cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
PENGEMBANGAN METODE HAND SIGN KODALY PADA SIMBOL HARMONI TONAL DALAM PERMAINAN ANSAMBEL ANGKLUNG DIATONIS Toni S Sutanto; Agus Firmansah
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.13332

Abstract

Metode hand sign dalam ansambel angklung dipopulerkan oleh kelompok Saung Angklung Ujo (SAU). Metode tersebut terdiri dari delapan bentuk simbol hand sign, setiap jenis simbol secara visual terhubung dengan nada do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Setiap satu simbol diperagakan melalui tangan kanan instruktur/pelatih, sehingga apabila instruktur memperagakan simbol hand sign, gerakannya akan menjadi rangkaian nada atau melodi. Aplikasi metode Hand Sign Kodaly pada ansambel angklung tidak dapat digunakan untuk memberikan instruksi musical yang berkaitan dengan struktur harmoni, padahal dalam sebuah karya musik tonal antara melodi dengan struktur harmoni merupakan satu kesatuan. Pada penelitian ini akan dikembangkan rancangan bentuk simbol hand sign harmoni/akor berdasarkan struktur trinada tingkat I sampai dengan VII dalam tonalitas major yang diperagakan melalui tangan kiri. Metode penelitian yang digunakan yaitu educational research and development (R&D), dengan subjek penelitian mahasiswa pendidikan musik. Hasil penelitian ini bertujuan menghasilkan prototype symbol hand sign harmoni/akor untuk ansambel angklung diatonis.
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN SENI PERTUNJUKAN TERHADAP PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI Fuja Siti Fujiawati; Reza Mauldy Raharja
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.15386

Abstract

Abstract : This study aims to describe the perceptions of art education students towards learning during the covid-19 pandemic, how the implementation of both good and theoretical learning has been carried out so far and how they have responded. The research method used is a descriptive quantitative approach. The research sample was 164 students of the Performing Arts Education Study Program FKIP Untirta who were still active in lectures during the covid-19 pandemic. Data was collected by filling out questionnaires through google form, which were then analyzed with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that performing arts education students could take bold lessons during the pandemic, but art education students wanted face-to-face learning for practical courses, especially music, dance and theater. This is shown by the students' answers for the Music, Tariff and Theater subject groups which showed an average of above 50%, the answers strongly disagreed that the learning was easy to do. As for the music subject group as much as 53%, the dance class group 54.9%, and the theater class group 47.6% who answered strongly disagree that learning the practice of music, dance and theater is easy to do in bold learning during a pandemic. Matters related to practical courses are generally carried out face-to-face due to the use of tools, practical understanding and direct training. Meanwhile, in learning the implementation of practice has not been optimally carried out because it is constrained by various things, especially technical matters. Keywords: Student Perception, Online Learning, Art Education  Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa pendidikan seni terhadap pembelajaran daring selama pandemic covid-19, bagaimana pelaksanaan pembelajaran seni baik praktek maupun teori dilaksanakan selama ini dan bagaimana tanggapannya. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 164 mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Untirta yang masih aktif dalam perkuliahan selama pandemic covid-19. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuisioner melalui google form, yang kemudian di analisis dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan mahasiswa pendidikan seni pertunjukan dapat mengikuti pembelajaran daring dengan baik selama pandemic, namun mahasiswa pendidikan seni pertunjukan menginginkan pembelajaran secara tatap muka untuk mata kuliah bersifat praktek terutama musik, tari dan teater. Hal ini ditunjukan dari jawaban mahasiswa untuk kelompok mata kuliah Musik, tari dan teater menunjukan rata rata diatas 50% menjawab sangat tidak setuju pembelajaran tersebut mudah dilakukan. Seperti untuk kelompok mata kuliah musik sebanyak 53%, kelompok mata kuliah tari 54.9%, dan kelompok mata kuliah teater 47.6% yang menjawab sangat tidak setuju pembelajaran praktek music, tari dan teater mudah dilakukan dalam pembelajaran daring di masa pandemi. Hal ini berkaitan dengan mata kuliah yang bersifat praktek yang pada umumnya dilakukan secara tatap muka langsung dikarenakan penggunaan alat, pemahaman praktek dan latihan secara langsung. Sedangkan dalam pembelajaran daring pelaksanaan praktek belum optimal dilakukan karena terkendala berbagai hal, terutama hal teknis.  Kata Kunci : Persepsi Mahasiswa, Pembelajaran Daring, Pendidikan Seni  
PERANCANGAN APLIKASI ENSIKLOPEDI DIGITAL TARI DAERAH BANTEN BERBASIS ANDROID PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA SISWA KELAS VII Cahyo Sunarto; Alis Triena Permanasari; Dwi Junianti Lestari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i2.16240

