cover
Contact Name
Herri Purwanto
Contact Email
irwanto1969@gmail.com
Phone
+6282377151976
Journal Mail Official
deformasi.ts.pgri.plg@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Jalan Jenderal Ahmad Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Deformasi
ISSN : 24774960     EISSN : 26217929     DOI : http://dx.doi.org/10.31851/deformasi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Deformasi merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel tentang: Structural Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Water Resources Engineering, dan Urban Planning, yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember)
Articles 138 Documents
Pengaruh Penambahan Bubuk Batu Bara Sebagai Filler pada Campuran Aspal AC WC Tri Cahyono; Herri Purwanto; Agus Setiobudi; Muhammad Firdaus
Jurnal Deformasi Vol 6, No 2 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i2.6317

Abstract

Batubara merupakan salah satu sumber energi alam yang dibutuhkan dalamikehidupan dan salah satu sumber energi di dunia, berwarna coklat sampai hitam, yang mengalami proses fisika dan kimia serta kaya kandungan karbon. Aspal beton adalah suatu jenis perkerasan konstruksi jalan yang terdiri dari campuran aspal dan agregat, baik dengan bahan tambah maupun atau tanpa bahan tambah. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bubuk batubara sebagai bahan tambah filler pada campuran aspal AC WC dengan variasi campuran 0%, 1%, 2%, 3%. Dari hasil penelitian campuran aspal AC WC yang digunakan sudah sesuai standar Spesifikasi Umum 2018 Revisi 2 Dinas PU Bina Marga yaitu pada kondisi kadar aspal 5,7%, dengan nilai density 2,246 gr/cc, nilai VMA 16,92%, nilai VFB 73,14%, nilai VIM 4,54%, nilai stabilitas 1169 kg, nilai flow 3,7 mm dan nilai marshall quotient 324,7 kg/mm. Dari pengujian setelah penambahan variasi filler 0%, 1%, 2%, 3%., didapat hasil nilai VMA maksimal sebesar 75,1% pada variasi 3%, nilai VIM maksimal sebesar 5,48%  pada variasi 0%, nilai VFB  maksimal sebesar 16,26% pada variasi 2%, nilai stabilitas maksimal sebesar 1828 kg pada variasi 3%, nilai flow maksimal sebesar 3,53 mm pada variasi 0%, dan nilai marshall quotient maksimal sebesar 600 kg/mm pada campuran 3%. Dan semua penambahan bubuk batubara sebagai filler dengan variasa 1%, 2% dan 3% sebagai campuran aspal AC WC memenuhi syarat spesifikasi umum revisi 2 tahun 2018 revisi 2 Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga
Analisis Pengukuran Derajat Kejenuhan dan Tingkat Pelayanan Ruas Jalan R. Sukamto Kota Palembang Hariman Al Faritzie
Jurnal Deformasi Vol 6, No 2 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i2.6442

Abstract

Kota Palembang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia, sekaligus Kota metropolitan diprovinsi tersebut. Kota Palembang merupakan pusat segala aktivitas perekonomian. Dampaknya lalu lintas yang terdapat di Kota Palembang sangat padat, sehingga sering terjadi kemacetan pada beberapa ruas jalan tertentu. Hal tersebut terjadi karena banyaknya kendaraan yang melalui jalur tersebut yang tidak di imbangi dengan kapasitas jalan tersebut serta tingginya aktivitas hambatan samping. Pada Laporan Tugas Akhir ini, penulis mengangkat topik tentang analisis kinerja tingkat pelayanan ruas jalan R. Sukamto Kota Palembang. Metode penelitian ini berpedoman pada PKJI 2014, dengan mengumpulkan data melalui pengamatan jumlah kendaraan yang melintas, hasil survei bertujuan untuk mengetahui data kapasitas ruas jalan, arus lalu lintas, hambatan samping, derajat kejenuhan. Dengan memiliki kapasitas sebesar (C) = 3492,72 Skr/jam. Dan arus lalu lintas (Q) = 2755,85 Skr/jam, sehingga hasil nilai derajat kejenuhan (DJ) paling tinggi di Ruas Jl. R. Sukamto Kota Palembang adalah pada siang hari pukul 11.00-12.00 WIB dengan DJ = 0,78, ini termasuk kategori tingkat pelayanan C dengan arus masih stabil, kecepatan lalu lintas ≥ 65 Km/jam, volume lalu lintas dapat mencapai 70% dari kapasitas (yaitu 1400 smp/jam, 2 arah) Q/C ratio 0,7-0,8.
Pengaruh Campuran Serbuk Styrofoam Dan Biji Plastik Jenis PVC Pada Daya Dukung Tanah Dan Nilai CBR Tanah Dasar (Subgrade) di Ruas Jalan Desa Batuwinangun Kabupaten Ogan Komering Ulu Ferry Desromi; Yuliantini Eka Putri; Endah Kartika Sari; Abdul Rahman
Jurnal Deformasi Vol 6, No 2 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i2.5983

