cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kelautan Tropis
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14108852     EISSN : 25283111     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Eksplorasi Potensi Bakteri Asosiasi Polymesoda erosa Sebagai Sumber Antibakteri dan Enzim untuk Bioindustri Rahma, Sayyidatur; Pringgenies, Delianis; Setyati, Wilis Ari
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.29710

Abstract

The bivalve Polymesoda erosa is known to harbor symbiotic bacteria that potentially produce secondary metabolites and extracellular enzymes with applications in health and bioindustry. This study aimed to: (1) characterize bacterial isolates associated with P. erosa from Semarang waters, and examine the enzymatic activity of potential isolates.. The research methods included bacterial isolation and purification using Nutrient Agar (NA), colony morphology characterization and Gram staining, antibacterial activity testing using the agar plug method against Escherichia coli and Staphylococcus aureus, and enzymatic assays (protease, amylase, lipase) on selective media. Selected isolates were further identified molecularly through 16S rRNA gene sequencing, BLAST analysis via NCBI, and phylogenetic tree construction. The results revealed five bacterial isolates with distinct morphological characteristics. Most isolates were Gram-positive with coccus, diplobacilli, and staphylococci forms. One isolate, B1.5.1 (a2), showed antibacterial activity against S. aureus. Enzymatic assays demonstrated that three isolates exhibited proteolytic, amylolytic, and lipolytic activities, with the highest activity recorded in isolate B1.5.1 (a2). Molecular identification confirmed that this isolate belonged to Enterobacter cloacae (100% homolog. In conclusion, the symbiotic bacteria of P. erosa exhibit diversity and possess significant potential as producers of antibacterial compounds and extracellular enzymes, highlighting their prospective role in sustainable bioindustry development.
Validasi Mangrove Health Index Berbasis Sentinel-2 di Bali dan Jawa Timur, Indonesia As-syakur, Abd. Rahman; Novanda, I Gede Agus; Sugiana, I Putu; Dewi, I Gusti Ayu Istri Pradnyandari; Andiani, Anak Agung Eka; Aryunisha, Putu Echa Priyaning; Riskianisya, Adhisti; Wijana, I Made Sara
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.30565

Abstract

Hutan mangrove memegang peranan yang penting dalam perlindungan pesisir dan penyerapan karbon, namun ancaman degradasinya terus meningkat. Teknologi penginderaan jauh menawarkan solusi pemantauan efisien melalui Indeks Kesehatan Mangrove atau Mangrove Health Index (MHI) berbasis citra Sentinel-2 (MHI-S2). Penelitian ini mengevaluasi akurasi model empiris MHI-S2 dibandingkan dengan pengukuran MHI lapangan (MHI-L), pada ekosistem mangrove di Bali dan Jawa Timur. Data dikumpulkan dari 194 plot pada 6 lokasi berbeda di Bali dan Jawa Timur dengan pengamatan yang mencakup parameter tutupan tajuk, diameter batang, dan kerapatan pancang/sapling, yang kemudian disandingkan dengan MHI-S2 pada periode waktu berdekatan. Evaluasi kinerja menggunakan koefisien korelasi Pearson (r dan R²), metrik galat/error (RMSE, MAE, bias), koefisien korelasi konkordansi Lin (Lin’s CCC), serta analisis Bland–Altman. Hasil menunjukkan hubungan moderat antara MHI-S2 dan MHI-L (r = 0,71; R² = 0,50). Meski demikian, ditemukan bias positif yang cukup tinggi yaitu sebesar 20,6 yang mengindikasikan kecenderungan overestimasi oleh model MHI-S2. Rendahnya nilai Lin’s CCC (0,36) dan lebarnya rentang batas kesepakatan 95% hasil analisis Bland–Altman (–17 hingga +59) menegaskan akurasi yang terbatas pada skala plot. Temuan ini mengimplikasikan bahwa model MHI-S2 yang tersedia saat ini belum sepenuhnya andal untuk estimasi nilai absolut MHI-L. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model empiris lanjutan serta validasi lapangan yang lebih intensif untuk meningkatkan presisi pemantauan berbasis satelit, demi mendukung keberhasilan manajemen konservasi mangrove.
Laju Pertumbuhan Favites pentagona dan Mycedium elephantotus pada Substrat Berbeda Dalam Kondisi Terkontrol Akbar, Azyuardzi Azranasyiar; Insafitri, Insafitri
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.29831