Abstract

Abstract : The development of technology moving rapidly which results in significant changes in human life, one of which is the smartphone. Smartphone of the tools that can facilitate the process of disseminating information, communication, and other activities. It can be seen from the many applications that can help the needs and interests of the community, such as online shopping, communication with colleagues, directions, playing games, online payments, and online learning. From the existing phenomena and problems, the researchers carried out further research related to the design of Android-based digital encyclopedia application of Banten regional dance on cultural arts subjects, introduction to local dance materials for SMP class VII. The purpose of this study is to determine the process of designing and manufacture testing the feasibility of android-based learning media. The research method used is research and development (R&D) with the Linear Sequential Model (LSM), it consists of five stages development model 1) requirement namely needs analiysis; 2) design system namely design system; 3) coding & testing namely writing program code/implementation; 4) integration & testing namely application/test program; and 5) operation & maintenance namely maintenance. Based on several assessments of media experts, materials, and users related to learning media with a media expert percentage level of 85.85% the "very feasible" category and is used, 80.75% material experts are used in the "very feasible" category. The conclusion obtained from this study is that learning media made in the form of mobile applications can be used as learning media. Keywords : Digital Ensiklopedia, Banten Traditional Dance, Android Application, Art and Culture  Abstrak : Perkembangan teknologi semakin bergerak pesat yang mengakibatkan adanya perubahan signifikan dalam kehidupan manusia salah satunya dengan adanya smartphone. Smartphone merupakan alat yang dapat mempermudah dalam proses penyebarluasan informasi, komunikasi, dan aktivitas lainnya. Dapat dilihat dari banyaknya aplikasi yang dapat membantu kebutuhan dan kepentingan masyarakat, misalnya belanja online, komunikasi dalam pekerjaan, petunjuk arah, bermain game, pembayaran online, hingga pembelajaran online. Dari fenomena dan permasalahan yang ada, peneliti melakukan penelitian lebih lanjut terkait perancangan Aplikasi Ensiklopedi Digital Tari daerah Banten berbasis android pada mata pelajaran seni budaya materi pengenalan tari daerah setempat untuk SMP kelas VII. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses perancangan dan pembuatan media pembelajaran berbasis android. Metode penelitian yang digunakan adalah reseach and development (R&D) dengan model pengembangan linear sequential model (LSM), terdiri dari lima tahap 1) requirement yaitu analisis kebutuhan; 2) design system yaitu desain sistem; 3) coding & testing yaitu penulisan kode program/implementasi 4) integration & testing yaitu penerapan/pengujian program; 5) dan operation & maintenance yaitu pemeliharaan. Berdasarkan penilaian ahli media dan ahli materi terkait media pembelajaran dengan tingkat persentase ahli media 80.75% kategori “sangat layak” digunakan, ahli materi 85.85% kategori “sangat layak” digunakan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu media pembelajaran yang dibuat dalam bentuk Aplikasi Ensiklopedi Digital Tari daerah Banten berbasis android dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Kata Kunci : Tari Banten, Ensiklopedi Digital, Aplikasi Android, Seni Budaya
MOTIVASI DAN MINAT MAHASISWA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN PRODI PENDIDIKAN SENI PERTUNJUKAN (Studi Kasus Mahasiswa PSP FKIP Untirta Angkatan 2022) Reza Mauldy Raharja; Fuja Siti Fujiawati
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i2.17780