Abstract

Jalan Desa Batumarta Unit I sampai Desa Battu Winangun Kecamatan Lubuk Raja merupakan jalur lalu lintas yang cukup tinggi penggunanya dan saat ini kondisinya banyak mengalami kerusakan dan permukaan jalan yang tidak rata atau bergelombang. Tujuan penelitian untuk menganalisa pengaruh penambahan campuran serbuk sterofom dan biji plastik sebesar 0%, 1%, dan 1,5% terhadap nilai CBR tanah dasar (subgrade) pada Jalan Desa Batumarta I sampai Desa Battu Winangun Kecamatan Lubuk Raja. Berdasarkan survey dilapangan di 3 titik sampel dan hasil uji di Laboratorium Program Studi Teknik Sipil Universitas Baturaja menunjukkan bahwa pengaruh penambahan serbuk Styrofoam dan biji plastik pada komposisi campuran sebesar 1% di titik 1 terdapat peningkatan nilai CBR dan DDT yaitu CBR 6,0 % - 52 DDT, di titik 3 CBR 5,2 % - 4,8 DDT, sedangkan di titik 2 CBR 5,9 % - 5,1 DDT, di mana nilai CBR di titik 3 tidak mencapai nilai kualitas CBR yang maksimal. Sehingga disimpulkan bahwa dengan komposisi campuran tanah dasar ditambah 1% serbuk styrofoam dan biji plastik merupakan formula komposisi campuran yang baik dan dapat mencapai nilai CBR yang stabil terutama di titik 1 dan titik 2. Di mana semakin besar kadar serbuk styrofoam dan biji plastik yang ditambahkan, maka daya dukung tanah akan mengalami penurunan di karenakan serbuk styrofoam dan biji plastik merupakan unsur material bukan pengikat.
Analisis Faktor Penyebab Construction Waste dan Pengelolaannya Serta Dampaknya Terhadap Biaya Sebastianus Baki Henong; Mauritius Ildo Rivendi Naikofi
Jurnal Deformasi Vol 6, No 2 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i2.5990

Abstract

Material merupakan salah satu unsur terpenting dalam menyelesaikan pembangunan proyek.  Hampir dari sebagian  biaya  proyek diserap oleh material. Material sangat berperan penting dalam penyelesaian suatu proyek-proyek konstruksi, tanpa material proyek konstruksi tak dapat diselesaikan. Namun patut disadari bahwa penggunaan material ada batasannya. Material dipesan sesuai dengan kebutuhan yang ada di proyek tersebut. Kelebihan pesanan mengakibatkan pembengkakan biaya serta terjadi adanya pemborosan yang berujung pada pembuangan sisa material konstruksi (contruction waste). Sisa material kostruksi (contruction waste) adalah merupakan salah satu permasalahan serius pada suatu pelaksanaan proyek konstruksi. Usaha-usaha yang dilakukan guna mengurangi sisa material konstruksi sebisa mungkin membantu menaikan profit kontraktor dan mengurangi setiap dampak limbah lingkungan. Karena itu harus perlu dilakukan suatu perhitungan yang serius dan teliti serta tepat dalam menentukan seberapa jumlah kebutuhan material yang akan digunakan dalam proyek serta dilakukan evaluasi terhadap penggunaan material tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada proyek pembangunan gedung Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, dengan biaya sebesar 18 milyiar. Dalam menyelesaikan penelitian metode yang digunakan ini metode wawancara dan observasi langsung ke lapangan dengan tujuan untuk melihat langung proses pelaksanaan konstruksi yang terjadi dan dikemanakan sisa sampah konstruksi. Hasil penelitian menunjukan besarnya biaya construction waste yang dihasilkan adalah sebesar Rp 530,378,485.00. Dengan biaya terbesar ada pada pembelian kayu penyanggah sebesar Rp 206,142,000.00 dan biaya terkecil ada pada Batako dengan nilai sebesar Rp 4,950,000.00. Solusi yang disarankan kepada pihak kontraktor antara lain Material-material bekas/lama yang masih dapat digunakan agar digunakan kembali, di olah menjadi barang berguna,  selama kondisinya masih memungkinkan
Pengaruh Penambahan Plastik (Polyethylene Terephthalate) Pada Campuran AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) Terhadap Karakteristik Marshall Ani Firda; Bahder Djohan; Hendrik Jimmyanto; Deta Febrianty
Jurnal Deformasi Vol 7, No 2 (2022): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v7i2.9439

