cover
Contact Name
NOOR HUBDRYAWATI
Contact Email
jurnalkimiaunmul@gmail.com
Phone
+6285246646998
Journal Mail Official
jurnalkimiaunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl.Barong Tongkok no.04 Kampus Gn.kelua Samarinda Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Kimia Mulawarman
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 16935616     EISSN : 24769258     DOI : DOI: https://doi.org/10.30872/jkm
Core Subject : Science,
Journal of Kimia Mulawarman is a peer-reviewed, open access journal that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of chemistry, including educational chemistry and applied chemistry.
Articles 224 Documents
Penentuan Vitamin C, pH , Total Bakteri Asam Laktat (BAL) dan Respon Sensoris pada Soyghurt dari Nanas Madu (Ananas comosus L.) Marwati Marwati; Yoga Pratama Putra; Aswita Emmawati; Maghfirotin Marta Banin; Yudha Agus Prayitno; Hamka Hamka
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v20i1.1126

Abstract

Soyghurt adalah merupakan salah satu produk fermentasi yang diolah dari susu kedelai dengan menambahkan kultur bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Soyghurt dengan penambahan buah nanas madu dapat meningkatkan nilai fungsionalnya, namun perlu formulasi yang tepat agar didapatkan soyghurt nanas madu dengan nilai fungsional dan sensoris terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan lima taraf dan diulang tiga kali. Faktor tersebut adalah persentase perbandingan nanas madu dan susu kedelai yaitu (30:70), (40:60), (50:50), (60:40) dan (70:30). Parameter yang diamati adalah kadar vitamin C, pH, total bakteri asam laktat dan sifat sensoris (hedonik dan mutu hedonik). Hasil penelitian menunjuukan bahwa perlakuan nanas madu dan susu (70:30) memiliki kandungan vitamin C 50,75 mg/100 g, pH 4,48, total BAL log 7,57 cfu/g dan disukai oleh panelis pada uji hedonik. Sedangkan pada karakteriktik mutu hedonik pada perlakuan 70:30 memberikan warna kuning, beraroma nanas dan agak beraroma susu kedelai, tekstur kental, dan berasa asam, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan yang lain.
Potensi Bakteri Endofit Daun Pucuk Merah (Syzygium Myrtifolium Walp.) Sebagai Antibakteri Terhadap Propionibacterium Acnes Wihda Nisa Alhayyu; Winni Astuti; Eva Marliana
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v20i1.1015

Abstract

Salah satu penyebab timbulnya jerawat yaitu adanya infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Infeksi bakteri penyabab jerawat dapat diatasi menggunakan antibakteri. Pemanfaatan bakteri endofit adalah cara lain untuk mendapatkan metabolit sekunder selain menggunakan ekstrak tanaman. Bakteri endofit adalah bakteri yang hidup di dalam jaringan tanaman dan menghasilkan senyawa bioaktif yang sama dengan tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri endofit daun hijau dari tanaman pucuk merah dan memanfaatkan senyawa metabolit sekundernya sebagai antibakteri. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran terhadap bakteri Propionibacterium acnes KCCM 41747. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 30 isolat bakteri endofit hasil isolasi berpotensi sebagai antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Aktivitas antibakteri tertinggi terdapat pada kode koloni P27 dengan diameter zona bening sebesar 23,17 mm. Berdasarkan hasil uji aktivitas antibakteri dapat disimpulkan bahwa bakteri endofit daun hijau dari tanaman pucuk merah berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes KCCM 41747.
Antifeedaant Compound From Daruju Leaves (Acanthus Ilicifolius Linn) Against Eggplant Leaves Beetle (Epilachna Sparsa) Ade Mariadi; Ari Widiyantoro; Endah Sayekti
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v20i1.1127

Abstract

Daruju (Acanthus ilicifolius Linn) contain flavonoids, terpenoids, steroids, saponins, alkaloids and tannins that can be used as antifeedant compounds. The purpose of this study is to identify the active compound antifeedant from daruju leaves against the eggplant leaf beetle (Epilachna sparsa). The antifeedant activity test was carried out on the methanol extract, the partitioned fraction and the isolate. This study was began by maceration of daruju leaf powder (1000 g) with methanol that obtained methanol extract of 130.3 g. The methanol extracts were then separated by partitioning that obtained n-hexane, dichloromethane, ethyl acetate and methanol fraction. Antifeedant activity test against eggplant leaf beetle (Epilachna sparsa) showed the dichlormethane fraction at a concentration of 6 ppm had the best activity compared to other fractions with an activity of 90.62%. Separation and purification of the dichloromethane fraction to obtain isolation was carried out by column chromatography. The isolate showed 96.1% antifeedant activity at a concentration of 6 ppm. Based on 1H-NMR spectrum showed isolate is p-Oxy-2-ethylhexyl benzaldehyde.
Profil Senyawa Metabolit Sekunder Dalam Minyak Obat Ramuan Tradisional Masyarakat Sandosi Adonara Dan Masyarakat Lamatuka Lembata Maria Vitriani Barek Sabon; Gerardus Diri Tukan; Christiani Dewi Q. M. Bulin; Maximus Taek
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v20i1.1134

