja penuh waktu.  Partisipan dalam penelitian ini yaitu sejumlah 99 ibu yang menjalani pekerjaan penuh waktu. Teknik sampling yang digunakan yaitu convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala mindful parenting dan skala kecemasan dari Depression, Anxiety, and Stres Scale (DASS). Data dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat korelasi (rxy) = -0,210 dengan p < 0,050. Hasil ini mengindikasikan adanya korelasi negatif antara mindful parenting dan kecemasan pada ibu yang bekerja penuh waktu, artinya semakin tinggi mindful parenting maka semakin rendah kecemasan. Sebaliknya, semakin rendah mindful parenting maka semakin tinggi kecemasan. Dengan demikian, disarankan pemberian intervensi untuk meningkatkan mindful parenting pada ibu bekerja untuk dapat membantu mengurangi kecemasannya.
The Role of Self-Compassion on Muslim Students’ Altruistic Behavior during COVID-19 Pandemic Dwimahesi, Narulita Natasya; Musthofa, Wakhid
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 11 No. 2 (2023): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v11i2.2803

Abstract

Large-Scale Social Restrictions in Indonesia during the COVID-19 pandemic caused a lack of social contact, thereby limiting individuals from providing direct assistance to others. Conversely, someone who has self-compassion is indicated to have good altruistic behavior. The present study aims to investigate the correlation between self-compassion and altruistic behavior among students during the Large-Scale Social Restrictions in Indonesia caused by the COVID-19 pandemic. This research employed an incidental sampling technique, with 400 college students. The participants comprised 76 men and 324 women, aged between 18 and 25 years. The study utilized the altruism scale (20 items; = 0.867) and the self-compassion scale (23 items; = 0.892) to measure self-compassion and altruistic behavior, respectively. The Spearman rank correlation technique was employed to test the hypothesis, which resulted in a correlation coefficient of 0.254 with p = 0.001 (p < 0.05). The research findings indicate a positive and significant relationship between self-compassion and altruism among students during the pandemic. Specifically, the higher the level of self-compassion, the higher the altruistic behavior. These results suggest that fostering self-compassion in individuals may lead to greater social benefits, such as encouraging positive social habits. Pembatasan Sosial Berskala Besar di Indonesia pada masa pandemi COVID-19 menyebabkan kurangnya kontak sosial sehingga membatasi individu untuk memberikan bantuan langsung kepada orang lain. Di sisi lain, seseorang yang memiliki self-compassion digambarkan dapat memiliki perilaku altruisme yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan perilaku altruisme pada mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan insidental sampling dengan responden sejumlah 400 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah skala altruisme (α= 0,867) dan skala self-compassion (α= 0,892). Uji hipotesis menggunakan teknik korelasi rank spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,254 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self-compassion dengan perilaku altruisme pada mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Semakin tinggi self-compassion maka semakin tinggi pula perilaku altruisme. Implikasi dari penelitian ini adalah individu dapat memiliki kesadaran self-compassion yang baik sehingga dapat bermanfaat lebih luas bagi masyarakat mengenai kebiasaan sosial yang positif.  
Various Layers in Social Psychology Mehrad, Aida; Cordic, Sarah; Crecelius, Grace; Procise, Woods; Wagner, Kylie
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 12 No. 1 (2024): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v11i1.2809

