cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN BERKESENIAN Ria Intani T
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i2.12908

Abstract

Abstract: The Character Education Strengthening Program or abbreviated as PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) began to be implemented in the formal education environment (schools) in the even semester of the 2017-2018 school year. There are many definitions regarding the term character. One of them, according to the Directorate General of Primary and Secondary Education, Ministry of Education, Culture, Research and Technology, character is defined as a way of thinking and behaving that characterizes each individual to live and work together, both within the family, community, nation and state. In fact, there are many ways to build character education. Not only in the formal education environment through school subjects, but also outside formal education through the arts. The purpose of this research is to disseminate insight into the breadth of ways in building character education. This research is descriptive with the methods used are observation, active participation, and interviews. The results of the study show that "teaching" about character is indirectly obtainable through art. Among them in terms of interaction, cooperation, tolerance, skills, courage, joy, and knowledge of local arts.            Keywords: Character Education, arts.    Abstrak: Program Penguatan Pendidikan Karakter atau yang disingkat dengan PPK mulai diberlakukan di lingkungan pendidikan formal (sekolah) pada semester genap tahun ajaran 2017-2018. Banyak definisi berkenaan dengan istilah karakter. Salah satunya menurut Ditjen Mendikdasmen Kementerian Pendidikan Nasional adalah bahwa karakter diartikan sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Sesungguhnya banyak cara untuk membangun pendidikan karakter. Bukan hanya di lingkungan pendidikan formal melalui mata pelajaran, melainkan pula di luar pendidikan formal melalui  berkesenian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menebarkan wawasan akan keluasan cara dalam membangun pendidikan karakter. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode yang digunakan pengamatan, partisipasi aktif, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui berkesenian secara tidak langsung mendapatkan “pengajaran” tentang karakter. Di antaranya dalam hal berinteraksi, kerja sama, toleransi, keterampilan, keberanian, kegembiraan, dan pengetahuan tentang kesenian lokal.            Kata kunci: Pendidikan karakter, kesenian. 
Kurangnya Media Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 3 Kota Serang Provinsi Banten Suhaya Suhaya; Dian Ahmad; Rian Permana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i2.6905

Abstract

Abstrak : Proses pembelajaran seni budaya selain guru, media pun sangat berperan dalam keberlangsungan aktivitas belajar. Peran guru sangat berpengaruh langsung terhadap proses pembelajara, apalagi ketika guru melibatkan siswa-siswi secara langsung dalam kegiatan pembelajaran. Pada kesempatan ini guru seni budaya SMAN 3 Kota Serang menggunakan media angklung dengun metode demontrasi yang langsung bisa dirasakan oleh siswa, dan media angklung sangat tepat karena selain melatih, kedisiplinan, tanggung jawab, serta membentuk karakter siswa dalam menggunakan olah rasa. 
Efektivitas Multimedia Interaktif dan Mobile Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Seni Budaya Irwanto Irwanto Irwanto; Riki Ahmad Taufik; Hudiana Hernawan; Syamsul Rizal
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i1.6845