Abstract

Abstract : The purpose of this study was to determine the motivation and interest of Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) students in making decisions regarding the selection of the Pendidikan Seni Pertunjukan Study Program at Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, with a total population of 56 students in class 2022 with a total sample (Total Sampling). The research was carried out using surveys, meanwhile data collection was carried out by filling out questionnaires via the Google form, which were then analyzed by means of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that student motivation and interest are factors in determining student decision making in choosing a Pendidikan Seni Pertunjukan study program. This is shown from the answers of students where 42% of students have very high motivation, 52% have high motivation, 5% have low motivation and 1% have very low motivation. While 42% of students have very high interest, 54% have high interest and 4% have low interest. Meanwhile, in decision making, students agreed that the decision they made was right with a score of 25% very right, 64% right and 11% not right. The results of the respondents' answers show that student motivation and interest tend to be in the high category and student decision making in choosing a PSP study program is felt to be appropriate and in line with expectations. Because the decision to choose a study program in tertiary institutions is the result of the best consideration of each individual to prepare for the future. Keywords : Motivation, Interests, Decision Making, Pendidikan Seni Pertunjukan  Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi dan minat mahasiswa PSP dalam pengambilan keputusan pemilihan prodi Pendidikan Seni Pertunjukan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dengan jumlah populasi seluruh mahasiswa angkatan 2022 sebanyak 56 orang dengan sampel keseluruhan (Total Sampling). Penelitan yang dilakukan menggunakan survey, sementara itu pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuisioner melalui google form, yang kemudian di analisis dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Motivasi dan minat mahasiswa menjadi factor dalam penentuan pengambilan keputusan mahasiswa dalam memilih prodi Pendidikan Seni Pertunjukan. Hal ini ditunjukan dari jawaban mahasiswa dimana 42% mahasiwa memiliki motivasi yang sangat tinggi, 52% motivasinya tinggi, 5% motivasinya rendah dan 1% motivasinya sangat rendah. Sementara 42% Mahsiswa memiliki minat sangat tinggi, 54% minatnya tinggi dan 4% minatnya rendah. Sedangkan dalam pengambilan keputusan mahasiswa setuju bahwa keputusan yang mereka ambil tepat dengan nilai 25% sangat tepat, 64%Tepat dan 11% Tidak Tepat. Hasil jawaban responden menunjukan Motivasi dan Minat mahasiwa cenderung berada pada kategori tinggi dan pengambilan keputusan mahasiswa dalam memilih prodi PSP dirasa tepat dan sesuai dengan ekspektasi. Karena keputusan memilih program studi di perguruan tinggi merupakan hasil pertimbangan terbaik dari setiap individu untuk mempersiapkan masa depan. Kata Kunci : Motivasi, Minat, Pengambilan Keputusan, Pendidikan Seni Pertunjukan.
STRATEGI PEMBELAJARAN PADUAN SUARA DI SANGGAR MAYANGSARI PANDEGLANG BANTEN Muhamad Rivaldi; Suhaya Suhaya; Fuja Siti Fujiawati
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i2.13408

