cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Muatan Pelajaran SBdP Ana Novitasari; Liya Pebriyanti; Moh rosyid Mahmudi
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i2.21275

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berdasarkan rendahnya hasil belajar peserta didik pada muatan pelajaran SBdP di kelas III SD Negeri 10 Koto Baru. Rendahnya hasil belajar peserta didik dikarenakan peserta didik kurang memperhatikan pada saat proses pembelajaran, maka menyebabkan banyaknya nilai peserta didik masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimum KKM yang harus dicapai peserta didik pada muatan pelajaran SBdP adalah 70. Penelitin ini bertujuan untuk menegtahui pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar peserta didik muatan pelajaran SBdP kelas III SD Negeri 10 Koto Baru. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Dalam penelitan yang digunakan yaitu penelitian pre-eksperimental designs (non-designs). Pada penelitian ini menggunakan One-Group Pretest-Posttest Designs. Tahapan penelitian ini adalah persiapan, pelaksanaan dan peneyelesaian. Dan teknik analisis data yang peneliti lakukan yaitu uji normalitas dan uji non parametrik. Hasil penelitian ini terlihat hasil pretest dengan nilai rata-rata 55,38 sedangkan nilai posttest dengan rata-rata 74,66. Pada uji normalitas untuk data pretest berdistrbusi normal dan untuk data posttest berdistribusi tidak normal. Karena data berdistribusi tidak normal maka dilakukan uji hipotesis non parametrik. Dengan hasil uji non parametrik menggunakan wilcoxon SPSS 20 diperoleh hasil signifikasi sebesar 0,000. Karena nilai signifikasi 0,000 <0,5, dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar peserta didik muatan pelajaran SBdP kelas III SD Negeri 10 Koto Baru. Kata Kunci : Hasil belajar, Model Student Team Achievement Division (STAD), SBdP.
Sosial Media Instagram Sebagai Media Belajar dan Media Eksistensi Aline Rizky Oktaviari Satrianingsih; Mega Cantik Putri Aditya; Winda Istiandini
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i2.21792

Abstract

Perkembangan IPTEK semakin mendorong upaya pembaruan kreatifitas manusia dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi, satu diantaranya adalah dengan menggunakan media sosial sebagai salah satu bahan belajar mengajar. Instagram menjadi salah satu platform media sosial yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran karena di dalamnya terdapat berbagai fitur untuk menyalurkan informasi baik dalam bentuk foto, video, maupun real time story. Instagram merupakan aplikasi yang cukup populer dan sering digunakan sebagai media menyebarkan konten positif termasuk pembelajaran praktek seni tari. Fenomena munculnya content creator dan dance challenge di media sosial instagram tentang gerak dasar tari nusantara juga memberikan dampak positif bagi mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kombinasi dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sasaran penelitian yaitu mahasiswa seni tari di Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket tertutup dengan tujuan dapat menjaring banyak data dalam waktu 1 bulan sesuai dengan kebutuhan. Peneliti juga melakukan observasi dan wawancara kepada responden, sehingga data yang didapatkan lebih komrehensif. Penyajian data penelitian dengan memakai diagram dan dilengkapi dengan deskripsi hasilnya. Hasil penelitian ini yaitu Instagram menjadi platform yang memberikan pengalaman belajar dalam meningkatkan eksistensi dan keterampilan mahasiswa seni tari Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan.
Kajian Dasar Bentuk Gerak Tari Dan Musik Iringan Tari Zapin Penyengat Doni Febri Hendra
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i2.19537