Abstract

Penggunaan plastik di Indonesia terus meningkat, dapat dilihat dari terus meningkatnya volume sampah plastik dari tahun ke tahun. Hal ini menimbulkan masalah bagi lingkungan karena dibutuhkan waktu yang lama agar plastik dapat terurai. Plastik PET (polyethylene terephthalate) merupakan jenis plastik yang banyak digunakan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai material dalam konstruksi jalan raya bila plastik tersebut menjadi limbah. Untuk mengurangi jumlah sampah plastik, pada penelitian ini menambahkan 0%, 1%, 2%, 3% dan 4% PET terhadap berat total dalam campuran laston AC-WC. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan plastik PET variasi  0%,1%,2%,3%,dan 4% dengan penggunaan aspal rencana 5%,5.5%,6%,6.5%,dan 7% pada campuran AC-WC (Asphalt Concrete - Wearing Course).Campuran laston AC-WC menggunakan metode pencampuran kering. Pengujian karakteristik campuran menggunakan Marshall Test yang ditentukan oleh parameter stabilitas, flow, Marshall quotient, VIM, VMA, dan VFA, dimana hasilnya diperoleh kadar optimum aspal laston AC-WC pada kadar 6,1% dan untuk campuran laston AC-WC dengan cacahan plastik PET diperoleh kadar optimum aspal sebesar 0,5%
EVALUASI PEMELIHARAAN RUNWAY DI BANDAR UDARA HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG Rian Riandi; Nidya Novalia; Albert Kurniawan Purnomo
Jurnal Deformasi Vol 7, No 2 (2022): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v7i2.8082

Abstract

The facilities available at the airport affect the smooth operation of airline operations at an airport. One of the factors causing flight delays is operational technical factors which include the condition of airport facilities (runway) or runways that cannot be used, this study uses qualitative research methods because using this method is more of a clear description of a problem in accordance with the facts in the field. Based on the results of research at Husein Sastranegara Airport, runway maintenance is very influential on operational activities of aviation security and safety, therefore maintenance and repair activities are very important..
Kemampuan Variasi Campuran Sekam Padi Pada Batako Terhadap Peredaman Suhu Parmin Lumban Toruan; Heru Prasetio; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Deformasi Vol 7, No 2 (2022): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v7i2.9176