Abstract

Abstract : Learning outcomes in Cultural Arts subjects to date have not yet reached the competency standards set by the KKM. One of the factors causing low learning outcomes is the cognitive low level of students' understanding of dance theory. This shows that the learning process of cultural arts needs to be developed with a different learning approach. The problem in this study is whether there are: (1) improvement in learning outcomes of class XI students who use Interactive Multimedia? (2) increase learning outcomes of class XI students who use Mobile Learning? and (3) differences in the increase in learning outcomes of class XI students who use Interactive Multimedia with Mobile Learning on the subject matter of Dance Art in Garut 8? The research method used was quasi-experimental with the design of the Static Group Prestest-Posttest Design. The results of the study show: 1) there is an increase in learning outcomes of class XI students who use Interactive Multimedia with an increase in student learning outcomes obtained included in the high category; 2) there is an increase in learning outcomes of class XI students who use Mobile Learning with an increase in student learning outcomes obtained included in the high category; and 3) there are differences in the increase in learning outcomes of class XI students who use Interative Multimedia with Mobile Learning. The use of Interactive Multimedia is more effective in improving learning outcomes compared to mobile learning in the subject matter of dance material in Cultural Arts subjects at SMK 8 8 Garut. Abstrak : Hasil belajar pada mata pelajaran Seni Budaya sampai saat ini belum mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan KKM. Salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar adalah masih rendahnya pemahaman siswa secara kognitif terhadap teori seni tari. Hal tersebut menunjukan proses pembelajaran seni budaya ini perlu dikembangkan dengan pendekatan pembelajaran yang berbeda. Permasalahan pada penelitian ini apakah terdapat: (1) peningkatan hasil belajar siswa kelas XI yang menggunakan Multimedia Interaktif? (2) peningkatan hasil belajar siswa kelas XI yang menggunakan Mobile Learning? dan (3) perbedaan peningkatan hasil belajar siswa kelas XI yang menggunakan Multimedia Interaktif dengan Mobile Learning pada pokok bahasan materi Seni Tari di SMKN 8 Garut? Metode Penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain the Static Group Prestest-Posttest Design. Hasil penelitian menunjukan: 1) terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas XI yang menggunakan Multimedia Interaktif dengan peningkatan hasil belajar siswa yang diperoleh termasuk dalam kategori tinggi; 2) terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas XI yang menggunakan Mobile Learning dengan peningkatan hasil belajar siswa yang diperoleh termasuk dalam kategori tinggi; dan 3) terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa kelas XI yang menggunakan Multimedia Interatif dengan Mobile Learning. Penggunaan Multimedia Interaktif lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan mobile learning pada pokok bahasan materi seni tari pada mata pelajaran Seni Budaya di SMKN 8 Garut. 
RANCANGAN BUKU AJAR SEJARAH TARI DENGAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID Dwi Junianti Lestari; Alis Triena P; Fuja Siti Fujiawati; Arif Permana Putra
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i2.13666

Abstract

Abstract : This study aims to design an Android-based augmented reality textbook on dance history. Augmented reality is a technology that can be used as an interactive educational medium and as a new nuance in learning dance history. In this study, using books as course materials for students specializing in performing arts education at Sultan Ageng Tirtayasa University as well as Android devices (Internet data network access) to enrich Educational materials with 3D models, sounds, animations and other textual information. The development method used to create augmented reality applications is SDLC (Software Development Life Cycle) with waterfall technique, which is a classic sequential approach in software development. Dance history textbooks with Android-based augmented reality can be an alternative learning medium that can bring new nuance to the lesson. Keywords: Dance History Books, augmented reality, Android.  Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk merancang buku ajar sejarah tari dengan teknologi augmented reality berbasis Android. Augmented reality merupakan teknologi yang dapat digunakan baik sebagai media edukasi interaktif dan nuansa baru dalam pembelajaran sejarah tari. Dalam penelitian ini menggunakan buku sebagai media perkuliahan mahasiswa jurusan pendidikan seni pertunjukan FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa serta gawai berbasis android (akses jaringan data internet) sehingga memperkaya materi ajar dengan model 3D, suara, animasi, dan teks tambahan sebagai pelengkap informasi. Untuk metode pengembangan yang dilakukan untuk membangun aplikasi augmented reality ini adalah SDLC (Software Development Life Cycle) dengan teknik waterfall yang merupakan sebuah metode klasik yang bersifat sekuensial dalam pembuatan perangkat lunak. Buku ajar sejarah tari dengan teknologi augmented reality berbasis android dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat memberikan nuansa baru dalam perkuliahan. Kata Kunci : Buku Sejarah Tari, Augmented Reality, Android.
PERSEPSI SISWA SMA DI BANDAR LAMPUNG TERHADAP PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI PLATFORM SENI PERTUNJUKAN VIRTUAL Afrizal Yudha Setiawan; Nabilla Kurnia Adzan; Ricky Warman Putra
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i2.12902

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan persepsi siswa SMA di Bandar Lampung terhadap pemanfaatan media sosial sebagai platform seni pertunjukan virtual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik one shoot/pengukuran yang dilakukan satu kali. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket/kuisioner dengan skala likert 1-5. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMA di Bandar Lampung memiliki persepsi yang cukup baik terhadap pemanfaatan media sosial sebagai platform seni pertunjukan virtual. Dari 372 responden, sebanyak 154 atau 41,40% responden memiliki persepsi yang baik, 192 atau 51,61% responden memiliki persepsi cukup baik, 19 atau 5,11% responden memiliki persepsi kurang baik, dan 7 atau 1,88% responden memiliki persepsi tidak baik. Persepsi siswa dalam penelitian ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor minat, sikap, motivasi, apresiasi, dan harapan. Faktor minat, sikap, dan motivasi berada pada kategori “Cukup Baik”, dengan persentase 58,87%; 59,41%; dan 49,46%; sedangkan faktor apresiasi dan harapan berada pada kategori “Baik” dengan persentase 61,83%; dan 81,99%.Kata Kunci: persepsi siswa, seni pertunjukan virtual, media sosial.  
PENGEMBANGAN GOOGLE SITE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI BERNYANYI UNISONO DI KELAS VII SMP ISLAM PARISKIAN KOTA SERANG Elsa Muthia Elsa; Suhaya Suhaya; Fuja Siti Fujiawati
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.13175