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tumbuh-tumbuhan yang digunakan dalam pembuatan minyak obat tradisional masyarakat Sandosi di pulau Adonara dan masyarakat Lamatuka di pulau Lembata serta kandungan senyawa dalam minyak obat tradisional yang digunakan dan manfaat senyawa-senyawa yang terkandung. Metode penelitian yaitu wawancara untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam pembuatan ramuan minyak obat, serta analisis senyawa dalam sampel ramuan minyak obat tradisional menggunakan GC-MS. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa tumbuhan yang digunakan dalam pembuatan ramuan minyak obat tradisional masyarakat Sandosi yakni 3 jenis tumbuhan dan masyarakat Lamatuka 45 jenis tumbuhan. Senyawa dominan dari hasil analisis GC-MS ramuan minyak obat tradisional masyarakat Lamatuka antara lain: senyawa asam laurat, asam miristat, Dilauri, Tridecanal, asam oleat, oleamide, 1,3-dipalmitin, trilaurin, trioctanoin dan corwin. Sedangkan senyawa dominan pada ramuan minyak obat tradisional masyarakat Sandosi Adonara antara lain: senyawa asam laurat, asam palmitat, asam oleat, delta decalactone, oxacyclododecan-2-one, 10-undecenyl chloride, 9-octadecenal, asam tridekanoat, ethyl trans-3-(2-oxo-5-methylcyclohexyl) propionate, delta dodecalactone, trioctanoin, 10-Undecenoic acid, methyl ester dan oleamide
Pembuatan Edible Film Yang Bersifat Antibakteri Dari Glukomanan Umbi Porang (Amorphophallus Muelleri) Yang Diinkorporasi Dengan Ekstrak Etanol Umbi Bawang Tiwai (Eleutherine Bulbosa (Mill.) Urb.) Anggun Ridha Avitri; Subur P Pasaribu; Winni Astuti
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v20i1.1073

Abstract

ABSTRAK Penelitian mengenai pembuatan edible film yang bersifat antibakteri dari glukomanan umbi Porang (Amorphophallus muelleri) yang diinkorporasi dengan ekstrak etanol umbi Bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) untuk mendapatkan formula edible film glukomanan umbi Porang dan ekstrak etanol umbi Bawang Tiwai yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923 telah selesai dilakukan. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol umbi Bawang Tiwai dilakukan dengan metode difusi agar dengan konsentrasi 2, 4, 6, dan 8% menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi Bawang Tiwai dengan konsentrasi 4% memiliki aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri masing-masing sebesar 13 mm dan 15,83 mm. Formula edible film yang mengandung glukomanan 6%, gliserol 25%, dan ekstrak etanol umbi Bawang Tiwai 4% menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923 masing-masing sebesar 14,83 mm dan 16 mm.
UJI TOKSISITAS AKUT SENYAWA ASAM p-METOKSISINAMAT YANG DISINTESIS DARI ETIL p-METOKSISINAMAT Sara Nurmala; Indah Zahara
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 19 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v19i2.901

Abstract

Kencur (Kaempferia galanga L.) is a plant that grows in Indonesia and is often used as a traditional spice. The main content of Kencur is ethyl p-methoxycinamic has a mild level of toxicity. Hydrolysis results from Ethyl p-methoxycinamic namely p-methoxycinamic acid have been widely studied as having antibacterial activity against S. aureus with MIC of 125 ppm. P-methoxycinamic acid has anti-inflammatory activity, topical anti-inflammatory power of 8.7% p-methoxycinamic acid based on molar equality with 1% Na-diclofenac. Cinnamic acid compounds have greater potential as an inhibitor of cervical cancer cells compared to methyl cinnamon because they have more hydrogen bonds. Hydrolysis of ethyl p-methoxycinamic to p-methoxycinamic acid has been carried out, then identification tests have been carried out covering the melting distance obtained values ​​of 172–173ºC. The results of TLC analysis with the mobile phase of methanol: acetone (2: 1) p-methoxycinamic acid compound gave an Rf value of: 0.67. The results of infrared spectrum analysis of hydrolysis compounds provide information on the presence of specific functional groups, namely carbonyl groups of acids (C = O) which are shown by the absorption band at wave number 1690.49 cm-1. Hydrogen bonding in carboxylic acid dimers weakens the C = O bond, resulting in absorption at lower wave numbers. In this spectrum CO groups of acids are shown at absorption of 1029.92 cm-1, aromatic C = C groups are shown by uptake at wave numbers 1602.74 cm-1 and 1627.81 cm-1, while bands at wave number 828.37 cm-1 indicates the presence of para-substituted aromatic nuclei. Acute toxicity test of p-methoxycinamic acid compound which was carried out in a span of 24 hours showed that p-methoxycinamic acid had a moderate level of toxicity.
Identifikasi Kandungan Kimia Kulit Sirsak (Annona Muricata) Riska Yudhistia Asworo; Elok Widayanti; Abdullah Arief Agatha
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 19 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v19i2.1140

