cover
Contact Name
Herri Purwanto
Contact Email
irwanto1969@gmail.com
Phone
+6282377151976
Journal Mail Official
deformasi.ts.pgri.plg@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Jalan Jenderal Ahmad Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Deformasi
ISSN : 24774960     EISSN : 26217929     DOI : http://dx.doi.org/10.31851/deformasi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Deformasi merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel tentang: Structural Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Water Resources Engineering, dan Urban Planning, yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember)
Articles 138 Documents
STUDI ANGLE OF REPOSE MUD VOLCANO DI DESA NAPAN PULAU TIMOR I. R. Naikofi, Mauritius; Widjaja, Budijanto; Rahardjo, Paulus P.
Jurnal Deformasi Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v4i2.3557

Abstract

ABSTRAKSemburan lumpur vulkanik (Mud Volcano) di pulau Timor (Desa Napan) merupakan aliran lumpur bertemperatur rendah membentuk gunung-gunung lumpur yang berhenti pada ketinggian tertentu dan tumbuhlagi pada titik yang lain. Aliran lumpur alamiah ini membawa massa material berupa tanah dan material berbutir yang terus menerus tanpa harus dipengaruhi oleh adanya aktivitas gunung berapi atau kondisi curah hujan yang tinggi. Letak semburan mud volcano yang sangat dekat dengan permukiman penduduk, memungkinkan terjadinya peristiwa bencana yang akan mengacam bangunan dan kehidupan penduduk dan berdampak juga pada area pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk melengkapi penelitian terdahulu oleh Naikofi, dkk. (2017) mengenai sifat aliran lumpur (Mudflow) mud volcano desa Napan. Hasil penelitian angle of repose yang dibentuk oleh gunung lumpur vulkanik tersebut menunjukkan bahwa pada saat variasi kadar airmendekati atau sama dengan batas cair, yaitu pada kadar air sama dengan 27.55% diperoleh angle of repose sebesar 28.710. Penelitian ini dilakukan untuk melengkapi data terpublikasi terdahulu oleh Naikofi, dkk. (2017) mengenai sifat aliran lumpur (Mudflow) mud volcano desa Napan. Informasi ini diharapkan hasilnya mendekatistudi lumpur vulkanik yang dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu.Kata Kunci : Lumpur vulkanik, gunung lumpur, angle of repose
Pengujian Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Type Fc’50 (Kelas AA) Untuk Girder Jembatan Di Tol Palembang Indralaya (Palindra) Setiobudi, Agus
Jurnal Deformasi Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v2i1.1200

Abstract

Provinsi Sumatera Selatan dikenal memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah, seperti pasir, agregat dan teras, dimana apabila dipadukan dengan semen yang berfungsi sebagai perekat akan menjadi bahan dasar alami yang cocok digunakan sebagai campuran beton mutu tinggi, yang banyak ditemukan dan relatif murah sebagai bahan dasar pembentuk beton. Penelitian dilaksanakan untuk mendapatkan sifat karakteristik dari material pembentuk beton mutu tinggi yang nantinya merupakan dasar untuk komposisi job mix formula beton type Fc’50 (Kelas AA) yang merupakan komposisi beton penyusun girder untuk jembatan-jembatan di Tol Palembang Indralaya (Palindra) yang sedang dilaksanakan pembangunan tahun 2016 dan 2017 ini. Setelah komposisi campuran beton mutu tinggi diperoleh, selanjutnya dilakukan pengujian terhadap nilai kuat tekan beton mutu tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan menghasilkan grafik hubungan antara variasi umur beton terhadap nilai kuat tekan beton. Tren menunjukkan bahwa semakin lama umur beton mutu tinggi terjadi peningkatan kuat tekan beton, dimana kuat tekan maksimum terjadi pada umur beton 1, 3, 7, 21 dan 28 hari. Hasil penelitian dimana benda uji umur 1 hari dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 27,11 Mpa berarti telah mencapai 54,22%, benda uji umur 3 hari dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 40,09 Mpa berarti telah mencapai 80,18%, benda uji umur 7 hari dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 45,35 Mpa berarti telah mencapai 90,70%, benda uji umur 21 hari dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 56,07 Mpa berarti telah mencapai 112,15% dan benda uji umur 28 hari dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 65,77 Mpa berarti telah mencapai 131,54%
Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Lindi Di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Simpang Kandis Kabupaten Ogan Komering Ulu Enda Kartika Sari; Lucyana Lucyana
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5510