Abstract

masyarakat Kepulauan Riau khususnya pulau penyengat dikenal sebagai pusat warisan budaya melayu, salah satu kebudayaan dari peradaban melayu itu sendiri salah satu bentuknya ada pada tari zapin Penyengat, zapin berasal dari Bahasa arab yaitu zafin, yang artinya pergerakan kaki yang mengikuti musik iringan tari, tarian ini ditarikan secara berpasangan dan kelompok dimana tari zapin penyengat diiringi oleh alat musik yaitu gambus, marwas dan vokal. Tari ini berkembang di Pulau Penyengat tahun 1919 dibawac oleh Encik Muhammad Riffin dan raja Ahmad Bin Daud, yang menjadi simbol dan makna yang digunakan sebagai hiburan oleh raja-raja Penyengat, dimana dahulunya tari ini hanya ditarikan oleh laki-laki saja. Setelah Encik Muhammad Riffin wafat tari zapin Penyengat ini dikembangkan lagi oleh Raja Mahmud secara turun temurun hinga saat ini tari zapin Penyengat masih memiliki penggemar ditengah masyarakat Kepulauan Riau sehingga tetap terwarisi hingga saat ini. Tari zapin Penyengat sekarang menyebar keluar dari Kawasan pulau Penyengat dan mengalami pembauran dengan budaya setempat dan melahirkan ragam variasi namun pola-pola dasar geraknya dan iringan tarinya tetap sama. Dalam penelitian ini penulis mengunakan metode kualitatif, dimana metode ini digunakan untuk mendeskripsikan, suatu peristiwa, keadaan dan perilaku masyarakat dengan rinci dalam bentuk narasi sehingga melalui gambaran holistik penulis dan memperbanyak pemahaman secara mendalam. Selanjutnya dalam dilakukan analisis data agar hasilnya sesuai logika dan objektif data akan dianalis secara deskriptif yang berasal dari wawancara serta catatan penulis.
Angklung Sebagai Bahan Pembelajaran di Sekolah dan Masyarakat Dadang Dwi Septiyan; Wahyuning Tiyas; Rian Permana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i2.22315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan dan metode dalam pembelajaran angklung di sekolah dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif yaitu mendeskripsikan, menguraikan, dan menggambarkan masalah yang dikaji dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan angklung sebagai bahan pembelajaran dengan menggunakan metode hand sign Kodaly adalah pemilihan yang tepat guna, karena dalam pembelajaran angklung mengandung unsur pengembangan kemampuan dasar pada peserta didik di bidang musik yang meliputi kemampuan intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisik dan kreativitas, serta mengandung nilai kearifan local. Data yang didapat juga menunjukkan keefektifan penggunaan metode hand sign Kodaly. Data tersebut didapat dari pengamatan secara langsung di SMPN 4 Kota Serang, SMAN 2 Krakatau Steel Cilegon, dan PKK Kota Serang.
Ciptaningrasa Bojongan Sebagai Bentuk Prototype Edukasi Visual Lalan Ramlan; Jaja Jaja
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i2.22175

Abstract

Jaipongan by Gugum Gumbira has become a separate dance genre, has four types of movements as dance constructions, among others; bukaan, pencugan, nibakeun, and mincid used in each dance repertoire. The dance construction has high elasticity or flexibility, because there is no set stiffness. However, in the dynamics of its development outside of Jugala production, it is increasingly losing its entity, because background dances with Jaipongan nuances are often called Jaipongan dances. In connection with this, the problems raised in the research of works of art with the title "Ciptaningrasa Bojongan" are formulated as follows: How to create a dance model as a prototype form with visual education and how to implement it to the public. In connection with the research question, a theory with the instrumental aesthetic paradigm was used which explains that all art objects or events contain three main aesthetic elements, namely; appearance, content, and presentation. In line with this paradigm, in its operation it uses qualitative methods with descriptive analysis techniques, namely "the data collected is in the form of words, pictures, and not numbers, then analyzed theoretically and presented in a narrative to convey the results of new studies". The results achieved are a model of artwork with a renewal of as a form of visual education prototype in the value transformation process; revive, activate, and / or re- function impressively new forms, positions and contexts to society 
PENGEMBANGAN MEDIA V-ARTRACTIVE PADA MATERI SENI MUSIK DI SMP NEGERI 1 LEBAK WANGI Yuniarti Sarinande; Syamsul Rizal; Alis Triena Permana sari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v9i1.24574

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran dan menguji kelayakan media, dengan tujuan penelitian, menghasilkan media pembelajaran, dan mengetahui kelayakan video pembelajaran tersebut. Pengembangan media V-ARTractive menjadi sebuah media pembelajaran guna memberikan sebuah pengalaman belajar yang baru di SMP Negeri 1 Lebak Wangi. Pengembangan ini menggunakan metode Research and Development. Model yang digunakan, model Hannafin and Peck yang meliputi, need assessment, desain, dan develop and implement. Hasil penelitian menhasilkan media pembelajaran V-ARTractive,serta hasil analisis data validasi produk oleh ahli media dan materi memperoleh persentase 86% dan 88%. Hal ini menunjukkan bahwa media V-ARTractive layak digunakan.Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Seni Musik
JURUS SILAT KASERANGAN TERHADAP KOMPETENSI TEKNIK DASAR TARI PENDIDIKAN SENI PERTUNJUKAN UNTIRTA wiwin purwinarti
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v9i1.24510