Abstract

Abstract : The Mayangsari "Gita Bahana Sambadha" Pandeglang Banten choir studio aims to develop talents in the field of sound art possessed by students at SMA Negeri 1 Pandeglang, develop creativity, skills, knowledge and attitudes that interest students. The problem in this study is what is the learning strategy for the choir at the Mayangsari Pandeglang Banten studio? The purpose of this study is to describe a process and strategy for choral learning in the Mayangsari Pandeglang studio, Banten. In this study, the researcher used descriptive qualitative research methods, with data collection and analysis techniques using: observation, interviews, and documentation studies. The data that has been collected is simplified, presented, and concluded in the form of words/sentences. The results of this study indicate that 1975 was the beginning of the formation of the Mayangsari studio and 2009 was the beginning of the formation of a choir in this studio. Choir learning at the Mayangsari studio includes planning by selecting new members, preparing learning materials, preparing strategies to be used, carrying out choral learning along with good media and methods. To complete these activities, the use of learning strategies is carried out by conveying preliminary information, conveying material, student/member participation, tests, and follow-up activities/evaluations. The Mayangsari choir studio uses expository, cooperative, inquiry and demonstration learning strategies. In practice, the trainer delivered learning materials and vocal techniques well, adapted to the needs of learning activities at the Mayangsari studio. Keywords : Strategy, Learning, Choir  Abstrak : Sanggar paduan suara Mayangsari “Gita Bahana Sambadha” Pandeglang Banten bertujuan untuk mengembangkan bakat dibidang seni suara yang dimiliki oleh siswa di SMA Negeri 1 Pandeglang, mengembangkan kreatifitas, keterampilan, pengetahuan dan sikap yng menjadi minat siswa. Masalah dalam penelitian ini yaitu bagimana strategi pembelajaran paduan suara di sanggar Mayangsari Pandeglang Banten? Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan suatu proses dan strategi pembelajaran paduan suara di sanggar Mayangsari Pandeglang Banten. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan dan analisis data menggunakan: teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang sudah terkumpul disederhanakan, disajikan, dan disimpulkan berupa kata-kata/kalimat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada tahun 1975 menjadi awal mula terbentuknya sanggar Mayangsari dan pada tahun 2009 menjadi awal mula terbentuknya paduan suara di sanggar ini. Pembelajaran paduan suara di sanggar Mayangsari meliputi perencanaan dengan menyeleksi anggota baru, mempersiakan materi pembelajaran, mempersiapkan strategi yang akan dipakai, melaksanakan pembelajaran paduan suara beserta media dan metode yang baik. Untuk menyempurnakan kegiatan tersebut, penggunaan strategi pembelajaran dilakukan dengan  menyampaikan informasi pendahuluan, menyampaikan materi, partisipasi siswa/anggota, tes, dan kegiatan lanjutan/evaluasi. Sanggar paduan suara Mayangsari menggunakan strategi pembelajaran ekspositori, kooperatif,  inkuiri dan demonstrasi. Dalam pelaksanaannya, pelatih menyampaikan materi pembelajaran dan teknik vokal dengan baik, disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan pembelajaran di sanggar Mayangsari. 
ANALISIS ETIKA MELALUI LAGU KAULINAN BARUDAK PADA PENDIDIKAN KARAKTER DI MASYARAKAT Dandi Adhi Septian; Sunarto Sunarto; Wahyu Lestari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i2.17781