Abstract

ABSTRAK Penggunaaan batako sebagai material penyusun bangunan lebih menguntungkan dari pada penggunaan batu bata dikarenakan batako lebih mudah dan cepat dalam pemasangannya. Ketahanan suhu (panas) merupakan salah satu faktor dari kualitas batako. Salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan panas (suhu) pada batako adalah dengan menambahkan campuran pembuatannya, salah satunya sekam padi. Sekam padi berpotensi meningkatkan ketahanan panas dikarenakan memiliki kandungan silika. Limbah sekam padi banyak didapatkan dari pertanian di masyarakat, namun pemanfaatan limbah sekam padi pada batako  masih sangat kurang. Penelitian ini bertujuan menganalisis peredaman suhu pada batako dengan campuran sekam padi. Metode yang digunakan yaitu pendekatan eksperimen yang diawali dengan survei lokasi limbah sekam padi dan pengambilan sampel sekam padi di penggilingan padi Pegayut. Tahapan selanjutnya dilakukan penelitian secara eksperimen di laboraturium. Batako yang digunakan dengan variasi campuran sekam padi 0,1 , 0,2  dan 0,3 dari komposisi penggunaan semen.  Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui redaman panas pada batako dengan meletakkan alat pemanas pada salah satu sisi batako lalu diukur suhunya dan pada sisi yang lain  setelah memvariasikan waktunya  dari 0 menit sampai 15 menit dengan rentang waktu masing masing 5 menit. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peredaman suhu terbesar berada pada batako dengan campuran 30% sekam padi diwaktu 5 menit peredamannya sebesar 75,025oC, waktu 10 menit peredam suhu nya 79,282oC dan diwaktu 15 menit peredaman suhunya sebesar 82,275oC. Berdasarkan analisis faktorial bahwa campuran sekam padi 30% adalah batako dengan peredaman suhu yang terbaik                 ABSTRACT The use of bricks as a building material is more profitable than the use of bricks because bricks are easier and faster to install. Temperature resistance (heat) is one that affects the quality of bricks. One way to increase the heat resistance (temperature) of adobe bricks is to add a mixture of its manufacture, one of which is rice husk. Rice husk has the potential to increase heat resistance because it contains silica. Rice husk waste is mostly obtained from agriculture in the community, but the use of rice husk waste in bricks is still very less.. This study aims to analyze the temperature damping on adobe bricks with a mixture of rice husks. The method used is an experimental approach that begins with a survey of rice husk waste locations and sampling of rice husks at the Pegayut rice mill. The next stage was carried out experimentally in the laboratory. The bricks used were mixed with rice husk variations of 0.1, 0.2 and 0.3 of the composition used for cement. Research has been carried out to determine the attenuation of heat in bricks by placing a heating device on one side of the bricks and then measuring the temperature and on the other side after varying the time from 0 minutes to 15 minutes with with a time span of 5 minutes each. The results of the study showed that the greatest temperature attenuation was in bricks with a mixture of 30% rice husk at 5 minutes the damping time was 75.025 oC, 10 minutes at 79.282 oC and 15 minutes at 82.275 oC. Based on the factorial analysis, the 30% rice husk mixture is the brick with the best temperature damping
Penyebab Keterlambatan Dalam Pelaksanaan Gedung Sekolah Bertingkat Di Serang Daniel Mandala Putra
Jurnal Deformasi Vol 7, No 2 (2022): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v7i2.9056

Abstract

Bangunan gedung sekolah merupakan bangunan komersial yang digunakan para guru dan murid untuk melaksanakan aktifitas belajar-mengajar, dengan berkembangnya Serang sebagai Ibukota Banten membuat Serang perlahan menjadi sebuah kota mandiri dengan kemajuan terutama di sektor pendidikan. Oleh karena itu, banyak pembangunan gedung sekolah baru yang bermunculan sehingga pembangunan gedung konstruksi meningkat. Tetapi ada faktor yang mengakibatkan  keuntungan menjadi berkurang maupun dapat juga mengakibatkan kerugian bagi kontraktor dan pemilik proyek yaitu keterlambatan proyek, sehingga dibutuhkan penelitian lebih mendalam tentang keterlambatan proyek pada gedung sekolah bertingkat yang ada di Serang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek gedung di kota Serang dari berbagai aspek sehingga diharapkan dapat membantu pelaksana dalam mengatasi pekerjaanPada penelitian ini menggunakan metode pengujian data yang terdiri dari pengujian validitas dan reliabilitas beserta analisis faktor yang terdiri dari uji Communalities , Eigen value / Scree plot dan matriks korelasi untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebabkan keterlambatan pelaksanaan gedung sekolah bertingkat serta mencari faktor yang paling dominan dan memberikan upaya mitigasinya. Penelitian menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan gedung sekolah bertingkat antara lain pemilik proyek, konsultan pengawas, konsultan perencana, dan kontraktor. Berdasarkan hasil pengujian analisis faktor didapatkan 3 faktor yang dominan mengakibatkan keterlambatan pada proyek tersebut menurut pihak pemilik proyek, konsultan pengawas, konsultan perencana, dan kontraktor yaitu intensitas curah hujan, keadaan permukaan bawah tanah, dan akses ke lokasi yang sulit
STUDI MIKROSTRUKTUR BETON RINGAN GEOPOLIMER DENGAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM) DAN X-RAY DIFFRACTION (XRD) Adji Sutama; Nurnilam Oemiati
Jurnal Deformasi Vol 7, No 2 (2022): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v7i2.9387