Abstract

ABSTRACT Based on the data studied, the writing  of Kaserangan Silat Styles on Basic Dance Technique Competencies of Untirta Performing Arts Education, the aim of this writing is to describe how important it is to master Pencak Silat, in this case Kaserangan Silat, with the basic techniques learned by Performing Arts Education students Untirta .Kaserangan Silat is Pencak Silat from several  styles in Serang Regency which were collected together with Paguron - Paguron in Serang Regency,Pencak Silat is a subject that is not easy to learn both theoretically and practically, because Pencak Silat is a science that shapes a person's personality through a scientific culture that is different from pencak silat. The presentation is in the form of a description of the standard Kaserang Silat moves and their relationship to basic dance techniques which are supporting skills to develop Performing Arts Education students in basic dance technical competencies. Keywords: Basic Dance Techniques, Pencak Silat, Kaserangan Silat ABSTRAK Berdasarkan data yang dikaji penulisan Jurus Silat Kaserangan terhadap Kompetensi Teknik Dasar Tari Pendidikan Seni Pertunjukan Untirta bertujuan penulisan ini adalah untuk mendeskrisikan betapa pentingnya penguasaan Pencak Silat, dalam hal ini Silat Kaserangan dengan teknik dasar yang dipelajari oleh mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan Untirta .Adapun Silat Kaserangan merupakan Pencak Silat dari beberapa jurus Baku yang berada di Kabupaten Serang yang dikumpulkan bersama Paguron - Paguron di Kabupaten Serang,Pencak Silat merupakan suatu mata kuliah yang tidak mudah dipelajari baik secara teoritis maupun praktis, karena Pencak Silat merupakan suatu ilmu yang membentuk kepribadian seseorang melalui budaya keilmuan yang berbeda dengan pencak silat. Pemaparan berupa deskriftif tentang jurus baku Silat Kaserang serta keterkaitan dengan teknik dasar tari yang merupakan penunjang skill untuk mengolah mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan dalam kempetensi teknik dasar tari. Kata Kunci : Teknik Dasar Tari, Pencak Silat, Silat Kaserangan
Questioning the role of puppet masters today Jungkung Setyo Utomo; Sugeng Nugroho; Aris Setiawan
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v9i1.24183

Abstract

The development of the times has brought significant changes in various aspects of life, including traditional arts. One of the traditional arts that still exists and is undergoing transformation is shadow puppetry. The puppeteer, as the leader of the wayang kulit performance, has a central role in maintaining the continuity and relevance of this art. This research aims to document and analyze the role of shadow puppet puppeteers in the current cultural and social context. The research methods used were participatory observation and in-depth interviews with several active puppeteers. Research findings reveal that the role of the puppeteer is not only limited to presenting traditional stories, but also involves adaptation to contemporary realities. Modern puppeteers are faced with the challenge of maintaining the authenticity of the art of shadow puppetry while meeting the expectations and interests of today's audiences. Apart from that, the role of the puppeteer also involves educational and cultural preservation functions. The puppeteer acts as an intellectual leader who is able to convey moral and social messages through wayang stories. They are also involved in educating the younger generation about traditional values and cultural history through wayang performances. The results of this research provide in-depth insight into the role of shadow puppet puppeteers in a modern context. The sustainability of this art not only depends on maintaining tradition, but also on the ability of the puppeteer to adapt to the dynamics of the times. Therefore, this research makes an important contribution in understanding how traditional arts such as shadow puppetry can remain relevant and develop in the contemporary era
Kajian Estetika Tari Setra Sari karya Gugum Gumbira Herly Merliana; Farah Nurul Azizah
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v9i1.24651

Abstract

Setra Sari Dance is a Jaipongan dance repertoire by a maestro named Gugum Gumbira Tirasonjaya in 1981 as an industrial necessity at that time, namely one of the promotions of Jaipongan's cassette song entitled Serat Salira. This dance is unique and different from other Jaipongan dance works, especially in the smooth character of the movements and colors of the clothes. Therefore, the author is interested in exploring the aesthetic elements of dance, so qualitative research and Djelantik’s intrumental aesthetic theory are used with a descriptive analysis method approach that goes through stages of data mining such as literature study, observation, and data analysis. Based on the results of the analysis, it was concluded that the Setra Sari dance was formed by three main elements, namely; form, consisting of form and structure. The structure includes; choreographic structure, dance accompaniment, and make-up. Weight or content, including; atmosphere, ideas, and messages. Appearance or presentation, including; talents, skills, and means or media. These three elements are dance aesthetics that are the identity of the Setra Sari dance. Keywords: Dance Aesthetics, Setra Sari Dance, Gugum Gumbira
Korelasi Imajinasi dan Kreativitas Peserta Didik SMP Dalam Berkarya Seni Ilustrasi Shabrina Amelia Evanti; Warih Handayaningrum; Eko Wahyuni Rahayu
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v9i1.23577

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana imajinasi dan kreativitas dapat mempengaruhi peserta didik dalam menentukan ide saat berkarya seni ilustrasi, kemudian untuk mengetahui apakah ada korelasi antara kreativitas dan kreativitas peserta didik dalam berkarya seni ilustrasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif menggunakan studi literatur atau studi kepustakaan dengan melibatkan pengumpulan referensi dari penelitian sebelumnya untuk membuat kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yakni hubungan atau korelasi antara kreativitas dan kreativitas memberikan ruang kebebasan berekspresi yang mendorong peserta didik untuk menghasilkan karya yang penuh dengan inovasi. Imajinasi memberikan kebebasan untuk menjelajahi ide yang tak terbatas. Hubungan antara imajinasi dan kreativitas dalam karya seni gambar ilustrasi, menciptakan lingkungan di mana peserta didik dapat mencoba konsep baru, mengungkapkan diri, dan membuat karya seni yang unik dan bermakna