Abstract

Abstract: Learning art and culture is learning that is closely related to practical learning. Students will find it difficult to understand the material if they only learn through writing in the book, while in arts and culture subjects such as singing Unisono material, it must be visualized. Website-based learning media is an alternative to support the process of learning activities so that they can be accessed anytime and anywhere. This study aims to determine the process of developing the google site as a learning medium, to determine the feasibility of the google site as a learning medium and to determine the response of students to the google site as a learning medium for the unisono singing material in class VII. The research method used is research and development (R&D) with the ADDIE development model (analysis, design, development, implementation, evaluation). From the validation process carried out by media experts with a percentage of 83.7% belonging to the "very feasible" category, material experts with a percentage of 93% belonging to the "very feasible" category were used, and user responses with a percentage of 86.1% which included into the “very feasible” category. The conclusion obtained from this study is that the learning media developed in the form of a website is included in the very feasible category and can be used as a learning medium.Keywords: Media for learning, Google Site, Singing Unisono Abstrak: Pembelajaran seni budaya merupakan pembelajaran yang erat kaitannya dengan pembelajaran secara praktik. Siswa akan sulit memahami materi jika hanya belajar melalui tulisan dibuku saja, sedangkan dalam mata pelajaran seni budaya seperti pada materi bernyanyi unisono harus divisualisasikan. Media pembelajaran berbasis website menjadi salah satu alternatif untuk menunjang proses kegiatan pembelajaran agar dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan google site sebagai media pembelajaran, mengetahui kelayakan google site sebagai media pembelajaran dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap google site sebagai media pembelajaran pada materi bernyanyi unisono di kelas VII. Metode penelitian yang digunakan adalah reseach and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Dari proses validasi yang dilakukan ahli media dengan persentase 83,7% yang termasuk ke dalam kategori “sangat layak” digunakan, ahli materi dengan persentase 93% yang termasuk ke dalam kategori “sangat layak” digunakan, dan respon pengguna dengan persentase 86.1% yang termasuk ke dalam kategori “sangat layak” digunakan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu media pembelajaran yang dikembangkan dalam bentuk website termasuk dalam kategori sangat layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Google Site, Bernyanyi Unisono
TEKNIK VIBRATO BIOLA DALAM MEMAINKAN LAGU TRADISI SUNDA Fensy Sella
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.14289

Abstract

Teknik permainan vibrato pada alat musik biola merupakan teknik yang cukup sulit untuk dipelajari. Selain penjarian ketepatan nada yang perlu waktu panjang untuk dikuasai, teknik vibrato juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dikuasai seorang pemain biola. Musisi orkestra baik di luar negeri dan di Indonesia khususnya pemain biola, selalu menggunakan teknik vibra sesuai dasar yang dipelajari pada musik Barat. Berdasarkan hasil observasi peneliti, teknik vibrato tersebut dimainkan dengan teknik yang berbeda jika dimanfaatkan sebagai pengiring musik tradisi Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan vibrato dalam permainan biola tradisi yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan dalam mengiri lagu-lagu tradisi Sunda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan musikologis dimana peneliti mengumpulkan data sebanyak-banyaknya melalui wawancara sumber dan observasi langsung. Penelitian difokuskan pada penerapan teknik memegang dan memainkan vibrato biola dalam mengiringi lagu-lagu tradisi sunda. Hasil dalam penulisan ini yaitu bahwa permainan biola dalam lagu tradisi Sunda mempunyai beberapa teknik yang sangat berbeda dengan teknik biola musik barat. Teknik vibrato biola dalam iringan musik sunda memberikan pengaruh yang besar terhadap karakter musik tradisi sunda tersebut. Selain itu, perbedaan warna baru pada permainan biola tradisi Sunda yaitu memainkan teknik vibrato yang berbeda dengan teknik vibrato biola dalam musik Barat. Kata Kunci: Teknik vibrato, vibrato biola, lagu tradisi sunda
MAKNA KARYA SENI MENURUT CLIVE BELL Ambrosius Markus Loho
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.14799