Abstract

Abstract : his study discusses the cultivation of ethical and moral character values through kawihan songs originating from the Sundanese tribe, namely songs commonly used in children's games or commonly called Kaulinan Barudak songs. Kaulinan Barudak songs are songs that are indicated in children's games in Sundanese culture or ethnicity. Barudak's Kaulinan songs have an atmosphere that is considered easy to digest and can be accepted as a habit of the local community whose Sundanese people are the perpetrators. Some of the Sundanese Kaulinan kawihan songs include Tokecang, Endeuk-endeukan and Cingcangkeling. The songs contain the meaning of ethical and moral messages in character building for children. In this study, it refers to the type of library research or referred to as a literature study, namely research that examines or reviews the ideas and findings contained in the body of academically oriented literature. . In this study, the approach used in the study of meaning is through a semiotic approach. Keywords: Character Education, Lyrics, Ethical Values, Kaulinan Songs  Abstrak : Penelitian ini membahas mengenai penanaman nilai etika dan moral melalui lagu-lagu kawihan yang berasal dari suku sunda yaitu lagu yang biasa digunakan dalam permainan anak-anak atau biasa dinamakan lagu Kaulinan Barudak. Lagu Kaulinan Barudak merupakan lagu-lagu yang terindikasi dalam permainan anak-anak di budaya atau suku sunda. Lagu-lagu Kaulinan Barudak memiliki suasana yang dianggap mudah dicerna dan dapat diterima sebagai kebiasaan masyarakat setempat yang masyarakat sunda pelakunya. Lagu kawihan Kaulinan Sunda beberapa diantaranya Tokecang, Endeuk-endeukan dan Cingcangkeling. Lagu-lagu tersebut memiliki kandungan makna pesan etika dan moral dalam pembentukan karakter bagi anak-anak. Pada penelitian ini mengacu pada jenis penelitian kepustakaan atau disebut dengan studi literatur (research literature) yaitu penelitian yang mengkaji atau meninjau gagasan dan temuan yang terdapat pada tubuh literatur berorientasi akademik. Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan dalam pengkajian makna melalui pendekatan semiotika. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Lirik, Nilai Etika, Lagu Kaulinan
TARI GATOTKACA GAYA SUMEDANG DAN GARUT Agus Sudirman; Agus Budiman
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i2.17495

Abstract

Rumpun tari wayang yang berkembang di Jawa Barat memiliki beragam gaya tari wayang sesuai dengan kekhasan masing-masing daerah sebagai penyangga budayanya. Salah satu gaya tari wayang yang diteliti adalah tari Gatotkaca gaya Sumedang dan gaya Garut. Tujuan penelitian ini untuk meneliti mendeskripsikan keunikan tari Gatotkaca gaya Sumedang dan gaya Garut dari aspek gerak dan unsur penyajiannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan Etnokoreologi dalam menganalisis teks dan konteks tariannya. Data penelitian diperoleh dari hasil wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Gatotkaca gaya Sumedang lebih terkesan klasik dan tari Gatotkaca gaya Garut mendekati gaya klasik-romantik. Hal ini terlihat pada bentuk tari Gatotkaca gaya Sumedang lebih sederhana, baik dari segi struktur gerak, rias serta busana yang digunakan. Jika ditinjau berdasarkan karakter masyarakat Sunda, seperti pribahasa dalam bahasa Sunda yaitu kudu leuleus jeujeu liat tali, yaitu hidup itu harus kuat, menanggung beban sebarat apapun jangan menyerah, oleh sebab itu masyarakat Sunda menjadikan tokoh Gatotkaca sebagai sosok ideal masyarakat Sunda yang bersifat jujur dan pemberani serta gesit dalam bekerja layaknya Gatotkaca.
IMPROVISASI MELODI INSTRUMEN FLUTE DALAM MUSIK KERONCONG Abdul Rachman; Sahora Dina Pangesty; Slamet Haryono; Sunarto Sunarto; Wahyu Lestari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i2.16685

Abstract

Flute merupakan salah instrumen melodi yang penting dalam musik keroncong selain biola. Flute pada musik keroncong sangat identik dengan improvisasi dalam setiap pembawaan lagu. Keberadaan improvisasi dalam musik keroncong menjadi ciri khas setiap pemain keroncong khususnya improvisasi flute. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas improvisasi melodi pada instrumen flute dalam musik keroncong. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, sajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Improvisasi flute dilakukan pada empat bagian yaitu improvisasi prospel, middle spell, filler, dan coda. Ditemukan pola dan teknik yang hampir  sama dari setiap pemain flute, namun demikian keindahan hasil improvisasi bergantung pada feeling, pengalaman bermain, Teknik, dan wawasan dari masing-masing pemain.
PERAN KARAWITAN PADA KESENIAN UBRUG TEATER RAKYAT MASYARAKAT BANTEN Rian Permana; Fuja Siti Fujiawati; Giri Mustika Roekmana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i2.16859