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem penting yang berperan sebagai habitat, tempat pemijahan, dan perlindungan bagi berbagai biota laut, namun keberadaannya semakin terancam akibat kerusakan lingkungan dan eksploitasi berlebih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui laju pertumbuhan mutlak dua jenis karang, yaitu Favites pentagona dan Mycedium elephantotus, pada dua jenis substrat berbeda, yakni substrat pengisi nat (grout) dan semen biasa (portland cement). Penelitian ini penting dilakukan karena pertumbuhan dan kemampuan adaptasi karang terhadap media transplantasi berperan penting dalam keberhasilan rehabilitasi ekosistem terumbu karang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan observasi secara exsitu terhadap pertumbuhan fragmen karang hasil transplantasi selama empat bulan. Pengamatan dilakukan setiap bulan untuk mengukur perubahan luas koloni menggunakan perangkat lunak ImageJ. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan per-bulan pada masing-masing perlakuan substrat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kedua jenis karang mengalami peningkatan luas koloni yang bervariasi setiap bulan. Laju pertumbuhan mutlak Favites pentagona mencapai nilai tertinggi sebesar 3,894 cm² pada substrat grout (kode A), sedangkan Mycedium elephantotus menunjukkan pertumbuhan mutlak tertinggi sebesar 5,199 cm² pada substrat portland cement (kode B). Secara statistik, Favites pentagona tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar substrat (Sig. 0,110 > 0,05), sedangkan Mycedium elephantotus menunjukkan perbedaan signifikan (Sig. 0,033 < 0,05), yang berarti jenis substrat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhannya. Dengan demikian, substrat grout lebih optimal untuk karang tipe massive seperti Favites pentagona, sementara portland cement lebih sesuai untuk tipe laminar seperti Mycedium elephantotus.
Dinamika Komunitas Ikan pada Habitat Buatan di Perairan Teluk Awur, Jepara, Jawa Tengah Munasik, Munasik; Arbanto, Bonifacius; Aufar, Syauqina Nashihi; Chamidy, Ardian Nurrasyid; Norma Saputra, Ari Wibawa; Prabowo, Handoko Agung; Mustagfirin, Mustagfirin; Azizah, Nur; Fuad, Noor Azharul
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.31507

Abstract

Degradasi ekosistem pesisir akibat tekanan aktivitas dari daratan sering kali mengakibatkan penurunan sumber daya ikan dan perubahan struktur komunitas biota laut. Pendekatan dengan menerapkan habitat buatan berbasis peningkatan komunitas ikan (fish enhancement) menjadi alternatif restorasi yang relevan untuk pesisir yang tergradasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kelimpahan ikan dan struktur komunitas ikan pada tahap awal kolonisasi pada habitat buatan BHUMI (Bangunan Hunian Buatan untuk Rumah Ikan) yang dipasang di perairan Teluk Awur, Jepara. Pengamatan komunitas ikan dilakukan secara berkala, yaitu 2 bulan dan 4 bulan setelah instalasi struktur, dengan menggunakan metode survei bawah air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instalasi habitat buatan telah meningkatkan kelimpahan ikan secara signifikan seiring waktu pengamatan (p<0,05). Sebanyak 18 famili dan 28 spesies ikan telah menempati habitat buatan dengan kelimpahan berkisar 144–238 individu pasca-instalasi. Hasil juga menunjukkan bahwa kelimpahan ikan yang berasosiasi dengan habitat buatan dipengaruhi oleh lokasi penempatan dan waktu pemantauannya (p<0,05). Perubahan kelimpahan ikan akibat waktu cenderung terjadi di lokasi dekat pantai (Teluk Awur); sebaliknya, perubahan kelimpahan ikan di lepas pantai (Karang Bokor) relatif stabil. Terdapat perubahan struktur komunitas ikan yang signifikan selama periode pemantauan (p<0,05) yang mengindikasikan terjadinya proses suksesi komunitas pada habitat baru. Tahap awal kolonisasi oleh spesies ikan oportunistik dan generalis, kemudian diikuti oleh peningkatan keanekaragaman komunitas ikan yang menunjukkan proses stabilisasi ekologi. Temuan ini memperlihatkan bahwa desain struktur habitat buatan efektif dalam menyediakan habitat perlindungan dan meningkatkan agregasi ikan pada perairan pesisir yang dipengaruhi oleh aktivitas daratan.
Seasonal Variation of Ekman Transport in the Southern Waters of West Sumatra Siregar, Agustina; Anjasman, Anjasman; Johan, Septi; Norfahmi, Siti Hairunnisa; Lizalidiawati, Lizalidiawati
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.30594