Abstract

Understanding humans through social influence is always needed. Through an analysis of specific topics of social psychology, a bridge between issues can be created. This research aims to understand the various layers in social psychology using secondary data. The methodology used in this study is qualitative research, particularly literature review. The subject of this study is some literatures in databases, and other scholarly articles to use as supporting evidence for this work about the study of social psychology. The results provide understanding of layers on social psychology including how individuals interact and function in the day-to-day lives. Human can learn how to better recognize the information process happening in their brains and how to manipulate it in different social situations. The depth of how human relate to each other, and their surroundings is seen through social psychology's "social" aspect. Individuals thoughts, feelings, and behaviors are unique and influenced by social norms' real or imagined presence. This study has theoretical implication on how social psychology has layers to explain how human interact in social context.   Pemahaman tentang manusia melalui pengaruh sosial selalu dibutuhkan. Melalui analisis topik-topik tertentu psikologi sosial, jembatan antar permasalahan dapat diciptakan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami berbagai lapisan dalam psikologi sosial dengan menggunakan data sekunder. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif khususnya tinjauan pustaka. Subyek penelitian ini adalah beberapa literatur dalam database, dan artikel ilmiah lainnya yang digunakan sebagai bukti pendukung karya tentang studi psikologi sosial ini. Hasilnya memberikan pemahaman tentang lapisan psikologi sosial termasuk bagaimana individu berinteraksi dan berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Manusia dapat belajar bagaimana mengenali dengan lebih baik proses informasi yang terjadi di otaknya dan bagaimana memanipulasinya dalam berbagai situasi sosial. Kedalaman hubungan manusia satu sama lain, dan lingkungannya dilihat melalui aspek “sosial” psikologi sosial. Pikiran, perasaan, dan perilaku individu bersifat unik dan dipengaruhi oleh kehadiran norma-norma sosial yang nyata atau yang dibayangkan. Kajian ini mempunyai implikasi teoritis mengenai bagaimana psikologi sosial mempunyai lapisan-lapisan untuk menjelaskan bagaimana manusia berinteraksi dalam konteks sosial.
Peran Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan dengan Konsep Diri Remaja Tunadaksa Mutia, Fatimah; Andayani, Tri Rejeki
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 11 No. 2 (2023): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v11i2.2833

Abstract

One of the problems that often faced by the teenagers with physical disabilities is the negative self-concept. Self-concept is a description of a person affected by the environment. The negative self-concept could lead the teenagers into a higher level of juvenile delinquency. Father, as one of the family members has an important role in shaping self-concept on teenagers. Teenagers with adequate attention of a father would tend to feel loved and worth that could lead them to shape a positive self-concept.  The purpose of this quantitative-correlational was to determine the role of father involvement in self-concept of teenagers with physical disabilities.  The respondents of this research were teenagers with physical disabilities aged 13 – 19 years old with father in total 53 respondents. Sampling technique used in this research was non-probability by using purposive sampling. The instrument used was Father Involvement Scale (rxx’=0,904) and Self-Concept Scale (rxx’=0,930). Data analysis technique was simple linier regression analysis.  The result of study showed that there was significant correlation between father involvement in self-concept of teenagers with physical disabilities (R=0,452, p<0,05). Known the value of R2 was 0,204,. It means values the role father involvement in self-concept of teenagers with physical disabilities is 20,4%.   Salah satu permasalahan yang sering dijumpai remaja tunadaksa adalah konsep diri negatif. Konsep diri merupakan gambaran mengenai dirinya sendiri yang dipengaruhi oleh lingkungan. Konsep diri negatif dapat membawa remaja pada tingkat kenakalan yang tinggi. Ayah merupakan salah satu anggota dari keluarga yang berperan dalam membentuk konsep diri remaja. Remaja yang mendapat perhatian dari ayahnya akan merasa disayang, berharga, dan mendorong remaja membentuk konsep diri positif. Penelitian kuantitatif-korelasional ini bertujuan untuk mengetahui peran keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan konsep diri remaja tunadaksa. Responden dalam penelitian ini remaja tunadaksa berusia 13-19 tahun yang memiliki ayah dengan jumlah 53 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah non-probability dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan (rxx’=0,904) dan Skala Konsep Diri (rxx’=0,930). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan konsep diri remaja tunadaksa (R= 0,452, p< 0,05). Diketahui nilai R2 (R Square) sebesar 0,204, artinya nilai peran keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap konsep diri remaja tunadaksa adalah 20,4%.