Abstract

ABSTRAK Air lindi  merupakan air dengan konsentrasi kandungan organik yang tinggi, terbentuk dalam landfill akibat adanya air hujan yang masuk. Cairan ini sangat berbahaya karena selain kandungan organiknya tinggi, juga mengandung unsur logam (seperti Zn, Hg). Setiap hari volume sampah yang dihasilkan di Kabupaten Ogan Komering Ulu mencapai sekitar 180 m3 perhari atau sampah mencapai 50 ton/harinya. Air lindi yang dihasilkan di bak penambungan semakin banyak dan berlimpah apalagi bila hujan terjadi terus menerus. Semakin bertambahnya timbunansampah setiapharinyaakan mempengaruhikinerja instalasi saluran air lindi,dan berpengaruh terhadap penampungandebitairlindiyangdihasilkandariTPAS Simpang Kandis Kabupaten Ogan Komering Ulu. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi instalasi pengolahan air lindi di TPAS Simpang Kandis Kabupaten Ogan Komering Ulu. Pengolahan dan analisis data yang dilakukan adalah menghitung besarnya debit lindi yang dihasilkan dari TPAS Simpang Kandis, dengan melakukan pengukuran secara langsung serta melakukan perhitungan debit lindi dengan metode rasional, mengevaluasi kondisi instalasi pengolah lindi eksisting, dan kinerja dari instalasi pengolah lindi dan mengoptimalisasi instalasi pengolah lindi TPAS Simpang Kandis Kabupaten Ogan Komering Ulu. Hasil yang didapatkan kondisi sampah dan air lindi TPAS Simpang Kandis Kabupaten Ogan Komering sudah melebihi dinding geotekstil. Pipa yang di rancang untuk kepermukaan tidak semuanya muncul di permukaan. Penimbunan tanah, waktu dan tinggi atau volume sampahnya tidak sesuai dengan Standar Operational yang sudah direncanakan
ANALISIS PENAMBAHAN LIMBAH BAKARAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI FILLER CAMPURAN ASPAL AC WC Agus Setiobudi; Amiwarti Amiwarti; Doni Tamara
Jurnal Deformasi Vol 5, No 2 (2020): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v5i2.5022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui campuran aspal AC WC pada nilai-nilai karakteristik propertis Marshall test. Penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan  data dimabil di laboratorium AMP PT. Hka Aspal Beton UP Palembang. Hasil penelitian dengan penambahan abu ampas tebu dengan variasi 1%, 2% dan 3% dengan hasil yang mendekati spesifikasi di variasi 1%, dimana hasil pengujiannya yaitu  Nilai Stabilitas Marshall sebesar 1169,0 kg. Nilai Vim sebesar 4,54%. Nilai VMA (Void In Marshall Anggregat) sebesar 16,92%. Nilai VFB (Void Filled Bitumen) sebesar 73,14%.  Nilai flow (kelelahan) sebesar 3,70 mm. dan Nilai Marshall Quotient sebesar 324,69 kg/mm. Dari hasil pengujian yang dilakukan dengan penambahan filler abu ampas tebu sebesar 1%, 2% dan 3% menghasilkan aspal AC WC  yang belum sesuai spesifikasi Umum 2010 Revisi 3 Dinas PU Bina Marga
Pemanfaatan Limbah Batubara (Fly Ash) Sebagai Material Pengganti Agregat Kasar Pada Pembuatan Beton Ringan Ani Firda; Rosmalinda Permatasari; Indra Syahrul Fuad
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5423

Abstract

ABSTRAK Sebagai salah satu bahan bangunan perkembangan beton beton saat begitu pesat, yang merupakan campuran pasir dan kerikilyang ditambah semen dan air. Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis (density) maksimum sebesar 1.850 kg/m3. Pada proyek bangunan tinggi (high rise building) penggunaan beton ringan secara signifikan dapat mengurangi berat konstruksi. Beton ringan dapat dibuat dengan dengan mengganti agregat kasar maupun agregat halus dengan material yang berat jenisnya lebih ringan. Dalam penelitian ini, penulis menggunaan fly ash sebagai material pengganti aggregat kasar pembentuk beton. Fly ash yang merupakan limbah batubara akan dicampur dengan bahan kimia resin yang berfungsi sebagai pengikat dan perekat dengan perbandingan komposisi agregat 60% fly ash dan resin 40%. Hasil pengujian analisa saringan yang dilakukan terhadap agregat kasar buatan tersebut didapat gradasi agregat kasar adalah jenis kerikil atau koral untuk ukuran maksimum 20 mm dan berat jenisnya adalah 1891 kg/m3 dengan kuat tekan betonnya pada umur 28 hari sebesar 6,85 Mpa. atau mengalami penurunan dari beton normal sebesar 10,92 Mpa (38,55%). Sehingga disimpulkan bahwa beton dengan campuran agregat  fly ash 60% dan resin 40% ini belum dapat digunakan sebagai beton ringan struktural karena hasil kuat tekannya yang rendah dibanding dengan beton normal, sehingga hanya dapat digunakan untuk beton ringan non struktural
Pengaruh Penambahan Sabut Kelapa dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Geser Tanah Arima Sefta; Adiguna Adiguna; Reffanda Kurniawan Rustam
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5610