Abstract

This study examines seasonal variations in Ekman transport in the southern waters of western Sumatra using wind, ocean current, and sea level data from the Copernicus Marine Service for the period 2023–2024.  Data analysis was conducted spatially and temporally using Panoply, Python, and ArcGIS software. The results show that Ekman transport dynamics are significantly influenced by changes in the direction and intensity of the Asian–Australian monsoon winds. Maximum transport values were identified in the East Season at 4-5 m3/s due to strengthening southeasterly winds, while minimum values occurred in the West Season at 1-2 m3/s when westerly winds dominated the region. These seasonal variations show a close relationship with changes in surface currents and sea level, reflecting the dynamic response of the oceanographic system to the influence of wind friction. These results reinforce the understanding that Ekman transport plays an essential role in controlling regional ocean circulation patterns and provides an important scientific basis for marine resource management in the waters west of Sumatra.
Benefits of Sargassum sp. Extract for Feed Supplementation on the Growth and pH Shock Resistance of Zebrafish (Danio rerio) Arahmad, Yulianto Puguh; Rahmadika, Reza; Yudiati, Ervia; Ridlo, Ali; Azhar, Nuril
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.30061

Abstract

Sargassum sp. is an abundant marine biological resource in Indonesia rich in bioactive compounds, yet its utilization as a feed supplement in fish culture remains limited. Feed represents the highest cost component in aquaculture, necessitating economical natural additives to improve fish performance and their resistance to environmental stressors such as pH fluctuations. This research aimed to evaluate the effect of Sargassum sp. water extract, obtained using acidic (pH 3) and alkaline (pH 12) methods, on the survival rate, growth, and resistance of zebrafish (Danio rerio) to extremely low pH shock. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) with nine treatments (control, four alkaline extract doses, and four acidic doses) over a 30-day rearing period. Doses were determined based on BSLT toxicity tests, which indicated that both extracts were non-toxic (LC50 > 1000 ppm). The parameters observed included survival rate, absolute weight gain, and mortality during a pH 3 shock test. The results showed that supplementation had no significant effect on survival rate (P>0.05). However, all extract treatments (acidic and alkaline) significantly increased absolute weight gain (P<0.05) compared to the control, with the highest average weight found at the lowest alkaline Sargassum sp. extract 1.375 ppm. Fish supplemented with the extract showed significantly lower mortality in the low pH shock test (P<0.05), with the best resistance value observed at the lowest acidic treatment (1,875 ppm). These findings indicate that Sargassum sp. extract has the potential as an effective natural feed supplement to promote growth and enhance the physiological resistance of fish to environmental stress, even at low concentrations.
Analisis Timbal Sedimen Mangrove dan Struktur Komunitas Gastropoda di Perairan Demang Gedi, Kabupaten Purworejo Muhammad, Nabiel Labib; Kurniawati, Any; Hendrayana, Hendrayana; Sari, Ratna Juita
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.30606