Abstract

Pemanfaatan ekstrak bahan alam dalam biosintesis nanopartikel berkaitan dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktifitas antioksidan. Salah satu tanaman yang mengandung banyak antioksidan adalah sirsak (Annona muricata Linn). Sirsak merupakan tumbuhan yang memiliki banyak manfaat baik dari batang, kulit batang, daun maupun buahnya. Banyak penelitian telah melakukan pemanfaatan dari bagian-bagian dari tumbuhan sirsak. Tetapi belum banyak yang melakukan penelitian pada kulit buah sirsak. Seperti halnya buah manggis baik buah dan kulitnya ternyata memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Antioksidan berasal dari senyawa metabolit sekunder yang ada di tanaman. Keberadaan metabolit sekunder ini dapat diambil dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut yang sesuai dengan kepolaran senyawa yang akan diekstrak. Pada penelitian ini digunakan pelarut etanol dan campuran etanol:aquadest . Hasil yang didapatkan rata-rata rendemen menggunakan pelarut etanol:aquadest lebih tinggi (11,64%) dibandingkan menggunakan etanol saja (9,64%). Ekstrak yang didapatkan kemudian dilakukan uji fitokimia secara kualitatif dan didapatkan hasil adanya triterpenoid, saponin, polifenol dan tanin pada ekstrak yang didapat.
Pengaruh Ukuran Simplisia Dan Lama Kontak Pada Ekstraksi Senyawa Aktif Simplisia Kayu Jawa (Lannea Coromandelica) Menggunakan Metode Maserasi Hanandayu Widwiastuti; Riska Yudhistia Asworo; Yustina Suhandini Tjahjaningsih; Niken Cahyaning Wulandari; Abriyanti Dewi
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 19 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v19i2.1141

Abstract

Kayu Jawa atau Kayu Jaranan merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Pulau Jawa dan umumnya digunakan sebagai pagar pembatas. Namun, di beberapa daerah di Indonesia, tanaman ini seringkali digunakan untuk pengobatan tradisional. Beberapa metabolit sekunder yang diketahui terkandung dalam Kayu Jawa adalah steroid, terpenoid, alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Bioaktivitas ekstrak senyawa – senyawa ini dipengaruhi oleh jumlah gugus aktif yang ada pada senyawa tersebut, salah satunya adalah gugus hidroksil. Salah satu senyawa aktif yang memiliki banyak gugus – OH adalah tanin. Gugus ortohidroksil tanin dapat membentuk kelat dengan ion logam. Fungsi tanin sangat dipengaruhi oleh konsentrasinya, apakah berfungsi sebagai agen pengompleks atau agen pengendap. Oleh karena itu, ekstraksi tanin perlu dilakukan secara optimum untuk memperoleh tanin dalam jumlah maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran simplisia waktu kontak terhadap jumlah rendemen yang diperoleh dari ekstraksi Kayu Jawa dengan metode maserasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rendemen terbesar dihasilkan pada maserasi dengan ukuran simplisia > 200 mesh dan lama kontak 50 jam, yaitu 23,79% dan 23,01%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ukuran simplisia dan waktu kontak berpengaruh terhadap jumlah rendemen hasil maserasi simplisia Kayu Jawa.
Pengaruh Daya Serap Air Terhadap Porositas Dan Densitas Komposit Hdroksipatit Berpori Dan Selulosa Nata De Coco Silvia Anitasari; Abdul Mu’ti; Yetty Octavia Hutahaean
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 19 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v19i2.616

Abstract

The material that used to bone replacement is much needed. In the beginning, the material of bone replacement came from human or animal bones, but now, the development of synthetic materials as the bone replacement from natural materials increase very fast. The Aim of this study was synthesizing bone graft composite derived from hydroxyapatite and cellulose of nata de coco (HAP/cellulose nata de coco) which tested porosity, density, and water absorption and we expected the porosity, density, and water of the composite were approaching to human or animal bones. Based on statistical analysis by Kruskal Walis (p <0,05) and AUC showed HAp/cellulose of nata de coco with 25 hours precipitation time having bony-like human porosity and there were correlation between porosity and density with water absorption capacity of HAp / cellulose nata de coco our by linear correlation statistical analysis. Keywords: Hydroxyapatite, Cellulose nata de coco, Porosity, Density, Water absorption
PEMBUATAN SILIKA GEL DARI ABU AMPAS TEBU (Saccharum Officinarum) DAN APLIKASINYA UNTUK ADSORPSI ION Cu (II) Muhammad Rizky; Alimuddin Alimuddin; Aman Sentosa Panggabean
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v20i1.799

Abstract

The research of silica gel manufacturing from cane pulp cinders (Saccharum Officinarum) and the application for Cu (II) ion adsorption has been done. The adsorption of Cu (II) ion done by some variaties, such as pH, concentration, and contact time. The result of the research shows the optimum of pH was 8, concentration optimum was 8 ppm, and contact time was 75 minutes. The perecentage of recovery was 90,28%, shows the effectivity of silica gel from cane pulp cinders can be applicated for adsorption Cu (II) ion.