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan bagian terpenting bidang konstruksi teknik sipil karena hampir semua bangunan berdiri atau dibangun di atas tanah. Tanah lempung lunak adalah jenis tanah yang memiliki daya dukung rendah dan daya mampat yang tinggi serta memiliki  indeks plastisitas yang tinggi membuat tanah ini mempunyai prilaku mengembang jika terkena air sehingga disebut tanah ekspansif. Salah satunya adalah tanah merah di daerah Pakjo. Oleh karena itu, perlu beberapa alternatif untuk tanah tersebut menjadi mempunyai daya dukung dan kuat geser yang lebih baik, di mana dalam penelitian ini menggunakan campuran sabut kelapa dan abu sekam padi sebagai bahan tambahannya. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah campuran limbah sabut kelapa dan abu sekam padi dapat meningkatkan nilai kuat geser tanah merah melalui pengujian direct shear dengan persentanse penambahan sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dengan skala laboratorium. Hasil pengujian tanah merah didapat kadar air (w) sebesar 27,70%, berat jenis tanah (Gs) 2,67, batas cair (LL) 63,35%, batas plastis (PL) 25,13%, dan indeks plastisitas (IP) 38,22%, dengan sistem klasifikasi USCS berupa tanah lempung (CH),dan sistem klasifikasi AASHTO adalah A-7-6 (clavey soils). Hasil pengujian pemadatan tanah standar asli didapat kadar air optimum 24,20 % dan berat isi kering optimum 1,634 gr/cm3. Hasil  pengujian direct shear didapat kuat geser (t) tertinggi terjadi pada tanah merah dicampur dengan sabut kelapa dan abu sekam padi sebanya 5% yaitu 100,5 kPa dengan nilai  kohesi (c) 20,75 kPa dan nilai sudut geser dalam (f) 45,37,01o
ANALISIS SALURAN DRAINASE SEKUNDER KECAMATAN ILIR TIMUR I PALEMBANG Reni Andayani; Ayu Marlina
Jurnal Deformasi Vol 5, No 2 (2020): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v5i2.4962

Abstract

Kelurahan 20  Ilir D-III Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang sering terjadi genangan yang mengakibatkan terganggunya aktivitas penduduk setempat dan membuat kerusakan pada lapisan jalan. Wilayah kelurahan 20 Ilir D-III Kecamatan Ilir Timur I ini merupakan bagian dari Sub Das Sekanak dengan luas 11.40 Km2. Saluran sekunder pada wilayah studi memiliki hilir di saluran primer Jalan angkatan 45 dengan panjang saluran sekunder 741,3 m.  Tujuan penelitiaan ini untuk mendapatkan dimensi drainase yang sesuai dengan debit rencana. Analisis perhitungan curah hujan menggunakan Log Person type III yang kemudian diuji dengan menggunakan metode Smirnow-Kolmogorov. Dari hasil perhitungan menggunakan metode rasional, didapat debit rencana 7,23  m3/dtk Dimensi saluran direncanakan saluran terbuka dengan lebar dan tinggi saluran 2,3 m dan tinggi jagaan 0,75 m.
Pengaruh Penambahan Serbuk Biji Karet Terhadap Kuat Geser Tanah Merah Aliyan Saputra Jaya; Amiwarti Amiwarti; Reffanda Kurniawan Rustam
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5209