Abstract

The search of meaning of a work of art is not separated from the constituent element. The work of an art cannot only be enjoyed as a result that already exists and be limited in what appears in front of a subject, each subject has its own perspective. Thus, the beauty of the meaning of the work of art that exists in front of the subject depends on the way of view of the subject. So from that, every work of art is not by itself beautiful and meaningful because it depends on the subject found that would give justification to do it. The work of art becomes meaningful, when the subject found the aesthetic qualities in the work of art itself. In order that, this work of writing will elaborate on the meaning of the work of art for the sake of finding the form of meaning of the work of art. The writing work will focus on the thought of Clive Bell on the form of meaning (significant form).  With a focus on the theory and thinking, the writer will identify the work of art that is meaningful, which starts from the aesthetic qualities of the work of art. For Clive Bell, the meaning of the work of art refers to the qualities of objects appearing and being discovered by the subject. That is the meaningful form of the work of art.keywords: work of art, the meaning of a work of art, meaningful, form, aesthetic, quality.
Tari Tradisioal Nyello’ Aeng Untuk Membentuk Karakter Siswa Kelas Rendah di SD Negeri Bator 2 Sulistiana Sulistiana; Ahmad Sudi Pratikno
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.13664

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui karakter anak melalui tari tradisional nyello’ aeng. Proses penelitian ini yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan bentuk eksperimen. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas rendah yang mengikuti ekstrakurikuler tari di SDN Bator 2. Hasil dalam penelitian ini menghasilkan karakter siswa kelas rendah di SD Negeri Bator 2 sudah mulai terbentuk dengan adanya tari tradisonal nyello’ aeng . Hal tersebut direalisasikan ketika anak belajar seni tari tradisonal nyello’ aeng anak mampu mengingat gerakan tari nyello’ aeng yang menggambarkan kehidupan para wanita remaja ketika mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari, anak juga memahami makna dari setiap gerakan yang digerakkan yang menggambarkan kegembiraan dan bercanda bersama. Tari tradisional nyello’ aeng juga dijadikan sebagai suatu tradisi dan warisan daerah madura yang harus dilestarikan.
PERAN SANGGAR BALE SENI CIWASIAT TERHADAP PERKEMBANGAN KESENIAN RAMPAK BEDUG DI BANTEN Risnawati Risnawati; Alis Triena Permanasari; Dwi Junianti Lestari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.15383

Abstract

Abstract : Art continues to grow, then the greater the effort made in keeping local arts awake. This study aims to find out and describe how the general description of the Bale Seni Ciwasiat Studio and the role of the Bale Seni Ciwasiat Studio in the development of Rampak Bedug art in Banten. The research method used is descriptive qualitative method with phenomenological approach. The data collection technique is the observation, interview, documentation technique and literature study. The results of this study are in the form of a description of the role of the Bale Seni Ciwasiat Studio on the development of the Rampak Bedug art in Banten namely as a studio that is a place for the preservation of the Rampak Bedug art and maintaining local culture. Conservation efforts can be seen from efforts that involve the community directly such as collaborating with school, TNI and use of social media. In preserving local culture, Bale Seni Ciwasiat Studio carries out activities for cultivating the art of Rampak Bedug, training and performances as well as being involved in introducing the art of Rampak Bedug to the art community. Keywords: Studio Role, Development, Rampak Bedug art  Abstrak : Kesenian terus berkembang, maka semakin besar pula usaha yang dilakukan dalam menjaga agar kesenian lokal tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana gambaran umum Sanggar Bale Seni Ciwasiat dan peran Sanggar Bale Seni Ciwasiat terhadap Perkembangan Kesenian Rampak Bedug di Banten. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan datanya yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini berupa deskripsi tentang peran Sanggar Bale Seni Ciwasiat terhadap Perkembangan Kesenian Rampak Bedug di Banten yaitu sanggar yang menjadi tempat pelestarian kesenian Rampak Bedug dan menjaga kebudayaan lokal. Upaya pelestarian dilihat dari upaya yang melibatkan masyarakat seperti bekerja sama dengan lembaga sekolah, TNI dan pemanfaatan sosial media. Dalam menjaga kebudayaan lokal, Sanggar Bale Seni Ciwasiat melakukan kegiatan penggarapan Kesenian Rampak Bedug, pelatihan dan pementasan serta terlibat dalam mengenalkan Kesenian Rampak Bedug pada komunitas seni. Kata Kunci: Peran Sanggar, Perkembangan, Kesenian Rampak Bedug

Page 9 of 15 | Total Record : 144