Abstract

Abstract: This research aims to determine the role of karawitan in the art of theater arts ubrug in Banten Province. Knowledge about karawitan that exists in regional theater is very important, because the continuity of this regional ubrug theater depends on the regeneration of the role of musical artists. Therefore, the study of karawitan is considered very important to provide information and scientific studies about the musicality that exists in the art of ubrug. This research uses a qualitative method. The target of the research is to find sources of data regarding the role of karawitan in the art of ubrug. Data was collected by observation, interviews, documentation and analysis. Hopefully, the results of the research study can add insight into the importance of the role of karawitan for the continuity of the art of ubrug as a folk theater in Banten. Keywords: The Role of Karawitan in Ubrug Art  Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran karawitan pada seni ubrug seni teater daerah provinsi Banten. Pengetahuan tentang karawitan yang ada pada seni teater daerah sangatlah penting, karena kelangsungan ubrug/teater daerah ini bergantung salah satunya pada regenerasi dari peran seniman karawitan. Oleh karena itu kajian mengenai karawitan dirasa sangat penting untuk memberikan informasi dan kajian secara ilmiah tentang musikalitas yang ada pada seni ubrug. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah ingin mencari sumber-sumber data mengenai peran karawitan pada kesenian ubrug. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis. Semogahasil dari kajian penelitian ini bisa menambah wawasan tentang pentingnya peran karawitan untuk kelangsungan seni ubrug seabagai teater rakyat/daerah Banten. Kata Kunci : Peran Karawitan Dalam Seni Ubrug
Estetika Budaya Melayu dalam Tari Zapin Riau Rinto Widyarto; Yulinis Yulinis
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i1.19203

Abstract

Tari Zapin Melayu Riau merupakan tari tradisi yang masih eksis di tengah masyarakat Riau. Tari Zapin juga dimiliki oleh Melayu lain di Nusantara. Kajian ini untuk mengetahui bagaimana Melayu sebagai daerah kebudayaan yang sangat luas di Wilayah Indonesia dan negara tetangga (Brunei Darusalam, Malaysia dan Singapura). Luasnya daerah Melayu menjadikannya sebagai induk dari kebudayaan Melayu kecil yang bertebaran. Hal ini diketahui dari penyebutan Melayu Minangkabau, Melayu Riau, dan Melayu Jambi.Metode penelitian terfokus pada kebudayaan yaitu suatu etnis yang dipengaruhi kebudayaan asing yang lambat laun diakomodasi serta diintegrasi, terjadi saling berinteraksi tanpa kehilangan kepribadian dengan teori akulturasi. Terdapat lima kasus menarik yaitu, metode mengobservasi, proses akulturasi; psikologi proses akulturasi; timbulnya inovasi; dan usaha menolak proses akulturasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Zapin Melayu Riau merupakan tari yang muncul akibat interaksi antar dua kebudayaan (budaya Melayu dan Arab), dapat dikatakan juga sebagai kesenian produk kebudayaan agama Islam. Awalnya dibawa pedagang Arab di kawasan Selat Malaka awal abad XVI. Kemudian tarian ini mengalami akulturasi dengan budaya lokal Melayu hingga dijadikan budaya baru. Perpanduan dua budaya melahirkan estetika baru yang berbeda dengan estetika Melayu masa lalu dan estetika Arab yang datang ke Riau. Secara estetis, Tari Zapin Melayu Riau menitikberatkan pola mengalun memperlihatkan keindahan gerak kaki dan tangan. Dalam kaidah/estetika Islam, penari tidak bergerak bertentangan nilai dalam agama Islam. Tidak ada gerakan erotis (mengundang nafsu syahwat). Gerakan tari Zapin terinspirasi kegiatan manusia dengan alam (lingkungan). Masing-masing gerakan mengandung makna dan secara berirama serta terpola. Musik pengiringinya ala musik Islami dengan instrumen Marwas dan Gambus

Page 10 of 15 | Total Record : 144