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati pesisir, termasuk komunitas makrozoobentos seperti gastropoda. Aktivitas manusia di wilayah pesisir berpotensi menyebabkan pencemaran logam berat, salah satunya timbal (Pb), yang dapat berdampak terhadap struktur komunitas organisme bentik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Pb pada sedimen serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap struktur komunitas gastropoda di Kawasan Edukasi Mangrove Demang Gedi, Kabupaten Purworejo. Pengambilan sampel dilakukan pada enam stasiun menggunakan core sampler untuk sedimen dan kuadrat berukuran 1×1 m untuk gastropoda. Analisis kandungan Pb pada sedimen dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), sedangkan struktur komunitas gastropoda dianalisis menggunakan indeks kelimpahan, keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dan dominansi (D). Kandungan Pb pada sedimen berada pada kisaran 0,98–18,04 mg/kg dengan nilai rata-rata 10,86 mg/kg, dan seluruh nilai masih berada di bawah baku mutu sedimen menurut Canadian Council of Ministers of the Environment (CCME). Komunitas gastropoda terdiri atas 8 spesies dari 3 famili dan didominasi oleh Faunus ater dengan proporsi 98,38%. Nilai keanekaragaman dan keseragaman tergolong rendah, sedangkan indeks dominansi menunjukkan nilai tinggi. Analisis regresi linier menunjukkan bahwa kandungan Pb pada sedimen hanya menjelaskan 24,7% variasi kelimpahan gastropoda, sehingga pengaruh Pb terhadap struktur komunitas gastropoda tergolong relatif kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas gastropoda di kawasan penelitian lebih dipengaruhi oleh toleransi spesies dan kondisi lingkungan lainnya dibandingkan oleh kandungan timbal pada sedimen
Perbandingan Keanekaragaman Jenis Echinodermata Pada Zona Intertidal dengan Kondisi Lingkungan yang Berbeda di Perairan Pulau Bunguran Kabupaten Natuna Devita, Vera Febri; Pratomo, Arief; Nugraha, Aditya Hikmat
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.30150

Abstract

Keberadaan Echinodermata di zona intertidal dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. Namun demikian informasi keanekaragaman Echinodermata pada berbagai kondisi substrat di zona intertidal Pulau Natuna masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, dan menghitung kepadatan komunitas Echinodermata di pesisir Pulau Bunguran Kabupaten Natuna, serta mendeskripsikan perbandingan Echinodermata di perairan Pulau Bunguran Kabuaten Natuna. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan  Juli-Agustus 2025 pada 3 lokasi yakni Desa Cemaga, Desa Kelanga, dan Desa Penagi. Prosedur penelitian meliputi pengambilan sampel saat surut dengan menggunakan plot berukuran 5 x 5 m sepanjang 100 m dan sejajar dengan pantai. Analisis data mencakup kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi. Hasil pengamatan menunjukkan kondisi substrat lokasi penelitian pasir berkerikil dengan pecahan karang, hingga lumpur berpasir. Hasil penelitian menemukan 10 jenis Echinodermata dengan spesies paling banyak yakni Ophiucoma scolopendrina.  Archanster typicus ditemukan pada setiap lokasi penelitian. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman menunjukkan variasi yang berbeda yakni kategori sedang hingga rendah. Tingkat keanekaragaman berdasarkan analisis tergolong sedang hingga rendah di tunjukkan dengan nilai H’ pada Desa Cemaga adalah Hꞌ= 0,98 kemudian Desa Kelanga Hꞌ= 1,33 serta Desa Penagi adalah Hꞌ= 0. Terdapat perbedaan kelimpahan komunitas Echinodemata antar lokasi yang signifikan kecuali pada Desa Cemaga dan Desa Kelanga. Hasil ini mengindikasikan variasi komunitas Echinodermata dipengaruhi oleh keberadaan substrat. Dan di desa penagi hanya ditemukan satu spesies yakni A.typicus.
Pengaruh Hidrodinamika Pantai Padang Betuah Terhadap Parameter Fisis Danau Gedang Bengkulu Tengah Supiyati, Supiyati; Johan, Septi; Norfahmi, Siti Hairunnisa; Irkhos, Irkhos
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.30424