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan bagian dari kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan-bahan organik. Tanah merah daerah Pakjo termasuk ke dalam jenis tanah lempung lunak dengan kuat geser yang rendah. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kuat geser tanah merah yang terjadi apabila ditambahkan serbuk biji karet ke tanah merah dengan persentase 5%, 10%, 15%, 20%, 25%. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan menggunakan pengujian pemadatan tanah dan pengujian kuat geser (direct shear). Dari hasil pengujian didapat bahwa tanah merah didaerah Pakjo Kota Palembang memiliki nilai kadar air (w) sebesar 27,70%, berat jenis tanah (Gs)  2,67, batas cair (LL)  63,35%, batas plastis (PL) 25,13%, dan indeks plastisitas (IP) 38,22%. Dan berdasarkan sistem klasifikasi USCS termasuk kedalam klasifikasi tanah lempung (CH), sedangkan berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO adalah A-7-6 (clavey soils). Dengan pengujian pemadatan tanah standar (PTS) didapat kadar air optimum 24% dan berat isi kering optimum 1,634 gr/cm3. Dari pengujian direct shear disimpulkan bahwa tanah merah dicampur dengan serbuk biji karet sebesar 15% dapat meningkatkan kuat geser tanah merah dengan  kuat geser (t) sebesar 65,70 kPa, nilai  kohesi (c) 49,00 kPa dan nilai sudut geser dalam (f) 38,01o
Pengaruh Penambahan Limbah Serbuk Kayu Terhadap Kuat Tekan Paving Block Devi Meileni; Herri Purwanto; Agus Setiobudi
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5614

Abstract

ABSTRAK Rantau Alai adalah wilayah di Kabupaten Ogan Ilir yang salah satu usaha penduduknya banyak membuat perlengkapan rumah tangga, dan hasil olahannya menghasilkan limbah serbuk kayu yang tidak dimanfaatkan dan diperlukan alternatif untuk mengatasi limbah tersebut dan salah satunya untuk bahan campuran pembuatan paving block. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan limbah serbuk kayu sebagai bahan campuran pembuatan paving block dengan variasi campuran 0%, 5%, 10% dan 15% melalui pengujian kuat tekan. Dalam penelitian ini akan melakukan pengujian sampel pada umur 7, 14 dan 28 hari dengan jumlah keseluruhan sampel sebanyak 60 paving block dengan variasi penambahan limbah serbuk kayu 0%, 5%, 10% dan 15% sebanyak 15 paving block untuk setiap variasinya. Dari hasil penelitian kuat tekan tertinggi dibanding dengan kondisi normal terjadi pada penambahan limbah serbuk kayu sebesar 10%, yaitu pada umur 7 hari dengan kuat tekan 78,38 kg/cm2 (26,91%),  umur 14 hari kuat tekan 82,24 kg/cm2 (12,49%),  umur 28 hari kuat tekan 127,68 kg/cm2 (10,55%). Sehingga penggunaan 10% limbah serbuk kayu daerah Rantau Alai sebagai campuran pada pembuatan paving block dapat meningkatkan kuat tekan sebesar 10,55% dengan nilai kuat tekan 127,68 kg/cm2
PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL PALEMBANG DENGAN MENGGUNAKAN PIPA PVC SEBAGAI ALTERNATIF RAKIT BANGUNAN TERAPUNG Adiguna Adiguna; Firdaus Firdaus
Jurnal Deformasi Vol 5, No 2 (2020): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v5i2.5032

Abstract

Kota Palembang merupakan kota bahari sejak jalam dahulu kala dan memiliki sejarah kota air yang telah dikenal sejak jaman penjajahan Belanda dengan sebutan “Marina City”. Hal ini dikarenakan sebagian besar aktivitas masyarakat dilakukan di sepanjang Sungai Musi dan anak-anak sungainya. Beragam aktivitas dilakukan masyarakat diantaranya kegiatan perdagangan, transportasi bahkan tempat tinggal. Perjalanan sejarah yang cukup panjang tersebut menjadikan rumah rakit sebagai aset budaya bangsa bagi Kota Palembang yang harus dilestarikan.  Dengan semakin terbatasnya ketersediaan bambu baik dari segi kualitas maupun kuantitas disatu sisi dan pelestarian rumah rakit disisi lainnya, merupakan permasalahan yang harus dicari jalan keluarnya. Berdasarkan hasil simulasi skala laboratorium pipa PVC yang relative kuat dan tahan lama di dalam air mempuanyai kemampuan daya apung yang lebih baik dari bambu. Hasil simulasi labor tersebut memungkinkan untuk mengembangkan kegiatan pelestarian budaya sungai dengan membuat prasarana bangunan terapung jenis lainnya seberti museum terapung, toko terapung, galeri terapung dan lain-lain

Page 6 of 14 | Total Record : 138