Abstract

Beton ringan geopolimer merupakan salah satu beton yang ramah lingkungan karena proses pembuatannya memanfaatkan prekursor yang berasal dari alam dan/atau limbah seperti kaolin, abu terbang, dan pozzolan lainnya. Beton ringan geopolimer ini juga termasuk jenis beton inovasi yang memadukan kelebihan beton ringan dan beton geopolimer. Penelitian ini menggunakan material yang terdiri dari prekursor, larutan alkali aktivator, agregat halus, superplasticizer, dan foam dengan target berat jenis beton ≤ 1500 kg/m3. Prekursor terdiri dari kaolin dan abu terbang dengan persentase kaolin 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat abu terbang. Perbandingan larutan Na2SiO3 dan NaOH 2,5:1 dengan konsentrasi NaOH 12 M dan 14 M. Perbandingan larutan alkali aktivator dan prekursor sebesar 0,5. Perbandingan agregat halus dan prekursor sebesar 2. Untuk memproduksi foam digunakan perbandingan foaming agent dan air 1:40 dengan presentase foam 50% dari volume campuran. Perawatan benda uji dilakukan selama 24 jam pada suhu oven 60°C. Hasil pengujian kuat tekan beton menunjukkan bahwa campuran BRG-0%-14M menghasilkan kuat tekan yang paling optimum sebesar 19,20 MPa dengan berat jenis beton 1481,12 kg/m3. Hasil pengujian SEM dan XRD menunjukkan bahwa dengan peningkatan konsentrasi NaOH dan persentase kaolin 0% menghasilkan pori-pori yang sangat kecil dan matriks geopolimer yang lebih padat (C-S-H) dengan dihasilkannya struktur geopolimer yang lebih amorf, akan tetapi dengan adanya peningkatan persentase kaolin menghasilkan pori-pori yang semakin besar dan matriks geopolimer yang kurang padat (C-H) dengan dihasilkannya struktur geopolimer yang kurang amorf. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa campuran persentase kaolin 0% menghasilkan mikrostruktur beton ringan geopolimer yang jauh lebih baik.
Analisis Kapasitas Landasan Pacu (Runway) Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Terhadap Jumlah Penumpang Pada Masa Pandemi Covid-19 Juli Susanto; Sartika Nisumanti; Khodijah Al qubro
Jurnal Deformasi Vol 7, No 2 (2022): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v7i2.9585

Abstract

Bandar udara merupakan peran penting dalam meningkatkan tingkat perekonomian daerah, terutama masyarakat sekitar bandara. Bandar udara Sultan Mahmud Badaruddin II salah satu teriminal udara yang berada di Kota Palembang yang mengalami penurunan penumpang disebabkan COVID-19. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk menganalisis jumlah kapasitas pesawat penumpang dan untuk mengetahui pengaruh pandemi COVID-19 terhadap jumlah penumpang terminal udara Sultan Mahmud Badaruddin II. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan tinjauan langsung untuk menghitung pergerakan volume pesawat penumpang. Hasil analisis kapasitas (runway) pada terminal udara Internasional SMB II pada kondisi saat ini di bulan Juli tahun 2022 telah mengalami peningkatan sebesar 83,33% dibandingkan kondisi pada saat pandemi COVID-19 Pada bulan Juli tahun 2020, di masa pandemi COVID-19 terdapat 12 operasi pesawat terbang yang melakukan lepas landas dan pendaratan dalam satu harinya, sedangkan pada saat ini sebanyak 22 operasi pesawat terbang yang melakukan lepas landas dan pandaratan dalam satu harinya

Page 8 of 14 | Total Record : 138