Abstract

Danau Gedang diduga sangat dipengaruhi oleh interaksi hirdodinamika dari laut akan tetapi hal ini belum ada kajian ilmiahnya. Dalam upaya mengoptimalkan potensi pemanfaatan Danau Gedang, dan pesisir pantai Padang Betuah maka penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi karakteristik hidrodinamika Pantai Padang Betuah dan parameter fisis Danau Gedang, serta pemetaan hidrodinamika Pantai Padang Betuah dan parameter Fisis Danau Gedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran in situ parameter hidrodinamika Pantai Padang Betuah dan parameter fisis Danau Gedang yang didukung dengan data citra satelit marine copernicus. Data diolah menggunakan software surfer, Arcgis, grad, dan WRPLOT yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh karakteristik oseanografi Pantai Padang Betuah  diperoleh tipe pasang surut yang terjadi merupakan  tipe pasang surut campuran condong ke harian tunggal (Mixed Tide Prevailing Diurnal), yaitu dalam satu hari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut, tetapi kadang – kadang untuk sementara waktu terjadi satu kali pasang dan satu kali surut dengan tinggi dan periode yang berbeda secara signifikan dengan bilangan formzal 0,63 dan tinggi muka laut rata-rata (MSL) sesaat yaitu 26,2 cm. Kecepatan arus rata-rata didapat sebesar 0,29 m/s  dan ketinggian gelombang rata-rata sebesar 0,23 m. Secara umum hidrodinamika pantai Padang Betuah sangat mempengaruhi karakteristik parameter fisis Danau Gedang, karena memiliki kecendrungan karakteristik yang hampir sama, dan sedimen yang terdapat di Pantai Padang Betuah dan Danau Gedang sama yaitu dominan pasir, diduga saat kondisi pasang pasir terbawa arus ke danau, hal ini ditunjukan dengan tekstur presentase nilai pasir yang lebih dominan di Danau Gedang yaitu 92,14%.
Pengaruh Variabilitas Iklim ENSO dan IOD pada Upwelling Aceh Tahun 1998–2022 Mahasin, Afiq; Setiyono, Heryoso; Hatmaja, Rahaden Bagas
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.30205

Abstract

Letak geografis Perairan Utara Aceh berdekatan dengan Samudra Hindia, Selat Malaka, dan Laut Andaman yang menjadikan kondisi interaksi atmosfer laut di Perairan tersebut sangat kompleks. Interaksi atmosfer laut yang terjadi dapat juga disebabkan oleh pengaruh iklim seperti ENSO (El-Nino Southern Osciliation) dan IOD (Indian Ocean Dipole). Variabilitas ENSO dan IOD dapat mempengaruhi karakteristik upwelling yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik upwelling pada musim barat dan pengaruh dari ENSO dan IOD terhadap karakteristik upwelling di Perairan Utara Aceh pada musim barat. Data yang digunakan pada penelitian ini meliputi suhu permukaan laut, klorofil-a, dan angin permukaan yang diunduh pada website Marine Copernicus. Hasil studi ini menunjukan fenomena upwelling diindikasi oleh adanya ekman pumping yang tinggi dan gradient suhu permukaan laut yang tinggi serta suhu permukaan laut yang dingin dalam mempengaruhi konsentrasi klorofil-a. Hasil korelasi juga menunjukan adanya hubungan searah yang kuat pada ekman pumping dan gradient suhu permukaan laut dengan klorofil-a dan hubungan berbanding terbalik yang kuat pada suhu permukaan laut dengan klorofil-a. Pengaruh IOD positif pada tahun 2019-2020 mengindikasikan peningkatkan anomali karakteristik upwelling dengan peningkatan pada ekman pumping sebesar 1.70 m/s-1, peningkatan gradient suhu permukaan laut sebesar 1.18℃, penurunan suhu permukaan laut sebesar -0.33℃, dan peningkatan klorofil-a sebesar 0.36 mg/m3.